Pemeliharaan Hati

  1. Pemeliharaan Hati

Suara hati yang benar-benar dari Allah dan mendorong kepada kebaikan tentu memerlukan pemeliharaan, didikan, dan perawatan yang efisien agar tetap pada kodratnya, yaitu mendorong kepada kebaikan. Berkaitan dengan ini, hati lah yang berperan penting sebagai objek pemeliharaan, karena disanalah cahaya Allah bertempat sehingga seorang hamba menjadi dekat dengan Allah, dan suara hatinya itu benar-benar ilham dari Allah, tanpa terkontaminasi oleh bisikan syaithan.

 

تنوّعْتَ  أجْناسُ الأعمال  لِتَنوُّعِ  وارداتِ  الأحوال

“jenis amal beragam karena kondisi spiritual yang Dia berikan juga beragam”

Kita tidak bisa mengingkari kenyataan bahwa apa yang terungkap dalam kata, sikap, dan perbuatan kita adalah cerminan dari keadaan hati kita. Ini berkaitan dengan asupan ruhani yang kita terima. Asupan itu berkaitan dengan keluasan dan kesempitan hati kita dalam membangun kedekatan dengan-Nya. Ada saat kita tiba-tiba menjadi sangat bijak dan ramah, ada saat kita bersikap sangat dingin, dan tak sedikit saat kita juga meledak-ledak. Untuk semua kondisi ini, bersikaplah tulus agar kita bisa melewatinya dengan mulus. Bersikaplah wajar agar kita tidak tercemar. [14]

Urgensi dari pemeliharaan hati ini sangat perlu diperhatikan. Apalagi jika kita mengingat sabda Rasulullah yang berbunyi

إنّ في جسد ابن آدم مضغةً, إذا صلُحت, صلُح الجسدُ كله, اَلاَ و هي القلب

“Sesungguhnya, dalam tubuh anak adam terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, ia adalah hati”.

Sangat jelas hadits diatas menyatakan bahwa hati lah pangkal dari seorang manusia. Pusat dari segala perbuatannya selama hidupnya tergantung dari hatinya. Jika hatinya baik, maka hidupnya pun akan baik, dan begitulah sebaliknya.

Di dalam Al-Quran, tepatnya pada surah Ar-Ra’ad: 28, dijelaskan mengenai tips untuk mengontrol hati kita, ayat tersebut berbunyi

الّذين ءامنوا و  تَطْمَئِنُّ  قلوبُهم  بذكراللهۗ  ألا  بِذكر  الله  تطمئنّ  القلوب

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tentram.”

Jadi, dzikrullah merupakan salah satu cara yang ampuh untuk memelihara hati, atau bahkan untuk menghilangkan segala macam kotoran hati. Dan cara ini sudah dijamin mujarabnya, karena Allah lah yang memberikan resepnya.

PENUTUP

Kesimpulan

Suara hati nurani adalah kekuatan dalam bentuk bisikan yang datang dari dalam diri manusia yang hatinya sudah mendapat sinar dari Allah, sehingga ia dapat membedakan mana yang baik untuk dilakukan, dan mana yang buruk yang harus ditinggalkan. Dia memerintah untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab dan melarang hal yang sebaliknya. Ketika kewajiban dilaksanakan, tanggung jawab diselesaikan dan segala perintahnya dituruti, respon hati nurani akan lapang, tenang, dan puas. Namun sebaliknya, apabila kewajiban dikebelakangkan, dia akan merasa sedih dan takut serta menjadi beban pikiran.

 

sumber :

https://9apps.id/