Di Cisadon tak Ada Sekolah, Anak-anak pun tak Berpendidikan

Di Cisadon tak Ada Sekolah, Anak-anak pun tak Berpendidikan

Di Cisadon tak Ada Sekolah, Anak-anak pun tak Berpendidikan

Di Kabupaten Bogor ternyata masih ada wilayah yang belum terjangkau pendidikan formal. Kondisi yang membut miris ini terjadi di Kampung Cisadon RT01/08, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakanmadang. Di kampung itu tak ada sekolah, karena itu banyak  anak yang tak bisa mendapat pendidikan selayaknya karena hanya mampu mengikuti pendidikan non-formal.

Apalagi akses ke sekolah terdekat membutuhkan waktu perjalanan hingga satu  jam lebih. Kondisi ini membuat orang tua mereka tak bisa berbuat banyak. Di samping itu, persoalan ekonomi memaksa orangtua  mengurungkan niatnya untuk menyekolahkan anaknya.

Ketua RT01 Kampung Cisadon, Ujang Usman yang dikonfirmasi wartawan

mengatakan, saat ini, ada puluhan  anak-anak berumur 14 tahun di lingkungannya  yang tidak memilik ijazah SD. Sebab, mereka hanya mengandalkan pendidikan non formal dari para relawan yangdatang.

”Di Kampung Cisadon belum ada sekolah milik pemerintah, ada juga rumah baca yang didirikan para relawan saat berkunjung ke Kampung Cisadon. Ada anak-anak yang belajar di rumah baca. Itu juga kalau ada gurunya dari relawan, selain dari relawan tidak ada,” kata Ujang, Senin (23/9).

Cisadon merupakan salah satu kampung paling ujung di Babakanmadang. Kampung yang dihuni 32 kepala keluarga (KK) ini didominasi oleh petani. Dari kantor Desa Karang Tengah, butuh waktu sekitar 1-2 jam untuk menuju Kampung Cisadon menggunakan kendaraan roda dua.

Parahnya lagi, pengendara harus hati-hati karena kondisi jalan yang sempit,

terjal dan berbatu. Menurut Ujang, terbatasnya akses pendidikan bukan satu-satunya masalah di kampung tersebut. Sarana kesehatan seperti Puskesmas juga sulit diakses karena jaraknya yang jauh. Sementara untuk keperluan listrik, warga menggunakan turbin manual keperluan sehari-hari.

Dikisahkan Ujang , warga yang tinggal di Kampung Cisadon sudah ada sejak 1980. Mereka mulanya bercocok tanam seperti berkebun kopi dan buah-buahan. Seiring waktu, banyak rumah panggung berdiri hingga mencapai 32 Kepala Keluarga (KK).

”Kami berharap Kampung Cisadon mendapat perhatian dari Pemkab Bogor. Warga di sini kesusahan, mau ke mana-mana jauh dan aksesnya sulit,” harapnya.

Sementara Mulyadi Anwar, Pjs Kepala Desa Karang Tengah mengatakan,

warga di Kampung Cisadon menempati lahan milik Perhutani. Warga yang tinggal di sana sebagian berasal dari Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, namun ada pula dari luar desa.  ”Warga yang tinggal di sana menempati lahan Perhutani, jadi kebijakannya ada di Perhutani. Mereka tinggal di sana baru 10 tahun belakangan ini,” ujar Mulyadi.(R2)

 

Baca Juga :