Lazada Indonesia Kena Hack, Data Konsumen Masih Aman

Lazada Indonesia Kena Hack, Data Konsumen Masih Aman

Lazada Indonesia Kena Hack, Data Konsumen Masih Aman

 

 

 Lazada Indonesia Kena Hack, Data Konsumen Masih Aman
Lazada Indonesia Kena Hack, Data Konsumen Masih Aman

NGONOO.com – Seperti dilaporkan Trendnews Selasa (13/1/15) pada pukul 01.29 dini hari tadi, Situs belanja online

Lazada.co.id berhasil diretas oleh tim yang menamakan diri Gantengers Crew. Tetapi bukan homepage utama yang diretas, melainkan hacker menyisipkan file bernama gc.php ke beberapa halaman lain.

Halaman yang sempat kena deface atau perubahan tampilan hingga siang tadi adalah :

http://htcpromo.lazada.co.id/gc.php

http://promo.lazada.co.id/gc.php

Saat ini, file yang disisipkan tersebut nampaknya sudah dihapus oleh pihak Lazada mengingat sudah tidak bisa diakses.

Ini adalah tampilan saat salah satu halaman lazada diretas :
Lazada.co.id Diretas

Lazada.co.id Diretas

Gambar : Halaman Lazada diretas Via Trendnews

Para defacer juga sudah sempat menyimpan halaman tersebut di website zone-h yang bisa diakses melalui link ini.

Lazada Tak Ambil Pusing

Pada halaman yang kena deface, tim yang menamakan Gantengers Crew tersebut memberi sedikit pesan seperti yang tampil pada screenshot diatas.

“Tidak ada unsur menjatuhkan, politic, dll cuman ngetest doang kok, no backdoor just nitip file Peace….Lazada Got pwnz ??? lolz

Menanggapi hal tersebut, SVP Marketing & Business Development Lazada Indonesia yaitu Andry Huzain mengatakan kepada CNN Indonesia bahwa hal itu bukanlah peristiwa serius. Ia menduga para peretas masuk melalui celah server yang digunakan untuk bahan percobaan produk baru. Menurutnya, server yang dimasuki para peretas itu sebenarnya merupakan server lama yang ada di Jakarta, dan sudah tidak dipakai. Server tersebut terpisah dengan server utama Lazada.co.id yang berada di Hongkong.

Terkait dengan data konsumen, PR Manager Lazada Indonesia Tania Amalia juga memberikan keterangan kepada

CNN bahwa tidak ada data yang diambil.

“Data konsumen adalah prioritas kami dan hingga saat ini tidak ada data yang diambil,” kata Tania.

Baca Juga: