TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA

TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA

TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA
TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA

Di daerah kabupaten Lebong, salah satu jenis ikan air tawar

Yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan nila. Permintaan konsumen akan jenis ikan ini semakin meningkat, karena selain rasa ikan ini enak, kandungan proteinnya juga tinggi. Selain untuk konsumsi permintaan ikan nila juga meningkat untuk tujuan budidaya. Hal ini berhubungan dengan potensi dan sumber daya ikan di Kabupaten Lebong yang terus berkembang baik produksinya maupun area kolam budidayanya. Sejalan dengan itu, permintaan ikan nila baik dari lokal maupun regional juga meningkat. Oleh karena itu kegiatan produksi ikan nila di Kabupaten Lebong juga harus terus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan konsumen akan jenis ikan nila terutama dalam bentuk hidup. Salah satu alasan penting perdagangan ikan dalam bentuk hidup adalah harganya yang lebih tinggi dari harga ikan mati. Untuk itu diperlukan teknologi yang sesuai dan tepat untuk memenuhi permintaan ikan nila dalam bentuk hidup. Tetapi, teknologi transportasi ikan hidup yang digunakan sejauh ini masih sangat sederhana dengan demikian maka angka mortalitas ikan dalam transportasi masih tinggi.

Penelitian untuk mencari teknologi yang baik

Untuk menekan angka mortalitas ikan perlu dilakukan. Perdagangan ikan dalam bentuk hidup menjadi pilihan yang tepat apabila kondisi optimalnya diketahui dengan menjaga tingkat kelulusan hidup ikan dalam transportasi. Ada beberapa Metode yang memungkinkan ikan dapat dikirim dengan keadaan hidup, salah satu cara transportasi untuk menekan angka mortalitas ikan adalah dengan cara pembiusan dengan menggunakan bahan anestesi. Bahan anestesi dapat berupa bahan alami dan bahan kimia sintetik. Salah satu bahan anestesi alami yang bisa digunakan adalah minyak cengkeh (Fauziah et al., 2011). Karena selain mudah didapat tanaman cengkeh banyak dijumpai di daerah Kabupaten Lebong. Metode transportasi ikan dengan menggunakan bahan anestesi bertujuan untuk memperpanjang waktu transportasi dengan menekan metabolisme dan aktivitas ikan serta mengurangi resiko mengalami stres yang dapat mengakibatkan kematian pada ikan. Minyak cengkeh kaya akan kandungan eugenol, anestesi dengan basis eugenol sangat efektif dalam konsentrasi rendah selain harganya terjangkau, mudah didapat dan dapat mengurangi stres (Imanpoor et al., 2010). Salah satu contoh transportasi ikan dalam bentuk hidup adalah transportasi benih.  Karena benih merupakan faktor penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu usaha budidaya ikan. Pada proses transportasi merupakan hal yang harus ditangani dengan benar untuk menekan angka mortalitas hal yang harus diperhatikan juga adalah kualitas dari benih tersebut.

Untuk itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul pengaruh konsentrasi minyak cengkeh (Eugenia aromatica) terhadap kelulusan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam transportasi.

BAHAN DAN METODE

 Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2011 sampai dengan 17 Agustus 2011  bertempat di Usaha Pembenihan Rakyat (UPR) Desa Karang Dapo Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah jaring, ember plastik, karet gelang, mikropipet, penggaris, kantong plastik (50 cm x 20 cm), termometer, DO meter, kertas lakmus, gelas ukur, kardus, aerator, stop watch, dan kendaraan roda empat. Bahan yang digunakan adalah ikan nila ukuran 5 – 7 cm yang diperoleh dari UPR Desa karang Dapo, dan minyak cengkeh merek Minyak Cengkeh Murni diperoleh dari toko herbal.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengambilan data secara observasi langsung di lapangan terhadap objek penelitian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan.

HASIL DAN BAHASAN

Konsentrasi minyak cengkeh yang diujikan adalah 0 ml/l air (sebagai kontrol), 0,010 ml/l air, 0,015 ml/l air, dan 0,020 ml/l air. Hasil pengamatan respon ikan nila selama pembiusan disajikan pada Tabel 5.

Respon ikan nila selama pembiusan dengan tingkat konsentrasi yang berbeda

Perlakuan (ml/l air)

Waktu Pengamatan (Menit)

0

5

10

15

0 Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal

0,010

Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktifitas terhadap rangsangan luar lambat.gerak renang lambat. Reaktifitas terhadap rangsangan luar sangat lambat. gerak renang lambat.

0,015

Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Pergerakan lemah, respon terhadap rangsangan kurang kuat, gerak renang tenang dan sesekali naik ke permukaan. Reaktifitas terhadap rangsangan luar lambat. Reaktifitas terhadap rangsangan luar tidak ada, pergerakan lambat.

0,020

Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktifitas terhadap rangsangan luar tidak ada, pergerakan lambat. Pergerakan normal, respon terhadap rangsangan tinggi, gerak renang aktif dan panik. Pergerakan sangat lemah, respon terhadap rangsangan sangat lemah, tubuh hilang keseimbangan dan miring di dasar.

 

Pengamatan daya anestesi minyak cengkeh terhadap ikan nila dilakukan secara observasi. Waktu pengamatan untuk melihat daya anestesi minyak cengkeh pada menit ke- 0, 5, 10, dan 15.

Hasil pengamatan pada Tabel 5 menunjukkan bahwa konsentrasi 0 ml/l dari menit ke- 5 sampai menit ke 15 belum terlihat adanya respon ikan. Hal ini ditandai dengan tingkah laku ikan nila selama pembiusan yang tetap normal. Secara umum kondisi ikan yang masih normal dapat dilihat dari gerak renangnya yang tetap stabil dan respon terhadap rangsangan luar masih normal. Tidak adanya respon ikan pada konsentrasi 0 ml/l air sampai menit ke- 15 karena diduga tidak adanya zat aktif dari minyak cengkeh.

 

Penggunaan konsentrasi 0,010 ml/l air sampai menit ke- 5

Menunjukkan belum terlihat adanya respon ikan. Hal ini ditandai dengan tingkah laku ikan nila selama pembiusan yang tetap normal. Secara umum kondisi ikan yang masih normal dapat dilihat dari gerak renang yang tetap stabil dan respon terhadap rangsangan luar masih normal. Perubahan tingkah laku ikan mulai terlihat pada menit ke- 10. Tidak adanya respon ikan terhadap minyak cengkeh  pada penggunaan konsentrasi uji 0,010 ml/l air sampai menit ke- 5 diduga karena zat aktif dari minyak cengkeh belum cukup mempengaruhi keseimbangan fungsi saraf dan jaringan otak ikan, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya zat aktif yang masuk ke dalam tubuh melalui insang dan difusi membran pada ikan. Disamping itu, ikan nila termasuk memiliki kisaran toleransi yang cukup tinggi bila terjadi perubahan lingkungan perairan, seperti pH air rendah (sampai dengan pH 5), kadar salinitas tinggi, bahkan ikan nila sudah dapat dibudidayakan di perairan payau, dan kandungan oksigen perairan yang rendah (Arie, 2000). Ikan mulai menunjukkan respon terhadap minyak cengkeh pada menit ke- 10 sampai menit ke- 15. Reaktifitas terhadap rangsangan luar lambat dan gerak renang tampak lambat, karena diduga daya anestesi mulai mempengaruhi sistem syaraf pada ikan. Kemampuan adaptasi yang cukup tinggi terhadap perubahan lingkungan diduga dapat mempengaruhi daya tahan ikan nila terhadap pengaruh zat – zat anestesi dengan konsentrasi yang rendah yakni 0,010 ml/ l air.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-teks-editorial-jenis-dan-isi-serta-unsur-kebahasaan/