Pengertian Qolbu & Pembagiannya

Pengertian Qolbu & Pembagiannya

Pengertian Qolbu & Pembagiannya

Pengertian Qolbu

Qolbu berasal dari kata qalaba yang berarti berubah, berpindah atau berbalik. Dan menurut Ibn Sayyidah, qolbu berarti hati. Adapun menurut Musa Asyari, qolbu memiliki dua pengertian, yang pertama pengertian fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang terletak di dada sebelah kiri, yang sering disebut jantung. Sedangkan arti yang kedua pengertian halus yang bersifat kerohanian dan ketuhanan yaitu hakikat manusia yang dapat menangkap segala pengetahuan dan arif.

Selain itu, Al-Ghozali juga menyebutkan bahwa qolbu itu bukan semata-mata organ jantung namun ia merupakan sifat yang terkandung di dalam diri manusia yang dapat membuat dan mempertimbangkan keputusan baik dan buruk, sehingga keputusan yang diambil oleh qolbu ini berimplikasi dosa dan pahala.

Peran Qolbu Pada Diri Manusia

Qolbu merupakan satu organ yang sangat penting dalam diri manusia, yang mempunyai peranan fisikal dan kerohanian. Dari segi fisikal, qolbu merupakan nadi utama dalam kehidupan manusia, menyalurkan darah ke seluruh tubuh, agar anggota tubuh dapat menjalankan peranan masing-masing. Adapun dari segi spritual, qolbu membawa peranan yang sangat besar, sehingga dapat mempengaruhi seseorang untuk beriman atau menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala. Berikut dijelaskan peranan qolbu dalam diri manusia :
1. Qolbu sebagai pendorong manusia melakukan perbuatan baik dan buruk.
2. Qolbu berperan menerima dan menolak hidayah Allah.
3. Qolbu berperan mengkaji dan mentadaburi ciptaan Allah.
4. Qolbu yang senantiasa bertaubat agar cenderung menerima kebenaran.
5. Qolbu harus dijaga dari dosa agar tidak mempunyai penyakit hati.

Qolbu terbagi menjadi tiga

1. Qolbun Shahih yaitu hati yang sehat dan bersih (hati yang suci) dari setiap nafsu yang menentang perintah dan larangan Allah, dan dari setiap penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya. Hati ini murni pengabdian (ubudiyyah) kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
2. Qolbun Mayyit yaitu kebalikan dari Qalbun Shahih. Hati yang mati tidak pernah mengenal tuhannya, tidak menyembah-Nya, tidak mencintai atau ridha kepada-Nya.
3. Qolbun Maridl yaitu hati yang sebenarnya memiliki kehidupan, namun di dalamnya tersimpan benih-benih penyakit. Kadang ia “berpenyakit” dan kadang pula hidup secara normal, bergantung ketahanan (kekebalan) hatinya.

Sumber: wfdesigngroup