Macam-Macam Qira’at

Macam-Macam Qira’at

Macam-Macam Qira’at

Macam-Macam Qira’at

Diatas telah diterangkan mengenai teori asal usul munculnya macam-macam qira’at yaitu bahwa bahwa sekelompok orang tertentu di zaman Rasul menekuni bacaan (qira’at) Al-Quran, mengajarkan dan mempelajarinya. Mereka selalu ingin mengetahui ayat-ayat yang diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad s.a.w., kemudian menghafalkannya. Dan terkadang mereka membaca ayat-ayat itu di hadapan Nabi agar disimak.

Sebagian mereka menjadi guru. Orang-orang yang belajar qira’at kepada mereka meriwayatkannya dengan menyebutkan sanad-nya dan mereka sering menghafalkan qira’at yang diriwayatkan dari seorang guru. Penghafalan dan periwayatan seperti ini memang sesuai untuk masa itu, karena tulisan yang digunakan pada waktu itu adalah tulisan kufi. Dalam tulisan ini satu kata dapat dibaca dengan beberapa cara. Oleh karena itu, harus belajar langsung kepada guru, kemudian menghafalkan dan meriwayatkan.

Selain itu, kebanyakan orang pada waktu itu masih buta huruf, tidak bisa tulis-baca dan belum mengenal cara menjaga pelajaran selain menghafal dan meriwayatkan. Cara ini juga terus diikuti dalam masa-masa berikutnya.

Kelompok pertama para qurra’ adalah para qurra’ dari kalangan sahabat Nabi yang tekun mengajar dan belajar di masa hidup beliau. Mereka itu antara lain yang terkemuka adalah Usman, Ali, Ubay bin Ka’b, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud dan Abu Musa al-Asy’ari. (Thabathaba’i, 1992:135)

Kelompok kedua adalah murid-murid dari kelompok pertama. Mereka ini adalah dari generasi tabi’in dan mempunyaihalqah (kelas belajar) di kota-kota Makkah, Madinah, Kufah, Basrah dan Suriah. Ke kota-kota inilah Mus-haf Imam dikirimkan.

Kelompok ketiga adalah para qurrai yang hidup kurang lebih pertengahan pertama abad kedua hijrah. Mereka itu adalah sekelompok imam qurra’ yang belajar kepada kelompok kedua.

Di antara para qurra’ kelompok ketiga yang paling banyak dikenal adalah tujuh orang imam qira’at. Mereka ini menjadi rujukan dalam ilmu qira’at dan mengalahkan imam-imam yang lain. Dari masing-masing tujuh imam itu dikenal dua orang perawi di antara sekian banyak perawi yang tidak bisa dihitung jumlahnya. Nama-nama tujuh imam dan dua orang perawinya itu adalah sebagai berikut:

sumbe r:

https://khasanahkonsultama.co.id/train-simulator-pro-apk/