Connect with us

Hi, what are you looking for?

Fenomena

Fenomena Alam April Konjungsi Bulan, Jupiter Dan Saturnus

Fenomena Alam April

Siap siap fenomena alam April akan terlihat di langit Indonesia. Fenomena Tripel Konjungsi antara bulan, Jupiter dan Planet Saturnus.

Fenomena ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari hari ini Selasa (6/04/2021). Hal ini dikuatkan oleh keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Menurut Lapan fenomena ini bisa diamati mulai dari araha Timur-Tenggara berdekatan dengan konstelasi Capricornus.

Apabila anda berniat untuk mengamati fenomena ini, anda bisa melihat di waktu 03.00 WIB dini hari, atau dan 42 menit setelah matahari terbenam.

Menuru Lapan magnitudo antara Saturnus, Jupiter dan Bulan masing-masing berbeda. Bulan dan Jupiter akan berada antara -2,08 sampai -2,09 sedangkan Saturnus berada di magnitudo +0,74.

Triple Konjungsi Bulan, Jupiter dan Saturnus ini bisa diamati ketika cuaca cerah, langit malam cukup gelap dan bebas dari polusi udara.

Triple Konjungsi Bulan, Jupiter Dan Saturnus Di Bulan April

Ini beberapa fenomena alam april yang akan terjadi, khusus untuk Konjungsi Bulan, Jupiter Dan Saturnus

Advertisement. Scroll Untuk Melanjutkan Membaca.

Selasa, 06 April 2021

Pada hari ini, Selasa (6/4/2021), mula-mula Saturnus diapit oleh Jupiter dan Bulan di sebelah Timur-Tenggara, di titik 12.42 derajat – 8.03 derajat.

Rabu, 07 April 2021

Pada esok harinya, tripel konjungsi hari itu terjadi bermula dari kondisi Bulan yang diapit oleh Saturnus dan Jupiter.

Kedua planet ini terletak di koordinat berturut-turut 8,28 derajat dan 7,02 derajat sebelah Timur-Tenggara.

Kamis, 08 April 2021

Pada fase di mana konjungsi terjadi bermula Jupiter yang akan diapit oleh Saturnus dan Bulan, terletak di koordinat 12.67 – 8.54 derajat sebelah Timur-Tenggara.

Daftar 14 Fenomena Alam April 2021

1. Konjungsi Bulan-Antares: 1-2 April

Fenomena ini terjadi pada 2 April 2021 jam 03.49 Wib, untuk Indonesia sisi tengah jam 04.49 Wita, dan Indonesia sisi timur pada jam 05.49 Wit. Fenomena ini dapat dilihat semenjak 1 April jam 21.45 waktu di tempat dari arah Timur-Tenggara sampai esok paginya, saat fajar bahari usai dari arah Barat-Barat Daya. Pojok pisah bervariatif di antara 6,64 derajat sampai 4,58 derajat. Magnitudo Antares sejumlah 1,05, sedang fraksi Iluminasi Bulan bervariatif di antara 79,3 % sampai 77,2 % (Bulan Turun/Cembung Akhir).

2. Fase Bulan Perbani Akhir

Tanggal 04 April Fase perbani akhir adalah Fase Bulan saat komposisi di antara Matahari, Bumi, dan Bulan membuat pojok siku-siku (90 derajat) dan terjadi sesudah babak Bulan Purnama. Pucuk babak perbani akhir terjadi jam 17.02 Wib atau 18.02 Wita atau 19.02 Wit. Bulan perbani akhir ini bisa disaksikan saat keluar saat sebelum larut malam dari arah timur-tenggara, berakumulasi di arah selatan mendekati keluar Matahari dan tenggelam di arah barat-barat daya seputar tengah hari. Bulan memiliki jarak 376.541 km dari Bumi (geosentrik) dan ada dalam seputar bentuk Sagitarius.

3. Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Saturnus

Tanggal 6-8 April Bulan akan alami konjungsi tripel dengan Jupiter dan Saturnus sepanjang 3 hari beruntun semenjak 6-8 April 2021. Anda dapat melihat fenomena alam ini di arah Timur-Tenggara dekat bentuk Capricornus semenjak jam 03.00 waktu di tempat sampai fajar bahari usai. Magnitudo Jupiter sedikit bervariatif di antara -2,08 sampai -2,09, sedang magnitudo Saturnus stabil di angka +0,75. Bulan, berfase sabit akhir saat konjungsi tripel dengan iluminasi bervariatif di antara 34,4 % sampai 15,8 %.

Advertisement. Scroll Untuk Melanjutkan Membaca.

4. Fase Bulan Baru dan Konjungsi (Tripel) Bulan-Venus-Matahari

Tanggal 12 April Babak Bulan baru kesempatan ini terjadi pada 12 April, persisnya jam 09.30 Wib atau 10.30 Wita, atau 11.30 Wit dalam jarak 403.642 km dari Bumi (geosentrik) dan berada di bentuk Pisces. Babak Bulan baru disebutkan konjungsi solar Bulan ialah komposisi saat Bulan berada antara Matahari dan Bumi dan segaris dengan Matahari dan Bumi. Ingat orbit Bulan yang membuat pojok 5,1 derajat pada ekliptika, bayang-bayang Bulan tidak selamanya jatuh di atas Bumi saat babak Bulan baru, hingga babak Bulan baru tidak selamanya bersama-sama dengan gerhana Matahari.

5. Apoge Bulan

Tanggal 15 April Apogee Bulan ialah komposisi saat Bulan berada paling jauh dengan Bumi. Ini disebabkan karena orbit Bulan yang berupa elips pada Bumi. Apogee Bulan bisa dilihat saat keluar jam 11.00 waktu di tempat dari arah Timur-Timur Laut, berkulminasi di arah utara seputar jam 17.00 waktu di tempat dan tenggelam di arah barat-barat laut seputar jam 23.00 waktu di tempat. Bulan memiliki jarak 406.137 km dari Bumi dan ada dalam seputar bentuk Aries dengan iluminasi 6,1 % (sabit awalnya) saat apogee.

6. Okultasi Mars oleh Bulan

Tanggal 17 April Secara global, okultasi Mars oleh Bulan terjadi pada 17 April start pukul 16.25 Wib sampai 21.35 Wib. Okultasi Mars oleh Bulan yang disebut fenomena astronomi saat Mars melewati ada di belakang Bulan hingga terlihat ditutupi oleh Bulan. Hal tersebut karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibanding dalam jarak Bumi ke Bulan. Daftar daerah yang bisa melihat fenomena alam ini, India sisi timur, Sri Lanka, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Indonesia sisi barat. Sedang di Indonesia, Okultasi Mars ini bisa dilihat di Sumatera, Kalimantan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, dan Yogyakarta.

7. Konjungsi Perkasa Merkurius

Tanggal 19 April Merkurius alami konjungsi perkasa pada 19 April jam 08.56 Wib. Lapan menerangkan, konjungsi perkasa Merkurius ialah komposisi yang berjalan khusus pada Merkurius dan Venus, yaitu saat Merkurius, Matahari, dan Bumi berada pada satu garis lempeng dan Merkurius membelakangi Matahari. Konjungsi perkasa ini mengidentifikasi penggantian ketampakan Merkurius yang sebelumnya saat fajar jadi senja.

8. Konjungsi Bulan-Pollux

Tanggal 19 April Konjungsi Bulan-Pollux persisnya pada 19 April jam 01.18 Wib atau 02.18 Wita atau 03.18 Wit. Namun, fenomena alam ini bisa dilihat satu hari awalnya saat fajar bahari dari arah utara-barat laut sampai saat sebelum larut malam dari arah barat-barat laut.

9. Fase Bulan Perbani Awalnya

Tanggal 20 April Fase perbani awalnya adalah babak Bulan saat komposisi di antara Matahari, Bumi, dan Bulan membuat pojok siku-siku dan terjadi saat sebelum babak bulan Purnama. Pucuk babak bulan perbani awalnya pada jam 13.58 Wib atau 14.58 Wita atau 15.58 Wit. Lapan menjelaskan fenomena alam ini bisa dilihat saat keluar 30 menit sesudah tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara saat senja bahari dan tenggelam di arah barat-barat laut 30 menit sesudah larut malam.

10. Konjungsi Merkurius-Venus

Tanggal 21-30 April Merkurius akan alami konjungsi dengan Venus sepanjang 10 hari beruntun. Pojok pisah Merkurius-Venus awalannya sejumlah 4,02 derajat, selanjutnya menjadi kecil sampai capai 1,18 derajat saat pucuk konjungsi pada 25 April dan esok harinya, pojok pisah Merkurius-Venus jadi membesar sampai 4,09 derajat.

Advertisement. Scroll Untuk Melanjutkan Membaca.

11. Hujan Meteor Lyrid

Tanggal 22-23 April Hujan meteor Lyrid ialah hujan meteor tahunan yang titik radiannya ada dalam bentuk Herkules dekat Vega, bintang paling jelas di bentuk Lyra. Hujan meteor Lyrid berawal dari tersisa debu komet C/1861 G1 Thatcher. Hujan meteor ini aktif semenjak tanggal 16-25 April, tapi pucuknya terjadi pada 22 April jam 19.00 Wib atau 20.00 Wita, atau 21.00 Wit. Lapan mengutarakan, fenomena alam ini dapat dilihat semenjak keluar di arah barat laut seputar jam 22.15 waktu di tempat sampai fajar bahari usai esok harinya.

12. Bulan Purnama Perige (Bulan Super/Supermoon)

Tanggal  27 April Pucuk purnama ini akan terjadi pada jam 10.31 Wib atau 11.31 Wita atau 12.31.29 Wi5 dalam jarak geosentrik 357.616 km, dengan diameter pojok 33,41 menit busur dan berada di bentuk Libra. Sedang perige (garis beredar satu benda langit yang paling dekat dengan bumi) Bulan terjadi jam 22.29 Wib atau 23.29 Wita atau 00.29 Wit dalam jarak geosentrik 357.378 km, dengan diameter pojok 33,43 menit busur dan berada di bentuk Libra. Penyebutan Bulan Super atau Supermoon karena jaraknya cukup bersisihan dengan titik perige.

13. Perihelion Merkurius

Tanggal 27 April Masih di tanggal yang serupa, terjadi perihelion Merkurius. Perihelion pada umumnya ialah komposisi saat planet ada dalam titik paling dekat dari Matahari. Perihelion Merkurius terjadi tiap rerata 88 hari sekali atau dalam satu tahun terjadi 4x. Perihelion Merkurius pada April, akan terjadi pada 27 April jam 08.48 Wib atau 09.48 Wita atau 10.48 Wit dalam jarak 46 juta km dari Matahari. Perihelion Merkurius awalnya telah terjadai pada 29 Januari dan seri selanjutnya akan terjadi 24 Juli dan 20 Oktober 2021.

14. Konjungsi Bulan-Antares

Tanggal 28-29 April Fenomena alam bulan April ini ditutup dengan konjungsi Bulan-Antares yang ke-2 . Ini karena masa sideris Bulan sepanjang 27,32 hari. Pucuk konjungsi Bulan-Antares terjadi pada 29 April jam 13.07 Wib atau 14.07 Wita atau 15.05 Wit. Namun, fenomena ini bisa dilihat satu hari awalnya jam 20.00 waktu di tempat dari arah timur-tenggara sampai esok paginya saat fajar bahari dari arah barat-barat daya.

Written By

Menurut pepatah belajar itu tidak ada waktunya. So, belajar terus, sampai menemukan apa yang kamu inginkan.

Comments

Jangan Terlewatkan

Advertisement