ITB Gunakan IT Pastikan Alumninya Sukses Seusai Lulus

ITB Gunakan IT Pastikan Alumninya Sukses Seusai Lulus

ITB Gunakan IT Pastikan Alumninya Sukses Seusai Lulus

ITB Gunakan IT Pastikan Alumninya Sukses Seusai Lulus
ITB Gunakan IT Pastikan Alumninya Sukses Seusai Lulus

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi perguruan tinggi pertama yang melakukan studi pelacakan alumni

– atau biasa disebut tracer study – pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Hal ini diantaranya bertujuan untuk memberikan umpan balik dan mengukur tingkat keberhasilan program Bidikmisi di perguruan tinggi, khususnya di ITB.

Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB Dr. Eng. Sandro Mihradi mengungkapkan, program Bidikmisi diluncurkan pemerintah sejak 2010 lalu, sebagai terobosan guna mengangkat masyarakat dari golongan ekonomi bawah agar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan, melalui pendidikan.

Pihaknya melakukan tracer study khususnya pada alumni Bidikmisi ITB angkatan 2010 sebagai angkatan pertama

program Bidikmisi dengan tujuan diantaranya untuk melihat tingkat keberhasilan program dengan cara mengukur profil alumni saat masih kuliah dan pada awal karir mereka setelah lulus.

“Kami melakukan tracer study pada alumni penerima beasiswa Bidikmisi guna melihat secara umum apakah program ini berhasil atau tidak? Dengan parameter-parameter tertentu, seperti berapa lama waktu studi mereka di ITB, berapa IPK rata-rata mereka, seberapa aktif mereka dalam organisasi kemahasiswaan, diperoleh bagaimana profil mereka saat masih kuliah. Kemudian dengan melacak bagaimana awal karir mereka setelah lulus, seperti apa pekerjaan utama mereka, berapa lama waktu tunggu sebelum mendapatkan pekerjaan pertama, berapa penghasilan rata-rata mereka, seberapa besar relevansi antara pekerjaan mereka saat ini dengan bidang ilmu yang dipelajari saat kuliah, diperoleh gambaran atau potret keberhasilan mereka saat ini. Secara umum dapat dikatakan program Bidikmisi ini berhasil,” tuturnya.

Jumlah responden alumni Bidikmisi angkatan 2010 dalam tracer study ini sebanyak 469 orang, atau sekitar 18%

dari keseluruhan responden tracer study ITB untuk angkatan 2010 (2651 orang) yang memiliki response rate sebesar 91%. Beberapa fakta menarik yang diperoleh dari tracer study ini diantaranya adalah IPK rata-rata mereka sebesar 3,31, lebih tinggi sedikit dibandingkan rata-rata mahasiswa non bidikmisi yang sebesar 3,26.

Kemudian untuk lama studi, sebanyak 56,72% lulus dalam waktu 4 tahun, sedikit lebih banyak dibandingkan mahasiswa non bidikmisi sebesar 55,16%. Kemudian juga diketahui bahwa saat masih kuliah, 63% mahasiswa Bidikmisi mencari penghasilan tambahan, dan 10,9% dari mereka masih menopang biaya hidup keluarganya.

Berdasarkan analisis awal karir mereka, sebanyak 68% lulusan memilih bekerja di perusahan dengan penghasilan rata-rata Rp 7,5 juta/bulan, kemudian 5% memilih berwirausaha dengan penghasilan sekitar Rp. 9,5 juta/bulan, 6% bekerja sambil berbisnis dengan penghasilan sekitar Rp. 7,2 juta/bulan, dan sebanyak 15% memilih melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kemudian sekitar 72% mengatakan pekerjaan yang mereka jalani sesuai dengan bidang ilmu yang mereka pelajari saat kuliah.

Jika melihat dari rata-rata penghasilan per bulannya, diharapkan para alumni Bidikmisi ini bisa ikut mengangkat kehidupan keluarganya, seperti membantu adik atau kakaknya, orang tuanya, dan keluarga dekatnya, sehingga jika dilihat secara makro, efeknya akan signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan masyarakat,” ujar Sandro.

Ia menyebutkan, ada sekitar 10% mahasiswa Bidikmisi yang menggunakan sebagian dana beasiswanya untuk membantu keluarga. Hal ini cukup mengejutkan jika mengingat jumlah dana beasiswa dari pemerintah terbatas, yaitu Rp 1 juta/bulan/mahasiswa, dimana perguruan tinggi dapat mengambil maksimal 40% dari dana beasiswa tersebut untuk SPP, dan sisanya untuk biaya hidup mahasiswa. Mengingat standard hidup di kota besar seperti Bandung terbilang tinggi, maka ITB hanya memotong sebesar Rp. 50.000 saja untuk biaya pendidikan, sedangkan Rp. 950.000 diberikan pada mahasiswa untuk biaya hidup.

Dengan jumlah tersebut, Sandro menilai bahwa dana beasiswa yang diperoleh mahasiswa Bidikmisi masih dibawah standard kehidupan layak saat ini, khususnya di kota besar. Untuk meringankan beban mahasiswa Bidikmisi, ITB menganggarkan Rp 1 Miliar per tahun untuk voucher makan mahasiswa Bidikmisi yang dapat digunakan di kantin-kantin kampus.

 

Baca Juga :

Sejumlah Guru Ingin Pemimpin Berikutnya Lebih Pro Pendidikan

Sejumlah Guru Ingin Pemimpin Berikutnya Lebih Pro Pendidikan

Sejumlah Guru Ingin Pemimpin Berikutnya Lebih Pro Pendidikan

Sejumlah Guru Ingin Pemimpin Berikutnya Lebih Pro Pendidikan
Sejumlah Guru Ingin Pemimpin Berikutnya Lebih Pro Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan

, saat ini ada keresahan dari sejumlah guru terkait penggantian kepala daerah. Sebab, menurutnya setiap kepala daerah memiliki kebijakan yang berbeda pula.

Tadi ada yang nanya TPP (tunjangan profesi pendidik) jangan hilang saat berganti pemimpin,” ujarnya usai memberikan materi seminar di STIE PGRI Kota Sukabumi, Sabtu (17/3).

Sebab, para guru saat ini mendapatkan banyak bantuan dari pemerintahan saat ini

. Sehingga para guru ingin pemimpin yang baru masih atau melanjutkan kebijakan yang sudah ada. “Hasil kebijakan saat ini, TPP honor non PNS Rp85ribu. Padahal di provinsi lain tidak sampai sebesar di Jawa Barat,” ucapnya.

Mereka menginginkan penggantian kepemimpinan di Jawa Barat ini tetap melanjutkan kebijakan yang baik

di dalam pendidikan. Khususnya dalam mencerdaskan dan memberikan keahlian bagi anak didik di Jawa Barat. “Fokus anak kita di Jabar bisa cerdas dan punya keahlian,” ungkapnya

Sehingga, ganti rezim, tidak brrganti kebijakan. Sebab halbtersebut banyak membuang energi dan waktu. “Kebijakan yang ada tinggal diperkuat saja,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/

Generasi Muda Harus Pelajari Peradaban Islam

Generasi Muda Harus Pelajari Peradaban Islam

Generasi Muda Harus Pelajari Peradaban Islam

Generasi Muda Harus Pelajari Peradaban Islam
Generasi Muda Harus Pelajari Peradaban Islam

Islam telah meletakkan pondasi peradaban dunia. Untuk itu, generasi muda Islam

harus bisa memahami peradaban Islam dan bisa mengambil nilai-nilai positif untuk membangun bangsa Indonesia.

Begitu kata Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Minhajurrasyidin (STAIMI) Lubang Buaya, Sudarsono, saat membuka kuliah umum di kampus yang berada Lubang Buaya, Pondokgede itu, Kamis (8/3).

“Generasi muda harus mempelajari sejarah, terutama sejarah Islam,”

harapnya di hadapan peserta kuliah umum.

Sejurus dengan itu, Ketua Yayasan Minhajurrasyidin Jenderal Polisi (Pur) Nur Faizi dalam sambutannya berharap STAIMI Lubang Buaya menjadi perguruan tinggi yang unggul, sehingga lulusannya menjadi sarjana yang profesional dan relegius.

“Cita-cita STAIMI, menjadi kampus yang bukan sekadar universitas kebanyakan, tetapi akan menjadi kampus yang unggul dan modern,” kata mantan Dubes Mesir itu.

Kuliah umum ini diisi oleh Guru Besar UIN Syarif Kasim, Riau, Ahmad Mujahidin

yang memaparkan tentang tema Simpul-simpul Peradaban Islam”. Ahmad Mujahidin menjelaskan bahwa Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur masalah ibadah kepada Allah saja.

“Tetapi juga aspek ibadah muamalah dan bahkan sampai politik,” tukasnya

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/sejarah-radiologi/

Nikmati Kopi Bandung Timur di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

Nikmati Kopi Bandung Timur di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

Nikmati Kopi Bandung Timur di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

Nikmati Kopi Bandung Timur di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan
Nikmati Kopi Bandung Timur di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

Depok, Kemendikbud — Berbicara kopi, harus diakui bahwa Indonesia

merupakan negara penghasil kopi nikmat yang beragam. Salah satunya kopi dari Palintang, Bandung Timur, Jawa Barat, yang kini dinikmati oleh masyarakat lokal ataupun mancanegara.

Kopi jenis arabika itu dapat dinikmati pada ajang tahunan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 kali ini. Stan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Bandung menyajikan berbagai olahan kopi terbaik tersebut.

Salah satu siswa SMKN 9 Bandung, King menyebutkan, olahan kopi y

ang disediakan mulai dari espresso chill, coffee latte, cappucino, dan lainnya. “Secangkir kopi hanya dijual Rp 15 ribu, khusus harga pameran,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (5/2/2018).

Tidak hanya olahan kopi saja, pada stan tersebut juga menyajikan berbagai olahan roti dan kue yang lezat. Berbagai produk itu disajikan secara modern dan bercita rasa tinggi.

Berbagai produk unggulan pendidikan vokasi di Indonesia dihadirkan

dalam Pameran RNPK 2018. Mulai dari produk kriya, tekstil, kecantikan, dan lainnya dipamerkan dalam Pameran RNPK 2018 yang diselenggarakan hingga Rabu, 7 Februari 2018. (Agi Bahari)

 

Baca Juga :

 

 

SMK Agrobisnis Pamer Produk di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

SMK Agrobisnis Pamer Produk di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

SMK Agrobisnis Pamer Produk di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

SMK Agrobisnis Pamer Produk di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan
SMK Agrobisnis Pamer Produk di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

Depok, Kemendikbud — Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK)

yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi ajang unjuk kebolehan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satunya SMK yang berpartisipasi dalam pameran di RNPK 2018 adalah SMK Negeri 2 Metro, Lampung, SMK bidang keahlian agrobisnis. SMK ini membawa sekitar 250 bibit dari 12 jenis tanaman buah untuk dipamerkan, seperti durian, kelengkeng, mangga madu, nangka mini, cempedak, dan jambu kristal merah.

Rizky Eka Ramadhani, siswa kelas XII SMKN 2 Metro menjadi salah satu peserta pameran mewakili sekolahnya. Ia mengatakan, tanaman yang menjadi sekolahnya adalah bibit kelengkeng sapu jari. “Pohon kelengkeng ini lebih cepat berbuah hanya dengan ditanam dalam waktu satu tahun. Tinggi pohonnya juga relatif rendah, yaitu hanya sekitar dua sampai tiga meter saja,” ujar Rizky. Ia menambahkan, buah kelengkeng yang dihasilkan itu lebih manis, biji kecil dan daging buah yang tebal.

Tidak hanya membawa bibit tanaman buah saja, untuk pameran RNPK 2018, SMKN 2 Metro

Lampung juga membawa buah-buahan hasil panennya. Ada tujuh jenis buah yang dibawa, yaitu mangga, durian, cempedak, manggis, nangka, jambu kristal dan jambu biji merah.

Olahan hasil pertanian juga dipamerkan pada stannya, seperti keripik buah nangka, kripik singkong, serbuk minuman jahe, telur bebek, bandeng presto, nata de coco, dan nugget ikan. Semua olahan dilakukan oleh siswa jurusan Teknik Hasil Pertanian (THP). Produk olahan yang menjadi unggulan adalah nata de coco, karena mereka menggunakan limbah air kelapa sebagai bahan utama pembuatan nata de coco. Semua produk olahan dijual dan dipasarkan ke masyarakat sekitar sekolah sampai pasar lokal.

Beberapa sekolah lainnya yang mengikuti pameran bidang agrobisnis di RNPK 2018

ntara lain SMKN 1 Pacet Cianjur, SMKN 9 Kota Bandung, dan IHS (International Hotel Management School) Solo. Mereka menampilkan produk unggulan sekolahnya dalam pameran yang diselenggarakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 5 s.d. 8 Februari 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) pegawai Kemendikbud, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Selain agrobisnis, bidang keahlian SMK lain yang juga hadir di pameran RNPK 2018 adalah tata boga, tekstil, kecantikan, otomotif, pariwisata, teknologi informatika, kemaritiman, kriya kayu, logam, budaya, dan literasi. (Prima Sari/Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d2e2d6f018e0d73cd7336bf/

Mahasiswa Daerah 3T Terima Beasiswa Nusantara Cerdas Kemendikbud-BRI

Mahasiswa Daerah 3T Terima Beasiswa Nusantara Cerdas Kemendikbud-BRI

Mahasiswa Daerah 3T Terima Beasiswa Nusantara Cerdas Kemendikbud-BRI

Mahasiswa Daerah 3T Terima Beasiswa Nusantara Cerdas Kemendikbud-BRI
Mahasiswa Daerah 3T Terima Beasiswa Nusantara Cerdas Kemendikbud-BRI

Jakarta, Kemendikbud — Sebanyak 25 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi negeri (PTN)

menerima Beasiswa Nusantara Cerdas (BNC) tahun 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Penerima BNC merupakan mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Tahun ini BNC memasuki tahun yang kelima, dengan total mahasiswa penerima sebanyak 119 orang.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kemendikbud, Suharti mengatakan, seleksi mahasiswa penerima BNC ini dilakukan bersama oleh Kemendikbud dan BRI. Beberapa kriteria penilaian antara lain prestasi akademik, kondisi ekonomi keluarga, dan asal daerahnya yang dari daerah 3T. Suharti juga berharap, mahasiswa penerima BNC bisa berprestasi secara akademik maupun non-akademik, yaitu dengan aktif berorganisasi.

“Jangan hanya urusan akademik saja tanpa ada networking atau kemampuan berorganisasi,

sehingga tidak mengembangkan diri untuk kepemimpinan,” kata Suharti saat Malam Inaugurasi Beasiswa Nusantara Angkatan IV di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (30/1/2018). Ia juga berharap penerima BNC dapat menjadi lulusan terbaik dan menjadi SDM unggul sebagai tenaga kerja andal maupun sebagai pencipta lapangan pekerjaan.

Direktur Hubungan Kelembagaan PT BRI, Sis Apik Wijayanto mengatakan, BRI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki kewajiban untuk ikut mencerdaskan bangsa, salah satunya dengan menganggarkan beasiswa untuk mahasiswa sebagai wujud peduli lingkungan. “BRI sebagai BUMN akan terus memperhatikan bagaimana meningkatkan kesejahteraan bangsa bagi mahasiswa,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa penerima BNC, Ridho Fernanda menuturkan, proses seleksi

yang dijalaninya untuk mendapatkan beasiswa cukup ketat. Tahap pertama adalah seleksi berkas, termasuk Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3,00. Setelah seleksi berkas dinyatakan lulus, Ridho menjalani seleksi tahap wawancara. Mahasiswa semester IV Jurusan Teknik Informatika di Universitas Mataram itu merasa bersyukur berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Nusantara Cerdas Kemendikbud-BRI.

“Ini adalah sebuah langkah untuk memajukan Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa, akrena salah satu aset negara yang penting adalah SDMnya,” tutur Ridho.

Beasiswa Nusantara Cerdas Kemendikbud-BRI sudah berjalan sejak tahun 2010. Pada awalnya, beasiswa ini bernama Beasiswa Putra Papua. Hingga saat ini BNC sudah memasuki tahun kelima dengan total penerima 119 orang. Beasiswa yang diberikan berupa biaya pendidikan at cost dari Kemendikbud, dan biaya hidup, asuransi eksehatan, serta laptop dari BRI. Sebanyak 15 PTN yang bekerja sama dengan Kemendikbud dan BRI untuk beasiswa ini antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Intitutut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Surabaya (ITB). (Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://ejournal.upi.edu/index.php/WapFi/comment/view/15816/0/115984

 

 

 

Pengertian Wawasan Nusantara Sebagai Negara Kepulauan

Pengertian Wawasan Nusantara

Pengertian Wawasan Nusantara Sebagai Negara Kepulauan

Pengertian Wawasan Nusantara

Pengertian Wawasan Nusantara

Menurut Prof.Dr. Wan Usman

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah air nya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

Menurut Kel. Kerja LEMHANAS 1999

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Menurut Ketetapan  MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Dari berbagai pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Perbatasan Negara Indonesia, Darat Maupun Laut Dengan Negara Lain

Indonesia memiliki wilayah perbatasan dengan 10 negara, baik perbatasan darat maupun perbatasan laut. Batas darat wilayah Republik Indonesia bersinggungan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea, dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik  berbeda-beda. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua New Guinea.
Di antara wilayah-wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga, terdapat 92 pulau-pulau kecil. Ada 12 pulau-pulau kecil yang menjadi prioritas pengelolaan karena mempunyai nilai yang sangat strategis dari sisi pertahanan keamanan dan kekayaan sumber daya alam. 12 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) tersebut adalah Pulau Rondo di NAD, Pulau Berhala di Sumatera Utara, Pulau Nipa dan Sekatung di Kepulauan Riau, Pulau Marampit, Pulau Marore dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara, Pulau Fani, Pulau Fanildo dan Pulau Brass di Papua, serta Pulau Dana dan Batek di Nusa Tenggara Timur.
Kawasan-kawasan perbatasan tersebut memegang peranan penting dalam kerangka pembangunan nasional. Kawasan perbatasan dalam perkembangannya berperan sebagai beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan cermin diri dan tolok ukur pembangunan nasional. Kedudukannya yang strategis menjadikan pengembangan kawasan perbatasan  salah satu prioritas pembangunan nasional.

Indonesia Sebagai Negara Kepulauan dan Arti Kepulauan Bagi Bangsa Indonesia

Jauh sebelum masa kemerdekaan, Indonesia ternyata sudah dikenal dunia sebagai sebagai Bangsa yang memiliki Peradaban maritim maju. Bahkan, bangsa ini pernah mengalami masa keemasan pada awal abad ke-9 Masehi. Sejarah mencatat bangsa Indonesia telah berlayar jauh dengan kapal bercadik. Dengan alat navigasi seadanya, mereka telah mamapu berlayar ke utara, lalu ke barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar dan berlanjut ke timur hingga Pulau Paskah. Dengan kian ramainya arus pengangkutan komoditas perdagangan melalui laut, mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar.

Puncak kejayaan maritim nusantara terjadi pada masa Kerajaan Majapahit (1293-1478). Di bawah Raden Wijaya, Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit berhasil menguasai dan mempersatukan nusantara. Pengaruhnya bahkan sampai ke negara-negara asing seperti Siam, Ayuthia, Lagor, Campa (Kamboja), Anam, India, Filipina, China. Kilasan sejarah itu tentunya memberi gambaran, betapa kerajaan-kerajaan di Nusantara dulu mampu menyatukan wilayah nusantara dan disegani bangsa lain karena, paradigma masyarakatnya yang mampu menciptakan visi Maritim sebagai bagian utama dari kemajuan budaya, ekonomi, politik dan sosial. Tentu saja, Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwasannya Sriwijaya dan Majapahit pernah menjadi kiblatdi bidang maritim, kebudayaan, dan agama di seluruh wilayah Asia. perubahan orientasi pembangunan nasional Indonesia ke arah pendekatan maritim merupakan suatu hal yang sangat penting dan mendesak. Wilayah laut harus dapat dikelola secara profesional dan proporsional serta senantiasa diarahkan pada kepentingan asasi bangsa Indonesia. Beberapa fungsi laut yang harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kebijakan-kebijakan berbasis maritim adalah; laut sebagai media pemersatu bangsa, media perhubungan, media sumberdaya, media pertahanan dan keamanan sebagai negara kepulauan serta media untuk membangun pengaruh ke seluruh dunia.

Oleh karena itu, sebagai suatu langkah yang konkrit, dibutuhkan semangat yang konsisten dan kerja-kerja nyata demi mengembalikan kejayaan maritim bangsa Indonesia. Tentunya, juga diperlukan suatu gerakan moral untuk terus mengumandangkan semangat maritim ini pada semua lapisan masyarakat Indonesia untuk kembali menyadari keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sebuah gerakan yang berintegritas tinggi untuk mengembalikan kejayaan indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia.

Beberapa Kondisi Yang Membahayakan Keutuhan Wilayah Indonesia Khususnya Yang Terjadi Pada Pulau-pulau Terluar

Republik Indonesia adalah Negara kepulauan berwawasan nusantara, sehingga batas wilayah di laut harus mengacu pada UNCLOS (United Nations Convension on the Law of the Sea) 82/ HUKLA (Hukum laut) 82 yang kemudian diratifikasi dengan UU No. 17 Tahun 1985. Indonesia memiliki sekitar 17.506 buah pulau dan 2/3 wilayahnya berupa lautan.

Dari 17.506 pulau tersebut terdapat Pulau-pulau terluar yang menjadi batas langsung Indonesia dengan negara tetangga. Berdasarkan hasil survei Base Point atau Titik Dasar yang telah dilakukan DISHIDROS TNI AL, untuk menetapkan batas wilayah dengan negara tetangga, terdapat 183 titik dasar yang terletak di 92 pulau terluar, sisanya ada di tanjung tanjung terluar dan di wilayah pantai. Dari 92 pulau terluar ini ada 12 pulau yang harus mendapatkan perhatian serius.

Dalam Amandemen UUD 1945 Bab IX A tentang Wilayah Negara, Pasal 25A tercantum Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. Di sini jelas disebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan berwawasan nusantara, sehingga batas wilayah di laut harus mengacu pada UNCLOS (United Nations Convension on the Law of the Sea) 82/ HUKLA (Hukum laut) 82 yang kemudian diratifikasi dengan UU No. 17 Tahun 1985.

Dampak dari ratifikasi Unclos ini adalah keharusan Indonesia untuk menetapkan Batas Laut Teritorial (Batas Laut Wilayah), Batas Zone Ekonomi Ekslusif (ZEE) dan Batas Landas Kontinen. Indonesia Adalah negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.506 buah pulau dan 2/3 wilayahnya berupa lautan. Dari 17.506 pulau tersebut terdapat pulau-pulau terluar yang menjadi batas langsung Indonesia dengan negara tetangga.

Artikel terkait :

Pengertian Perekonomian Secara Umum Dan Di Indonesia

Pengertian Perekonomian

Pengertian Perekonomian Secara Umum Dan Di Indonesia

Pengertian Perekonomian

Pengertian Perekonomian

Kehidupan manusia tidaklah pernah lepas dari kata ekonomi. Baik itu untuk dirinya, keluarganya, bahkan orang lain sekalipun. Tapi, banyak sekali orang yang berpikiran bahwa obrolan ekonomi hanya seputaran tentang uang, uang, dan uang. Padahal dalam kenyataan yang dialami semua orang, uang bukanlah satu-satunya obrolan mengenai ekonomi. Contoh lain yang berkaitan dengan ekonomi yang paling dekat saja misalnya pelaku ekonomi itu sendiri yaitu anda atau kita perorangan. Bagaimanakah sifat kita sebagai pelaku ekonomi ? Apa yang menyebabkan seorang manusia melakukan transaksi ? Pertanyaan-pertanyaan seperti diatas akan terjawab dari satu jenis materi yaitu ilmu ekonomi.

Menurut penulis, ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana perilaku seorang manusia sebagai makhluk yang serba terbatas untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan yang tidak terbatas. Tidak terbatasnya keinginan membuat manusia harus bisa memilih mana yang akan dilakukan untuk kehidupan yang lebih baik. Keputusan untuk memilih inilah yang sering kali menimbulkan banyak keraguan sebab disetiap pilihan yang diambil harus ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Perilaku dalam memilih seperti inilah yang harus dipelajari manusia.

Kelangkaan (Scarcity). Keterbatasan kita sebagai manusia menyebabkan hal-hal yang ada terasa langka. Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas, tempat, dan waktu. Sesuatu tidak akan langka kalau jumlah (kuantitas) yang tersedia sesuai dengan kebutuhan, berkualitas baik, tersedia dimana saja (disetiap tempat) dan kapan saja dibutuhkan (waktu).

Pilihan-pilihan (Choices). Manusia tidak pernah merasa puas dengan semua yang telah mereka miliki. Apabila keinginan sebelumnya sudah terpenuhi, maka keinginan yang lain akan muncul. Terbatasnya sumber daya yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan atau keinginan, menyebabkan manusia harus menentukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif. Ada juga pilihan yang sangat kompleks (sulit). Misalnya, mana yang didahulukan antara sekolah yang tinggi atau cepat-cepat bekerja.

Biaya Kesempatan (Opportunity Cost). Ilmu ekonomi memandang manusia sebagai makhluk rasional. Pilihan yang dibuatnya berdasarkan pertimbangan untung rugi, dengan membandingkan biaya yang harus dikeluarkan dan hasil yang akan diperoleh. Biaya yang dimaksudkan dalam konsep ilmu ekonomi (economic cost) berbeda dengan konsep biaya akuntansi (accounting cost).

Bagi seorang akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu. Ekonom melihat dari sudut pandang yang lebih luas, yaitu alternatif penggunaan uang sebesar jumlah yang ada untuk membeli suatu barang. Alternatif yang lebih umum adalah menyimpannya dalam deposito berjangka. Dengan bunga yang ada, nantinya diakhir tahun uang yang didepositokan akan bertambah sesuai dengan bunga yang telah disepakati sebelumnya.

Konsep ini adalah biaya kesempatan (opportunity cost), yaitu kesempatan yang hilang karena kita telah memilih alternatif lain. Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihannya. Secara rinci, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber daya-sumber daya yang langka (dengan dan tanpa uang), dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya. (Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, 2002: Pengantar Ilmu Ekonomi). (Evelyne Fadilatun Nadira Piliang)

Perekonomian di indonesia

Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat ini.salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.

Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi,” kata Darmin.

Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.

Kondisi Perekonomian Indonesia Dilihat dari PDB

Pendapat Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini menempati urutan ke-18 dari 20 negara yang mempunyai PDB terbesar di dunia. Hanya ada 5 negara Asia yang masuk ke dalam daftar yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Kelima negara Asia tersebut adalah Jepang (urutan ke-2), Cina (urutan ke-3), India (urutan ke-11), Korea Selatan (urutan ke-15).

Indonesia yang kini mempunyai PDB US$700 miliar, boleh saja bangga. Apalagi, dengan pendapatan perkapita yang mencapai US$3000 per tahun menempatkan Indonesia di urutan ke-15 negara-negara dengan pendapatan perkapita yang besar.

Ketahanan pada Aspek Ekonomi

Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat,yang meliputi produksi,distribusi,serta konsumsi barang dan jasa dan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bengsa yangberisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta segala tantangan, ancaman,hambatan,serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara RI berdasarkan Pancasila dan UUD1945. Pembangunan ekonomi diarahkan pada mantapnya ketahanan ekonomi melalui iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan hidup serta meningkatnya daya saing dalam lingkup per ekonomian global.

Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi yang diinginkan memerlukan pembinaan berbagai
hal,yaitu antara lain :

  • 1. Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejah teraan yang adil dan merata di seluruh wilayah nusantara melalui ekonomi kerakyatan serta untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  • Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan :
    a. Sistem free fight liberalsm yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak memungkinkan berkembangnya ekonomi kerakyatan.
    b. Sistem etatisme,dalam arti negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
    c. pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang meugi kan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
  •  Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam kesela
    rasan dan keterpaduan antara sektor pertanian dan perindustrian serta jasa.
  • Pembangunan ekonomi yang merupakan usaha bersama atas dasr asa kekeluargaan diba wah pengawasan anggota masyarakat,memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
  • Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasi-hasilnya senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antarsektor.
    6. Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis untuk mempertahan kan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila

Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila

Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah pendidikan pancasila, dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara, dengan cara mendiskusikannya diantara mereka, untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar-dasar yuridis tujuan pendidikan nasional, pendidikan pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari perkuliahan pendidikan pancasila.

Pancasila Dalam Kontek Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX, serta perjuangan nasional. Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi, kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945, kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara, serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945.

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Memberikan dasar-dasar ilmiah pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. Untuk memahami dasar kesatuan perlu didasari oleh pengertian teori sistem.

Pancasila Sebagai Etika bangsa

Proses pembelajaran mahasiswa diharappkan untuk memahami dan mengahayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis. Berikutnya menjelaskan pengetian etika politik dan berdasarkan rincian nilai-nilai yang bterkandung di dalam pancasila, agar mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk menerapkan norma-norma etika yang terkandung dalam pancasila dalam kehidupan keraryaan, kemasyarakatan, kenegaraan.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Mahasiswa dapat menjelaskan ideologi umum menjelaskan makna ideology bagi bangsa dan negara. Menjelaskan pengertian macam-macam ideologi yang meliputi ideologi terbuka, ideologi tertutup, ideologi komperehensif dan ideologi partikular.

Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan Indonesia

Mahasiswa juga diharapkan juga untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945, pembukaan sebagai “staasfundamentalnom”, menjelaskan hubungan UUD 1945 dengan pancasila dan pasal-pasal UUD 1945.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Wow, Muncul Wacana Kepala Sekolah Dilarang Mengajar, Kok Bisa

Wow, Muncul Wacana Kepala Sekolah Dilarang Mengajar, Kok Bisa

Wow, Muncul Wacana Kepala Sekolah Dilarang Mengajar, Kok Bisa

Wow, Muncul Wacana Kepala Sekolah Dilarang Mengajar, Kok Bisa
Wow, Muncul Wacana Kepala Sekolah Dilarang Mengajar, Kok Bisa

Kepala sekolah diminta lebih fokus memajukan sekolah

. Pekerjaan sebagai kepala sekolah tidak boleh dibuat sebagai pekerjaan sampingan.

“Selama ini jabatan kepala sekolah banyak dijadikan sebagai sampingan. Tugas utamanya mengajar,” kata Muhadjir di Malang, Jawa Timur seperti dilansir dari Harian Jogja, Senin (28/8/2017).

Muhadjir mengatakan ke depan kepala sekolah tidak diperkenankan mengajar.

 

“Boleh mengajar asalkan ada guru yang absen atau hanya menggantikan sementara. Jadi tidak menjadi tugas utama kepala sekolah,” tutur dia.

Kepala sekolah merupakan manajer sebuah sekolah. Di luar negeri tugas utamanya adalah membuat konsep memajukkan sekolah menjadi lebih baik.

Ia mengatakan setiap sekolah di Indonesia adalah pusat manajemen pendidikan. Tugas mengubah menajemen ada pada kepala sekolah sebagai manajer.

“Wilayah Malang Raya ini bisa menjadi contoh untuk mulai mengubah tugas kepala sekolah.

Tujuannya setiap sekolah bisa maju,” kata dia.

Muhadjir berharap dengan lebih fokus pada tugas utama sebagai kepala sekolah, setiap sekolah menjadi lebih maju karena ada yang memikirkan konsep kemajuan sekolah. “Kepala sekolah yang memegang penuh kendali maju atau tidaknya sekolah. Menjadi kepala sekolah penting untuk membuat ide kreatif demi kemajuan sekolah,” tutur dia.

Muhadjir mencontohkan sebuah sekolah bisa bekerja sama dengan Babinsa untuk mengajarkan baris-berbaris di sekolah. Sekolah juga bisa mengambil penari untuk memberi pelajaran menari.

“Jadi guru di sekolah tidak harus dituntut bisa di semua bidang. Namun, melalui kepala sekolah bisa diatur ide-ide kreatif melalui kerja sama dengan semua pihak,” kata dia.

 

Baca Juga :