AKUNTANSI DALAM BIDANG USAHA DAN PASAR MODAL

AKUNTANSI DALAM BIDANG USAHA DAN PASAR MODAL

AKUNTANSI DALAM BIDANG USAHA DAN PASAR MODAL

 PERAN AKUNTANSI DALAM BIDANG USAHA DAN PASAR MODAL GLOBAL

Peran Akuntansi dalam Perdangangan :

  1. Mempelajari akuntansi internasional merupakan salah satu upaya mengurangi perbedaan cara pandang terhadap akuntansi.
  2. Semua negara cenderung mengurangi hambatan perdangangan dan pengendalian modal / investasi
  3. Kemajuan IT menyebabkan perubahan yang radikal dalam ekonomi, produksi dan distribusi.

Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru.

Menurut peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu melakukan hal-hal sebagai berikut;

  1. Proses pendaftaran
  2. Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP negara masing-masing tetapi masing-masing ada persyaratan tambahan antara lain:
  3.  Mengisi Form 20-7 untuk laporan tahunan
  4. Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity agar sesuai dengan US GAAP
  5. Memberikan disclosure sesuai US GAAP
  6. Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu di audit

Sebagaimana diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham publik khususnya investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private Placement atau Institutional Investor market biasanya dianggap memilki kemampuan untuk meneliti kelayakan suatu investasi sehinggan tidak perlu secara khusus mendapat perlindungan pemerintah.

Baca Juga :

SEJARAH AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN TREN KEBIJAKAN SEKTOR KEUANGAN

SEJARAH AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN TREN KEBIJAKAN SEKTOR KEUANGAN

SEJARAH AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN TREN KEBIJAKAN SEKTOR KEUANGAN

Awalnya, Akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan(double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli (tahun 1447). Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul :Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494.

Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”. Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara eropah seperti Jerman, Belanda, Inggris. Luca memperkenalkan 3 (tiga ) catatan penting yang harus dilakukan:

  1. Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis
  2. Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
  3. Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).

Perkembangan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. Sistem akuntansi “ Pembukuan ala Italia “ kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah. Tahun 1850-an double entry bookkeepingmencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an.

Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia. Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademi tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.

Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikuk ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuanya untuk diterapkan dari satu kondisi ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan teres-menerus dalam bidang teori dan praktik di seluruh dunla. Sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan (doithfe-entru Lookkreping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaaan akuntansi seperti yang kita ketahui selama ini, berawal dari negam-negah kota di Italia pida abad ke-14 dan 15.

Perkerkembangannya didorong oleh pertumbuhan perdagangan intemasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. ”Pembukuan Italia” kemudian berilih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik. Pada waktu yang hampir bersamaan, para filsuf hitvis di Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.

Perkembangan Inggris Raya menciptakan kebutuhan yang tak terelakkan lagi bagi kepentingan komersial Inggris untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan di daerah koloni, dan untuk pencatatan perusahaan kolonial mereka yang akan diperiksa ulang dan diverifikasi. Kebutuhan-kebutuhan mi menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi pada tshun 1850-an dan suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama tahun 1870-an. Paktik akuntansi laggris memyebar luas tidak hanya di seluruh Amerika Utara, tetapi juga di seluruh wilayah Persemakmuran Inggris yang ada waktu itu.

Perkembangan pembukuan pencatatan berpasangan. Perkembangan tersebut meliputi hal-hal berikut ini :

  1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.
  2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak.
  3. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang lain.
  4. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda.
  5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual.
  6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18.
  7. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual.
  8. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
  9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik.
  10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.
  11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial engineering).

Sumber : https://balikpapanstore.id/

AKUNTANSI INTERNASIONAL TERBAGI DALAM 3 BIDANG

AKUNTANSI INTERNASIONAL TERBAGI DALAM 3 BIDANG

AKUNTANSI INTERNASIONAL TERBAGI DALAM 3 BIDANG

AKUNTANSI INTERNASIONAL TERBAGI DALAM 3 BIDANG YANG LUAS

Dalam akuntansi internasional dibagi menjadi tiga bidang, termasuk proses akuntansi yang luas adalah beberapa, antara lain:

  1. Pengukuran

Hal ini dapat menyediakan mendalam umpan balik mengenai kemungkinan operasi posisi keuangan perusahaan dan kekuasaan. Membantu dalam proses identifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas, operasi dan kekuatan posisi keuangan perusahaan. Dapat memberikan masukan mendalam mengenai probabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangan. Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivtias dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi.

  1. Penyingkapan

Proses di mana akuntansi pengukuran dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau berkomunikasi kepada pengguna.

  1. Audit

Proses dimana para kalangan profesional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

Sumber : https://sorastudio.id/

FK UMI Yakin Raih Akreditasi B untuk Ciptakan Lulusan Dokter Terbaik

FK UMI Yakin Raih Akreditasi B untuk Ciptakan Lulusan Dokter Terbaik

FK UMI Yakin Raih Akreditasi B untuk Ciptakan Lulusan Dokter Terbaik
FK UMI optimis bisa meraih akreditasi B untuk bisa melahirkan dokter terbaik.
Hal itu ditegaskan Dekan FK UMI dr Eka Samuel P Hutasoit SpOG kepada sejumlah wartawan, Sabtu (13/7) saat pengambilan Sumpah Dokter ke-149 yang dilaksanakan di Ballroom Sudirman Le Polonia Hotel.

“Paling lama Agustus 2019, Akreditasi ‘B’ bisa diraih. Untuk mewujudkannya,

sudah 2 tahun belakangan seluruh stakeholder sudah berupaya. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh mahasiswa dan orangtuanya,” ujarnya.
Pada pelantikan yang dipimpin Dekan FK UMI itu, sebanyak 28 dokter diambil sumpahnya. Total semua lulusan FK UMI 3.852. Pada angkatan ke-149 ini, lulusan terbaik diraih dr Lewi Aprina dengan IPK 3,99.

Rektor UMI Drs Humuntal Rumapea MKom dalam sambutannya

mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah melakukan sumpah. “Untuk dokter-dokter muda yang telah disumpah, tantangan ke depannya jauh lebih besar. Apalagi era industri 4.0. dengan kemajuan teknologi yang kian pesat,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Rektor juga berpesan agar para dokter muda untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat sesuai sumpah dokter.

Sementara, Ketua Ikatan Alumni yang diwakili Ketua Harian dr Jasura Pinem

mengajak seluruh dokter muda yang baru disumpah agar bekerjasama dengan Ikatan alumni untuk memajukan FK UMI.
Salah satu dokter muda yang diberi kesempatan menyampaikan pesan dan kesannya dr Marudut Pardomuan Simanjuntak mengungkapkan suka dan duka selama mengenyam pendidikan. “Di kampus ini, kita dididik bukan hanya pada pendidikan, tapi menjadi dokter yang mengedepankan nilai kemanusiaan, sesuai profesi dokter. Terima kasih kepada orang tua kami, karena orangtualah yang menjadi sandaran kita saat kami sedang letih dan lelah. Karena sesungguhnya doa orangtua yang menjadi jalan penerang bagi kita,” tuturnya.

Universitas Labuhanbatu Menambah 3 Program Studimenyelesaikan

Universitas Labuhanbatu Menambah 3 Program Studimenyelesaikan

Universitas Labuhanbatu Menambah 3 Program Studimenyelesaikan
Yayasan Universitas Labuhanbatu yang selama ini mengelola empat sekolah tinggi dan satu akademi kini telah menjadi Universitas Labuhanbatu.

Hal tersebut ditetapkan dalam keputusan Menteri Riset Teknologi dan

Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan nomor SK 658/KPT/I/2019 tentang izin penggabungan sekolah tinggi, pada tanggal 29/7/2019 di Jakarta.
Adapun empat sekolah tinggi dan satu akademi tersebut yakni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Labuhanbatu, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Labuhanbatu, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian dan Perkebunan Labuhanbatu, kemudian Sekolah Tinggi Ekonomi Labuhanbatu dan Akademi Manajemen Informatika Labuhanbatu.
Selain penggabungan, Universitas Labuhanbatu juga menambah tiga program studi, yaitu Teknologi Informasi Program (Sarjana), Sistem Informasi Program (Sarjana) dan Akuntansi Program (Sarjana).

Ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu Dr H Amarullah Nasution SE MBA

menyampaikan, penyatuan sekolah tinggi dan akademi yang ada di bawah naungan Yayasan Universitas Labuhanbatu (Y-ULB) merupakan amanat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Ristek Dikti) untuk mewujudkan perguruan tinggi berkualitas, yang dapat bersaing tingkat global.

Atas hal ini, Amarullah mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah

bekerja keras mewujudkan penyatuan institusi ini.
“Terima kasih kepada LL Dikti I dan Kelembagaan Dikti yang telah memberikan arahan dan bimbingan. Sehingga, izin ini keluar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Cita-cita kami menjadi universitas yang bermanfaat terhadap pembangunan daerah dan nasional sehingga dibutuhkan banyak dukungan baik itu dari pemerintah dan stake holder,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/8).
Atas capaian penggabungan sekolah tinggi tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah l (Dikti I) Prof Dian Armanto mengucapkan selamat kepada Ketua Yayasan dan Civitas Akademika Universitas Labuhanbatu yang berhasil dalam penyatuan dan berharap ULB menjadi universitas unggul setidaknya tingkat Sumatera Utara, Nasional dan Internasional.

IT Audit Trail

IT Audit Trail

IT Audit Trail

Kita akan lebih mengenal tentang apakah IT Audit Trail itu. Karena dalam dunia informasi sekarang ini, sangat dibutuhkan sekali Audit yang berhubungan dengan IT.

Jejak audit atau log audit adalah urutan kronologis catatan audit, yang masing-masing berisi bukti langsung berkaitan dengan apa yang dihasilkan dari pelaksanaan suatu proses bisnis dan fungsi system.
Audit biasanya berasal dari kegiatan seperti transaksi atau komunikasi oleh individu, sistem, rekening atau badan lainnya.
Definisi audit trail adalah sebagai penunjuk catatan yang telah mengakses sistem operasi komputer dan apa yang dia telah dilakukan selama periode waktu tertentu, dalam telekomunikasi. Istilah ini berarti sebuah catatan baik akses selesai berusaha dan jasa, atau data membentuk suatu alur yang logis dan menghubungkan urutan peristiwa. Digunakan untuk melacak suatu transaksi yang telah dipengaruhi oleh isi record, dalam informasi atau keamanan komunikasi. Audit informasi berarti catatan kronologis kegiatan sistem untuk memungkinkan rekonstruksi dan pemeriksaan dari urutan peristiwa atau perubahan dalam suatu acara, dalam penelitian keperawatan. Mengacu pada tindakan mempertahankan log berjalan atau jurnal dari keputusan yang berkaitan dengan sebuah proyek penelitian, sehingga membuat jelas langkah-langkah yang diambil dan perubahan yang dibuat pada protokol asli.
Dalam akuntansi, mengacu pada dokumentasi transaksi rinci mendukung entri ringkasan buku. Dokumentasi ini mungkin pada catatan kertas atau elektronik, proses yang menciptakan jejak audit harus selalu berjalan dalam mode istimewa. Sehingga dapat mengakses dan mengawasi semua tindakan dari semua pengguna, dan user normal tidak bisa berhenti atau mengubahnya. Selanjutnya, untuk alasan yang sama. Berkas jejak atau tabel database dengan jejak tidak boleh diakses oleh pengguna normal, dalam apa yang berhubungan dengan audit trail. Itu juga sangat penting untuk mempertimbangkan isu-isu tanggung jawab dari jejak audit Anda, sebanyak dalam kasus sengketa. Jejak audit ini dapat dijadikan sebagai bukti atas kejadian beberapa, perangkat lunak ini dapat beroperasi dengan kontrol tertutup dilingkarkan. Sebuah sistem tertutup seperti yang disyaratkan oleh banyak perusahaan ketika menggunakan sistem Audit Trail, audit merupakan “sesuatu” yang dapat menyimpan data history dari kegiatan CRUD (create, retrieve, update, delete) yang dilakukan oleh user saat menggunakan aplikasi. Data yang disimpan adalah 4W :
• Who : user mana yang melakukan aksi.
• What data : table dan record mana yang menjadi “korban” dari aksi tersebut.
• What happened : aksi apa yang dilakukan, create kah? retrieve kah? update kah? atau delete?
• When : kapan aksi tersebut dilakuan.
{Media Penyimpanan}
Kejadian tersebut mesti disimpan pada media yang gampang digunakan, sebagai contoh dengan memanfaatkan tabel pada database. Kira-kira akan seperti ini struktur tabel yang akan digunakan untuk menyimpan data Audit Trails ini.

