Lidah Dan Sakit! Apa Hubungannya

Terbaru.co.id — Lidah dan sakit! Apa hubungannya? Tuhan memberikan kepada kita nikmat yang banyak dan besar, salah satunya adalah memberikan kita panca indera, yang terdiri dari indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga), indera penciuman (hidung), indera peraba (kulit) dan indera pengecap (lidah).
Sebuah nikmat baru benar-benar disadari jika kita merasakan sakit. Ya, jika lidah sakit maka, barulah Anda merasakan pentingnya lidah sebagai indera pengecap. Bahkan apa hubungannya antara lidah dan sakit yang sedang dialami?

Apa Itu Lidah?

Lidah adalah termasuk salah satu diantara panca indera (indera yang lima), yang diberikan Tuhan kepada makhluknya. Makhluk mamalia sebagian besarnya memilki lidah. Lidah sebenarnya adalah otot yang berkumpul atau kumpulan otot, yang berada di dalam mulut kita dan memiliki beberapa fungsi.

Fungsi Lidah

Fungsi lidah bagi manusia adalah sebagai berikut:

Sebagai Pembolak-Balik Makanan

Jika Anda memperhatikan ketika sedang makan, maka Anda akan merasakan peran lidah sebagai alat yang membantu membolak-balikan makanan. Hal ini diperlukan dalam proses pencernaan makanan di dalam mulut.
Makanan yang kita makan dikunyah dengan gigi, dan dibantu didorong masuk ke kerongkongan dan tiba di lambung. Coba, bayangkan jika tidak ada lidah, atau lidah sakit, maka proses menelan makanan akan menjadi terganggu.

Sebagai Perasa Makanan Atau Sesuatu Yang Masuk Ke Mulut

Sebagai pengecap makanan, maka lidah memainkan fungsinya sebagai alat yang pertama kali merasakan rasa manis, asin, pahit, pedas, dan lainnya. Inilah fungsi utama indera pengecapan.
Akan menjadi tidak maksimal fungsi ini dijalankan oleh lidah jika kita sakit. Misalnya jika, Anda panas dalam, atau flu, maka fungsi pengecapan akan tidak maksimal, makanan atau zat yang memiliki rasa tertentu akan terasa hambar di lidah Anda.

Membantu Untuk Berbicara

Lidah sering juga disebut lisan, bersama mulut dan pita suara, lidah membatu mengucapkan kata dalam percakapan dan berbahasa seseorang. Oleh karenanya, ada juga orang yang tidak bisa mengucapkan kata dan kalimat dengan jelas, biasanya orang menyebutnya “pelo”.
Dahulu kala, bahkan seorang Nabi besar pun juga memiliki masalah dengan lisannya, yaitu Nabi Musa. Sehingga ia berdoa kepada Allah ketika ingin berdakwah menghadap Fir’aun: “Robbisy rohlii shodrii Wa yassirlii amrii Wahlul ‘uqdatammin lisaanii yafqohu qoulii” Artinya: “ Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku serta hilangkanlah pelu dalam lisanku agar orang-orang dapat memahamiku”.
Tetapi, Nabi Musa tetap tidak “PD” dan meminta Allah juga mengangkat adiknya sebagai Nabi juga untuk membantunya, karena alasan adiknya, Nabi Harun lisannya lebih jelas dan mudah dipahami.
Nah, fungsi inilah yang sering disitir dalam sebuah pepatah :”Bahwa lidah tak bertulang”, artinya fungsi lisan untuk berbicara menjadi penting digunakan sesuai kondisi.
Anda tidak bisa seenaknya mengumbar lisan (lidah) untuk berbicara dengan kata-kata yang kotor, menyakitkan, dan melukai perasaan orang lain. Sehingga ada juga pepatah :”Sakit oleh pedang bisa diobati, tapi jika sakit karena lisan tak dapat diobati“.
Bahkan berbicara dengan kata-kata yang baik termasuk kedalam ciri-ciri orang beriman. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam” (Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim).
Dan juga Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seorang muslim itu adalah seseorang yang orang beriman lainnya selamat dari kejahatan lisan dan tangannya”.
Dalam bermasyarakat, menjaga lisan (lidah) adalah sangat penting dan wajib dilakukan. Ibu-ibu yang senang menggosip hendaknya menjaga lisannya, karena biasanya akan membuat hubungan yang tidak harmonis di tengah lingkungannya.
Selalu berkata baik adalah solusi dan bahkan diam jika sedang dirasuki amarah, dapat menghilangkan dampak yang ditimbulkan kesalahan lisan (lidah) dalam berbicara.

Sakit dan Lidah

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa lidah memiliki berbagai fungsi. Lalu, apakah hubungannya antara sakit dan lidah. Paparan berikut ini akan menjawabnya:

Lidah Menjadi Berbeda Warna dan Rasa

Bahwa jika Anda sakit, maka ada beberapa perbedaan rasa dan warna pada lidah. Warna-warna itu juga mengisyaratkan sebuah gejala penyakit dan masalah yang sedang dirasakan tubuh.

Lidah berwarna hitam

Hal ini disebabkan karena adanya bakteri di dalam mulut yang berkembang atau adanya ragi yang menempel. Selain karena bakteri dan ragi, warna hitam bisa juga timbul karena minum teh dan kopi yang banyak dan rutin dan kebiasaan merokok.

Lidah berwarna putih

Kasus seperti ini biasanya dikarenakan dehidrasi atau sedang mengalami sakit karena bakteri, seperti thypus. Dalam kondisi seperti ini, usahakan banyak `meminum air putih, agar kondisi badan menjadi lebih segar dan warna putih di lidah berangsur menghilang.

Lidah berwarna pucat

Hal ini biasanya karena kekurangan gizi, vitamin dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh lainnya. Nutrisi untuk masalah ini adalah mengkonsumsi vitamin B12 dan  zat besi.

Lidah berwarna merah/pink

Biasanya terjadi pada anak-anak. Pada lidah seperti ini kekurangan vitamin B12 dan B3 dan juga dikarenakan demam scarlett. Penyakit ini biasa dialami anak yang berusia dibawah 5 tahun.

Lidah Dijadikan Alat Deteksi Penyakit Dalam Tubuh

Kalau Anda berobat ke dokter, pasti dokter akan memeriksa lidah sakit Anda. Ya, karena secara umum lidah dapat digunakan sebagai pendeteksi sakit. Dokter sudah tahu kalau, pasien yang ditanganinya mengalami gangguan dengan melihat warna lidah.
Ibnu Sina (Avicena) dalam bukunya Qanun fii Tibb, menjelaskan bahwa rasa lidah yang pahit atau gangguan rasa pada lidah bisa terjadi karena faktor sistemik dan faktor lokal. Faktor sistemik adalah karena gangguan pada organ-organ pencernaan, sedangkan faktor local disebabkan karena masuknya obat-obatan, makanan dan minuman.

Hidup Bersih dengan Membersihkan Lidah

Ciri orang beriman juga untuk selalu menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan adalah semua aspek dan faktor, terutama tubuh kita. Kita dititipkan tubuh yang indah dan sempurna oleh Tuhan, dengan harapan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Inilah bentuk rasa syukur kita sebagai manusia.
Kebersihan mulut adalah salah satu miniatur kebersihan tubuh kita. Jika seluruh tubuh kita dibasuh dan dibersihkan dengan mandi, maka mulut pun seharusnya demikian. Nah, didalam mulut terdapat gigi, dan lidah yang harusnya senantiasa terjaga kebersihannya.
Salah satu bentuk menjaga kebersihan mulut adalah senantiasa menggosok gigi dan lidah secara teratur. Jumlah minimalnya adalah 2 kali dalam sehari, yaitu ketika hendak tidur dan ketika bangun tidur.
Lebih bagus lagi sebenarnya jika, Anda dapat menggosok gigi setiap habis makan atau ketika hendak sholat (bagi Anda yang Muslim).
Dalam hal ini, Nabi Muhammad pernah bersabda :” Jika tidak merepotkan ummatku, maka aku akan menyuruh mereka bersiwak (menggosok gigi), setiap akan sholat”. Artinya dalil ini mengajarkan untuk menjaga kebersihan mulut setiap saat.
Banyak manfaat, jika kita dapat menjaga kebersihan mulut, gigi dan lidah kita, diantaranya adalah terhindar dari bau mulut, gigi berlubang, dan nafas akan terasa selalu segar. Sehatnya badan kita, dilihat dari sehatnya lidah kita. Mari jaga lidah kita dengan segala fungsi dan manfaatnya.

Share:

admin

Halo, perkenalkan saya merupakan owner dari Terbaru Online. Silahkan kontak kami untuk bekerjasama melalui website ini

Leave a Reply