Sifat-Sifat Mekanik Kayu

Sifat-Sifat Mekanik Kayu

Sifat-Sifat Mekanik Kayu

Sifat-sifat mekanik kayu merupakan kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya di luar benda yang mempunyai kecenderungan untuk mengubah bentuk dan besar benda. Searah dengan pengertian tersebut Panshin de Zeeuw (1980) juga mengartikan sifat mekanik kayu sebagai kekuatan atau kemampuan kayu guna menahan gaya-gaya yang berasal dari luar. Gaya-gaya yang dimaksud pada pengertian tersebut adalah gaya primer yang terdiri dari 3 macam bentuk yaitu sebagai berikut (Sarinah & Jemi, 2019):
  • Gaya tekan (compressive stress), merupakan gaya yang mengakibatkan pemendekan ukuran atau memperkecil volume benda.
  • Gaya tarik (tensile stress), merupakan gaya yang cenderung untuk menambah dimensi atau volume benda.
  • Gaya geser (shear stress), merupakan gaya yang mengakibatkan satu bagian benda bergeser terhadap bagian benda lainnya.
Kemampuan sifat mekanik suatu kayu memiliki peranan penting dalam penggunaannya sebagai bahan bangunan, perkakas, maupun penggunaan dalam hal lain. Dumanauw (1990) menjelaskan bahwa sifat-sifat mekanik kayu terdiri dari keteguhan tarik, keteguhan tekan, keteguhan geser, keteguhan lengkung, kekakuan, keuletan, kekerasan, dan keteguhan belah.

1. Keteguhan Tarik Kayu

Keteguhan tarik sebagai salah satu sifat mekanik kayu merupakan kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu itu. Kekuatan tarik terbesar terletak pada kayu yang memiliki arah serat yang sejajar. Selanjutnya, kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat. Dalam suatu jenis kayu, keteguhan tarik berhubungan erat dengan ketahanan kayu terhadap pembelahan (Dumanauw, 1990).
2. Keteguhan Geser Kayu
Keteguhan geser ialah ukuran kekuatan kayu dalam hal kemampuanya menahan gaya-gaya yang membuat suatu bagian kayu tersebut bergeser atau bergelinsir ke bagian lain di dekatnya (Sarinah & Jemi, 2019). Dalam hubungan ini di bedakan tiga macam keteguhan yaitu keteguhan geser arah serat, keteguhan geser tegak lurus arah serat, dan keteguhan geser miring. Keteguhan geser tegak lurus arah serat jauh lebih besar daripada keteguhan geser sejajar arah serat (Dumanauw, 1990).
3. Keteguhan Lengkung Kayu
Keteguhan lengkung atau lentur ialah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau menahan beban-beban mati maupun hidup selain beban pukulan yang harus di pikul oleh kayu tersebut, misalnya blandar (Dumanauw, 1990). Lebih lanjut Desch & Dinwoodie (1981) mengatakan bahwa dalam penggunaan suatu kayu kemungkinan lebih besar dikenai gaya pelengkungan dari pada bentuk gaya lainnya. Dalam hal ini, dibedakan keteguhan lengkung statik dan keteguhan lengkung pukul. Keteguhan lengkung statik menunjukan kekuatan lengkung kayu menahan gaya yang mengenainya secara perlahan-lahan. Adapun kekuatan keteguhan pukul adalah lengkung kayu menahan gaya yang mengenainya secara mendadak, misalnya pukulan (Dumanauw, 1990).