Pengertian Hati Nurani Manusia

Pengertian Hati Nurani Manusia

Dalam sejarah kebangkitan orde baru, kite kenal dengan adanya teritura (tiga tuntutan hati nurani rakyat), yang berakar pada hati nurani manusia, orang Indonesia yang tertindas pada masa orde lama, lalu bangkit menyusul oleh ordeb baru. Kata hati nurani manusia (het geweten van den mens , the consciecen of mean ). Kita tahu bahwa arti hati nurani kemanusiaan ( manusia) dalam hubungan itu jauh lebih luas dari pada yang kita maksud dalam uraian ini. Hati nurani dalam tritura Indonesia adalah budi manusia sepanjang menemukan semua hal-hal atau kebenaran-kebenaran yang universal  yang dimanapun dan pada bangsa mana pun sama, karna hati nurani manusia bersarang pada kemanusiaan yang sama pada setiap orang dan bangsa di dunia.

Sepanjang budi manusia menemukan kebenaran yang universal, yang umum dan abadi sepanjang masa budi manusia berwujut satu terang, sinar. Dalam hubungan ini akan memakainya pada penyusunan tindakan kemanusiaan.

  1. Hati Nurani

Hati nurani kadang-kadang disebut dengan suara tuhan. Tetapi istilah tersebut harus diterima secara metafosis, jangan sampai harafiah. Hal tersebut tidah berarti bahwa  kita dapat revelasi/wahyu khusus dari tuhan tentang setiap perbuatan yang akan kita perbuat. Tuhan berbicara kepada kita melalui kodrat tersebut. Manifestasi  adikodrati adalah diluar pilsapat moral. Hati nurani bukanlah merupakan kemampuan khusus, berbeda dari inteleks. Bila tidak demikian, berarti keputusan kita atas kebenaran dan kesalahan perbuatan-perbuatan individual kita akan nonrasional, nonintelektual sifatnya, produk sesuatu naluri yang buta. Jelas perbuatan semacam itu tidak dipunyai oleh makhluk yang ciri khasnya rasionalitas. Moral sence theory  karenanya tidak dapat diterima. Hati nurani adalah suatu fungsi yang intelek peraktis. Bukan soal benar atau salah dalam teorinya, yang dipersoalkan oleh hati nurani adalah seperti “mengapa berdusta salah ?”, mengapa keadilan harus dijalankan ?.

Konsep Hati nurani mempersoalkan pertanyaan-pertanyaan peraktis : apa yang perlu dikerjakan dalam situasi kongkrit ini ?, bila aku kerjakan perbuatan ini aku berpikir. Berdustakah aku ? Juga intelek peraktis yang sama itu yang kita pakai membuat keputusan apa 6yang harus dikerjakanatau apa yang haruis disingkiri dalam soal-soal hidup lainnya seperti : bagaimana perusahaan yang akan saya usahakan, bagimana menggunakan uangku, bagimana membangun rumahku, bagimana kesehatanku, dan lain sebagainya. Seperti juga keputusan-keputusan lainnya, konsep hati nurani dapat salah, dapat membuat keputusan moral yang palsu. Sebagimana orang bias membuat kesalahan-kesalahan dalam bidang hidup lainnya, demikian ia juga bisa salah dalam tingkah laku peribadinya. Tetapi dalam kesemuanya itu manusia hanya punya satu bimbingan, yaitu itu inteleknya. Hati nurani kita beri batasan : keputusan peraktis akal budi yang mengatakan suatu perubahan b

Pemeliharaan Hati