Sejarah Pemikiran Perencanaan

Sejarah Pemikiran Perencanaan

Sejarah Pemikiran Perencanaan
Sejarah Pemikiran Perencanaan

The CITY PATHOLOGICAL (1890-1901)
Permasalahan yang dihadapi adalah munculnya berbagai epidemi penyakit, seperti desentri, pes dan kolera yang diakibatkan oleh buruknya pelayanan sanitasi, di kota-kota besar yang tidak mampu mengantisipasi besarnya tingkat urbanisasi. Penanganannya melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan peremajaan permukiman kumuh.

The CITY BEAUTIFUL (1901-1915)
Berkembangnya kota-kota kecil dan menengah menjadi kota besar dan munculnya kota-kota baru, dikembangkan dengan pendekatan perencanaan fisik, yang menghadirkan bangunan-bangunan dan lingkungan yang indah, dengan mengedepankan arsitek sebagai perencananya.

The CITY FUNCTIONAL (1916-1939)
Kota dikembangkan dengan memperhatikan fungsi kota, yang diwujudkan dalan penataan guna lahan yang sesuai dengan kapasitas dan kesesuaian lahan untuk menampung kegiatan penduduknya. Konsep rencana guna lahan dimulai pada era ini.

The CITY VISONARY (1923-1936)
Para perencana dan arsitek mengemukakan berbagai konsep tentang kota masa depan, dan menjadi masukan bagi pengembangan kota dengan tema-tema tertentu. Konsep-konsep kota-kota besar, seperti metropolitan, broadacre city, townless highway dikemukakan pada periode ini. Konsep pengembangan kota dengan mempertimbangkan perencanaan wilayah (regional planning) muncul pada masa ini.

The CITY RENEWABLE (1937-1964)
Pada masa ini, upaya untuk meremajakan kota-kota kuno dan bersejarah sangat diperhatikan. Termasuk memperhatikan kawasan-kawasan permukiman kumuh. Tujuannya adalah untuk memperbaiki lingkungan pusat kota yang mengalami degradasi kualitas.

The CITY GRASSROOTED (1965-1980)
Perhatian yang besar terhadap human rights yang muncul pada masa ini, mendorong munculnya perencanaan pembangunan kota yang lebih memperhatikan masyarakat, khususnya masyarakat pinggiran. Pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan kota secara mulai mengemuka pada masa ini.

The CITY THEORITICAL (1975-1989)
Pada masa ini, banyak perencana yang mengemukakan gagasan, ide, konsepnya tentang pengembangan kota. Perdebatan tentang teori perencanaan mulai mengemuka pada saat ini, dengan terbitnya banyak buku yang mengulas tentang bidang perencanaan kota.

The CITY ENTERPRISING (1980-1989)
Munculnya partisipasi pengusaha swasta yang besar pada pembangunan perkotaan, khususnya pembangunan sarana umum perkotaan, khususnya sarana hiburan. Konsep pembangunan sarana wisata Walt Disney mengemuka pada masa ini dan mempengaruhi kecenderungan pembangunan perkotaan di Amerika dan Eropa.

The CITY OF ECOLOGICALLY NIMBYSM (1980-1989)
Kota-kota berkembang pesat yang berkembang pesat dianggap dapat mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Pembuangan sampah yang besar, alih fungsi lahan dan semakin terbatasnya sumber daya alam untuk mendukung kehidupan perkotaan, khususnya air bersih, menyebabkan munculnya perhatian yang besar untuk mengembangkan kawasan perkotaan dengan konsep-konsep lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pada masa ini, ada upaya untuk mencegah munculnya pendekatan NIMBYS (Not In My Backyards) yang cenderung mengabaikan masalah lingkungan dalam pembangunan perkotaan.

The CITY PATHOLOGICAL REVISITED (1980-1989)
Munculnya berbagai masalah di perkotaan, seperti permasalahan lingkungan, penyakit-penyakit masyarakat, seperti HIV, kanker, sipilis dan sebagainya, menyebabkan perhatian kembalinya upaya untuk mengembangkan dan membangun kawasan perkotaan dengan konsep menangani penyakit-penyakit yang terdapat didalamnya.

Sumber : https://filehippo.co.id/