Swasembada Pangan Terus Diupayakan

Swasembada Pangan Terus Diupayakan

Swasembada Pangan Terus Diupayakan
Swasembada Pangan Terus Diupayakan

BANDUNG-Bukan perkara mudah mewujudkan swasembada pangan

mengingat lahan kritis di Indonesia terus bertambah dan kondisinya mengkhawatirkan. Banyak kalangan menilai hal itu merupakan satu
ancaman terhadap upaya pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pimpinan Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 1992 terjadi degradasi kualitas lahan yang luasnya sekutar 18 juta hektare (ha). Satu dekade berikutnya, degradasi lahan kian meluas menjadi 38,6 juta ha.

“Hal ini kontradiktif dengan target pemerintah yang mencanangkan

swasembada tiga komoditi, padi, jagung, dan kedelai,” tandas Herman pada Seminar Pemetaan Kualitas Tanah di Indonesia untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional, yang diselenggarakan di Bale Sawala Universitas Padjadjaran Bandung.

Guna merealisasikan target itu, pemerintah menyusun langkah strategis dan kongkret.

“Undang-Undang (UU) 37/2014 Tentang Konservasi Tanah dan Air, UU No 19/2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, UU No 41/2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dan UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman,” paparnya.

Herman berkeyakinan bahwa kebijakan-kebijakan itu menjadi jawaban

strategis mengatasi berbagai permasalahan, termasuk kondisi lahan yang kritis. Herman menegaskan, agar target sawasembada tercapai, perlu adanya usaha kolaboratif para stakeholder, yaitu pemerintah, pelaku usaha, penyuluh pertanian, petani, dan masyarakat. jo

 

Baca Juga :