Sekdisdik Pantau PPDB 2019 di Daerah Perbatasan

Sekdisdik Pantau PPDB 2019 di Daerah Perbatasan

Sekdisdik Pantau PPDB 2019 di Daerah Perbatasan
Sekdisdik Pantau PPDB 2019 di Daerah Perbatasan

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Firman Adam

memantau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 melalui konferensi video yang dilangsungkan di Command Center Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikomdik) Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (19/6/2019).

Sekdisdik mengungkapkan, pendaftaran PPDB di hari ketiga berjalan kondusif. Selain karena jumlah pendaftar berkurang, situasi kondusif juga terjadi karena adanya perbaikan dari setiap evaluasi yang dilakukan setiap hari. “Pantauan hari ketiga ini, dari segi pelayanan sudah banyak perbaikan,” ungkap Sekdisdik.

Sekdisdik pun menyoroti pelaksanaan PPDB di daerah perbatasan.

Beberapa sekolah perbatasan yang terhubung dalam konferensi video, yakni SMAN 1 Cibinong, SMAN 1 Mangunjaya, dan SMKN 3 Banjar. Berdasarkan laporan dari SMKN 3 Banjar, sudah ada beberapa calon peserta didik yang berasal dari Jawa Tengah (Jateng) mendaftar di Jabar. “Sudah ada beberapa siswa dari provinsi lain yang mendaftar, meski tetap didominasi siswa Jabar. Prosesnya pun berjalan lancar,” ujarnya.

Lebih jauh, Sekdisdik mengimbau kepada seluruh satuan pendidik agar terus optimal melayani para pendaftar. Bagi satuan pendidikan yang pendaftarnya belum memenuhi kuota, tetap usahakan untuk menyosialiasikan kepada masyarakat. “Sekolah harus tetap proaktif menyosialisasikan sekolah kepada masyarakat,” imbaunya.

Sementara itu, Operator SMKN 3 Banjar, Wawan melaporkan, saat ini pendaftar

di sekolahnya berjumlah 471 peserta, setengah di antaranya merupakan siswa yang berasal dari Jateng. “Jumlah tersebut adalah mereka yang telah mendaftar di hari pertama dan kedua, juga telah terverifikasi,” terangnya.

Sedangkan Operator SMAN 1 Cibinong, Iyan Surya menyatakan, pendaftaran di sekolahnya berjalan kondusif. Karena letak sekolahnya berbatasan dengan zonasi Depok, pihaknya pun mengedukasi calon peserta didik agar tidak mendaftar sekolah pilihan pertama di luar zonasi. “Kita beri pemahaman kepada mereka agar mendaftar di SMA sesuai zonasinya,” pungkasnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/