Selamat Hari Dokter Nasional

Selamat Hari Dokter Nasional

Selamat Hari Dokter Nasional

Selamat Hari Dokter Nasional
Selamat Hari Dokter Nasional

Assalamu’alaikum Quantumers,

“Kalau kamu jadi Dokter, jangan memeras orang miskin. Mereka akan membayar, tapi mereka akan menangis karena ketika pulang mereka tidak punya uang untuk beli beras.” -dr.Lie Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV

Tepat di hari ini, tanggal 24 Oktober di peringati sebagai Hari Dokter Nasional. Hal ini menjadi momen untuk melakukan evaluasi pengabdiannya terhadap Bangsa Indonesia dalam ranah kesehatan bagi dokter di Indonesia. Hari Dokter Nasional diharapkan bisa lebih membangkitkan semangat para dokter terutama dokter muda untuk terus berkarya dan mengedukasi masyarakat bagaimana hidup lebih sehat.

Sementara itu, sejarah perjalanan dokter memang sangat panjang, begitupun juga ketika berbicara tentang sumbangsih dokter di Indonesia. Jauh sebelum organisasi IDI terbentuk, dokter-dokter di tanah air sudah mencatatkan dirinya sebagai salah satu pejuang kemanusiaan. Nama-nama besar seperti dr. Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Tjipto Mangoenkoesomo, dan nama-nama dokter lainnya tercatat dalam sejarah tak hanya memerangi penyakit namun juga memerangi penjajahan di Indonesia oleh kolonialisme.

Pendidikan dan kesehatan itu sendiri merupakan dua hal yang saling mendukung satu sama lain. Kedua sektor ini memiliki peranan penting dalam menentukan kualitas suatu bangsa. Implementasi dokter ataupun unit kesehatan yang baik di sekolah dinilai akan membantu mengurangi angka kesakitan, membantu promosi kesehatan dan upaya preventif penyakit.

Kesehatan sekolah juga diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45 tentang kesehatan yang berbunyi “Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat, sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan optimal, sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas”.

Adanya dokter di sekolah dapat memberikan manfaat-manfaat tertentu. Secara umum, dokter di sekolah berperan dapat membantu dalam menangani kasus anak sakit tiba-tiba sekolah, terutama akibat kegiatan olahraga, misalnya pertolongan pertama pada trauma, dehidrasi, atau diare. Dokter juga berperan penting dalam mengurangi angka kesakitan anak dan melakukan pencegahan penyakit dengan melakukan promosi kesehatan dan edukasi, terutama untuk penyakit infeksi. Dokter sekolah juga memiliki peran dalam mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengontrol kelayakan lingkungan sekolah, misalnya udara dan air bersih.

Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan dua hal yang saling mendukung satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Pengadaan dokter di sekolah merupakan salah satu kebijakan yang dapat membantu suatu negara dalam mencapai cakupan kesehatannya, terutama pada pasien anak. Dokter sekolah berperan terutama dalam upaya preventif, kontrol penyakit, dan pertolongan pertama. Dokter sekolah merupakan salah satu ujung tombak dalam bidang kesehatan masyarakat yang seharusnya tidak dikesampingkan.

Peranan tenaga kesehatan di sekolah sangat penting dan dapat membawa banyak hal positif untuk sektor kesehatan di Indonesia, akan tetapi keberhasilan program ini masih membutuhkan waktu karena baru diimplementasikan. Dinas kesehatan dan dinas pendidikan masih harus bekerja sama dengan baik untuk mengembangkan kebijakan dan kriteria khusus tentang standar kesehatan di lingkungan sekolah dan implementasi program transformasi UKS dengan lebih baik.

Sumber : https://tribunbatam.co.id/zipper-apk/