Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk
Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk

 PT Unilever Indonesia, Tbk merupakan bagian dari kelompok Unilever, salah satu perusahaan terbesar di dunia dibidang barang kebutuhan dasar. Unilever merupakan usaha gabungan Inggris-Belanda, mempunyai kantor pusat yang berkedudukan di London dan Rotterdam, dan memiliki tenaga kerja sebanyak 300,000 orang serta beroperasi di sekitar 75 negara.

Pasaran utama Unilever adalah detergen, pangan, dan barang kosmetika. Dalam skala dunia, merek-merek barang yang dihasilkan Unilever lebih dikenal para konsumen daripada nama Unilever sendiri. Berjuta-juta orang membeli margarine BlueBand dan Flora, Es krim Conello, Magnum, Lipton, bubuk detergen dan sabun krim Omo, sabun Sunlight, dan Lux, pasta gigi Pepsodent, Pond’s, serta banyak lagi barang merek terkenal, tanpa sekalipun melihat nama Unilever.

 1872

Di Belanda, Jurgens dan Van den Bergh membuka pabrik pertama mereka untuk memproduksi margarin.

1884

Lever & Co mulai memproduksi sabun Sunlight.

1886

Knorr – yang akan menjadi bagian Unilever – meluncurkan tablet sup dengan ekstrak daging untuk menyediakan makanan bergizi bagi konsumen berpenghasilan rendah.

1887

Di akhir tahun ini, Lever & Co menghasilkan 450 ton sabun Sunlight per minggu dan William Lever membeli lokasi yang akan dibangun menjadi Port Sunlight, pabrik besar di tepi sungai Mersey di seberang Liverpool, dengan desa yang dirancang sesuai keperluan bagi pekerjanya dan menyediakan fasilitas perumahan, kenyamanan, dan rekreasi berstandar tinggi.

1888

Jurgens dan Van den Bergh sama-sama bergerak ke pasar lain yang menguntungkan, Jerman, dan membangun pabrik di sana.

1890

Lever & Co menjadi perusahaan terbatas, yaitu Lever Brothers Ltd.

1891

Van den Bergh pindah ke kantor pusat baru di Rotterdam.

1894

Untuk mendukung dan mempromosikan minat yang semakin tinggi terhadap kebersihan pribadi, Lever & Co menciptakan produk baru yang terjangkau, yaitu Sabun Lifebuoy.

Lever Brothers menjadi perusahaan publik.

Pertengahan tahun 1890-an

Di Inggris, Lever Brothers menjual hampir 40.000 ton sabun Sunlight per tahun dan mulai memperluas usaha ke Eropa, Amerika, dan koloni Inggris dengan pabrik, bisnis ekspor, serta perkebunan.

1898

Pada masa ini, Van den Bergh sudah mempunyai 750 tenaga penjualan yang kuat dan meluncurkan margarin merek baru, yaitu Vitello.

1899

Lever Brothers memperkenalkan jenis produk baru, Sunlight Flakes, produk yang membuat pekerjaan rumah tangga lebih mudah dibandingkan dengan sabun batangan tradisional yang keras. Pada tahun 1900, Sunlight Flakes menjadi Lux Flakes.

1900 – 1909: Fokus baru pada bahan baku

Di awal bagian Abad ke-20, bisnis produk margarin dan sabun mulai saling memasuki pasar satu sama lain.

Persaingan dan kenaikan biaya bahan baku yang tajam secara tiba-tiba menyebabkan banyak perusahaan mendirikan asosiasi, mempromosikan kepentingan mereka, dan melindungi diri dari monopoli pemasok.

Dengan pasokan minyak dan lemak yang kesulitan memenuhi permintaan akibat produksi sabun dan margarin yang berkembang dengan cepat, perusahaan yang suatu hari nanti menjadi Unilever berfokus pada pengamanan sumber daya bahan baku yang stabil.

1904

Di Inggris, Lever Brothers meluncurkan produk lain untuk membuat pekerjaan rumah tangga menjadi lebih mudah, yaitu Vim, salah satu bubuk gosok pertama. Perusahaan ini didirikan di Afrika Selatan.

1906

Pada saat itu, Lever Brothers mempunyai perdagangan ekspor dan pabrik yang berkembang di tiga negara Eropa serta masing-masing satu di Kanada, Australia, dan AS. Mereka juga telah memulai perusahaan di Pasifik.

Pada tahun yang sama, Lever Brothers membuat perjanjian dengan tiga produsen lain untuk membatasi persaingan atas bahan baku, tetapi diserang oleh pres yang menyebut mereka ‘The Soap Trust’ dan menuduh mereka menaikkan harga. Lever Brothers selanjutnya menuntut Daily Mail dan pada tahun 1907 memenangi ganti rugi sebesar £50.000, jumlah ganti rugi yang luar biasa besar menurut standar di masa itu.

1908

Jurgens dan Van den Bergh membuat kesepakatan untuk membentuk asosiasi dan berbagi laba sambil tetap saling bersaing.

1909

Lever Brothers mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kepulauan Solomon dan pada saat yang sama Jurgens dan Van den Bergh mendirikan usaha perkebunan kelapa sawit bersama di Jerman Afrika

1910 – 1919: Perubahan selama satu dekade

Pasar sabun Inggris mencapai titik jenuh, sehingga Lever Brothers berkonsentrasi pada akuisisi.

Sementara itu, permintaan untuk margarin terus meningkat, dan Lever Brothers, Jurgens, serta Van den Bergh meningkatkan minat mereka dalam produksi bahan baku. Kondisi pasar yang keras juga menjadi pendorong perkembangan asosiasi perdagangan. Saat ada teknologi baru yang diciptakan untuk memadatkan minyak paus, berbagai perusahaan bergabung di bawah Whale Oil Pool untuk mengatur distribusi komoditas baru yang penting ini.

Namun, awan perang mulai berkumpul. Perang Dunia Pertama siap membuat dampak besar, pertama melalui permintaan yang meningkat atas sabun dan margarin, pasokan masa perang yang vital, dan kedua melalui intervensi pemerintah Inggris dan Jerman, yang secara efektif menempatkan industri minyak dan lemak di bawah kendali pemerintah.

Baca juga artikel:

Manfaat dari Cemburu

Manfaat dari Cemburu

Manfaat dari Cemburu
Manfaat dari Cemburu

 

Banyak yang beranggapan bahwa cemburu adalah

sumber masalah sebuah hubungan. Dimana cemburu juga bisa membuat suatu hubungan berakhir. Cemburu juga Tak hanya soal kekasih, masalah promosi di tempat kerja atau tetangga dapat hadiah juga bisa membuat orang cemburu.
Banyak yang akhirnya menyuruh untuk menghindari rasa cemburu, sebaiknya orang menghindari rasa cemburu. Tapi apakah kecemburuan seburuk itu? Ternyata tidak. Cemburu juga mempunyai manfaat. Berikut rinciannya seperti dikutip Magforwomen,

1. Ini adalah jendela ke dalam jiwa Anda

Kecemburuan bisa berbicara banyak tentang karakter Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah bertanya pada diri sendiri setiap kali Anda menemukan kalau Anda melihat sesuatu yang orang lain punya dan mulai cemburu karenanya.
Pertama, tanyakan pada diri sendiri mengapa Anda cemburu, itu hanya karena Anda benci orang itu dan tidak bisa melihatnya melakukan hal dengan baik atau karena Anda benar-benar menginginkan apa yang dia punya?
Kedua, seberapa sering Anda merasa cemburu? Ketiga, mengapa saya merasa cemburu dengannya dia dan bukan sebaliknya? Apakah karena dia melakukan sesuatu yang lebih baik atau karena dia beruntung?
Cemburu yang diikuti oleh sejumlah pencarian jiwa bisa menjadi mata yang membuka pengalaman karena mengajarkan Anda lebih banyak tentang diri Anda. Ini menunjukkan keinginan tersembunyi Anda dan harapan.

