Cara Pemeliharaan Tanaman Jahe

Cara Pemeliharaan Tanaman Jahe

Cara Pemeliharaan Tanaman Jahe

Cara Pemeliharaan Tanaman Jahe
Cara Pemeliharaan Tanaman Jahe

Penyulaman Pada Budidaya Jahe

Penyulaman di lakukan pada umur 2-3 minggu setelah tanam

Penyiangan Pada Budidaya Jahe

Penyiangan pertama di lakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu, Kemudian di lanjutkan 3-6 minggu sekali. Dan tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh pada tanaman jahe tersebut. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan sebaiknya tidak perlu di lakukan penyiangan lagi. Karena pada umur tersebut rimpangnya mulai tumbuh membesar.

Pembubunan Pada Budidaya Jahe

Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, Maka tanah haruslah di gemburkan. Di samping dari itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang terkadang muncul keatas permukaan tanah, Apabila tanaman jahe masih muda.

Kemudian tanah cukup di cangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pertamakali di lakukan pembubunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-5 Anakan. Dan pada umumnya pembubunan di lakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan Banyaknya turun air hujan.

Pemupukan Susulan Pada Budidaya Jahe

Tanaman jahe merupakan tanaman yang berumur panjang jika di bandingkan dengan tanaman cabe dan tomat, Pada dasarnya pupuk dasar yang di berikan telah mencukupi untuk menopang pertumbuhan tanaman jahe tersebut. Akan tetapi dalam budidaya jahe secara intensif perlu di lakukan upaya untuk meningkatkan hasil produksi yang Signifikan.

Oleh karena itu pupuk susulan perlu di berikan pada saat tanaman jahe berumur 2-3 bulan dan 4-6 bulan dan 8-10 bulan dengan menggunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 20 gram per tanaman, Dan di tambah dengan pembenah tanah. Seperti asam humat dan asam fulvat untuk membantu serapan unsur hara oleh akar, Sehingga pertumbuhan tanaman dapat Optimal.

Pengairan Dan Penyiraman Pada Budidaya Jahe

Tanaman jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhanya. Akan tetapi pada awal pertumbuhanya tanaman jahe membutuhkan air yang Cukup. Sehingga pada saat memulai budidaya jahe di usahakan penanaman pada awal bulan September di musim hujan.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Jahe tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id

Pedoman Teknis Budidaya Ayam Broiler

Pedoman Teknis Budidaya Ayam Broiler

Pedoman Teknis Budidaya Ayam Broiler

Pedoman Teknis Budidaya Ayam Broiler
Pedoman Teknis Budidaya Ayam Broiler

Ukuran tunuh berfariasi, (Monopterus indicus) Hanya berukuran 8,5 cm. Sementara belut mamer (Synbranchus marmoratus) Telah di ketahui dapat mencapai 1,5 m, Dan belut sawah sendiri yang bisa di jumpai di sawah juga di jual dan untuk di makan. Dapat mencapai panjang sekitar 1 m. Atau dalam bahasa betawinya (Di sebut moa). Kebanyakan belut tersebut tidak suka berenang bahkan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua jenis belut adalah pemangsa, Daftar mangsanya adalah seperti Hewan-hewan yang kecil yang ada di rawa dan sungai. Seperti hewan : Ikan, Katak, Serangga, Dan Krustasea yang kecil. Berikut di bawah ini Sejarah singkat Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler).

Manfaat dari beternak ayam ras pedaging antara lain, Seperti berikut

  • Tabungan di hari tua
  • Mencukupi kebutuhan keluarga (Profit motif )
  • Penyediaan kebutuhan protein hewani.
  • Pengisi waktu luang di masa pensiunan.
  • Pendidikan dan latihan (Diklat) Keterampilan di kalangan remaja.

Persyaratan Lokasi

  • Lokasi terpilih bersifat menetap, yang artinya tidak mudah terganggu oleh Keperluan-keperluan yang lain selain untuk usaha peternakan, (Budidaya Ayam Ras Pedaging) (Broiler).
  • Lokasi mudah terjangkau dari Pusat-pusat pemasaran.
  • Dan lokasi yang cukup jauh dari Keramaian atau perumahan penduduk.

Pedoman Teknis Budidaya

Sebelum usaha beternak akan di mulai, Seorang peternak wajib memahmi dalam 3 hal unsur produksi Yaitu,

  • Manajemen (Pengelolaan usaha peternakan).
  • Breeding (Pembibitan).
  • Feeding (Makanan ternak/pakan).

Pembibitan

Ternak-ternak yang di pelihara haruslah memenuhi persyaratan seperti sebagai berikut :

  • Ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya.
  • Pertumbuhan dan perkembanganya Normal.
  • Ternak berasal dari pembibitan yang pasti telah di kenal keunggulanya.
  • Tidak ada lekatan tinja di buburnya.

Pemilihan bibit dan calon induk

Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC, (Day OldChicken/Ayam umur sehari) Sebagai berikut :

  • Anak ayam/(DOC) Berasal dari induk yang sehat.
  • Bulu tampak halus dan penuh, Serta baik pertumbuhanya.
  • Tidak terdapat kecacatan pada tubuh ayam.
  • Nafsu makan anak ayam membaik.
  • Ukuran badan normal, Dan ukuran berat badan antara (35-40 gram).
  • Tidak ada letakan tinja di buburnya.

Perawatan bibit dan calon induk

Di lakukan di setiap saat, Jika ada kelainan pada ternak, Supaya segera di beri perhatian secara khusus dan di berikan pengobatan sesuai dengan petunjuk dinas peternakan setempat, Atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id