Cara Budidaya Jamur Tiram Di Rumah

Cara Budidaya Jamur Tiram Di Rumah

Cara Budidaya Jamur Tiram Di Rumah

Cara Budidaya Jamur Tiram Di Rumah
Cara Budidaya Jamur Tiram Di Rumah

Langkah Awal Cara Memulai Budidaya Jamur Tiram

Memilih Bibit Jamur Tiram Untuk Dibudidayakan Harus yang berkualitas
Untuk pemilihan bibit jangn dianggap mudah begitu saja , karena dalam memilih bibit tidak boleh asa-asalan , harus betul – betul memiliki kualitas bagus agar nanti hasil budidaya akan maksimal. Banyak diantara petani jamur yg melakukan kesalahan karna tidak cermat dalam memilih bibit pada akhirnya menyebabkan miselium tidak tumbuh seperti di harapkan , hasil panen pun tidak maksimal. Untuk menghindari bibit yg berkualitas tidak bagus ada dua cara bisa kita lakukan , kita membuat sendiri membibitkan bibit murni hingga mendapatkan bibit F1 , kedua , membeli bibit berkualiitas pada petani jamur yang jujur atau beli di instansi penyedia bibit dapat dipercaya.

Bagi anda yang ingin membeli bibit jamur tiram perhatikan hal-hal berikut ini:

Pemilihan Bibit

Pilih bibit telah teruji , Untuk jamur tiram memiliki BER nya sekitar 75%.
Miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuh nya. Dikhawatirkan pada bagian tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi , bila tumbuhnya tidak merata.
Jangan lupa periksa tanggal pembuatan dan juga kadaluarsa.
Mencari informasi dari para petani jamur tiram yg sudah berhasil.
Media Tanam Untuk Budidaya Jamur Tiram
Media tanam yang biasa digunakan untuk jamur tiram terdiri dari beberapa bahan dikombinasikan menjadi satu yaitu: Serbuk kayu bekar gergaji sebanyak 80% , Bekatul sebanyak 10-15% ,Kapur CaCo₃ sebanyak 3% , Dan Air kurang lebih 40-60%.

Cara membuat baglognya

Untuk membuat 100 media budidaya jamur tiram butuh 80 kg serbuk kayu bekas gergaji , 3 kg kapur , , 10-15 kg bekatul , semua bahan itu dicampur sampai keseluruhan merata , lalu kemudian tambah air sekitar 60% dari total keseluruhan bahan. Mengetahui media sudah tercampur secara merata dan baik , cara mengujinya apabila di genggam tidak mengeluarkan air serta apabila dilepas gengaman tidak pecah.

Fermentasi Media Tanam Budidaya Jamur Tiram

Fermentasi media tanam sangat penting dilakukan sebelum digunakan untuk menanam jamur tiram , cara fermentasinya didiamkan selama kira2 5-10 hari. Tujuannya agar terjadi proses pelapukan atau pengomposan pada matrial media tana tadi. Selama proses fermentasi berjalan suhu akan meningkat mencapai 70°C , selama itu pula dilakukan pembalikan bahan setiap harinya agar supaya proses pelapukan matrial bahan bisa merata disemua bagiannya. Selain untuk mempercepat pelapukan , fermentasi bertujuan juga untuk mematikan jamur liar yang nanti dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Bahan media siap digunakan ditandai dengan berubahnya warna baglog menjadi cokelat kehitaman.

Sterlisasi Media Tanam

Media tanam yang sudah difermentasi tadi dapat dimasukkan kedalam kantong plastic jenis polipropilen , kemudian dipadatkan hingga berbentuk seperti botol. Dibagian atas leher kantong plastic dipasang ring semacam cicin dari pipa kecil lalu disumbat menggunakan kapas , dan dipasang penutup baklog supaya air tidak masuk kedalam kantong pada saat pengukurannya.

Proses sterilisasi dapat dilakukan jika bakglog telah siap , yakni dengan cara mengukusnya. Wadah pengukus paling sederhana dapat digunakan yaitu drum , dalam satu drum dapat memuat sekitar 60 baglog. Dengan memanfaatkan panas uap air suhu 95-110°C dalam waktu 8-10 jam akan membuat baklog jadi lebih steril. Ketika suhu pengukusan mencapai 100°C pertahankan selama kira2 5 jam. Waktu dibutuhkan mencapai suhu 100°C 3 jam ,itu tergantung kestabilan api ditungku. Selanjutnya , wadah pengukus dibuka serta didiamkan selama 5 jam sampai suhu baglog kembali jadi normal.

Proses Inokulasi

Baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindah ketempat inokulasi sert didiamkan 24 jam untuk mengembalikan kesuhu normal kembali. Ruangan inokulasi keadaannya steril juga harus memiliki sirkulasi udara sangat baik. Penting dilakukan untuk meminimalisir tercemarnya baklog dari spora pathogen juga bakteri.

Berikut tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam bagloog

Ambil botol bibit F3 , semprotkan alcohol kebotol bibit tersebut. Kemudian panaskan sebentar mulut botol dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar , matikan api membakar kapas tadi.
Setelah kapas penyumbat botol bibit dibuka , kemudian aduk menggunakan kawat benda lain yg sudah disterilkan diatas api sebelumnya.
Masukkan bibit dari botol kebaglog sampai leher bagloog menjadi penuh bibit , lalu tutup kembali dengan kapas , setiap balog diisi 10 gr bibit.

Proses Inkubasi

Inkubasi bertujuan agar bibit yg telah di inokulasi akan segera ditumbuhi miselium. Buat menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram ruang inkubasi memiliki kelembapan 90-100% , suhu 24-29°C , cahaya 500-1.000 lux , dan sirkulasi udara 1-2 jam sekali. Sekitar dalam waktu 15-30 hari masa inkubasi , miselium sudah tumbuh hingga mencapai separuh bagian baglog. Apa bila miselium telah memenuhi baklog , itu tandanya baglog siap untuk dipindahkan ke rumah kumbung untuk di budidaya sampai panen. Namun , bilamana dalam waktu satu bulan jarak dari waktu inkubasi baglog tidak ditumbuhi misellium juga , proses inokulasi sebelumnya yang dilakuakn berarti gagal.

Bila baglog telah dipindahkan di rumah kumbung dan telah dipenuhi misellium , potong plastik pada ujung balog , yakni dengan menggunakan silet steril. Lubang tersebut nanti akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh jamur tiram. Bila bibit jamur tiram dibeli bibit F4 , tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan hingga masa inkubasi karena bibit F4 baklog bisa langsung ditempatkan di rumah produksi. Biasanya , tubuh jamur tiram akan terbentuk setelah 1sampai 2 bulan dari penempatan baglog di rumah kumbung.

Dan perawtan terakhir menyiram atau menyemprot jamur tiram secara rutin sehari 3 kali. Rutinitas inilah membuat kualitas jamur baik atau tidak. Lalu setelah sekitar 1 sampai 2 bulan jamur tiram akan membesar dan dapat di panen. Panen jamur tiram tidak hanya sekali saja , bisa sampai 8 kali panen persatukali pembudidayaan. jika ingin kualitas jamur tiram baik dapat di siram dengan cucian air beras.

Baca Juga:

Menanam tomat dipolybek

Menanam tomat dipolybek

Menanam tomat dipolybek

Menanam tomat dipolybek
Menanam tomat dipolybek

Hobi berkebun bukan saja tersalurkan setelah kita memiliki lahan luas, tapi disini kita bisa memakai media polybek untuk menanam tomat sayur. Pekarangan rumahpun bisa kita mampaatkan untuk berkebun sayur terutama tanaman tomat yang menjadi kebutuhan keluarga, disamping memakai media polibek tanahnya kita bisa inginkan campuran pypuk kompos atau pupuk kandang media pilybek juga dapat kita pindahkan tempatnya kmana – mana. Bibit tanaman tomat bisa kita tanam langsung kepolibek sekaligus media permanen maupun kita bisa melakukan persemaian ditempat lain, susunan tanah dalam polybek bisa sampai 3 lapis, mulai tanah biasa tercampur pupuk , lapisan kedua pasir halus tercampur pupuk kandang, lapisan 3 atau teratas kita bisa pakai sekang bakar dari padi. Ketiga lapisan tanah buatan ini mempunyai unsur hara yang cukup baik untuk menyuburkan tanaman.

Bibit tomat di polybek

Penanaman tomat menggunakan media polybek, sering kita jadikan media alternatif dikala kita punya lahan kering dan berbatuyang sama sekali tidak ideal untuk berkebun.

Pola Perawatan

* Kalau kita menggunakan persemaian ditempat lain, bibit harus berumur 45 hari dipersemaian dan selalu melakukan penyiraman kebibit tanaman tomat agar lingkungan tempat tumbuhnya selalu dalam keadaan lembab.
* Sedangkan pada saat pemindahan bibit tomat ke media polybek, juga harus disemprot air agar akar dengan mudah tercabut. Polybek yang kita siapkan sebagai media tanam yang permanen tidak serta merta ditanmi begitu saja, mungkin butuh waktu seminggu baru bisa ditanami, mengingat campuran tanah dengan pupuk kandang cukyp panas yang kalau dipercepat bisa saja membuat tanaman polybek. Penanaman tomat dimedia polibek memungkinkan kita lebih mudah merawat tanaman, karena medianya mudah kita atur sesuai kebutuhan lan yang siap.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/budidaya-jamur-tiram/

Perawatan tanaman dimedia polybek

* media polybek bisa secara tidak langsung disimpang dilahan terbuka, menunggu sampai tanaman setinggi 15 cm dan melihat yang benar – benar sudah kelihatan tumbuh normal yang kita pindahkan.
* Sebelum media kita pindahkan ke lahan terbuka terlebih dahulu disemprot pestisida agar hama tidak langsung merapat.

Menanam jambu batu dipekarangan rumah

Menanam jambu batu dipekarangan rumah

Menanam jambu batu dipekarangan rumah

Menanam jambu batu dipekarangan rumah
Menanam jambu batu dipekarangan rumah

Tampa disadari tanaman jambu biji sangat besar mamfaatnya bagi manusia, sehingga banyak orang menanamnya disekitar pekarangan rumah baik melalui okulasi maupun bibit langsung dari biji. Namun dewasa ini tanaman jambu biji atau jambu klutuk bisa juga dikembang biakkan dengan dahan atau tangkai secara langsung.

Perkembang biakan dengan okulasi yang paling ideal

kalau kita mau menanamnya dipekarangan rumah, karena perkembang biakan jenis okulasi selain bisa ditanam langsung ditanah juga bisa ditanam dipot karena tanamannya kecil dan tidak butuh waktu lama untuk berbuah. Selain mudah dirawat juga bisah dipanen buahnya seketika apabilah dibutuhkan, perawatan jambu batu cukup sederhana karena hamanya kurang. Tanaman jambu biji setiap musim pada umumnya mempunyai buah yang lebat, dan jenis tanaman ini kadang musim buahnya tidak terputusterputus.

Jambu batu yang memasuki musim buah perlu kita melakukan penyortiran buah, idealnya dalam satu tangkai cabang hanya 1. – 2 biji buah. Tanaman jambu biji harus sesering mungkin dirawat bagian pangkal pohon termasuk penggemburan tanah diakar dan sesekali diberi pupu kompos, karena tanaman jambu biji saat berbuah membutuhkan banyak nutrisi.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/cara-mengawinkan-ikan-cupang/

Kasiat buah jambu biji cukup banyak

1. Kandungan vitamin C ternyata cukup tinggi, baik dikonsumsi bagi orang yang tabuhnya sangat membutuhkan vitamin C.
2. Bagi orang yang terkena gejala malaria, buah jambu biji sangat membantu sebagai pertolongan pertama.
3. Buah jambu biji bisa juga jadi minuman segar.

Cara perawatan jambu biji

1. Pembersihan rumput disekitar tanaman jambu biji
2. Penyemprotan anti hama ketanaman selagi buahnya masih kecil, supaya terhindar dari hama.
3. Media pot yang ditanami jambu agar terkena sinar matahai langsung.

Ciri ciri Ikan Gurame Layak jadi Indukan

Ciri ciri Ikan Gurame Layak jadi Indukan

Ciri ciri Ikan Gurame Layak jadi Indukan

Ciri ciri Ikan Gurame Layak jadi Indukan

Ada ciri-ciri ikan gurami (gurame) yang menandakan bahwa ikan gurami tersebut baik untuk indukan. Berikut adalah ciri-ciri induk ikan gurami yang berkualitas baik adalah:

  • Berumur antara 2-5 tahun.
  • Mempunyai pertumbuhan yang cepat.
  • Bentuk badan normal yaitu perbandingan panjang dan berat badan.
  • Ukuran kepala relatif kecil
  • Susunan sisik teratur, licin, berwarna cerah dan mengkilap serta tidak luka.
    Gerakannya lincah.
  • Bentuk bibir indah seperti pisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
  • Ada beberapa ciri-ciri yang dapat digunakan untuk membedakan antara induk ikan gurami jantan dan betina.

Berikut adalah Cara Membedakan Induk Gurami Jantan dan Betina:

Ciri2 Gurame Betina

  • Dasar sirip dada terang gelap kehitaman.
  • Dagu putih kecoklatan.
  • Dahi meninjol.
  • Jika diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak.
  • Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

Ciri2 Gurame Jantan

  • Dasar sirip dada terang keputihan.
  • Dagu kuning.
  • Dahi menonjol.
  • Jika diletakkan di tempat datar ekornya akan naik.
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.

Pemeliharaan Induk Gurami

Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m 2 ) disimpan dlm kolam penyimpanan induk. Beri makanan selama dlm penampungan. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan tambahan berupa dedak halus yg diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak tanah setiap kali pemberian.

Pembenihan

Bila proses pematangan gonada (kandung telur & sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dlm kolam pemijahan. Adapun cara pemijjahan ikan gurame adalah sbg berikut:
Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 5 hari, perbaiki tanggul & dasar kolam.

Lakukan pengapuran & pemupukan. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang dosis 7,5 kg/100 meter persegi & biarkan selama 3 hari.
Tanami dasar kolam dengan tanaman ganggang buntut anjng
Isikan air yg telah dicampur dengan pupuk buatan TSP sebantak 500 gram/100 meter persegi, biarkan selama 1 minggu kemudian isikan air hingga kedalaman 75 cm.

Untuk kolam seluas 100 meter persegi bisa disebar induk sebanyak 30 ekor betina & 10 ekor jantan. Setelah pemijahan berlangsung, 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dlm sarang yang kemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur. 20-30 hari kemudian, induk-induk yg terpelihara baik akan berpijah lagi & beberapa hari kemudian telur akan menetas.

Sumber: https://www.kebun.co.id/

Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas

Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas

Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas

Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas
Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas

Persiapan Bibit

Pada umumnya, pada skala besar, bibit bawang merah didapat dari biji, namun untuk mendapatkan biji, membutuhkan biaya. Sebagai alternatif, kita bisa mencoba menggunakan bibit dari siung bawang merah yang ada di dapur.
Ambil 10 butir bawang merah bulat utuh, ukuran sedang dan terdiri atas 1 umbi saja
Potong 1/3 bagian ujung umbi, buang bagian atasnya
Benamkan umbi pada tanah basah, untuk tempat bisa menggunakan wadah dengan tebal tanah kurang lebih 5 cm dan jarak masing-masing umbi 1 cm.
Semprot dengan air biasa hingga tanah menjadi basah
Simpan dalam toples kedap cahaya, letakkan pada tempat teduh
Lakukan penyemprotan setiap pagi.

Umbi bawang merah diiris 1/3 bagian untuk pembibitan
Toples boleh dibuka pada sore hingga pagi hari, tapi tutup kemudian pada pagi hari hingga sore, hal ini bertujuan agar bibit tetap dalam keadaan lembab. Setelah 3 – 4 hari, akan muncul tunas-tunas di tiap umbi. Jika tunas sudah berukuran 5 cm, toples boleh dibuka sepanjang hari, namun tetap harus disemprot pagi dan sore hari.

Persiapan Botol

Botol dipilih dari botol plastik bekas air minum dalam kemasan ukuran minimal 600 ml. Potong bagian ujung yang mengerucut (5 cm dari tutup) sehingga botol menyerupai gelas tinggi. Buat beberapa lubang pada bagian dasar botol dan pinggir botol.

Persiapan Media Tanam

Media tanam bisa berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2 bagian tanah dan 1 bagian kompos. Campur kedua bahan, semprot dengan air hingga media lembab. Masukan media tanam ke dalam botol yang telah kita siapkan dengan tinggi kurang lebih 1 cm lebih rendah dari ujung botol.

Penanaman Bibit

Bibit setidaknya sudah memiliki akar dan daun yang cukup. Tinggi bibit setidaknya 10 cm atau berumur kurang lebih 10 – 15 hari pemotongan umbi.
Semprot dengan air bibit, sehingga media pada penyemaian menjadi berair, hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan bibit tanpa merusak akar.
Ambil bibit satu-persatu
Buat lubang pada media yang telah disiapkan dengan diameter 1 cm, kedalaman 3 cm
Benamkan akar sedalam 3 cm dan umbi berada di 2 cm, rapatkan lubang
Semprot dengan air hingga media tanam menjadi lembab

Cara menanam bawang merah dalam botol

Pemeliharaan dan Perawatan

Setelah bibit ditanam pada botol, maka sangat diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang baik. Hal-hal yang diperhatikan antara lain penyiraman untuk menjaga kelembaban/kadar air, intensitas cahaya, penyiangan gulma dan pemanenan.

Penyiraman

Penyiraman bertujuan untuk menjaga kadar air dalam media tanam. Untuk mengurangi frekuensi penyiraman, botol bisa diletakkan di atas nampan dan diberi air, tinggi air maksimal adalah 2 cm. Air akan secara kontinyu meresap ke semua bagian media tanam dan menjaga kelembaban tanaman. Jika diperlukan, semprot tanaman pada pagi dan sore hari.

Intensitas cahaya

Tanaman bawang merah memerlukan cahaya matahari penuh di sepanjang hari. Tanaman bisa di letakkan pada tempat yang memiliki cahaya matahari penuh setidaknya setelah 3 hari dari masa penanaman bibit ke dalam botol plastik.

Penyiangan Gulma

Gulma adalah tanaman lain/rumput yang ikut tumbuh di sekitar tumbuhan. Gulma akan sangat menghambat pertumbuhan tanaman utama, sehingga gulma sangat perlu untuk dibersihkan secara berkala.

Pemanenan

Pada umumnya, panen dilakukan setidaknya setelah tanaman berusia 60 – 75 hari dari masa bibit ditanam di botol. Namun, kita bisa memanen bawang merah setelah tanaman memiliki ciri-ciri:
Tanaman menguning, roboh
Beberapa siung bawang merah menyembul ke permukaan tanah
Kita juga bisa secara manual mengecek ukuran siung dengan mengorek tanaman secara perlahan.
Pemanenan dilakukan dengan menekan-nekan botol pada bagian umbi, sehingga tanah menjadi gembur, setelah itu, cabut perlahan-lahan daun bawang, sehingga umbinya keluar. Siung bawang merah bisa langsung dikeringkan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan.

Baca Juga:

Cara Budidaya Cabai Merah

Cara Budidaya Cabai Merah

Cara Budidaya Cabai Merah

Cara Budidaya Cabai Merah
Cara Budidaya Cabai Merah

Berikut ini, saya akan berbagi tentang bagaimana cara menanam cabai merah yang baik dan benar.

Syarat Pertumbuhan Tanaman Cabai

Tanaman cabai pada dasarnya tanaman yang mudah tumbuh diberbagai daerah dan kondisi tanah seperti apapun namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Untuk itu sebelum menanam cabai alangkah baiknya petani mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman cabai ini. Diantaranya adalah:
Tanaman cabai harus ditanama pada tanah yang gembur dan subur, untuk itu lakukan pengolahan lahan dengan baik. Ph tanah harus berkisar antara 6,5 – 6,8. Ketersedian air sangat dipentingkan, karena tumbuhan ini sangat membutuhkan air, baik sebagai pelarut unsur ahra ataupun digunakan dalam proses fotosintesis dan proses respirasi. Tanaman ini cocok ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan yang cukup. artinya tidak berlebih dan tidak kurang.

Proses Penanaman

1. Persiapan dan Pengolahan Lahan

Siapkan lahan, kemudian lakukan proses pembajakan, hal ini bertujuan untuk menggemburkan tanah, sehingga proses pengolahan lahan selanjutnya bisa berjalan dengan baik.
Buat bedengan, sedangkan ukurannya bisa menggunakan lebar 100 hingga 120 cm. Kemudian tinggi bedengan berkisar antara 50 hingga 70 cm. Dan lebar parit bisa sekitar 40-50 cm.
Setelah lahan siap, kemudian lakukan pupuk dasar dengan pemberian pupuk kompos organik sebanyak 40-50 ton/ha dengan bertujuan untuk memenuhi unsur hara dalam tanah sebelum tanam.
Penggunaan mulsa tidaklah diwajibkan, namun sangat disarankan

2. Persiapan Pembibitan Dan Penanaman

Buatlah media semai dengan komposisi 21 liter tanah dengan 10-15 pupuk kandang, gunakan polybag kecil sebagai wadah media, lakukan penyemaian pada media tersebut.
Pemeliharaan bibit dilakukan dengan membungka sungkup ditiap pagi jam 07.00 hingga jam 10.00, kemudian ditutup lagi hingga sore hari sekitar jam 15.00 hingga 17.00. Ketika bibit berumur 5 hari buka sungkup sepenuhnya.
Penyiraman dilakukan seminimal mungkin dan jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi, gunakan pestisida nabati untuk melakukan Pengendalian kemungkinan ada hama di umur muda itu.
Lakukan Pemindahan bibit semai ketika sudah keluar daun sejati sebanyak 4 helai, pindahkan secara hati-hati.
Pemeliharaan tanaman Cabai
Lakukan Penyulaman ; Penyulaman dilakukan hingga umur tanaman cabai mencapai 3 minggu, jangan lakukan penyulaman hingga terlalu tua, hal ini akan menyebabkan tanaman tidak sama atau tidak seragam.
Pengikatan Tanaman : Hal ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman kuat dan kekar ketika diterpa angin, selain itu ini juga dilakukan untuk menjaga kelembaban saat tanaman tumbuh dewasa. Dilakukan hingga cabang utama terbentuk yang ditandai dengan munculnya bunga pertama.
Sanitasi Lahan : hal ini dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya adalah, pengendalian hama/gulma, melakukan pengendalian air ketika musim hujan tiba sehingga genangan air dapat dialirkan, ketika tanaman cabai terkena penyakit maka lakukan sanitasi dan kendalikan hama sedetil mungkin.
Pengairan ; Pengairan diberikan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali jika tidak adahujan. Dan yang perlu menjadi catatan penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari dalamnya bedengan.

Pemupukan Susulan

1. Pupuk Akar

Dilakukan dengan cara pengocoran dengan beberapa aplikasi, diantaranya :
Umur 15 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan pupuk organik dengan dosis disesuaikan dengan jenis pupuk organik yang digunakan. Kemudian pupuk juga diberikan pada umur 46 hari setelah masa tanam dengan menggandakan dosis yang diberikkan pada tahap awal.
Dan setelah itu, pada umur 76 hari setelah masa tanam, dengan menambah dosis pupuk pada tahap kedua.

2. Pupuk Daun

Pupuk daun pada tanaman cabai bisa menggunakan POC atau pupuk organik cair, Pupuk ini langsung disemprotkan ke daun, Pupuk ini bertujuan untuk menyuburkan daun, dan mempermudah proses fotosintetis jika daun tanaman subur dan rindang.

Pengendalian Hama

Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT, yang paling penting adalah mengenali jenis Hama dan Penyakit yang terjadi pada tanaman, dan lakukan tindakan yang cepat dengan melakukan pengendalian terkontrol.

Proses Panen

Proses pemanenan tanamanam cabai merah sangat mudah sekali, namun yang harus diperhatikan adalah tanaman cabai bisa dilakukan pada saat tanaman berusia 90 hingga 120 hari setelah masa tanam. dan yang perlu diperhatikan adalah persentase masak tanaman atau cabai adalah berkisar antara 80-90 persen masak.

Sumber: https://berkebun.co.id/

Cara Budidaya Kacang Hijau

Cara Budidaya Kacang Hijau

Cara Budidaya Kacang Hijau

Cara Budidaya Kacang Hijau
Cara Budidaya Kacang Hijau

Syarat Tumbuh

  1. Tanah

Tekstur tanah yang sesuai adalah Liat berlempung banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase yang baik. Struktur tanah gembur dengan pH 5,8 7,0 optimal 6,7

  1. Iklim

Curah hujan optimal 50 – 200 mm/bln, Temperatur 25 – 27 0C dengan kelembaban udara 50 – 80% dan cukup mendapat sinar matahari

Benih dan Varietas

Semua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok ditanam di lahan sawah maupun tegalan. Varietas terbaru tahan penyakit embun tepung dan bercak daun seperti Sriti, Kutilang, Perkutut, dan Mural dapat dianjurkan untuk ditanam pada daerah yang endemik penyakit tersebut. Kebutuhan benih sekitar 20 kg/ha dengan daya tumbuh 90%.

Penyiapan lahan

Pada lahan bekas padi, tidak perlu dilakukan pengolahan tanah (Tanpa Olah Tanah = TOT). Tunggul padi perlu dipotong pendek dan dibersihkan seperlunya atau dipinggirkan. Apabila tanah becek maka perlu dibuat saluran drainase dengan jarak 3 – 5 m. Pada lahan tegalan atau bekas tanaman palawija lain (jagung) perlu pengolahan tanah:

–         pembajakan sedalam 15 – 20 cm,

–         kemudian dihaluskan dan diratakan.

–         saluran irigasi dibuat dengan jarak 3 – 5 m.

Cara tanam

Tanam dengan sistem tugal, dua biji/lubang. Pada musim hujan, digunakan jarak tanam 40 cm x 15 cm sehingga mencapai populasi 300 – 400 ribu tanaman/ha. Pada musim kemarau digunakan Jarak tanam 40 cm x 10 cm sehingga populasinya sekitar 400-500 ribu tanaman/ha. Pada bekas tanaman padi, penanaman kacang hijau tidak boleh lebih dari 5 hari sesudah padi dipanen, Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur tidak lebih dari 7 hari.

Pemupukan

Untuk lahan yang kurang subur, tanaman dipupuk 45 kg Urea + 45 – 90 kg SP36 + SD kg KCl/ha yang diberikan pada saat tanam secara larikan di sisi lubang tanam sepanjang barisan tanaman. Bahan organik berupa pupuk kandang sebanyak 1520 ton/ha dan abu dapur sangat baik untuk pupuk dan diberikan sebagai penutup lubang tanam. Di lahan sawah bekas padi yang subur, tanaman kacang hijau tidak perlu dipupuk maupun diberi bahan organik.

Mulsa jerami

Untuk menekan serangan hama lalat bibit, pertumbuhan gulma, dan penguapan air, jerami padi sebanyak 5 ton/ha dapat diberikan sebagai mulsa.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan dua kali pada saat tanaman berumur 2 dan 4 minggu.

Pengairan

Pada daerah panas (suhu udara 30 -31 0C) dan kelembaban udara rendah (54 – 52 %) pertanaman perlu diairi dua kali pada umur 21 hari dan 33 hari. Pada daerah sedang (suhu udara 24 – 26 0C) dan kelembaban udara sedang hingga tinggi (77 – 82 %) pengairan cukup diberikan satu kali pada umur 21 hari atau 38 hari. Periode kritis kacang hijau terhadap ketersediaan air adalah pada saat menjelang bertunga (umur 25 hari) dan pengisian polong (45 – 50 hari), sehingga jika kekurangan air pada periode tersebut perlu dilakukan pengairan.

Hama dan Penyakit

1.      Pengendalian hama

Hama utama kacang hijau adalah lalat kacang Agmmyxa phaseoti, ulat jengkal Piusia chaitites, kepik hijau Nezaravirfduta, kepik coklat Riptonus tinearis, penggerek polong Maruca testutalis dan Etietla ztnckenetta, dan Kutu Thrips.

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan insektisida, seperti: Cwifldor, Regent, Curacron, Atabnon, Furadan, atau Pegassus dengan dosis 2-3 ml/liter air dan volume semprot 5OIM>00 liter/ha. Pada daerah endemik lalat bibit Agromyza phaseoti perlu tindakan perlakuan benih dengan insektisida Carbosulfan (10 g/kg benih) atau Fipnonil (5 cc/kg benih).

2.      Pengendalian penyakit

Penyakit utama adalah bercak daun fcrcospeiu w-cscenst busuk batang, embun tepung Erysiptiepoiygoni, dan penyakit puru Bsinos giycines. Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti: Benlate, Dithane M-45, Baycor, Delsene MX 700 atau Daconil pada awal serangan dengan dosis 2 g/l air. Penyakit embun tepung Erysiphepofygoni sangat efektif dikendalikan dengan fungisida hexakonal yang diberikan pada umur 4 dan 6 minggu. Penyakit bercak daun efektif dikendalikan dengan fungisida hexakonazol yang diberikan pada umur 4, 5 dan 6 minggu.

Panen dan pascapanen

Panen dilakukan apabila polong sudah berwarna hitam atau coklat. Panen dengan cara dipetik dan polong segera dijemur selama 2 – 3 hari hingga kulit mudah terbuka. Pembijian dilakukan dengan cara dipukul, sebaiknya di dalam kantong plastik atau kain untuk menghindari kehilangan hasil. Pembersihan biji dari kotoran dengan menggunakan nyiru (tampah) dan biji dijemur lagi sampai kering simpan yaitu kadar air mencapai 8 – 10 %.

Baca Artikel Lainnya: