Pithecanthropus

Pithecanthropus

Pithecanthropus

Pithecanthropus

  • Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus Mojokertensis, merupakan fosil manusia praaksara yang ditemukan oleh Von Koenigswald dan Cokrohandoyo, di lembah sungai brantas, mojokerto ,pada tahun 1936. Fosil tersebut berupa tengkorak anak usia 6 tahun.


Berdasarkan penelitian, fosil tersebut telah berumur 1,9 juta, makanannya adalah segala makanan {mulai mengolah makanan}, tempat tinggal di sekitar padang rumput dekat air, secara berkelompok berburu dan mengumpulkan makanan, berpindah-pindah, letak stratigrafi yaitu pada plestosin bawah lapisan/formasi pucangan, kurun waktu hidupnya 2-1,5 juta tahun yang lalu.


  • Pithecanthropus Robustus

Penemu : Von Koeningswald dan F. Weidenreich
Situs : Trinil-Sangiran, Lembah Bengawan Solo
Tahun Penemuan : 1939
Arti Nama : Manusia kera yang kuat
Masa : Pleistosen Bawah
Ciri : Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm


Volume otak berkisar antara 750 – 1000 cc
Bentuk tubuh & anggota badan tegap
Alat pengunyah dan alat tengkuk kuat
Geraham besar dengan rahang yang kuat
Bentuk tonjolan kening tebal
Bagian belakang kepala tampak menonjol


  • Pithecanthropus/ Homo Erectus

Homo erectus spesies yang telah punah dari genus Homo. Eugene Dubois pertama kali menggambarkannya sebagai Pithecanthropus erectus. Sepanjang abad ke-20, antropolog berdebat tentang peranannya dalam rantai evolusi manusia. Pada awal abad itu, setelah ditemukannya fosil di Jawa dan Zhoukoudian, para ilmuwan mempercayai bahwa manusia modern berevolusi di Asia.


Hal ini bertentangan dengan teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia modern berasal dari Afrika. Namun, pada tahun 1950-an dan 1970-an, beberapa fosil yang ditemukan di Kenya, Afrika Timur, ternyata menunjukkan bahwa hominins memang berasal dari benua Afrika yang bermigrasi pada masa Pleistosen awal, dan menyebar ke seluruh dunia. Sampai saat ini para ilmuwan mempercayai bahwa H. erectus ini adalah keturunan dari Australopithecus dan Homo habilis.


  • Pithecanthropus/Homo Soloensis
  1. Homo Soloensis hidup sekitar 300.000 tahun SM. Homo Soloensis mempergunakan perkakas batu, yang disebut kapak genggam, yaitu alat batu berupa kapak yang tidak bertangkai dan digunakan dengan cara digenggam dalam tangan. Menurut Koenigman, manusia purba ini memiliki tingkat berpikir lebih tinggi dari pithecantropus erectus.
  2. Manusia purba ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari pada Pithecantropus meskipun letak tulang belakang belum seperti manusia modern. Sehingga beberapa ahli menganggap manusia purba jenis ini tergolong dalam genus homo. Sehingga sering juga disebut sebagai homo soloensis.
  3. Manusia tersebut dinamakan Soloensis, karena fosil-fosilnya bertebaran di sepanjang Bengawan Solo, yaitu di Ngandong Sambung macan dan Sangiran.

    Dari daerah ini, ditemukan dua buah tulang kaki dan 11 tengkorak dengan ukuran yang lebih besar dari pada Pithecanthropus yang lebih tua umurnya. Tengkoraknya menunjukkan tonjolan yang tebal di tempat alis, dengan dahi yang miring ke belakang. Suatu analisis cermat atas tengkorak tersebut yang dilakukan oleh ahli paleoantropologi di Indonesia (Teuku Yakup 1967) membenarkan bahwa manusia Ngandong itu merupakan keturunan langsung dari Pithecanthropus Erectus.


  • Homo Wajakensis

Fosil manusia purba dari genus homo ini ditemukan di Wajak, dekat daerah Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur. Fosil ini ditemukan oleh Van Rietschoten pada tahun 1889 dan diselidiki pertama kali oleh Dubois. Fosil yang ditemukan terdiri atas tengkorak, rahang bawah, dan beberapa ruasleher.


Dari ciri-ciri tersebut dapat disimpulkan, manusia Wajak sudah menjadi Homo Sapiens. Walaupun demikian, para ahli sulit menentukan ke dalam ras mana Homo Sapiens ini karena ia memiliki dua cirri yaitu ras Mongoloid dan Austromelanesoid. Mungkin Homo Sapiens ini tidak hidup bersamaan dengan ras-ras yang hidup sekarang. Mungkin pula dari ras Wajak itulah subras Melayu Indonesia berasal dan turut revolusi menjadi ras Austromelanesoid yang sekarang.


Sumber: https://fund-gregorio-maranon.com/mirrors-of-albion-apk/