3 Cara Cepat Memperbesar Ikan Koi

3 Cara Cepat Memperbesar Ikan Koi

3 Cara Cepat Memperbesar Ikan Koi

3 Cara Cepat Memperbesar Ikan Koi
3 Cara Cepat Memperbesar Ikan Koi

Bagaimana cara memperbesar ikan koi yang cepat? Di Indonesia, ikan koi banyak digemari oleh para penghobi ikan hias. Ikan ini biasanya dipelihara di dalam bak sehingga keindahan dan gerak-geriknya yang lincah mampu dinikmati secara maksimal. Tidak sedikit penghobi yang mengaku bila rumahnya menjadi semakin meriah dengan adanya ikan-ikan koi.

Ikan koi termasuk salah satu jenis dari ikan karper. Ikan ini mempunyai warna yang menarik dengan corak yang berbeda-beda. Perangainya yang cukup rakus terhadap makanan membuat tingkat pemeliharaan ikan ini tidak begitu sulit. Beberapa ragam ikan koi yang sering menjadi primadona antara lain kohaku, sanke, showa, asagi, shusui, tancho, shiro, matsuba, dan lain-lain. Setidaknya terdapat 3 cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikan koi yang Anda miliki. Apa sajakah itu?

Pemberian Pakan yang Tepat

ikan cupang aduan – Pakan yang baik bagi ikan koi tidak hanya asal ikan mau, tetapi juga harus memperhatikan faktor-faktor yang dapat mendukung pertumbuhan ikan tersebut. Pakan yang dipakai harus mengandung nilai gizi yang tinggi di antaranya meliputi protein dan lemak, serta suplemen vitamin dan mineral. Pakan sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit namun rutin. Hal ini bertujuan untuk mencegah sisa pakan yang berlebihan. Anda mampu menunjukkan pakan sebanyak 2% dari berat tubuh ikan koi yang diberikan setiap 5 jam.

Kesesuaian Ukuran Kolam Pemeliharaan

Secara tidak eksklusif ukuran bak juga menghipnotis tingkat pertumbuhan ikan di dalamnya. Panjang bak yang ideal yakni 5 kali panjang ikan koi. Sedangkan lebar bak yang bagus yakni 3 kali panjang ikan koi. Perhatikan pula tingkat kedalaman air pada bak tersebut. Idealnya, bak untuk memelihara ikan koi wajib diisi air hingga sedalam 125-200 cm. Ikan koi tidak akan tumbuh hingga ukuran yang maksimal apabila kondisi di bak tidak mendukungnya.

Pemilihan Varietas Ikan Koi

Setiap jenis ikan koi mempunyai beberapa varietas yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Contohnya ikan koi dari varietas lokal memiliki panjang maksimal hingga 60 cm, meskipun cukup sulit untuk mencapai ukuran tubuh yang paling optimum ini. Sedangkan sebagian besar ikan koi dari varietas impor mempunyai panjang tubuh maksimal rata-rata sekitar 75-80 cm. Bahkan tidak sedikit ikan koi impor yang memiliki panjang tubuh lebih dari 80 cm.

Cara Menetaskan Telur Ikan Koi

Cara Menetaskan Telur Ikan Koi

Cara Menetaskan Telur Ikan Koi

Cara Menetaskan Telur Ikan Koi
Cara Menetaskan Telur Ikan Koi

Bagaimana cara menetaskan telur ikan koi? Ikan koi pada umumnya dipijahkan di dalam bak semen atau bak fiberglass yang telah disucihamakan menggunakan larutan PK dan garam ikan. Kolam tersebut diisi air sebanyak 30-60 cm tergantung ukuran ikan indukan. Sebelum digunakan, air wajib diberikan aerasi terlebih dahulu selama 3 hari berturut-turut

Beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk menciptakan kondisi air yang ideal bagi ikan koi antara lain :

  • Tingkat keasaman (pH) air sekitar 5,5 hingga 7,5
  • Kadar garam air minimum 1/10% dan maksimum 1%
  • Tingkat kesadahan atau salinitas antara 50-200 derajat dH
  • Suhu air berkisar antara 10-30 derajat celsius
  • Kadar oksigen yang normal yaitu 4 ppm

Di dalam setiap bak pemijahan hendaknya diisi dengan indukan ikan koi sebanyak 1 ekor betina dan 3-5 ekor jantan dengan perbandingan berat tubuh 1:3 sehingga peluang terjadinya proses pemijahan akan semakin tinggi. Sebelum dimasukkan ke bak pemijahan, ikan-ikan ini perlu dikarantina terlebih dahulu di bak yang berbeda. Waktu karantina berlangsung selama 3 hari 3 malam. Selama proses ini berlangsung, ikan koi jantan harus dipuasakan.

ikan hiu megalodon – Barulah pada hari keempat, ikan jantan dan ikan betina dipindahkan ke bak pemijahan. Waktu yang paling baik untuk melaksanakan proses pemindahan ini antara pukul 4-6 sore hari. Proses ini harus dikerjakan secara hati-hati semoga ikan koi tidak mengalami stres. Setelah semua ikan koi indukan telah masuk, bak pemijahan tersebut ditutup menggunakan jala supaya lebih aman. Biarkan bak hingga keesokan paginya.

Proses pemijahan ikan koi biasanya hanya akan berlangsung satu malam yakni dini hari menjelang subuh

Anda mampu memeriksa apakah proses tersebut berhasil atau tidak dengan melihat ada tidaknya telur-telur keesokan paginya. Pengecekan ini biasanya kami lakukan sekitar pukul 5 pagi. Apabila sudah ada telur di dalam kolam, maka keluarkanlah semua ikan indukan dari bak pemijahan sesegera mungkin. Sedangkan kalau tidak ada, artinya ikan koi betina belum siap melaksanakan pemijahan sehingga perlu diganti dengan indukan yang lain.

Pemeliharaan dan Penetasan Telur

Proses penetasan telur pada ikan koi terjadi secara alami. Anda tidak perlu melaksanakan tindakan apapun alasannya yaitu telur-telur tersebut akan menetas dengan sendirinya. Lumrahnya telur ikan koi ini akan menetas semua dalam waktu 3 hari 3 malam. Setelah menetas, burayak ikan koi masih memiliki cadangan makanan yang menempel pada perutnya.

Barulah pada hari keempat Anda mampu menawarkan pakan kepada burayak tersebut. Pakan yang cocok bagi burayak ikan koi yaitu pakan yang mempunyai ukuran sangat kecil dan teksturnya sangat halus. Contohnya yaitu cacing darah.

Pemberian pakan tidak boleh dilakukan secara berlebihan alasannya yaitu dapat mencemari kondisi air. Porsi pakan dinyatakan pas apabila pakan tersebut habis dalam waktu kurang dari 15 menit. Setiap hari, burayak ikan koi diberikan pakan sebanyak 5 kali yaitu pada pukul 5 dan 9 pagi, 1 siang, 5 sore, serta 9 malam.

Pertahankan semoga ketinggian air di dalam bak pemeliharaan burayak tetap berkisar antara 30-60 cm

Makara kalau air tersebut surut akhir penguapan, Anda mampu menambahkan air bersih secukupnya hingga tingginya ideal kembali. Hindari melaksanakan penggantian air pada masa ini alasannya yaitu berisiko besar dapat menimbulkan stres pada burayak ikan koi sehingga menjadikan kematian.

5 Tips Budidaya Ikan Mujair yang Baik

5 Tips Budidaya Ikan Mujair yang Baik

5 Tips Budidaya Ikan Mujair yang Baik

5 Tips Budidaya Ikan Mujair yang Baik
5 Tips Budidaya Ikan Mujair yang Baik

Apakah Anda membutuhkan tips budidaya ikan mujair yang baik? Ikan mujair merupakan ikan air tawar yang biasanya dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi. Karakteristiknya yaitu memiliki tubuh yang berbentuk pipih dan berwarna abu-abu, hitam, atau cokelat. Dengan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi, ikan mujair sangat diminati oleh para petani untuk dibudidayakan.

Media pemeliharaan yang sering dipakai untuk membudidayakan ikan mujair ialah kolam terpal. Selain biayanya relatif murah, pembuatan bak terpal juga mudah dilakukan alasannya ialah konstruksinya yang sederhana. Selain itu, pemantauan terhadap kondisi ikan mujair di bak ini juga lebih gampang.

Apakah Anda membutuhkan tips budidaya ikan mujair yang baik Simak 5 Tips Budidaya Ikan Mujair yang Baik

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam beternak ikan mujair :

Persiapan Awal

Persiapan awal dilakukan dengan membangun bak terpal sebagai media pemeliharaan ikan mujair yang utama. Dasar bak sebaiknya dibuat dengan kemiringan 3-5 persen biar pengelolaan air bak menjadi lebih gampang dikerjakan. Air yang digunakan harus bersih, tidak tercemar, tidak beracun, dan tidak keruh. Usahakan supaya air di dalam bak tersebut terus mengalir dengan menyediakan akses air masuk dan keluar sehingga pertumbuhan ikan mujair lebih cepat. Adapun suhu air yang ideal untuk mendukung kehidupan ikan ini berkisar antara 20-25 derajat celcius.

Persiapan Media

Sebelum bak terpal dipakai, Anda perlu melaksanakan pengapuran terlebih dahulu untuk mematikan bakteri dan penyakit yang ada di dalamnya. Dosis yang digunakan yaitu sebanyak 25-30 gram/m2. Selanjutnya bak juga harus diberikan pupuk kandang/kompos 50 gram/m2, urea 15 gram/m2, dan TSP 10 gram/m2. Tujuannya ialah meningkatkan produktivitas bak dan merangsang pertumbuhan tanaman air sebagai makanan alami ikan secara maksimal.

Pilihan Pakan

umpan ikan mas – Setelah ikan mujair sudah berukuran cukup besar, ikan perlu diberi pakan embel-embel untuk mempercepat pertumbuhannya. Pakan yang umum digunakan berupa tepung ikan 25 persen, tepung kopra 10 persen, dan dedak halus 65 persen. Dalam budidaya ikan mujair secara besar, disarankan pula memperlihatkan pelet yang mengandung protein 20-30 persen dengan dosis sebanyak 2-3 persen dari total populasi ikan di dalam kolam. Pakan embel-embel ini diberikan sebanyak 2-3 kali sehari ketika pagi dan sore hari.

Pemberantasan Hama

Ada cukup banyak hama yang dapat menyerang ikan mujair. Di antaranya yaitu notonecta, larva cybister, kodok, ular, lingsang, dan burung. Untuk mengatasinya, Anda perlu memperlihatkan pagar pelindung di sekeliling bak guna mencegah hama-hama ini menjangkau area bak budidaya. Bisa juga dengan memasang perangkap untuk menangkap hama tersebut dan menyingkirkannya ke kawasan lain. Agar populasi hama di sekitar bak menurun bahkan musnah, pastikan Anda membersihkan area bak secara rutin dan membuang timbunan sampah yang berpotensi menjadi kawasan persembunyian hama.

Pengentasan Penyakit

Ikan mujair juga tidak mampu terlepas dari potensi terserang penyakit, baik yang ringan dan berbahaya. Pada umumnya, penyakit-penyakit ikan mujair mampu diatasi dengan metode-metode antara lain memberikannya obat sesuai gejala, memisahkan ikan-ikan yang terjangkit penyakit, dan menghindari penebaran benih ikan secara berlebihan. Sedangkan upaya-upaya yang mampu dilakukan untuk pencegahannya yakni dengan mengatur kelancaran sirkulasi air kolam, memperlihatkan pakan secukupnya, mengeringkan bak setelah proses pemanenan, serta mencegah ikan-ikan pembawa bibit penyakit memasuki kolam.

Tips Membudidayakan Ikan Wader

Tips Membudidayakan Ikan Wader

Tips Membudidayakan Ikan Wader

Tips Membudidayakan Ikan Wader
Tips Membudidayakan Ikan Wader

Ikan wader merupakan ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Di Indonesia, ikan ini biasa dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi. Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah membuat sensasi masakan berbahan ikan ini tidak kalah daripada olahan ikan-ikan lainnya.

Permintaan pasar yang tinggi ditambah ketersediaannya yang tidak terlalu banyak mendorong harga ikan wader sekarang semakin mahal. Oleh alasannya itu, peluang budidaya ikan ini juga masih sangat terbuka lebar. Apalagi ikan wader dikenal pula memiliki daya tahan yang bagus dan mudah mengikuti keadaan dengan lingkungannya.

Ikan wader merupakan ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi Simak Tips Membudidayakan Ikan Wader

Bagi Anda yang penasaran dengan prosedur budidaya ikan wader, Anda mampu mengikuti langkah-langkah dari kami berikut ini :

Penentuan Jenis Ikan Wader

Ada beberapa spesies ikan wader yang menguntungkan jikalau dipelihara karena memiliki harga yang terbilang tinggi. Di antaranya yaitu ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia) dan ikan wader cakul (Puntius binotatus). Ciri-ciri ikan wader pari antara lain tubuhnya ramping memanjang, berwarna putih keperakan, dan ada garis horisontal warna biru di tengahnya. Sedangkan ikan wader cakul memiliki ciri-ciri yaitu postur tubuhnya gemuk, berwarna abu-abu kehijauan, dan ada bintik dua di pangkal siripnya.

Pemilihan Ikan Wader Indukan

Perbandingan jumlah ikan wader yang ideal untuk dijadikan indukan antara pejantan dan betina ialah 1:3. Ikan wader jantan mempunyai badan yang lebih ramping, dilengkapi dua lubang kelamin, dan jikalau di-striping akan mengeluarkan sel sperma. Sementara itu, ikan wader betina memiliki postur badan yang membesar di bab perut, mempunyai tiga lubang kelamin, dan mengeluarkan sel telur dikala di-striping. Pastikan Anda memilih hanya indukan yang telah mengalami kematangan secara gonat semoga siap untuk dipijahkan.

Persiapan Kolam Pemijahan

ikan hias – Kolam pemijahan perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Tujuannya yaitu untuk menghilangkan bibit-bibit kuman dan kuman yang ada di dalam kolam tersebut. Dengan demikian, rangsangan wangi yang dikeluarkan oleh ikan-ikan wader indukan dikala akan melaksanakan pemijahan ini pun tidak mengalami gangguan dan dapat berjalan dengan lancar.

Proses Pemijahan Ikan Wader

Ikan-ikan wader indukan kemudian dimasukkan ke dalam kolam pemijahan dengan jumlah yang sesuai dengan ukuran kolam. Proses pemijahan biasanya berlangsung selama 2 hari terhitung setelah ikan jantan dan ikan betina dipertemukan di kolam yang sama. Setelah proses pemijahan selesai, berikutnya ikan-ikan wader tersebut mampu dikeluarkan dari kolam pemijahan. Proses selanjutnya yaitu menunggu telur ikan wader yang dihasilkan tersebut menetas kira-kira dalam waktu 24 jam.

Pemeliharaan Larva Ikan Wader

Larva ikan wader yang telah menetas dari telurnya tidak perlu pribadi diberi pakan karena masih memiliki cadangan makanan dari indung telurnya. Setelah cadangan tersebut mulai menipis, kurang lebih sekitar 6-10 jam, Anda mampu mulai memberikannya pakan. Pakan yang biasanya digunakan berupa kuning telur rebus dengan takaran menyesuaikan jumlah larva ikan.

Pembesaran Ikan Wader

Ketika larva ikan wader sudah tumbuh sampai panjangnya mencapai 2-3 cm, ikan-ikan wader kecil ini dapat dipindahkan ke kolam pembesaran. Selama proses pembesaran, ikan wader diberikan pakan berupa ampas tahu dan pelet ikan. Jangan lupa mengganti separuh volume air kolam setiap 2 ahad sekali untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya. Ikan wader gres mampu dipanen setelah rata-rata ukuran tubuhnya telah mencapai 10 cm.

Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal Untuk Pemula

Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal Untuk Pemula

Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal Untuk Pemula

Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal Untuk Pemula
Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal Untuk Pemula

Nila yaitu satu diantara model mempunyai rasa lezat. Ikan nila sesuai untuk dimasak jadi menu pedas manis , ataupun bumbu rujak. Nila juga umum di sajikan di restoran-restoran dengan lalapan dan sambal beragam macamnya , seperti sambal ijo , sambal terasi ,sambal bawang , sambal leunca , sambal tomat , dan lain. Lantaran cukup disukai , tidak ada kelirunya bila kamu membudidayakannya. Jadi saat sebelum itu , utama untuk kamu tahu cara budidaya di kolam terpal bakal di uraikan dalam kajian di bawah ini.

Sisi Ekonomi Budidaya Ikan Nila

Dipandang dari sisi ekonomi , membudidayakan bakal jadi prospek usaha untungkan. Lantaran sangatlah laris di pasaran dan di warung-warung makan , atau Anda bisa membudidayakan sendiri , memasaknya sendiri , lalu menjualnya berbentuk masih tetap mentah ataupun masak. Tersebut penyebab pada artikel kesempatan ini pilih penjelasan cara budidaya ikan nila di kolam terpal. Sesungguhnya kolam terpal yaitu alternatif sangatlah simpel mungkin saja kamu kerjakan juga sebagai pemula dalam membudidayakan ikan nila. Dimisalkan arena beberapa cobalah saja , lantas bila memanglah aktivitas ini membawa keberhasilan jadi Anda bisa bikin kolam lebih luas dan lebih kuat lagi.

Persiapan Kolam Budidya

Menyiapkan kolam juga sebagai cara budidaya di kolam terpal terlebih dulu Anda mesti mempersiapkan lahannya. Berapapun luas tempat Anda punyai , jadi Anda masih tetap dapat mengakalinya dengan cerdas seandainya bisa terkena cahaya matahari segera. Lalu juga sebagai cara budidaya ikan nila di kolam terpal yaitu menggali tanah dengan kedalaman 50 cm. Ada gundukan-gundukan tanah sisa galian itu bisa kamu pakai juga sebagai tanggul-tanggul supaya kolam terpal kamu jadi lebih kuat , lalu di beri batu bata. Bagian setelah itu yaitu berikan dasar kolam dengan sekam dan mesti dengan cara rata. Gunakanlah terpal telah Anda siapkan pada awal mulanya. Tumpangi sisi atas terpal supaya tak gampang goyah saat ada angin.
jenis ikan discus – Sesudah terpal terpasang dengan benar , waktunya untuk Anda untuk isi air bersih. Anda butuh bikin saluran untuk memasukkan air dan untuk keluarkan air bakal ditukar saat ikan-ikan telah berumur sebagian minggu. Jadi penyiapan saluran itu mesti diawali dari saat sebelum Anda menaburkan benih-benih ikan. Janganlah lupa untuk menempatkan saringan pada pintu masuk juga sebagai satu diantara step cara budidaya ikan nila di kolam terpal. Sesudah persiapan usai , jadi waktunya untuk kamu menaburkan benih-benih ikan nila masih tetap kecil-kecil.

Persiapan Benih Ikan Nila

Umumnya ukuran benih ikan nila yaitu 12 cm dengan beratnya 30 gram , namun ini yaitu penghitungan pada umumnya saja. Sekali tabur , Anda bisa memasukkan berapa ratus ikan nila. Pada saat pemberian makan dan pemeliharaan tepat bikin nila bisa bertahan hidup hingga saat panen tiba. Saat panen tiba baik ikan nila di terpal atau budidaya di kolam beton yaitu lebih kurang 6 bulan. Saat ini , berat nila biasanya telah meraih 1/2 kilogram bisa di proses jadi beragam menu nila lezat dan bergizi. Saat sebelum umur 6 bln. , bukanlah bermakna kamu tak bisa memanen , kamu masih tetap bisa memanen lewat cara pilih ukuran ikan nila diperlukan , lantaran perkembangan dan perubahan pada nila satu tak sama juga dengan lain. Mudah-mudahan cara budidaya di kolam terpal itu bisa memberi wawasan cukup untuk Anda bakal pelihara juga sebagai pemula.

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Untuk Pemula
Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Untuk Pemula
Cara budidaya ikan nila di kolam tanah adalah satu diantara kesempatan usaha yang demikian menjanjikan. Dengan berbudidaya ini , kita bakal memperoleh banyak keuntungan dikarenakan ikan itu termasuk banyak diminati orang-orang Indonesia. Ikan nila termasuk ikan yang banyak ikonsumsi habitatnya didalam air tawar. Ikan nila juga termasuk gampang untuk dikembangbiakkan , juga demikian gampang untuk di pasarkan karena ikan itu termasuk banyak dikonsumsi oleh orang-orang kita. Lewat tehnik cara budidaya ikan nila di kolam tanah begitu gampang dan pemasarannya juga termasuk luas , budi daya juga dapat dikerjakan dari mulai taraf kecil sampai taraf besar.

Pemilihan Lokasi Budidaya

Cara budidaya ikan nila di kolam tanah , Anda dapat mengerjakannya baik di dataran rendah sampai dataran agak tinggi dengan ketinggian kurang lebih 500 mtr. diatas permukaan laut. Ikan nila ini bisa tumbuh serta berkembang dengan baik pada air yg tidak begitu keruh , serta tentu juga tidak tercemar oleh beberapa zat kimia beresiko seperti limbah atau minyak. Mengenai kedalaman air untuk mengembangbiakkan nila minimum lebih kurang 5 meter pada dasar kolam saat surut terendah dengan kemampuan arus kurang lebih 20-40 cm/detik. Tingkat keasaman (PH) air diperlukan seputar 6 , 5 sampai 8 , 6 dengan suhu air kurang lebih 25 sampai 30 derajat celcius. Dalam cara cara budidaya ikan nila di kolam tanah pasti membutuhkan kriteria khusus.
Kriteria Kolam Baik Untuk Budidaya
Kriteria Lokasi Budidaya
Apapun kriteria tempat untuk pembudidayaan di ruang kolam tanah. cara budidaya di kolam tanah membutuhkan kriteria tempat seperti dibawah ini :
  • Tingkat kemiringan tanah untuk pembentukan kolam tanah baik , yakni seputar 3 hingga 5 persen supaya memudahkan pengairan berdasar pada gaya gravitasi.
  • Tanah pada kolam pemeliharaan sesuai sama kualifikasi yakni type tanah lembung dan tak mempunyai poros. Tipe tanah ini dapat menahan berat air demikian besar supaya tidak bocor dan dapat di buat dinding kolam.
  • Debet air pada kolam air tenang dengan 8-15 liter per detik.
  • Kwalitas dari air untuk digunakan pembiakan ikan nila baiknya tidak terlampau keruh , mesti bersih dan tidak tercemar dengan beberapa zat kimia beracun. Tingkat kecerahan pada air sendiri seputar 20-30 cm. Air dengan kandungan plankton tinggi berwarna hijau kecoklatan dan hijau kekuningan dengan kandungan Diatomae.
umpan ikan bawal – Untuk sediakan kolam tanah itu , baiknya disediakan 2 minggu saat sebelum akan dipakai. Umumnya dasar kolam mesti dikeringkan lantas dijemur sampai beberapa waktu , kerjakan pembersihan dan ratakan tanahnya. Bila telah siap , cara budidaya ikan nila di kolam tanah selanjutnya yaitu dengan isi air dengan awal kedalaman 5-10 cm. Lalu biarlah sepanjang 2 hingga 3 harian agar berlangsung mineralisasi dari tanah dasar ada pada kolam. Lalu kamu tambahkan kembali air sampai kedalaman 75 hingga 100 cm. Setelah itu , kolam siap ditebari oleh bibir ikan nila sesuai sama hasil pendederan jika fitoplankton telah tampak tumbuh baik.

