Makna itu sendiri muncul dari interaksi sosial

Makna itu sendiri muncul dari interaksi sosial

Makna itu sendiri muncul dari interaksi sosial

Makna itu sendiri muncul dari interaksi sosial. Makna itu tidak langsung diberikan atau ditanggapi begitu saja oleh seseorang, tapi melalui proses penafsiran lebih dulu. Contohnya, seorang gadis yang menerima ucapan salam dari seorang pemuda di pinggir jalan tidak langsung menjawab salam tersebut. Ia akan mereka-reka atau menafsirkan dulu, apakah pemuda itu berniat baik atau buruk.

W.I. Thomas (1968) juga menyatakan bahwa seseorang tidak langsung bereaksi atau memberi tanggapan (response) terhadap rangsangan dari luar (stimulus), tapi didahului oleh tahap penilaian atau pertimbangan berdasarkan definisi situasi. Misalnya, pada contoh gadis dan ucapan salam di atas. Jika gadis itu mendefinisikan bahwa pemuda di pinggir jalan yang mengucapkan salam kepadanya tidak berniat baik, ia akan bereaksi atau bertindak sesuai dengan definisi yang ia buat, yaitu tidak menjawab ucapan salam tersebut.

Sosiolog lain yang memberi pemikiran penting dalam kajian interaksi sosial adalah Erving Goffman. Menurut Goffman, individu yang bertemu dengan orang lain akan mencari informasi tentang orang tersebut agar ia dapat mendefinisikan situasi. Dalam pertemuan itu, masing-masing pihak, sengaja atau tidak, membuat pernyataan (ekspresi) agar pihak yang lain terkesan (impresi). Usaha mempengaruhi kesan orang lain ini disebut Goffman sebagai pengaturan kesan (impression management).

Goffman membedakan ekspresi dalam dua macam, yaitu ekspresi yang diberikan dan ekspresi yang dilepaskan. Ekspresi yang diberikan (expression given) adalah pernyataan yang dimaksudkan untuk memberi kesan atau informasi sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku atau pernyataan itu memang biasa dilakukan. Sementara itu, ekspresi yang dilepaskan (expression given off) adalah pernyataan yang mengandung informasi, yang menurut orang lain memunculkan ciri tertentu dari si pembuat ekspresi. Misalnya, orang yang diberi pertolongan selayaknya mengucapkan terima kasih. Tetapi, ada orang yang mengucapkan terima kasih dengan berwajah masam. Ucapan terima kasih adalah ekspresi yang diberikan, sedangkan wajah masam adalah ekspresi yang dilepaskan yang dapat menunjukkan perasaan orang itu sebenarnya.

Interaksi sosial menjadi sangat penting dalam kehidupan sosial. Dari interaksi antarindividu, individu dan kelompok, dan antarkelompok akan tumbuh jalinan kerja sama, saling membutuhkan, dan saling pengertian yang sangat penting dalam mewujudkan kehidupan bersama yang dinamis. Interaksi sosial adalah bentuk umum proses sosial, di mana individu dan kelompok mengembangkan cara-cara berhubungan dengan individu dan kelompok lain. Mereka saling bertemu dan menentukan sistem dan bentuk-bentuk hubungan yang dipakai. Mereka juga menentukan hubungan apa yang akan terjadi jika ada perubahan yang dapat mengganggu pola kehidupan yang telah ada. Dalam proses sosial ini, ada pengaruh timbal balik antara berbagai aspek dalam masyarakat, misalnya, pengaruh timbal balik antara sosial dan politik, ekonomi dan politik, atau ekonomi dan hukum. Dari proses sosial ini, akan berkembang aktivitas-aktivitas sosial yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Secara umum, interaksi sosial dapat terjadi antara individu dan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok. Interaksi antara individu dan individu dapat bersifat positif maupun negatif. Bersifat positif artinya saling menguntungkan, sedangkan bersifat negatif artinya merugikan salah satu pihak atau keduanya (bermusuhan). Contoh interaksi yang positif adalah kegiatan seorang ibu membantu anaknya belajar. Contoh interaksi yang negatif adalah peperangan atau perkelahian antara dua kelompok atau negara.

Interaksi sosial antara individu dan kelompok misalnya terjadi antara seorang pelatih sepak bola dengan para pemainnya. Ketika hendak bertanding, pelatih menerangkan strategi bertanding, sedangkan para pemain mendengarkan sambil sesekali bertanya dan mengajukan usulan. Demikian pula interaksi antara guru dan murid-muridnya. Dalam interaksi antara individu dan kelompok ini dapat terjadi pula interaksi sosial antarindividu, misalnya pemain sepak bola yang satu dengan pemain lain membahas keterangan dari pelatih.

Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok misalnya tampak saat persatuan pemuda dari berbagai daerah bertemu untuk membahas acara kongres pemuda nasional. Tiap kelompok akan mengajukan saran tentang jenis-jenis acara yang ingin mereka tampilkan. Pada umumnya, interaksi sosial antarkelompok tidak berhubungan dengan kepentingan pribadi atau kepentingan individu sebagai anggota kelompok.

Interaksi sosial juga bisa terjadi meskipun orang yang saling bertemu muka tidak saling berbicara secara verbal (bicara dengan bahasa lisan) atau sengaja saling menukar tanda-tanda. Hal ini disebabkan masing-masing orang tersebut saling menyadari keberadaan pihak lain yang dapat menyebabkan perubahan dalam hal perasaan dan syaraf. Contoh, bau keringat, minyak wangi, atau suara sepatu orang yang sedang berjalan. Semuanya akan menimbulkan kesan di dalam pikiran seseorang yang akan menentukan tindakan apa yang akan dilakukannya, seperti menutup hidung ketika tercium bau keringat atau menoleh dan mencari tahu dari mana asal suara sepatu.

Sumber : https://cialis.id/