Don't Show Again Yes, I would!

Bikin Trauma! Ini Tanda-Tanda Pasangan Berselingkuh

Table of contents: [Hide] [Show]

Terbaru.co.id, Jakarta – Tanda-Tanda Pasangan Berselingkuh. Pernikahan tidak selamanya berjalan sesuai harapan, rintangan, dan ujian sering ditemui tiap pasangan. Dari semua persoalan yang umum mengetes rumah tangga, salah satunya yang paling ditakuti oleh pasangan ialah kedatangan orang ke-3 atau perselingkuhan.
Psikiater dari Kampus Indonesia A. Kasandra Putranto mengingati jika perselingkuhan bisa mengakibatkan trauma untuk korban.
“Perselingkuhan bisa mengakibatkan trauma. Mereka yang alami perselingkuhan rupanya penuhi persyaratan untuk masalah depresi pascatrauma (PTSD),” kata Kasandra, seperti diambil Di antara.
Selanjutnya, Kasandra menjelaskan beragam permasalahan dapat ada sebagai tanggapan emosional karena perselingkuhan. Salah satunya seperti banyak pemikiran, masalah tidur dan makan, situasi hati yang tidak pasti, permasalahan kesehatan, sampai stres.
Menurut dia, keadaan itu membuat beberapa terapi dan psikiater mulai memakai istilah Masalah Depresi PascaPerselingkuhan untuk memvisualisasikan keadaan psikis korban.
“Imbas yang dirasa (oleh korban perselingkuhan) salah satunya mempersalahkan diri kita dan berasa bila harga dianya rendah,” sambungnya.
Disamping itu, Kasandra menjelaskan perselingkuhan bisa bawa imbas negatif pada anak. Menurut dia, anak yang orang tuanya selingkuh dapat benar-benar ketekan, depresi, atau stres.
Lebih jauh, hati ketekan semacam itu dapat membuat sang anak jadi lebih pendiam, susah berkawan, dan prestasi sekolah dapat melorot. Kebalikannya, anak dapat menjadi pemberontak.
Berdasar penjabaran Kasandra, jiwa labil seorang anak yang stres dapat membawa mereka ke pertemanan yang keliru dan membenci figur orangtua.
Oleh karenanya, ia mengingati keutamaan jaga loyalitas dalam jalinan supaya tidak ada perselingkuhan.
Ada juga langkah yang bisa dilaksanakan untuk menghindar perselingkuhan dalam jalinan, menurut Kasandra, salah satunya merealisasikan komunikasi secara terbuka dan serasi atas sama-sama pemahaman keduanya.
Selanjutnya, tingkatkan kemampuan dan ketahanan diri yang didasari ide diri dan rasa optimis yang oke.
“Keadaan ini bisa menolong dalam ambil keputusan dengan tepat dan bertanggungjawab dan terbebas kemungkinan dari dampak negatif faksi lain,” ucapnya.
Tidak itu saja, meningkatkan contact sosial dengan baik dan sehat baik dalam atau di luar keluarga penting juga dilaksanakan.

Tanda-Tanda Pasangan Berselingkuh

Kasandra menjelaskan ada banyak sikap tidak biasa yang bisa jadi tanda jika seorang selingkuh dari pasangannya.
“Umumnya pertanda pasangan selingkuh dapat diketemukan dari perasaan, kata hati, dan pemikiran saat mengetahui ada yang keliru dengan pasangan,” ucapnya.
Dalam pada itu, pertanda umum ada perselingkuhan dalam jalinan salah satunya pasangan memberi kasih-sayang yang tidak biasa dan terlalu berlebih secara mendadak.
“Ini dapat terjadi misalkan saat dirinya yang umumnya cuek dan tidak begitu memperlihatkan kasih-sayang secara riil, mendadak menjadi orang yang paling romantis di dunia,” tutur Kasandra.
Selanjutnya, pasangan menjelek-jelekkan seorang secara mendadak. Menurut dia, sikap itu sebagai langkah untuk tutupi kekeliruan dan kurangi rasa berprasangka buruk pasangannya.
Pasangan yang selingkuh dapat mendadak menjelekkan atau merendahkan seseorang karena orang itu ialah saksi mata atau yang ketahui ia berselingkuh,” lebih Kasandra.
Sikap yang lain yang bisa jadi tanda perselingkuhan, lanjut ia, salah satunya mengusung telephone diam-diam, bertambah atau berkurangnya hubungan seks, dan pasangan jadi mendadak repot.
Menurut Kasandra, argumen seorang lakukan perselingkuhan salah satunya ada kekhawatiran hadapi periode peralihan seperti mempunyai anak sulung, anak masuk umur remaja, anak yang sudah dewasa dan memulai tinggalkan rumah, dan masuk periode pensiun.
Perselingkuhan dapat terjadi sebagai:

  • Pelarian dari pernikahan yang tidak menyenangkan
  • Tidak terwujudnya harapan dalam pernikahan
  • Hati kesepian
  • Keperluan sex yang tidak tercukupi dalam pernikahan
  • Ketidakberadaan pasangan baik secara fisik atau emosional
  • Terbukanya peluang untuk lakukan perselingkuhan seperti gampang berjumpa musuh tipe pada tempat kerja.

“Disamping itu, perselingkuhan telah umum terjadi dalam keluarga besar hingga memudarnya nilai-nilai kesetiaan,” lebih Kasandra.
Di kesempatan yang serupa, Kasandra lalu mengingati jika seorang pernah selingkuh karena itu ia mempunyai peluang 3x semakin besar untuk kembali selingkuh dibanding yang belum pernah.
“Maknanya, orang yang sempat selingkuh di periode lalu akan mempunyai peluang untuk selingkuh kembali di masa datang,” ujarnya.

Share:

Jordan Permana (Editor)

Halo, perkenalkan saya merupakan owner dari Terbaru Online. Silahkan kontak kami untuk bekerjasama melalui website ini

Leave a Reply