System Pemeliharaan Budidaya

Untuk sistim pemeliharaan dengan tehnologi maju dengan cara intensif , maka pengembangbiakan juga dapat dikerjakan pada tambak air payau maupun kolam dengan sistim pengairan berkwalitas. Pergantian air dapat dikerjakan berkala berdasar pada tingkat kepadatan dari ikan nila. Sesaat , volume air dapat ditukar sepanjang setiap hari sampai sebesar 20% atau lebih. Untuk usaha intensif , benih ikan nila bakal dibudidayakan mesti berkelamin jantan saja maupun tunggal kelamin. Pada cara budidaya ikan nila di kolam tanah , pemberian ikan mesti berkwalitas dengan saat makan mesti habis sepanjang 5 menit saja.

Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Lele

 

Budidaya Ikan Lele

SEJARAH SINGKAT

Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan

kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara

lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan

Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa

Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond

(Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang).

Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.

Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai

dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.

Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam

hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat

gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.

 

SENTRA PERIKANAN

Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di

Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele ± 970

kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan

mencapai 1200 kg/Ha.

 

JENIS

Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986)

adalah:

Kingdom : Animalia

Sub-kingdom : Metazoa

Phyllum : Chordata

Sub-phyllum : Vertebrata

Klas : Pisces

Sub-klas : Teleostei

Ordo : Ostariophysi

Sub-ordo : Siluroidea

Familia : Clariidae

Genus : Clarias

Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:

1) Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera

Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).

2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih

(Padang).

3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan),

wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).

4) Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera

Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).

5) Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan

penang (Kalimantan Timur).

6) Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat

fish, berasal dari Afrika.

 

MANFAAT

1) Sebagai bahan makanan

2) Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan

pajangan atau ikan hias.

3) Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas

hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan

alami ikan lele.

4) Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk

mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung

berdarah, kencing darah dan lain-lain.

 

PERSYARATAN LOKASI

1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah

liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat

digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, kecomberan, kolam

pekarangan, kolamkebun, dan blumbang.

2) Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang

tingginya maksimal 700 m dpl.

3) Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.

4) Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat

dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.

5) Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi

tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.

6) Ikan lele dapat hidup pada suhu 200 C, dengan suhu optimal antara 25-280

  1. Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-

300C dan untuk pemijahan 24-280 C.

7) Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya

cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.

8) Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri,

atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan

ikan.

9) Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan

bahan makanan alami. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.

10) Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan

hidup, seperti enceng gondok.

11) Mempunyai pH 6,5–9; kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100

ppm dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60

cm; kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk

yang dewasa sampai jenuh untuk burayak; dan kandungan CO2 kurang dari

12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157,56 mg/liter.

12) Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :

  1. Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.
  2. Dekat dengan rumah pemeliharaannya.
  3. Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.
  4. Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah dipasang.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidakterlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentukdan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi, tergantung selera pemilik dan lokasinya. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen. Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam, bebas dari pencemaran maupun fitoplankton. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan airnya harus dipertahankan. Pada minggu 10, air dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan padat yang melayang dalam air (plankton). Alat untuk mengukur kekeruhan air disebut secchi.

Prakiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele (minggu) sesuai angka secchi :

– Usia 10-15 minggu, angka secchi = 30-50

– Usia 16-19 minggu, angka secchi = 30-40

– Usia 20-24 minggu, angka secchi = 30

 

Penyiapan Bibit

1) Menyiapkan Bibit

  1. Pemilihan Induk
  2. Ciri-ciri induk lele jantan:

– Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.

– Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.

– Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah

belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.

– Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng

(depress).

– Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele

betina.

– Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor

akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).

– Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.

  1. Ciri-ciri induk lele betina

– Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.

– Warna kulit dada agak terang.

– Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna

kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.

– Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.

– Perutnya lebih gembung dan lunak.

– Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke

arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan

(ovum/telur).

  1. Syarat induk lele yang baik:

– Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.

– Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil

supaya terbiasa hidup di kolam.

– Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung

kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.

 

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

– Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan

lincah.

– Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina

berumur satu tahun.

– Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya

bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya

mengandung cukup protein.

 

Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang

betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam

tersendiri untuk dipijahkan.

 

Perawatan induk lele:

– Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi

makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging

bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet).

Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif

tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk

lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra

harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.

– Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari

berat total ikan.

– Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan,

sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya.

Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah

berumur 2 minggu.

– Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang

penyakit untuk segera diobati.

– Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran

tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.

  1. Pemijahan Tradisional
  2. Pemijahan di Kolam Pemijahan

 

Kolam induk:

– Kolam dapat berupa tanah seluruhnya atau tembok sebagian dengan

dasar tanah.

– Luas bervariasi, minimal 50 m2.

– Kolam terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian dangkal (70%) dan bagian

dalam (kubangan) 30 % dari luas kolam. Kubangan ada di bagian

tengah kolam dengan kedalaman 50-60 cm, berfungsi untuk

bersembunyi induk, bila kolam disurutkan airnya.

– Pada sisi-sisi kolam ada sarang peneluran dengan ukuran 30x30x25

cm3, dari tembok yang dasarnya dilengkapi saluran pengeluaran dari

pipa paralon diamneter 1 inchi untuk keluarnya banih ke kolam

pendederan.

 

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

– Setiap sarang peneluran mempunyai satu lubang yang dibuat dari

pipa paralon (PVC) ukuran ± 4 inchi untuk masuknya induk-induk

lele.

– Jarak antar sarang peneluran ± 1 m.

– Kolam dikapur merata, lalu tebarkan pupuk kandang (kotoran ayam)

sebanyak 500-750 gram/m2.

– Airi kolam sampai batas kubangan, biarkan selama 4 hari.

Kolam Rotifera (cacing bersel tunggal):

– Letak kolam rotifera di bagian atas dari kolam induk berfungi untuk

menumbuhkan makanan alami ikan (rotifera).

– Kolam rotifera dihubungkan ke kolam induk dengan pipa paralon

untuk mengalirkan rotifera.

– Kolam rotifera diberi pupuk organik untuk memenuhi persyaratan

tumbuhnya rotifera.

– Luas kolam ± 10 m2.

Pemijahan:

– Siapkan induk lele betina sebanyak 2 x jumlah sarang yang tersedia

dan induk jantan sebanyak jumlah sarang; atau satu pasang per

sarang; atau satu pasang per 2-4 m2 luas kolam (pilih salah satu).

– Masukkan induk yang terpilih ke kubangan, setelah kubangan diairi

selama 4 hari.

– Beri/masukkan makanan yang berprotein tinggi setiap hari seperti

cacing, ikan rucah, pellet dan semacamnya, dengan dosis (jumlah

berat makanan) 2-3% dari berat total ikan yang ditebarkan .

