Sejarah Laut Mati, Daratan Terendah Di Planet Bumi

Table of contents: [Hide] [Show]

Terbaru.co.id  —  Tahukah Anda sejarah Laut Mati? Mendengar nama Laut Mati pasti kita membayangkan sebuah kawasan laut yang menyeramkan dan terdapat sesuatu yang mematikan bagi siapa saja yang mengunjungi lau ini, tapi hal tersebut sama sekali tidak benar.
Kabarnya laut ini berada di daratan paling rendah di planet Bumi sekitar 417,5 meter dibawah permukaan laut.
Laut ini sebenarnya adalah sebuah danau air asin yang berlokasi di kawasan Timur Tengah yang berda di perbatasan wilayah negara Israel, Palestina, dan Yordania.
Selain sebagai kawasan yang paling rendah di planet Bumi ini, laut ini juga merupakan danau dengan kadar garam tertinggi di dunia, mengapa? Karena setiap hari setidaknya 7 juta ton air lautnya menguap dan membuatnya semakin asin dan meningkatkan kadar garam secara signifikan. Bahkan, air lautnya ini diklaim sembilan kali lebih asin dari air laut biasa.

Sejarah Laut Mati

Sejarah penamaan laut ini jika dilihat dari sifat airnya, memang tak ada hewan yang bisa hidup di dalamnya karena kadar garamnya yang dihitung dengan mencapai 8,6 kali lebih banyak dibandingkan dengan air laut biasa.
Sejarah laut mati – sebenarnya nama laut ini sudah sedikit ramah daripada namanya dalam bahasa Ibrani yang menyebut laut ini dengan sebutan ‘Yam ha Maved’ yang berarti Laut Pembunuh. Dalam bahasa Arab, nama danau ini adalah ‘Bahrul Mayyit’ yang berarti sama dengan sebutannya yang sekarang, yakni Laut Mati.
Lalu darimana sumber air laut ini? Ada satu sungai di Yordania yang airnya masuk ke danau garam ini. Berbeda dengan danau lainnya, air yang masuk ke danau super asin ini tak akan mengalir kemana-mana dan akan tetap berada di danau garam tersebut.
Air di laut ini berkurang karena penguapan yang menyebabkan kandungan garam di danau ini semakin tinggi. Bahkan, warga sekitar banyak yang memilih menjauhi danau garam ini karena bau garamnya yang amat menyengat.
Meski danau garam ini memiliki nama yang menyeramkan, tapi laut ini menyimpan keunikan yang membuat kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan. Keunikan laut ini adalah orang tak akan tenggelam jika menceburkan diri ke danau ini.
Jadi, jika kita menceburkan diri ke danau ini tak perlu khawatir akan tenggelam karena tidak bisa berenang, karena di danau ini, kita akan terus terapung dan tak bisa tenggelam.
Sampai saat ini penyebab pasti mengapa fenomena terapung itu terjadi masih misterius, kadar garam yang sangat tinggi saat ini dianggap sebagai penyebab fenomena terapung di laut ini.
Adanya fenomena terapung di danau garam ini malah menjadi jawaban mengapa tak ada ikan atau binatang laut yang dapat hidup di laut ini selain karena kadar garam yang tinggi, ikan akan mengalami kesulitan untuk berenang dan ia akan terus terapung dan akhirnya mati.

