SHOLAT BERJAMAAH

SHOLAT BERJAMAAH

SHOLAT BERJAMAAH

Dasar Sholat Berjamaah

Hukum sholat berjamaah ialah sunnat muakkadah (sunnah yang dikuatkan), yaitu dibawah wajib dan diatas sunnah biasa. Di antara dalil naqlinya, ialah sabda Rasul SAW dari Ibnu Umar, bahwa beliau bersabda:
صَلاَةُ الجَمَاعَةِ اَفْضَلُ منْ صَلاَةِ الفَذِّ بِسَبْعٍ و عِشْرِيْنَ دَرَجَةً . متفق عليه

Sholat berjamaah itu lebih baik dari sendirian dengan dua puluh tujuh derajat. (Hr.Muttafaqun ‘alaih atau Bukhari dan Muslim)

Kehadiran Wanita Sholat Berjamaah di Masjid

Yang afdlal, ialah agar wanita sholat di kamarnya sendiri di rumahnya, karena Ummu Humaid Saa’idah bertanya kepada beliau, Hai Rasulullah ! Sesungguhnya aku suka kalau sholat berjamaah bersama engkau. Jawab beliau :
قَدْ عَلِمْتُ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَ تِكِ فِى مَسْجِدِ الجَمَاعَةِ

Saya sebenarnya sudah tahu. Sholatmu di masjid kaummu lebih baik bagimu dari sholatmu di masjid jamaah.
لاَ تَمْنَعُواالنِّسَاءَ انْ يَخْرُجْنَ الى المَسْجِدِ وَ بُيُوْتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

Janganlah kamu melarang para wanitamu keluar sholat ke masjid, namun sholat di rumah mereka sendiri lebih baik bagi mereka . (demikian dari Ibnu Umar)
Walaupun begitu, apabila keadaan akan menimbulkan syahwat, fitnah karena dandanan dan harum-haruman, maka janganlah sholat keluar rumah, sebab akan menimbulkan keruwetan yang mungkin sulit memecahkannya.

Cara Berdiri Imam Bersama Makmumnya

Bila seorang laki-laki atau anak kecil yang telah mumayyiz berada bersama imam, maka hendaklah orang itu disunnatkan agar berdiri di kanan imam dan agak ke belakang sedikit dari imam. Makhruh bila dia sebaris saja dengan imamnya. Bila makmum dua orang, maka mereka bershaf di kiri atau di belakang imam. Begitu pula bila makmum terdiri dari seorang laki-laki dan seorang anak kecil kecil. Bila makmum terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan, maka laki-laki di kanan imam dan perempuan di belakang laki-laki itu. Laki-laki dan anak-anak dalam hal ini sama nilainya.

Bagi Abu Hanifah tidak makhruh bila laki-laki yang seorang itu berdiri sebaris dengan imamnya. Sedangkan imam Hanbali berpendapat bahwa, bila seorang laki-laki jadi makmum dan berdiri di kiri imamnya satu rekaat, maka sholat laki-laki itu batal . Imam hendaklah berdiri ditengah-tengah kaumnya. Bila dia berdiri berat ke kiri atau ke kanan, maka dia telah melangar sunnah Rasul SAW pada saf pertama hendaklah berdiri tokoh-tokoh kaum, sehingga mereka patut itu jadi imam, pada waktu imam berhadast dan lainnya.

Baca Juga: