Mark up pricing method

Mark up pricing method

Mark up pricing method

Metode ini biasanya digunakan oleh para pedagang yang usahanya membeli dan menjual kembali barang tersebut setelah terlebih dahulu ditambah biaya-biaya. Lihat rumus di bawah ini :

Mark up disini merupakan kelebihan harga jual barang atas harga beli barang ditambah keuntungan yang diinginkan. Pembelian barang dagangan dilakukan dari grosir atau agen.
Contoh :

Amalia membeli 10 lusin sabun mandi dari grosir senilai Rp 550.000,00 untuk mengisi persediaan di tokonya dengan mengeluarkan ongkos Rp 35.000,00. Barang dijual kembali dengan keuntungan yang diharapkan 25 %. Berarti harga jual shampo tersebut adalah :
Harga beli 5 (lima) lusin sabun mandi = Rp 550.000,00 + Rp 35.000,00
Harga pokok shampo = Rp 585.000,00
Keuntungan yang diharapkan = 25 % x Rp 585.000,00 = Rp 146.250,00
Harga jual = Rp 585.000,00 + Rp 146.250,00 = Rp 731.250,00
Atau harga jual per buah = 731.250,00 : 120 = Rp 6.093,75

2 Cost plus pricing method
Pengusaha menetapkan harga satu unit barang sama besarnya denganjumlah biaya perunit ditambah keuntungan. Lihat rumus di bawah ini :

Contoh :
Sebuah perusahaan kontraktor membangun 10 unit Ruko dan mngeluarkan biaya sebagai berikut
Biaya bahan bangunan Rp 75.000.000,00
Upah tenaga Rp 25.000,000,00
Biaya penusutan alat, sewa kantor, gaji Pimpinan dan lain-lain
Rp 40.000.000,00 (+)
Rp 140.000.000,00
Keuntungan yang diharapkan 20 % dari seluruh biaya, maka :
Harga seluruh Ruko = Rp 140.000.000,00 + (20 % x Rp 140.000.000,00)
= Rp 140.000.000,00 + Rp 28.000.000,00
= Rp 168.000.000,00
Harga jual Ruko per unit = Rp 168.000.000,00 : 10
= Rp 16.800.000,00

Baca Juga :