masyarakat inca tidak bermukim di tepi laut karena

masyarakat inca tidak bermukim di tepi laut karena Kebudayaan Peru Kuno Peradaban di dataran pegunungan Andes yang terbentang sepanjang Amerika Selatan terdiri dari berbagai budaya yang berkembang dari dataran tinggi Colombia hingga gunung Atacama. Kebudayaan yang paling menonjol adalah kebudayaan Peru Kuno dan kebudayaan lainnya di sekitar Peru, seperti Tiahuanaco di Bolovia. Di lembah ayacucho, … Read more masyarakat inca tidak bermukim di tepi laut karena


Cara Budidaya Ikan Lele di Lahan Sempit

budidaya sangkuriang di kolam terpal

Cara Budidaya Ikan Lele di Lahan Sempit Cara Budidaya Ikan Lele di Lahan Sempit – Untuk seseorang yang giat dalam bekerja, mempunyai sarana sedikit bukanlah suatu permasalahan untuk cetak pendapatan. Banyak langkah yang dapat dikerjakan untuk jadi seorang yang semakin maju walau dengan lahan terbatas, umpamanya saja dengan jadi peternak lele. Cara budidaya ikan lele di … Read more Cara Budidaya Ikan Lele di Lahan Sempit


Cara Ternak Ikan Arwana Yang Benar Agara Meraup Rupiah

cara ternak ikan arwana merah

Cara Ternak Ikan Arwana Yang Benar Agara Meraup Rupiah Cara Ternak Ikan Arwana – Arwana yaitu satu diantara demikian banyak ikan hias yang kerap dipelihara oleh orang kaya. Lantaran arwana ini adalah satu diantara ikan yang mempunyai nilai yang cukup tinggi di pasaran. Ternak ikan arwana sedikit berlainan dengan ikan yang lain, lantaran relatif mahal serta … Read more Cara Ternak Ikan Arwana Yang Benar Agara Meraup Rupiah


Cara Budidaya Ikan Cupang Hias Yang Indah

cara budidaya ikan cupang cantik

Cara Budidaya Ikan Cupang Hias Yang Indah Cara Budidaya Ikan Cupang Hias – Ikan cupang yaitu satu diantara model ikan hias yang mempunyai bentuk yang indah. Karna bentuk ikan cupang memanglah cukup indah dengan warna yang bermacam serta sirip yang beragam rupa bikin ikan ini banyak jadikan hiasan dalam akuarium. Tidak cuma jadikan ikan hias, ikan … Read more Cara Budidaya Ikan Cupang Hias Yang Indah


biografi ibnu khaldun

PENERAPAN POLITIK ISLAM PADA ERA MODERN PERSPEKTIF IBN KHALDUN Awal perjalanan Ibn Khaldun didunia politik Nama lengkap Ibn Khaldun adalah Wali al-Din ‘Abd.al-Rahman ibn Muhammad ibn Abi Bakr Muhammad Al-Hasan ibn Khaldun, beliau lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 723 H (7 Mei 1332 M) dan wafat pada tanggal 19 Maret 1406 M. Ia … Read more biografi ibnu khaldun


awal kerasulan nabi muhammad

Hubungan Kerosulan Nabi Muhammad Dan HAM Dalam pembahasan kita tentang HAM dalam diskursus klasik Islam sejak dari Piagam Madinah, Khutbah Haji Wada’, Mâqashid Sharî’ah/Dharûriyyât Khamsah dapat dilihat kesesuaian antara prinsip-prinsip HAM dalam Islam dan dalam DUHAM. Tercatat ada beberapa hak asasi manusia yang penyebutan selalu ada pada ketiga dokumen di atas, yaitu hak hidup atau … Read more awal kerasulan nabi muhammad


jelaskan tentang misi nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam

Membangun Manusia yang Mulia dan Bermanfaat. Nabi Muhammad saw. mengajarkan tentang persamaan derajat manusia. Nabi Muhammad saw. jugamengajarkan agar penyelesaianmasalah tidak boleh dilakukan dengan cara kekerasan, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang damai dan beradab. Hal ini tercermin dalam tindakan Nabi Muhammad Saw. ketika mendamaikan masyarakat Mekah saat akan meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. Nabi … Read more jelaskan tentang misi nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam


PARAMETER KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN 

PARAMETER KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN 1) Parameter Fisik a) Particulate Matter Debu partikulat merupakan salah satu polutan  yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara ( suspended particulate matter/spm) dengan ukuran satu mikron samapai dengan 500 mikron.Dalam kasus pecemaran udara baik dalam maupun di ruang gedung (indor dan outdoor pollutan) debu sering dijadikan salah satu indikator pencemaran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat bahaya baik terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.Partikel debu akan ada di udara dalam waktu yang relatif lama dengan keadaan melayang-layang di udara kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan.Selain dapat  membahayakan terhadap kesehatan juga dapat menggangu daya tembus pandang mata dan dapat mengadakan berbagai reaksi kimia sehingga komposisi debu di udara menjadi partikel yang sangat rumit karena merupakan campuran dari berbagai bahan dengan ukuran dan bentuk yang relatif berbeda.(Pudjiastuti al.1998; Farmer 1997) b) Suhu Definisi suhu yang nyaman (thermal comfort) menurut ASHRAE adalah suatu kondisi yang dirasakan dan menunjukkan kepuasam terhadap suhu yang ada di lingkungan.Untuk pekerja kantor dimana  pekerjaan yang berulang-ulang selama beberapa jam,aktivitas personal,pakaian,tingkat kebugaran,dan pergerakan  udara merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap persepsi seseorang terhadap kenyamanan suhu.Sedangkan kelembapan aktif juga turut  berpengaruh terhadap suhu dimana kelembaban yang rendah akan membuat suhu semakin dingin dan begitu juga sebaliknya.(BiNardi 2003) Hasil dar Northen European Studies bahwa ada hubungan antara peningkatan temperatur sekitar 230c,kepadatan penghuni dan ventilasi terhadap gejala-gejala ketidak nyamanan dalam ruangan.Menurut Kepmenkes No.1405 tahun 2002,agar ruang kerja perkantoran memenuhi persyaratan ,bila suhu > 280c perlu menggunakan alat penetralan udara seperti Air Conditioner (AC),kipas angin.Bila suhu udara luar <180c perlu menggunakan alat pemanasan ruang.


Desain dan Pengoperasian Sistem HVAC

Desain dan Pengoperasian Sistem HVAC Sistem HVAC merupakan sistem alat yang bekerja untuk menghangatkan, mengdinginkan, dan mensirkulasi udara pada suatu banguan yang terdiri dari boiler  atau  furnace, coolling tower, chilling, air handling unit (AHU), exhaust fan, ductwork, steam, filter, fans (supply udara, make up-air, exhaust ruangan), dampers, room air diffuser, dan return air grills. Komponen sistem HVAC pada umumnya terdiri dari pemasukan udara dari luar ruangan, pencampuran air plenum dengan kontrol udara outdoor, penyaringan udara, pemanasan dan gulungan pendingin, proses pelembaban dan tau pengurangan kelembaban. Berdasarkan Building Code of Australia (2005( dan EPA (1991), suatu desain dan sistem HVAC berfungsi untuk : 1) Memenuhi kebutuhan thermal compfort Sejumlah variabel seperti tingkat aktifitas, pemerataan suhu, peningkatan atau pengurangan panas radiasi, dan kelembaban dapat berinteraksi dan mempengaruhi kenyamanan para pengguan gedung akan suhu udara indoor. Faktor individu yang juga terlibat dalam pemerimaan thermal compfort atau kenyamanan termal antara lain tingkat usia, aktifitas, dan fisiologi dari masing – masing orang. 2) Memenuhi kebutuhan pengguna gedung Sebagian besar Air Handling Unit (AHU) bekerja untuk mendistribusikan campuran udara luar dengan udara dalam ruangan yang diresirkulasi. Ada juga sistem HVAC yang menggunakan 100% udara luar atau hanya mensirkulasikan udara dalam ruangan saja. Kenyamanan thermal dan kebutuhan ventilasi dicapai dengan mensuplai udara yang telah dikondisikan (campuran udara luar dengan udara yang telah diresirkulasikan dari dalam ruangan yang telah di saring, dipanaskan atau didinginkan, atau terkadang dilembabkan serta dikurangi kelembabannya) 3) Mengisolasi serta memindahkan bau serta kontaminan Salah satu teknik pengendalian bau dan kontaminan adalah dengan teknik dilusi, yaitu mengencerkan idara terkontminasi tersebuut dengan udara yang berasal dari luar ruangan. Dilusi dapat efektif bila terdapat aliran suplai udara konsisten dan cukup untuk mencampur dengan udara dalam ruangan. Sumber : https://desaingrafis.co.id/


DEFINISI UDARA DALAM RUAGAN

DEFINISI UDARA DALAM RUAGAN Menurut NHMRC (1989,1993), udara dalam ruangan adalalah udara didalam area kerja dimana orang menghabiskan waktu selama 1 hari atau lebih dan bukan merupakan gedung industri. Yang termasuk area tersebut antara lain tempat penghuni (rumah(, kantor, rumag dan rumah sakit. Sedangkan pengertian kualitas udara dalam ruangan menurut EPA (1991) adalah hasil interaksi antara tempat, suhu, sistem gedung (baik desain asi maupun modifikasi terhadap struktur dan sistem mekanik), teknik kontruksi, sumber kontaminan (material, peralatan gedung serta sumber dari luar) dan pekerja. B.ELEMEN – ELEMEN YANG MEMPENGARUHI KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN Terdapat empat elemen yang mempengaruhi kualitas dalam ruangan menurut EPA & NIOSH (1991) dan Pudjiastuti (1998) yaitu sumber kontaminan udara dalam ruangan sistem HVAC (fungsi sistem HVAC dalam mengendalikan kontaminan udara dan kenyamanan thermal pengguna gedung), jalur kontaminan, dan pengguna gedung (keaneragaman penghuni bangunan). 1. Sumber Kontaminan Udara Dalam Ruangan Berikut adalah beberapa  sumber kontaminan dalam udara menurut EPA (1991) : a. Sumber dari luar bangunan yang terdiri dari : 1) Udara luar bangunan yang terkontaminasi debu, spons jamur, kontaminasi industri dan gas buangan kendaraan. 2) Emisi dari sumber di sekitar bangunan seperti gas buangan dari kendaraan pada area sekitar atau area parkir, temapt bingkar muat barang, bau dari tempat pembuangan sampah, udara buangan yang berasal dari gedung itu senduru atau gedung sebelahnya yang dimasukkan kembali, kotoran disekitar intake  udara luar bangunan. 3) Soil gas seperti radon, kebocoran gas dari bahan yang disimpan di bawah tanah, kontaminan yang berasal dari penggunaan lahan sebelumnya dan pestisida. 4) Kelembaban atau rembesan air yang memicu perkembangan mikroba. b. Peralatan, yang terdiri dari : 1) Peralatan HVAC seperti debu atau kotoran pada saluran atau komponen lain, pertumbuhan mikroba pada humidifier, saluran, coil, penggunaan biosida, penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai ketentuan, sistem ventilasi yang kurang baik, alat pendingin (refrigerator) yang bocor. Sumber : https://businessnews.id/