Sejarah Terciptanya Fotografi

Sejarah Terciptanya Fotografi

Sejarah Terciptanya Fotografi
Sejarah Terciptanya Fotografi

Pengembangan pemanfaatan cahaya buatan untuk kegiatan fotografi seperti yang dikembangkan oleh Rotgen, juga dilakukan oleh Dr. Harold Edgerton. Dibantu oleh Gjon Mili, Ia menemukan lampu yang bisa menyala mati dalam hitungan sepersekian detik. Teknologi ini sekarang dikenal dengan sebutan lampu flash (blits).

Pemanfaatan teknologi inframerah dalam fotografi juga banyak membantu dalam penelitian

Kabut yang semula tidak dapat ditembus cahaya, kini dapat ditembus dengan menggunakan teknologi inframerah. Sehingga pemotretan didaerah yang banyak diselimuti kabut menggunakan teknologi ini.

Dikatakan bahwa perkembangan fotografi semakin pesat, seiring masuknya fotografi dalam dunia jurnalistik cetak. Pada mulanya sebuah foto hanya dapat disalin melalui lukisan tangan. Surat kabar pertama yang memuat gambar adalah The Daily Graphic pada 16 April 1877. Gambar yang dimuat adalah gambar sebuah peristiwa kebakaran.

Dan kemudian foto pengeboran minyak Shantytown karya Henry J. Newton adalah foto pertama yang dimuat oleh media cetak. Foto ini dimuat di surat kabar New York Daily Graphic di Amerika pada 4 Maret 1880.

Era digital bisa dikatakan dimulai pada tahun 1990 pada saat Kodak meluncurkan kamera digital pertama yaitu DSC 100

Sejak itulah kamera digital mulai dikembangkan oleh banyak produsen kamera. Sebenarnya teknologi rekam tanpa film sendiri sudah dimulai oleh perusahaan elektronik Sony pada tahun1981 melalui produknya Sony Mavica. Akan tetapi kamera tersebut masih menggunakan televisi sebagai alat preview sehingga belum bisa dikatakan sebagai kamera digital.

Awal perkembangannya, kamera kamera yang dihasilkan belum layak pakai

Pasalnya resolusinya hanya dibawah 1 megapiksel. Sementara untuk mencetak foto seukuran majalah dibutuhkan resolusi minimal 2 megapiksel. Namun hadirnya Fuji-Nikon E-2 dapat dapat mengatasi masalah tersebut. Kamera hasil kerjasama produsen Fuji dan Nikon ini memiliki resolusi 1,3 megapiksel.

Masalah lain muncul ketika kamera ini kekurangan kapasitas penimpanan. Untungnya hal itu bisa segera teratasi dengan hadirnya media penyimpanan dan resolusi kamera yang semakin pesat. Hal ini membuat perkembangan teknologi kamera digital semakin tak terbatas.

Nah Sobat pada perkembangannya kini, para pengguna kamera lebih memilih cara yang praktis dengan beralih menggunakan kamera teknologi digital, ketimbang dengan menggunakan teknologi film. Pasalnya penggunaan kamera digital lebih mudah, murah, instan dan tidak menghabiskan banyak space penyimpanan.

Baca juga artikel: