Pemilihan Umum Sebagai Pelaksanaan Demokrasi

Pemilihan Umum Sebagai Pelaksanaan Demokrasi

Pemilihan Umum Sebagai Pelaksanaan Demokrasi

Pemilihan Umum Sebagai Pelaksanaan Demokrasi

  1. Pengertian Pemilihan Umum

Salah satu cirri Negara demokratis debawa rule of law adalah terselenggaranya kegiatan pemilihan umum yang bebas. Pemilihan umum merupakan sarana politik untuk mewujudkan kehendak rakyat dalam hal memilih wakil-wakil mereka di lembaga legislatif serta memilih pemegang kekuasaan eksekutif baik itu presiden/wakil presiden maupun kepala daerah.

Pemilihan umumbagi suatu Negara demokrasi berkedudukan sebagai sarana untuk menyalurkan hak asasi politik rakyat. Prmilihan umum memiliki arti penting sebagai berikut:

1)      Untuk mendukung atau mengubahpersonel dalam lembaga legislative

2)      Membentuk dukungan yang mayoritas rakyat dalam menentukan pemegang kekuasaan eksekutif untukjangka tertentu

3)      Rakyat melalui perwakilannya secara berkala dapat mengoreksi ataumengawasi kekuatan eksekutif.

  1. Tujuan Pemilihan Umum

Pada pemerintahan yang demokratis, pemilihan umum merupakan pesta demokrasi. Secara umum tujuan pemilihan umum adalah

1)            Melaksanakan kedaulatan rakyat

2)            Sebagai perwujudan hak asas politik rakyat

3)            Untuk memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif serta memilih Presiden dan wakil Presiden.

4)            Melaksanakan pergantian personel pemerintahan secara aman, damai, dan tertib

5)            Menjamin kesinambungan pembangunan nasional

Pemilu 1955 merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. Dapat dikatakan pemilu merupakan syarat minimal bagi adanya demokrasi.

Secara lebih jelas Juan J. Linz dan Alfred Stepan merumuskan bahwa suatu transisi demokrasi berhasil dilakukan suatu negara jika

(a)          tercapai kesepakatan mengenai prosedur-prosedur politik untuk menghasilkan pemerintahan yang dipilih

(b)         jika suatu pemerintah memegang kekuasaannya atas dasar hasil pemilu yang bebas

(c)          jika pemerintah hasil pemilu tersebut secara de facto memiliki otoritas untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan baru dan

(d)         kekuasaan eksekutif, legislatif, danyudikatif yang dihasilkan melalui demokrasi yang baru itu secara de jure tidak berbagi kekuasaan dengan lembaga-lembaga lain.

Sementara itu dalam perspektif Larry Diamond, konsolidasi demokrasi mencakup pencapaian tiga agenda besar, yakni :

(a)    kinerja atau performance ekonomidan politik dari rezim demokratis

(b)   institusionalisasi politik (penguatanbirokrasi, partai politik, parlemen, pemilu, akuntabilitas horizontal, dan penegakan hukum)

(c)    restrukturisasi hubungan sipil-militer yang menjamin adanya kontrolotoritas sipil atas militer di satu pihak dan terbentuknya civil society yang otonom di lain pihak.


Sumber:

https://duniabudidaya.co.id/pengertian-evolusi-dan-revolusi/