2. Bisa memperkuat hubungan

Meskipun pernyataan ini mungkin tampak mengejutkan bagi Anda, tapi percayalah, itu benar. Ini bertolak belakang dengan keyakinan kalau cemburu bisa menjadi paku di peti mati untuk setiap hubungan. Kecemburuan tidak dapat dihindari dan ada dalam suatu hubungan.
Lantas, jika Anda merasa cemburu ketika melihat perempuan seksi berbicara dengan pacar Anda, ingat berbahagialah karena menunjukkan kalau Anda benar-benar mencintainya.
Hal yang sama berlaku ketika Anda menjadi penyebab kecemburuan pada pacar Anda. Si dia bisa sedih atau kesal ketika Anda berada bersama teman-teman pria Anda. Itu artinya ia begitu peduli pada Anda.
Jika Anda ingin melihat dengan cara lain, Anda juga akan menemukan kalau semakin lama Anda bersama seseorang dan mengenalnya, Anda sedikit cemburu. Ini bukan karena Anda tidak peduli padanya lagi, tetapi karena Anda mengubah hubungan menjadi lebih nyaman dan memiliki kemampuan dalam menghadapi ketidakamanan dan keraguan.

3. Bisa menjadi kekuatan untuk sukses

Alih-alih merajuk pada keberhasilan orang lain, Anda bisa bekerja keras untuk mencapai hal yang sama. Ada banyak contoh ketika pecundang menjadi pahlawan hanya karena menyadari tantangan ada agar seseorang menjadi lebih baik.
Jadi pada saat Anda cemburu dengan seseorang, bukan membenamkan diri dengan mengasihani diri sendiri. Lihatlah apa yang bisa meningkatkan usaha Anda dan melakukan yang lebih baik. Dan pada gilirannya, di masa depan Anda yang membuat orang lain iri, bukan sebaliknya.

Sumber : https://how.co.id

Laporan Formal Dan Non Formal

Laporan Formal Dan Non Formal

Laporan Formal Dan Non Formal

Pengertian Laporan:

Laporan adalah penyajian fakta tentang keadaan atau kegiatan yang telah dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang setelah menyelesaikan tugas yang diberikan. Laporan berfungsi sebagai:
1) alat pertanggungjawaban secara tertulis
2) alat pendokumentasian data
3) alat studi banding
4) alat pengambilan keputusan
5) melatih berpikir sistematis.

Laporan Formal

Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan- persyaratan tertentu sebagai yang akan disebutkan dibawah ini, sedangkan nadanya bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur seperti yang terdapat dalam buku- buku. Laporan formal terdiri dari:

1. Bagian Pendahuluan
a. Bagian pendahuluan terdiri dari: Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Kata pengantar
f. Daftar isi
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar gambar (jika ada)
i. Daftar grafik (jika ada)
j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)

2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
Bab I : Pendahuluan
a. Latar belakang
b. Identifikasi masalah
c. Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
d. Rumusan masalah
e. Tujuan dan manfaat
Bab II : Kajian pustaka
Bab III : Metode penelitian
Bab IV : Pembahasan
Bab V : Penutup

3. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar lampiran
c. Indeks atau daftar istilah

Laporan Non Formal

Laporan non formal adalah laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal di atas. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.
Menurut bentuknya laporan terdiri atas:
Berdasarkan bentuknya laporan dibedakan atas:
a. Laporan berbentuk formulir isian
b. Laporan berbentuk surat
c. Laporan berbentuk memorandum atau nota
d. Laporan jurnalistik
e. Laporan ilmiah/penelitian (makalah, skripsi tesis, dan disectasi)
f. Laporan percobaan
g. Laporan hasil pengamatan
h. Laporan perjalanan

Fungsi Laporan :

1. Pertanggungjawaban oleh orang yang diberi tugas,
2. Bahan/landasan bagi pemimpin lembaga/perusahaan dalam mengambil kebijakan/keputusan,
3. Alat bagi pemimpin untuk melakukan pengawasan,
4. Dokumen untuk bahan studi bagi yang memerlukan,
5. Sumber pengalaman bagi orang lain.

Sistematika Laporan:

Sistematika laporan hasil penelitian akan sangat dipengaruhi tingkat pengetahuan, pengalaman dan perhatian dari para golongan pembaca atau konsumen, artinya kepada siapa hasil penelitian diperuntukkan.
Menurut Nurul Zuriah, terdapat tiga kategori golongan audience laporan penelitian, yaitu; kalangan akademisi, sponsor dari penelitian, dan masyarakat umum
Sedangkan Menurut Imam Suprayogo, audience penelitian dapat dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu:

1) Kolega-kolega di lapangan yang sama,

2) Para pembuat kebijakan, praktisi, pemimpin masyarakat dan profesional lainnya,

3) Akademisi dan

4) Penyandang dana penelitian.
Disamping itu, masing-masing lembaga memiliki pedoman penelitian sendiri-sendiri, belum lagi pembimbing dan promotor yang terkadang memiliki style yang berbeda-beda, sehingga tidak jarang terjadi perbedaan dan silang pendapat di antara promotor. Karena itu, Bogdan dan Biklen mengemukakan secara umum bahwa organisasi penelitian meliputi pendahuluan, inti dan kesimpulan.
Perbedaan dalam sistematika laporan hasil penelitian disebabkan jenis laporan yang beraneka ragam dan audience (orang yang dilapori), maka referensi ini memfokuskan pada sistematika hasil laporan penelitian dengan akademisi sebagai audience-nya.
Secara umum sistematika penyusunan laporan hasil penelitian dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu: bagian awal, bagian isi dan bagian akhir.
Bagian Awal (Umumnya menjadi Bab I)
Bagian awal belum menyentuh pada proses dan hasil penelitian. sifatnya untuk melengkapi saja yang meliputi: halaman judul. halaman pernyataan penulis, halaman pengesahan promotor dan penguji, halaman pengantar (berisi tentang ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung), daftar Isi daftar tabel dan ilustrasi (jika ada), transliterasi, abstrak atau summary (intisari dari tesis yang diajukan, biasanya terdiri dari 700-1.000 kata).
Bagian Isi (Umumnya menjadi Bab II)
Bagian ini memuat tentang uraian-uraian tentang keseluruhan proses dan hasil penelitian yang dapat dibagi dalam beberapa sub bab sesuai dengan kebutuhan, namun secara umum, dibagi dalam tiga sub bab pembahasan, yaitu: pendahuluan, yang meliputi, latar belakang masalah, identifikasi dan perumusan masalah, hipotesis, definisi operasional dan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, tujuan dan kegunaan hasil penelitian
Kajian Teori, yang meliputi; tinjauan, landasan atau kajian pustaka, metodologi penelitian (Umumnya menjadi Bab III)
Pembahasan, merupakan pembahasan dari temuan penelitian (Umumnya menjadi Bab IV)
Bagian Akhir, biasanya meliputi; penutup, daftar pustaka, lampiran (jika ada). (Umumnya menjadi Bab V)
Dari tiap bagian dalam penyusunan laporan hasil penelitian seperti yang telah disebutkan, terakumulasi dalam bab dan sub bab.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Resensi Dan Contoh Resensi Novel

Resensi Dan Contoh Resensi Novel

Resensi Dan Contoh Resensi Novel

 

A. Pengertian Resensi

Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku.

Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.

1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.

Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.

B. Unsur-unsur Resensi

Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:

1. Membuat judul resensi

Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.

2. Menyusun data buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut:

a. judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.);

b. pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);

c. penerbit;

d. tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);

e. tebal buku;

f. harga buku (jika diperlukan).

3. Membuat pembukaan

Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:

a. memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;

b. membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;

c. memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;

d. memaparkan keunikan buku;

e. merumuskan tema buku;

f. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;

g. mengungkapkan kesan terhadap buku;

h. memperkenalkan penerbit;

i. mengajukan pertanyaan;

j. membuka dialog.

4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku

Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:

a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;

b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;

c. keunggulan buku;

d. kelemahan buku;

e. rumusan kerangka buku;

f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);

g. adanya kesalahan cetak.

5. Penutup resensi buku

Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

C. Contoh Resensi Novel

PENDAHULUAN
a. Isi Novel
Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.

b. Tujuan Pengarang

• Menuliskan imajinasi yang ada dipikiran pengarang dan mengembangkan cerita itu ke dalam
sebuah paragraf (sebuah buku)
• Memberikan efek emosional, membuat seseorang termotivasi bahkan terhibur

c. Tujuan Penyusunan Novel

• Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
• Untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan untuk membuat resensi
• Untuk melatih diri dalam bekerja dan kami ingin memberitahukan kepada seluruh masyarakat
tentang isi novel ini layak atau tidak untuk dibaca

d. Manfaat Novel
Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat khususnya para remaja. Selain itu, untuk mengetahui cerita kehidupan sehari-hari para remaja.

e. Audiens (Sasaran)
Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas dari bawah, menengah, dan atas. Khususnya para remaja, para siswa SMA, dan mahasiswa.

f. Sistematika Novel
Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pembuka cerita, isi cerita, dan penutup cerita

g. Dari Segi Kebahasaan dan Ejaan
Dilihat dari segi bahasa, sebenarnya pengarang novel ini belum seluruhnya menggunakan Bahasa
Indonesia. Masih banyak kata ejaan atau bahasa asing.

PEMBAHASAN

3.1 Sinopsis

Sissy cewek imut yang demen banget ngubah nama orang ini bekerja sebagai sekretaris di
perusahaan milik papanya. Untuk urusan ‘keras kepala’, dia memang benar-benar mirip papanya
yang otoriter. Kenyataan bahwa dia orang kaya menjadi rahasia Sissy dan Dira. Dira adalah
kakak Sissy yang bekerja juga di perusahaan milik papanya sebagai Direktur Utama. Dira adalah
anak kebanggaan sang papa. Papanya selalu tidak setuju dengan calon suami yang anak-anaknya
pilih karena papanya tidak mau ‘calon suami’ anaknya Cuma mengincar hartanya. Itu yang
membuat Dira dan Sissy selalu bertentangan dengan ayahnya.
Di tepi jalan, hak sepatu Sissy sebelah kirinya terjepit di sela-sela jeruji besi penutup selokan.
Dia berusaha terus supaya sepatunya bisa lepas sampai ada seorang cowok cakep yang langsung
ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit dan akhirnya sepatu itu berhasil
lepas. Spontan, Sissy langsung memeluk si lelaki penolong itu dan bergegas pergi tanpa bilang
terima kasih karena Sissy takut terlambat meeting.
Ternyata, cowok itu sekantor sama dengan Sissy, cuma lain divisi. Nama cowok itu Sebastian.
Sissy sampek ngumpet-ngumpet segala untuk menghindari ‘sang cowok penolong’ karena malu
dan pake acara menunduk sampek tersandung pot bunga segala. Malangnya, dia malah
dimutasikan jadi sekretaris Sebastian.
Sejak awal Sissy bersikap sangat formal terhadap bos barunya itu, layaknya atasan dengan
bawahan. Tapi gara-gara terlalu kaku, kadang Sissy melakukan hal-hal konyol di tempat kerja
dan bersikap salting (salah tingkah). Tapi lama-kelamaan Sissy capek harus bersikap kaku setiap
hari tanpa bercanda dan berceloteh. Itu membuat Sissy dan Sebastian menjadi akrab, bukan
seperti atasan dan bawahan. Mereka sering makan bareng, jalan bareng, dan menghadiri pesta
bareng.
Ujung-ujungnya mereka berdua malah merasakan falling in love dan mereka berdua pacaran.
Mereka menjalin hubungan backstreet (tidak diketahui siapapun) termasuk Dira kakaknya
sendiri. Di kantor mereka berdua mencoba menjauh satu dengan yang lain. Setelah lama
menjalin hubungan cinta, Sissy ingin memberi tahu Sebastian siapa sebenarnya dia. Sissy
memberi tahu kalau dia adalah anak pemilik perusahaan yaitu Pak Sadewo. Reaksi Sebastian
sangat kaget dan bingung tetapi dia tidak ingin meninggalkan Sissy. Dia rela apabila harus
berhenti kerja.
Hampir delapan bulan sejak mereka berpacaran, Sebastian hanya bertemu sekali dengan Pak
Sadewo di kantor. Suasananya sangat formal dan menahan dorongan kuat untuk mengatakan bila
Sissy dan Sebastian menjalin hubungan. Sissy mulai terbuka tentang hubungannya dengan
Sebastian yang semakin serius itu ke mama dan Dira.
Sissy dan Dira menjadi tuan rumah dalam acara launching website galeri dan pengalihan
pimpinan operasional galeri dari tante Mirna yang akan melahirkan, digantikan Sissy. Di tengah
kerumunan undangan, nampak Pak Sadewo juga hadir. Kemudian Sebastian datang bersama
Alex. Sissy langsung menghambur memeluk hangat Sebastian. Pak Sadewo terhenyak melihat
mereka berdua.

3.2. Identitas Buku
a. Judul Buku : Sisi Cinta Sissy
b. Jenis Buku : Fiksi
c. Pengarang : Lusi Wulan
d. Penerbit : Puspa Swara, Anggota IKAPI
e. Cetakan : I- Jakarta, 2006
f. Halaman Buku : 160 halaman
g. Panjang dan Tebal Buku : 20 cm ; 0,5 cm
h. Jenis Kertas : Quarto
i. Harga Buku : Rp 24.900,00

3.3. Isi Resensi

a. Susunan Penyajian
Novel yang berjudul Sisi Cinta Sissy ini dalam penyajiannya sudah cukup baik sebagai bacaan
para remaja.
Dimulai dari pembukaan cerita sampai penutup cerita sudah baik karena dari satu cerita ke cerita
lainnya tidak bertele-tele atau menyambung. Dan uniknya lagi pengarang dapat mengajak
pembaca untuk berfikir akhir dari cerita novel itu.

b. Gaya Bahasa
Pengarang menggunakan bahasa yang tidak baku supaya masyarakat umum, khususnya para
remaja mudah mengerti dari isi novel ini. Dan terdapat bahasa Inggris.

c. Hal-hal yang menarik dari novel
Novel ini bisa menarik perhatian para pembaca.Dari setiap bagian cerita ke bagian cerita yang
lain bisa membuat penasaran para pembaca dan para pembaca ingin cepat menyelesaikan
membaca novel ini dan mengetahui akhir cerita.

d. Kelemahan Novel
• Isi cerita dari novel ini tidak sempurna (jalan cerita agak rumit ) karena pengarang tidak
menyelesaikan akhir dari cerita sehingga para pembaca harus memikirkan akhir cerita novel ini
sendiri.
• Terlalu banyak bahasa asing
• Harga novel terlalu mahal

e. Kelebihan Novel
• Cover (sampul) novel sangat menarik
• Kertas novel menggunakan kertas quarto
• Perwatakan tokoh mudah dimengerti
• Menceritakan kehidupan para remaja sekarang

Menurut kami, novel ini tidak patut untuk dibaca/ dimiliki karena isi cerita dari novel ini tidak
sempurna (jalan cerita agak rumit) dan akhir dari cerita novel ini tidak selesai sehingga pembaca
harus menebak-nebak akhir cerita itu sendiri.

3.4. Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik
A. Unsur Instrinsik

1. Tema : Percintaan
2. Alur : Maju Mundur
3. Bahasa : Bahasa Indonesia tidak baku dan Bahasa Asing

4. Penokohan
a. Sissy
Bandel : Oya, dan sepeti biasa Mama titip pesan ke kamu supaya nurut sama kakaknya dan
papanya, kerja yang benar, jangan bandel kayak yang sudah-sudah dan jangan pacaran melulu..”
ujar Dira nyengir. (hal
Bnyak akal : Sekali lagi namanya juga sekantor, biar selihai bagaimanapun menghindar-hindar,
tetap aja ada kemungkinan ‘kepergok’ (hal 13)
Periang : “Dan kamu wanita, tanpa ragu jongkok di tepi jalan, memberi ucapan terima kasih
dengan sangat tulus…, dan sangat riang…, tidak perlulah dianggap sebagai hutang. (hal 23)
Lucu : Oya, satu lagi yang menggemaskan dari diri perempuan itu, celotehnya yang lucu dan apa
adanya….(hal 58)
b. Ronana
Latah : Ronan yang latah ikutan mengelus-elus jidatnya yang mulus-mulus aja tidak ada benjol,
hanya sedikit kerut efek dari penuaan dini. (hal 5)
Genit : Iiiiih… Ronana genit!” seru Sissy dengan meniru gaya centil Ronan. (hal 5)
c. Dira
Usil : “Siapa yang bilang kamu goblok…, penyalit menahun… hihihi…” celetuk Dira asal. (hal
9)
Tegas : “Ingat Sy, jangan sampai timbul gosip atau apalah yang tidak mengenakkan di kantor ini
tentang salah satu dari kita. (hal 15)
Emosi : Baginya, Rizal selalu dapat memberinya ketenangan, sementara dirinya adalah orang
yang gampang meledak. (hal 46)
d. Sebastian
Baik : “Tanpa menunggu jawaban Sissy yang tak berkedip mendongakkan wajah tinggi sekali,
pria ini langsung ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit. (hal 10)
Perhatian : “Obatnya diminum dulu ya, biar sakitnya agak reda” ucap Sebastian sambil
menyodorkan obat dan air putih kepada Sissy. (hal 19)
Kalem : Sebastian menjawab kalem, menenangkan Dira yang super heboh. (hal 20)

4Ramah : Novi blak-blakan kepada Sebastian, karena Sebastian selalu bersikap simpatik dan
ramah kepadanya. (hal 56)
e. Melviana
Tomboi : “Hahaha… syukurin! Makanya, udah ditolongin tuh bilang terima kasih, jangan malah
ngibrit, coy!” komentar Melvi, sepupu Sissy yang tomboi. (hal 14)
f. Wiwid
Usil : “Wah belum seminggu kerja bareng, sudah ada panggilan kesayangan nih,” celetuk Wiwid
dari bagian HRD, teman terdekatnya di kantor, sambil cengar-cengir. (hal 15)
Kalem : “Kenapa kamu ini?” Wiwid bertanya kalem, lengkap dengan logat Jawanya. (hal 24)
g. Eva
Tukang gosip: Bersamaan dengan itu, Eva, cewek yang hobi membicarakan ‘sosok menonjol’
dimanapun dan kapanpun sejauh matanya bisa memandang. (hal 23)
h. Pak Sadewo
Otoriter : Ketika papnya menyetujui mereka, keadaan tidak bertambah lebih baik. Banyak syarat
dan tuntutan atas dirinya. (hal 29)
i. Rizal
Perhatian : Rizal mengelus punggung Dira menenangkan pacarnya itu. (hal 45)
j. Tobias
Petualang : Tentunya ia berkeliling ke berbagai tempat di tanah air sampai ke negara-negara lain.
(hal 39)
Usil : “Ayolah…wajahmu itu nggak bisa berbohong, Sissy sayang… Aku nggak bisa tidur kalau
pulang wajahmu masih seperti ini.” (hal 41)
k. Novi
Ingin tahu : “Hah, mereka ngapain aja?” Novi menjadi tertarik kalau membicarakan pegawai
keren seperti Sebastian. (hal 51)
l. Alex
Suka hura-hura: “Itu memang ulah Alex. Orangnya suka hura-hura. (hal 30)
m. Mama
Perhatian : Mama khawatir lihat Dira kuyu seperti itu. (hal 69)
Baik : “Sudahlah Sy. Mama hidup hanya untuk kalian, jadi yang menjadi masalah kalian,
otomatis menjadi masalah mama juga.” (hal 72)

5. Amanat

• Sayangilah dirimu, beri ia kesempatan untuk menjadi yang semestinya ia inginkan. Life is
nothing but being yourself.
• Terkadang cinta tidak harus memiliki
• Pilihan itu segala ada tetapi siap atau tidak kita menanggung resiko dari pilihan yang kita buat
itu, karena kadang kita dihadapkan pada pilihan yang terlalu sulit

6. Setting

a. Tempat : kantor, rumah Sissy, tepi jalan, kantin, lobi, rumah Dira, rumah Sebastian, hotel,
coffe shop, cafe, stasiun, restoran, pantai, daerah Semanggi, dapur, studio, lapangan, dan galeri
b. Waktu : pagi, siang, sore, dan malam
c. Suasana : sepi, ramai, sedih, gembira, takut, panik, haru, dan tegang

7. Sudut Pandang : orang pertama

B. Unsur Ekstrinsik
1. Sosial Agama
Dilihat dari segi nama, pengarang merupakan seorang muslim

2. Sosial Ekonomi
Keadaan ekonomi pengarang tergolong menengah ke atas karena dilihat dari segi cerita yang ada
dalam novel. Disamping itu, gaya bahasa yang digunakan juga menunjukkan status sosialnya.

3. Sosial Budaya
Pengarang merupakan seorang yang tekun bekerja. Pengarang menempatkan karirnya diposisi
pertama tapi itu didukung oleh papa dan mamnya.

4. Biografi Pengarang
Lusi Wulan. Cewek 26 tahun, single, breakable (!), dan sedang mengalami a quarter life crisis.
Berangan-angan menghabiskan malam dengan menulis dan menatap bintang di Bali Selatan
(masih ada bintangkah di sana?). Tumbuh di Malang, lalu pindah ke Yogya. Karier menulisnya
dimulai awal 2004 saat kepala nyut-nyut kalau tidak bisa menulis. Lumayan, juara 2 di sebuah
lomba menulis fiksi langsung didapatnya. Kepercayaan dirinya terus naik hingga novel keduanya
terpilih untuk diterbitkan. Saat ini, bekerja di perusahaan swasta dan getol mengumpulkan duit
untuk rencana hidup terbesarnya…sedikit bersenang-senang dan membangun khayalan di atas
kenyataan untuk terus bikin kepala nyut-nyutan.
6. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
berdua ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.
Cerita dalam novel ini memberikan gambaran tentang betapa pentingnya restu orang tua di
dalam suatu hubungan. Ini merupakan permasalahan kehidupan cinta anak remaja sekarang.

4.2 Saran

1. Redaktur
Penerbit seharusnya mengadakan launching kumpulan novel-novel terbaru karya satrawan muda
agar lebih dikenal masyarakat

2. Pengarang
• Pengarang seharusnya mencantumkan data diri lengkap agar pembaca mudah memahami latar
belakang kehidupan pengarang
• Pengarang seharusnya memperjelas akhir dari cerita novelnya supaya lebih dimengerti oleh
pembaca
3. Pembaca
• Pembaca supaya mau membaca dan memahami maksud dari isi cerita dari pengarang
• Pembaca dituntu untuk mengambil segi positif yang ada di dalam novel
7. DAFTAR PUSTAKA
Wulan, Lusi. 2006. Sisi Cinta Sissy. Tabel Periodik Jakarta: Puspa Swara
8. RESENSI KARYA SATRA
“ Sisi Cinta Sissy ”

KEADILAN DALAM BISNIS

KEADILAN DALAM BISNIS

KEADILAN DALAM BISNIS

Definisi Keadilan Dalam Bisnis:

Keadilan dalam bisnis adalah suatu hal yang harus dipatuhi oleh para perusahaan.
Dalam kaitan dengan keterlibatan sosial, tanggung jawab sosial perusahaan berkaitan langsung dengan penciptaan atau perbaikan kondisi sosial ekonomi yang semakin sejahtera dan merata. Tidak hanya dalam pengertian bahwa terwujudnya keadilan akan menciptakan stabilitas sosial yang akan menunjang kegiatan bisnis, melainkan juga dalam pengertian bahwa sejauh prinsip keadilan dijalankan akan lahir wajah bisnis yang lebih baik dan etis. Keadilan dan upaya menegakkan keadilan menyangkut aspek lebih luas berupa penciptaan sistem yang mendukung terwujudnya keadilan tersebut. Prinsip keadilan legal berupa perlakuan yang sama terhadap setiap orang bukan lagi soal orang per orang, melainkan menyangkut sistem dan struktur sosial politik secara keseluruhan. Untuk bisa menegakkan keadilan legal, dibutuhkan sistem sosial politik yang memang mewadahi dan memberi tempat bagi tegaknya keadilan legal tersebut, termasuk dalam bidang bisnis.

 

Keadilan:

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran” . Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

  1. Keadilan menurut Aristoteles (filsuf yang termasyur) dalam tulisannya Retorica membedakan keadilan dalam dua macam :

Keadilan distributif atau justitia distributiva; Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang didasarkan atas jasa-jasanya atau pembagian menurut haknya masing-masing. Keadilan distributif berperan dalam hubungan antara masyarakat dengan perorangan.

Keadilan kumulatif atau justitia cummulativa; Keadilan kumulatif adalah suatu keadilan yang diterima oleh masing-masing anggota tanpa mempedulikan jasa masing-masing. Keadilan ini didasarkan pada transaksi (sunallagamata) baik yang sukarela atau tidak.

  1. Keadilan menurut Thomas Aquinas (filsuf hukum alam), membedakan keadilan dalam dua kelompok :

Keadilan umum (justitia generalis); Keadilan umum adalah keadilan menururt kehendak undang-undang, yang harus ditunaikan demi kepentingan umum.

Keadilan khusus; Keadilan khusus adalah keadilan atas dasar kesamaan atau proporsionalitas. Keadilan ini debedakan menjadi tiga kelompok yaitu :

Keadilan distributif (justitia distributiva) adalah keadilan yang secara proporsional yang diterapkan dalam lapangan hukum publik secara umum.

Keadilan komutatif (justitia cummulativa) adalah keadilan dengan mempersamakan antara prestasi dengan kontraprestasi.

Keadilan vindikativ (justitia vindicativa) adalah keadilan dalam hal menjatuhkan hukuman atau ganti kerugian dalam tindak pidana.

  1. Keadilan menurut Notohamidjojo (1973: 12), yaitu :

Keadilan keratif (iustitia creativa); Keadilan keratif adalah keadilan yang memberikan kepada setiap orang untuk bebas menciptakan sesuatu sesuai dengan daya kreativitasnya.

Keadilan protektif (iustitia protectiva); Keadilan protektif adalah keadilan yang memberikan pengayoman kepada setiap orang, yaitu perlindungan yang diperlukan dalam masyarakat.

  1. Keadilan menurut John Raws (Priyono, 1993: 35), adalah ukuran yang harus diberikan untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama.
  2. Keadilan dari sudut pandang bangsa Indonesia disebut juga keadilan sosial, secara jelas dicantumkan dalam pancasila sila ke-2 dan ke-5 9, serta UUD 1945.

Pembahasan:

Keadilan terhadap pegawai

Pem PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. PTFI menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Indonesia. Kami memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.

PT Freeport Indonesia merupakan jenis perusahaan multinasional (MNC),yaitu perusahaan internasional atau transnasional yang berkantor pusat di satu negara tetapi kantor cabang di berbagai negara maju dan berkembang.

Mogoknya hampir seluruh pekerja PT Freeport Indonesia (FI) tersebut disebabkan perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain untuk level jabatan yang sama. Gaji sekarang per jam USD 1,5–USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara lain mencapai USD 15–USD 35 per jam. Sejauh ini, perundingannya masih menemui jalan buntu. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja, entah apa dasar pertimbangannya.

Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua yang digembor-gemborkan itu pun tidak seberapa karena tidak mencapai 1 persen keuntungan bersih PT FI. Malah rakyat Papua membayar lebih mahal karena harus menanggung akibat berupa kerusakan alam serta punahnya habitat dan vegetasi Papua yang tidak ternilai itu. Biaya reklamasi tersebut tidak akan bisa ditanggung generasi Papua sampai tujuh turunan. Selain bertentangan dengan PP 76/2008 tentang Kewajiban Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, telah terjadi bukti paradoksal sikap Freeport (Davis, G.F., et.al., 2006).

Kestabilan siklus operasional Freeport, diakui atau tidak, adalah barometer penting kestabilan politik koloni Papua. Induksi ekonomi yang terjadi dari berputarnya mesin anak korporasi raksasa Freeport-McMoran tersebut di kawasan Papua memiliki magnitude luar biasa terhadap pergerakan ekonomi kawasan, nasional, bahkan global.

Sebagai perusahaan berlabel MNC (multinational company) yang otomatis berkelas dunia, apalagi umumnya korporasi berasal dari AS, pekerja adalah bagian dari aset perusahaan. Menjaga hubungan baik dengan pekerja adalah suatu keharusan. Sebab, di situlah terjadi hubungan mutualisme satu dengan yang lain. Perusahaan membutuhkan dedikasi dan loyalitas agar produksi semakin baik, sementara pekerja membutuhkan komitmen manajemen dalam hal pemberian gaji yang layak.

Pemerintah dalam hal ini pantas malu. Sebab, hadirnya MNC di Indonesia terbukti tidak memberikan teladan untuk menghindari perselisihan soal normatif yang sangat mendasar. Kebijakan dengan memberikan diskresi luar biasa kepada PT FI, privilege berlebihan, ternyata sia-sia.

Kesimpulan Dan Saran:

Kesimpulannya masih banyak perusahaan yang hanya ingin mengambil keuntungan saja,tanpa memikiran kesejahteraan para pekerja atau buruhnya. Resensi Sarannya agar pemerintah ikut aktif mengawasi perusahaan yang tidak memiliki rasa keadilan dalam berbisnis

Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah

Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah

Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah
Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah

1. KONSEP DAN PERSFEKTIF SEJARAH 

Teori dan metodologi sebagai bagian pokok ilmu sejarah mulai diketengahkan apabila penulisan sejarah tidak semata-mata bertujuan menceritakan kejadian tetapi bermaksud menerangkan kejadian itu dengan mengkaji sebab-sebabnya, kondisi lingkungannya, konteks sosio-kulturalnya, pendeknya, hendak diadakan analisis secara mendalam tentang faktor-faktor kausal, kondisional, kontekstual serta unsur-unsur yang merupakan komponen dan eksponen dari proses sejarah yang dikaji.
Langkah yang sangat penting dalam membuat analisis sejarah ialah menyediakan suat kerangka pemikiran atau kerangka referensi yang mencakup pelbagai konsep dan teori yang akan dipakai dalam membuat analisis tersebut. Metodologi dalam studi sejarah menuntut penyesuaian yang akan terwujud sebagai perbaikan kerangka konseptual dan teoretis sebagai alat analitis. Hal ini dapat dilakukan dengan meminjam pelbagai alat analitis dari ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi, politikologi, dan lain-lain.

  • Ilmu sejarah bersifat empiris, oleh karena itu sangat penting untuk berpangkal pada fakta-fakta yang tersaring dari sumber sejarah, sedangkan teori dan konsep hanya merupakan alat-alat untuk mempermudah analisis san sintesis sejarah.
  • Sejarah dalam arti “subjektif” merupakan rekonstruksi peristiwa sejarah yakni hasil dari penelitian yang kemudian dituliskan.
  • Sejarah dalam arti “objektif” menunjuk kepada kejadian atau peristiwa itu sendiri yakni proses sejarah dalam aktualitasnya.
  • Sejak ilmu diplomatik diciptakan oleh Mabillon (1632-1707) pemakaian dokumen sebagai sumber sejarah memerlukan kritik intern dan kritik ekstern. Kritik ekstern ialah dengan meneliti apakah dokumen itu autentik, yaitu kenyataan identitasnya: artinya bukan tiruan, turunan atau palsu. Hal ini dilakukan dengan meneliti bahan yang dipakai, jenis tulisan, gaya bahasa, dan sebagainya. Kritik intern ialah dengan meneliti isinya, apakah isi pernyataan, fakta-fakta dan ceritanya dapat dipercaya. Untuk itu, perlu diidentifikasi penulisnya, beserta sifat dan wataknya, daya ingatannya, jauh dekatnya dengan peristiwa dalam waktu, dan sebagainya.
  • Hasil kritik-kritik sumber ialah fakta yang merupakan unsur-unsur bagi penyusunan atau rekonstruksi cerita sejarah. Fakta sebenarnya merupakan produk dari proses mental (sejarawan) atau memorisasi. Oleh karenanya, fakta itu bersifat subjektif. Fakta yang belum mantap untuk jangka waktu lama disebut fakta lunak (soft fact), misalnya fakta tentang pembunuhan J.F. Kennedy. Masih kontroversial tentang siapa pembunuhnya. Sedangkan fakta keras (hard fact) antara lain Proklamasi Republik Indonesia pada 17 agustus 1945.

2. REKONSTRUKSI SEJARAH 

Sejarah sebagai satu konstruksi merupakan satu kesatuan yang koheren (adanya saling keterkaitan antar unsur-unsur yang membentuk kesatuan)
  • Periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturasi waktu dengan pembagian atas beberapa babak, zaman, atau periode berdasarkan kriteria tertentu, seperti ciri-ciri khas yang ada pada periode tertentu.
  • Di dalam historiografi Indonesia, antara lain dalam Babad Tanah Jawi, juga terdapat pembagian zaman yang dimulai dari zaman nabi-nabi, zaman munculnya tokoh-tokoh pewayangan, mitis, lalu diikuti zaman kerajaan-kerajaan. Kesemuanya itu merupakan bentuk-bentuk periodisasi sebagai usaha menstrukturasi waktu.
  • Dalam historiografi Barat, periodisasi yang amat populer ialah yang disusun oleh Cellarius (1638-1707). Pembabakan Sejarah Barat atas tiga periode menurutnya adalah: (1) Zaman Kuno (-500); (2) Abad Pertengahan (500-1500); dan Zaman Modern (sejak 1500).
  • Dalam sejarah politik, ada kebiasaan membuat periodisasi berdasarkan pemilihan caesuur (penetapan pemisahan) pada tahun peristiwa penting, antara lain akhir perang, awal revolusi, awal suatu periode pemerintahan, dan sebagainya. Misalnya Revolusi Prancis (1789) dianggap sebagai awal periode moderen, ditinggalkannya monarki absolut dan dimulainya periode liberalisme, demokrasi, dan nasionalisme.
  • Setiap unit sejarah senantiasa memiliki lingkup temporal dan spasial (waktu dan ruang). Ruang lingkup temporal mempunyai batasan yaitu awal perkembangan gejala sejarah dan akhirnya, misalnya dalam biografi kelahiran dan kematian seorang tokoh. Ruang lingkup spasial juga memiliki batasan, misalnya dalam sejarah perang ialah seluruh wilayah yang dipakai sebagai medan perang. Untuk suatu negara, batasan spasialnya ialah wilayah kekuasaannya. Sehubungan dengan hal tersebut, ilmu sejarah memerlukan bantuan geografi.
  • Konsep sistem banyak dipakai dalam ilmu sosial yang mempunyai perspektif sinkronis terhadap suatu gejala. Sementara di dalam sejarah, konsep sistem hanya dipakai sebagai alat analisis dan sintesis, terutama dalam menunjukkan saling hubungan antara unsur-unsur atau dimensi-dimensi yaitu bagaimana saling pengaruh-mempengaruhi antara faktor ekonomi, sosial, politik dan kultural. Pelacakan bagaimana terjadinya atau jalannya perkembangan di masa lampau dilakukan dengan pendekatan diakronis.
  • Apabila objek studi sejarah ditujukan pada suatu masyarakat atau lembaga sosial, maka untuk melacak perkembangan historis strukturnya diperlukan pendekatan sinkronis dan diakronis. Contoh: Bagaimana struktur feodal masyarakat abad pertengahan di Eropa kemudian berubah menjadi masyarakat abad ke-19 dengan kelas menengah atau kaum borjuis yang mempunyai kedudukan penting? Disini sejarah struktural dengan pendekatan rangkap dapat melakukan analisis dan mengungkapkan perubahan sosialnya.
  • Seringkali Present-mindedness menjadi panduan untuk menyeleksi permasalahan di masa lampau. Melaksanakan pandangan masa kini sebagai alat pengukur tentang masa lampau sebaiknya dihindari. Contoh: Negara Majapahit dipandang sebagai negara nasional. Disini konsep negara nasional yang moderen diterapkan atas kerajaan kuno, tidak disadari bahwa struktur dan sistem politiknya sangat berbeda. Oleh karena itu, sejarawan perlu memiliki historical-mindedness, yakni kemampuan untuk menempatkan suatu gejala sejarah sesuai dengan suasana dan iklim kebudayaan masanya, sehingga dapat dihindari kesalahan yang disebut anakronisma, yakni mencampurbaurkan zaman suatu gejala dengan zaman lain.
  • Dalam menghadapi gejala-gejala sejarah yang beraneka ragam tetapi menunjukkan kemiripan, perlu diadakan kategorisasi, penggolongan atau tipologisasi, misalnya kota-kota pelabuhan, pemberontakan petani, kota-kota dan lain-lain.
  • Peranan ilmu sosial dalam penyeleksian data dan fakta, terutama teori-teori dan konsep-konsepnya sangat penting. Kedua jenis alat analitis itu memudahkan kita mengatur seluruh substansi penulisan naratif dengan segala unsur-unsurnya seperti fakta, subfakta, struktur dan proses, faktor-faktor, dan lain lain. Tanpa kerangka teoretis dan konseptual tidak ada butir-butir referensi untuk membentuk naratif, eksplanasi dan argumentasi.
  • Multidimensionalitas gejala sejarah perlu ditampilkan agar gambaran menjadi lebih bulat dan menyeluruh sehingga dapat dihindari kesepihakan atau determinisme. Yang penting dari implikasi metodologis ini ialah bahwa pengungkapan dimensi-dimensi memerlukan pendekatan yang lebih kompleks yakni pendekatan multidimensional. Sejarawan yang akan menerapkan metodologi ini perlu menguasai pelbagai alat analitis yang dipinjam dari ilmu sosial.
  • Dalam penulisan sejarah lazim dibedakan menjadi dua macam sejarah yaitu (1) Sejarah prosesual (sejarah deskriptif-naratif), ialah penulisan sejarah yang menggambarkan kejadian sebagai proses, yang dicakup dalam uraian naratif atau cerita untuk mengungkapkan bagaimana suatu peristiwa terjadi, lengkap dengan fakta-fakta tentang “apa”, “siapa”, “kapan”, dan “dimana”; (2) Sejarah struktural (sejarah deskriptif-analitis), ialah penulisan sejarah yang menerangkan kausalitasnya atau menjawab pertanyaan “mengapa”.
  • F. Braudel (seorang sejarawan) menyebut sejarah struktural dengan istilah “sejarah jangka panjang” (longue durěe) karena mencakup perubahan struktur masyarakat dan lingkungan yang terjadi secara lambat laun. Menurut dia, di antara sejarah prosesual dan sejarah struktural terdapat sejarah konjunktural (conjuncture) yang menggambarkan “gelombang” gerakan perkembangan sejarah, terutama di bidang sejarah ekonomi, antara lain dengan gerakan tingkat harga-harga, fluktuasi produksi, dan sebagainya. Penulisan sejarah konjunktur dan struktural bersifat analitis dan perlu mempergunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial beserta teorinya.
  • Menurut mazhab L. Von Ranke pada akhir abad ke-19 penulisan sejarah tidak lagi dilakukan secara konvensional, yaitu sejarah yang empiris positif dalam bentuk deskriptif-naratif, tetapi perlu lebih banyak diterapkan penulisan sejarah deskriptif-analitis dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial atau multidimensional. Reaksi terhadap aliran penulisan sejarah konvensional dilancarkan pada awal abad ke-19 oleh mazhab “Annales” dari Marc Bloch dan aliran “the New History” yang dipimpin oleh Robinson. Kedua aliran ini mengungkapkan dimensi-dimensi non politik.
    Penulisan sejarah harus memenuhi kaidah (1) struktur logis, dan (2) objektif.

3. SEJARAH DAN ILMU SOSIAL 

Kedudukan sejarah dan ilmu-ilmu sosial (bahasa, geografi, ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi) adalah saling memerlukan dan saling memberikan kontribusi. Dalam hal ini, penelitian dan penulisan sejarah senantiasa memerlukan bahasa sebagai sarana primer untuk mengungkapkan data, analisis, dan kesimpulan yang terkait dengan seluruh aspek yang terkait dengan manusia dan waktunya. Penyajian hasil penelitian sejarah dalam tulisan disajikan dengan memenuhi hal-hal berikut:
  • Generalisasi dicapai lewat analisis, sedangkan gambaran yang khusus diperoleh lewat narasi. Generalisasi lebih bersifat kuantitatif sedangkan gambaran khusus lebih kualitatif. Hubungan antara pelbagai gejala ditentukan berdasarkan hubungan kausalitas, jadi terumuskan sebagai eksplanasi, sedangkan hubungan kualitatif dirumuskan dengan menggunakan interpretasi (tafsiran).
  • Rapproachement antara ilmu sosial dan sejarah terutama terwujud pada perubahan metodologi. Pembaruan metodologi tahap pertama terjadi karena pengaruh ilmu diplomatik sejak Mabillon, sedangkan pembaruan tahap kedua terjadi karena pengaruh ilmu sosial.
  • Implikasi besar dari perkembangan itu ialah bahwa setiap research design memerlukan kerangka referensi yang bulat, yaitu memuat alat-alat analitis yang akan meningkatkan kemampuan untuk menggarap data. Oleh karena itu, pengkajian sejarah memerlukan teori dan metodologi.
  • Ruang di dalam geografi distrukturasikan berdasarkan fungsi-fungsi yang dijalankan menurut tujuan atau kepentingan manusia selaku pemakai. Unit-unit fisik yang dibangun menjadi unsur struktural fungsional dalam sistem tertentu, ekonomi, sosial, politik, dan kultural. Struktur dan fungsi bermakna di dalam konteks tertentu, yaitu tidak terlepas dari jiwa zaman atau gaya hidup masanya.
  • Pada hakikatnya sejarah dan antropologi mempelajari objek yang sama, yakni tiga jenis fakta: artifact, socifact dan mentifact. Artifact sebagai benda fisik adalah konkret dan merupakan hasil buatan. Artifact menunjuk kepada proses pembuatan yang telah terjadi di masa lampau. Socifact menunjuk kepada kejadian sosial (interaksi antar aktor, proses aktifitas kolektif) yang telah mengkristalisasi sebagai pranata, lembaga, organisasi, dan sebagainya. Untuk memahami struktur dan karakteristik socifact perlu dilacak asal-usulnya, proses pertumbuhannya sampai wujud sekarang. Artinya, segala sesuatu dan keadaan yang kita hadapi dewasa ini tidak lain ialah produk dari perkembangan di masa lampau, yakni produk sejarah.

4. KATEGORI SEJARAH

Berikut ini adalah kategori penulisan sejarah yang disesuaikan dengan zamannya.
  • Gagasan menulis sejarah sosial muncul pada abad ke-20 sebagai reaksi terhadap dominasi sejarah politik selama abad ke-19.
  • Herodotus menulis sejarah perang Parsi yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat Athena, mulai dari aspek ekonomi, sosial, politik sampai segi kultural.
  • Trevelyan, pengarang English Social History, melukiskan pelbagai keseluruhan sejarah masyarakat tanpa mencantumkan perkembangan kehidupan politik.
  • Max Weber dan Emile Durkheim dalam karya-karya awalnya menulis tentang pelbagai aspek perkembangan masyarakat, mengikuti jejak gurunya masing-masing, ialah K. Lamprecht dan Fustel de Coulange.
  • Marc Bloch dan Febvre beserta mazhabnya “Annales” menulis sejarah sosial dengan menerbitkan Feudal Society.
  • Di Amerika Serikat, Turner menjadi pelopor dengan karyanya tentang penafsiran ekonomis UUD Amerika. Kemudian pada tahun dua puluhan Robinson menonjolkan The New History, yakni sejarah yang ditulis dengan pendekatan yang meliputi pelbagai aspek kehidupan masyarakat.
  • Dalam abad ke-19, sejarah politik sangat menonjol sehingga dikenal sebagai abad nasionalisme dan formasi negara nasional di Eropa Barat. Sejarah politik abad ini diawali oleh Thucydides yang menulis Perang Peloponesia, dan sejak saat itu tradisi penulisan sejarah didominasi oleh sejarah politik.
  • Voltaire, seorang filsuf Prancis (1694-1778) menulis sejarah kebudayaan dunia pertama dengan judul Essai sur les moeur et l’esprit des nations (karangan tentang adat-istiadat dan jiwa bangsa-bangsa). Disini dipakai istilah “jiwa” tidak lain untuk mencakup konsep mentalitas, semangat atau etos dari bangsa-bangsa.

Baca juga artikel:

Mengungkap Sejarah Misteri Segitiga Bermuda

Mengungkap Sejarah Misteri Segitiga Bermuda

Mengungkap Sejarah Misteri Segitiga Bermuda
Mengungkap Sejarah Misteri Segitiga Bermuda

Segitiga bermuda ini sangatlah misterius keberadaannya. Acap kali ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang menyebutkan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah teritorial tersebut. Bahkan tidak jarang banyak yang menyebutkan bahwa semua itu akibat ulah makhluk luar angkasa (UFO). Apakah benar begitu ? yuk kita simak penjelasan berikut ini yang telah admin rangkum dari berbagai sumber.

Sejarah Awal

Saat masa pelayaran Christopher Colombus, saat ia melintasi area segitiga Bermuda, salah seorang awak kapalnya mengatakan telah melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang juga mengatakan bahwa mereka telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.

Telah terjadi berbagai macam peristiwa kehilangan di area Segitiga Bermuda tersebut. Yang pertama kali didokumentasikan oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press pada tahun 1951. Jones menuliskan artikel yang berisi peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya dengan nama ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut ditulis kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Pada tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga Bermuda adalah suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin bisa dikatakan lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid tersebut terdapat dua buah rongga lubang lebih besar.

Puluhan Kapal & Pesawat Raib Tanpa Jejak

Menurut catatan data dari kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah hilangnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada tahun 1880. Tanpa jejak sedikitpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu hilang di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menenggelamkan ratusan kapal lainnya.

Di lain peristiwa, Segitiga Bermuda juga telah melenyapkan puluhan pesawat yang melintasinya. Peristiwa sangat besar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember tahun 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun lenyap tanpa sempat memberikan sinyal SOS.

Yang anehnya, misteri Avenger tak berujung sampai di situ saja

Saat sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan menghilang. Bagaikan Hilang bak ditelan udara. Keesokan hari setelah peristiwa tersebut ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun sama sekali serpihan pesawat ditemukan. Sungguh ajaib.

Tahun demi tahun telah berlalu. Sekitar tahun 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Betapa terkejutnya mereka yang menyaksikan disana. Karena ketika dicocokkan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger.

Baca juga artikel:

Jabar Miliki 488 Ribu Hektar Perkebunan

Jabar Miliki 488 Ribu Hektar Perkebunan

BANDUNG

Sektor perkebunan di Provinsi Jawa Barat kini masih menjadi kontributor utama perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Menurut data tahun 2015, Jabar memiliki perkebunan seluas 488.168 hektar, yang terdiri dari perkebunan besar negara seluas 68.850 hektar, perkebunan besar swasta 54.633 hektar dan perkebunan rakyat seluas 364.685 hektar.

Sumber daya manusia petani yang terlibat dalam pembangunan perkebunan di Jabar sebanyak 1.381.775 kepala keluarga, 5.543 kelompok tani dan 10 asosiasi komoditas perkebunan. “Besarnya potensi perkebunan ini bisa kita lihat dari banyaknya komoditas yang dikembangkan,” kata Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar saat Rakor Pembangunan Perkebunan Jabar, di Bandung Selasa (07/3/17).

Komoditas perkebunan yang dikembangkan itu, lanjut Deddy, ada sebanyak 32 komoditas yang terbagi menjadi 4 kelompok. Pertama adalah Komoditas Strategis, terdiri dari komoditas kopi, teh, karet, kakao, kelapa, cengkeh, tebu dan tembakau.

Komoditas Prospektif

Kedua adalah Komoditas Prospektif, diantaranya kemiri sunan, kelapa sawit, kelapa hibrida, aren, pala, lada, nilam, jambu mete, kayu manis, kemiri, panili dan jarak. Selanjutnya ada Komoditas Unggulan Spesies Lokal, yaitu akar wangi, sereh wangi, kina, kenanga, mendong, pandan, guttapercha, kumis kucing, pinang dan kapok. Terakhir yaitu Komoditas Rintisan, diantaranya Kenaf dan Indigofera.  “Jumlah produksi dari semua komoditas itu mencapai 540 ribu ton lebih,” ungkap Deddy.

Sementara, tiga komoditas masih menjadi komoditas tertinggi, yaitu kelapa sawit sebesar 175.169, teh 92.317 ton dan kelapa dalam 88.674 ton.

Rakor pembangunan perkebunan Jabar

Dalam Rakor pembangunan perkebunan Jabar itu Deddy berharap terjalin kerjasama lebih sinergis seluruh pemangku kepentingan termasuk swasta dan masyarakat untuk bersama mengakselerasi kemajuan agribisnis perkebunan di Jabar terlebih saat ini berada di era Masyarakat Ekonomi Asean. “Ini mutlak dibutuhkan peningkatan daya saing produk perkebunan agar mampu bersaing dengan produk negara lain dan menjadi komoditas unggulan ekspor,” ucap deddy.

Artikel terkait :

Sejarah Istana Siak Sri Indrapura

Sejarah Istana Siak Sri Indrapura

Sejarah Istana Siak Sri Indrapura
Sejarah Istana Siak Sri Indrapura

Sobat, Ingin tahu bagaimana rasanya hidup di sebuah istana? Meskipun tak bergelar raja dan ratu, kita dapat menikmati nuansa jaman kerajaan di Istana Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak. Cukup dengan tiga ribu rupiah saja, kita dapat menikmati pengalaman menjadi bagian dari kerajaan, yang dibangun pada tahun 1889 tersebut.

Disana pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan kerajaan berupa kompleks istana, yang masih lengkap dengan peralatan kerajaan. Berikut ini akan dipaparkan tentang sejarah Istana Siak Sri Indrapura.

Bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau

ini dibangun oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah) dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada di Buantan. Bangunan yang bercirikan arsitektur gabungan antara Melayu, Arab, dan Eropa ini biasa juga disebut Asserayah Hasyimiah, yang berarti matahari timur dan dibangun pada tahun 1723 M.

Nama Siak sendiri diambil dari nama tumbu-tumbuhan yang bernama Siak-siak yang banyak tumbuh kala itu

Sebelum akhirnya berdiri menjadi kerajaan sendiri, Siak masih berada dibawah kekuasaan Kerajaan Johor. Wilayah Siak diawasi oleh pengawas yang dikirim dari kesultanan Johor.

Akan tetapi, selama hampir 100 tahun kawasan Siak yang ada yang memerintah.  Daerah ini hanya diawasi oleh Syahbandar yang ditunjuk untuk memungut cukai hasil hutan dan hasil laut.

Tepatnya tahun 1699, Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II meninggal karena dibunuh Magat Sri Rama

Sementara istrinya Encik Pong yang sedang hamil kemudian dilarikan ke Singapura, terus ke Jambi. Dalam perjalanan tersebut, lahirlah Raja Kecik dan kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau.

Dalam perjalanan itu lahirlah Raja Kecik dan kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau

Sementara itu pucuk pimpinan Kerajaan Johor diduduki oleh Datuk Bendahara tun Habib yang bergelar Sultan Abdul Jalil Riayat Syah. Setelah Raja Kecik dewasa, pada tahun 1717 Raja Kecik berhasil merebut tahta Johor.

Tetapi tahun 1722 Kerajaan Johor tersebut direbut kembali oleh Tengku Sulaiman ipar Raja Kecik yang merupakan putera Sultan Abdul Jalil Riayat Syah. Dalam merebut Kerajaan Johor ini, Tengku Sulaiman dibantu oleh beberapa bangsawan Bugis. Terjadilah perang saudara yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar pada kedua belah pihak, maka akhirnya masing-masing pihak mengundurkan diri.

Pihak Johor mengundurkan diri ke Pahang

dan Raja Kecik mengundurkan diri ke Bintan dan seterusnya mendirikan negeri baru di pinggir Sungai Buantan (anak Sungai Siak). Demikianlah awal berdirinya kerajaan Siak di Buantan. Namun, pusat Kerajaan Siak tidak menetap di Buantan.

Pusat kerajaan kemudian selalu berpindah-pindah dari kota Buantan pindah ke Mempura, pindah kemudian ke Senapelan Pekanbaru dan kembali lagi ke Mempura. Semasa pemerintahan Sultan Ismail dengan Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864) pusat Kerajaan Siak dipindahkan ke kota Siak Sri Indrapura dan akhirnya menetap disana sampai akhirnya masa pemerintahan Sultan Siak terakhir.

Baca juga artikel:

Kombinasi Makanan yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Kombinasi Makanan yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Kombinasi Makanan yang Bisa Menurunkan Berat Badan
Kombinasi Makanan yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Berbagai jenis makanan yang kita makan akan memberikan manfaat bagi tubuh. Mengombinasikan makanan berbeda dalam satu menu tak hanya membuat rasa menjadi lebih lezat, tetapi juga dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan.Jenis kombinasi makanan yang dapat menurunkan berat badan Anda, memberikan energi untuk tubuh, dan membantu Anda tetap sehat.

Kopi dan Kayu Manis

Kayu manis mengandung atioksidan tinggi yang dapat mengurangi timbunan lemak di perut, sedangkan kopi dapat menurunkan nafsu makan. Jadi, jika Anda ingin mencoba menurunkan berat badan, cobalah untuk meminum secangkir kopi yang ditambah dengan bubuk kayu manis.

Bermacam sayuran + telur rebus

Mengacu pada sebuah studi, telur dapat membantu penyerapan karotenoid (pigmen warna dalam sayuran). Karotenoid tak hanya dapat membantu menurunkan berat badan, tapi juga mencegah penyakit kanker dan menutrisi kulit. Jadi, cobalah merebus sayuran dengan menambahkan telur rebus di dalamnya sebagai menu diet Anda.

Jahe dapat membuat perut cepat kenyang sekaligus mencegah peradangan. Sementara ikan tuna mengandung omega 3 yang dapat mencegah penyimpanan lemak di perut. Sebuah kombinasi yang sempurna bagi Anda yang ingin cepat menurunkan berat badan. Sop ikan tuna ditambah potongan jahe, mungkin saja kan?

Bayam + minyak alpukat

Kedua jenis makanan ini bila digabung menjadi sebuah menu makanan yang akan menekan nafsu makan Anda. Minyak alpukat dapat membantu meningkatkan tingkat kolesterol dan mengandung vitamin B dan E serta kalium, sementara bayam mampu meningkatkan rasa cepat kenyah dan rendah kalori.

Kacang-kacangan + jagung

Menurut sebuah penelitian, diet dengan makan kacang-kacangan seminggu sekali lebih efektif untuk menurunkan berat badan dibandingkan dengan diet tanpa kacang-kacangan. Apalagi bila ditambah dengan jagung yang dapat meningkatkan efek melangsingkan karena mengandung pati yang menyerap sebagian besar kalori.

Buah Melon + buah Anggur merah

Buah melon merupakan jenis buah yang dapat membantu mencegah retensi cairan. Sementara buah anggur mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi akumulasi lemak dalam tubuh. Kedua buah ini juga merupakan kombinasi makanan ideal untuk menghentikan peradangan.Sebagai makanan yang kaya protein, ayam dapat membantu Anda tetap kenyang lebih lama. Sedangkan cabai rawit dapat mempercepat pembakaran lemak di tubuh sekaligus membuat rasa makanan jadi lebih nikmat.

Kentang + lada

Menurut sebuah penelitian, kentang lebih mengenyangkan dibanding biji-bijian. Selain itu, kentang juga kaya akan kalium. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, cobalah makan kentang yang direbus atau dipanggang tanpa mentega. Tambahkan juga lada untuk mencegah pembentukan sel-sel lemak baru pada tubuh.

 

Baca Artikel Lainnya: