Tingkat Kelulusan SMA Di Ambon 99,72 Persen

Tingkat Kelulusan SMA Di Ambon 99,72 Persen

Tingkat Kelulusan SMA Di Ambon 99,72 Persen
Tingkat Kelulusan SMA Di Ambon 99,72 Persen

Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat di kota Ambon

tahun 2016 dilaporkan mencapai 99,72 persen.

“Tingkat kelulusan siswa SMA dan sederajat tahun 2016 mengalami peningkatan dibanding 2015 yang mencapai 99,67 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Ambon, Benny Kainama, Sabtu (7/5).

Menurut dia, sebanyak 6.544 siswa yang terdiri dari siswa SMA sebanyak 4.839 dari 40 sekolah, termasuk madrasah, dan 1.681 siswa SMK di 17 sekolah, 99,72 persen di antaranya dinyatakan lulus UN.

“Dari 6.544 siswa yang mengikuti UN, 18 siswa di antaranya tidak lulus, karena hasil UN

semata-mata bukan dari UN dan UNBK tetapi nilai ujian sekolah,” katanya.

Benny menyatakan pihaknya bangga dengan prestasi yang diraih siswa walaupun ada siswa yang tidak lulus.

“Kami bangga dengan hasil yang diperoleh siswa, walaupun ada yang tidak lulus tetapi hasil yang diperoleh merupakan buah kerja keras siswa selama tiga tahun belajar,” katanya.

Ia mengakui bahwa hasil yang dicapai siswa dalam UN itu merupakan keberhasilan

bersama antara siswa, guru, orang tua dan pengawas, sehingga diperoleh hasil yang baik.

Berbagai upaya telah ditempuh guru untuk melakukan persiapan siswa, antara lain melalui uji coba untuk memenuhi standar nilai.

“Standar nilai yang ditetapkan dapat dicapai siswa dengan baik. Sesuai arahan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy bahwa yang dibutuhkan adalah kualitas bukan kuantitas,” katanya.

Terkait hasil pengumuman, katanya, siswa yang tidak lulus diimbau untuk tidak berkecil hati dan bisa mengikuti ujian Paket C.

“Siswa yang tidak lulus tahun ini dapat mengikuti ujian paket C, direncanakan dilaksanakan Juli 2016,” tandasnya.

Benny berharap para siswa untuk masa depan dapat meningkatkan kualitas pendidikan karena hasil UN didasarkan pada kesepakatan dewan guru.

“Siswa yang dinyatakan lulus UN kami imbau untuk merayakan kelulusan dengan cara yang wajar, tidak melakukan konvoi kendaraan dan mencorat-coret baju seragam,” katanya.

 

Sumber :

https://sorastudio.id/sejarah-jepang/