Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia :

Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia :

Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia
Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia

Mandiri, artinya

ketahanan nasional bersifat percaya akan kemampuan dan kekuatan yang terletak di dalam diri yang mengandung prinsip pantang mundur dan meyerah yang bertumpukan atas identitas bangsa, integritas bangsa, dan kepribadian bangsa. Dimana kemandirian tersebut untuk menjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan.

 

Dinamis, artinya

ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya

Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

 

Ketahanan Nasional di Pulau-Pulau Terluar Indonesia

Belum lepas dari benak kita mengenai peristiwa lepasnya kepulauan Sipadan dan Ligitan dari Indonesia. Dimana negara tetangga itu telah mengambil alih hak kedua pulau terluar tersebut, hal ini diakibatkan dari kurangnya kemauan dan keusahaan pemerintah untuk menjaga dan melindungi kedaulatan pulau – pulau terluar yang memang sudah jelas – jelas berada di Indonesia sehingga menyebabkan terlepasnya kedua pulau tersebut ke tangan orang asing. Sungguh disayangkan begitu memprihatinkan kondisi kepemerintahan ini sehingga banyak pulau – pulau terluar sampai jatuh ke tangan negara tetangga karena kepekaan terhadap warganya begitu minus.

 

Jumlah keseluruhan pulau di Indonesia dipastikan ± 17.506

yang diantaranya 92 pulau – pulau terluar. Dimana mata pencaharian sebagian masyarakat di wilayah terluar tersebut adalah nelayan dan mereka ini sangat tergantung akan kekayaan SDA di sekitar terutama wilayah perairan atau laut. Rata – rata sebagian besar penduduk asli adalah para transmigran dari beberapa daerah. Hal tersebut terjadi dikarenakan minimnya infrastruktur yang ada di pulau – pulau terluar.

Kebutuhan akan BBM berupa solar adalah suatu hal yang wajib dipenuhi, apabila terjadi kelangkaan BBM berarti nelayan di pulau – pulau terluar tersebut pun tidak bisa menangkap ikan dan mengakibatkan adanya pengangguran dan kemiskinan.

Kondisi pereokonomian masyarakat di daerah tersebut dapat kita maklumi karena sebagian besar penduduk menangkap ikan masih dengan alat – alat tradisional seadanya karena tidak banyak kemajuan ekonomi yang terjadi disana.Bahkan di beberapa daerah, rumah tinggal pun dibangun di atas air laut sebagai tambatan kapal untuk memastikan sampan dan kapal tidak hanyut ke tengah laut. Memang di beberapa daerah sudah mulai dikembangkan keramba di tengah laut tenang untuk mendapatkan penghasilan tetap melalui panen ikan secara berkala. Namun demikian, secara keseluruhan penduduk pulau – pulau terluar belum memiliki kemampuan ekonomi untuk mengembangkan daerahnya secara mandiri.

Namun pemerintah tidak tinggal diam begitu saja guna meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di pulau-pulau terluar Indonesia. Berbagai infrastruktur dasar seperti listrik, sekolah, puskesmas, jalan dan pelabuhan sudah banyak tersedia di daerah tersebut. Pemerintah melalui Dana Perimbangan Pusat dan Daerah telah mentransfer sejumlah dana yang cukup besar ke rekening Pemerintah Daerah guna membangun infrastruktur dasar di pulau-pulau terluar tersebut. Dengan komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang 70% diantaranya adalah penerimaan perpajakan, dapat dikatakan dana pajak telah digunakan untuk pembangunan pulau-pulau terluar Indonesia.

Dalam APBN 2013, dialokasikan Rp 528,6 triliun dalam bentuk transfer ke daerah dengan tujuan diantaranya meningkatkan perhatian terhadap pembangunan di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Untuk mendukung tujuan tersebut, dialokasikan juga berbagai anggaran pendukung, seperti: penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 115,5 triliun, layanan kesehatan murah untuk masyarakat sebesar Rp 55,9 triliun, penguatan ketahanan pangan sebesar Rp 63,2 triliun, anggaran pertahanan Negara sebesar Rp 81,8 triiun, serta anggaran keamanan dan ketertiban sebesar Rp 36,5 triliun.

Dengan berbagai alokasi anggaran di atas, diharapkan ketahanan nasional dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia dapat terwujud dengan baik. Masyarakat yang memiliki tingkat kemampuan ekonomi yang tinggi diharapkan dapat membangun ketahanan nasional secara mandiri. Sedangkan pertahanan nasional yang kuat akan memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat terutama dalam menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menjamin rasa aman di tengah masyarakat.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11142-rumus-volume-tabung