Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional Ø  Permintaan dan penawaran agregat Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa … Read more Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional


Hubungan dengan negara lain

Hubungan dengan negara lain Untuk mencapai hubungan dengan negara lain rumah tangga harus melewati pasar barang dan pasar luar negeri. Rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup. 2.2  Perusahaan Perusahaan merupakan gabungan unit kegiatan yang menghasilkan produk barang dan jasa. Hubungan dengan Rumah Tangga perusahaan menghasilkan produk-produk berupa barang dan jasa … Read more Hubungan dengan negara lain


Rumah Tangga

Rumah Tangga Hubungan dengan Perusahaan   Pada awalnya rumah tangga menjual SDM yang dimilikinya kepada perusahaan. Dari interaksi antara rumah tangga dan perusahaan dipertemukan pada Pasar tenaga kerja. Kemudian dari penjualan SDM tersebut, rumah tangga mendapatan penghasilan yang terdiri dari sewa, bunga, upah dan profit. Hal ini dipertemukan dalam pasar uang & lembaga keungan. Hubungan … Read more Rumah Tangga


Direct Cost Pricing

Direct Cost Pricing Perusahaan-perusahaan yang menjul produknya di pasar yangb persaingannya tajam (persaingam sempurna) mendasarkan harga jual dengan memperhitungkan semua biaya (full cost) yaitu baik biaya variabel maupun biaya tetap seringkali kurang tepat. Harga jual dengan mendasarkan pada full cost akan kaku dan mungkin malah tidak laku produknya, dalam keadaan demikian perusahaan sebaiknya hanya memperhitungkan … Read more Direct Cost Pricing


Gross Margin Pricing

Gross Margin Pricing Metode penetuan harga jual dengan proses margin pricing pada umumnya tepat diguanakan oleh perusaahaan perdagangan di mana jenis perusahaan ini tidak membuat sendiri produk yang dijual sehingga tidak banyak aktiva tetap yang diguanakan. Caranya dengan menentukan persentase tertentu diatas harga (cost) produk yang dibeli,persentase ini disebut “mark on Prosentage” atau “Mark up”. … Read more Gross Margin Pricing


 Metode Penetapan Harga Jual

 Metode Penetapan Harga Jual Charles T, Horngen (2008, h.350) mengatakan bahwa terdapat empat metode penentuan harga jual, yaitu : Penentuan Harga Jual Normal (Normal Pricing) Metode penentuan harga jual normal seringkali disebut dengan istilah cost-plus pricing , yaitu penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan diatas biaya penuh masa yang akan datang untuk … Read more  Metode Penetapan Harga Jual


Sifat Hubungan Orangtua dan Remaja

Sifat Hubungan Orangtua dan Remaja Kemandirian Salah stu sifat anak remaja adalah menginginkan hidup mandiri dan terlepas dari aturan orangtua, sementara orangtua menginginkan anaknya mendengarkan saran mereka. Dalam hal ini orang tua mungkin akan mengalami dilemma antar mengikuti keinginan anaknya atau tetap dalam pendiriannya, pada fase ini orang tua yang memaksakan kehendaknya justru cenderung akan … Read more Sifat Hubungan Orangtua dan Remaja


Perkembangan Emosional

Perkembangan Emosional Masa remaja digambarkan sebagai periode kekacauan emosional, dalam bentuk ektreem pandangan tersebut terlalu stereotip karena remaja tidak selalu dalam keadaan “badai dan stres.” Namun masa awal remaja adalah masa terjadinya fluktuasi emosi. Remaja bisa dengan mudah menatakan mereka tengah bahagia tapi beberapa saat kemudian mereka menyatakan mereka sedang sedih, hal tersebut mendukung persepsi … Read more Perkembangan Emosional


Perkembangan Sosio-Emosional Pada Masa Remaja

Perkembangan Sosio-Emosional Pada Masa Remaja Identitas Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa masa remaja adalah masa pencarian jati diri, yang artinya dalam mas ini individu belum menemukan identitasnya dan tengah mengumpulkan identitas diri dengan segala torinya. Erik Erikson menyebutkan bahwa pencarian identitas selama remaj dibantu oleh moratorium psikososial , yaitu kesenjangan antara keamanan masa kanak … Read more Perkembangan Sosio-Emosional Pada Masa Remaja


PARAMETER KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN 

PARAMETER KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN 1) Parameter Fisik a) Particulate Matter Debu partikulat merupakan salah satu polutan  yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara ( suspended particulate matter/spm) dengan ukuran satu mikron samapai dengan 500 mikron.Dalam kasus pecemaran udara baik dalam maupun di ruang gedung (indor dan outdoor pollutan) debu sering dijadikan salah satu indikator pencemaran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat bahaya baik terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.Partikel debu akan ada di udara dalam waktu yang relatif lama dengan keadaan melayang-layang di udara kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan.Selain dapat  membahayakan terhadap kesehatan juga dapat menggangu daya tembus pandang mata dan dapat mengadakan berbagai reaksi kimia sehingga komposisi debu di udara menjadi partikel yang sangat rumit karena merupakan campuran dari berbagai bahan dengan ukuran dan bentuk yang relatif berbeda.(Pudjiastuti al.1998; Farmer 1997) b) Suhu Definisi suhu yang nyaman (thermal comfort) menurut ASHRAE adalah suatu kondisi yang dirasakan dan menunjukkan kepuasam terhadap suhu yang ada di lingkungan.Untuk pekerja kantor dimana  pekerjaan yang berulang-ulang selama beberapa jam,aktivitas personal,pakaian,tingkat kebugaran,dan pergerakan  udara merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap persepsi seseorang terhadap kenyamanan suhu.Sedangkan kelembapan aktif juga turut  berpengaruh terhadap suhu dimana kelembaban yang rendah akan membuat suhu semakin dingin dan begitu juga sebaliknya.(BiNardi 2003) Hasil dar Northen European Studies bahwa ada hubungan antara peningkatan temperatur sekitar 230c,kepadatan penghuni dan ventilasi terhadap gejala-gejala ketidak nyamanan dalam ruangan.Menurut Kepmenkes No.1405 tahun 2002,agar ruang kerja perkantoran memenuhi persyaratan ,bila suhu > 280c perlu menggunakan alat penetralan udara seperti Air Conditioner (AC),kipas angin.Bila suhu udara luar <180c perlu menggunakan alat pemanasan ruang.