Kehidupan Di Laut, Apa Yang Ada Di Laut Dalam

Table of contents: [Hide] [Show]

Terbaru.co.id — Laut dalam merupakan bagian yang paling bawah dari struktur lautan. Bagian ini berada di bagian bawah lapisan thermocline yang memiliki kedalaman mencapai 1828 meter atau bahkan lebih.
Di bagian laut dalam ini, cahaya yang berasal dari sinar matahari akan sulit masuk. Sehingga di bagian ini disebut sebagai bagian tanpa cahaya. Itulah kenapa hampir semua mikroorganisme yang hidup di bagian ini, meiliki ketergantungan yang sangat tinggi pada material organik yang jatuh dari zona fotik.
Pada awalnya, banyak ahli yang berpikir bahwa pada area laut dalam ini tidak akan ditemukan kehidupan. Hal ini karena minimnya cahaya yang bisa mencapai kawasan tersebut.
Namun demikian seiring dengan perkembangan teknologi dan kemampuan penelitian bawah laut, ditemukan fakta sebaliknya. Berbagai penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bantuan teknologi bawah laut menemukan fakta, bahwa di bagian terbawah dari susunan laut ini terdapat kehidupan yang cukup banyak.
Salah satu awal penelitian mengenai kehidupan laut dalam ini dimulai pada tahun 1960. Dimana pada tahun tersebut sebuah kapal penelitian yang bernama Bathyscaphe Trieste, diluncurkan ke dalam kawasan yang disebut dengan Palung Mariana.
Letak palung ini berdekatan dengan kawasan Guam yang mempunyai kedalama mencapai 35.798 kaki atau setara dengan 10.911 meter. Kawasan ini diyakini merupakan titik paling dalam yang ada di bumi.
Sebagai perbandingan kedalaman kawasan tersebut, diambil perumpamaan dengan gunung Everest yang merupakan gunung tertinggi di dunia. Apabila gunung tertinggi di dunia tersebut dimasukkan ke dalam Palung Mariana, maka puncak dari gunung itu masih berada sekitar satu mil dari permukaan laut. Sehingga bisa dibayangkan bahwa titik terdalam lautan tersebut lebih panjang daripada titik tertinggi di permukaan bumi.
Namun demikian penelitian yang dilakukan pada tahun tersebut belum mampu mencapai keinginan yang diharapkan. Karena keterbatasan teknologi pada tahun tersebut, misi penelitian hingga ke bagian dasar laut pun belum beluhasil dilakukan.
Kapal selam milik Jepang Kaiko merupakan kapal penelitian pertama yang berhasil mencapai kawasan tersebut pada tahun 2003. Namun, kapal ini kemudian hilang dan tidak diketemukan setelah melakukan penyelaman hingga ke kawasan tersebut.
Itulah mengapa, misteri tentang fenomena laut dalam hingga kini masih menjadi misteri. Bahkan, manusia lebih mudah mengenali kehidupan yang ada di bulan, lebih baik daripada mengenali kehidupan yang ada di dasar laut tersebut.
Sampai pada tahun 1970, masyarakat pun beranggapan bahwa tidak ada kehidupan organisme di bagian dasar laut yang sangat dalam tersebut. Namu demikian, setelah adanya beberapa penemuan mengenai koloni udang serta organisme lain yang ada di sekitar hydrothermal vents, pandangan tersebut mulai berubah.
Sebab, organisme tersebut mampu hidup dalam kondisi tanpa udara serta tapa cahaya dengan kondisi air yang memiliki kadar garam tinggi serta memiliki temperatur 149 derajat celcius. Kehidupan organisme yang hidup di lingkungan tersebut sangat bergantung pada hidrogen sulfida, yang merupakan zat berbahaya dan memiliki racun jika berada di daratan.
Penemuan ini merupakan sebuah fenomena baru yang cukup revolusioner mengenai kehidupan tanpa cahaya dan oksigen. Hal ini memberikan sinyal dan indikasi bahwa ada kemungkingan kehidupan di tempat lain di alam semesta. Beberapa pakar memiliki pendapat bahwa kemungkinan di Europa, yaitu salah satu bulan Jupiter mempunyai kondisi yang bisa mendukung terjadinya situasi tersebut dan ada kehidupan di sana.

Susunan Laut Dalam

Laut sendiri diartikan sebagai sebuah tempat dimana di kawasan tersebut terdapat kumpulan air yang rasanya asin dalam jumlah yang sangat banyak dan luas serta terletak di bagian permukaan bumi. Dimana laut merupakan media yang memisahkan sebuah kawasan daratan besar atau benua satu dengan bnua yang lain atau memisahkan sebuah pulau dengan pulau yang lain.
Rasa asin yang muncul dari air laut ini merupakan sebuah kondisi yang cukup unik. Mengingat, pada dasarnya air yang ada di laut berasal dari air daratan yang tawar. Hal ini bermula ketika terjadi hujan di bagian daratan, maka air selanjutnya meresap ke dalam tanah yang kemudian keluar lagi mengisi bagian sungai. Dimana pada akhirnya aliran sungai ini kemudian bergerak menuju laut.
Selama perjalanan menuju laut inilah, air akan membawa berbagai mineral yang kemudian berkumpul dalam jumlah besar di dalam laut. Kumpulan minerla inilah yang kemudian menyebabkan laur menjadi berasa asin.
Laut sendiri tersusun dari beberapa lapisan. Mulai dari bagian epielagic yang merupakan permukaan laut dan kita bisa saksikan dengan mata telanjang. Permukaan air laut ini akan tersusun hingga kedalaman 200 meter di bawah permukaan, yang kemudian akan berganti menjadi laposan mesopelagic yang memiliki kedalaman antara 200 sampai 1000 meter di bawah permukaan laut.
Bagian berikut dari susunan laut adalah bagian Bathypelagic yang berada pada kedalaman 1000 sampai 4000 meter di bawah permukaan laut. Selanjutnya, merupakan bagian Abyssopelagic, yang berada pada kedalaman 4000 sampai 10.000 meter. Dan terakhir adalah bagian Hadopelagic yang merupakan bagian paling dalam dan berbentuk palung.
Spesies yang hidup di bagian laut dalam ini, memanfaatkan keberadaan organisme yang ada di bagian lapisan atas laut yang jatuh. Dimana proses jatuhnya materi organik dari lapisan atas lautan disebut dengan salju lautan.
Binatang yang hidup di laut dalam juga memiliki keunikan. Mereka tidak banyak menggunakan udara sebagai media untuk mengapung. Misalnya saja ubur-ubur yang menggunakan laposan daging yang disebut glukosaminoglikan dengan densitas yang rendah untuk membantu mereka bergerak. Demikian pula dengan cumi-cumi laut dalam.
Mereka melakukan kombinasi jaringan gelatin dengan ruang pengapungann yang ada pada bagian tubuh mereka, dan mengisinya menggunakan sampah sisa metabolisme. Misalnya saja amonium klorida yang memiliki densitas lebih rendah dibandingkan air.
Keistimewaan binatang yang hidup pada laut dalam ini adalah mereka mempunyai kemampuan unuk beradaptasi dengan cepat.
Dengan ukuran yang kecil, metabolisme rendah, organisme yang hidup di perairan tersebut lebih memilih untuk menunggu makanan yang datang. Mereka tidak menghabiskan energi mereka untuk bergerak mencari makanan karena akan membuat tenaga mereka cepat lemah.
Organisme di laut dalam mempunyai bentuk tubuh yang lemah, dengan struktur otot dan tulang yang mengandung air. Kemamuan mereka untuk bereproduksi juga rendah karena sulit untuk mencari pasangan untuk berkembang biak. Akibatnya, organisme yang ada di bagian laut dalam merupakan jenis organisme hermafrodit.
Dengan cahaya yang rendah, organisme yang hidup di kawasan tersebut dibekali dengan kemampuan mata tubuler. Mata ini memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran normal serta hanya berisi sel tabung. Dengan mata yang lebih besar ini, mereka akan dengan mudah melihat apabila ada material organik yang jatuh dari permukaan laut.
Beberapa jenis material laut yang disebut salju lautan ini antara lain bangkai binatang laut, potongan kayu kapal dan berbagai jenis material lain. Jumlah material yang masuk hingga kawasan laut dalam ini sendiri jumlahnya tidak banyak. Hanya sekitar 1 sampai 3 persen material saja yang bisa sampai ke bagian lautan dalam tersebut.

Share:

admin

Halo, perkenalkan saya merupakan owner dari Terbaru Online. Silahkan kontak kami untuk bekerjasama melalui website ini

Leave a Reply