Ciri Struktur Lapisan-Lapisan Atmosfer

Ciri Struktur Lapisan-Lapisan Atmosfer

Ciri Struktur Lapisan-Lapisan Atmosfer

Ciri Struktur Lapisan-Lapisan Atmosfer
Ciri Struktur Lapisan-Lapisan Atmosfer

Atmosfer, pasti sudah tahu yah teman-teman.

Atmosfer memiliki lapisan-lapisan dengan ciri-ciri tertentu. Struktur lapisan atmosfer itu mulai dari yang paling terdekat troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, eksosfer. Lapisan-lapisan atmosfer tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda dengan lapisan-lapisan dari atmosfer. Pengertian atmosfer adalah lapisan udara atau gas yang menyelimuti bumi. Lapisan atmosfer merupakan campuran dari berbagai gas yang tidak tampak. Berdasarkan volumenya, atmosfer bumi terbagi seperti berikut.
  • Gas dalam jumlah besar terdiri atas 78,08% gas nitrogen (N2), 20,95% oksigen (O2), 0,93% argon (Ar), 0,03% karbon dioksida (CO2).
  • Gas lainnya dalam jumlah yang kecil yaitu neon (Ne), helium (He), kripton (Kr), Hidrogen (H2), xenon (Xe), dan ozon (O3).

 

Yang menarik dari atmosfer ini ialah

Ia mengikuti perputaran bumi (rotasi) dan berevolusi mengelilingi matahari. Udara nan terkandung dalam atmosfer merupakan campuran dan kombinasi dari gas, debu, dan uap air. Manfaat lapisan udara nan menyelubungi bumi ini sangat besar. Manfaat atmosfer bukan hanya sebagai pelindung bumi dari hantaman benda-benda langit, seperti meteor atau asteroid, melainkan juga berguna untuk:
  • Membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam.
  • Menyerap radiasi dan sinar ultraviolet nan sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya.
  • Menciptakan cuaca, berupa hujan dan salju sehingga terjadilah musim panas dan musim dingin.

Ciri-Ciri Lapisan Atmosfer adalah sebagai berikut.

1. Troposfer
  • Secara umum, lapisan ini adalah yang paling tipis dengan ketebalan sekitar 12 km dari permukaan tanah
  • Ketinggian troposfer berbeda-beda pada setiap tempat. Di daerah kutub, ketinggiannya sekitar 8 km dan di daerah khatulistiwa atau daerah ekuator bisa mencapai 16 km.
  • Merupakan lapisan yang berhubungan langsung dengan permukaan bumi dan digunakan sebagai tempat tinggal berbagai jenis makhluk hidup.
  • Tempat terjadinya peristiwa cuaca dan iklim, seperti hujan, angin, petir, dan awan.
  • Terdapat lapisan tropopause, yaitu lapisan antara troposfer dan stratosfer.
  • Tiap kenaikan 100 meter, suhunya akan turun 0,5°-0,6° C.
2. Stratosfer
  • Merupakan lapisan dengan ketinggian sekitar 12-60 km.
  • Suhu akan meningkat dengan bertambahnya ketinggian, yakni dari -60°C (pada tropopause) hingga 10°C pada puncaknya.
  • Terdapat lapisan ozon (ozone layer) yang berfungsi melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari dengan menyerap sinar yang berlebih. Serapan radiasi matahari oleh ozon inilah yang mengakibatkan suhu udara naik setiap bertambahnya ketinggian
  • Tidak mengandung uang air, awan, maupun debu sehingga udaranya kering.

 

Terdapat lapisan stratopause, yaitu lapisan antara stratosfer dan mesosfer

3. Mesosfer
  • Ketinggiannya sekitar 60-80 km.
  • Suhunya sekitar -50°C sampai -70°C.
  • Merupakan lapisan yang melindungi bumi dari meteor dan benda-benda langit lainnya yang jatuh ke bumi. Meteor akan terbakar dan hancur jika lapisan mencapai lapisan ini dan menjadi pecahan-pecahan kecil yang disebut meteorit.
  • Terdapat lapisan mesopause, yaitu lapisan antara mesosfer dan termosfer
4. Termosfer
  • Ketinggiannya sekitar 80-800 km.
  • Lapisan ini sering disebut lapisan panas (hot layer).
  • Suhu udara di bagian paling atas dari lapisan ini dapat mencapai >1000°C.
  • Pada lapisan ini juga terdapat lapisan ionosfer.
  • Lapisan ionosfer berfungsi untuk penyebaran gelombang radio
6. Eksosfer
  • Ketinggian sekitar lebih dari 800 km
  • Lapisan atmosfer paling luar sehingga pengaruh gaya gravitasi sangat kecil
  • Kandungan gas-gas atmosfer juga sangat rendah

karakteristik lapisan atmosfer: Stratosfer

Stratosfer ialah lapisan atmosfer kedua nan letaknya tepat di atas lapisan troposfer. Stratosfer terletak pada ketinggian sekitar 10 km – 50 km di atas permukaan bumi. Sementara itu di area kutub stratosfer dimulai sejak kilometer ke-8 dari permukaan bumi.
Lapisan ini memiliki suhu nan terstratifikasi (berubah-ubah perlahan) dari bawah ke atas. Semakin atas, semakin tinggi suhunya. Bagian atas stratosfer memiliki suhu sekitar -3° Celsius, sedikit di bawah titik beku air.

Kegiatan Perdagangan Impor Secara Umum

Kegiatan Perdagangan Impor Secara Umum

Kegiatan Perdagangan Impor Secara Umum

Kegiatan Perdagangan Impor Secara Umum
Kegiatan Perdagangan Impor Secara Umum

Kegiatan Perdagangan Ekspor dan Impor Secara Umum

Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang yang melakukan kegiatan ekspor disebut dengan eksportir. Adapun barang yang dijual dikenal sebagai barang ekspor. Melimpahnya sumber daya alam suatu negara melatarbelakangi kegiatan ekspor. Sebagai contoh negara Indonesia melimpah akan minyak bumi dan hasil pertanian. Selain untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri, sebagian juga diekspor. Impor merupakan kebalikan dari ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri.

Orang yang melakukan kegiatan impor disebut importir.

Adapun barang yang dibeli dari luar negeri disebut barang impor. Keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi alasan dilakukan impor.

Impor merupakan jenis-jenis dari kegiatan perdagangan internasional. Sebelumnya telah dibahas pengertian ekspor yang merupakan salah satu dari jenis-jenis kegiatan perdagangan internasional. Pengertian impor adalah usaha mendatangkan atau memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri. Orang atau badan yang melakukan kegiatan atau usaha dalam bidang impor disebt importir.

Kegiatan impor dapat terselenggara karena beberapa hal antaralain.

  • Produksi dalam negeri belum ada, tetapi barang atau jasa tersebut sangat diperlukan di dalam negeri kita.
  • Produksi dalam negeri sudah ada, namun hasilnya belum mencukupo kebutuhan dalam negeri sehingga masih dibutuhkan dari impor.

Pada umumnya kebijaksanaan pemerintah di bidang perdagangan impor

Paling tidak berusaha menekan impor barang-barang konsumtif lebih-lebih yang telah diproduksi sendiri, dan impor hanya untuk :
  • Penyediaan barang-barang impor hanya diperuntukkan bagi usaha produktif, seperti halnya barang-barang modal dan bahan baku/penolong.
  • Impor barang untuk keperluan proses produksi di dalam negeri, dan impor akan sandang serta pangan guna tetap dilaksanakan untuk menjaga kestabilan harga di dalam negeri
Tidak semua badan usaha atau usaha perorangan dapat menjadi importir dan tidak semua jenis barang bisa diimpor. Jenis barang yang bisa diimpor telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Menteri perdagangan sebagai berikut :
  • Barang-barang konsumsi atau barang-barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan pemerintah, seperti beras, barang-barang kebutuhan pokok, alat-alat elektronik,dan lain-lainnya.
  • Bahan baku/penolong yang biasanya dipakai dalam proses produksi barang seperti bahan kimia dasar, bahan obat-obatan, pupuk, bahan kertas, benang tenun, semen, kapur, bahan plastik, besi, baja, logam, bahan karet, plastik, bahan bangunan, alat-alat listrik, dan lainnya.
  • Barang modal atau barang/peralatan yang digunakan untuk menghasilkan suatu barang lebih lanjut. Contoh :mesin-mesin produksi, generator listrik, alat telekomunikasi, mesin pemintal benang, mesin diesel, traktor, peralatan listrik, alat pengangkutan serta lainya.
  • Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jaring-jaring-kubus/ 
Demikian artikel tentang Pengertian Kegiatan Perdagangan Impor dan Penjelasannya semoga bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih

Macam-Macam Majas

Macam-Macam Majas

Macam-Macam Majas

Macam-Macam Majas
Macam-Macam Majas

 

Majas dibedakan menjadi 4 macam atau jenis yaitu

Majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas perulangan. Pengertian majas adalah bahasa indah yang digunakan dalam mempercantik susunan kalimat agar memperoleh kesan imajinatif atau menciptakan efek tertentu bagi pembaca dan pendengarnya. Pengertian majas yang lainnya adalah pemanfaatan gaya bahasa dalam memperoleh nuansa tertentu sehingga mampu menciptakan kesan kata-kata yang imajinatif. Setelah membahas pengertian majas marilah kita melihat pengertian macam-macam majas dan contohnya.

Pengertian Umum Majas dan Macam-Macam Majas serta Contohnya :
Seperti kita ketahui macam-macam majas terbagi atas 4 macam seperti yang terlampir diatas. maka kali ini pembahasan pengertian macam-macam majas dan contohnya yang dapat dilihat dibawah ini…

Majas Perbandingan

Pengertian majas pertentangan adalah kata kiasan yang menyatakan perbandingan dalam menciptakan kesan dan pengaruh kepada pembaca dan pendengar.

Macam-macam majas perbandingan

  • Perumpamaan atau Asosiasi : perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang berbeda, namun dianggap sama yang menggunakan kata seperti, umpama, ibarat, sebagainya, bagai. Contohnya : Semangat belajarnya ibarat baja, Mukanya pucat bagai mayat, wajahnya terlihat bagai bulan purnama, kamu sangat cantik bagai awan dilangit, pendiriannya selalu berubah-ubah bagai air didaun alas.
  • Metafora : metafora adalah majas berisi ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Metafora merupakan pemakaian kata buka dengan arti sebenarnya yang digunakan dalam persamaan dan perbandingan. Contohnya : Jonathan adalah bintang kelas dunia, sampah masyarkat akhirnya ditangkap oleh polisi,  satu persatu tikus-tikus berhasil ditangkap KPK, Perpustakaan adalah gudang nya ilmu, Raja siang keluar dari ufuk timur, jantung hatinya hilang tiada berita.
  • Personifikasi : personifikasi adalah membandingkan benda-benda yang tak bernyawa seakan-akan bernyawa atau hidup dengan sifat seperti manusia. Contohnya : Ombak berkejar-kejaran ditepi pantai, hujan itu menari-nari diatas genting, bulan tersenyum kepada bintang, badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk, angin membelai rambutnya yang tergerai.
  • Alegori : alegori adalah penggunaan bahasa yang menyatakan dengan cara lain dengan kiasan dan penggambaran. Pada umumnya alegori berbentuk cerita dengan simbol-simbol bermuatan moral. Contohnya : iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman, suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi, Contoh alegori berbentuk cerita : Pernikahan bagai bahtera yang harus dijalani dengan hati-hati. Suami sebagai nahkoda dan istri sebagai juru mudi yang melayarkan bahterai mengarungi lautan penuh badai dan gelombang.
  • Simbolik : simbolik adalah majas yang menggunakan kiasan atau melukiskan dengan menggunakan simbolik atau lambang dalam menyatakan maksudnya. Contohnya : Dia terkenal sebagai buaya darat, Rumah itu hangus dilalap oleh sijago merah, Teratai adalah lambang pengabdian, Bunglon adalah lambang orang tak berpendirian, Melati adalah lambang kesucian.

