Perempuan yang menangisi malam

Perempuan yang menangisi malam

Perempuan yang menangisi malam

Malam seperti biasa. Gelap dan setengah mengiba pada purnama untuk sekadar memberi cahaya. Perempuan itu duduk di atas kursi ruang keluarga. Kursi kayu yang entah berapa tahun menghuni rumah itu. Televisi mati. Lampu temaram membuat eksotisme absurd pada guraian rambut perempuan itu. Jam dinding seakan memberi irama stagnan pengantar malam. Suasana rumah sepi. Bahkan suara serangga malam enggan untuk menemani gelap malam. Sungguh malam yang teramat kejam menelan seorang perempuan yang sendiri dalam kesepian.
Perempuan itu masih dalam keheningan malam. Ia sedang menghayati malam. Menelan malam dan membuangnya dalam kenangan. Ia bernyanyi dalam keheningan malam. Nyanyian kesepian yang barangkali terhenti ketika pagi tiba. Dan mungkin akan terulang lagi di malam-malam berikutnya. Ia masih duduk dengan ketenangan tubuhnya. Sesekali ia menghela napas panjang. Kemudian diam tak bergerak. Ada suatu yang menggelisahkan dirinya. Ia ingin beranjak duduk, namun tubuhnya serasa tidak kuat untuk berjingkat. Ia ingin segera berlari meninggalkan malam.
Kegelisahannya memuncak ketika isak tangis keluar dari napasnya. Ada air mata dan desah napas yang terpenggal isak tangis. Ia seperti tak kuasa untuk menahan beban berat yang ia rasakan untuk beberapa saat lalu. Ia tak dapat bercerita dengan siapapun di sana. Tidak ada orang lain. Ia hanya sendiri. Hanya bisa menangis dan tak mampu meratap. Hanya isak dan air mata. Itu saja. Barangkali jika ada seorang yang bisa mengajaknya bercerita, ia akan merasakan ketenangan. Atau barangkali ia lebih senang untuk berbicara pada dirinya sendiri melalui air mata.
Dinding-dinding rumahnya seakan menjadi rekaman peristiwa akan dirinya. Dalam duduknya, perempuan itu sekilas melihat sebuah bayangan. Tampak absurd, semu, dan bias. Akan tetapi, ia mampu menetralisir ketidakjelasan itu menjadi bayangan yang sempurna. Ada anak kecil dihadapannya menari dengan langkah-langkah yang eksotis. Anak perempuan umur sekitar enam tahun. Wajahnya mungil dan manis. Anak perempuan itu menari balet. Meliuk-liukkan tubuhnya seperti karet elastis. Tangannya diayun-ayunkan seperti sayap burung camar meliuk-liuk di atas deru ombak. Anak kecil itu terus menari dan kemudian berhenti ketika melihat ada seorang perempuan dewasa duduk menangis tanpa meratap dihadapannya.
Anak kecil itu tersenyum. Senyum yang sangat dingin. Sedingin udara di ruang itu. Senyum itu ia tujukan untuk perempuan dewasa dihadapannya. Senyum itu seperti memberi pertanyaan tentang “ mengapa kau menangis?”. Senyum itu juga seperti isyarat untuk perempuan dewasa itu untuk menghentikan tangisnya. Senyum kecil itu seperti senyum magis. Dingin dan memerindingkan bulu kuduk perempuan itu. Sejenak perempuan itu menahan isaknya. Menahan airmatanya dan mencoba mengatur irama napasnya yang tak beraturan. Perempuan itu menatap anak kecil di hadapannya. Mereka saling tatap. Tidak ada komunikasi verbal. Namun ada suatu hubungan komunikasi di antara dua mata yang sedang beradu tersebut. Barangkali telepati atau kontak batin.
Perempuan itu kemudian bangkit dari duduknya dan mengulum senyum di mulutnya yang pucat. Perempuan dewasa dan seorang anak kecil sama-sama berdiri di dalam ruang temaram. Tak ada kata yang terlontar. Tidak ada gerakan slow motion seperti adegan-adegan yang sering ditemukan dalam film. Semua tampak alami, namun terasa magis. Ada suatu suasana yang sakral, entah dalam senyum itu, entah juga pada dingin udara di ruang itu. Sementara jam dinding terus mengalunkan irama stagnan. Perempuan itu mendekati anak kecil itu. Anak kecil itu tetap diam. Tangan perempuan itu ingin menjamah tubuh anak kecil itu. Kemudian bibir perempuan itu bergerak hendak mengucap sebuah kata atau kalimat. Namun napasnya masih saja belum teratur. Perempuan itu menggerakkan bibirnya lagi. Kali ini dengan iringan napas yang telah berat ditatanya. Ada sebuah kata terlontar dari mulut perempuan itu “Sayang!!”
Tiba-tiba senyum dingin anak kecil itu menghilang. Wajahnya tampak sayu dan ingin menangis. Dan tak selang berapa lama anak kecil itu membalikkan badan. Segera saja dengan kaki kecilnya ia berlari menjauhi ruang itu. Ia berlari dengan cepat. Seperti spontan tanpa dorongan niat. Tanpa gerakkan elastis seperti tarian balet. Anak kecil itu berlari meninggalkan perempuan yang sempat mengucapkan satu kata untuknya. Menuju sebuah pintu di ujung ruangan. Belum sempat perempuan itu mengejar, anak kecil itu sudah keluar melalui pintu dan menutup pintu itu dengan cepat. Ada ketakutan dalam benak perempuan itu. Barangkali anak kecil itu juga ketakutan ketika mendengar sebuah kata dari perempuan itu.
Perempuan itu menarik gagang pintu yang telah tertutup. Mencoba membuka pintu tersebut. Akan tetapi, sia-sia saja. Pintu itu tak bisa dibukanya. Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya dan bersandar pada daun pintu. Ia kembali menangis. Tangisnya hanya berbuah isak dan air mata. Sama sekali bukan ratapan. Ia menangis sunyi. Dan malam semakin bangkit dalam kegelapan. Gelap malam selalu menelan tangis perempuan itu. Ya. Setiap malam perempuan itu selalu menangis. Barangkali ia sangat takut menghadapi malam yang datang dalam siklus pergantian hari.
Ada sayat perih di hatinya. Tersungkur sendiri dalam ruang remang-remang dan sangat sepi. Sepi sekali. Lalu entah darimana datang suara. Suara yang entah. Begitu memilukan dan menyayat hati. Bukan melodi Mozart atau alunan nada Kitaro. Suara itu sangat terasa menusuk-nusuk jantung hatinya. Barisan nada-nada minor merambat melalui gendang telinganya. Masuk ke dalam organ yang lebih dalam hingga masuk ke dalam arteri dan aorta, menyebar dalam darah. Menyayat setiap cabang urat syaraf. Berproses dalam dimensi ruang absurd. Serba entah dan memilukan. Semua hanya berujung pada isak dan airmata perempuan itu. Perempuan yang selalu menangisi malam.
Tiba-tiba saja, terdengar derit pintu. Pintu lain. Bukan pintu tempat bersandar wanita itu. Seorang lelaki masuk dalam ruangan. Lelaki dengan kemeja biru muda dan dasi yang sudah tidak rapi. Wajahnya kelihatan lelah, sayu, dan sepertinya kantuk telah mengganjal kedua kelopak matanya. Perempuan itu tak menyadari ada seorang lelaki yang masuk dalam ruangan tersebut. Perempuan itu tetap mengisak dan meneteskan bulir-bulir air mata.
Lelaki tersebut menghampirinya. Lelaki tersebut memegang tangannya, namun perempuan itu hanya menatap lelaki itu dengan pandangan kosong. Lelaki tersebut menggerakkan mulutnya dan sedikit menggerakkan kepalanya ke bawah—semacam anggukan. Barangkali berbisik sesuatu. Atau mungkin juga sebuah isyarat untuk perempuan itu. Lantas lelaki tersebut membopong perempuan itu. Masuk dalam sebuah kamar. Lampu dinyalakan. Lelaki tersebut membaringkan perempuan tersebut di atas ranjang. Perempuan itu masih mengisak dan meneteskan airmata. Ada kepiluan dan kesedihan yang juga dirasakan lelaki tersebut ketika menatap keadaan perempuan itu.
“Tidurlah Sarasvati..! Anak kita sudah tidur nyenyak dalam mimpinya. Ia sudah bermain riang dalam taman surga ditemani malaikat dan peri-peri kecil yang sangat baik. Tidurlah…tidur..!” lelaki itu berbisik ke telinga perempuan itu.
Lelaki itu meninggalkannya dan mematikan lampu kamar. Keluar dan menutup pintu. Perempuan itu sepertinya lebih tampak tenang. Ia berbaring miring di atas ranjang. Akan tetapi, ia masih saja menangis. Menangisi malam yang telah menghadiahkan keabadian mimpi taman surga bagi anaknya. Ia terus menangis tanpa ratapan gelap malam sampai lelah dan tertidur. Hampir subuh mungkin’

Sumber : https://vhost.id/bloons-td-apk/

Columbus Dan Telur

Columbus Dan Telur

Columbus Dan Telur

Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Columbus yang menemukan Benua Amerika. Setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun diangkat menjadi bangsaan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya.

Pada suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu. Dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian Benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Sang Penemu Benua Baru tersebut, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata,” “Apa hebatnya dia ?? Dia cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu”. Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. “Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya”Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus.

Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang ellips/hamper bundar, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Setiap dicoba didirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya mereka pun menyerah. Kini tiba giliran Columbus. Columbus memegang telur rebus itu di atas meja dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya Columbus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih (tidak lonjong lagi) sehingga telur tersebut bisa berdiri tegak di atas meja. Melihat hal tersebut, orang-orang yang iridengan sinis berkata “Ah… kalo caranya seperti itu, kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri” Dengan bijak dan sambil tersenyum, Columbus berkata “KALO BEGITU, MENGAPA TIDAK KAMU MELAKUKANNYA ?”

Cerita di atas hendak memberitahukan kita bahwa KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN BERASAL DARI SUATU TINDAKAN NYATA ATAS GAGASAN.Columbus dan beberapa orang pada masa itu mempunyai gagasan atau teori tentang bumi yang bulat. Teori tersebut merupakan teori yang jelas-jelas bertentangan dengan kepercayaan dunia pada waktu itu yang mempercayai bahwa bumi itu datar seperti piring. Ketika Columbus mengutarakan niatnya untuk melakukan ekspedisi lautnya, banyak orang, termasuk keluarganya, yang menganggapnya gila. Namun Columbus tetap teguh dan gigih pada pendiriannya. Perjuangan Columbus tidaklah ringan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Ancaman hukuman mati atas pengingkaran hukum Tuhan sampai pemberontakan anakbuah kapalnya, ia hadapi dengan tegar sehingga pada akhirnya Sejarah mencatatnya sebagai salah satu penemu benua dan pelaut andal.

Seringkali kita menemukan orang atau bahkan diri kita juga mengalaminya yaitu kita mempunyai gagasan / ide / konsep namun terlalu takut untuk mewujudkannya dalam sebuah aksi nyata, dan akhirnya ide itu hanya menjadi semu. Ketakutan atas kegagalan, penilaian miring orang lain, penderitaan dan sebagainya membuat kita terhalang untuk menemukan kesuksesan. Ketakutan ini pula yang membuat kita terkadang merasa iri akan keberhasilan orang lain. Kita sering berkata miring atas keberhasilan orang lain”Ah…dia sih Cuma beruntung aja,…Aku pun bisa melakukannya” Jadi apa yang anda pilih ? GAGAL KARENA TERLALU TAKUT UNTUK GAGAL ? ATAU BERHASIL KARENA TIDAK TAKUT GAGAL? HANYA ANDA YANG BISA MEMILIH.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Tak Pernah Tidur

Tak Pernah Tidur

Tak Pernah Tidur

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan. Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik, daripada kehujanan…,” begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh. Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja.

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih,orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam. “Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru…

Tuhan itu tidak pernah istirahat, begitu katanya. “Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan…..”. Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora sare”. Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi,dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok. Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya.”Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare…..Gusti Allah Ora Sare…..

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar. Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar,dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa. ku berdoa agar diberikan kekuatan…Namun, Allah memberikanku cobaan agar ku kuat menghadapinya.* ku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku masalah agar ku mampu memecahkannya. ku berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar kudapat belajar dari-Nya ku berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikanku persoalan agar ku mampu menghadapinya. ku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang….. Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar ku dapat berbagi dengannya. ku berdoa agar diberikan kebahagiaan…Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar ku dapat memanfaatkannya.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Kenapa Ada Orang Miskin

Kenapa Ada Orang Miskin

Kenapa Ada Orang Miskin

Kenapa Ada Orang Miskin
Kenapa Ada Orang Miskin

Suatu pagi, Niel (anak saya yang saat ini berumur 5.5 tahun) cukup malas untuk berangkat ke sekolah. Jadi pagi itu saya membujuk dia untuk segera mandi dan bersiap berangkat. Dalam bujukan, saya mengatakan bahwa Niel itu punya privilege. Dia punya rumah, fasilitas, orang tua, dan otak yang berfungsi dengan cukup baik. Orang-orang yang punya privilege itu harus bertanggungjawab dan akan lebih baik kalau bisa memikirkan orang-orang lain yang kurang beruntung. Masih banyak orang-orang di luar sana yang tidak punya rumah, susah mendapatkan makanan dan hidup yang layak, tidak punya orang tua. Jadi Niel harus semangat, biar nanti bisa membantu orang-orang itu.

Sesuai dugaan saya, Niel kemudian berpikir dan mau mandi.

Selang beberapa saat, Istri saya bertanya, kok Niel mandinya lama. Coba dicek, suruh Niel cepat karena sudah mau terlambat. Saya kemudian bergegas memeriksa Niel di kamar mandi. Saya temukan dia sedang berdiri di bawah pancuran air hangat shower sambil serius berpikir.

Saya kemudian bertanya, “Kamu mikir apa?”, Niel kemudian menjawab, “Bap, kenapa di dunia ini banyak orang miskin? Apa yang membuat jadi ada banyak orang miskin Bap?”

Saat itu saya termenung sesaat. Namun, karena kami sudah hampir terlambat, akhirnya saya urungkan menjawab Niel. Saat itu saya hanya meminta Niel untuk fokus ke solusi membantu orang lain.

Dalam perjalanan ke kantor, saya kemudian berpikir. Apa yang membuat jadi ada banyak orang miskin.

  • Apakah karena jumlah manusia bertambah banyak namun sumber daya terbatas?
  • Apakah karena adanya manusia-manusia serakah yang sering disebut-sebut sebagai The 1%?
  • Apakah karena keserakahan dan sifat hipokrit manusia?
  • Apakah karena sistem ekonomi atau sistem pemerintahan?
  • Jangan-jangan ini merupakan bagian dari hukum alam. Survival of the fittest?

Kenapa? Apa penyebabnya?

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk
Sejarah Singkat PT. Unilever Indonesia, Tbk

 PT Unilever Indonesia, Tbk merupakan bagian dari kelompok Unilever, salah satu perusahaan terbesar di dunia dibidang barang kebutuhan dasar. Unilever merupakan usaha gabungan Inggris-Belanda, mempunyai kantor pusat yang berkedudukan di London dan Rotterdam, dan memiliki tenaga kerja sebanyak 300,000 orang serta beroperasi di sekitar 75 negara.

Pasaran utama Unilever adalah detergen, pangan, dan barang kosmetika. Dalam skala dunia, merek-merek barang yang dihasilkan Unilever lebih dikenal para konsumen daripada nama Unilever sendiri. Berjuta-juta orang membeli margarine BlueBand dan Flora, Es krim Conello, Magnum, Lipton, bubuk detergen dan sabun krim Omo, sabun Sunlight, dan Lux, pasta gigi Pepsodent, Pond’s, serta banyak lagi barang merek terkenal, tanpa sekalipun melihat nama Unilever.

 1872

Di Belanda, Jurgens dan Van den Bergh membuka pabrik pertama mereka untuk memproduksi margarin.

1884

Lever & Co mulai memproduksi sabun Sunlight.

1886

Knorr – yang akan menjadi bagian Unilever – meluncurkan tablet sup dengan ekstrak daging untuk menyediakan makanan bergizi bagi konsumen berpenghasilan rendah.

1887

Di akhir tahun ini, Lever & Co menghasilkan 450 ton sabun Sunlight per minggu dan William Lever membeli lokasi yang akan dibangun menjadi Port Sunlight, pabrik besar di tepi sungai Mersey di seberang Liverpool, dengan desa yang dirancang sesuai keperluan bagi pekerjanya dan menyediakan fasilitas perumahan, kenyamanan, dan rekreasi berstandar tinggi.

1888

Jurgens dan Van den Bergh sama-sama bergerak ke pasar lain yang menguntungkan, Jerman, dan membangun pabrik di sana.

1890

Lever & Co menjadi perusahaan terbatas, yaitu Lever Brothers Ltd.

1891

Van den Bergh pindah ke kantor pusat baru di Rotterdam.

1894

Untuk mendukung dan mempromosikan minat yang semakin tinggi terhadap kebersihan pribadi, Lever & Co menciptakan produk baru yang terjangkau, yaitu Sabun Lifebuoy.

Lever Brothers menjadi perusahaan publik.

Pertengahan tahun 1890-an

Di Inggris, Lever Brothers menjual hampir 40.000 ton sabun Sunlight per tahun dan mulai memperluas usaha ke Eropa, Amerika, dan koloni Inggris dengan pabrik, bisnis ekspor, serta perkebunan.

1898

Pada masa ini, Van den Bergh sudah mempunyai 750 tenaga penjualan yang kuat dan meluncurkan margarin merek baru, yaitu Vitello.

1899

Lever Brothers memperkenalkan jenis produk baru, Sunlight Flakes, produk yang membuat pekerjaan rumah tangga lebih mudah dibandingkan dengan sabun batangan tradisional yang keras. Pada tahun 1900, Sunlight Flakes menjadi Lux Flakes.

1900 – 1909: Fokus baru pada bahan baku

Di awal bagian Abad ke-20, bisnis produk margarin dan sabun mulai saling memasuki pasar satu sama lain.

Persaingan dan kenaikan biaya bahan baku yang tajam secara tiba-tiba menyebabkan banyak perusahaan mendirikan asosiasi, mempromosikan kepentingan mereka, dan melindungi diri dari monopoli pemasok.

Dengan pasokan minyak dan lemak yang kesulitan memenuhi permintaan akibat produksi sabun dan margarin yang berkembang dengan cepat, perusahaan yang suatu hari nanti menjadi Unilever berfokus pada pengamanan sumber daya bahan baku yang stabil.

1904

Di Inggris, Lever Brothers meluncurkan produk lain untuk membuat pekerjaan rumah tangga menjadi lebih mudah, yaitu Vim, salah satu bubuk gosok pertama. Perusahaan ini didirikan di Afrika Selatan.

1906

Pada saat itu, Lever Brothers mempunyai perdagangan ekspor dan pabrik yang berkembang di tiga negara Eropa serta masing-masing satu di Kanada, Australia, dan AS. Mereka juga telah memulai perusahaan di Pasifik.

Pada tahun yang sama, Lever Brothers membuat perjanjian dengan tiga produsen lain untuk membatasi persaingan atas bahan baku, tetapi diserang oleh pres yang menyebut mereka ‘The Soap Trust’ dan menuduh mereka menaikkan harga. Lever Brothers selanjutnya menuntut Daily Mail dan pada tahun 1907 memenangi ganti rugi sebesar £50.000, jumlah ganti rugi yang luar biasa besar menurut standar di masa itu.

1908

Jurgens dan Van den Bergh membuat kesepakatan untuk membentuk asosiasi dan berbagi laba sambil tetap saling bersaing.

1909

Lever Brothers mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Kepulauan Solomon dan pada saat yang sama Jurgens dan Van den Bergh mendirikan usaha perkebunan kelapa sawit bersama di Jerman Afrika

1910 – 1919: Perubahan selama satu dekade

Pasar sabun Inggris mencapai titik jenuh, sehingga Lever Brothers berkonsentrasi pada akuisisi.

Sementara itu, permintaan untuk margarin terus meningkat, dan Lever Brothers, Jurgens, serta Van den Bergh meningkatkan minat mereka dalam produksi bahan baku. Kondisi pasar yang keras juga menjadi pendorong perkembangan asosiasi perdagangan. Saat ada teknologi baru yang diciptakan untuk memadatkan minyak paus, berbagai perusahaan bergabung di bawah Whale Oil Pool untuk mengatur distribusi komoditas baru yang penting ini.

Namun, awan perang mulai berkumpul. Perang Dunia Pertama siap membuat dampak besar, pertama melalui permintaan yang meningkat atas sabun dan margarin, pasokan masa perang yang vital, dan kedua melalui intervensi pemerintah Inggris dan Jerman, yang secara efektif menempatkan industri minyak dan lemak di bawah kendali pemerintah.

Baca juga artikel:

Manfaat dari Cemburu

Manfaat dari Cemburu

Manfaat dari Cemburu

Manfaat dari Cemburu
Manfaat dari Cemburu

 

Banyak yang beranggapan bahwa cemburu adalah

sumber masalah sebuah hubungan. Dimana cemburu juga bisa membuat suatu hubungan berakhir. Cemburu juga Tak hanya soal kekasih, masalah promosi di tempat kerja atau tetangga dapat hadiah juga bisa membuat orang cemburu.
Banyak yang akhirnya menyuruh untuk menghindari rasa cemburu, sebaiknya orang menghindari rasa cemburu. Tapi apakah kecemburuan seburuk itu? Ternyata tidak. Cemburu juga mempunyai manfaat. Berikut rinciannya seperti dikutip Magforwomen,

1. Ini adalah jendela ke dalam jiwa Anda

Kecemburuan bisa berbicara banyak tentang karakter Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah bertanya pada diri sendiri setiap kali Anda menemukan kalau Anda melihat sesuatu yang orang lain punya dan mulai cemburu karenanya.
Pertama, tanyakan pada diri sendiri mengapa Anda cemburu, itu hanya karena Anda benci orang itu dan tidak bisa melihatnya melakukan hal dengan baik atau karena Anda benar-benar menginginkan apa yang dia punya?
Kedua, seberapa sering Anda merasa cemburu? Ketiga, mengapa saya merasa cemburu dengannya dia dan bukan sebaliknya? Apakah karena dia melakukan sesuatu yang lebih baik atau karena dia beruntung?
Cemburu yang diikuti oleh sejumlah pencarian jiwa bisa menjadi mata yang membuka pengalaman karena mengajarkan Anda lebih banyak tentang diri Anda. Ini menunjukkan keinginan tersembunyi Anda dan harapan.

2. Bisa memperkuat hubungan

Meskipun pernyataan ini mungkin tampak mengejutkan bagi Anda, tapi percayalah, itu benar. Ini bertolak belakang dengan keyakinan kalau cemburu bisa menjadi paku di peti mati untuk setiap hubungan. Kecemburuan tidak dapat dihindari dan ada dalam suatu hubungan.
Lantas, jika Anda merasa cemburu ketika melihat perempuan seksi berbicara dengan pacar Anda, ingat berbahagialah karena menunjukkan kalau Anda benar-benar mencintainya.
Hal yang sama berlaku ketika Anda menjadi penyebab kecemburuan pada pacar Anda. Si dia bisa sedih atau kesal ketika Anda berada bersama teman-teman pria Anda. Itu artinya ia begitu peduli pada Anda.
Jika Anda ingin melihat dengan cara lain, Anda juga akan menemukan kalau semakin lama Anda bersama seseorang dan mengenalnya, Anda sedikit cemburu. Ini bukan karena Anda tidak peduli padanya lagi, tetapi karena Anda mengubah hubungan menjadi lebih nyaman dan memiliki kemampuan dalam menghadapi ketidakamanan dan keraguan.

3. Bisa menjadi kekuatan untuk sukses

Alih-alih merajuk pada keberhasilan orang lain, Anda bisa bekerja keras untuk mencapai hal yang sama. Ada banyak contoh ketika pecundang menjadi pahlawan hanya karena menyadari tantangan ada agar seseorang menjadi lebih baik.
Jadi pada saat Anda cemburu dengan seseorang, bukan membenamkan diri dengan mengasihani diri sendiri. Lihatlah apa yang bisa meningkatkan usaha Anda dan melakukan yang lebih baik. Dan pada gilirannya, di masa depan Anda yang membuat orang lain iri, bukan sebaliknya.

Sumber : https://how.co.id

Laporan Formal Dan Non Formal

Laporan Formal Dan Non Formal

Laporan Formal Dan Non Formal

Laporan Formal Dan Non Formal

Pengertian Laporan:

Laporan adalah penyajian fakta tentang keadaan atau kegiatan yang telah dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang setelah menyelesaikan tugas yang diberikan. Laporan berfungsi sebagai:
1) alat pertanggungjawaban secara tertulis
2) alat pendokumentasian data
3) alat studi banding
4) alat pengambilan keputusan
5) melatih berpikir sistematis.

Laporan Formal

Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan- persyaratan tertentu sebagai yang akan disebutkan dibawah ini, sedangkan nadanya bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur seperti yang terdapat dalam buku- buku. Laporan formal terdiri dari:

1. Bagian Pendahuluan
a. Bagian pendahuluan terdiri dari: Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Kata pengantar
f. Daftar isi
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar gambar (jika ada)
i. Daftar grafik (jika ada)
j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)

2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
Bab I : Pendahuluan
a. Latar belakang
b. Identifikasi masalah
c. Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
d. Rumusan masalah
e. Tujuan dan manfaat
Bab II : Kajian pustaka
Bab III : Metode penelitian
Bab IV : Pembahasan
Bab V : Penutup

3. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar lampiran
c. Indeks atau daftar istilah

Laporan Non Formal

Laporan non formal adalah laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal di atas. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.
Menurut bentuknya laporan terdiri atas:
Berdasarkan bentuknya laporan dibedakan atas:
a. Laporan berbentuk formulir isian
b. Laporan berbentuk surat
c. Laporan berbentuk memorandum atau nota
d. Laporan jurnalistik
e. Laporan ilmiah/penelitian (makalah, skripsi tesis, dan disectasi)
f. Laporan percobaan
g. Laporan hasil pengamatan
h. Laporan perjalanan

Fungsi Laporan :

1. Pertanggungjawaban oleh orang yang diberi tugas,
2. Bahan/landasan bagi pemimpin lembaga/perusahaan dalam mengambil kebijakan/keputusan,
3. Alat bagi pemimpin untuk melakukan pengawasan,
4. Dokumen untuk bahan studi bagi yang memerlukan,
5. Sumber pengalaman bagi orang lain.

Sistematika Laporan:

Sistematika laporan hasil penelitian akan sangat dipengaruhi tingkat pengetahuan, pengalaman dan perhatian dari para golongan pembaca atau konsumen, artinya kepada siapa hasil penelitian diperuntukkan.
Menurut Nurul Zuriah, terdapat tiga kategori golongan audience laporan penelitian, yaitu; kalangan akademisi, sponsor dari penelitian, dan masyarakat umum
Sedangkan Menurut Imam Suprayogo, audience penelitian dapat dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu:

1) Kolega-kolega di lapangan yang sama,

2) Para pembuat kebijakan, praktisi, pemimpin masyarakat dan profesional lainnya,

3) Akademisi dan

4) Penyandang dana penelitian.
Disamping itu, masing-masing lembaga memiliki pedoman penelitian sendiri-sendiri, belum lagi pembimbing dan promotor yang terkadang memiliki style yang berbeda-beda, sehingga tidak jarang terjadi perbedaan dan silang pendapat di antara promotor. Karena itu, Bogdan dan Biklen mengemukakan secara umum bahwa organisasi penelitian meliputi pendahuluan, inti dan kesimpulan.
Perbedaan dalam sistematika laporan hasil penelitian disebabkan jenis laporan yang beraneka ragam dan audience (orang yang dilapori), maka referensi ini memfokuskan pada sistematika hasil laporan penelitian dengan akademisi sebagai audience-nya.
Secara umum sistematika penyusunan laporan hasil penelitian dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu: bagian awal, bagian isi dan bagian akhir.
Bagian Awal (Umumnya menjadi Bab I)
Bagian awal belum menyentuh pada proses dan hasil penelitian. sifatnya untuk melengkapi saja yang meliputi: halaman judul. halaman pernyataan penulis, halaman pengesahan promotor dan penguji, halaman pengantar (berisi tentang ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung), daftar Isi daftar tabel dan ilustrasi (jika ada), transliterasi, abstrak atau summary (intisari dari tesis yang diajukan, biasanya terdiri dari 700-1.000 kata).
Bagian Isi (Umumnya menjadi Bab II)
Bagian ini memuat tentang uraian-uraian tentang keseluruhan proses dan hasil penelitian yang dapat dibagi dalam beberapa sub bab sesuai dengan kebutuhan, namun secara umum, dibagi dalam tiga sub bab pembahasan, yaitu: pendahuluan, yang meliputi, latar belakang masalah, identifikasi dan perumusan masalah, hipotesis, definisi operasional dan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, tujuan dan kegunaan hasil penelitian
Kajian Teori, yang meliputi; tinjauan, landasan atau kajian pustaka, metodologi penelitian (Umumnya menjadi Bab III)
Pembahasan, merupakan pembahasan dari temuan penelitian (Umumnya menjadi Bab IV)
Bagian Akhir, biasanya meliputi; penutup, daftar pustaka, lampiran (jika ada). (Umumnya menjadi Bab V)
Dari tiap bagian dalam penyusunan laporan hasil penelitian seperti yang telah disebutkan, terakumulasi dalam bab dan sub bab.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Resensi Dan Contoh Resensi Novel

Resensi Dan Contoh Resensi Novel

Resensi Dan Contoh Resensi Novel

 

A. Pengertian Resensi

Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku.

Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.

1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.

Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.

B. Unsur-unsur Resensi

Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:

1. Membuat judul resensi

Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.

2. Menyusun data buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut:

a. judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.);

b. pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);

c. penerbit;

d. tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);

e. tebal buku;

f. harga buku (jika diperlukan).

3. Membuat pembukaan

Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:

a. memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;

b. membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;

c. memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;

d. memaparkan keunikan buku;

e. merumuskan tema buku;

f. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;

g. mengungkapkan kesan terhadap buku;

h. memperkenalkan penerbit;

i. mengajukan pertanyaan;

j. membuka dialog.

4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku

Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:

a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;

b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;

c. keunggulan buku;

d. kelemahan buku;

e. rumusan kerangka buku;

f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);

g. adanya kesalahan cetak.

5. Penutup resensi buku

Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

C. Contoh Resensi Novel

PENDAHULUAN
a. Isi Novel
Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.

b. Tujuan Pengarang

• Menuliskan imajinasi yang ada dipikiran pengarang dan mengembangkan cerita itu ke dalam
sebuah paragraf (sebuah buku)
• Memberikan efek emosional, membuat seseorang termotivasi bahkan terhibur

c. Tujuan Penyusunan Novel

• Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
• Untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan untuk membuat resensi
• Untuk melatih diri dalam bekerja dan kami ingin memberitahukan kepada seluruh masyarakat
tentang isi novel ini layak atau tidak untuk dibaca

d. Manfaat Novel
Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat khususnya para remaja. Selain itu, untuk mengetahui cerita kehidupan sehari-hari para remaja.

e. Audiens (Sasaran)
Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas dari bawah, menengah, dan atas. Khususnya para remaja, para siswa SMA, dan mahasiswa.

f. Sistematika Novel
Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pembuka cerita, isi cerita, dan penutup cerita

g. Dari Segi Kebahasaan dan Ejaan
Dilihat dari segi bahasa, sebenarnya pengarang novel ini belum seluruhnya menggunakan Bahasa
Indonesia. Masih banyak kata ejaan atau bahasa asing.

PEMBAHASAN

3.1 Sinopsis

Sissy cewek imut yang demen banget ngubah nama orang ini bekerja sebagai sekretaris di
perusahaan milik papanya. Untuk urusan ‘keras kepala’, dia memang benar-benar mirip papanya
yang otoriter. Kenyataan bahwa dia orang kaya menjadi rahasia Sissy dan Dira. Dira adalah
kakak Sissy yang bekerja juga di perusahaan milik papanya sebagai Direktur Utama. Dira adalah
anak kebanggaan sang papa. Papanya selalu tidak setuju dengan calon suami yang anak-anaknya
pilih karena papanya tidak mau ‘calon suami’ anaknya Cuma mengincar hartanya. Itu yang
membuat Dira dan Sissy selalu bertentangan dengan ayahnya.
Di tepi jalan, hak sepatu Sissy sebelah kirinya terjepit di sela-sela jeruji besi penutup selokan.
Dia berusaha terus supaya sepatunya bisa lepas sampai ada seorang cowok cakep yang langsung
ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit dan akhirnya sepatu itu berhasil
lepas. Spontan, Sissy langsung memeluk si lelaki penolong itu dan bergegas pergi tanpa bilang
terima kasih karena Sissy takut terlambat meeting.
Ternyata, cowok itu sekantor sama dengan Sissy, cuma lain divisi. Nama cowok itu Sebastian.
Sissy sampek ngumpet-ngumpet segala untuk menghindari ‘sang cowok penolong’ karena malu
dan pake acara menunduk sampek tersandung pot bunga segala. Malangnya, dia malah
dimutasikan jadi sekretaris Sebastian.
Sejak awal Sissy bersikap sangat formal terhadap bos barunya itu, layaknya atasan dengan
bawahan. Tapi gara-gara terlalu kaku, kadang Sissy melakukan hal-hal konyol di tempat kerja
dan bersikap salting (salah tingkah). Tapi lama-kelamaan Sissy capek harus bersikap kaku setiap
hari tanpa bercanda dan berceloteh. Itu membuat Sissy dan Sebastian menjadi akrab, bukan
seperti atasan dan bawahan. Mereka sering makan bareng, jalan bareng, dan menghadiri pesta
bareng.
Ujung-ujungnya mereka berdua malah merasakan falling in love dan mereka berdua pacaran.
Mereka menjalin hubungan backstreet (tidak diketahui siapapun) termasuk Dira kakaknya
sendiri. Di kantor mereka berdua mencoba menjauh satu dengan yang lain. Setelah lama
menjalin hubungan cinta, Sissy ingin memberi tahu Sebastian siapa sebenarnya dia. Sissy
memberi tahu kalau dia adalah anak pemilik perusahaan yaitu Pak Sadewo. Reaksi Sebastian
sangat kaget dan bingung tetapi dia tidak ingin meninggalkan Sissy. Dia rela apabila harus
berhenti kerja.
Hampir delapan bulan sejak mereka berpacaran, Sebastian hanya bertemu sekali dengan Pak
Sadewo di kantor. Suasananya sangat formal dan menahan dorongan kuat untuk mengatakan bila
Sissy dan Sebastian menjalin hubungan. Sissy mulai terbuka tentang hubungannya dengan
Sebastian yang semakin serius itu ke mama dan Dira.
Sissy dan Dira menjadi tuan rumah dalam acara launching website galeri dan pengalihan
pimpinan operasional galeri dari tante Mirna yang akan melahirkan, digantikan Sissy. Di tengah
kerumunan undangan, nampak Pak Sadewo juga hadir. Kemudian Sebastian datang bersama
Alex. Sissy langsung menghambur memeluk hangat Sebastian. Pak Sadewo terhenyak melihat
mereka berdua.

3.2. Identitas Buku
a. Judul Buku : Sisi Cinta Sissy
b. Jenis Buku : Fiksi
c. Pengarang : Lusi Wulan
d. Penerbit : Puspa Swara, Anggota IKAPI
e. Cetakan : I- Jakarta, 2006
f. Halaman Buku : 160 halaman
g. Panjang dan Tebal Buku : 20 cm ; 0,5 cm
h. Jenis Kertas : Quarto
i. Harga Buku : Rp 24.900,00

3.3. Isi Resensi

a. Susunan Penyajian
Novel yang berjudul Sisi Cinta Sissy ini dalam penyajiannya sudah cukup baik sebagai bacaan
para remaja.
Dimulai dari pembukaan cerita sampai penutup cerita sudah baik karena dari satu cerita ke cerita
lainnya tidak bertele-tele atau menyambung. Dan uniknya lagi pengarang dapat mengajak
pembaca untuk berfikir akhir dari cerita novel itu.

b. Gaya Bahasa
Pengarang menggunakan bahasa yang tidak baku supaya masyarakat umum, khususnya para
remaja mudah mengerti dari isi novel ini. Dan terdapat bahasa Inggris.

c. Hal-hal yang menarik dari novel
Novel ini bisa menarik perhatian para pembaca.Dari setiap bagian cerita ke bagian cerita yang
lain bisa membuat penasaran para pembaca dan para pembaca ingin cepat menyelesaikan
membaca novel ini dan mengetahui akhir cerita.

d. Kelemahan Novel
• Isi cerita dari novel ini tidak sempurna (jalan cerita agak rumit ) karena pengarang tidak
menyelesaikan akhir dari cerita sehingga para pembaca harus memikirkan akhir cerita novel ini
sendiri.
• Terlalu banyak bahasa asing
• Harga novel terlalu mahal

e. Kelebihan Novel
• Cover (sampul) novel sangat menarik
• Kertas novel menggunakan kertas quarto
• Perwatakan tokoh mudah dimengerti
• Menceritakan kehidupan para remaja sekarang

Menurut kami, novel ini tidak patut untuk dibaca/ dimiliki karena isi cerita dari novel ini tidak
sempurna (jalan cerita agak rumit) dan akhir dari cerita novel ini tidak selesai sehingga pembaca
harus menebak-nebak akhir cerita itu sendiri.

3.4. Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik
A. Unsur Instrinsik

1. Tema : Percintaan
2. Alur : Maju Mundur
3. Bahasa : Bahasa Indonesia tidak baku dan Bahasa Asing

4. Penokohan
a. Sissy
Bandel : Oya, dan sepeti biasa Mama titip pesan ke kamu supaya nurut sama kakaknya dan
papanya, kerja yang benar, jangan bandel kayak yang sudah-sudah dan jangan pacaran melulu..”
ujar Dira nyengir. (hal
Bnyak akal : Sekali lagi namanya juga sekantor, biar selihai bagaimanapun menghindar-hindar,
tetap aja ada kemungkinan ‘kepergok’ (hal 13)
Periang : “Dan kamu wanita, tanpa ragu jongkok di tepi jalan, memberi ucapan terima kasih
dengan sangat tulus…, dan sangat riang…, tidak perlulah dianggap sebagai hutang. (hal 23)
Lucu : Oya, satu lagi yang menggemaskan dari diri perempuan itu, celotehnya yang lucu dan apa
adanya….(hal 58)
b. Ronana
Latah : Ronan yang latah ikutan mengelus-elus jidatnya yang mulus-mulus aja tidak ada benjol,
hanya sedikit kerut efek dari penuaan dini. (hal 5)
Genit : Iiiiih… Ronana genit!” seru Sissy dengan meniru gaya centil Ronan. (hal 5)
c. Dira
Usil : “Siapa yang bilang kamu goblok…, penyalit menahun… hihihi…” celetuk Dira asal. (hal
9)
Tegas : “Ingat Sy, jangan sampai timbul gosip atau apalah yang tidak mengenakkan di kantor ini
tentang salah satu dari kita. (hal 15)
Emosi : Baginya, Rizal selalu dapat memberinya ketenangan, sementara dirinya adalah orang
yang gampang meledak. (hal 46)
d. Sebastian
Baik : “Tanpa menunggu jawaban Sissy yang tak berkedip mendongakkan wajah tinggi sekali,
pria ini langsung ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit. (hal 10)
Perhatian : “Obatnya diminum dulu ya, biar sakitnya agak reda” ucap Sebastian sambil
menyodorkan obat dan air putih kepada Sissy. (hal 19)
Kalem : Sebastian menjawab kalem, menenangkan Dira yang super heboh. (hal 20)

4Ramah : Novi blak-blakan kepada Sebastian, karena Sebastian selalu bersikap simpatik dan
ramah kepadanya. (hal 56)
e. Melviana
Tomboi : “Hahaha… syukurin! Makanya, udah ditolongin tuh bilang terima kasih, jangan malah
ngibrit, coy!” komentar Melvi, sepupu Sissy yang tomboi. (hal 14)
f. Wiwid
Usil : “Wah belum seminggu kerja bareng, sudah ada panggilan kesayangan nih,” celetuk Wiwid
dari bagian HRD, teman terdekatnya di kantor, sambil cengar-cengir. (hal 15)
Kalem : “Kenapa kamu ini?” Wiwid bertanya kalem, lengkap dengan logat Jawanya. (hal 24)
g. Eva
Tukang gosip: Bersamaan dengan itu, Eva, cewek yang hobi membicarakan ‘sosok menonjol’
dimanapun dan kapanpun sejauh matanya bisa memandang. (hal 23)
h. Pak Sadewo
Otoriter : Ketika papnya menyetujui mereka, keadaan tidak bertambah lebih baik. Banyak syarat
dan tuntutan atas dirinya. (hal 29)
i. Rizal
Perhatian : Rizal mengelus punggung Dira menenangkan pacarnya itu. (hal 45)
j. Tobias
Petualang : Tentunya ia berkeliling ke berbagai tempat di tanah air sampai ke negara-negara lain.
(hal 39)
Usil : “Ayolah…wajahmu itu nggak bisa berbohong, Sissy sayang… Aku nggak bisa tidur kalau
pulang wajahmu masih seperti ini.” (hal 41)
k. Novi
Ingin tahu : “Hah, mereka ngapain aja?” Novi menjadi tertarik kalau membicarakan pegawai
keren seperti Sebastian. (hal 51)
l. Alex
Suka hura-hura: “Itu memang ulah Alex. Orangnya suka hura-hura. (hal 30)
m. Mama
Perhatian : Mama khawatir lihat Dira kuyu seperti itu. (hal 69)
Baik : “Sudahlah Sy. Mama hidup hanya untuk kalian, jadi yang menjadi masalah kalian,
otomatis menjadi masalah mama juga.” (hal 72)

5. Amanat

• Sayangilah dirimu, beri ia kesempatan untuk menjadi yang semestinya ia inginkan. Life is
nothing but being yourself.
• Terkadang cinta tidak harus memiliki
• Pilihan itu segala ada tetapi siap atau tidak kita menanggung resiko dari pilihan yang kita buat
itu, karena kadang kita dihadapkan pada pilihan yang terlalu sulit

6. Setting

a. Tempat : kantor, rumah Sissy, tepi jalan, kantin, lobi, rumah Dira, rumah Sebastian, hotel,
coffe shop, cafe, stasiun, restoran, pantai, daerah Semanggi, dapur, studio, lapangan, dan galeri
b. Waktu : pagi, siang, sore, dan malam
c. Suasana : sepi, ramai, sedih, gembira, takut, panik, haru, dan tegang

7. Sudut Pandang : orang pertama

B. Unsur Ekstrinsik
1. Sosial Agama
Dilihat dari segi nama, pengarang merupakan seorang muslim

2. Sosial Ekonomi
Keadaan ekonomi pengarang tergolong menengah ke atas karena dilihat dari segi cerita yang ada
dalam novel. Disamping itu, gaya bahasa yang digunakan juga menunjukkan status sosialnya.

3. Sosial Budaya
Pengarang merupakan seorang yang tekun bekerja. Pengarang menempatkan karirnya diposisi
pertama tapi itu didukung oleh papa dan mamnya.

4. Biografi Pengarang
Lusi Wulan. Cewek 26 tahun, single, breakable (!), dan sedang mengalami a quarter life crisis.
Berangan-angan menghabiskan malam dengan menulis dan menatap bintang di Bali Selatan
(masih ada bintangkah di sana?). Tumbuh di Malang, lalu pindah ke Yogya. Karier menulisnya
dimulai awal 2004 saat kepala nyut-nyut kalau tidak bisa menulis. Lumayan, juara 2 di sebuah
lomba menulis fiksi langsung didapatnya. Kepercayaan dirinya terus naik hingga novel keduanya
terpilih untuk diterbitkan. Saat ini, bekerja di perusahaan swasta dan getol mengumpulkan duit
untuk rencana hidup terbesarnya…sedikit bersenang-senang dan membangun khayalan di atas
kenyataan untuk terus bikin kepala nyut-nyutan.
6. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
berdua ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.
Cerita dalam novel ini memberikan gambaran tentang betapa pentingnya restu orang tua di
dalam suatu hubungan. Ini merupakan permasalahan kehidupan cinta anak remaja sekarang.

4.2 Saran

1. Redaktur
Penerbit seharusnya mengadakan launching kumpulan novel-novel terbaru karya satrawan muda
agar lebih dikenal masyarakat

2. Pengarang
• Pengarang seharusnya mencantumkan data diri lengkap agar pembaca mudah memahami latar
belakang kehidupan pengarang
• Pengarang seharusnya memperjelas akhir dari cerita novelnya supaya lebih dimengerti oleh
pembaca
3. Pembaca
• Pembaca supaya mau membaca dan memahami maksud dari isi cerita dari pengarang
• Pembaca dituntu untuk mengambil segi positif yang ada di dalam novel
7. DAFTAR PUSTAKA
Wulan, Lusi. 2006. Sisi Cinta Sissy. Tabel Periodik Jakarta: Puspa Swara
8. RESENSI KARYA SATRA
“ Sisi Cinta Sissy ”

KEADILAN DALAM BISNIS

KEADILAN DALAM BISNIS

KEADILAN DALAM BISNIS

KEADILAN DALAM BISNIS

Definisi Keadilan Dalam Bisnis:

Keadilan dalam bisnis adalah suatu hal yang harus dipatuhi oleh para perusahaan.
Dalam kaitan dengan keterlibatan sosial, tanggung jawab sosial perusahaan berkaitan langsung dengan penciptaan atau perbaikan kondisi sosial ekonomi yang semakin sejahtera dan merata. Tidak hanya dalam pengertian bahwa terwujudnya keadilan akan menciptakan stabilitas sosial yang akan menunjang kegiatan bisnis, melainkan juga dalam pengertian bahwa sejauh prinsip keadilan dijalankan akan lahir wajah bisnis yang lebih baik dan etis. Keadilan dan upaya menegakkan keadilan menyangkut aspek lebih luas berupa penciptaan sistem yang mendukung terwujudnya keadilan tersebut. Prinsip keadilan legal berupa perlakuan yang sama terhadap setiap orang bukan lagi soal orang per orang, melainkan menyangkut sistem dan struktur sosial politik secara keseluruhan. Untuk bisa menegakkan keadilan legal, dibutuhkan sistem sosial politik yang memang mewadahi dan memberi tempat bagi tegaknya keadilan legal tersebut, termasuk dalam bidang bisnis.

 

Keadilan:

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran” . Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

  1. Keadilan menurut Aristoteles (filsuf yang termasyur) dalam tulisannya Retorica membedakan keadilan dalam dua macam :

Keadilan distributif atau justitia distributiva; Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang didasarkan atas jasa-jasanya atau pembagian menurut haknya masing-masing. Keadilan distributif berperan dalam hubungan antara masyarakat dengan perorangan.

Keadilan kumulatif atau justitia cummulativa; Keadilan kumulatif adalah suatu keadilan yang diterima oleh masing-masing anggota tanpa mempedulikan jasa masing-masing. Keadilan ini didasarkan pada transaksi (sunallagamata) baik yang sukarela atau tidak.

  1. Keadilan menurut Thomas Aquinas (filsuf hukum alam), membedakan keadilan dalam dua kelompok :

Keadilan umum (justitia generalis); Keadilan umum adalah keadilan menururt kehendak undang-undang, yang harus ditunaikan demi kepentingan umum.

Keadilan khusus; Keadilan khusus adalah keadilan atas dasar kesamaan atau proporsionalitas. Keadilan ini debedakan menjadi tiga kelompok yaitu :

Keadilan distributif (justitia distributiva) adalah keadilan yang secara proporsional yang diterapkan dalam lapangan hukum publik secara umum.

Keadilan komutatif (justitia cummulativa) adalah keadilan dengan mempersamakan antara prestasi dengan kontraprestasi.

Keadilan vindikativ (justitia vindicativa) adalah keadilan dalam hal menjatuhkan hukuman atau ganti kerugian dalam tindak pidana.

  1. Keadilan menurut Notohamidjojo (1973: 12), yaitu :

Keadilan keratif (iustitia creativa); Keadilan keratif adalah keadilan yang memberikan kepada setiap orang untuk bebas menciptakan sesuatu sesuai dengan daya kreativitasnya.

Keadilan protektif (iustitia protectiva); Keadilan protektif adalah keadilan yang memberikan pengayoman kepada setiap orang, yaitu perlindungan yang diperlukan dalam masyarakat.

  1. Keadilan menurut John Raws (Priyono, 1993: 35), adalah ukuran yang harus diberikan untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama.
  2. Keadilan dari sudut pandang bangsa Indonesia disebut juga keadilan sosial, secara jelas dicantumkan dalam pancasila sila ke-2 dan ke-5 9, serta UUD 1945.

Pembahasan:

Keadilan terhadap pegawai

Pem PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. PTFI menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Indonesia. Kami memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.

PT Freeport Indonesia merupakan jenis perusahaan multinasional (MNC),yaitu perusahaan internasional atau transnasional yang berkantor pusat di satu negara tetapi kantor cabang di berbagai negara maju dan berkembang.

Mogoknya hampir seluruh pekerja PT Freeport Indonesia (FI) tersebut disebabkan perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain untuk level jabatan yang sama. Gaji sekarang per jam USD 1,5–USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara lain mencapai USD 15–USD 35 per jam. Sejauh ini, perundingannya masih menemui jalan buntu. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja, entah apa dasar pertimbangannya.

Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua yang digembor-gemborkan itu pun tidak seberapa karena tidak mencapai 1 persen keuntungan bersih PT FI. Malah rakyat Papua membayar lebih mahal karena harus menanggung akibat berupa kerusakan alam serta punahnya habitat dan vegetasi Papua yang tidak ternilai itu. Biaya reklamasi tersebut tidak akan bisa ditanggung generasi Papua sampai tujuh turunan. Selain bertentangan dengan PP 76/2008 tentang Kewajiban Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, telah terjadi bukti paradoksal sikap Freeport (Davis, G.F., et.al., 2006).

Kestabilan siklus operasional Freeport, diakui atau tidak, adalah barometer penting kestabilan politik koloni Papua. Induksi ekonomi yang terjadi dari berputarnya mesin anak korporasi raksasa Freeport-McMoran tersebut di kawasan Papua memiliki magnitude luar biasa terhadap pergerakan ekonomi kawasan, nasional, bahkan global.

Sebagai perusahaan berlabel MNC (multinational company) yang otomatis berkelas dunia, apalagi umumnya korporasi berasal dari AS, pekerja adalah bagian dari aset perusahaan. Menjaga hubungan baik dengan pekerja adalah suatu keharusan. Sebab, di situlah terjadi hubungan mutualisme satu dengan yang lain. Perusahaan membutuhkan dedikasi dan loyalitas agar produksi semakin baik, sementara pekerja membutuhkan komitmen manajemen dalam hal pemberian gaji yang layak.

Pemerintah dalam hal ini pantas malu. Sebab, hadirnya MNC di Indonesia terbukti tidak memberikan teladan untuk menghindari perselisihan soal normatif yang sangat mendasar. Kebijakan dengan memberikan diskresi luar biasa kepada PT FI, privilege berlebihan, ternyata sia-sia.

Kesimpulan Dan Saran:

Kesimpulannya masih banyak perusahaan yang hanya ingin mengambil keuntungan saja,tanpa memikiran kesejahteraan para pekerja atau buruhnya. Resensi Sarannya agar pemerintah ikut aktif mengawasi perusahaan yang tidak memiliki rasa keadilan dalam berbisnis