Samsung Galaxy S8 Gunakan Sensor Kamera Sony IMX333?

Samsung Galaxy S8 Gunakan Sensor Kamera Sony IMX333?

Samsung Galaxy S8 Gunakan Sensor Kamera Sony IMX333

Pada 29 Maret besok Samsung akan memperkenalkan duo flagship Galaxy S8

dan S8+. Namun sampai saat ini spesifikasi kameranya belum terungkap secara keseluruhan. Kita hanya mengetahui smartphone ini dibekali kamera utama tunggal beresolusi 12 MP.

Namun rumor yang dilansir dari GSMArena menyebutkan dua smartphone

flagship Samsung terbaru tersebut menggunakan sensor kamera Sony IMX333, sensor kamera yang bahkan informasinya belum ada di dalam website Sony. Sayangnya rumor tersebut tidak menjelaskan lebih jauh mengenai sensor kamera terbaru Sony ini.

Selanjutnya Galaxy S8 dan S8+ dikabarkan akan mengusung fitur Quick

Launch yang memungkinkan Anda untuk membuka kamera dengan cepat. Cukup dengan menekan tombol home dua kali maka kamera akan langsung terbuka.

 

sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/12373-pengertian-struktur-dan-ciri-bakteri-yang-benar

Inilah Skor Geekbench OnePlus 7 Pro Versi RAM 12 GB

Inilah Skor Geekbench OnePlus 7 Pro Versi RAM 12 GB

Inilah Skor Geekbench OnePlus 7 Pro Versi RAM 12 GB

 

Inilah Skor Geekbench OnePlus 7 Pro Versi RAM 12 GB
Inilah Skor Geekbench OnePlus 7 Pro Versi RAM 12 GB

OnePlus 7 Pro dijadwalkan akan resmi datang bersama OnePlus varian “standar” pada tanggal 14 Mei 2019. Menariknya, OnePlus 7 Pro baru-baru ini telah nongol di platform benchmarking Geekbench. Terungkap, smartphone unggulan OnePlus ini akan dibekali RAM 12 GB.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa nomor model GM1917, GM1915, GM1913 dan GM1911 adalah kepunyaan OnePlus 7 Pro. Nah! GM1917 telah muncul di Geekbench untuk mengungkap beberapa spesifikasi kunci dari smartphone tersebut.

Geekbench juga mencatat, smartphone ini akan dipacu oleh platform mobile 7

nanometer, Snapdragon 855. Ya! SoC yang disematkan oleh OnePlus ke dalam smartphone ini terbaca di dalam situs benchmarking Geekbench dengan kode “msmnile”.

Selain itu, OnePlus 7 Pro juga akan berjalan dengan sistem operasi Android 9 alias Pie. Dalam pengujian Single-core, OnePlus 7 Pro mencetak skor 3.551 poin, sementara dalam pengujian Multi-core skor yang dihasilkan mencapai 11.012 poin.

Berbicara soal spesifikasi, bocoran sebelumnya menyebutkan bahwa OnePlus

7 Pro dengan dukungan RAM 12 GB akan memiliki internal storage berkapasitas 256 GB. Diperkirakan, OnePlus 7 Pro juga akan punya varian RAM 6 GB + ROM 128 GB dan RAM 8 GB + ROM 256 GB.

OnePlus 7 Pro sendiri diperkirakan akan dsatang dengan layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci. Smartphone ini akan menawarkan resolusi Quad HD+ dengan aspek rasio 19,5:9. Hal menarik lainnya, smartphone ini juga akan datang dengan dukungan fingerprint under display.

OnePlus 7 Pro juga akan jadi smartphone pertama milik OnePlus yang punya

tiga kamera belakang. Konfigurasinya adalah lensa utama 48 MP dengan aperture f/1.6 ditambah EIS dan OIS, lensa telefoto 8 MP dengan aperture f/2.4 plus 3x optical zoom serta lensa sudut lebar 16 MP 117 derajat.

Baca Juga:

 

 

 

Huawei Garap Y9 Prime 2019 dengan Setup Kamera Menarik

Huawei Garap Y9 Prime 2019 dengan Setup Kamera Menarik

Huawei Garap Y9 Prime 2019 dengan Setup Kamera Menarik

 

Huawei Garap Y9 Prime 2019 dengan Setup Kamera Menarik
Huawei Garap Y9 Prime 2019 dengan Setup Kamera Menarik

Beberapa hari lalu muncul rumor yang menyebutkan bahwa Huawei sedang

sibuk menggarap Huawei P Smart Z. Ya! Disebut-sebut smartphone ini akan datang dengan dukungan kamera depan model pop-up, mirip dengan milik Vivo V15 Pro dan OPPO F11 Pro.

Meski begitu, Huawei P Smart Z bukanlan smartphone terakhir dari Huawei yang datang dengan kamera depan bisa naik-turun. Rumor terbaru yang tak kalah menarik, Huawei juga akan memproduksi Huawei Y9 Prime 2019 dengan kamera depan model pop-up.

Tidak hanya itu, Huawei Y9 Prime 2019 juga akan tiba dengan dukungan tiga kamera belakang. Hal ini terungkap dari bocoran poster yang muncul di salah satu toko di Cina. Menariknya poster tersebut juga memperlihatkan gambar smartphone dari Hauwei Y9 Prime 2019.

Tampak jelas, Huawei Y9 Prime 2019 memiliki desain yang mirip dengan Huawei P Smart Z. Bocoran sebelumnya juga memperlihatkan hands-on Huawei P Smart Z yang memiliki dukungan tiga kamera dan ditempatkan di sudut kiri atas secara vertikal.

Berbicara mengenai jeroannya, beberapa sumber menyebutkan bahwa

Huawei Y9 Prime 2019 memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan P Smart Z. Beberapa foto yang diperlihatkan juga menunjukkan bahwa Huawei P Smart Z memiliki warna dual-tone yang sama di bagian belakang.

Diperkirakan Huawei Y9 Prime 2019 akan dikemas dengan layar berukuran 6,59 inci dan memiliki resolusi FullHD+. Rasio screen-to-body smartphone ini diperkirakan mencapai 91,006 persen. Ada Kirin 710F di dalam smartphone ini yang dipadukan dengan RAM 4 GB dan internal storage 128 GB.

Kamera depannya diperkirakan memiliki sensor 16 MP dengan aperture f/2.2. Sementara tiga kamera di bagian belakang memiliki konfigurasi 16 MP f/1.8 sebagai sensor utama, 8 MP f/2.4 sebagai sensor sekunder dengan lensa ultra-wide dan 2 MP f/2.4 sebagai lensa kedalaman.

Seperti yang telah disebutkan, kamera belakang diatur secara vertikal di

sebelah kiri dengan dua sensor berbagi rumah yang sama, sementara sensor ketiga ditempatkan secara terpisah. Smartphone ini juga dilengkapi dengan pemindai sidik jari yang ditempatkan di bagian belakang perangkat.

Sumber:

https://www.quibblo.com/story/Dc4I-Vs5/Card-Thief-Apk

OPPO Rilis OPPO F11 Jewelry White, Apa Menariknya?

OPPO Rilis OPPO F11 Jewelry White, Apa Menariknya

OPPO Rilis OPPO F11 Jewelry White, Apa Menariknya?

 

OPPO Rilis OPPO F11 Jewelry White, Apa Menariknya
OPPO Rilis OPPO F11 Jewelry White, Apa Menariknya

OPPO diawal bulan ramadan ini membuat kejutan di pasar Indonesia. Pabrikan

smartphone asal Cina tersebut kembali memperkaya lini OPPO F11 yang dimilikinya dengan menghadirkan edisi spesial Jewelry White yang dibundling secara khusus.

Edisi khusus OPPO F11 Jewelry White hadir dengan pilihan warna eksklusif yang terinpirasi dari alam, yakni memadukan keanggunan mutiara dan kemewahan yang terpancar dari batu permata. Smartphone ini pun datang dengan bundling Instax SP-2 dan Macaron Film.

“Kolaborasi antara OPPO dan Instax menawarkan momen ramadan yang lebih bermakna. Konsumen kini dapat mengabadikan keceriaan ramadan dengan menggunakan OPPO F11 Jewelry White Exclusive Bundling Package,” ujar Aryo Meidianto Aji, PR Manager OPPO Indonesia.

