Rukun Puasa

Rukun Puasa

Rukun Puasa

Rukun Puasa
Rukun Puasa

a. Niat

Niat adalah keinginan dalam hati untuk berpuasa karena ingin menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendekat kepada-Nya. Hal ini berdasarkan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan tidaklah mereka di perintah kecualii supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan Kepada-Nya (dalam menjalakan) agama yang lurus.”(QS-Al Bayinah 5).

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “sesungguhnya segala amal tergantung pada niat dan sesungguhnya setiap orang hanya akann mendapat apa yang tlah diniatkan.” ( HR Bukhari , Muslim, Trmidzi, Ibnu Majah & Nasa’i).

Jika melaksanakan puasa wajib, maka niat wajib dilakukan pada waktu sebelum fajar. Berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam :
“Dari Hafshah, telah Bersabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: Barang siapa yang nenetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” (HR Tirmidzi & Nasa’i)

Adapun jika melaksanakan puasa sunnah, maka sah berniat setelah terbit fajar dan matahari telah meninggi. Dengan syarat belum memakan apapun. Berdasarkan dalil dari Aisyah Radhiyallaahu ‘anha.

“Aisyah Radhiyallaahu ‘anha berkata bahwa suatu hari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ke rumah, kemudian bersabda : “Apakah engkau mempunyai makanan?” Aku menjawab “Tidak” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda“kalau begitu Aku puasa.” ( HR Muslim).

b. Menahan Diri

Yaitu menahan diri dari hal – hal yang membatalkan puasa seperti: makan, minum dan hubungan suami istri dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“…. maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah di tetapkan Allah untukmu dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam….” (QS Al-Baqarah 187)

Baca Juga: Ayat Kursi

Batas Menahan Diri

Batas awal waktu menahan diri adalalah setelah fajar, berdasarkan dalil sbb:
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “makan dan minumlah sampai Ibnu Umu Maktum menyeru. Sesungguhnya dia tidak menyeru hingga terbit fajar.” (HR Bukhari dan Ibnu Majah)

Adapun bagi mereka yang mengatakan batas imsak adalah sebelum fajar hanya sebagai tindakan kehati-hatian.

Sedangkan batas akhir waktu menahan diri adalah datangnya waktu malam (terbenam matahari). Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“… Lalu sempurnakan puasa puasa hingga tiba waktu malam…” (QS Al-Baqarah 187).