Prinsip Dalam Pembelajaran

Prinsip Dalam Pembelajaran

Prinsip Dalam Pembelajaran

Prinsip Dalam Pembelajaran
Prinsip Dalam Pembelajaran

Prinsip pembelajaran adalah merupakan kaidah

Hukum dan ketentuan-ketentuan yang harus dijadikan patokan dalam membuat perencanaan pembelajaran. Penyusunan perencanaan pembelajaran yang didasarkan pada prinsip yang ditetapkan, maka akan menghasilkan suatu perencanaan pembelajaran yang baik dan siap untuk digunakan.

Prinsip tersebut, yakni

1. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
2. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
3. Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia
4. Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar-mengajar yang sistematis.
5. Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.
6. Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.
7. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.

Dalam membuat perencanaan pembelajaran

Selain harus mempertimbangkan beberapa prinsip yang telah dikemukakan di atas, karena perencanaan pembelajaran sifatnya adalah pedoman operasional bagi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu

Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu

Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu

Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu
Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu

Meski kini kita telah berada di era digital

Eksistensi televisi atau TV nyatanya belum bisa digantikan kehadirannya sebagai salah satu sumber hiburan di rumah.

 

Sudah bukan zamannya TV tabung lagi, kini para konsumen zaman now sudah mulai bermigrasi ke TV bersiluet ramping nan tak makan tempat, seperti TV LED misalnya. Bagaimana tidak, TV LED tak hanya hemat ruang, tapi juga memiliki teknologi pencahayaan amiting diode yang dipercaya mamapu menghemat listrik hingga 50% dibandingkan dengan TV tabung lho.

Namun kehadiran TV LED yang berjejer ramai di pasar elektronik kerap membawa rasa dilema muncul di benak. Menjawab keresahan tersebut, Shopeeingin berbagi sedikit tips dalam memilih TV LED nih. Agar tak ketinggalan, yuk simak selengkapnya berikut ini.

SESUAIKAN UKURAN TV DENGAN RUANGAN

Sebelum memilih TV LED, terlebih dahulu ketahuilah ukuran ruangan tempat dimana TV LED akan diletakkan nantinya. Jika ruangan cukup luas, TV LED dengan resolusi layar yang luas pun dapat jadi pilihan. Sebaliknya, jika ruangan terasa sempit, sebaiknya pilih TV LED dengan resolusi kecil pula, 20 inch misalnya.

PERHATIKAN KUALITAS GAMBAR DAN SUARA

Bukan sekedar layar untuk menampilkan tayangan televisi saja, pastikan bahwa TV LED yang akan jadi pilihanmu dapat menampilkan warna yang tak sekedar tajam, tapi juga jernih. Tampilan warna yang terlalu tajam terkadang dapat menyakiti mata, dan membuatnya cepat merasa lelah. Oleh karena itu, ketajaman warna bukanlah patokan, justru kejernihannya lah yang menjadi ukuran.

Tak hanya warna, suara yang dihasilkan oleh TV LED diharapakan tidaklah bising. Kualitas suara yang oke, pastinya dapat membuat momen menonton TV terasa lebih seru dan nyata.

LIRIK FITUR KONEKTIVITASNYA

Seperti perangkat elektronik zaman now lainnya, TV LED juga kerap disisipkan fitur konektivitas berupa port USB, HDMI, dan juga Aux. Sebelum akhirnya membungkus TV LED pilihan pulang, pastikanlah terlebih dahulu bahwa konektivitas yang disebutkan di atas telah terusung di TV LED pilihanmu tersebut. Meski terdengar sepele, fitur konektivitas tersebut dapat membantu menampilkan file multimedia dari berbagai perangkat ke dalam TV-mu lho.

Sumber : https://ngelag.com/

Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap

Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap

Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap

Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap
Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap

Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum.

a. Perumpamaan

Yang dimaksud dengan perumpamaan di sini adalah padan kata simile dalam bahasa Inggris. Kata simile berasal dari bahasa latin yang bermakna “seperti”. Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Itulah sebabnya maka sering pula kata perumpamaan disamakan saja dengan “persamaan” misalnya:
Laksana bulan kesiangan
Umpama memadu minyak dengan air

b. Metafora

Metafora adalah perbandingan yang implisit jadi tanpa kata seperti atau sebagai di antara dua hal yang berbeda (Moeliono, 1984:3), metafora merupakan jenis gaya bahasa perbandingan yang paling singkat, padat, tersusun rapi. Di dalamnya terlihat dua gagasan: yang satu adalah sebuah kenyataan, sesuatu yang dipikirkan, yang menjadi objek; dan satu lagi merupakan perbandingan terhadap kenyataan tadi; dan kita menggantikan yang belakangan itu menjadi yang terdahulu. (Tarigan, 1983:141), misalnya
Tati jinak-jinak merpati
Ali mata keranjang
Perpustakaan gudang ilmu

c. Personifikasi

Personifikasi merupakan jenis majas yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Misalnya
Angin yang meraung,
Angin membelai indah sampai kerelung hatiku

d. Depersonifikasi

Gaya bahasa depersonifikasi atau pembendaan, adalah kebalikan gaya bahasa personpfikasi atau penginsanan, misalnya
Kalau dikau menjadi samudra, maka daku menjadi bahtera
Andai kamu menjadi bunga, biarlah aku menjadi tangkainya
Pada dasarnya gaya bahasa pembedaan ini terdiri dua klausa yang merupakan satu kalimat utuh. Hubungan antara klausa yang satu dengan klausa yang satu lagi bersifat bertautan atau bersifat pertentangan tergantung dari hubungan dan situasi wacana.

e. Alegori

Adalah cerita yang kisahkan dalam lambang-lambang merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan, tempat atau wadah objek-objek atau gagasan yang diperlambangkan, alegori biasanya merupakan cerita-cerita yang panjang dan rumit dengan maksud dan tujuan yang terselubung namun bagi pembaca yang jeli justru jelas dan nyata. Dengan kata lain, dalam kategori unsur-unsur utama menyajikan sesuatu yang terselubung dan tersembunyi. Alegori merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan sesuatu hal dengan lambang , Natawidjaya, (1986:74), jadi dalam penyampaian sesuatu tentu sangat berpengaruh pada lambang yang dijadikan sebagai alat.
Contoh: perkawinan adalah perjalanan mengarungi samudra

f. Antitesis

Secara alamiah antitesis berarti “lawan yang tepat” atau “pertentangan yang benar (Poerwadarminta; 1976:52). Antitetis adalah jenis gaya bahasa yang mengadakan komparasi atau perbandingan antara dua antonim yaitu kata-kata yang mengandung ciri-ciri semantik yang bertentangan (Ducrot & Todoro, 1981:227). Contoh:

Dia bergembira ria atas kegagalannya dalam ujian itu
Segala fitnahan tetangganya dibalasnya dengan budi bahas
yang baik Kecantikannyalah justru yang mencelakannya.
Tua, muda, besar, kecil, kaya miskin berbondong-bondong
mendatangi peresmian lapangan simaturukang kabupaten
jeneponto yang sangat luas.

Baca juga:

Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat

Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat

Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat

Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat
Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat

Koneksi nirkable WiFi yang buruk bisa membuat orang merasa tertekan. Terutama ketika internet telah jadi bagian dari hidup sehari-hari, mulai dari hiburan sampai soal pekerjaan.

Namun Anda bisa tidak perlu panik bila koneksi WiFi di rumah mendadak terhambat. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek router yang Anda gunakan. Pasalnya, mulai dari posisi sampai pengaturan router ini akan berpengaruh pada kuat atau tidaknya sinyal WiFi.

Saat mengecek router Anda, pastikan Anda mencoba 10 langkah sederhana ini.

Cek posisi router

Mengecek posisi router terkesan hal sepele, padahal efeknya bisa besar. Router bekerja mengirimkan sinyal ke semua arah. Karena itu, sebaiknya letakkan router di bagian tengah ruangan.

Bila router diletakkan di samping jendela, maka ada sinyal yang dikirimkan ke luar. Ini akan membuat WiFi tersebut sia-sia dan tidak menjangkau seluruh bagian ruangan.

Jangan diletakkan di lantai

Letakkan router di tempat yang tinggi, misalnya meja atau lemari. Posisi yang lebih tinggi akan menguntungkan karena router dirancang untuk mengirimkan sinyal ke bawah. Selain itu, lantai mengandung bahan semen, beton dan logam yang sulit ditembus oleh sinyal WiFi.

Letakkan router di tempat khusus

Sinyal WiFi akan terpancar lebih kuat di dalam ruangan tempat Anda menyimpan router tersebut. Atas dasar itu, sebaiknya Anda meletakkan router tersebut dalam ruangan yang sering Anda tempati saat menggunakan internet.

Pilih tempat terbuka

Ada banyak bahan yang bisa menyerap sinyal router dan mengurangi kinerjanya. Untuk menjaga agar kinerja sinyal tetap optimal, sebaiknya Anda tidak meletakkan router di antara mebel berukuran besar dan dinding, atau di dalam lemari. Pilihlah posisi yang bebas himpitan serta membuat router tersebut dapat terlihat dari manapun.

Jauhkan dari elektronik lain

Jauhkan router Anda dari perangkat elektronik lain, seperti microwave, telepon nirkabel, serta TV. Perangkat apapun yang menghasilkan sinyal elektromagnetik bisa mengganggu dan melemahkan kinerja sinyal WiFi.

Atur antena agar berdiri

Atur agar antena router berada di posisi vertikal. Posisi ini akan membuat sinyal terpancar secara horizontal sehingga sinyal WiFi lebih mudah menjangkau seluruh bagian ruangan.

Periksa kekuatan sinyal

Ada sejumlah aplikasi, seperti Cloudcheck atau Amped yang dapat digunakan untuk keperluan ini. Saat mengecek sinyal, Anda bisa memetakan bagian mana yang menerima sinyal kuat dan mana yang menerima sinyal lemah.

Atur piranti lunak router

Anda juga bisa mempercepat koneksi WiFi dengan memasukkan pengaturan tertentu pada piranti lunak router. Akses menuju piranti lunak ini bisa dibuka melalui IP khusus. Anda bisa mengeceknya pada bagian bawah router atau pada panduan yang disertakan dalam boksnya.

Setelah masuk ke dalam menu pengaturan, ubahlah channel frekuensi router tersebut. Biasanya ada 14 channel yang bisa dipilih. Channel terbaik biasanya adalah 1, 6, dan 11. Channel tersebut cenderung minim gangguan karena jarang bersinggungan dengan channel yang digunakan orang lain.

Selain pengaturan channel, cek juga pemutakhiran firmware. Biasanya pembuat router akan mengeluarkan pemutakhiran firmware untuk memperbaiki kinerja perangkatnya.

Lakukan speed test

Lakukan speed test untuk mengetahui letak masalah koneksi Anda. Pertama cobalah melakukannya dengan koneksi WiFi, kemudian lakukan hal serupa menggunakan koneksi kabel. Jika keduanya sama-sama buruk, berarti masalah ada pada penyedia layanan internet Anda.

Beli router baru

Ini adalah jalan terakhir. Bila semua sudah dicoba dan Anda sudah memastikan masalah tidak berasal dari penyedia layanan internet, belilah router baru.