Sejarah Terbentuknya Laut Mati

Lalu bagaimana sejarah laut ini terbentuk? Dilihat dari sisi ilmu Geologi, danau air asin yang terletak di perbatasan tiga negara Timur Tengah ini terbentuk sejak tiga juta tahun yang lalu. Danau air asin di laut ini terbentuk secara bertahap dan melalui proses yang panjang sejak tiga juta tahun yang lalu.
Para peneliti dan ilmuwan yakni bahwa terbentuknya danau air asin di laut ini berawal dari munculnya retakan pada lembah sungai Yordan yang disebut dengan Jordan Riff Valley.
Retakan yang ditimbulkan oleh sungai Yordan ini kemudian membentuk cekungan dimana akhirnya cekungan tersebut terisi oleh air laut yang masuk memenuhi cekungan yang berasal dari retakan tersebut.
Kandungan garam yang tinggi di danau air asin ini diperkirakan karena iklim yang kering dan dikombinasikan dengan evaporasi atau tingkat penguapan yang tinggi menyebabkan meningkatnya kandngan mineral dalam air.
Mineral yang terkandung dalam air lautnya ini mengandung garam, gipsum, dan kapur. Melalui proses inilah akhirnya menyebabkan laut ini menjadi danau dengan kandungan garam tertinggi di dunia dengan nilai yang setara dengan sembilan kali kandungan garam dari air laut biasa, menakjubkan!
Selain dilihat dari sisi ilmu geologi, sejarah terbentuknya danau air asin laut ini juga terdapat di dalam kitab suci agama Kristen dan Islam. Kitab suci umat Islam, Al-Quran, memiliki kisah mengenai sejarah terbentuknya danau air asin laut ini melalui kisah Nabi Luth AS.
Nabi Luth AS dihadapkan dengan umat yang rusak moralnya, karena melakukan hubungan sesama jenis atau yang sering disebut dengan homoseksual. Umat nabi Luth AS ini tinggal di dua kota yang bernama Sodom dan Gomorah. Nabi Luth AS telah mendapat perintah untuk meluruskan umatnya yang tengah mengalami kemerosotan moral.
Namun, karena umat Nabi Luth AS yang berada di kota Sodom dan Gomorah ini tak mau berubah dan menuruti perintah Nabi Luth AS, akhirnya Allah memerintahkan Nabi Luth AS untuk menyingkir dari kota Sodom dan Gomorah.
Kemudian Allah menurunkan azab untuk menghancurkan kaum homoseksual yang ada di Sodom dan Gomorah dengan cara gempa dahsyat seakan-akan dibolak-balik hingga hancur kota Sodom dan Gomorah bersama umatnya yang homo seksual. Kisah Nabi Luth AS ini juga tedapat pada kitab suci Umat Kristen.
Sekelumit cerita mengenai Nabi Luth AS ini memang benar adanya, hal ini dibuktikan dengan penelitian mengenai sejarah laut ini yang dilakukan pada tahun 1924 untuk menemukan sisa-sisa kota Sodom dan Gomorah.
Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, penelitian William Albright ini membuahkan hasil dengan ditemukannya situs purbakala yang disebut dengan Bab-Edh-dhra. Setelah diteliti, ternyata situs ini adalah sebuah makam yang dibuat pada zaman perunggu berukuran panjang 15 meter dan lebar 7 meter.
Di dalam makam Bab-Edh-dhra ini ditemukan aneka macam perhiasan emas kuno. Makam kuno Bab-Edh-dhra ini diperkirakan berusia sekitar 1000 tahun, sedangkan peristiwa bencana besar pada kota Sodom dan Gomorah ini terjadi sekitar 1800 tahun sebelum Masehi.
Sampai saat ini tak seorang pun berani mengaitkan keberadaan makam kuno Bab-Edh-dhra ini dengan kisah nabi Luth AS dengan umatnya di kota Gomorah dan Sodom.
Kisah misterius yang menyelimuti sejarah terbentuknya danau garam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi laut ini. Banyak peneliti yang ingga kini terus melakukan penelitian untuk mengetahui berbagai fenomena unik yang terjadi di kawasan tersebut.
Selain itu, peneliti sampai saat ini juga masih terus mencari sisa-sisa atau jejak dari kota Sodom dan Gomorah yang diyakini ada di kawasan danau air asin Laut Mati. Fenomena unik dan keindahan yang berbau misterius di laut ini juga berhasil menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi danau air asin ini untuk sekedar menikmati sensasi terapung ditengah danau atau menikmati pesona keindahan yang penuh misteri.
Demikianlah pembahasan mengenai sejarah Laut Mati, semoga bermanfaat!

Share:

admin

Halo, perkenalkan saya merupakan owner dari Terbaru Online. Silahkan kontak kami untuk bekerjasama melalui website ini

Leave a Reply