koleksi benda seni yang terdapat di galeri nasional

koleksi benda seni yang terdapat di galeri nasional

koleksi benda seni yang terdapat di galeri nasional

koleksi benda seni yang terdapat di galeri nasional
koleksi benda seni yang terdapat di galeri nasional

Title : “Istriku”

Artist : Dullah

Year : 1953
Cat minyak pada kanvas.
Ukuran : 102 x 83 cm.

Lukisan “Istriku”(1953) ini, merupakan salah satu karya Dullah yang menunjukkan kecenderungan
pada keindahan sosok-sosok wanita. Di samping perhatiannya yang kuat pada humanisme kerakyatan dan nilai-nilai lokal, Dullah memang merupakan pelukis romantis yang juga dengan setia mengabadikan nilai-nilai ideal lewat kecantikan atau juga keindahan alam seperti dalam karya-karyanya.

Title : “Yang Berusaha Tumbuh”

Artist : Dede Eri Supria

Year : 1992
Cat minyak pada kanvas.
Ukuran : 140 x 140 cm.

Secara visual karya “Yang Berusaha Tumbuh” (1992) ini melukiskan persemaian yang tumbuh di
antara reruntuhan beton gedung, namun dibalik itu menyiratkan pergolakan antara kekuatan dengan kelemahan, harapan sekaligus keputusasaan. Dengan bahasa visualnya yang khas, Dede berharap  tumbuhnya modernisasi jangan sampai merugikan pihak lain. Halal untuk mengejar kemajuan, akan tetapi tanpa mengabaikan yang lemah atau bahkan marjinal. Karenanya, karya ini ringan, namun mengandung pesan moral yang kuat.

Title : “Gerbang Alam”

Artist : Setiawan Sabana

Year : 1991
Etsa – aquatint.
Ukuran : 34 x 45 cm.

Karya dalam judul “Gerbang Alam” (1991) ini, merupakan abstraksi bangunan gerbang segi
empat yang sudut-sudutnya aus terkikis. Pintu masuknya berbentuk parabola, yang juga aus pada bagian pinggirnya. Gerbang ini hadir penuh dlam warna hitam biru kehijauan, sehingga berkesan monumental dan arkhaik. Namun sesungguhnya, karya ini hanya dalam ukuran kecil, dan dibuat dengan bahan kertas dengan teknik etsa aquatin. Tema tentang kehausan berbagai artefak visual dalam gaya abstraksi atau sampai abstrak murni, merupakan penanda yang khas ungkapan senimanseniman ITB Bandung. Karya ini merefleksikan nilai kebesaran alam yang juga bersifat fana, karena bisa mengalami kehancuran.

Bermula dari seorang pegrafis (seniman grafis), Setiawan Sabana akhirnya merupakan seniman yang dikenal tekun bergelut dengan kertas. Ia sampai pada pemahaman material ini tidak berhenti sebagai bahan dasar untuk menggambar, melainkan sampai pada pemehaman yang lebih esensial. Lewat karya-karya dan visinya yang demikian, ia merupakan salah satu seniman kontemporer Indonesia yang sangat dinamis.

Sumber :