Majas Pertentangan

Pengertian majas pertentangan adalah kata-kata kias yang menyatakan pertentangan yang dimaksud oleh penulis atau pembicara dalam memberikan pengaruh atau kesan kepada pembaca dan pendengar.

Macam-macam majas pertentangan

  • Hiperbola : hiperbola adalah majas yang memberikan kesan yang berlebihan dari kenyataannya agar lebih berkesan atau meminta perhatian.Contohnya : ia terkejut setengah mati begitu melihat mayat perempuan tersebut, tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang, keringatnya menganak sungai, kita berjuang sampai titik darah penghabisan, suaranya menggelegar ke angkasa.
  • Paradoks : paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dengan fakta yang telah ada. Contohnya : Hatiku merintih ditengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung, dia besar tapi nyalinya kecil, aku merasa sendirian ditengah kota jakarta yang ramai ini, hidupnya sangat mewah tetapi mereka tidak bahagia mungkin karna ia tidak mempunyai anak, Tinggal di kota yang besar dan megah tetapi hidupnya kesepian.
  • Antitesis : antitesis adalah majas yang menggunakan pasangan kata yang artinya berlawanan. Contohnya : Tua muda, besar kecil ikut meramaikan pesta kembang api, Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata tuhan, hidup matinya manusia ada di tangan tuhan.
  • Litotes : litoses adalah majas yang menyatakan dengan berlawanan dari kenyataannya yang bertujuan untuk merendahkan diri. Contohnya : Terimalah kado tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku, perjuangan kami hanya setitik air dalam samudra luas, Karangan ini belum sempurna sertakan kritik dan sarannya, Sebenarnya ini sangat dulit tapi dapat diselesaikan.
  • Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan/

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

 

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI CANGKANG KELAPA SAWIT

NO : 01/DT/JBI/XII/2010

Berdasarkan kesepakatan bersama, perjanjian jual beli Cangkang Kelapa Sawit ini dibuat di Jambi, pada hari Sabtu tanggal 16 Januari tahun 2010.

Yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : bambang hidayat

Umur : 48 tahun

Jabatan :Bendahara
Alamat : Jln bhineka. 05/09 cimanggis-depok
Yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Pertama.

2. Nama : kelink

Umur : 60 tahun

Alamat : Jl. Simpang raya 4/26 jakarta timur

Yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat untuk mengikat diri masing-masing dalam satu perjanjian jual beli Cangkang Kelapa Sawit dengan syarat dan ketentuan-ketentuan yang dituangkan dalam pasal sebagai berikut:

Pasal 1

OBJEK PERJANJIAN

Pihak Pertama setuju dan menyerahkan Cangkang Kelapa Sawit kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua setuju untuk membeli dan membayar komoditas Cangkang Kelapa Sawit milik Pihak Pertama.

Pasal 2

HARGA DAN CARA PEMBAYARAN

1. Kedua belah pihak telah menyetujui jual beli komunitas Cangkang Kelapa Sawit sesuai dengan harga yang disepakati yaitu sebesar : 195/kg (Pranco di atas mobil). Jika ada perubahan harga pabrik (PKS), akan diinformasikan sebelumnya.

2. Sistem pembayaran dilakukan melalui rekening perusahaan CV. J 333.

3. Harga yang berlaku untuk Pihak Pembeli ditentukan oleh Pihak Kedua (Bpk. Kelink), semua kontrak harus melalui Pihak Kedua dan apabila tidak melalui Pihak Kedua maka Pihak Pertama dikenakan Pinalti yaitu denda sebesar Rp. 100.000,-/ton.

Pasal 3

VOLUME KONTRAK

1. Kontrak mulai berlaku sejak ditanda tangani perjanjian ini dibuat dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak.

2. Kontrak berlaku selama 1 tahun dan tehun berikutnya akan ditinjau kembali.

Pasal 4

PEMBAGIAN TANGGUNG JAWAB

Semua biaya transportasi dan keamanan serta biaya lain-lain merupakan tanggung jawab Pihak Kedua.

Pasal 5

LAIN-LAIN

DO akan dikeluarkan atas nama pihak Kedua dan pengiriman Cangkang Kelapa Sawit akan dilengkapi dengan surat-surat PTP. VI.

Pasal 6

KEKUATAN HUKUM

Apabila terjadi perselisihan sehubungan dengan perjanjian jual beli ini maka akan diselesaikan dengan jalan musyawarah oleh kedua belah pihak dan manakala tidak dapat diselesaikan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri di Jambi.

Pasal 7

KETENTUAN TAMBAHAN

Apabila pembuatan perjanjian jual beli ini masih terdapat hal-hal yang belum diatur, maka kedua belah pihak setuju untuk mengadakan penambahan lembaran halaman kontrak dan atau perjanjian tersendiri setiap penambahan akan ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian jual beli ini.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

SUMANTO ARIES KESUMA

Saksi-saksi :

1. Ir. M. Sayuti

2. SAMSUL

SURAT PENUNJUKAN

Berdasarkan pengajuan surat yang disampaikan kepada kami PTP VI Tanjung Lebar, Kami direksi dari PTP VI Tanjung Lebar menimbang dan memutuskan akan menunjuk kepada:

Nama : Nova aryanto

Alamat : Komplek Telanai Indah Blok L. 01 Jambi

Umur : 29 tahun

Jabatan : Direktur

Perusahaan : CV. DAVA TAMA

Alamat kantor : Komplek telaga hijau , Jambi

No. KTP : 1671912722820032

Sebagai penerima Cangkang hasil produksi kami PTP VI Tanjung Lebar dan dapat diambil sesuai hasil produksi yang ada. Surat ini kami buat untuk mempermudah dalam pengambilan cangkang sawit yang ada pada lokasi kami.

Jambi, 16 januari 2010

PTP VI Tanjung Lebar

Nova aryanto

No. KTP. 1671912722820032 Staf Pemasaran

 

Baca Juga Artikel Lainnya : 

 

Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Lele

 

Budidaya Ikan Lele

SEJARAH SINGKAT

Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan

kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara

lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan

Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa

Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond

(Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang).

Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.

Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai

dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.

Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam

hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat

gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.

 

SENTRA PERIKANAN

Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di

Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele ± 970

kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan

mencapai 1200 kg/Ha.

 

JENIS

Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986)

adalah:

Kingdom : Animalia

Sub-kingdom : Metazoa

Phyllum : Chordata

Sub-phyllum : Vertebrata

Klas : Pisces

Sub-klas : Teleostei

Ordo : Ostariophysi

Sub-ordo : Siluroidea

Familia : Clariidae

Genus : Clarias

Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:

1) Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera

Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).

2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih

(Padang).

3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan),

wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).

4) Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera

Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).

5) Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan

penang (Kalimantan Timur).

6) Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat

fish, berasal dari Afrika.

 

MANFAAT

1) Sebagai bahan makanan

2) Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan

pajangan atau ikan hias.

3) Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas

hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan

alami ikan lele.

4) Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk

mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung

berdarah, kencing darah dan lain-lain.

 

PERSYARATAN LOKASI

1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah

liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat

digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, kecomberan, kolam

pekarangan, kolamkebun, dan blumbang.

2) Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang

tingginya maksimal 700 m dpl.

3) Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.

4) Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat

dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.

5) Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi

tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.

6) Ikan lele dapat hidup pada suhu 200 C, dengan suhu optimal antara 25-280

  1. Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-

300C dan untuk pemijahan 24-280 C.

7) Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya

cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.

8) Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri,

atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan

ikan.

9) Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan

bahan makanan alami. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.

10) Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan

hidup, seperti enceng gondok.

11) Mempunyai pH 6,5–9; kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100

ppm dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60

cm; kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk

yang dewasa sampai jenuh untuk burayak; dan kandungan CO2 kurang dari

12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157,56 mg/liter.

12) Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :

  1. Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.
  2. Dekat dengan rumah pemeliharaannya.
  3. Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.
  4. Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah dipasang.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidakterlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentukdan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi, tergantung selera pemilik dan lokasinya. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen. Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam, bebas dari pencemaran maupun fitoplankton. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan airnya harus dipertahankan. Pada minggu 10, air dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan padat yang melayang dalam air (plankton). Alat untuk mengukur kekeruhan air disebut secchi.

Prakiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele (minggu) sesuai angka secchi :

– Usia 10-15 minggu, angka secchi = 30-50

– Usia 16-19 minggu, angka secchi = 30-40

– Usia 20-24 minggu, angka secchi = 30

 

Penyiapan Bibit

1) Menyiapkan Bibit

  1. Pemilihan Induk
  2. Ciri-ciri induk lele jantan:

– Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.

– Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.

– Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah

belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.

– Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng

(depress).

– Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele

betina.

– Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor

akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).

– Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.

  1. Ciri-ciri induk lele betina

– Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.

– Warna kulit dada agak terang.

– Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna

kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.

– Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.

– Perutnya lebih gembung dan lunak.

– Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke

arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan

(ovum/telur).

  1. Syarat induk lele yang baik:

– Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.

– Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil

supaya terbiasa hidup di kolam.

– Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung

kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.

 

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

– Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan

lincah.

– Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina

berumur satu tahun.

– Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya

bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya

mengandung cukup protein.

 

Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang

betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam

tersendiri untuk dipijahkan.

 

Perawatan induk lele:

– Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi

makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging

bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet).

Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif

tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk

lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra

harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.

– Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari

berat total ikan.

– Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan,

sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya.

Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah

berumur 2 minggu.

– Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang

penyakit untuk segera diobati.

– Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran

tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.

  1. Pemijahan Tradisional
  2. Pemijahan di Kolam Pemijahan

 

Kolam induk:

– Kolam dapat berupa tanah seluruhnya atau tembok sebagian dengan

dasar tanah.

– Luas bervariasi, minimal 50 m2.

– Kolam terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian dangkal (70%) dan bagian

dalam (kubangan) 30 % dari luas kolam. Kubangan ada di bagian

tengah kolam dengan kedalaman 50-60 cm, berfungsi untuk

bersembunyi induk, bila kolam disurutkan airnya.

– Pada sisi-sisi kolam ada sarang peneluran dengan ukuran 30x30x25

cm3, dari tembok yang dasarnya dilengkapi saluran pengeluaran dari

pipa paralon diamneter 1 inchi untuk keluarnya banih ke kolam

pendederan.

 

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

– Setiap sarang peneluran mempunyai satu lubang yang dibuat dari

pipa paralon (PVC) ukuran ± 4 inchi untuk masuknya induk-induk

lele.

– Jarak antar sarang peneluran ± 1 m.

– Kolam dikapur merata, lalu tebarkan pupuk kandang (kotoran ayam)

sebanyak 500-750 gram/m2.

– Airi kolam sampai batas kubangan, biarkan selama 4 hari.

Kolam Rotifera (cacing bersel tunggal):

– Letak kolam rotifera di bagian atas dari kolam induk berfungi untuk

menumbuhkan makanan alami ikan (rotifera).

– Kolam rotifera dihubungkan ke kolam induk dengan pipa paralon

untuk mengalirkan rotifera.

– Kolam rotifera diberi pupuk organik untuk memenuhi persyaratan

tumbuhnya rotifera.

– Luas kolam ± 10 m2.

Pemijahan:

– Siapkan induk lele betina sebanyak 2 x jumlah sarang yang tersedia

dan induk jantan sebanyak jumlah sarang; atau satu pasang per

sarang; atau satu pasang per 2-4 m2 luas kolam (pilih salah satu).

– Masukkan induk yang terpilih ke kubangan, setelah kubangan diairi

selama 4 hari.

– Beri/masukkan makanan yang berprotein tinggi setiap hari seperti

cacing, ikan rucah, pellet dan semacamnya, dengan dosis (jumlah

berat makanan) 2-3% dari berat total ikan yang ditebarkan .

– Biarkan sampai 10 hari.

– Setelah induk dalam kolam selama 10 hari, air dalam kolam

dinaikkan sampai 10-15 cm di atas lubang sarang peneluran atau

kedalaman air dalam sarang sekitar 20-25 cm. Biarkan sampai 10

hari. Pada saat ini induk tak perlu diberi makan, dan diharapkan

selama 10 hari berikutnya induk telah memijah dan bertelur. Setelah

24 jam, telur telah menetas di sarang, terkumpullah benih lele. Induk

lele yang baik bertelur 2-3 bulan satu kali bila makanannya baik dan

akan bertelur terus sampai umur 5 tahun.

– Benih lele dikeluarkan dari sarnag ke kolam pendederan dengan

cara: air kolam disurutkan sampai batas kubangan, lalu benih

dialirkan melalui pipa pengeluaran.

– Benih-benih lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan

diberi makanan secara intensif, ukuran benih 1-2 cm, dengan

kepadatan 60 -100 ekor/m2.

– Dari seekor induk lele dapat menghasilkan ± 2000 ekor benih lele.

Pemijahan induk lele biasanya terjadi pada sore hari atau malam

hari.

  1. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Berpasangan

Penyiapan bak pemijahan secara berpasangan:

– Buat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1 x 1 m atau 1 x 2

m dan tinggi 0,6 m.

– Di dalam bak dilengkapi kotak dari kayu ukuran 25 x 40×30 cm tanpa

dasar sebagai sarang pemijahan. Di bagian atas diberi lubang dan

diberi tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang. Bagian depan

kotak/sarang pemijahan diberi enceng gondok supaya kotak menjadi

gelap.

– Sarang pemijahan dapat dibuat pula dari tumpukan batu bata atau

ember plastik atau barang bekas lain yang memungkinkan.

– Sarang bak pembenihan diberi ijuk dan kerikil untuk menempatkan

telur hasil pemijahan.

– Sebelum bak digunakan, bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan

formalin 40 % atau KMnO4 (dapat dibeli di apotik); kemudian bilas

lagi dengan air bersih dan keringkan.

Pemijahan:

– Tebarkan I (satu) pasang induk dalam satu bak setelah bak diisi air

setinggi ± 25 cm. Sebaiknya airnya mengalir. Penebaran dilakukan

pada jam 14.00–16.00.

– Biarkan induk selama 5-10 hari, beri makanan yang intensif. Setelah

± 10 hari, diharapkan sepasang induk ini telah memijah, bertelur dan

dalam waktu 24 jam telur-telur telah menetas. Telur-telur yang baik

adalah yang berwarna kuning cerah.

– Beri makanan anak-anak lele yang masih kecil (stadium larva)

tersebut berupa kutu air atau anak nyamuk dan setelah agak besar

dapat diberi cacing dan telur rebus.

  1. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Masal

Penyiapan bak pemijahan secara masal:

– Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2, ukuran 2×10 m2 atau

5×10 m2.

– Di luar bak, menempel dinding bak dibuat sarang pemijahan ukuran

30x30x30 cm3, yang dilengkapi dengan saluran pengeluaran benih

dari paralon (PVC) berdiameter 1 inchi. Setiap sarang dibuatkan satu

lubang dari paralon berdiameter 4 inchi.

– Dasar sarang pemijahan diberi ijuk dan kerikil untuk tempat

menempel telur hasil pemijahan.

– Sebelum digunakan, bak dikeringkan dan dibilas dengan larutan

desinfektan atau formalin, lalu dibilas dengan air bersih; kemudian

keringkan.

Pemijahan:

– Tebarkan induk lele yang terpilih (matang telur) dalam bak

pembenihan sebanyak 2xjumlah sarang , induk jantan sama

banyaknya dengan induk betina atau dapat pula ditebarkan 25-50

pasang untuk bak seluas 50 m2 (5×10 m2), setelah bak pembenihan

diairi setinggi 1 m.

– Setelah 10 hari induk dalam bak, surutkan air sampai ketinggian 50-

60 cm, induk beri makan secara intensif.

– Sepuluh hari kemudian, air dalam bak dinaikkan sampai di atas

lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25

cm.

– Saat air ditinggikan diharapkan induk-induk berpasangan masuk

sarang pemijahan, memijah dan bertelur. Biarkan sampai ± 10 hari.

– Sepuluh hari kemudian air disurutkan lagi, dan diperkirakan telurtelur

dalam sarang pemijahan telah menetas dan menjadi benih lele.

– Benih lele dikeluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk

didederkan di kolam pendederan.

  1. Pemijahan Buatan

Cara ini disebut Induced Breeding atau hypophysasi yakni merangsang

ikan lele untuk kawin dengan cara memberikan suntikan berupa cairan

hormon ke dalam tubuh ikan. Hormon hipophysa berasal dari kelenjar

hipophysa, yaitu hormon gonadotropin. Fungsi hormon gonadotropin:

– Gametogenesis: memacu kematangan telur dan sperma, disebut

Follicel Stimulating Hormon. Setelah 12 jam penyuntikan, telur

mengalami ovulasi (keluarnya telur dari jaringan ikat indung telur).

Selama ovulasi, perut ikan betina akan membengkak sedikit demi

sedikit karena ovarium menyerap air. Saat itu merupakan saat yang

baik untuk melakukan pengurutan perut (stripping).

– Mendorong nafsu sex (libido)

2) Perlakuan dan Perawatan Bibit

  1. Kolam untuk pendederan:
  2. Bentuk kolam pada minggu 1-2, lebar 50 cm, panjang 200 cm, dan

tinggi 50 cm. Dinding kolam dibuat tegak lurus, halus, dan licin,

sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak akan

melukai. Permukaan lantai agak miring menuju pembuangan air.

Kemiringan dibuat beda 3 cm di antara kedua ujung lantai, di mana

yang dekat tempat pemasukan air lebih tinggi. Pada lantai dipasang

pralon dengan diameter 3-5 cm dan panjang 10 m.

  1. Kira-kira 10 cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit

dengan 2 bingkai kayu tepat dengan permukaan dalam dinding kolam.

Di antara 2 bingkai dipasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik

berukuran mess 0,5-0,7 mm, kemudian dipaku.

  1. Setiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk

mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa

plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam. Pipa

plastik tersebut dikaitkan dengan suatu pengait sebagai gantungan.

  1. Minggu ketiga, benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lain.

Pengambilannya tidak boleh menggunakan jaring, tetapi dengan

mengatur ketinggian pipa plastik.

  1. Kolam pendederan yang baru berukuran 100 x 200 x 50 cm, dengan

bentuk dan konstruksi sama dengan yang sebelumnya.

  1. Penjarangan:
  2. Penjarangan adalah mengurangi padat penebaran yang dilakukan

karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar, sehingga volume

ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang.

– Apabila tidak dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan :

– Ikan berdesakan, sehingga tubuhnya akan luka.

– Terjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat memicu

mumculnya kanibalisme (ikan yang lebih kecil dimakan oleh ikan

yang lebih besar).

– Suasana kolam tidak sehat oleh menumpuknya CO2 dan NH3, dan

O2 kurang sekali sehingga pertumbuhan ikan lele terhambat.

  1. Cara penjarangan pada benih ikan lele :

– Minggu 1-2, kepadatan tebar 5000 ekor/m2

– Minggu 3-4, kepadatan tebar 1125 ekor/m2

– Minggu 5-6, kepadatan tebar 525 ekor/m2

  1. Pemberian pakan:
  2. Hari pertama sampai ketiga, benih lele mendapat makanan dari

kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas.

  1. Hari keempat sampai minggu kedua diberi makan zooplankton, yaitu

Daphnia dan Artemia yang mempunyai protein 60%. Makanan tersebut

diberikan dengan dosis 70% x biomassa setiap hari yang dibagi dalam

4 kali pemberian. Makanan ditebar disekitar tempat pemasukan air.

Kira-kira 2-3 hari sebelum pemberian pakan zooplankton berakhir,

benih lele harus dikenalkan dengan makanan dalam bentuk tepung

yang berkadar protein 50%. Sedikit dari tepung tersebut diberikan

kepada benih 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton. Makanan

yang berupa teoung dapat terbuat dari campuran kuning telur, tepung

udang dan sedikit bubur nestum.

  1. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.
  2. Minggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 32% x biomassa

setiap hari.

  1. Minggu kelima diberi pakan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.
  2. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.
  3. Minggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung.
  4. Pengepakan dan pengangkutan benih
  5. Cara tertutup:

– Kantong plastik yang kuat diisi air bersih dan benih dimasukkan

sedikit demi sedikit. Udara dalam plastik dikeluarkan. O2 dari tabung

dimasukkan ke dalam air sampai volume udara dalam plastik 1/3–1/4

bagian. Ujung plastik segera diikat rapat.

– Plastik berisi benih lele dimasukkan dalam kardus atau peti supaya

tidak mudah pecah.

  1. Cara terbuka dilakukan bila jarak tidak terlalu jauh:

– Benih lele dilaparkan terlebih dahulu agar selama pengangkutan, air

tidak keruh oleh kotoran lele. (Untuk pengangkutan lebih dari 5 jam).

– Tempat lele diisi dengan air bersih, kemudian benih dimasukkan

sedikit demi sedikit. Jumlahnya tergantung ukurannya. Benih ukuran

10 cm dapat diangkut dengan kepadatan maksimal 10.000/m3 atau

10 ekor/liter. Setiap 4 jam, seluruh air diganti di tempat yang teduh.

6.3. Pemeliharaan Pembesaran

1) Pemupukan

  1. Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan bermaksud untuk

menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami

bagi benih lele.

  1. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan

dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20

gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan selama 3

hari.

  1. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan

selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau

kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh

sebagai makanan alami lele.

  1. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.

2) Pemberian Pakan

  1. Makanan Alami Ikan Lele
  2. Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan

serangga air.

  1. Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome),

Anabaena spp (gol. Cyanophyta), Navicula spp (gol. Diatome),

ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).

  1. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.
  2. Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.
  3. Makanan Tambahan
  4. Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa

sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang

dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.

  1. Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung,

dan bekicot (2:1:1).

  1. Makanan Buatan (Pellet)
  2. Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27,00; bungkil kacang

kedele=20,00; tepung terigu=10,50; bungkil kacang tanah=18,00;

tepung kacang hijau=9,00; tepung darah=5,00; dedak=9,00;

vitamin=1,00; mineral=0,500;

  1. Proses pembuatan:

Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti

pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%.

Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang

dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak

juga dapat memperlambat pellet tenggelam.

  1. Cara pemberian pakan:

– Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan

diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan

yang berbentuk tepung.

– Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi

makanan yang berbentuk pellet.

– Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu

tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.

3) Pemberian Vaksinasi

Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan:

  1. Untuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele yang

berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan

dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan

kebal selama 6 bulan.

  1. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan

menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk.

  1. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam

lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.

4) Pemeliharaan Kolam/Tambak

  1. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk

memberantas hama dan bibit penyakit.

  1. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti

semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2

malam.

  1. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan

dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu minggu.

Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian

dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

  1. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama dan Penyakit

  1. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu

kehidupan lele.

  1. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele

antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan

gabus dan belut.

  1. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering

menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak

banyak diserang hama.

Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat

rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

1) Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas

hydrophylla

Bentuk bakteri ini seperti batang dengan polar flage (cambuk yang terletak di

ujung batang), dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran 0,7–0,8

x 1–1,5 mikron. Gejala: iwarna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul

pendarahan, bernafas megap-megap di permukaan air. Pengendalian:

memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih, termasuk kualitas air.

Pengobatan melalui makanan antara lain: (1) Terramycine dengan dosis 50

mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7–10 hari berturut-turut. (2) Sulphonamid

sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari.

2) Penyakit Tuberculosis

Penyebab: bakteri Mycobacterium fortoitum). Gejala: tubuh ikan berwarna

gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan

limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring,

bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air

dan lingkungan kolam. Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan

makanan 5–7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5–15 hari.

3) Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.

Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan

yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus

seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang

daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada

telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih

gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate

2,5–3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate

0,1–0,2 ppm selama 1 jam atau 5–10 ppm selama 15 menit.

 

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

4) Penyakit Bintik Putih dan Gatal/Trichodiniasis

Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang

amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius

multifilis. Gejala: (1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di

permukaan air; (2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan

insang; (3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding

kolam. Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada

campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green

Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12–24 jam, kemudian ikan diberi air yang

segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

5) Penyakit Cacing Trematoda

Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing

Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus

menyerang kulit dan sirip. Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka,

kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.

Pengendalian: (1) direndam Formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit; (2)

Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam; (3) mencelupkan tubuh ikan ke dalam

larutan Kalium -Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ± 30 menit; (4)

memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit; (5) dapat juga memakai

larutan NH4OH 0,5% selama ± 10 menit.

6) Parasit Hirudinae

Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan. Gejala:

pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga

menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada

saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.

 

Hama Kolam/Tambak

Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor

penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :

1) Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti

dengan yang suhunya lebih dingin.

2) Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.

3) Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.

4) Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

 

PANEN

Penangkapan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan:

1) Lele dipanen pada umur 6-8 bulan, kecuali bila dikehendaki, sewaktu-waktu dapat dipanen. Berat rata-rata pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor.

2) Pada lele Dumbo, pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4

bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya. Apabila waktu pemeliharaan ditambah 5-6 bulan akan mencapai berat 1-2 kg dengan panjang 60-70 cm.

3) Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan.

4) Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.

5) Bila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.

6) Bila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.

7) Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.

8) Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.

 

Pembersihan

Setelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara:

1) Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur sebanyak 20-200 gram/m2 pada dinding kolam sampai rata.

2) Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan permanganat kalikus (PK) dengan cara yang sama.

3) Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang ada di kolam.

 

PASCAPANEN

1) Setelah dipanen, lele dibersihkan dari lumpur dan isi perutnya. Sebelum dibersihkan sebaiknya lele dimatikan terlebih dulu dengan memukul kepalanya memakai muntu atau kayu.

2) Saat mengeluarkan kotoran, jangan sampai memecahkan empedu, karena dapat menyebabkan daging terasa pahit.

3) Setelah isi perut dikeluarkan, ikan lele dapat dimanfaatkan untuk berbagai ragam masakan

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Hukum Tata Negara

Hukum Tata Negara

Hukum Tata Negara

 

Hukum Tata Negara

 

Pengertian Hukum Tata Negara

Hukum tata Negara dalam arti luas meliputi :
1. Hukum tata usaha Negara/ hukum administrasi / hukum pemerintah
2. hukum tata Negara

Hukum tata Negara dalam arti sempit, ialah Hukum tata Negara Jadi kesimpulan hukum tata Negara menurut para pakar adalah:
Peraturan-peraturan yang mengatur organisasai Negara dari tingkat atas sampai bawah, sturktur, tugas & wewenang alat perlengkapan Negara hubungan antara perlengkapan tersebut secara hierarki maupun horizontal, wilayah Negara, kedudukan warganegara serta hak-hak asasnya.

HUBUNGAN HUKUM TATA NEGARA DENGAN ILMU LAIN

1. Hubungan hukum tata Negara dengan ilmu Negara
• Segi sifat
intinya dari segi itu ilmu Negara menitik beratkan pada teorinya sedangkan hukum tata Negara adalah pelaksanaannya.

• Segi manfaat
Ilmu Negara merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki pengertian – pengertian pokok dan sendi – sendi dasar teoritis yang bersifat umum untuk hukum tata Negara. Karenanya untuk
mengerti hukum tata Negara harus terlebih dahulu memiliki pengetahuan secara umum tentang ilmu Negara. Dengan demikian ilmu Negara dapat memberikan dasar teoritis untuk hukum tata
Negara positif, dan hukum tata Negara merupakan penerapan di dalam kenyataan bahan – bahan teoritis dari ilmu Negara.

2. Hukum tata Negara dengan ilmu politik
• Terbentuknya UU
Terbentuknya UU diisi dengan kebijakan politik yang ditarik pada waktu penyusunanya, kita perhatikan pembukaan UUD, disitu jelas akan mengetahui politik suatu Negara. Begitu pula dengan amandemen UUD 45 oleh MPR.

• Retifikasi yang dilakukan DPR dalam pembentukan UU,
rancangannya dipengaruhi oleh suara wakil rakyat yang ada dalam DPR, sedangkan DPR merupakan wakil dari organ-organ politik.

3. Hubungan hukum tata Negara dengan hukum administrasi Negara
Dikatakan berhubungan, karena hukum tata Negara dalam arti sempit adalah bagian dari hukum administrasi.
• Hukum tata Negara dan hukum administrasi Negara ada perbedaan secara prinsipil ( asasi), karena kedua ilmu tersebut dapat dibagi secara tajam, baik sistematik maupun isinya (C.V.Vollenhoven, JHA Logeman dan Stellinga)

• Hukum tata Negara untuk mengetahui organisasi Negara serta badan lainya, sedangkan hukum administrasi Negara menghendaki bagaimana caranya Negara serta organ-organ melakukan tugas.

• Hukum tata Negara dan hukum administrasi tidak ada perbedaan secara prinsipil , melainkan hanya pertimbangan manfaat saja (R.Kranenburg)

CARA PENDEKATAN DALAM HUKUM TATA NEGARA

1) Pendekatan yuridis formil,
pada asas-asas hukum yang mendasari ketentuan peraturan .
contohnya : perundang-undangan tidak boleh menyimpang dari UUD
45

2) Pendekatan filosofi,
Pada pandangan hidup bangsa.
Contohnya: falsafah bangsa Indonesia adalah pancasila

3) Pendekatan sosiologi Pada kemasyarakatan khususnya politis artinya ketentuan yang
berlaku hakikatnya merupakan hasil keputusan politis.

4) Pendekatan historis,
pada sudut pandang sejarah .
contohnya kronologis pembuatan

SUMBER HUKUM TATA NEGARA INDONESIA

A. Pengertian
Sumber hukum adalah segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang menimbulkan peraturan yang bersifat memaksa dan memiliki sanksi yang tegas dan nyata.
Sumber hukum tata Negara di Indonesia adalah: segala bentuk dan wujud
peraturan hukum tentang ke tata negaraan yang beresensi dan
bereksistensi di Indonesia dalam suatu system dan tata urutan yang telah
di atur.

1. Sumber hukum formil,
adalah sumber hukum yang dikenal dalam bentuknya, yaitu merupakan ketentuan – ketentuan yang telah mempunyai bentuk formalitas, dengan kata lain sumber hukum yang penting bagi pakar hukum. Sumber hukum formil meliputi :
a. UU
b. Kebiasaan dan adat
c. Perjanjian antara Negara (traktat)
d. Keputusan hakim (yudisperdensi)
e. Pendapat/ pandangan para ahli (dokrin)

2.Sumber hukum materil
Adalah sumber hukum yang menentukan “isi” hukum, diperlukan jika akan menyediakan asal-usul hukum dan menentukan isi hukum.

Pancasila disebut juga sebagai sumber hukum dalam arti materil, karena:
a. Pancasila merupakan pandangan hidup dan falsafah Negara
b. Pancasila merupakan jiwa dari setiap peraturan perUU atau semua hukum.
c. Pancasila merupakan isi dari sumber tertib hukum, artinya
d. Bahwa pancasila adalah pandangan hidup, kesadaran dan cirta-cita hukum serta moral yang meliputi suasana kejiwaan dan watak dari rakyat Negara Indonesia. Adapun menifer sumber dari segala hukum bagi rakyat Indonesia
meliputi :
1. Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945
Dilahirkan UUD 45 sebagai dasar tertulis, yang terdiri dari pembukaan, batang tubuh serta peraturan peralihan UUD 45
Pasal III

2.Dekrit presiden 1959
Merupakan sumber bagi berlakunya kembali UUD 45, yang dikeluarkan berdasarkan hukum darurat Negara. Dalam masa ini lahirlah piagam Jakarta (22 juli 1945),
hukumnya bersumber pada dukungan rakyat Republik Idonesia. Adanya dekrit ini dikarenakan pemerintahan masa itu yang menganut system liberal yang bertentangan dengan dasar dari pancasila yang menganut system demokrasi terpimpin. Adapun
isi dari dekrit itu ialah:
1. Bubarkan konstituante
2. Kembali ke UUD 45 dan tidak berlakunya UUD S 50
3. Pembentukan MPRS dan DPRS

3. UUD proklamas
Merupakan perwujudan dari tujuan proklamasi dan merupakan tujuan dari NKRI yang terdiri atas adanya pembukaan, batang tubuh UUD 45

4. Surat perintah 11 maret 1996 ( super semar )
keluarnya super semar ini karena adanya penyimpangan dan penyelewengan jiwa dan ketentuan UUD 45 yang berlandaskan ideal dan stuktural revolusi Indonesia sejak berlakunya kembali
pada tanggal 5 juli 1959, tindakan yang dilakukan atas keluarnya supersemar ini adalah, pembubaran pki dan ormas-ormasnya dan Pengamanan beberapa mentri pada 18 maret 1966.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Pertanian Organik Sebagai Solusi Alternatif Dalam Pembangunan

Pertanian Organik Sebagai Solusi Alternatif Dalam Pembangunan

Pertanian Organik Sebagai Solusi Alternatif Dalam Pembangunan

Pertanian Organik Sebagai Solusi Alternatif Dalam Pembangunan

Pembangunan pertanian bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia :

Pangan, sandang, papan dan lingkungan sehat melalui pengelolaan produktif sumber daya alam, sumberdaya kultural, sumber daya kapital dan teknologi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut pembagunan pertanian akan mengalami perubahan dan penyesuaian yang cukup besar dan mendasar. Dibalik keberhasilan dengan kenaikan PDB perkapita dan pembangunan fisik, sisi negatifnya tampak dominan jika dilihat masih rendahnya tingkat pendapatan riil petani, lambatnya pertumbuhan aktivitas ekonomi berbasis pertanian pedesaan dan kesenjangan produktivitas tenaga kerja earning capacity sektor pertanian dibandingkan dengan sektor lain (Seta, AK, 2001).

Salah satu masalah yang dihadapi oleh para petani di negara yang sedang berkembang adalah usahatani mereka semakin tergantung pada teknologi pertanian modern yang tidak ramah lingkungan (Soetrisno, 1998).

Meningkatnya kegiatan produksi biomassa (tanaman yang dihasilkan kegiatan pertanian, perkebunan dan hutan tanaman) yang memanfaatkan tanah yang tak terkendali dapat mengakibatkan kerusakan tanah untuk produksi biomassa, sehingga menurunkan mutu serta fungsi tanah yang pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya (Diperta, 2012).

 

Beberapa indikator yang memprihatinkan hasil evaluasi perkembangan kegiatan pertanian hingga saat ini, yaitu :

(1) tingkat produktivitas lahan menurun, (2) tingkat kesuburan lahan merosot, (3) konversi lahan pertanian semakin meningkat, (4) luas dan kualitas lahan kritis semakin meluas, (5) tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan pertanian meningkat, (6) daya dukung lingkungan merosot, (7) tingkat pengangguran di pedesaan meningkat, (8) daya tukar petani berkurang, (9) penghasilan dan kesejahteraan keluarga petani menurun, (10) kesenjangan antar kelompok masyarakat meningkat (Diperta, 2012).

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, belakangan muncul trend pertanian organik yaitu kegiatan budidaya tanaman yang akrab lingkungan dengan berusaha meminimalisir dampak negatif bagi alam sekitar. Pertanian organik dicirikan dengan tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia sehingga hasil panennya bebas residu kimia berbahaya. Pertanian organik merupakan pertanian masa depan sebagai usaha manusia menjaga kesehatan tubuh dan kelestarian alam dan lingkungan (Yusuf, 2001).