Sumber: https://www.galerinfo.com/

Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi

Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi

Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi

Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi
Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi
Puisi adalah susunan kata yang indah, bermakna, dan terikat konvensi (aturan) serta unsur-unsur bunyi. Menulis puisi biasanya dijadikan media untuk mencurahkan perasaan, pikiran, pengalaman, dan kesan terhadap suatu masalah, kejadian, dan kenyataan di sekitar kita.
Sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa puisi adalah merupakan juga salah satu jenis karya sastra yang banyak diminati. Hampir semua media massa memberikan ruang untuk menuangkan untaian hatinya dalam bentuk puisi. Biasanya terdapat pada kolom budaya dan sastra, menulis puisi biasanya berkaitan dengan beberapa hal: (1) pencarian ide (ilham), (2) pemilihan tema, (3) pemilihan aliran, (4) penentuan jenis puisi, (5) pemilihan diksi (kata) yang padat dan khas, (6) pemilihan permainan bunyi, (7) pembuatan larik yang menarik, (8) pemilihan pengucapan, (9) pemanfaatan gaya bahasa, (10) pembaitan yang memiliki satu objek, (11) pemilihan tpografi, (12) pemuatan aspek psikologis, (13) pemuatan aspek sosiologi, (14) penentuan tone dan feeling dalam puisi, (15) pemuatan pesan (meaning), dan (16) pemilihan judul yang menarik.
Berikut ini akan dijelaskan beberapa langkah praktis dengan menulis puisi dengan mempertimbangkan berbagai unsur pembangunan yang ada. Untuk itu, semakin kreatif pembelajaran dalam menapaki langkah-langkah ini, tentunya semakin cepat dan mudah pula untuk menuliskannya.

Pertama, Perlu Memahami Aliran

Aliran dalam sastra Indonesia di kenal sangat banyak. Seperti, aliran realisme, naturalisme, ekspresionisme, idealisme, romantisme, impresionisme, dan sebaginya. Aliran ini akan memandu saudara untuk menentukan pilihan sehingga tepat dalam menentukan  pengucapan sebuah puisi. Jika anda ingin menjadi “juru potret” kehidupan, anda perlu memilih aliran realistime, sehingga puisi-puisi yang dihasilkan juga realis. Puisi-puisi Taufik Ismail. Emha Ainun Najib, Wiji Tukul, dan Rendra adalah contoh-contoh puisi yang realis yang seringkali juga pamfletis.
Mungkin anda akan memilih mengekspresikan kejiwaan dan pikiran. Jika ini menjadi pilihan anda, biasanya anda akan melahirkan puisi-puisi ekspresionisme. Jenis puisi ini kuat untuk mengungkapkan pikiran dan kejiwaan penyairnya. Penyair seperti Chairil Anwar, sering dinilai sebagai pelopor ekspresionisme. Coba  perhatikan puisi Chairil Anwar yang ekspresionisme.

Aku

Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorangkan merayu
Tidak juga kau
Ta perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalan
Dari kumpulan yang terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret, 1943

Kedua, Perlu Memahami Tema

Tema dalam kepenulisan puisi merupakan masalah apa yang diangkat di dalam puisi. Jika kita mengamati puisi-puisi yang bersebaran dan bertebaran di media massa atau puisi yang dihasilkan oleh para penyair kita dalam berbagai bentuk penerbitan, tema yang diangkat mencakup (a) sosial, (b) Politik, (c) adat, (d) relejius/keagamaan, (e) keluarga, (f) nasionalisme, (g) kekerasan dan HAM, (h) cinta dan remaja, (i) cinta dan perselingkuhan, (j) hukum, (k) misteri, (l) horor, dan (m) komedi.
Puisi-puisi Hamid Jabbar misalnya seringkali mengangkat tema-tema relejius atau keagamaan, demikian juga puisi-puisi Abdul Hadi, dan Jamal D. Rahman bercirikan demikian.

Ketiga, Perlunya Imajinasi

Imajinasi dalam menuakan ide dalam puisi adalah sesuatu yang mutlak yang harus dimiliki oleh seorang penyair, karena puisi sesungguhnya merupakan realitas imajinatif, imajinasi sendiri sering didefinisikan sebagai kemampuan daya bayang manusia untuk menggambarkan mewujudkan sesuatu dalam angan-angannya secara cermat dan hidup.
Dalam penulisan puisi, dikenal beberapa wujud imajinasi yang lebih dikenal dengan citra, menurut Burhan Nurgiantora imaji atau citraan itu sendiri merupakan gambaran pengalaman indera yang diungkapkan melalui bahasa, Burhan menyebutkan pencitraan kedalam lima jenis citraan (a) citraan penglihatan (visual imagery), (b) citraan pendengaran (audio imagery), (c) citraan gerakan(cinestetic imagery), (d) citraan gerakan (tactil imagery), (e) citraan penciuman(olfaktori).
Imaji yang pertama, citraan penglihatan hakikatnya bagaimana seorang pengarang secara natural mampu melukiskan penggambarannya secara maksimal. Penggambaran penglihatan sehingga pembaca mampu tergiring untuk “melihat” dengan matanya, keindahan “yang dipotret” pengarang dengan bidikan matanya.
Contoh imaji dalam puisi yang menggunakan imaji (rekaan) dalam puisi. Contoh pertama ini merupakan contoh penggunaan imaji visual
Aku terlena di atas padang hijau yang membeku
Pohon-pohon rimbun membuatku terlena
Kekasihku bilang, akulah bidadari yang paling cantik
Seperti setia daun pada pohon
Contoh kedua, yang merupakan contoh yang menggunakan imaji audio, imaji ini meskipun relatif jarang digunakan tetapi memiliki kekuatan tersendiri dalam penulisan puisi:

Debur ombak adalah debur hatiku
Gemercik air adalah cintaku
Nyanyian angin sepoi membuatmu terlena
Jika aku sungguh terlena oleh derasnya gembang cintamu.

Contoh ketiga merupakan contoh penggunaan imaji gerak. Imaji ini meskipun sesungguhnya merupakan imaji yang menggambarkan gerak secara umum atau yang menggunakan gaya bahasa personifikasi.

Ombak itu merangkak tegak
Dengan perkasa melumatkan segalanya 
Membunuh siapa saja dengan gagahnya
Dia datang tak diundang, ooh, gelombang

Contoh keempat, merupakan contoh penggunaan imaji penciuman, yang merupakan ekspresi dari pengalaman indera penciuman yang intensif digunakan oleh seorang penyair
Harum asin itu menyengat
Bersama keringat melumat gairah pantaiku
Bau nelayan mampir juga dipipimu
Hai dara manisku, kau bak nelayan kehilangan perahu.
Contoh terakhir merupakan contoh penggunaan imaji taktil, imaji ini merupakan ekspresi dari pengalaman indera rabaan.

Halus bibirmu berbingkai sinar rembulan
Mengingatkan aku pada dua burung berkicau
Yang pernah kudengar disaat remajaku
Membuatku termenung berbuah lembut hati

Keempat, Menemukan Ide

Ide atau ilham itu ibarat bunga api, percikan parfum yang menebarkan gelora imajinasi. Taufik Ismail prihatin melihati kondisi keindonesian mutakhir ia menuliskan kumpulan dengan judul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia” (2003) , demikian juga Hamid jabbar memandang rupa-rupa negeri seperti tidak berbentuk, dia menuliskan puisi Indonesiaku.
Pengalaman penyair dalam memperoleh ide (ilham) memang beragam. mereka ada yang memperoleh melalui merenung, membaca puisi karya orang lain, pengalaman pribadi, membaca berita, menonton film, bercengkrama dan berjalan-jalan, dan sebagainya. Berikut contoh yang diihamni kesemberawutan kota Surabaya, anda dapat melihatnya dan membacanya pada uraian sebelumnya dengan judul “Surabayaku Ajari Aku tentang Benar”

Kelima, Perlunya Mengeramkan Ide

Ibarat terur ide itu butuh untuk ditetaskan . tanpa pengeraman karena itu, jelas tidak akan dapat melahirkan”puisi’itu. Pada tahap ini merupakan persiapan untuk mewujudkan ide atau gagasan yang telah dikandung, yang melitas-lintas,menari-nari, menggawang-awang,membayang, dan yang ditimang-timang. Inkubasi akan dapat meneteskan karya yang dapat dibanggakan. Sama-sama ide yang menghilhami penyiar misalnya,bisa jadi hasil puisi yang diciptakan berbeda. Potret “Buram Indonesia” menghilhami taufik Ismail untuk menulis puisi berjudul Kembalikan Indonesia Padaku dan Malu Aku Jadi Orang Indonesia.
Pengeraman yang berbeda dan pengucapan yang berbeda akan melahirkan bentuk dan isi yang berbeda pula, disinilah maka proses inkubasi (pengeraman) sangat tergantung pada pengalaman kreatif dan imajinatif penyair untuk memilih pengucapan yang tepat, perhatikan puisi WS Rendra berikut:
Nyanyian Fatimah Untuk Suto 
Kelambu ranjangku tersingkap
Di bantal beranda tergolek nasibku
Apabila firmanmu terucap
Masuklah kalbu ke dalam kalbu
Sedu sedan mengetuk tingkapku
Dari bumi di bawah rumpun mawar
Waktu lahir kau telanjang dan tak tahu
Tak hidup bukanlah tawar menawar
Puisi ini menggambarkan pengolahan ide “cinta” yang digarap penyairnya berbingkai kehidupan intim sepasang manusia, ide cinta yang melahirkan puisi cinta. Sebagai perbandingan, saya coba kutipkan seuntai puisi cinta yang dialami pengarang.
Ini kali pertama aku tinggalkan
Tinggal jauh dipelupuk mataku
Hati meraung perih
Seorang diri diambang senja
Mendung hitam, sehitam hati yang merana
Dingin malam yang terhembus dikerikil tajam
Merona hati menahan rindu
Pada dikau tambatan hati 
Oh…angin malam bisikkan kesepianku padanya
Dekap dirinya dengan kehangatan cinta
Puisi ini saya tulis, dalam kondisi hati saya sedang ditinggal pergi oleh pujaan hati, dia pergi menunaikan tugas lain selain melayani kekasihnya. Tentu anda pun memiliki banyak puisi yang serupa, gampangkan menulis puisi…? apalagi menulis puisi cinta yang semua orang pernah merasakannya.

Keenam, Pilihlah Cara Pengucapan yang Tepat

Cara pengucapan merupakan kekhasan seorang penyair, ada yang cenderung pengucapan puisinya pada gaya pamfletis, seperti Darmanto, atau liris sapardi Djoko Damono, pengucapan balada seperti WS Rendra bercampur pamfletis atau pengucapan parodi dan musikal ala Hamid Jabbar.

Ketujuh, Manfaatkanlah Gaya Bahasa

Salah satu sarana dalam mewujudkan estetika adalah gaya bahasa merupakan sarana strategis yang banyak dipilih penyair untuk mengungkapkan pengalaman jiwa ke dalam karyanya. Penggayabahasaan dalam bahasa, Burhan Nurgiyantoro, tidaklah memiliki maknah harfiah melainkan makna yang ditambahkan, atau makna yang tersirat.
Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum (Dale et all. 1971:220), Gaya bahasa atau majas pada umumnya dikelompokkan ke dalam menjadi tiga (a) majas perbandingan seperti metafora, analogi, (b) majas pertentangan seperti ironi, hiperbola, litotes, dan (c) majas pertautan seperti metonimia, sinekdoce, eufimisme (Sudjiman, 1996:4

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh jepang pada tanggal 29 April 1945. BPUPKI sering dikenal dengan sebutan Dokuritsu Junbi Choosakai. Anggota BPUPKI berjumlah 62 orang yang dilantik tanggal 28 Mei 1945 oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua dan wakil ketua adalah R. Panji Soeroso dan Ichibangase (orang Jepang).
Setelah anggotanya dilantik, BPUPKI mulai bekerja tanggal 29 Mei 1945, dengan tugas sebagai berikut.
  • Menyelidiki kemungkinan-kemungkinan Indonesia merdeka.
  • Mempersiapkan lahirnya Indonesia merdeka.
  • Menyusun rancangan dasar negara.
  • Membuat rancangan UUD.
Sidang I BPUPKI berlangsung 29 Mei 1945 s/d 1 Juni 1945 dibuka oleh Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Dalam sidang tersebut membahas dasar negara. Terdapat beberapa usulan rumusan dasar negara, yaitu sebagai berikut.

Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

menyampaikan usulan secara lisan, yaitu sebagai berikut.
  1. Peri Kebangsaan.
  2. Peri Kemanusiaan.
  3. Peri Ketuhanan.
  4. Peri kerakyatan.
  5. Kesejahteraan Sosial (Keadilan Sosial).

Setelah berpidato Muhammad Yamin menyampaikan usul tertulis tentang rancangan UUD. Didalam Rancangan Pembukaan UUD tersebut, terdapat rumusan lima asas negara merdeka yang berisi diantaranya Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Soepomo. (31 Mei 1945)

menyampaikan pokok pikiran tentang dasar negara, yaitu sebagai berikut.
  1. Persatuan.
  2. Kekeluargaan.
  3. Keseimbangan lahir dan batin.
  4. Musyawarah.
  5. Keadilan rakyat.

Ir. Soekarno. (1 Juni 1945)

mengusulkan lima asas untuk negara Indonesia, yaitu sebagai berikut.

  1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.
  2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan.
  3. Mufakat atau demokrasi.
  4. Kesejahteraan Sosial.
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

Sidang BPUPKI (29 – 1 Juni 1945)

belum dapat menetapkan ketiga usulan tersebut menjadi dasar negara, maka dibentuklah Panitia Sembilan. Anggota “Panitia 9” adalah sebagai berikut.

  • Ir. Soekarno, ketua merangkap anggota.
  • H. Agus Salim, anggota.
  • Mr. Ahmad Subardjo, anggota.
  • Mr. Muhammad Yamin, anggota.
  • Drs. Mohammad Hatta, anggota.
  • Mr.AA. Maramis, anggota.
  • Kiai hadji Wachid Hasyim, anggota.
  • Abdul Kahar Muzakkir, anggota.
  • Abikusno Tjokrosujoso, anggota.

Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia 9, berhasil merumuskan naskah Rancangan Pembukaan UUD, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Djakarta (Djakarta Charter), yaitu sebagai berikut.

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968 tanggal 13 April 1968, mengenai rumusan dasar negara dan penulisannya. Rumusan Pancasila yang benar (shohih) dan sah adalah yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang ditetapkan dan disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dengan rumusan sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sidang II BPUPKI

dilaksanakan pada tanggal 10-17 Juli 1945. Dalam sidang yang kedua, BPUPKI membahas dan merumuskan rancangan tentang konsep batang tubuh Undang-Undang Dasar Negara Indonesia merdeka. Dalam sidang II BPUPKI ini ddibentuk Panitia Hukum Dasar, yang terdiri dari 19 orang dan diketuai oleh Ir. Soekarno untuk mempermudah kinerjanya, panitia ini membentyk panitia kecil yang terdiri atas berikut ini.

a. Ketua : Prof Mr. Dr. Soepomo.
b. Anggota :
  1. Mr. Wongsonegoro.
  2. R. Soekardjo
  3. Mr. A.A. Maramis
  4. Mr. R. Pandji Singgih.
  5. H. Agus Salim.
  6. Dr. Soekiman.

Panitia kecil ini pada tanggal 13 Juli 1945 telah menyelesaikan tugasnya dan melaporkan tugasnya tersebut kepada Panitia Hukum Dasar. Selanjutnya pada tanggal 16 juli 1945, BPUPKI menyetujui Rancangan Undang-Undang Dasar tersebut.

Baca juga:

Pengertian Pancasila, Pendapat Para Ahli, dan Proses Perumusan Pancasila 

Pengertian Pancasila, Pendapat Para Ahli, dan Proses Perumusan Pancasila 

Pengertian Pancasila, Pendapat Para Ahli, dan Proses Perumusan Pancasila

Pengertian Pancasila, Pendapat Para Ahli, dan Proses Perumusan Pancasila
Ditinjau dari asal usulnya, kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta yang mengandung dua suku kata, yaitu panca dan syila. Panca berarti lima dan syila dengan huruf i yang dibaca pendek mempunyai arti satu sendi, dasar, alat, atau asas. Sedangkan syila dengan pengucapan i panjang (syi:la) berarti peraturan tingkah laku yang baik,, utama atau yang penting. Dengan demikian Pancasila dapat diartikan berlaku sendi, lima, atau lima tingkah laku utama, atau pelaksanaan lima kesusilaan (Panca syila krama).
Berikut ini beberapa pendapat para ahli tentang pengertian Pancasila, adalah sebagai berikut.

Notonegoro

 Pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia, sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan, serta bagian pertahanan bangsa dan negara.

Muhammad Yamin

Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan sila yang berarti sendi, asas, dasar, atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian, Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.

Ir. Soekarno

Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia secara turun-temurun yang sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja sebagai falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.

Proses Perumusan Pancasila

Bangsa Indonesia mulai tanggal 18 Agustus 1945 telah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila dijadikan sebagai ideologi nasional karena lahir melalui suatu proses dan digali dari budaya bangsa. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, membutuhkan dasar negara agar menjadi bangsa yang kuat. Pancasila dijadikan sebagai dasar negara Indonesia melalui ide-ide yang mendalam para pendiri bangsa.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

PPKI dibentuk oleh jepang pada tanggal 7 Agustus 1945 dengan beranggotakan 21 orang. PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil ketua. Jepang membentuk PPKI dengan janji bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Karena janji tersebut, maka rakyat Indonesia menghendaki pembentukan PPKI ini harus berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

  • Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat sebagai ketua-wakil ketua PPKI.
  • Sejak tanggal 19 Agustus 1945 panitia boleh mulai bekerja.
  • Cepat atau tidaknya pekerjaan PPKI diserahkan seluruhnya kepada panitia.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah kalah pada Sekutu. Terjadilah kekosongan kekuasaan karena sekutu belum masuk ke Indonesia. Untuk memnfaatkan kekosongan kekuasaan tersebut maka maka dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 WIB Indonesia memproklmasikan kemerdekaannya, yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dan ditandatangani atas nama bangsa Indonesia oleh Soekarno-Hatta. Setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya tanggal 18 Agustus 1945 anggota PPKI melakukan sidang yang menghasilkan ketetapan-ketetapan sebagai berikut.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia terdiri atas berikut ini.

  • Pembukaan yang merupakan Staat’s Fundamental Norm terdiri dari empat alenia. Dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat terdapat rumusan Pancasila, yaitu sebagai berikut.
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
  • Batang Tubuh, terdiri dari 16 bab, 37 pasal, 4 pasal Aturan Peralihan dan 2 ayat Aturan Tambahan

.Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.

Pekerjaan Presiden sehari-hari untuk sementara waktu dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP 

Penguasa Ayyubiyah Terkenal Salahuddin Al Ayyubi

Penguasa Ayyubiyah Terkenal Salahuddin Al Ayyubi

Penguasa Ayyubiyah Terkenal Salahuddin Al Ayyubi

Penguasa Ayyubiyah Terkenal Salahuddin Al Ayyubi
Penguasa Ayyubiyah Terkenal Salahuddin Al Ayyubi
Dinasti Ayyubiyah berkuasa sekitar 75 tahun. Tercatat sembilan orang khalifah yang pernah menjadi penguasa,  diantara kesembilan khalifah tersebut, terdapat beberapa penguasa yang hebat, namun yang sangat menonjol adalah Salahuddin Yusuf al-Ayyubi, lebih jelasnya kita simak berikut ini.

Biografi Salahuddin al-Ayyubi (564-589 H/ 1171-1193 M)

Nama lengkapnya, Salahuddin Yusuf al-Ayyubi Abdul Muzaffar Yusuf bin Najmuddin bin Ayyub. Ia berasal dari bangsa Kurdi. Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh, hijrah (migrasi) dari kampung halamannya (dekat Danau Fan) ke daerah Tikrit, Irak.
Salahuddin lahir di benteng Tikrit tahun 532 H/1137 M, tepat ketika ayahnya menjadi pemimpin Benteng Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, Gubernur Seljuk untuk kota Mosul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek (di Lebanon) tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Salahuddin) diangkat menjadi Gubernur Balbek oleh Sultan Suriah bernama Nuruddin Mahmud.

Masa kecil

Salahuddin dididik ayahnya untuk menguasai sastra, ilmu kalam, menghafal Al-Quran dan Ilmu Hadis di madrasah. Dalam buku-buku sejarah dituturkan bahwa cita-cita awal Salahuddin ialah menjadi orang yang ahli dalam agama Islam (ulama). Ia senang berdiskusi tentang ilmu kalam, Al-Quran, fikih, dan Hadis.

Karakter kuat

Salahuddin sudah terlihat semenjak masa kecilnya. Ia memiliki sikap yang rendah hati, santun, dan penuh belas kasih. Dia tumbuh di lingkungan keluarga agamis tetapi juga kesatria. Selain mempelajari ilmu-ilmu agama. Salahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi perang, dan dunia politik. Ia pernah melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk menekuni telogi Sunni. Proses tersebut berlangsung selama sepuluh tahun di lingkungan istana Nuruddin Mahmud.
Dunia kemiliteran semakin diakrabinya setelah Sultan Nuruddin menempatkan ayahnya sebagai kepala divisi militer di Damaskus. Pada umur 26 tahun, Salahuddin sudah bergabung dengan pasukan pamannya, Asaduddin Syirkuh. Ketika itu Gubernur Suriah (Nuruddin Zanki) menugaskan Syirkuh memimpin pasukan Muslimin ke Mesir, sekaligus membantu Perdana Menteri Syawar (masa Dinasti Fatimiyah) untuk menhadapi pemberontak Dirgam. Misi tersebut berhasil sehingga Syawar kembali menjabat sebagai perdana menteri tahun 560 H/1164M.

Pada tahun 1169, Salahuddin diangkat sebagai panglima menggantikan pamannya yang meninggal dunia. Salahuddin semakin menunjukkan kepiawaiannya sebagai pemimpin. Ia mampu mengerahkan dan mengorganisasi pasukannya serta memperkuat pertahanan di Mesir, terutama untuk menghadapi kemungkinan serbuan balatentara Salib. Serangan pasukan Salib ke Mesir berkali-kali mampu dipatahkannya.

Impian bersatunya kaum Muslim pun tercapai pada september 1174, Salahuddin berhasil menundukkan Dinasti Fatimiyah di Mesir untuk patuh pada kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad. Dinasti Ayyubiah akhirnya berdiri di Mesir menggantikan dinasti sebelumnya yang bermazhab Syi’ah.

Keberhasilan Salahuddin

dalam memimpin Mesir membuat Nuruddin Zanki merasa khawatir tersaingi. Akibatnya, hubungan mereka memburuk. Tahun 1175 Nuruddin mengirimkan Pasukannya untuk menaklukkan Mesir. Tetapi gagal karena ia meninggal saat armadanya sedang dalam perjalanan. Tampuk kekuasaan diserahkan kepada putranya yang masih sangat muda.

Salahuddin pernah berangkat ke Damaskus untuk mengucapkan bela sungkawa. Kedatangannya tersebut banyak disambut dan dielu-elukan di Damaskus. Akhirnya, tiga tahun kemudian raja muda tersebut sakit dan meninggal dunia pula. Posisinya langsung digantikan oleh Salahuddin yang sudah dikenal umat Islam secara luas. Ia diangkat menjadi Khalifah di Suriah dan Mesir.

Pergantian kekhalifahan itu sendiri dilakukan Salahuddin dengan cara yang sangat terhormat, Ia menikahi janda mendiang Sultan demi menghormati kelurga dinasti sebelumnya. Ia memulai kepemimpinannya dengan menghidupkan kembali roda perekonomian, menata kembali sistem militer, dan menaklukkan negara-negara Muslim kecil agar bersatu melawan pasukan Salib.

Pada usia 45 tahun, Salahuddin telah menjadi orang paling berpengaruh di dunia Islam. Selama kurun waktu 12 tahun, ia berhasil mempersatukan Mesopotamia, Mesir, Libya, Tunisia, wilayah Barat jasirah Arab dan Yaman di bawah kekhalifahan Ayyubiah. Kota Damaskus di Syiria dijadikan sebagai pusat pemerintahannya. Salahuddin meninggal di Damaskus pada tahun 1193 M dalam usia 57 tahun.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/

Fungsi Minat Dalam Belajar

Fungsi Minat Dalam Belajar

Fungsi Minat Dalam Belajar

Fungsi Minat Dalam Belajar
Fungsi Minat Dalam Belajar

Dalam hal fungsi minat dalam belajar The Liang Gie (1998: 28) mengemukakan bahwa minat merupakan salah satu faktor untuk meraih sukses dalam belajar. Secara lebih terinci arti dan peranan penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan belajar atau studi ialah:

Minat melahirkan perhatian yang serta merta
Minat memudahkan terciptanya konsentrasi
Minat mencegah gangguan perhatian di luar
Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan
Minat memperkecil kebosanan belajar dalam diri sendiri.
Rincian penjelasannya akan diuraikan sebagai berikut:

1. Minat melahirkan perhatian yang serta merta

Perhatian seseorang terhadap sesuatu hal dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu perhatian yang serta merta, dan perhatian yang dipaksakan, perhatian yang serta merta secara spontan, bersifat wajar, mudah bertahan, yang tumbuh tanpa pemaksaan dan kemauan dalam diri seseorang, sedang perhatian yang dipaksakan harus menggunakan daya untuk berkembang dan kelangsungannya.

Menurut Jhon Adams yang dikutif The Liang Gie (1998: 29) mengatakan bahwa jika seseorang telah memiliki minat studi, maka saat itulah perhatiannya tidak lagi dipaksakan dan beralih menjadi spontan. Semakin besar minat seseorang, maka akan semakin besar derajat spontanitas perhatiannya. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Ahmad Tafsir (1992: 24) bahwa minat telah muncul maka perhatian akan mengikutinya. Tetapi sama dengan minat perhatian mudah sekali hilang.

Pendapat di atas, memberikan gambaran tentang eratnya kaitan antara minat dan perhatian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan perhatian seseorang dalam hal ini siswa terhadap sesuatu, maka terlebih dahulu harus ditingkatkan minatnya.

2. Minat memudahkan terciptanya konsentrasi

Minat memudahkan terciptanya konsentrasi dalam pikiran seseorang. Perhatian serta merta yang diperoleh secara wajar dan tanpa pemaksaam tenaga kemampuan seseorang memudahkan berkembangnya konsentrasi, yaitu memusatkan pemikiran terhadap sesuatu pelajaran. Jadi, tanpa minat konsentrasi terhadap pelajaran sulit untuk diperhatikan (The Liang Gie, 1998: 29). Pendapat senada dikemukakan oleh Winkel (1996: 183) bahwa konsentrasi merupakan pemusatan tenaga dan energi psikis dalam menghadapi suatu objek, dalam hal ini peristiwa belajar mengajar di kelas. Konsentrasi dalam belajar berkaitan dengan kamauan dan hasrat untuk belajar, namun konsentrasi dalam belajar dipengaruhi oleh perasaan siswa dan minat dalam belajar.

Pendapat-pendapat di atas, memberi gambaran bahwa tanpa minat konsentrasi terhadap pelajaran sulit dipertahankan.

3. Minat mencegah gangguan perhatian di luar

Minat studi mencegah terjadinya gangguan perhatian dari sumber luar misalnya, orang berbicara. Seseorang mudah terganggu perhatiannya atau sering mengalami pengalihan perhatian dari pelajaran kepada suatu hal yang lain, kalau minat studinya kecil. Dalam hubungan ini Donald Leired (The Liang Gie, 1998: 30) menjelaskan bahwa gangguan-gangguan perhatian seringkali disebabkan oleh sikap bathin karena sumber-sumber gangguan itu sendiri. Kalau seseorang berminat kacil bahaya akan diganggu perhatiannya.

4. Minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan

Bertalian erat dengan konsentrasi terhadap pelajaran ialah daya mengingat bahan pelajaran. Pengingatan itu hanya mungkin terlaksana kalau seseorang berminat terhadap pelajarannya. Seseorang kiranya pernah mengalami bahwa bacaan atau isi ceramah sangat mencekam perhatiannya atau membangkitkan minat seantiasa teringat walaupun hanya dibaca atau disimak sekali. Sebaliknya, sesuatu bahan pelajaran yang berulang-ulang dihafal mudah terlupakan, apabila tanpa minat (The Liang Gie, 1998: 30). Anak yang mempunyai minat dapat menyebut bunyi huruf, dapat mengingat kata-kata, memiliki kemampuan membedakan dan memiliki perkembangan bahasa lisan dan kosa kata yang memadai.

Penadapat di atas, menunjukkan terhadap belajar memiliki peranan memudahkan dan menguatkan melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan.

5. Minat memperkecil kebosanan belajar dalam diri sendiri.

Segala sesuatu yang menjemukan, membosankan, sepele dan terus menerus berlangsung secara otomatis tidak akan bisa memikat perhatian (Kartini Kartono, 1996: 31). Pendapat senada dikemukakan oleh The Liang Gie (1998: 31) bahwa kejemuan melakukan sesuatu atau terhadap sesuatu hal juga lebih banyak berasal dari dalam diri seseorang daripada bersumber pada hal-hal di luar dirinya. Oleh karena itu, penghapusan kebosanan dalam belajar dari seseorang juga hanya bisa terlaksana dengan jalan pertama-tama menumbuhkan minat belajar dan kemudian meningkatkan minat itu sebesar-besarnya.

Baca juga:

Pengertian Belajar Terlengkap

Pengertian Belajar Terlengkap

Pengertian Belajar Terlengkap

Pengertian Belajar Terlengkap
Pengertian Belajar Terlengkap

Sebelum membicarakan pengertian minat belajar, maka terlebih dahulu penulis akan menguraikan pengertian belajar. Ngalim Purwanto (1992: 85) mengemukakan pendapat mengenai pengertian belajar:

Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang buruk.
Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar, seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi.
Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus merupakan akhir dari pada suatu periode waktu yang cukup panjang. Berapa lama periode itu berlangsung sulit ditentukan dengan pasti, tetapi perubahan itu hendaknya merupakan akhir dari suatu periode yang mungkin berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun.
Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian maupun psikis.

Slameto (1995: 2)

berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tungkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sementara itu Sudirman A.M. (1996: 231) berpendapat bahwa belajar sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

Witherington

Hal ini senada dengan Witherington yang dikutif oleh Usman Effendi dan Juhaya S. Praja (1989: 103) bahwa belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian, sebagaimana yang dimanfaatkan dalam perubahan penguasaan pola-pola respon atau tingkah laku yang baru, yang ternyata dalam perubahan keterampilan kebiasaan, kesanggupan dan pemahaman. Dalam hal ini Moh. Uzer Usman (1999: 34) memberikan batasan belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lainnya serta individu dengan lingkungannya, sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.

Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru dan perubahan keseluruhan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman-pengalaman itu sendiri. Perubahan tersebut akan nampak dalam penguasaan pola-pola respons yang baru terhadap lingkungan berupa keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, kecakapan dan sebagainya.

Pengertian Minat

Pengertian minat, penulis akan mengutip pendapat para ahli. Minat adalah sesuatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang lahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungannya (Agus Sujanto, 1991: 92). Minat juga bisa berarti kesadaran seseorang, bahwa suatu objek seseorang suatu soal atau suatu situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya.

W.S. Winkel (1996: 105)

memberikan rumusan bahwa minat adalah kecenderungan subjek yang mantap untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu. Hal ini sependapat dengan yang dikemukakan oleh Slameto (1995: 57) bahwa minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Jika ada siswa yang kurang berminat terhadap belajar, maka diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari.

Sedangkan Doyles Freyer yang dikutip oleh Wayan Nurkancana (1986: 229) mengemukakan bahwa minat atau interest adalah gejala psikis yang berkaitan dengan objek atau aktifitas yang men-stimulir perasaan senang pada individu. Minat sangat erat hubungannya dengan kebutuhan, karena minat yang timbul dari kebutuhan ajakan merupakan merupakan faktor pendorong bagi seseorang dalam melaksanakan usahanya. Jadi, dapat dilihat bahwa minat adalah sangat penting dalam pendidikan, sebab merupakan sumber dari usaha.

Menurut The Liang Gie (1988: 28) minat berarti sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian, minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seseorang dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan ilmiah yang dituntunnya.

Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri (Slameto, 1995: 180). Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka semakin besar minat yang akan tumbuh. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas siswa yang memiliki minat terhadap subjek tersebut. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi terhadap belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Jadi, minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya.

Minat memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Sejalan dengan ini Ahmad Tafsir (1992: 24) menyatakan bahwa minat adalah kunci dalam pengajaran. Bila murid telah berminat terhadap kegiatan belajar mengajar, maka hampir dapat dipastikan proses belajar mengajar akan belajar dengan baik. Dengan demikian, maka tahap-tahap awal suatu proses belajar mengajar hendaknya dimulai dengan usaha membangkitkan minat. Minat harus senantiasa dijaga selama proses belajar mengajar berlangsung. Karena minat itu mudah sekali berkurang atau hilang selama proses belajar mengajar.

Selain itu juga, minat sangat berpengaruh terhadap belajar, sebab bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Karena tidak ada daya tarik baginya (Slameto, 1995: 57). Hal ini senada dengan pendapat Moh. Uzer Usman (1998: 27):

Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya, tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.

Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa minat belajar adalah keterlibatan sepenuhnya seseorang dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang ilmu pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang ilmu pengatahuan yang dituntutnya karena minat belajar merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kaitannya dengan belajar.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/