Nantinya setiap pembelian OPPO & Instax F11 Jewelry White Exclusive Bundling konsumen akan mendapatkan 1 unit Instax SHARE SP-2 dan Instax Mini Macaron Film sebanyak 10 pcs. Smartphone ini dijual seharga Rp 4.499.000 dan mulai bisa dibeli pada tanggal 8 Mei 2019 lewat Blibli.com.

Instax SHARE SP-2 sendiri merupakan mini printer khusus yang dapat mencetak foto jika terkoneksi dengan smartphone. Sementara itu, Instax Mini Macaron Film merupakan kertas foto khusus Instax yang dapat membuat hasil cetak tampil semakin menarik.

OPPO F11 merupakan perangkat smartphone yang mendapat sambutan baik

dari konsumen, terutama berkat kehadiran kapasitas penyimpanan internal besar 128 GB yang dibawa perangkat ini. Tentunya kapasitas besar ini hadir untuk mengakomodir kemampuan kamera utama 48 MP.

Selain itu, OPPO F11 juga menjadi pilihan terbaik untuk penyuka fotografi smartphone. Hal ini karena kemampuan OPPO F11 dalam mengambil gambar pada malam hari atau kondisi kurang cahaya alias low-light melalui fitur Ultra Night Mode.

Masih dari sisi fotografi, perangkat ini juga memiliki fitur portrait mode yang

dapat membuat foto tampil lebih menarik. Selain itu, ada juga fitur dazzle color mode yang menghasil gambar dengan warna yang lebih tajam. OPPO F11 datang dengan layar berukuran 6,53 yang dipercantik dengan poni waterdrop.

Sumber:

https://www.quibblo.com/story/Dc4i-vcG/Steel-And-Flesh-Apk

Dibanderol Rp21 Juta, ASUS ROG STRIX GL753 Diklaim yang Terbaik di Kelasnya

Dibanderol Rp21 Juta, ASUS ROG STRIX GL753 Diklaim yang Terbaik di Kelasnya

Dibanderol Rp21 Juta, ASUS ROG STRIX GL753 Diklaim yang Terbaik di Kelasnya

 

ASUS resmi memperkenalkan penerus ROG STRIX GL553VE dengan merilis

seri GL753VE. Banyak peningkatan yang dibawa oleh generasi terbaru notebook gaming ini. Salah satu yang paling mencolok sudah terlihat dari kode serinya, yaitu peningkatan lebar layar.

ASUS ROG STRIX GL753VE ini membawa layar 17,3 inci dengan wide view

panel dan fitur anti glare. Selain layar lebih luas, notebook gaming ROG tersebut juga dilengkapi dengan kapasitas storage lebih lega, yaitu 2 TB. Tentunya dengan storage lebih luas ini, gamer dapat menyimpan dan menginstall berbagai macam game tanpa harus khawatir kekurangan storage.

Untuk isi jeroannya Asus ROG STRIX GL753VE telah dilengkapi dengan

prosesor intel generasi ke-7 Kaby Lake i7-7700HQ dan graphics card terbaru NVIDIA Pascal GTX 1050Ti. RAM yang dimilikinya mencapai 16 GB DDR4 dan masih dapat ditambah hingga 32 GB. Untuk storagenya ternyata tidak hanya 2 TB saja, masih ada yang digunakan untuk sistem, yakni SSD 256 GB.

 

Baca Juga :

Samsung Borong Chipset Snapdragon 845 Untuk Galaxy S9

Samsung Borong Chipset Snapdragon 845 Untuk Galaxy S9

Samsung Borong Chipset Snapdragon 845 Untuk Galaxy S9

Seperti yang kita ketahui sang kreator chipset yakni Qualcomm telah menjalin hubungan kerja sama atau kemitraan dengan sejumlah produsen smartphone dunia, termasuk dengan Samsung. Ya, Meski telah mampu menciptakan chipset sendiri, hingga saat ini produsen asal Korea Selatan itu masih mengandalkan kinerja Chipset buatan Qualcomm khusus untuk kawasan Amerika dan China.

