Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI

Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI

Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI
Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI

BANDUNG-Kota Bandung, yang terkenal dengan industri kreativitas anak mudanya, tentu saja menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan produk-produk yang dihasilkan dari industri tersebut.

Tidak sedikit dari hasil industri kreatif anak muda Bandung ditiru oleh daerah-daerah lain, meski kualitasnya tidak sebaik hasil dari yang ada sebelumnya, yang tentu saja ini sangat merugikan pemilik kreativitas.

Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), Fiki Cikara Satari mengakui,

masih banyak pelaku industri kreatif, terutama anak muda Bandung yang tidak mendaftarkan hasil kreativitasnya melalui HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

“Ada beberapa alasan industri kreatif tidak daftar HAKI, diantaranya lamanya proses HAKI hingga 2 tahun dan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh industri kreatif menjadi alasan mereka untuk belum mendaftarkan produknya melalui HAKI,” tuturnya.

Menurut Fiki, sebagian besar industri kreatif yang mayoritas UMKM lebih

baik menggunakan uangnya untuk mengembangkan usahanya ketimbang untuk mendaftarkan produknya ke HAKI.

“Untuk satu item biayanya mencapai jutaan rupiah, sementara produk dari industri kreatif banyak sekali itemnya sehingga perlu anggaran besar,” ucapnya.

Fiki mengharapkan, pemerintah memberikan kemudahan bagi industri

kreatif yang masuk dalam kategori UMKM dalam mendaftarkan produknya untuk dipatenkan.

“HAKI ini dibawah Menkumham, ini harus ada solusi yang memudahkan bagi mereka untuk mendapatkan sertifikat dari HAKI,” katanya.

Sumber :

https://www.goodreads.com/topic/show/19817645-kingdom-animalia