  1. Bagaimana Visi Pembangunan Pertanian ke depan
  2. Bagaimana masalah dan tantangan pertanian berkelanjutan
  3. Apakah keunggulan dan kelemahan pertanian organik

Tujuan

  1. Untuk mengetahui Visi Pembangunan Pertanian ke depan?
  2. Untuk mengetahui masalah dan tantangan pertanian berkelanjutan
  3. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan pertanian organik

Pembangunan Pertanian

Pembangunan pertanian adalah suatu proses yang menghasilkan terjadinya perubahan sosial (nilai/norma sosial, interaksi sosial, perilaku, lembaga sosial dan sebagainya) untuk mencapai pertumbuhan ekonomi (produksi, pendpatan dan kesejahteraan). Tujuan dari pembagunan pertanian, sebagaimana yang diamanatkan dalam garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan bahan baku industri, memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan taraf hidp dan kesejahteraan masyarakat, mendukung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta pembangunan wilayah dan pedesaan (Anonim, 2003). Untuk mencapai tujuan tersebut maka terdapat syarat-syarat yang harus ada atau dipenuhi, syarat pokok yang harus dipenuhi antara lain; pasar produksi hasil-hasil pertanian, teknologi pertanian yang selalu berkembang, ketersediaan sarana produksi pertanian, insentif dan transportasi. Selain Syarat-syarat pokok maka dalam pembangunan pertanian juga dibutuhkan syarat-syarat pendukung meliputi : pendidikan pembangunan, kerja sama, reboisasi dan ekstensifikasi serta perencanaan pembanguan pertanian. Menurut Tjiptoheriyanto (2004) pelaksanaan pembangunan pertanian dapat diwujudkan melalui prinsip pembangunan partisipasif.

Berdasarkan pertimbangan pelaksanaan pembangunan pertanian

Di Indonesia pada saat ini, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pertanian alternatif:

  1. Keragaman daur-ulang limbah organik dan pemanfaatannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
  2. Memadukan sumber daya organik dan anorganik pada sistem pertanian di lahan basah dan lahan kering.
  3. Mengemangkan sistem pertanian berwawasan konservasi di lahan basah dan lahan kering.
  4. Memanfaatkan bermacam-macam jenis limbah sebagai sumber nutrisi tanaman.
  5. Reklamasi dan rehabilitasi lahan dengan menerapkan konsep pertanian organik.
  6. Perubahan dari tanaman semusim menjadi tanaman keras di lahan kering harus dipadukan dengan pengembangan ternak, pengolahan minimum dan pengolahan residu pertanaman.
  7. Mempromosikan pendidikan dan pelatihan bagi penyuluh pertanian untuk memperbaiki citra dan tujuan pertanian organik.
  8. Memanfaatkan kotoran ternak yang berasal dari unggas, babi, ayam, itik, kambing, dan kelinci sebagai sumber pakan ikan.

Pertanian Berwawasan Lingkungan

Pertanian berwawasan lingkungan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tani dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk dan obat-obatan an-organik. Selain itu program juga mengarahkan kelompok dampingan untuk melakukan diversifikasi usaha berdasar potensi lokal yang ada di daerah pedesaan misalnya pengembangan sektor peternakan, perikanan, penyediaan pupuk dan pestisida organik secara mandiri, dan pengolahan hasil pertanian.

Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan di lingkungan pertanian dapat disebabkan karena penggunaan agrokimia (pupuk dan pestisida) yang tidak proporsional. Dampak negatif dari penggunaan agrokimia antara lain berupa pencemaran air, tanah, dan hasil pertanian, gangguan kesehatan petani, menurunnya keanekaragaman hayati, ketidak berdayaan petani dalam pengadaan bibit, pupuk kimia dan dalam menentukan komoditas yang akan ditanam.

Penggunaan pestisida yang berlebih dalam kurun yang panjang, akan berdampak pada kehidupan dan keberadaan musuh alami hama dan penyakit, dan juga berdampak pada kehidupan biota tanah. Hal ini menyebabkan terjadinya ledakan hama penyakit dan degradasi biota tanah.

Penggunaan pupuk kimia yang berkonsentrasi tinggi dan dengan dosis yang tinggi dalam kurun waktu yang panjang menyebabkan terjadinya kemerosotan kesuburan tanah karena terjadi ketimpangan hara atau kekurangan hara lain, dan semakin merosotnya kandungan bahan organik tanah. Bahan organik tanah disamping memberikan unsur hara tanaman yang lengkap juga akan memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah akan semakin remah. Namun jika penambahan bahan organik tidak diberikan dalam jangka panjang kesuburan fisiknya akan semakin menurun.

Baca Juga : 

TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA

TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA

TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA

TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA
TERHADAP KELULUSAN HIDUP IKAN NILA

Di daerah kabupaten Lebong, salah satu jenis ikan air tawar

Yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan nila. Permintaan konsumen akan jenis ikan ini semakin meningkat, karena selain rasa ikan ini enak, kandungan proteinnya juga tinggi. Selain untuk konsumsi permintaan ikan nila juga meningkat untuk tujuan budidaya. Hal ini berhubungan dengan potensi dan sumber daya ikan di Kabupaten Lebong yang terus berkembang baik produksinya maupun area kolam budidayanya. Sejalan dengan itu, permintaan ikan nila baik dari lokal maupun regional juga meningkat. Oleh karena itu kegiatan produksi ikan nila di Kabupaten Lebong juga harus terus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan konsumen akan jenis ikan nila terutama dalam bentuk hidup. Salah satu alasan penting perdagangan ikan dalam bentuk hidup adalah harganya yang lebih tinggi dari harga ikan mati. Untuk itu diperlukan teknologi yang sesuai dan tepat untuk memenuhi permintaan ikan nila dalam bentuk hidup. Tetapi, teknologi transportasi ikan hidup yang digunakan sejauh ini masih sangat sederhana dengan demikian maka angka mortalitas ikan dalam transportasi masih tinggi.

Penelitian untuk mencari teknologi yang baik

Untuk menekan angka mortalitas ikan perlu dilakukan. Perdagangan ikan dalam bentuk hidup menjadi pilihan yang tepat apabila kondisi optimalnya diketahui dengan menjaga tingkat kelulusan hidup ikan dalam transportasi. Ada beberapa Metode yang memungkinkan ikan dapat dikirim dengan keadaan hidup, salah satu cara transportasi untuk menekan angka mortalitas ikan adalah dengan cara pembiusan dengan menggunakan bahan anestesi. Bahan anestesi dapat berupa bahan alami dan bahan kimia sintetik. Salah satu bahan anestesi alami yang bisa digunakan adalah minyak cengkeh (Fauziah et al., 2011). Karena selain mudah didapat tanaman cengkeh banyak dijumpai di daerah Kabupaten Lebong. Metode transportasi ikan dengan menggunakan bahan anestesi bertujuan untuk memperpanjang waktu transportasi dengan menekan metabolisme dan aktivitas ikan serta mengurangi resiko mengalami stres yang dapat mengakibatkan kematian pada ikan. Minyak cengkeh kaya akan kandungan eugenol, anestesi dengan basis eugenol sangat efektif dalam konsentrasi rendah selain harganya terjangkau, mudah didapat dan dapat mengurangi stres (Imanpoor et al., 2010). Salah satu contoh transportasi ikan dalam bentuk hidup adalah transportasi benih.  Karena benih merupakan faktor penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu usaha budidaya ikan. Pada proses transportasi merupakan hal yang harus ditangani dengan benar untuk menekan angka mortalitas hal yang harus diperhatikan juga adalah kualitas dari benih tersebut.

Untuk itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul pengaruh konsentrasi minyak cengkeh (Eugenia aromatica) terhadap kelulusan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam transportasi.

BAHAN DAN METODE

 Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2011 sampai dengan 17 Agustus 2011  bertempat di Usaha Pembenihan Rakyat (UPR) Desa Karang Dapo Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah jaring, ember plastik, karet gelang, mikropipet, penggaris, kantong plastik (50 cm x 20 cm), termometer, DO meter, kertas lakmus, gelas ukur, kardus, aerator, stop watch, dan kendaraan roda empat. Bahan yang digunakan adalah ikan nila ukuran 5 – 7 cm yang diperoleh dari UPR Desa karang Dapo, dan minyak cengkeh merek Minyak Cengkeh Murni diperoleh dari toko herbal.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengambilan data secara observasi langsung di lapangan terhadap objek penelitian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan.

HASIL DAN BAHASAN

Konsentrasi minyak cengkeh yang diujikan adalah 0 ml/l air (sebagai kontrol), 0,010 ml/l air, 0,015 ml/l air, dan 0,020 ml/l air. Hasil pengamatan respon ikan nila selama pembiusan disajikan pada Tabel 5.

Respon ikan nila selama pembiusan dengan tingkat konsentrasi yang berbeda

Perlakuan (ml/l air)

Waktu Pengamatan (Menit)

0

5

10

15

0 Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal

0,010

Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktifitas terhadap rangsangan luar lambat.gerak renang lambat. Reaktifitas terhadap rangsangan luar sangat lambat. gerak renang lambat.

0,015

Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Pergerakan lemah, respon terhadap rangsangan kurang kuat, gerak renang tenang dan sesekali naik ke permukaan. Reaktifitas terhadap rangsangan luar lambat. Reaktifitas terhadap rangsangan luar tidak ada, pergerakan lambat.

0,020

Reaktif dengan rangsangan luar, keseimbangan dan pergerakan normal Reaktifitas terhadap rangsangan luar tidak ada, pergerakan lambat. Pergerakan normal, respon terhadap rangsangan tinggi, gerak renang aktif dan panik. Pergerakan sangat lemah, respon terhadap rangsangan sangat lemah, tubuh hilang keseimbangan dan miring di dasar.

 

Pengamatan daya anestesi minyak cengkeh terhadap ikan nila dilakukan secara observasi. Waktu pengamatan untuk melihat daya anestesi minyak cengkeh pada menit ke- 0, 5, 10, dan 15.

Hasil pengamatan pada Tabel 5 menunjukkan bahwa konsentrasi 0 ml/l dari menit ke- 5 sampai menit ke 15 belum terlihat adanya respon ikan. Hal ini ditandai dengan tingkah laku ikan nila selama pembiusan yang tetap normal. Secara umum kondisi ikan yang masih normal dapat dilihat dari gerak renangnya yang tetap stabil dan respon terhadap rangsangan luar masih normal. Tidak adanya respon ikan pada konsentrasi 0 ml/l air sampai menit ke- 15 karena diduga tidak adanya zat aktif dari minyak cengkeh.

 

Penggunaan konsentrasi 0,010 ml/l air sampai menit ke- 5

Menunjukkan belum terlihat adanya respon ikan. Hal ini ditandai dengan tingkah laku ikan nila selama pembiusan yang tetap normal. Secara umum kondisi ikan yang masih normal dapat dilihat dari gerak renang yang tetap stabil dan respon terhadap rangsangan luar masih normal. Perubahan tingkah laku ikan mulai terlihat pada menit ke- 10. Tidak adanya respon ikan terhadap minyak cengkeh  pada penggunaan konsentrasi uji 0,010 ml/l air sampai menit ke- 5 diduga karena zat aktif dari minyak cengkeh belum cukup mempengaruhi keseimbangan fungsi saraf dan jaringan otak ikan, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya zat aktif yang masuk ke dalam tubuh melalui insang dan difusi membran pada ikan. Disamping itu, ikan nila termasuk memiliki kisaran toleransi yang cukup tinggi bila terjadi perubahan lingkungan perairan, seperti pH air rendah (sampai dengan pH 5), kadar salinitas tinggi, bahkan ikan nila sudah dapat dibudidayakan di perairan payau, dan kandungan oksigen perairan yang rendah (Arie, 2000). Ikan mulai menunjukkan respon terhadap minyak cengkeh pada menit ke- 10 sampai menit ke- 15. Reaktifitas terhadap rangsangan luar lambat dan gerak renang tampak lambat, karena diduga daya anestesi mulai mempengaruhi sistem syaraf pada ikan. Kemampuan adaptasi yang cukup tinggi terhadap perubahan lingkungan diduga dapat mempengaruhi daya tahan ikan nila terhadap pengaruh zat – zat anestesi dengan konsentrasi yang rendah yakni 0,010 ml/ l air.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-teks-editorial-jenis-dan-isi-serta-unsur-kebahasaan/

Estuaria Adalah

Estuaria Adalah

Estuaria Adalah

Estuaria Adalah
Estuaria Adalah

 

Estuaria adalah wilayah sungai

Yang ada di bagian hilir dan bermuara ke laut, sehingga memungkinkan terjadinya pencampuran antara air tawar dan air laut. Estuaria didominasi oleh substrat lumpur yang berasal dari endapan yang dibawa oleh air tawar sehingga bersatu dengan air laut. Partikel yang mengendap kebanyakan bersifat organik, substrat dasar estuaria kaya akan bahan organik. Bahan organik tersebut sebagai cadangan makanan utama, bagi pertumbuhan mangrove dan organisme lainnya. Komponen fauna estuaria dihuni oleh biota air laut dan air tawar. Komponen fauna estuaria didominasi hewan stenohaline dan hewan eurihaline. Hewan stenohaline adalah hewan yang terbatas kemampuannya dalam mentolerir perubahan salinitas sampai 30 permil. Sedangkan hewan eurihaline adalah hewan khas laut yang mampu mentolerir penurunan salinitas hingga di bawah 30 permil.

Parameter lingkungan utama ekosistem estuaria

Antara lain sirkulasi air, partikel tersuspensi dan kandungan polutan. Dengan demikian ekosistem estuaria ini sangat sensitif terhadap perubahan sirkulasi air, tersuspensinya partikel dan polutan.

Rumput laut

Rumput laut (seaweed) dapat hidup pada perairan yang cukup cahaya. Nutrien yang diperlukan oleh rumput laut diperoleh langsung dari air laut. Nutrien tersebut dihantarkan melalui upwelling, turbulensi dan masukan dari daratan.

Rumput laut memiliki produktivitas yang cukup besar, dan hewan pemangsa langsung rumput laut relatif sedikit. Diperkirakan produksi bersih rumput laut yang memasuki jaring makanan melalui pemangsaan hanya 10 %, sisanya 90 % masuk melalui rantai bentuk detritus atau bahan organik terlarut (Nybakken, 1986: 61).

Berdasarkan uraian di atas tentang ekosistem pesisir

Yang tidak tergenang air dan yang tidak tergenang air menunjukkan bahwa ekosistem tersebut memiliki nilai yang sangat penting bagi manusia dan lingkungannya. Terpeliharanya ekosistem pesisir dapat memberikan manfaat bukan hanya untuk saat ini saja, tetapi untuk masa yang akan datang. Ekosistem pesisir memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan terutama dalam bidang jasa-jasa lingkungan. Jasa-jasa lingkungan tersebut anatar lain kegiatan parisiwata, pendidikan dan penelitian wilayah pesisir.

Konservasi Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan

Konservasi wilayah pesisir di sini mengacu pada konsep pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi saat ini dan kebutuhan generasi mendatang. Pembangunan yang berkelanjutan dilaksanakan tanpa mengurangi fungsi lingkungan hidup. Lingkup pembangunan berkelanjutan meliputi aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial yang diterapkan secara seimbang serasi selaras dengan alam. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 32 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 1 ayat 3, bahwa pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial dan ekonomi.

Purba ed. (2002: 18-20) mengemukakan lima prinsip utama pembangunan berkelanjutan yakni dengan menggunakan prinsip (1) keadilan antar generasi; (2) keadilan dalam satu generasi; (3) pencegahan dini; (4) perlindungan keanekaragaman hayati; dan (5) internalisasi biaya lingkungan dan mekanisme insentif.

Kelima prinsip di atas mengandung arti

Bahwa pembangunan harus memberikan jaminan supaya serasi, selaras dan seimbang dengan daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, daya dukung lingkungan yang ada di wilayah pesisir seharusnya tetap terpelihara dan terjaga baik sehingga dapat dimanfaatkan secara terprogram secara lestari bagi kesejahteraan generasi mendatang.

Kerusakan lingkungan telah terjadi di wilayah pesisir yang diakibatkan oleh perilaku manusia di wilayah pesisir dan di daerah sekitarnya. Kerusakan lingkungan tersebut dapat mengancam fungsi lingkungan hidup wilayah pesisir. Fungsi lingkungan hidup akan mengancam kelestarian tipologi ekosistem pesisir, yang meliputi ekosistem yang tidak tergenang air dan ekosistem yang tergenang air. Konservasi wilayah pesisir sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan serta ekosistemnya untuk menjamin keberadaan dan kesinambungan sumberdaya pesisir dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman hayati (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2007: 3).

Dalam konservasi ada aspek yang tidak boleh diabaikan yaitu kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Lingkungan yang dimaksud mencakup tumbuhan dan hewan harus sesuai dengan habitatnya sehingga dapat tumbuh optimal. Ekonomi yang dimaksud bahwa untuk melakukan konservasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Konservasi harus memperhitungkan faktor biaya penanaman, biaya perawatan, dan biaya pengamanan. Faktor sosial yang dimaksud adalah bahwa dalam konservasi selayaknya melibatkan masyarakat. Karena dengan melibatkan masyarakat, tumbuhan dipelihara, dijaga dan dirawat sesuai dengan kearifan budayanya.

Manfaat konservasi wilayah pesisir yaitu

Manfaat biogeografi, keaneka-ragaman hayati, perlindungan terhadap spesies endemik dan spesies langka, perlindungan terhadap spesies yang rentan dalam masa pertumbuhan, pengurangan mortalitas, perlindungan pemijahan, manfaat penelitian, ekoturism, dan peningkatan produktivitas perairan (Fauzi dan Anna (2005: 73). Manfaat konservasi tersebut, mencakup manfaat langsung maupun tidak langsung. Manfaat konservasi wilayah pesisir tidak hanya bersifat terukur (tangible), tetapi ada juga yang tidak terukur (intangible). Manfaat yang terukur mencakup manfaat kegunaan baik untuk dikonsumsi maupun tidak. Sedangkan manfaat tidak terukur lebih tertuju pada manfaat pemeliharaan ekosistem dalam jangka panjang.

Kegiatan pemanfaatan, perlindungan dan pelestarian di wilayah pesisir, selayaknya dengan menggunakan pendekatan secara bottom up. Pendekatan ini, sudah mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ada di lapangan. Dengan kata lain pendekatan ini sudah sesuai dengan program yang sudah disusun komunitas (masyarakat pesisir).

Strategi Konservasi Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan

Untuk melaksanakan konservasi wilayah pesisir yang berkelanjutan, diajukan beberapa strategi sebagai berikut.

1) Strategi pemanfaatan secara lestari dengan cara:

(a) Merumuskan kebijakan pemanfaatan wilayah pesisir yang berkelanjutan:

(1) Membuat aturan atau ketentuan dalam pemanfaatan wilayah pesisir.

(2) Menerapkan kearifan lokal masyarakat adat dalam pemanfaatannya.

(3) Memberikan insentif dan disinsentif dalam pemanfaatan.

(b) Membuat mekanisme kordinasi antara perencanaan dan pemanfaatan wilayah pesisir:

(1) Membuat analisis situasi wilayah pesisir.

(2) Membuat perencanaan program pemanfaatan

(3) Membuat rencana pemanfaatan wilayah pesisir.

(4) Monitoring dan evaluasi kesesuaian antara perencanaan dan pemanfaatan.

(c) Mengembangkan kemitraan dalam pemanfaatan pesisir:

2) Strategi perlindungan dengan cara:

(a) Menetapkan wilayah pesisir yang membutuhkan perlindungan mendesak (urgen):

(1) Identifikasi tipologi wilayah pesisir yang telah mengalami kerusakan;

(2) Merumuskan langkah-langkah berkelanjutan dalam melindungi wilayah pesisir.

(b) Menetapkan zonasi perlindungan wilayah pesisir

(1) Memetakan wilayah pesisir yang membutuhkan perlindungan;

(2) Menetapkan spesies tumbuhan dan hewan yang dilindungi

3) Strategi pelestarian yang diajukan:

(a) Menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dalam pelestarian.

(b) Membangun sarana dan prasarana pelestarian in situ untuk melestarikan keanekaragan hayati wilayah pesisir.

(c) Meningkatkan apresiasi dan kesadaran nilai dan kebermaknaan keanekaragaman hayati wilayah pesisir:

(1) Membangun kesadaran masyarakat tentang nilai keanekaragaman hayati dalam budaya kontemporer

(2) Menggunakan sistem pendidikan formal di dalam kelas

(3) Menggunakan kegiatan-kegiatan di luar sekolah

Berdasarkan uraian di atas, konservasi wilayah pesisir

Yang berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan menggunakan stategi yang tepat. Strategi pemanfaatan yang lestari antara lain merumuskan kebijakan konservasi wilayah pesisir yang berkelanjutan, membuat mekanisme kordinasi antara perencanaan dan pemanfaatan wilayah pesisir dan mengembangkan kemitraan dalam pemanfaatan pesisir; Strategi perlindungan, meliputi menetapkan wilayah pesisir yang membutuhkan perlindungan mendesak (urgen), dan menetapkan zonasi perlindungan; serta Strategi pelestarian antara lain menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dalam pelestarian, membangun sarana dan prasarana pelestarian in situ untuk melestarikan keanekaragaman hayati wilayah pesisir dan meningkatkan apresiasi dan kesadaran nilai dan kebermaknaan keanekaragaman hayati wilayah pesisir.

Untuk melaksanakan strategi konservasi wilayah pesisir

Yang berkelanjutan, harus didukung komitmen dari stakeholder (pihak-pihak yang terkait) wilayah pesisir diiringi dengan penerapan etika lingkungan berdasarkan prinsip ekosentrisme. Sebagaimana yang diungkapkan Keraf (2010: 93) bahwa prinsip ekosentrisme lebih memfokuskan kepada komunitas ekologis secara holistik. Termasuk didalamnya pengembangan prinsip moral untuk kepentingan seluruh komunitas ekologis. Oleh karena itu, keberhasilan dalam menerapkan strategi konservasi wilayah pesisir perlu didukung penerapan cara pandang, nilai dan perilaku hidup berdasarkan prinsip ekosentrisme. Dengan demikian, gaya hidup yang kita lakukan semestinya selaras, serasi dengan alam, sehingga kesadaran pentingnya ramah lingkungan harus terus dikumandangkan diberbagai kesempatan, kegiatan dan secara merata di berbagai pelosok wilayah.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Masa Pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Masa Pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Masa Pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Masa Pemerintahan Presiden B.J. Habibie
Masa Pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Setelah Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998, pada hari itu juga Wakil Presiden B.J Habibie dilantik menjadi presiden RI ketiga di bawah pimpinan Mahkamah Agung di Istana Negara. Dasar hukum pengangkatan Habibie adalah berdasarkan TAP MPR No.VII/MPR/1973 yang berisi “jika Presiden berhalangan, maka Wakil Presiden ditetapkan menjadi Presiden”.Ketika Habibie naik sebagai Presiden, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi terburuk dalam waktu 30 tahun terakhir, disebabkan oleh krisis mata uang yang didorong oleh hutang luar negeri yang luar biasa besar sehingga menurunkan nilai rupiah menjadi seperempat dari nilai tahun 1997. Krisis yang telah menimbulkan kebangkrutan teknis terhadap sektor industri dan manufaktur serta sektor finansial yang hampir ambruk, diperparah oleh musim kemarau panjang yang disebabkan oleh El Nino, yang mengakibatkan turunnya produksi beras.

Ditambah kerusuhan Mei 1998 telah menghancurkan pusat-pusat bisnis perkotaan, khususnya di kalangan investor keturunan Cina yang memainkan peran dominan dalam ekonomi Indonesia. Larinya modal, dan hancurnya produksi serta distribusi barang-barang menjadikan upaya pemulihan menjadi sangat sulit, hal tersebut menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi.

Pengunduran diri Soeharto telah membebaskan energi sosial dan politik serta frustasi akibat tertekan selama 32 tahun terakhir, menciptakan perasaan senang secara umum akan kemungkinan politik yang sekarang tampak seperti terjangkau. Kalangan mahasiswa dan kelompok-kelompok pro demokrasi menuntut adanya demokratisasi sistem politik segera terjadi, meminta pemilihan umum segera dilakukan untuk memilih anggota parlemen dan MPR, yang dapat memilih presiden baru dan wakil presiden. Di samping tuntutan untuk menyelenggarakan pemilihan umum secepat mungkin, pemerintah juga berada di bawah tekanan kuat untuk menghapuskan korupsi, kolusi dan nepotisme yang menandai Orde Baru.

Tugas yang diemban oleh Presiden B.J Habibie adalah memimpin pemerintahan transisi untuk menyiapkan dan melaksanakan agenda reformasi yang menyeluruh dan mendasar, serta sesegera mungkin mengatasi kemelut yang sedang terjadi. Naiknya B.J Habibie ke singgasana kepemimpinan nasional diibaratkan menduduki puncak Gunung Merapi yang siap meletus kapan saja. Gunung itu akan meletus jika berbagai persoalan politik, sosial dan psikologis, yang merupakan warisan pemerintahan lama tidak diatasi dengan segera.

Menjawab kritik-kritik atas dirinya yang dinilai sebagai orang tidak tepat menangani keadaan Indonesia yang sedang dilanda krisis yang luar biasa. B.J. Habibie berkali-kali menegaskan tentang komitmennya untuk melakukan reformasi di bidang politik, hukum dan ekonomi. Secara tegas Habibie menyatakan bahwa kedudukannya sebagai presiden adalah sebuah amanat konstitusi. Dalam menjalankan tugasnya ini ia berjanji akan menyusun pemerintahan yang bertanggung jawab sesuai dengan tuntutan perubahan yang digulirkan oleh gerakan reformasi tahun 1998. Pemerintahnya akan menjalankan reformasi secara bertahap dan konstitusional serta komitmen terhadap aspirasi rakyat untuk memulihkan kehidupan politik yang demokratis dan meningkatkan kepastian hukum.

Dalam pidato pertamanya pada tanggal 21 Mei 1998, malam harinya setelah dilantik sebagai Presiden, pukul.19.30 WIB di Istana Merdeka yang disiarkan langsung melalui RRI dan TVRI, B.J. Habibie menyatakan tekadnya untuk melaksanakan reformasi. Pidato tersebut bisa dikatakan merupakan visi kepemimpinan B.J. Habibie guna menjawab tuntutan Reformasi secara cepat dan tepat. Beberapa point penting dari pidatonya tersebut adalah kabinetnya akan menyiapkan proses reformasi di ketiga bidang yaitu :

  1. Di bidang politik antara lain dengan memperbarui berbagai perundang-undangan dalam rangka lebih meningkatkan kualitas kehidupan berpolitik yang bernuansa pada PEMILU sebagaimana yang diamanatkan oleh Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).
  2. Di bidang hukum antara lain meninjau kembali Undang-Undang Subversi.
  3. Di bidang ekonomi dengan mempercepat penyelesaian undang-undang yang menghilangkan praktik-praktik monopoli dan persaingan tidak sehat.

Di samping itu pemerintah akan tetap melaksanakan semua komitmen yang telah disepakati dengan pihak luar negeri, khususnya dengan melaksanakan program reformasi ekonomi sesuai dengan kesepakatan dengan IMF. Pemerintah akan tetap menjunjung tinggi kerjasama regional dan internasional, seperti yang telah dilaksanakan selama ini dan akan berusaha dalam waktu yang sesingkat-singkatnya mengembalikan dinamika pembangunan bangsa Indonesia yang dilandasi atas kepercayaan nasional dan internasional yang tinggi.

Seperti dituturkan dalam pidato pertamanya, bahwa pemerintahannya akan komitmen pada aspirasi rakyat untuk memulihkan kehidupan ekonomi-sosial, meningkatkan kehidupan politik demokrasi dan menegakkan kepastian hukum. Maka fokus perhatian pemerintahan Habibie diarahkan pada tiga bidang tersebut.

  1. Pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan

Sehari setelah dilantik, B.J. Habibie telah berhasil membentuk kabinet yang diberi nama Kabinet Reformasi Pembangunan. Kabinet Reformasi Pembangunan terdiri dari 36 Menteri, yaitu 4 Menteri Negara dengan tugas sebagai Menteri Koordinator, 20 Menteri Negara yang memimpin Departemen, dan 12 Menteri Negara yang memimpin tugas tertentu. Dalam Kabinet Reformasi Pembangunan tersebut terdapat sebanyak 20 orang yang merupakan Menteri pada Kabinet Pembangunan era Soeharto. Kabinet Reformasi Pembangunan terdiri dari berbagai elemen kekuatan politik dalam masyarakat, seperti dari ABRI, partai politik (Golkar, PPP, dan PDI), unsur daerah, golongan intelektual dari perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat. Untuk pertama kalinya sejak pemerintahan Orde Baru, Habibie mengikutsertakan kekuatan sosial politik non Golkar, unsur daerah, akademisi, profesional dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), sehingga diharapkan terjadi sinergi dari semua unsur kekuatan bangsa tersebut. Langkah ini semacam rainbow coalitionyang terakhir kali diterapkan dalam Kabinet Ampera.

Pada sidang pertama Kabinet Reformasi Pembangunan, 25 Mei 1998, B.J. Habibie memberikan pengarahan bahwa pemerintah harus mengatasi krisis ekonomi dengan dua sasaran pokok, yakni tersedianya bahan makanan pokok masyarakat dan berputarnya kembali roda perekonomian masyarakat. Pusat perhatian Kabinet Reformasi Pembangunan adalah meningkatkan kualitas, produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, dengan memberi peran perusahaan kecil, menengah dan koperasi, karena terbukti memiliki ketahanan ekonomi dalam menghadapi krisis.

Dalam sidang pertama kabinet itu juga, Habibie memerintahkan bahwa departemen-departemen terkait secepatnya mengambil langkah persiapan dan pelaksanaan reformasi, khususnya menyangkut reformasi di bidang politik, bidang ekonomi dan bidang hukum. Perangkat perundang-undangan yang perlu diperbaharui antara lain Undang-Undang Pemilu, Undang-Undang tentang Partai Politik dan Golkar, UU tentang susunan dan kedudukan MPR, DPR dan DPRD, UU tentang Pemerintahan Daerah.

Menindaklanjuti tuntutan yang begitu kuat terhadap reformasi politik, banyak kalangan menuntut adanya amandemen UUD 1945.Tuntutan amandemen tersebut berdasarkan pemikiran bahwa salah satu sumber permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara selama ini ada pada UUD 1945. UUD 1945 memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada presiden, tidak adanya check and balances system, terlalu fleksibel, sehingga dalam pelaksanaannya banyak yang disalah gunakan, pengaturan hak azasi manusia yang minim dan kurangnya pengaturan mengenai pemilu dan mekanisme demokrasi.

  1. Sidang Istimewa MPR 1998

Di tengah maraknya gelombang demonstrasi mahasiswa dan desakan kaum intelektual terhadap legitimasi pemerintahan Habibie, pada 10-13 November 1998, MPR mengadakan Sidang Istimewa untuk menentapkan langkah pemerintah dalam melaksanakan reformasi di segala bidang. Beberapa hasil yang dijanjikan pemerintah dalam menghadapi tuntutan keras dari mahasiswa dan gerakan reformasi telah terwujud dalam ketetapan-ketetapan yang dihasilkan MPR, antara lain:

  • Terbukanya kesempatan untuk mengamandemen UUD 1945 tanpa melalui referendum.
  • Pencabutan keputusan P4 sebagai mata pelajaran wajib (Tap MPR No.XVIII/MPR/1998).
  • Masa jabatan presiden dan wakil presiden dibatasi hanya sampai dua kali masa tugas, masing masing lima tahun (Tap MPR No.XIII/MPR/1998).
  • Agenda reformasi politik meliputi pemilihan umum, ketentuan untuk memeriksa kekuasaan pemerintah, pengawasan yang baik dan berbagai perubahan terhadap Dwifungsi ABRI.
  • Tap MPR No.XVII/MPR/1998 tentang Hak Azasi Manusia, mendorong kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan pembebasan tahanan politik dan narapidana politik.
  1. Reformasi Bidang Politik

Sesuai dengan Tap MPR No. X/MPR/1998, Kabinet Reformasi Pembangunan telah berupaya melaksanakan sejumlah agenda politik, yaitu merubah budaya politik yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya, seperti pemusatan kekuasaan, dilanggarnya prinsip-prinsip demokrasi, terbatasnya partisipasi politik rakyat, menonjolnya pendekatan represif yang menekankan keamanan dan stabilitas, serta terabaikannya nilai-nilai Hak Azasi Manusia dan prinsip supremasi hukum.

Beberapa hal yang telah dilakukan B.J Habibie adalah:

  • Diberlakukannya Otonomi Daerah yang lebih demokratis dan semakin luas. Dengan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah, diharapkan akan meminimalkan ancaman disintegrasi bangsa. Otonomi daerah ditetapkan melalui Ketetapan MPR No XV/MPR/1998.
  • Kebebasan berpolitik dilakukan dengan pencabutan pembatasan partai politik. Sebelumnya. Dengan adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik, pada pertengahan bulan Oktober 1998 sudah tercatat sebanyak 80 partai politik dibentuk. Menjelang Pemilihan Umum, partai politik yang terdaftar mencapai 141 partai. Setelah diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum menjadi sebanyak 95 partai, dan yang berhak mengikuti Pemilihan Umum sebanyak 48 partai saja. Dalam hal kebebasan berpolitik, pemerintah juga telah mencabut larangan mengeluarkan pendapat, berserikat, dan mengadakan rapat umum.
  • Pencabutan ketetapan untuk meminta Surat Izin Terbit (SIT) bagi media massa cetak,sehingga media massa cetak tidak lagi khawatir dibredel melalui mekanisme pencabutan Surat Izin Terbit. Hal penting lainnya dalam kebebasan mengeluarkan pendapat bagi pekerja media massa adalah diberinya kebebasan untuk mendirikan organisasi-organisasi profesi. Pada era Soeharto, para wartawan diwajibkan menjadi anggota satu-satunya organisasi persatuan wartawan yang dibentuk oleh pemerintah. Sehingga merasa selalu dikontrol dan dikendalikan oleh pemerintah.
  • Dalam hal menghindarkan munculnya penguasa yang otoriter dengan masa kekuasaan yang tidak terbatas, diberlakukan pembatasan masa jabatan Presiden. Seorang warga negara Indonesia dibatasi menjadi Presiden sebanyak dua kali masa jabatan saja.
  1. Pelaksanaan Pemilu 1999

Pelaksanaan Pemilu 1999, boleh dikatakan sebagai salah satu hasil terpenting lainnya yang dicapai Habibie pada masa kepresidenannya. Pemilu 1999 adalah penyelenggaraan pemilu multipartai (yang diikuti oleh 48 partai politik). Sebelum menyelenggarakan pemilu yang dipercepat itu, pemerintah mengajukan RUU tentang partai politik, tentang pemilu, dan tentang susunan dan kedudukan MPR, DPR, dan DPRD.Setelah RUU disetujui DPR dan disahkan menjadi UU, presiden membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil partai politik dan wakil pemerintah. Hal yang membedakan pemilu 1999 dengan pemilu sebelumnya (kecuali pemilu 1955) adalah dikuti oleh banyak partai politik. Ini dimungkinkan karena adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik. Dengan masa persiapan yang tergolong singkat, pelaksanaan pemungutan suara pada pemilu 1999 ini dapat dikatakan sesuai dengan jadwal, 7 Juni 1999.