Baca Juga :

MSI (Method Of Sucessive Interval)

MSI (Method Of Sucessive Interval)

MSI (Method Of Sucessive Interval)

Karena skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ordinal, maka diubah dari skala ordinal menjadi skala interval yang langkahnya :
a. Perhatikan (f) responden (banyaknya responden yang memberikan respons yang ada).
b. Bagi setiap bilangan pada (f) oleh (n), sehingga diperoleh proporsi.
c. Jumlahkan (p)secara berurutan setiap respons dan keluar (pk).
d. Proporsi kumulatif (pk) dianggap mengikuti distribusi normal baku.
e. Hitung SV (Scale Value = nilai skala).
f. SV (Scale Value) yang nilainya terkecil (harga negatif yang terbesar) diubah menjadi satu (1).
Hasil MSI lihat di lampiran, di mana hasil dari keduanya dipisahkan menjadi variabel X dan Y. Di mana skor variabel X dan Y dicari korelasinya menggunakan analisis korelasi sederhana pearson, dengan tabel penolong (MSI), hasil korelasinya yaitu 0,597.
Korelasi Sederhana Dan Koefisien
Determinasi
Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan koefisien korelasi person di mana hasil dari jawaban responden variabel X dan variabel Y dicari skornya, kemudian dikorelasikan yang hasilnya adalah Di mana 0,591 nantinya dimasukkan pada statistik uji hipotesis. Maka untuk menentukan keeratan hubungan kedua variabel bisa menggunakan kriteria Guilford. Dari hasil koefisien korelasi person di atas, dapat diketahui bahwa nilai korelasi Peranan Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer dan Penyajian Financial Report sebesar 0,591. Nilai 0,591 artinya antara korelasi Peranan Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer mempunyai peranan dalam Penyajian Laporan Keuangan, di mana apabila semakin baiknya suatu Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer semakin baik juga dalam penyajian Laporan Keuangan. Hubungan ini menurut aturan Guilford menunjukkan hubungan yang cukup.Setelah diketahui koefisien Korelasi Pearson dengan variabel X dan variabel Y, selanjutnya kita uji lagi dengan koefisien determinasi. Koefisien determinasi adalah kuadrat koefisien korelasi yang menyatakan besarnya persentase perubahan Y yang bisa diterangkan oleh X melalui hubungan Y dengan X, di mana perhitungannya sebagai berikut:
Dengan koefisien determinasinya adalah 59,1% hal ini menjelaskan bahwa Peranan Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer adalah sebesar 59,1% dan sisanya, yaitu 100% – 59,1% = 40,9% dijelaskan oleh variabel lain, misalnya terjadi kerusakan pada sistem informasi (BOSS) dan pemakai (user) tidak dapat memperbaikinya, sehingga terjadi keterlambatan dalam penyajian informasi Laporan Keuangan.

Sumber : https://pesantrenkilat.id/

Audit Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi

Audit Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi

Audit Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi
Audit Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi

Pengertian Audit menurut Arens, et al. (2003) yang diterjemahkan oleh Kanto Santoso, Setiawan dan Tumbur Pasaribu : ”Audit adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti tentang informasi ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian info rmasi ekonomi tersebut dengan kriteria- kriteria yang telah ditetapkan, dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut”.
Sistem Informasi Definisi sistem informasi menurut Ali Masjono Mukhtar, adalah: ”Suatu pengorganisasian peralatan untuk mengumpulkan, menginp ut, memproses, menyimpan, mengatur, mengontrol, dan mela- porkan informasi untuk pencapaian tujuan perusahaan.”
Komputerisasi
Komputerisasi yang berasal dari kata komputer (Computer) diambil dari bahasa latin ”Computare” yang berarti menghitung (to compute atau reckon). Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan dimemori (stored program). Komputerisasi merupakan aktivitas yang berbasis pada komputer (Computer Based System).
Akuntansi
Akuntansi (Accounting) menurut (Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso, Paul D. Kimmel, 1999): “Accounting is process of three activities : identifying, recording and communicating the economic events of an organization (business or non business) to interested users of the information.”
Karakteristik sistem informasi komputerisasi akuntansi terdiri dari :
1. Akuntansi yang berbasis pada sistem informasi komputerisasi akuntansi dapat menghasilkan buku besar yang berfungsi sebagai gudang data (data warehouse). Di mana seluruh data yang tercantum dalam dokumen sumber dicatat dengan transaction processing software ke dalam general ledger yang diselenggarakan dalam bentuk shared data base sehingga dapat diakses oleh personel atau pihak luar yang diberi wewenang.
2. Pemakai informasi akuntansi dapat memanfaatkan informasi akuntansi dengan akses secara langsung ke shared data base.
3. Sistem informasi komputerisasi akuntansi dapat menghasilkan informasi dan laporan keuangan multi dimensi.
4. Sistem informasi komputerisasi akuntansi sangat mengandalkan pada berfungsinya kapabilitas perangkat keras dan perangkat lunak.
5. Jejak audit pada sistem informasi komp uterisasi akuntansi menjadi tidak terlihat dan rentan terhadap akses tanpa izin.
6. Sistem informasi komputerisasi akuntansi dapat mengurangi keterlibatan manusia, menuntut pengintegrasian fungsi, serta menghilangkan sistem otorisasi tradisional.
7. Sistem informasi komputerisasi akuntansi mengubah kekeliruan yang bersifat acak ke kekeliruan yang bersistem namun juga dapat menimbulkan risiko kehilangan data.
8. Sistem informasi komputerisasi akuntansi menuntut pekerja pengetahuan (knowledge worker) dalam pekerjaannya.
Tujuan audit sistem in formasi komputerisasi akuntansi adalah untuk mereview dan mengevaluasi pengawasan internal yang digunakan untuk menjaga keamanan dan memeriksa tingkat kepercayaan sistem informasi serta mereview operasional sistem aplikasi akuntansi yang digunakan.
Pengolahan informasi dalam penyajianFinancial Report semakin banyakdipergunakan sebagai alat bantu dalam menyajikan informasi yang relevan. Hal ini dapat diketahui sejak dikenalkan dan digunakannya peralatan komputer dalam bidang komersial kira-kira 20 tahun yang lalu, hingga hampir seluruh aktivitas pemrosesan data dan Informasi Keuangan dalam suatu Perusahaan, Perusahaan dan Instansi Pemerintah dari pencatatan transaksi, penggolongan, perekaman data, perhitungan sampai pada Financial Report dilakukan dengan menggunakan peralatan komputer. Dengan kemajuan teknologi di dunia usaha yang terus menerus, Sistem Informasi Akuntansi yang dikerjakan secara manual sekarang dapat dilakukan dengan bantuan komputer yaitu Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer.
Proses dalam akuntansi secara manual dan berbasis komputer tidak jauh beda, yang membedakan dalam Sistem Informasi berbasis komputer dapat dilakukan dengan sekali entry (input) data atau transaksi saja, hal ini dalam buku besar akan berubah dan secara langsung dapat merubah Financial Report juga. Sering kali pegawai yang menangani pemrosesan pertama dalam input data pada transaksi-transaksi tidak pernah melihat hasil akhirnya, ini dapat memungkinkan adanya kekeliruan dalam Sistem Informasi Akuntansi. Hal ini disebabkan adanya suatu anggapan bahwa informasi hasil keluaran computer selalu benar, maka dalam input data (entry data) diperlukan suatu pengawasan atau pengendalian.
Tidak hanya entry data saja dalam proses dan hasil output berupa Informasi Akuntansi harus adanya suatu pengendalian atau pengawasan sehingga dapat memberikan informasi yang benar-benar dapat dipergunakan oleh pihak manajemen atau pihak lainnya.
Bidang Teknik manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan untuk membuat suatu strategi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dan juga untuk membuat suatu rencana bagi perusahaan di masa yang akan datang, informasi Financial Report juga merupakan informasi bagi pihak ekstern/luar perusahaan (pemegang saham, investor dan lain-lain). Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer dapat memberikan masukan mengenai baik buruknya suatu Sistem Informasi Akuntansi, mulai dari input data, proses dan outputnya.
Di mana suatu informasi mempunyai karakteristik sebagai berikut: relevan, tepat waktu, akurat, lengkap dan merupakan rangkuman. Dengan dukungan Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer dapat memberikan masukan terhadap suatu perusahaan dengan daya saji informasi Financial Report yang sesuai dengan karakteristik tadi dan dapat mengetahui kemungkinan adanya salah saji informasi.

