PENGERTIAN HULUL

PENGERTIAN HULUL

PENGERTIAN  HULUL

PENGERTIAN HULUL

Al-Hulul secara bahasa berasal dari

kata halla-yahlu-huluan yang berarti menempati. Al-Hulul dapat berarti menempati suatu tempat. Jadi hulul secara bahasa tempat dalam tubuh manusia tertentu, yaitu manusia yang melenyapkan sifat-sifat kemanusiaannya melalui sifat Fana. Secara harfiahhulul berarti Tuhan mengambil tempat dalam tubuh manusia tertentu, yaitu manusia yang telah dapat melenyapkan sifat-sifat kemanusiaannya melalui pana. Menurut keterangan Abu Nasr al-Tusi dalam al-Luma sebagai dikutip Harun Nasution adalah paham yang mengatakan bahwa Tuhan memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya setelah kemanusiaan yang ada dalam tubuh itu dilenyapkan .

Al-Hallaj memberikan kesimpulan bahwa dalam diri manusia terdapat sifat ketuhanan (lahut) dan dalam diri Tuhan terdapat sifat kemanusiaan (nasut). Jika sifat ketuhan yang ada dalam diri manusia bersatu dengan sifat kemanusiaan yang ada dalam diri Tuhan maka terjadilah hulul. Untuk mencapai ke tahap seperti ini manusia harus terlebih dahulu menghilangkan sifat-sifat kemanusiaannya melalui proses al-Fana. Dari uraian tersebut, maka al Hulul dapat dikatakan sebagai suatu tahap dimana manusia danTuhan bersatu secara rohaniah. Dalam hal ini hulul pada hakikatnya istilah lain dari al-ittihad.

al-Hallaj berpendapat bahwa dalam diri manusia sebenarnya ada sifat-sifat ketuhanan berdasarkan ayat yang ia takwilkan (QS.Surah Al-Baqarah:34):

Î)r $oYù=è% Ïps3Í´¯»n=uKù=Ï9 (#r߉àfó™$# tPyŠKy (#ÿr߉yf|¡sùHwÎ) }§ŠÎ=ö/Î) 4’n1r& uŽy9õ3tFó™$#ur tb%x.ur z`ÏB šúï͍Ïÿ»s3ø9$# ÇÌÍÈ

Artinya : 34.  Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah[36] kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Bahwa Allah memberi perintah kepada malaikat untuk sujud kepada Adam karena yang berhak untuk diberi sujud hanya Allah, al-Hallaj menyadari bahwa dalam diri Adam ada unsur ketuhanan. Ia berpendapat demikian, karena sebelum menjadikan makhuk, Tuhan melihat zdatnya sendiri dan ia pun cinta kepada dzatnya  sendiri, cinta yang tidak dapat disifatkan,dan cinta yang menjadi sebab wujud dan sebab dari yang banyak ini. Ia mengeluarkan sesuatu dari tiada dalam bentuk copy dirinya yang mempunyai sifat dan nama. Bentuk copy ini adalah Adam. pada diri Adamlah, Allah muncul. Sebelum tuhan menjadikan makhluk, ia hanya melihat diri-Nya sendiri. Dalam kesendian-Nya itu terjadilah dialog antara Tuhan dengan diri-Nya sendiri, yaitu dialog yang di salamnya tidak terdapat kata ataupun huruf. Yang dilihat Allah hanyalah kemuliaan dan ketinggian zat-Nya. Allah melihat  kepada zat-Nya dan Ia pun cinta kepada zat-Nya sendiri. Cinta yang tidak dapat disifatkan, dan cinta inilah yang menjadi sebab wujud dan dari sebab yang banyak ini. Ia pun mengeluarkan diri darimana yang tiada bentuk dirinya yang mempunyai sifat dan namanya. Bentuk copy ini adalah Adam. Setelah menjadikan Adam dengan cara itu, Ia memuliakan dan mengangungkan adam. Ia cinta pada Adam dan pada diri Adam Allah muncul dalam bentuknya, dan kemudian terdapat pada diri Adam sifat yang dipancarkan Tuhan yang berasal dari Tuhan sendiri.


Sumber: https://ppidkabbekasi.id/phantasy-star-ii-classic-apk/