Senada dengan hal itu, kabarnya Samsung akan memborong chipset terbaru buatan Qualcomm, Snapdragon 845. Chipset terbaru ini dilaporkan akan menjadi otak dari Samsung Galaxy S9 yang diprediksi bakal rilis awal tahun 2018 mendatang.

Kebiasaan Samsung memborong habis chipset racikan Qualcomm bukanlah

cerita baru. Tahun lalu, Samsung juga membeli habis Chipset 835 untuk Samsung Galaxy S8, sampai-sampai LG G6 harus merana karena tak kebagian stock chipset Snapdragon 835, sehingga mau tak mau LG G6 harus menggunakan Snapdragon 821 yakni chipset keluaran tahun 2016. Harus diakui Samsung memang selangkah lebih maju dibanding vendor lainnya.

Samsung Galaxy S9 sendiri digosipkan bakal rilis lebih awal dari biasanya, prediksi menyebutkan bahwa Galaxy S9 akan dirilis pada bulan Februari tahun 2018. Sejumlah sumber juga menyebutkan Galaxy S9 akan menjadi smartphone perdana pengguna chipset 845.

Namun kabar ini sempat menimbulkan pro dan kontra, sebab banyak yang

berspekulasi Xiaomi Mi 7 lah yang lebih dulu menikmati processor teranyar buatan Qualcomm tersebut. Akan tetapi, kabar terbaru menyatakan bahwa Xiaomi dan Qualcomm sedang bekerja sama untuk membuat chipset Snapdragon 845 v2 yang kemungkinan besar akan rilis setelah Snapdragon 845. Walau berita ini belum pasti, tetapi jika melihat rekam jejak kedua vendor ini, Samsung selalu memimpin dan mendahului Xiaomi.

Bicara soal kemampuan dan kinerja yang ditawarkan, Chipset Snapdragon

845 dipercaya memiliki performa yang benar-benar ganas. Banyak pula yang mengharapkan processor ini datang dengan perubahan bentuk dan peningkatan performa yang begitu nyata

 

sumber :

https://www.quibblo.com/story/Dc4K-ZWd/LectureNotes-Apk

Wow! DxOMark Berikan Nilai 97 Poin untuk Huawei Mate 10 Pro

Wow! DxOMark Berikan Nilai 97 Poin untuk Huawei Mate 10 Pro

Wow! DxOMark Berikan Nilai 97 Poin untuk Huawei Mate 10 Pro

Berbicara soal pengujian kinerja kamera yang terpasang pada sebuah smartphone, tentunya kita tak lepas dari yang namanya DxOMark. Ya! mereka dipercaya oleh banyak pabrikan untuk melakukan pengujian sekaligus analisa.

Belum lama ini, DxOMark juga sudah melakukan pengujian kamera yang terpasang pada Google Pixel 2. Hasilnya, kemampuan kamera yang diuji mendapatkan nilai hingga 98 poin. Ini sekaligus menjadikan smartphone buatan Google tersebut berada diperingkat paling atas DxOMark.

Sebelumnya, DxOMark juga sudah melakukan pengujian kamera yang terpasang pada iPhone 8, iPhone 8 Plus dan Samsung Galaxy Note 8. Hasilnya, ketiganya kalah telak dengan Pixel 2. iPhone 8 Plus dan Galaxy Note 8 sama-sama mendapatkan nilai 94 poin dan iPhone 8 hanya 92 poin.

Namun, kabar mengejutkan datang dari Mate 10 Pro. Dukungan kamera yang

ada pada smartphone racikan Huawei ini tercatat mampu meraih nilai hingga 97 poin. Dengan kata lain, Mate 10 Pro mampu memukul iPhone 8 Plus, iPhone 8 dan Galaxy Note 8.

Secara detail, pada pengujian foto, Mate 10 Pro mampu meraih nilai sempurna, yakni 100 poin. Sedangkan saat pengujian video, kamera yang ada pada smartphone ini hanya mampu meraih nilai 91 poin.

Selain itu, DxOMark juga memberikan bintang lima pada Mate 10 Pro terkait

dengan detail foto yang dihasilkan serta tingkat noise yang rendah. Pujian lainnya yang diberikan adalah kemampuan 2x zoom yang dapat bekerja optimal serta kinerja bokeh yang lebih baik dari iPhone 8 Plus.

Untuk video, Mate 10 Pro juga mendapat pujian yang tak kalah menarik dari

DxOMark, terutama terkait dengan kinerja autofocus yang cepat dan akurat. Tak hanya itu, DxOMark juga menilai bahwa kamera Mate 10 Pro mampu mereduksi gerakan dalam semua kondisi pencahayaan.

 

sumber :

https://www.quibblo.com/story/Dc4L-OZJ/Dungeon-Tales-Apk

Generasi Muda yang Agamis dan Berbudaya

Generasi Muda yang Agamis dan Berbudaya

Generasi Muda yang Agamis dan Berbudaya

Generasi Muda yang Agamis dan Berbudaya
Generasi Muda yang Agamis dan Berbudaya

Generasi muda yang agamis ditandai dengan laku dan tindak dari pemuda yang dilandasi oleh moral-moral normatif agama. Pada intinya, setiap agama mengajarkan keselarasan guna menuju kehidupan yang lebih baik. Yang membedakan diantara agama-agama tersebut hanyalah cara untuk menggapai keselarasan kebahagaiaan tersebut.

Generasi muda yang agamis menurut Azyumardi Azra dapat dilihat dari tiga kategori, pertama, generasi muda yang memiliki visi, yakni generasi muda yang mau membangun tradisi intelektual dan wacana pemikiran melalui intelectual enlightement (pencerahan intelektual) dan intelectual enrichment (pengkayaan intelektual). Strategi pendekatan yang digunakan ialah melalui pemaksimalan potensi kesadaran dan penyadaran individu yang memungkinkan terciptanya komunitas ilmiah.

Kedua, generasi muda yang memiliki nilai, yaitu berupa usaha untuk mempertajam hati nurani melalui penanaman nilai-nilai moral agama sehingga terbangun pemikiran dan konseptual yang mendapatkan pembenaran dari Al-Qur’an. Ketiga, generasi muda yang memiliki keberanian dalam melakukan aktualisasi program, misalnya dalam melakukan advokasi terhadap permasalahan masyarakat dan keberpihakan dalam pemberdayaan umat.

Generasi muda secara agamis dan berbudaya dalam arti luas dapat dipandang sebagai proses pengembangan potensi diri manusia yang telah ada secara alami. Potensi diri yang dimaksud adalah kemampuan intelejensia, emosional, spiritual, dan aksional. Usaha peningkatan potensi diri tersebut diupayakan agar mencapai kemampuan yang dikehendaki sampai derajat tertentu. Pada masyarakat Sunda, seseorang bisa dikatakan memiliki potensi diri berdasarkan derajat yang diharapkan jika memenuhi adeg-adeg manusia Sunda sebagai berikut:

Luhung elmuna yaitu generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan memiliki daya saing tinggi;
Pengkuh agamana yaitu generasi muda yang memiliki keimanan dan ketakwaan (imtak);
Jembar budayana yaitu generasi muda yang “tidak gagap budaya”, tidak kehilangan jati diri, dan memegang teguh prinsip pribadinya;
Rancage gawena yaitu generasi muda yang berprestasi, berprilaku aktif, mampu mengimplementasikan berbagai program kerja dengan baik, ngigelan jeung ngigel keun jaman.
Untuk mencapai derajat tersebut, para sesepuh masyarakat Sunda memiliki cara pendidikan yang mengacu pada kebiasaan para orangtua dahulu dengan metode 5 (lima) S yaitu:
Silib yaitu sesuatu yang dikatakan secara tidak langsung tetapi dikias kan pada hal lain;
Sindir yaitu sesuatu yang dikatakan secara tidak langsung tetapi menggunakan susunan kalimat yang berbeda;
Simbul yaitu menyampaikan sesuatu maksud dalam bentuk lambang;
Siloka yaitu menyampaikan sesuatu maksud dalam bentuk pengandaian;
Sasmita yaitu pemaknaan yang berkaitan dengan perasaan hati.

Berdasarkan metode tersebut, wujud sosok generasi muda Sunda akan tercapai dalam diri yang ditandai oleh sifat-sifat unggul yaitu:

Cageur yaitu generasi muda yang sehat fisik dan psikhisnya;
Bageur yaitu generasi muda yang hidupnya selalu taat hukum, baik hukum agama, hukum positif, maupun hukum adat;
Bener yaitu generasi muda yang jelas tujuan hidupnya, beriman dan bertakwa, memiliki visi dan misi yang baik dan terukur;
Pinter yaitu generasi muda yang berilmu, berprestasi, arif, bijaksana, serta mampu mengatasi berbagai masalah dengan baik dan benar;
Singer yaitu generasi muda yang proaktif, beretos kerja tinggi, terampil dan berpres tasi;
Teger yaitu generasi muda yang kuat hati, teguh, tangguh, dan tidak mudah putus asa;
Pangger yaitu generasi muda yang teguh dan berpendirian kuat, tidak mudah tergoda;
Beleger yaitu generasi muda yang jujur, adil, amanah, mampu memegang kepercayaan yang diterima dirinya.
Manusia yang demikian pada dasarnya adalah manusia yang mengemban kewajiban moral dalam kehidupannya sehari-hari. Bentuk kewajiban moral yang ada pada insan nonoman sunda meliputi:

MMT: Moral Manusia terhadap Tuhannya, ditandai oleh kualitas imtak, berupa pengembangan sebagai generasi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beriman kepada-Nya, mengajarkan ajaran-ajaran-Nya dalam segala aspek kehidupan;
MMP: Moral Manusia terhadap Pribadinya, ditandai oleh kualitas sumber daya manusia/ilmu pengetahuan dan teknologi (SDM/Iptek), berupa dorongan untuk memelihara dirinya, dorongan untuk melindungi dirinya, dan dorongan untuk mengungkapkan dirinya;
MMM: Moral Manusia terhadap Manusia lainnya, ditandai oleh kemampuan bersosialisasi, hablum minannas;
MMA: Moral Manusia terhadap Alam, ditandai oleh kesadaran terhadap ekologi dan lingkungannya, pengembangan sebagai insan sosial ekonomi, dan orientasi terhadap masa depan untuk menumbuhkan kepekaan terhadap situasi masa kini dalam kaitan dan hubungannya dengan masa depan;
MMW: Moral Manusia terhadap Waktu, ditandai oleh kesadaran terhadap waktu, hidupnya akan memiliki visi, misi, dan strategi. Empat kesadaran terhadap waktu tersebut adalah:
a. Waktu mendapat nikmat dan kebahagiaan; mampu bersyukur;
b. Waktu mendapat ujian dan penderitaan; ridha, tabah, dan sabar.
c. Waktu dalam ketaatan, ditandai oleh sikap istiqamah
d. Waktu terjerumus bermaksiat, mampu sadar, bertaubat, dan menyesali perbuatannya .
f. MMLB: Moral Manusia Lahir Batin, ditandai oleh kesadaran beretika, tahu batas, mempunyai rasa malu, adil, jujur, amanah, dan selalu berhati-hati.

Baca Juga : 

Generasi Muda yang Progresif

Generasi Muda yang Progresif

Generasi Muda yang Progresif

Generasi muda memiliki kecenderungan untuk bersikap antusias dalam menghadapi berbagai isu, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, idealisme yang terkandung dalam jiwa dan pikiran generasi muda memungkinkan generasi muda untuk memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Karena sifatnya ini, generasi muda menjadi kelompok yang potensial untuk mendukung pembangunan.

Dengan demikian, generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap perencanaan pembangunan, sehingga pelayanan dapat lebih disesuaikan dengan sasaran yang ingin dicapai. Namun demikian, progresifitas generasi muda tidak hanya penting dalam kerangka pemberdayaan generasi muda, tapi juga memberikan kontribusi bagi penyiapan generasi selanjutnya, serta regenerasi kepemimpinan di masa mendatang.

Generasi muda yang progresif di sisi lain di tandai dengan generasi muda yang mau untuk berfikir diluar “pakem” yang telah membudaya (think out the box), guna “menciptakan” atau sekedar eksplorasi guna menemukan hal-hal baru yang berguna bagi kehidupan umat manusia. Dengan kata lain, generasi muda yang progresif adalah generasi muda yang mampu dan dapat berfikir kritis dalam menghadapi realitas sosial politik yang sedang terjadi.

Peran generasi muda juga menjadi penting bagi masa depan daerah-daerah yang pernah, misalnya, mengalami konflik. Sifat menghargai dan keterbukaan terhadap berbagai ide dan budaya dapat menjembatani beragam etnis, ras, kelompok-kelompok sosial dan politik. Dengan memanfaatkan potensi ini, diharapkan ada sebuah peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih damai bagi generasi berikutnya.

Dalam kaitannya dengan progresifitas generasi muda, peran generasi muda seyogyanya didorong melalui 5 (lima) strategi berikut, yaitu:

Pertama, mendorong pelibatan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan:
Generasi muda hendaknya ditempatkan dan berusaha menempatkan diri dalam posisi strategis agar aspirasinya didengar khususnya dalam pembuatan kebijakan yang secara langsung terkait dengan kebutuhannya. Generasi muda perlu diberi ruang untuk mengekspresikan pandangan mereka dan berkontribusi bagi pembuatan kebijakan-kebijakan yang secara tidak langsung terkait dengan masalah kepemudaan.
Kedua, mengembangkan kemampuan kewirausahaan:
Semangat kewirausahaan (enterpreunerships) dapat mendorong generasi muda untuk mampu bertahan manakala memasuki dunia usaha. Secara tidak langsung, upaya ini dapat membantu meminimalkan tingkat pengangguran bagi daerah dan terutama sekali bagi bangsa.
Ketiga, memaksimalkan peran generasi muda dalam mengatasi hambatan-hambatan budaya, etnis, dan ras:
Melalui komunikasi antargenerasi dari beragam latarbelakang budaya, etnis, dan ras, generasi muda dapat membangun jaringan (networking) untuk saling tukar-menukar informasi dan kerjasama antarbudaya. Pengenalan budaya ini dapat membantu terwujudnya saling pengertian antar generasi muda.
Keempat, memberdayakan generasi muda dalam pembangunan:
Generasi muda merupakan salah satu unsur penting yang menunjang pelaksanaan pembangunan sehingga perlu ada upaya pemberdayaan yang terencana dan komprehensif untuk memaksimalkan kemampuan generasi muda.
Kelima, menempatkan generasi muda sebagai visi pembangunan:
Karena generasi muda merupakan aktor penting sekaligus penerima manfaat dari pelaksanaan pembangunan, maka perlu ada upaya untuk merancang pelibatan generasi muda dalam sasaran dan penyusunan program-program pembangunan. Secara demikian, progresifitas generasi muda akan kentara secara nyata.

Mengembangkan potensi generasi muda

Mengembangkan potensi generasi muda

Mengembangkan potensi generasi muda

Sejak akhir dekade 1990-an, telah terjadi berbagai fenomena yang mendorong perubahan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara, termasuk dalam hal tata kepemerintahan. Globalisasi yang turut membawa konsep-konsep baru dalam pola hubungan negara (state) dan masyarakat (society) menjadi salah satu faktor pendorong utama bagi terjadinya demokratisasi di sejumlah negara, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia.Secara demikian, negara tidak lagi dipandang sebagai organisasi yang harus mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakatnya. Pandangan terhadap negara mulai bergeser dengan menempatkan negara menjadi suatu otoritas yang berperan sebagai fasilitator bagi berbagai kepentingan di masyarakat. Konsep ini menempatkan masyarakat dalam posisi yang sejajar dalam konteks hubungan negara dan masyarakat.

Pergeseran konsep government menjadi governance seolah mendapatkan bukti empirik dengan gagalnya konsep pembangunan yang sentralistis dengan pendekatan top-down planning. Sebagai antitesis, berkembanglah kajian-kajian mengenai desentralisasi yang kemudian dikaitkan dengan pendekatan partisipatif dan bottom-up planning dalam pelaksanaan pembangunan. Demokratisasi dalam level lokal inilah yang dalam perkembangannya kemudian mendorong perubahan pola penyelenggaraan pemerintahan di daerah menjadi lebih desentralistis.

Kebijakan desentralisasi yang diterapkan dalam kerangka governancemensyaratkan adanya partisipasi seluruh stakeholders dalam proses pembangunan daerah. Melalui pembangunan daerah yang partisipatif, diharapkan perencanaan pembangunan daerah dapat mengakomodasi sebanyak mungkin aspirasi masyarakat, sehingga hasil perencanaan tersebut dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terlibat pada saat pelaksanaan suatu program, tetapi sejak tahap awal perumusan dan perencanaan program-program tersebut.Berdasar uraian di atas, generasi muda merupakan salah satu komponenstakeholders yang perlu dilibatkan dalam pembangunan daerah, karena memiliki sumber daya yang potensial untuk mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Secara konseptual, definisi mengenai generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti dari aspek biologi; aspek budaya; aspek hukum dan politik; serta aspek psikologis. Pada dasarnya, generasi muda adalah manusia yang berusia antara lima belas hingga tiga puluh tahun.[1] Demikian pula dalam hal semangat dan idealisme, generasi muda dikenal sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kreativitas dan gagasan-gagasan baru dalam memandang suatu permasalahan.

Akan tetapi, potensi ini seringkali belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan pelibatan generasi muda pun cenderung dimobilisasi untuk kepentingan elit tertentu. Padahal, dari segi kuantitas, generasi muda sebenarnya merupakan satu representasi dari kekuatan politik tersendiri yang mampu mempengaruhi pembuatan kebijakan. Dilihat dari segi kebutuhan, generasi muda adalah sumber daya manusia bagi masa yang akan datang. Sebagai potensi daerah dan bangsa, generasi muda perlu dipersiapkan agar berpartisipasi aktif dan dapat memberikan sumbangan yang positif dalam berbagai proses pembangunan daerah atau nasional. Generasi muda tidak hanya dijadikan obyek, tetapi juga ditempatkan sebagai subyek dalam pembangunan.

Dalam upaya mempersiapkan, membangun dan memberdayakan generasi muda agar mampu berperan serta sebagai pelaku-pelaku aktif pembangunan, maka akan dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan, misalnya dengan munculnya berbagai permasalahan sosial yang melibatkan atau dilakukan generasi muda seperti tawuran dan kriminalitas lain, penyalahgunaan narkoba dan zat adiktiflain, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/Aids dan penyakit menular, penyaluran aspirasi dan partisipasi, serta apresiasi terhadap kalangan generasi muda. Apabila permasalahan tersebut tidak memperoleh perhatian atau penanganan yang sesuai dengan konsepsinya, maka dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang luas dan mengganggu kesinambungan, kestabilan dalam proses pembangunan.

Permasalahan lainnya terkait dengan generasi muda adalah ketahanan budaya dan kepribadian –khususnya Sunda, Jawa Barat– di kalangan generasi muda yang semakin luntur, yang disebabkan cepatnya perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi, derasnya arus informasi global yang berdampak pada penetrasi budaya asing. Hal ini mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda di Jawa Barat. Persoalan tersebut dapat dilihat dari kurang berkembangnya kemandirian, kreativitas, serta produktivitas dikalangan generasi muda, sehingga generasi muda kurang dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan yang sesuai dengan karakter daerah.

Permasalahan yang tidak kalah pentingnya adalah era globalisasi yang terjadi diberbagai aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi daya saing generasi muda. Sehingga generasi muda baik langsung maupun tidak langsung dituntut untuk mempunyai keterampilan, baik bersifat keterampilan praktis maupun keterampilan yang menggunakan teknologi tinggi untuk mampu bersaing dalam menciptakan lapangan kerja atau mengembangkan jenis pekerjaan yang sedang dijalaninya.

Cepat atau lambat, hal ini akan mengancam upaya pembentukan moral dan agama yang kuat di kalangan generasi muda. Tantangan lain adalah belum terumuskannya kebijakan pembangunan bidang pemuda secara serasi, menyeluruh, terintegrasi dan terkoordinasi antara kebijakan di tingkat nasional dengan kebijakan di tingkat daerah.Dengan memperhatikan permasalahan di atas, maka tema sentral dari orasi ini adalah bagaimana membangun Generasi Muda yang Progresif, Agamis dan Nasionalis?

Sumber : https://apartemenjogja.id/