Sumber :https://obatwasirambeien.id/

Dikritik Menkeu, Mendikbud Akui Anggaran Pendidikan Belum Tepat Sasaran

Dikritik Menkeu, Mendikbud Akui Anggaran Pendidikan Belum Tepat Sasaran

Dikritik Menkeu, Mendikbud Akui Anggaran Pendidikan Belum Tepat Sasaran
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengklaim sudah menggelar pertemuan dengan Kementerian Keuangan untuk membahas soal anggaran pendidikan. Bahkan kata dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani memimpin langsung pertemuan yang membahas soal anggaran.
Dalam pertemuan tersebut, dirinya ikut merapikan struktur anggaran pendidikan agar tepat sasaran dan tidak salah pemanfaatannya.

“Iya sudah dua kali kami bertemu dengan Kementerian Keuangan, dipimpin

langsung Menteri Keuangan. Saya mendampingi untuk merapikan struktur anggaran pendidikan, agar betul-betul tepat sasaran dan tidak salah guna. Artinya tidak salah pemanfaatannya.
Mudah-mudahan tahun depan sudah dirapihkan,” ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8).
Pernyataan itu disampaikan Muhadjir menyusul sindiran Sri Mulyani yang menyebut kualitas pendidikan di yang masih rendah. Padahal anggaran sektor pendidikan sudah tinggi dibandingkan sektor lainnya.

Terkait apa penyebab rendanya kualitas pendidikan, Muhadjir enggan

menjelaskan secara detail. Kata dia, soal penyebab anggaran yang belum tepat sasaran itu sudah dibicarakan pada Menteri Keuangan.
“Banyak itu (penyebabnya), makanya ini sedang kita bicarakan dengan Menteri Keuangan,” ucap dia.
Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani menyindir kualitas pendidikan yang masih rendah. Padahal anggaran sektor pendidikan sudah tinggi dibandingkan sektor lainnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, anggaran untuk

sektor pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau sebesar Rp 492 triliun pada tahun 2019.
“Karena sekarang hampir 10 tahun adopsi 20 persen anggaran pendidikan APBN. Tapi hasilnya tidak sebesar di Vietnam,” ujar Sri Mulyani dalam sebuah diskusi, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8).

Peringatan HAN, Ortu Diminta Perhatikan Anak

Peringatan HAN, Ortu Diminta Perhatikan Anak

Peringatan HAN, Ortu Diminta Perhatikan Anak

Dinas Pendidikan Kota Palembang menggelar peringatan Hari Anak Nasional

(HAN) 2019, Rabu (24/7) di OPI Mall Jakabaring. Acara dihadiri ratusan anak-anak dari TK dan PAUD se-Kota Palembang.
Kepala Dinas Pendidikan Palembang H Ahmad Zulinto melalui Kabid PAUD Ismi Mulyati didampingi Kasi Kesiswaan Nove Tresmerdiana mengatakan bahwa peringatan HAN ini sebagai upaya mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kami menghimbau kepada orang tua dan guru di sekolah, untuk terus

memperhatikan perkembangan anak-anak, tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, namun juga harus dibekali budi pekerti dan kesehatan yang baik,” kata Ismi dida.

Dia berharap keluarga di Palembang dapat mendukung dan berperan aktif

dalam memenuhi hak anak serta memberikan perlindungan khusus, agar semua anak-anak menjadi GENIUS, yaitu Gesit, Empati, Berani, Religius dan Sehat.

 

Baca Juga :