– Biarkan sampai 10 hari.

– Setelah induk dalam kolam selama 10 hari, air dalam kolam

dinaikkan sampai 10-15 cm di atas lubang sarang peneluran atau

kedalaman air dalam sarang sekitar 20-25 cm. Biarkan sampai 10

hari. Pada saat ini induk tak perlu diberi makan, dan diharapkan

selama 10 hari berikutnya induk telah memijah dan bertelur. Setelah

24 jam, telur telah menetas di sarang, terkumpullah benih lele. Induk

lele yang baik bertelur 2-3 bulan satu kali bila makanannya baik dan

akan bertelur terus sampai umur 5 tahun.

– Benih lele dikeluarkan dari sarnag ke kolam pendederan dengan

cara: air kolam disurutkan sampai batas kubangan, lalu benih

dialirkan melalui pipa pengeluaran.

– Benih-benih lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan

diberi makanan secara intensif, ukuran benih 1-2 cm, dengan

kepadatan 60 -100 ekor/m2.

– Dari seekor induk lele dapat menghasilkan ± 2000 ekor benih lele.

Pemijahan induk lele biasanya terjadi pada sore hari atau malam

hari.

  1. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Berpasangan

Penyiapan bak pemijahan secara berpasangan:

– Buat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1 x 1 m atau 1 x 2

m dan tinggi 0,6 m.

– Di dalam bak dilengkapi kotak dari kayu ukuran 25 x 40×30 cm tanpa

dasar sebagai sarang pemijahan. Di bagian atas diberi lubang dan

diberi tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang. Bagian depan

kotak/sarang pemijahan diberi enceng gondok supaya kotak menjadi

gelap.

– Sarang pemijahan dapat dibuat pula dari tumpukan batu bata atau

ember plastik atau barang bekas lain yang memungkinkan.

– Sarang bak pembenihan diberi ijuk dan kerikil untuk menempatkan

telur hasil pemijahan.

– Sebelum bak digunakan, bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan

formalin 40 % atau KMnO4 (dapat dibeli di apotik); kemudian bilas

lagi dengan air bersih dan keringkan.

Pemijahan:

– Tebarkan I (satu) pasang induk dalam satu bak setelah bak diisi air

setinggi ± 25 cm. Sebaiknya airnya mengalir. Penebaran dilakukan

pada jam 14.00–16.00.

– Biarkan induk selama 5-10 hari, beri makanan yang intensif. Setelah

± 10 hari, diharapkan sepasang induk ini telah memijah, bertelur dan

dalam waktu 24 jam telur-telur telah menetas. Telur-telur yang baik

adalah yang berwarna kuning cerah.

– Beri makanan anak-anak lele yang masih kecil (stadium larva)

tersebut berupa kutu air atau anak nyamuk dan setelah agak besar

dapat diberi cacing dan telur rebus.

  1. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Masal

Penyiapan bak pemijahan secara masal:

– Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2, ukuran 2×10 m2 atau

5×10 m2.

– Di luar bak, menempel dinding bak dibuat sarang pemijahan ukuran

30x30x30 cm3, yang dilengkapi dengan saluran pengeluaran benih

dari paralon (PVC) berdiameter 1 inchi. Setiap sarang dibuatkan satu

lubang dari paralon berdiameter 4 inchi.

– Dasar sarang pemijahan diberi ijuk dan kerikil untuk tempat

menempel telur hasil pemijahan.

– Sebelum digunakan, bak dikeringkan dan dibilas dengan larutan

desinfektan atau formalin, lalu dibilas dengan air bersih; kemudian

keringkan.

Pemijahan:

– Tebarkan induk lele yang terpilih (matang telur) dalam bak

pembenihan sebanyak 2xjumlah sarang , induk jantan sama

banyaknya dengan induk betina atau dapat pula ditebarkan 25-50

pasang untuk bak seluas 50 m2 (5×10 m2), setelah bak pembenihan

diairi setinggi 1 m.

– Setelah 10 hari induk dalam bak, surutkan air sampai ketinggian 50-

60 cm, induk beri makan secara intensif.

– Sepuluh hari kemudian, air dalam bak dinaikkan sampai di atas

lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25

cm.

– Saat air ditinggikan diharapkan induk-induk berpasangan masuk

sarang pemijahan, memijah dan bertelur. Biarkan sampai ± 10 hari.

– Sepuluh hari kemudian air disurutkan lagi, dan diperkirakan telurtelur

dalam sarang pemijahan telah menetas dan menjadi benih lele.

– Benih lele dikeluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk

didederkan di kolam pendederan.

  1. Pemijahan Buatan

Cara ini disebut Induced Breeding atau hypophysasi yakni merangsang

ikan lele untuk kawin dengan cara memberikan suntikan berupa cairan

hormon ke dalam tubuh ikan. Hormon hipophysa berasal dari kelenjar

hipophysa, yaitu hormon gonadotropin. Fungsi hormon gonadotropin:

– Gametogenesis: memacu kematangan telur dan sperma, disebut

Follicel Stimulating Hormon. Setelah 12 jam penyuntikan, telur

mengalami ovulasi (keluarnya telur dari jaringan ikat indung telur).

Selama ovulasi, perut ikan betina akan membengkak sedikit demi

sedikit karena ovarium menyerap air. Saat itu merupakan saat yang

baik untuk melakukan pengurutan perut (stripping).

– Mendorong nafsu sex (libido)

2) Perlakuan dan Perawatan Bibit

  1. Kolam untuk pendederan:
  2. Bentuk kolam pada minggu 1-2, lebar 50 cm, panjang 200 cm, dan

tinggi 50 cm. Dinding kolam dibuat tegak lurus, halus, dan licin,

sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak akan

melukai. Permukaan lantai agak miring menuju pembuangan air.

Kemiringan dibuat beda 3 cm di antara kedua ujung lantai, di mana

yang dekat tempat pemasukan air lebih tinggi. Pada lantai dipasang

pralon dengan diameter 3-5 cm dan panjang 10 m.

  1. Kira-kira 10 cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit

dengan 2 bingkai kayu tepat dengan permukaan dalam dinding kolam.

Di antara 2 bingkai dipasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik

berukuran mess 0,5-0,7 mm, kemudian dipaku.

  1. Setiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk

mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa

plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam. Pipa

plastik tersebut dikaitkan dengan suatu pengait sebagai gantungan.

  1. Minggu ketiga, benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lain.

Pengambilannya tidak boleh menggunakan jaring, tetapi dengan

mengatur ketinggian pipa plastik.

  1. Kolam pendederan yang baru berukuran 100 x 200 x 50 cm, dengan

bentuk dan konstruksi sama dengan yang sebelumnya.

  1. Penjarangan:
  2. Penjarangan adalah mengurangi padat penebaran yang dilakukan

karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar, sehingga volume

ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang.

– Apabila tidak dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan :

– Ikan berdesakan, sehingga tubuhnya akan luka.

– Terjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat memicu

mumculnya kanibalisme (ikan yang lebih kecil dimakan oleh ikan

yang lebih besar).

– Suasana kolam tidak sehat oleh menumpuknya CO2 dan NH3, dan

O2 kurang sekali sehingga pertumbuhan ikan lele terhambat.

  1. Cara penjarangan pada benih ikan lele :

– Minggu 1-2, kepadatan tebar 5000 ekor/m2

– Minggu 3-4, kepadatan tebar 1125 ekor/m2

– Minggu 5-6, kepadatan tebar 525 ekor/m2

  1. Pemberian pakan:
  2. Hari pertama sampai ketiga, benih lele mendapat makanan dari

kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas.

  1. Hari keempat sampai minggu kedua diberi makan zooplankton, yaitu

Daphnia dan Artemia yang mempunyai protein 60%. Makanan tersebut

diberikan dengan dosis 70% x biomassa setiap hari yang dibagi dalam

4 kali pemberian. Makanan ditebar disekitar tempat pemasukan air.

Kira-kira 2-3 hari sebelum pemberian pakan zooplankton berakhir,

benih lele harus dikenalkan dengan makanan dalam bentuk tepung

yang berkadar protein 50%. Sedikit dari tepung tersebut diberikan

kepada benih 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton. Makanan

yang berupa teoung dapat terbuat dari campuran kuning telur, tepung

udang dan sedikit bubur nestum.

  1. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.
  2. Minggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 32% x biomassa

setiap hari.

  1. Minggu kelima diberi pakan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.
  2. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.
  3. Minggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung.
  4. Pengepakan dan pengangkutan benih
  5. Cara tertutup:

– Kantong plastik yang kuat diisi air bersih dan benih dimasukkan

sedikit demi sedikit. Udara dalam plastik dikeluarkan. O2 dari tabung

dimasukkan ke dalam air sampai volume udara dalam plastik 1/3–1/4

bagian. Ujung plastik segera diikat rapat.

– Plastik berisi benih lele dimasukkan dalam kardus atau peti supaya

tidak mudah pecah.

  1. Cara terbuka dilakukan bila jarak tidak terlalu jauh:

– Benih lele dilaparkan terlebih dahulu agar selama pengangkutan, air

tidak keruh oleh kotoran lele. (Untuk pengangkutan lebih dari 5 jam).

– Tempat lele diisi dengan air bersih, kemudian benih dimasukkan

sedikit demi sedikit. Jumlahnya tergantung ukurannya. Benih ukuran

10 cm dapat diangkut dengan kepadatan maksimal 10.000/m3 atau

10 ekor/liter. Setiap 4 jam, seluruh air diganti di tempat yang teduh.

6.3. Pemeliharaan Pembesaran

1) Pemupukan

  1. Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan bermaksud untuk

menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami

bagi benih lele.

  1. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan

dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20

gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan selama 3

hari.

  1. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan

selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau

kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh

sebagai makanan alami lele.

  1. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.

2) Pemberian Pakan

  1. Makanan Alami Ikan Lele
  2. Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan

serangga air.

  1. Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome),

Anabaena spp (gol. Cyanophyta), Navicula spp (gol. Diatome),

ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).

  1. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.
  2. Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.
  3. Makanan Tambahan
  4. Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa

sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang

dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.

  1. Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung,

dan bekicot (2:1:1).

  1. Makanan Buatan (Pellet)
  2. Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27,00; bungkil kacang

kedele=20,00; tepung terigu=10,50; bungkil kacang tanah=18,00;

tepung kacang hijau=9,00; tepung darah=5,00; dedak=9,00;

vitamin=1,00; mineral=0,500;

  1. Proses pembuatan:

Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti

pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%.

Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang

dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak

juga dapat memperlambat pellet tenggelam.

  1. Cara pemberian pakan:

– Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan

diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan

yang berbentuk tepung.

– Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi

makanan yang berbentuk pellet.

– Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu

tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.

3) Pemberian Vaksinasi

Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan:

  1. Untuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele yang

berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan

dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan

kebal selama 6 bulan.

  1. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan

menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk.

  1. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam

lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.

4) Pemeliharaan Kolam/Tambak

  1. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk

memberantas hama dan bibit penyakit.

  1. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti

semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2

malam.

  1. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan

dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu minggu.

Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian

dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

  1. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama dan Penyakit

  1. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu

kehidupan lele.

  1. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele

antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan

gabus dan belut.

  1. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering

menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak

banyak diserang hama.

Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat

rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

1) Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas

hydrophylla

Bentuk bakteri ini seperti batang dengan polar flage (cambuk yang terletak di

ujung batang), dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran 0,7–0,8

x 1–1,5 mikron. Gejala: iwarna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul

pendarahan, bernafas megap-megap di permukaan air. Pengendalian:

memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih, termasuk kualitas air.

Pengobatan melalui makanan antara lain: (1) Terramycine dengan dosis 50

mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7–10 hari berturut-turut. (2) Sulphonamid

sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari.

2) Penyakit Tuberculosis

Penyebab: bakteri Mycobacterium fortoitum). Gejala: tubuh ikan berwarna

gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan

limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring,

bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air

dan lingkungan kolam. Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan

makanan 5–7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5–15 hari.

3) Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.

Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan

yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus

seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang

daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada

telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih

gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate

2,5–3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate

0,1–0,2 ppm selama 1 jam atau 5–10 ppm selama 15 menit.

 

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

4) Penyakit Bintik Putih dan Gatal/Trichodiniasis

Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang

amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius

multifilis. Gejala: (1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di

permukaan air; (2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan

insang; (3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding

kolam. Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada

campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green

Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12–24 jam, kemudian ikan diberi air yang

segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

5) Penyakit Cacing Trematoda

Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing

Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus

menyerang kulit dan sirip. Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka,

kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.

Pengendalian: (1) direndam Formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit; (2)

Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam; (3) mencelupkan tubuh ikan ke dalam

larutan Kalium -Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ± 30 menit; (4)

memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit; (5) dapat juga memakai

larutan NH4OH 0,5% selama ± 10 menit.

6) Parasit Hirudinae

Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan. Gejala:

pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga

menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada

saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.

 

Hama Kolam/Tambak

Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor

penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :

1) Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti

dengan yang suhunya lebih dingin.

2) Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.

3) Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.

4) Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.

TTG BUDIDAYA PERIKANAN

 

PANEN

Penangkapan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan:

1) Lele dipanen pada umur 6-8 bulan, kecuali bila dikehendaki, sewaktu-waktu dapat dipanen. Berat rata-rata pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor.

2) Pada lele Dumbo, pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4

bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya. Apabila waktu pemeliharaan ditambah 5-6 bulan akan mencapai berat 1-2 kg dengan panjang 60-70 cm.

3) Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan.

4) Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.

5) Bila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.

6) Bila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.

7) Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.

8) Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.

 

Pembersihan

Setelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara:

1) Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur sebanyak 20-200 gram/m2 pada dinding kolam sampai rata.

2) Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan permanganat kalikus (PK) dengan cara yang sama.

3) Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang ada di kolam.

 

PASCAPANEN

1) Setelah dipanen, lele dibersihkan dari lumpur dan isi perutnya. Sebelum dibersihkan sebaiknya lele dimatikan terlebih dulu dengan memukul kepalanya memakai muntu atau kayu.

2) Saat mengeluarkan kotoran, jangan sampai memecahkan empedu, karena dapat menyebabkan daging terasa pahit.

3) Setelah isi perut dikeluarkan, ikan lele dapat dimanfaatkan untuk berbagai ragam masakan

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Budidaya Ikan Cupang

Budidaya Ikan Cupang

Budidaya Ikan Cupang

Budidaya Ikan Cupang
Budidaya Ikan Cupang
Ikan Cupang siapa yang tidak suka, karena bentuknya yang beraneka ragam juga warnanya yang indah dan cantik-cantik, bisa jadi koleksi untuk aquarium anda di rumah. Juga bisa untuk lahan bisnis dengan berbudidaya ikan cupang.

Cara Budidaya Ikan Cupang.

Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang.
Salah satu keistimewahan ikan cupang adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.

Jenis ikan cupang

Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal dua macam ikan cupang, yakni cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.
Cupang hias dan cupang adu dibedakan berdasarkan bentuk dan sifat agresifitasnya. Untuk mengetahui lebih jauh silahkan lihat cupang hias vs cupang adu.
Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Namun tidak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies tersebut. Lihat juga jenis-jenis ikan cupang.

Memilih indukan ikan cupang

Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah.

Tips membedakan cupang jantan dan betina!

Jantan: gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.
Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut.
  • Untuk cupang jantan:
    • Berumur setidaknya 4-8 bulan
    • Bentuk badan panjang
    • Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
    • Gerakannya agresif dan lincah
  • Untuk cupang betina:
    • Berumur setidaknya 3-4 bulan
    • Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
    • Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
    • Gerakannya lambat
    • Pemijahan ikan cupang
Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti kayambang.
Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.
Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.

Berikut langkah-langkah pemijahan ikan cupang:

Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Seabagai catatan gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.
Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.
Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
Setelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.
Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

Pakan ikan cupang

Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.
Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.

Perawatan ikan cupang

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.
Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.
Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.
Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.

Perhatian! Lengkap Cara Berbudidaya Ikan Lele di Kolam

Perhatian! Lengkap Cara Berbudidaya Ikan Lele di Kolam

Perhatian! Lengkap Cara Berbudidaya Ikan Lele di Kolam

Perhatian! Lengkap Cara Berbudidaya Ikan Lele di Kolam
Perhatian! Lengkap Cara Berbudidaya Ikan Lele di Kolam
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.
Budi daya umumnya di lakukan di kolam kolam galian konvesional. Namun kendala yang sering dihadapi adalah ketika kolam ikan dilanda banjir. Nah dengan pembuatan kolam dari terpal ini kemungkinan tersebut bisa dihindari. Karena kolam terpal ini bisa dibuat dengan posisi berada di atas tanah dengan dinding dari kayu kemudian dilapis terpal.

Budidaya Ikan Lele

Pertimbangan Teknis Kolam terpal
Kolam terpal ini bisa di jalankan di medan yang tidak memungkinkan untuk membudidayakan ikan. Misalnya tanah dengan medan propos, tanah pasir, ruang sempit, dan lain-lain.
Keunggulan:
  • Praktis dan mudah
  • Investasi kecil
  • Tidak mudah terkena banjir
  • Kontaminasi dengan tanah yang tidak diketahui kualitasnya dapat dihindari
  • Kontrol terhadap kualitas dan kuantitas air lebih mudah
  • Mudah melakukan pengeringan dan pembersihan
  • Mudah melakukan panen
  • Bisa dipindahkan
Jenis budidaya:

a. Budidaya Lele untuk Pembibitan

Bagi anda yang ingin menjalankan bisnis budidaya lele di segmen pembibitan harus memahami bahwa bisnis ini cukup menjanjikan. Kenapa demikian? karena setelah telur menetas, bibit lele langsung bisa dijual ke para peternak lele.
Sementara secara teknis bibit lele bisa memiliki ukuran 2-3 cm setelah usia penetasan sudah sekitar sebulan. Biasanya pengembangan bibit lele dilakukan pada medan kolam yang berlumpur. Biasanya di sawah dengan ukuran yang luas. Namun hal ini bisa juga di lakukan namun sebaiknya dilakukan di kolam yang berukuran besar agar bibit cepat besar. Apabila kolam terpal berukuran kecil, maka sebaiknya bibit yang dimasukan dalam jumlah kecil saja. Sebagai penunjang pertumbuhan bibit bisa di suplay dengan makanan berupa pelet setiap harinya.
Waktu yang dibutuhkan agar bibit tumbuh dengan ukuran 5-7 cm sekitar 2 bulan. Bibit yang telah menjapai ukuran ini memiliki harga jual yang lebih baik dan bisa di pasarkan ke peternak lele.
b Budidaya Lele untuk Konsumsi
Bagi anda yang membudidayakan ikan lele dengan tujuan untuk di jual sebagai lele konsumsi maka sebaiknya membeli bibit berukuran 5-7 cm lebih baik lagi bibit jenis lele Dumbo. Kenapa demikian? dalam hal ini pertimbanganya adalah ukuran bibit yang sebesar itu akan akan lebih cepat tumbuh. Sehingga panen bisa berlangsung lebih cepat dalam kurun 3-4 bulan sudah bisa dipanen. Agar hasil lebih baik dan optimal, maka sebaiknya di suplay dengan memberikan makanan seoptimal mungkin. Budidaya lele untuk konsumsi lebih lebih aman dibanding pembibitan. Karena ikan dengan usia besar lebih tahan terhadap penyakit yang menyebabkan kematian.
  • Pemilihan dan Penebaran Benih Lele

Sebelum memilih dan melakukan penebaran benih alangkah baiknya kita mengetahui karakter ikan lele, mungkin beberapa sahabat ternak belum banyak yang mengetahui karakter dari ikan lele peliharannya.

1. Ikan Lele dapat/lebih cocok hidup dengan suhu lingkungan antara 20 derajat C – 28 derajat C.
2. Air kolam ikan lele sebaiknya bukan air dari hasil limbah industri pabrik (yang bersifat kimia/anorganik).
3. Ikan lele menyukai perairan yang tenang meskipun keruh dan sedikit kandungan oksigennya. Namun bila air mulai bau dan jenuh lalu terlihat lele mengambang sebaiknya air segera diganti paling tidak 50%.
4. Permukaan kolam sebaiknya tidak tertutup, tetapi bisa juga dilakukan penutupan yang tujuannya untuk menjaga kestabilan suhu kolam dengan syarat sirkulasi udara dan cahaya matahari masih bisa masuk.
Pada tahap pemilihan bibit usahakan memilih bibit yang berkualitas, karena nantinya ini cukup berpengaruh pada keberhasilan bisnis lele kita. Logikanya para peternak lele jaman sekarang sudah pintar memilih jenis lele yang berkualitas, mereka juga paham selera konsumen mereka yang hanya mengambil ikan lele yang hanya kualitas bagus. Dan lagi lele kualitas bagus dikenal memiliki daya tahan dan kondisi fisik yang lebih baik dari lele non kualitas. Jangan lupa untuk membeli bibit lele berkualitas dari penjual langganan sobat yang sudah terkenal kualitasnya dan sudah menjadi langganan pastinya. Mengenai bibitan ikan lele yang direkomendasikan, sobat bisa memilih jenis ikan lele sangkuriang yang merupakan perkembangan dari lele jumbo. Budidaya ikan lele jenis sangkuriang lebih menguntungkan karena lebih cepat besar dan ukuran tubuh yang lebih berisi dari lele jumbo sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih bersaing.
Pastikan benih lele yang sudah kita beli dan siap ditebar benar-benar sehat, gerakannya lincah gesit normal, tidak ada luka atau cacat pada tubuhnya, dan tidak ada penyakit atau jamur. Untuk kelas bisnis dan budidaya hindari membeli benih yang terlalu kecil karena selain kualitasnya sulit diidentifikasi, daya tahan bibit lele yang terlalu kecil masih angin-anginan. Standardnya ambil bibitan lele dengan ukuran 5-7cm, dalam waktu 3 bulan dengan perawatan yang normal akan didapatkan ikan lele ukuran konsumsi.
Penebaran dilakukan secara bertahap, ketika wadah pembungkus datang usahakan langsung rendam di kolam minimal 1 jam agar bibit lele menyesuaikan suhu air di kolam sehingga nantinya ketika ditebar tidak kaget. Jika sudah siap, bibitan lele siap ditebar dengan takaran 200-400 ekor untuk per meter perseginya dengan kondisi kedalaman kolam 1-1,5 meter.
 
  • Pemeliharaan dan Perawatan

Sebelum bibit dimasukan ke kolam yang sudah jadi sebaiknya kolam di isi dengan air terlebih dahulu kemudian membuat air agar kaya akan plankton (sejenis biota air yang bisa menjadi makanan bibit). Caranya dengan memberikan pupuk kompos dari kotoran sapi kedalam air secukupnya kemudian biarkan selama tiga hari sehingga plankton bisa hidup dan berkembang.
Agar cepat berkembang sebaiknya lele juga di suplay dengan makanan berupa palet. Pemberian palet bisa dilakukan sebanyak 2 kali sehari. Namun akan lebih baik diberikan lebih dari 2 kali dengan porsi yang lebih sedikit tentunya. SElain palet bisa juga di suplai dengan makanan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain jika memang ada di sekitar kita. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga sangat bermanfaat menunjang kebutuhan gizi lele.
Pergantian air kolam juga diperlukan, meskipun lele termasuk jenis ikan yang tahan terhadap kondisi berbagai jenis air. Akan tetapi dengan kondisi air yang tidak di ganti dalam jangka waktu lama akan membuat kualitas air menjadi buruk dan bau. Tentunya akan berdampak pada munculnya bebagai penyakit yang bisa menyerang lele. Pergantian air sebaiknya dilakukan dengan membuang 10-30% air di kolam dan menambahkan jumlah yang sama, setiap seminggu sekali atau 2 minggu sekali, artinya bukan mengganti semua air.
Ketika usia lele sudah mencapai 1 bulan di kolam maka seleksi dan pemisahan harus dilakukan. Hal ini mengingat pertumbuhan lele tidak sama antara satu dan yang lainya. Dengan memisahkan lele yang terlam bat tumbuh bertujuan agar mereka tidak kalah bersaing mendapat makanan dengan lele yang telah tumbuh lebih besar. Demikian tips budidaya ikan lele di kolam terpal agar bisa berhasil dan sukses, semoga bermanfaat.
  • Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.
Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.
  • Pemberian pakan utama

Dalam menentukan pakan budidaya lele kita harus jeli memilih jenis pakan dari berbagai merk di pasaran yang memiliki kualitas. Pakan yang baik memiliki rasio jumlah pakan lebih kecil berbanding dengan rasio pertumbuhan daging. Semakin kecil rasio jumlah pakan (di bawah 1 cm) maka dapat dipastikan kualitas pakan semakin baik. Selain pakan utama, dalam usaha lele juga diperlukan pakan tambahan. Biasanya pakan tambahan berfungsi sebagai alternatif jika harga pakan utama dirasa terlalu mahal, sehingga porsi pakan utama dikurangi dan digantikan dengan tambahan pakan alternatif yang lebih murah.
Pemberian pakan utama lebih baik diberikan pada sore atau malam hari ketika ikan lele sedang aktif. Porsi, frekuensi, dan aturan pemberian pakan lele adalah 4-5 kali sehari, perkirakan bahwa setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari berat bobot tubuhnya. Berikan secukupnya, bila lele mulai malas memakan pakan utama hentikan pemberian pakan. Pakan utama umumnya berupa pelet ikan yang mengandung protein hewani (30%), lemak (15%), karbohidrat (20%), dan vitamin. Kita juga harus pintar memilih di pasaran, pakan mana yang memenuhi seluruh standard kebutuhan nutrisi ikan lele. Sementara itu untuk pakan bibitan lele yang cukup kecil bisa diberikan pakan alami berupa fitoplankton (green water), kutu air, cacing kecil, dan jentik-jentik.
Di samping memberikan pakan utama, pemberian pakan pendamping juga diperlukan untuk menghemat biaya pengeluaran pakan. Umumnya pakan tambahan dapat berupa keong mas atau bangkai ayam. Sebelum diberikan pada ikan lele, terlebih dahulu cincang-cincang dagingnya sampai halus lalu berikan pada ikan lele. Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, paka tambahan tersebut tidak kalah nutrisinya dari pakan utama. Sehingga jika memberikan pakan tambahan pada ikan lele, maka porsi pakan utama harus dikurangi. Dalam pemberian pakan lele jangan sampai telat dan kurang, karena bisa memicu kanibalisme ikan lele besar yang bisa mengancam ikan lele yang lebih kecil. Sekian panduan lengkap budidaya dan bisnis ikan lele dari tim usahaternak, semoga bermanfaat dalam membantu mensukseskan bisnis ternak dan budidaya ikan lele anda. Bila ada yang masih kurang jelas bisa langsung ditanyakan. Jangan lupa juga berdoa agar bisnis anda semakin sukses dan berkembang. Salam ternak!
  • Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.
Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
  • Pengelolaan air

Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.
Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.
  • Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.
Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
  • Panen budidaya ikan lele

Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.
Baca Artikel Lainnya:

AKUAPONIK

AKUAPONIK

AKUAPONIK

AKUAPONIK
AKUAPONIK

Pengertian

Akuaponik merupakan salah satu cara mengurangi pencemaran air yang dihasilkan oleh budidaya ikan dan juga menjadi salah satu alternatif mengurangi jumlah pemakaian air yang dipakai oleh sistem budidaya.

Teknologi akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam rangka pemecahan keterbatasan air. Disamping itu teknologi akuaponik juga mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan.

Aquaponik yaitu memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan. Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi. Sistem teknologi akuaponik ini muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit, akuaponik yang merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran. Beberapa hal berkaitan dengan pemeliharaan ikan agar baik dalam teknologi akuaponik adalah sebagai berikut:

Jenis Ikan : Padat Tebar

* Ikan Mas : 10-200 ekor/m2
* Ikan Nila : 100-150 ekor/m2
* Ikan Gurame : 5-10 ekor/m2
* Ikan Lele : 100-150 ekor/m2
* Ikan Patin : 10-15 ekor/m2

Wadah Pemeliharaan

Wadah pemeliharaan ikan prinsipnya mempunyai pembuangan air yang dapat menyedot kotoran ikan ataupun sisa pakan yang digunakan untuk dialirkan kedalam bak filter misalnya dengan menggunakan ember – ember plastik ukuran 10-20 l atau papan kayu yang dibentuk menjadi seperti bak saluran air yang dilapisi plastik. luasan ember sebagai filter yang digunakan adalah 25% dari permukaan wadah pemeliharaan ikan seperti pada gambar. Sehingga air yang kotor menjadi bersih kembali. Medianya terdiri dari : batu kerikil atau batu apung lebih dianjurkan untuk digunakan karena jika memakai tanah maka seringkali jalannya air lebih terhambat karena tanah-tanah halus juga ikut hanyut dan menyumbat lubang pengeluaran

Sistem Resirkulasi

Secara ringkasnya dapat digambarkan sebagai berikut, air yang berasal dari wadah pemeliharaan ikan dialirkan dengan menggunakan pompa air ke filter yang juga berfungsi sebagai tempat untuk menanam tanaman, kemudian air yang sudah difilter tersebut dialirkan kembali kedalam kolam ikan dialirkan secara terus menerus, sehingga amoniak yang berada di kolam akan tersaring sampai 80 % oleh tanaman tersebut..jenis tanaman yang sudah dicoba dan berhasil cukup baik adalah kangkung, tomat, sawi dan fetchin atau pokchai. Karena media filter tidak menggunakan tahah maka agar tanaman dapat tumbuh baik perlu disemaikan dulu sampai bibit berumur 1-1,5 bulan baru siap dipindahkan pada sistem akuaponik dengan jarak tanam :

Jenis Tanaman – Jarak Tanam

* Kangkung – 10 cm
* Cabai – 40 cm
* Tomat – 40 cm
* Terong sayur – 40 cm

Baca Artikel Lainnya: