Islam berkembang sangat pesat di UEA

KONDISI UMAT ISLAM DI UNI EMIRAT ARAB DEWASA INI

Penduduk wilayah Uni Emirat Arab dipimpin oleh Rahmat bin Mathar

menyatakan untuk memisahkan diri dari kekuasaan Dinasti Al-Bu Sa’id. Pemisahan diri tersebut diakui oleh Ahmad bin Sa’id. Rahmat bin Mathar menjadikan Rah al-Khaymah sebagai pusat pemerintahan wilayah perairan Teluk Persia. Wilayah daratan dipimpin oleh Bani Yas dengan pemimpinnya Al-Bu Falah dengan pusat pemerintahan di Abu Dhabi. Selama Periode tersebut hingga tahun 1971.
Penduduk UEA menganut Islam Sunni hingga sekarang. Oleh karena itu, dalam sistem social dan politik di Uni Emirat Arab melaksanakan syariat Islam dalam peradilan. Islam berkembang sangat pesat di UEA ditandai dengan banyaknya warga negara asing di UEA yang memutuskan untuk masuk Islam dan menjadi muallaf. Hal tersebut tidak lepas dari usaha yang dilakukan Dar Al Ber Society, seperti dengan melakukan ceramah agama dan budaya diberbagai wilayah UEA seperti Dubai dan Ras Al Khaimah. Serta dengan pembuatan sejumlah buku agama yang dicetak ke dalam 20 bahasa asing.
Budaya Islam pun juga dapat dilihat dari segi pakaian yang dikenakan mesyarakat UEA. Pakaian tradisional para lelaki di UEA adalah kendara, sejenis jubah panjang yang dirajut dengan wol atau katun. Sedangkan para perempuan biasanya mengenakan abaya, yaitu pakaian yang menutup hampir seluruh bagian tubuh dan biasanya berwarna hitam. Namun seiring berkembangnya pendidikan dan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, budaya pakaian tersebut terlah terpengaruhi oleh banyaknya budaya yang masuk ke UEA.
UAE memiliki kode berpakaian yang sederhana. Kode berpakaian merupakan bagian dari hukum pidana Dubai. Kebanyakan mal di UEA memiliki kode berpakaian yang ditampilkan di pintu masuk. Di mal-mal Dubai, wanita didorong untuk menutupi bahu dan lutut mereka. Tetapi orang bisa memakai pakaian renang di kolam renang dan pantai. Orang-orang juga diminta untuk mengenakan pakaian sederhana ketika memasuki masjid, seperti Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi.Masjid yang terbuka untuk wisatawan menyediakan pakaian sederhana untuk pria dan wanita jika diperlukan. Pencambukan dan rajam adalah hukuman hukum di UEA. Persyaratan ini berasal dari hukum Syariah , dan telah menjadi hukum federal sejak tahun 2005. Beberapa pekerja rumah tangga di UEA adalah korban interpretasi negara terhadap hukuman hukum Syariah seperti cambuk dan rajam.
Hukum status pribadi berbasis syariah mengatur hal-hal seperti pernikahan, perceraian dan hak asuh anak. Hukum status pribadi Islam diterapkan untuk Muslim dan terkadang non-Muslim. Ekspatriat non-Muslim bisa dikenai hukuman Syariah atas pernikahan, perceraian, dan hak asuh anak. Kemurtadan adalah kejahatan yang bisa dihukum mati di UAE. Penistaan adalah ilegal; ekspatriat yang terlibat dalam menghina Islam bertanggung jawab atas. Wanita Emirati harus menerima izin dari wali laki-laki untuk menikah dan menikah lagi. Persyaratan ini berasal dari interpretasi UEA tentang Syariah, dan telah menjadi hukum federal sejak tahun 2005. Di semua emirat, adalah ilegal bagi wanita Muslim untuk menikahi non-Muslim.


Sumber: https://bengkelharga.com/