Tidak seperti yang diprediksi dan dikhawatirkan oleh banyak pihak, ternyata pemilu 1999 bisa terlaksana dengan damai tanpa ada kekacauan yang berarti meski dikuti partai yang jauh lebih banyak, pemilu kali ini juga mencatat masa kampanye yang relatif damai dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Berdasarkan laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU), hanya 19 orang meninggal semasa kampanye, baik karena kekerasan maupun kecelakaan dibanding dengan 327 orang pada pemilu 1997 yang hanya diikuti oleh tiga partai. Ini juga menunjukkan rakyat kebanyakan lebih rileks melihat perbedaan. Pemilu 1999, dinilai oleh banyak pengamat sebagai Pemilu yang paling demokratis dibandingkan 6 kali pelaksanaan Pemilu sebelumnya.

Berdasarkan keputusan KPU, Panitia Pemilihan Indonesia (PPI), pada 1 September 1999,melakukan pembagian kursi hasil pemilu. Hasil pembagian kursi itu menunjukan lima partai besar menduduki 417 kursi di DPR, atau 90,26 % dari 462 kursi yang diperebutkan. PDI-P muncul sebagai pemenang pemilu dengan meraih 153 kursi. Golkar memperoleh 120 kursi, PKB 51 Kursi, PPP 48 kusi, dan PAN 34 kursi.

  1. Pelaksanaan Referendum Timor-Timur

Satu peristiwa penting yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie adalah diadakannya Referendum bagi rakyat Timor-Timur untuk menyelesaikan permasalahan Timor-Timur yang merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya. Harus diakui bahwa integrasi Timor-Timur (Tim-Tim) ke wilayah RI tahun 1975 yang dikukuhkan oleh TAP MPR No.VI/M7PR/1978, atas kemauan sebagian warga Timor-Timur tidak pemah mendapat pengakuan internasional. Meskipun sebenarnya Indonesia tidak pernah mengklaim dan berambisi menguasai wilayah Tim-Tim. Banyak pengorbanan yang telah diberikan bangsa Indonesia, baik nyawa maupun harta benda, untuk menciptakan perdamaian dan pembangunan di Tim-Tim, yang secara historis memang sering bergejolak antara yang pro integrasi dengan yang kontra. Subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat bahkan melebihi dari apa yang diberikan kepada provinsi-provinsi lain untuk mengejar ketertinggalan. Namun sungguh disesalkan bahwa segala upaya itu tidak pernah mendapat tanggapan yang positif, baik di lingkungan internasional maupun di kalangan masyarakat Timor-Timur sendiri.

Di berbagai forum internasional posisi Indonesia selalu dipojokkan. Sebanyak 8 resolusi Majelis Umum PBB dan 7 resolusi Dewan Keamanan PBB telah dikeluarkan. Indonesia harus menghadapi kenyataan bahwa untuk memulihkan citra Indonesia, tidak memiliki pilihan lain kecuali berupaya menyelesaikan masalah Timor-Timur dengan cara-cara yang dapat diterima oleh masyarakat internasional. Dalam perundingan Tripartit Indonesia menawarkan gagasan segar, yaitu otonomi yang luas bagi Timor-Timur. Gagasan itu disetujui oleh Portugal namun dengan prinsip yang berbeda, yaitu otonomi luas ini sebagai solusi antara (masa transisi antara 5-10 tahun) bukan solusi akhir seperti yang ditawarkan Indonesia. Pihak-pihak yang tidak menyetujui integrasi tetap menginginkan dilakukan referendum, untuk memastikan rakyat ‘Timor-Timur memilih otonomi atau kemerdekaan.

Bagi Indonesia adalah lebih baik menyelesaikan masalah Timor-Timur secara tuntas, karena akan sulit mewujudkan Pemerintahan Otonomi Khusus, sementara konflik terus berlarut-larut dan masing-masing pihak yang bertikai akan menyusun kekuatan untuk memenangkan referendum. Karena itu, melalui kajian yang mendalam dan setelah berkonsultasi dengan Pimpinan DPR dan Fraksi-Fraksi DPR, pemerintah menawarkan alternatif lain. Jika mayoritas rakyat Timor-Timur menolak Otonomi Luas dalam sebuah “jajak pendapat”, maka adalah wajar dan bijaksana bahkan demokratis dan konstitusional, jika pemerintah mengusulkan Opsi kedua kepada Sidang Umum MPR, yaitu mempertimbangkan pemisahan Timor-Timur dari NKRI secara damai, baik-baik dan terhormat.

Rakyat Timor-Timur melakukan jajak pendapat pada 30 Agustus 1999 sesuai dengan Persetujuan New York. Hasil jajak pendapat yang diumumkan PBB pada 4 September 1999, adalah 78.5% menolak dan 21,5% menerima. Setelah jajak pendapat ini telah terjadi berbagai bentuk kekerasan, sehingga demi kemanusiaan Indonesia menyetujui percepatan pengiriman pasukan multinasional di Timor–Timur.

Sesuai dengan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD ‘45, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka Presiden Habibie mengharapkan MPR berkenan membahas hasil jajak pendapat tersebut dan menuangkannya dalam ketetapan yang memberikan pengakuan terhadap keputusan rakyat Timor-Timur. Sesuai dengan perjanjian New York, ketetapan tersebut mensahkan pemisahan Timor-Timur dan RI secara baik, terhormat dan damai, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bagian dari masyarakat internasional yang bertanggung jawab, demokratis, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

  1. Reformasi Bidang Ekonomi

Sesuai dengan Tap MPR tentang pokok-pokok reformasi yang menetapkan dua arah kebijakan pokok di bidang ekonomi, yaitu penanggulangan krisis ekonomi dengan sasaran terkendalinya nilai rupiah dan tersedianya kebutuhan bahan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau, serta berputarnya roda perekonomian nasional, dan pelaksanaan reformasi ekonomi.

Kebijakan ekonomi Presiden B.J. Habibie dilakukan dengan mengikuti saran-saran dari Dana Moneter Internasional yang dimodifikasi dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia yang semakin memburuk. Reformasi ekonomi mempunyai tiga tujuan utama yaitu:

  1. Merestrukturisasi dan memperkuat sektor keuangan dan perbankan.
  2. Memperkuat basis sektor riil ekonomi.
  3. Menyediakan jaringan pengaman sosial bagi mereka yang paling menderita akibat krisis.

Secara perlahan presiden Habibie berhasil membawa perekonomian melangkah ke arah yang jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan ekonomi yang sangat buruk, ketika terjadinya pengalihan kepemimpinan nasional dari Soeharto kepada Habibie. Pemerintahan Habibie berhasil menurunkan laju inflasi dan distribusi kebutuhan pokok mulai kembali berjalan dengan baik. Selain itu, yang paling signifikan adalah nilai tukar rupiah mengalami penguatan secara simultan hingga menyentuh Rp. 6.700,-/dolar AS pada bulan Juni 1999.

Padahal pada bulan yang sama tahun sebelumnya masih sekitar Rp. 15.000,-/dollar AS. Meski saat naiknya eskalasi politik menjelang Sidang Umum MPR rupiah sedikit melemah mencapai Rp. 8000,-/dolar AS.Sesuai TAP MPR No. X/MPR/1998 tentang penanggulangan krisis di bidang sosial budaya yang terjadi sebagai akibat dan krisis ekonomi, Pemerintah telah melaksanakan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Program Jaring Pengaman Sosial, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, telah banyak membantu masyarakat miskin dalam situasi krisis.

Pada masa Presiden B.J. Habibie pembangunan kelautan Indonesia mendapat perhatian yang cukup besar. Pembangunan kelautan merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan wilayah perairan Indonesia sebagai wilayah kedaulatan dan yurisdiksi nasional untuk didayagunakan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan dan ketahanan bangsa Indonesia.

  1. Reformasi Bidang Hukum

Sesuai Tap MPR No.X/MPR/1998 reformasi di bidang hukum diarahkan untuk menanggulangi krisis dan melaksanakan agenda reformasi di bidang hukum yang sekaligus dimaksudkan untuk menunjang upaya reformasi di bidang ekonomi, politik dan sosial budaya.

Keberhasilan menyelesaikan 68 produk perundang-undangan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu hanya dalam waktu 16 bulan. Setiap bulan rata-rata dapat dihasilkan sebanyak 4,2 undang-undang yang jauh melebihi angka produktivitas legislatif selama masa Orde Baru yang hanya tercatat sebanyak 4,07 undang-undang per tahun (0,34 per bulan).

Untuk meningkatkan kinerja aparatur penegak hukum, organisasi kepolisian telah dikembangkan keberadaannya sehingga terpisah dari organisasi Tentara Nasional Indonesia. Dengan demikian, fungsi kepolisian negara dapat lebih terkait ke dalam kerangka sistem penegakan hukum.Tekad untuk mengadakan reformasi menyeluruh dalam kehidupan nasional, telah berulang kali ditegaskan oleh B.J Habibie bahwa Undang-Undang Dasar 1945 sebagai hukum dasar tertinggi negara yang selama ini seakan-akan disakralkan haruslah ditelaah kembali untuk disempurnakan sesuai dengan kebutuhan zaman. Penyempurnaan Undang-Undang Dasar dipandang penting untuk menjamin agar pemerintahan di masa-masa yang akan datang semakin mengembangkan sesuai dengan semangat demokrasi dan tuntutan ke arah perwujudan masyarakat madani yang dicita-citakan. Untuk itu pada era pemerintahan B.J. Habibie Ketetapan MPR No 11/1978 mengenai keharusan dilakukannya referendum terlebih dahulu sebelum diberlakukannya amandemen terhadap Undang-undang Dasar dicabut.

Pada tanggal 1 sampai 21 Oktober 1999, diadakan Sidang Umum MPR hasil pemilu 1999. Tanggal 1 Oktober 1999, 700 anggota DPR/MPR periode 1999-2004 dilantik. Lewat mekanisme voting, Amin Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) terpilih sebagai Ketua MPR dan Akbar Tanjung dari Partai Golkar terpilih sebagai Ketua DPR. Pada 14 Oktober 1999, Presiden B.J. Habibie menyampaikan pidato pertanggungjawabannya di depan Sidang Umum MPR. Dalam pemandangan umum fraksi-fraksi atas pidato pertanggung jawaban Presiden Habibie tanggal 15-16 Oktober 1999, dari sebelas fraksi yang menyampaikan pemandangan umumnya, hanya empat fraksi yang secara tegas menolak, sedangkan enam fraksi lainnya masih belum menentukan putusannya. Kebanyakan fraksi itu memberikan catatan serta pertanyaan balik atas pertanggungjawaban Habibie itu. Pada umumnya masalah yang dipersoalkan adalah masalah Timor-Timur, pemberantasan KKN, masalah ekonomi dan masalah Hak Azasi Manusia.

Setelah mendengar jawaban Presiden Habibie atas pemandangan umum fraksi-fraksi, MPR dalam sidangnya tanggal 20 Oktober 1999, dini hari akhirnya menolak pertanggungjawaban Presiden Habibie melalui proses voting. Tepat pukul 00.35 Rabu dini hari, Ketua MPR Amin Rais menutup rapat paripurna dengan mengumumkan hasil rapat bahwa pertanggungjawaban Presiden Habibie ditolak pagi harinya, 20 Oktober 1999, pada pukul 08.30 di rumah kediamannya. Presiden Habibie memperlihatkan sikap kenegarawanannya dengan menyatakan bahwa dia ikhlas menerima keputusan MPR yang menolak laporan pertanggung jawabannya. Pada kesempatan itu, Habibie juga menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan presiden periode berikutnya.

Pada 20 Oktober 1999, Rapat Paripurna ke-13 MPR dengan agenda pemilihan presiden dilaksanakan. Beberapa calon diantaranya adalah Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Yusril Ihza Mahendra. Calon yang disebut terakhir menyatakan pengunduran dirinya beberapa saat menjelang dilaksanakannya voting pemilihan presiden. Lewat dukungan poros tengah (koalisi partai-partai Islam) Abdurrahman Wahid memenangkan pemilihan presiden melalui proses pemungutan suara. Ia mengungguli Megawati yang didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang nota bene adalah pemenang pemilu 1999. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Presiden Habibie yang hanya berlangsung singkat kurang lebih 17 bulan.

 

Baca Artikel Lainnya: