SEJARAH BANGSA INDONESIA

SEJARAH BANGSA INDONESIA

SEJARAH BANGSA INDONESIA
SEJARAH BANGSA INDONESIA

Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928.

pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.

Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda

merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.

Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).

Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II

tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.

Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu

dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.

Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara

bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.

Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).

Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan

bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. (from: berbagai sumber)

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Emil Salim 

Menurut Emil Salim, lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Definisi lingkungan hidup menurut Emil Salim dapat dikatakan cukup luas. Apabila batasan tersebut disederhanakan, ruang lingkungan hidup dibatasi oleh faktor-faktor yang dapat dijangkau manusia, misalnya faktor alam, politik, ekonomi dan sosial.

Soedjono 

Soedjono mengartikan lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani. Menurut definisi Soedjono, lingkungan hidup mencakup lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya.

Munadjat Danusaputro 

Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.

Otto Soemarwoto 

Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati dan mempengaruhi kehidupan kita. Menurut batasan tersebut secara teoritis ruang yang dimaksud tidka terbatas jumlahnya. Adapun secara praktis ruang yang dimaksud selalu dibatasi menurut kebutuhan yang dapat ditentukan.

Sambas Wirakusumah 

Lingkungan merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.

Definisi mengenai lingkungan hidup tidak hanya datang dari para ahli, tetapi definisi tersebut dituangkan pula dalam undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam undang-undang ini, lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan, dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.

Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan hiduplah yang mempengaruhi mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Manusia hendaknya menyadari kalau alamlah yang memberi kehidupan dan penghidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sumber: https://sel.co.id/

54 Guru TKJ se-Jawa Barat Mengikuti Workshop Pembuatan Mini ISP

54 Guru TKJ se-Jawa Barat Mengikuti Workshop Pembuatan Mini ISP

 

54 Guru TKJ se-Jawa Barat Mengikuti Workshop Pembuatan Mini ISP

Guru Teknik Komputer Jaringan

Sebanyak 54 Guru Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK se-Jawa Barat mengikuti Workshop Pengembangan Model Pembelajaran Kejuruan Teaching Factory Mini ISP yang dilaksanakan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) Bandung. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TKJ se-Jawa Barat dan berlangsung selama tiga hari, 22-24 Januari 2019. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru agar mampu berinovasi di bidang ilmu yang ditekuni.

Ke-54 guru tersebut terdiri dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Selain MGMP TKJ

kegiatan tersebut didukung oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat dan lima perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, yakni Skyline, Asus, PT Ruijie Networks, Wahana Piranti Teknologi, dan HP.

Ketua MGMP TKJ Provinsi Jawa Barat

Rudi Haryadi mengatakan, workshop tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksankan setiap tahun. Selain menjadi sarana silaturahmi antar sesama guru, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkan inovasi guru

“Ini juga merupakan ajang bagi guru TKJ untuk saling bertukar pikiran, sharing, dan dapat menghasilkan inovasi yang bisa diaplikasikan dalam proses pembelajaran,” tutur Rudi saat ditemui di P4TK BMTI, Rabu, (23/1/2019/).

Dia pun menjelaskan, pembelajaran yang berorientasi pada produk adalah fokus utama dari program revitalisasi SMK

Sehingga teaching factory menjadi titik fokus dalam workshop kali ini. “Kita bangun inovasi yang didalamnya berkolaborasi dengan industri, sehingga hasilnya dapat dijalankan di sekolah,” tutur Guru SMKN 1 Cimahi tersebut.

Mini ISP

Rudi pun mengatakan, teaching factory dalam workshop kali ini adalah pembuatan miniatur internet service provider (mini ISP) yang pada saat ini banyak dibutuhkan di masyarakat. Bekejasama dengan SMKN 1 Kawali yang sudah menjadi pelopor pembuatan mini ISP, dia berharap satuan pendidikan lain mampu mengembangkannya dan mampu mencetak siswa yang siap terserap di dunia industri sesuai dengan bidang keahlian yang mereka tekuni.

“Objek pembelajaran TKJ itu banyak, tapi sekarang kita siapkan di bidang ISP, guna menyiapkan siswa agar kompeten di bidang kerjanya,” tambahnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh instruktur workshop, Dian Sediana. Ketua Program Studi (Kaprodi) TKJ SMKN 1 Kawali tersebut menjelaskan, pengembangan ISP telah menjadi komoditas yang dapat diaplikasikan langsung di masyarakat. “Di workshop ini, kita jelaskan semuanya, dari mulai pengaturan jaringan hingga pelayanan terhadap klien,” tuturnya.

Dengan menciptakan mini ISP, masih menurut Dian, bertujuan agar produk ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi siswa di dalam kelas, karena bentuknya dibuat menjadi kecil atau miniatur. “Jadi fungsi dan komponennya sama, hanya bentuk saja yang dibuat lebih kecil,” tambahnya.

Sinergitas

Kepala Divisi Pendidikan PT. Skyline, Leo Ardhitya mengatakan, pihaknya selalu berupaya bersinergi dengan SMK yang sesuai dengan bidang perusahaannya. Sehingga, langkah tersebut merupakan usaha pihak industri untuk meningkatkan serta mewadahi kompetensi yang dimiliki siswa SMK.

Selain itu, Leo juga mengatakan, ketimpangan standar kompetensi di sekolah dan di industri menjadi salah satu masalah yang mengakibatkan Kompetensi siswa SMK tak terserap dengan baik. “Ini adalah upaya kita untuk memberi kontribusi dan perhatian di bidang pendidikan, agar Kompetensi siswa sesuai dengan kompetensi yang diterapkan industri. Saya yakin siswa SMK memiliki kompetensi yang mumpuni,” ujarnya.

 

Artikel Terkait:

Sawala Gubernur Jabar Bersama Akademisi Unpad

Sawala Gubernur Jabar Bersama Akademisi Unpad

Sawala Gubernur Jabar Bersama Akademisi Unpad

Gubernur Provinsi Jawa Barat

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil telah meluncurkan program 100 hari Jabar Juara Lahir Batin. Pemerintah siap mewujudkan beberapa program Quick Wins 2018 yang ditandai dengan sejak terpilihnya, 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih 2018-2023. Beberapa program tersebut berhasil dibahas dalam diskusi Sawala Gubernur Jawa Barat Dengan Akademisi Universitas Padjajaran, yang bertempat di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Jumat (25/1/19).

Salah satu bahasan yang paling banyak dibicarakan adalah One Village One Company

Sebuah program yang mana penguatan lembaga ekonomo di desa sehingga mandiri dalam mengelola dan medayagunakan potesi desa. Program ini ditunjukan untuk membangun desa dan memberdayakan masyrakat desa.

Selain itu

dalam kegiatan kali ini para akedemisi yang berada di dalam jajaran Universitas Padjajaran diperbolehkan untuk memberikan masukan atau insiatif tersendiri untuk kemajuan Jawa Barat. Diantaranya, membahas komoditas hasil pertanian dan perkebunan di daerah, meningkatkan seni budaya Sunda, serta mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat.

“Hal yang saya harapkan usai diskusi ini, kami bisa membuat dokumen dengan mengumpulkan semua beberapa masukan dari audiens(akedemisi). Berikan kami informasi dan data-data terstruktur serta diakhirnya bisa kami kaji dan wujudkan,” ujar Emil saat menjawab pertanyaan dari audiens.

Ridwan Kamil

Lebih lanjut, Ridwan Kamil mengatakan sangat perlu campur tangan para akedemisi dalam keberlangsungan Jabar Juara.  Salah satunya, kebutuhan hasil penelitian mahasiswa  mengenai problematika di Jawa barat.

“Penelitian harus berguna bagi kehidupan bermasyarakat. Salah satu faktor keberhasilan percepatan pembangunan adalah kolaborasi pada pemerintahan pada pendidikan,” katanya.

 

Sumber: https://pengajar.co.id/

Pengertian Penalaran Adalah

Pengertian Penalaran Adalah

Pengertian Penalaran Adalah
Pengertian Penalaran Adalah

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Jenis- jenis metode Penalaran:

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Jenis penalaran dengan metode induktif:

1.Generalisasi
2. Analogi
3. Sebab-akibat (kausalitas)
Contoh penalaran induktif:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
Jika dipanaskan, logam memuai.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung, yaitu:
1. Silogisme Kategorial
2. Silogisme Hipotesis
3. Silogisme Alternatif
4. Entimen.

Contoh penalaran deduktif:

Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Danu adalah manusia (premis minor)
Danu pasti mati (kesimpulan).

 

Sumber : https://dosen.co.id/

Ikuti Bandung Historical Study Games untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum

Ikuti Bandung Historical Study Games untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum

Ikuti Bandung Historical Study Games untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum

BANDUNG, DISDIK JABAR

Kementrian Luar Negeri (Kemlu) bersama Sahabat Museum Konfrensi Asia Afrika akan menggelar kembali acara rutin tahunannya BHSG (Bandung Historical Study Games) dalam rangka memperingati 63 tahun Konfrensi Asia Afrika pada Sabtu 21 April 2018 mendatang.

BHSG

BHSG ini adalah sebuah kegiatan pembelajaran sejarah dalam bentuk permainan yang bersifat edukatif dan rekreatif yang bertujuan mengedukasi, mengenang sekaligus memperkenalkan sejarah Kota Bandung kepada masyarakat.

15 Maret 2018

Pendaftaran acara ini telah dibuka dari tanggal 15 Maret 2018 dan berakhir pada 7 Mei 2018 dengan biaya 200 ribu per kelompok. Peserta BHGS selain dari kalangan pelajar sekolah menengah dan mahasiswa dapat diikuti juga oleh masyarakat umum asalkan dia berusia 15 sampai dengan 55 tahun.

Area permainan BHSG 2018

Area permainan BHSG 2018 terbentang dari Gedung Dwi Warna (Jalan Diponegoro) sampai dengan Gedung Merdeka (Jalan Asia Afrika). Sepanjang perjalanan, peserta akan diajak menjelajah jejak sejarah KAA dan Kota Bandung dengan cara menjawab kuis dan tantangan di pos-pos tertentu sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

Berbagai fasilitas akan didapatkan oleh peserta seperti makanan, minuman souvenir dan sertifikat penghargaan bahkan berbagai hadiah pun akan didapat seperti Juara 1 dapatkan Trofi dan uang Rp. 2 juta; Juara 2 peroleh Trofi dan uang Rp. 1.5 juta serta Juara 3 mendapatkan Trofi dan uang Rp 1 juta.

 

Artikel Terkait:

Hoaks, Kebocoran Soal dan Kunci Jawaban UNBK

Hoaks, Kebocoran Soal dan Kunci Jawaban UNBK

 

Hoaks, Kebocoran Soal dan Kunci Jawaban UNBK

BANDUNG, DISDIK JABAR

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK serentak dilaksanakan Senin, 2 April 2018. Sebanyak 314.275 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengawali ujian tersebut.

2.414 sekolah SMK di Jawa Barat

Sejumlah 2.414 sekolah SMK di Jawa Barat melaksanakan UNBK secara mandiri, sedangkan 268 sekolah SMK melaksanakan UNBK di sekolah lain. Kebocoran soal dan kunci jawaban UNBK menjadi isu-isu yang beredar saat ini.  Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar), Ahmad Hadadi, menyakini tidak akan ada kebocoran soal.

Setiap sekolah telah menyepakati perjanjian bahwa soal hanya ada pada server sekolah dan tidak ada di tempat lain.

Jika seseorang didapati membocorkan soal ataupun kunci jawaban UNBK tersebut, tentunya akan ada sanksi berat karena hal tersebut adalah sanksi nasional.  Begitupula Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menjamin bahwa tidak ada kebocoran yang terjadi di antara para siswa.

Pelaksanaan UNBK dengan berbasis komputerisasi tentunya tidak dapat dimanipulasi dan minim kecurangan.

Pada Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) telah mengatur ketentuan pidana bagi siapa saja yang membocorkan informasi yang dikecualikan atau rahasia negara dengan ancaman maksimal 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 20 juta.  Pasal tersebut dapat dipakai sebagai ancaman pidana pada pelaku yang membocorkan soal ataupun kunci jawaban UNBK.

Pada Pasal 32 ayat 1 dan 2 UU ITE tentang setiap orang dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik atau dokumen elektronik milik orang lain atau publik.

Selanjutnya, Pasal 32 ayat 3 menyebutkan bahwa perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yang mengakibatkan terbukanya suatu informasi elektronik dan dokumen elektronik yang bersifat rahasia sehingga dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya.

Pasal 48 UU ITE ayat 3 mengatur sanksi bagi perbuatan menyebarkan rahasia sebagaimana diatur di Pasal 32 ayat 3. Sanksi pidana bagi penyebar kebocoran soal dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 5 miliar. Selain terdapat pasal tersebut,

Dinas Provinsi Jawa Barat membuka berbagai pengaduan yang terjadi pada pelaksanaan UNBK SMA/SMK, termasuk jika terjadi adanya kebocoran soal. Pengaduan dapat diajukan pada Seksi Perencanaan dan Evaluasi pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Jl. Dr. Radjiman No. 6.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

3 Gaya Rambut Klasik yang Dilirik Wanita

3 Gaya Rambut Klasik yang Dilirik Wanita

 

3 Gaya Rambut Klasik yang Dilirik Wanita

JAKARTA

Rambut merupakan mahkota wanita yang selalu menjadi daya tarik utama. Oleh karena itu, sebagian besar wanita rela melakukan berbagai hal agar terjaga keindahan rambut dan penampilannya. Salah satunya dengan mengikuti tren gaya rambut terbaru.

Mengubah gaya rambut memang tak hanya dapat menyempurnakan penampilan, juga bisa membantu penampilan menjadi lebih segar.

Gaya rambut klasik diprediksi akan menjadi tren dan diaplikasikan banyak wanita. Jika Anda tertarik mengubah gaya rambut saat ini, berikut tren gaya rambut klasik seperti dilansir The New Indian Express.

1. Ekor kuda klasik

Ekor kuda klasik bisa diaplikasikan secara tinggi atau rendah secara mudah. Dengan pita, jepitan, atau aksesori rambut lainnya, gaya rambut ini dapat memberikan sentuhan glamor. Seseorang juga dapat mengaplikasikan kuncir kuda untuk penampilan yang formal atau informal. Untuk wajah yang panjang, kenakan ekor kuda rendah dan poni panjang yang jatuh lurus ke bawah. Untuk wajah oval, kenakan dengan pinggiran disapu. Untuk wajah rahang persegi, gumpalan ikal panjang jatuh di kedua sisi wajah, tepat di atas tingkat rahang.

2. Kepang

Pemilik rambut panjang bisa mengepang rambut mereka kemudian mentatanya. Atau, buat kepangan di satu sisi, dengan ikal kecil membingkai wajah. Letakkan beberapa kepang di ekor kuda dengan pita, atau, buat ekor kuda, biarkan satu bagian rambut bebas. Kepang bagian bebas dan bungkus di sekitar ekor kuda.

3. Rambut panjang

Rambut panjang sedang tren, dengan gelombang cascading atau rambut keriting. Gunakan tampilan yang lebih lembut, dengan ikal atau gelombang alami, di bagian bawah rambut.

 

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Ciri-Ciri Model Pembelajaran Langsung

Ciri-Ciri Model Pembelajaran Langsung

Ciri-Ciri Model Pembelajaran Langsung
Ciri-Ciri Model Pembelajaran Langsung

A.  Adanya tujuan pembelajaran

Pembelajaran langsung ini menekankan tujuan pembelajaran yang harus berorientasi kepada siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan).

B Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran

Pada model pembelajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting. Pembelajaran langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan kerja kelompok. Pembelajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa.

C. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung

Keberhasilan metode pembelajaran langsung memerlukan lingkungan yang baik untuk presentasi dan demonstrasi, yakni ruangan yang tenang dengan penerapan cukup, termasuk alat atau media yang sesuai. Di samping itu, metode pembelajaran langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. Pada hakikatnya, pembelajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa yang suka berbicara, prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik, strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa, dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang.
Pembelajaran langsung merupakan suatu model pembelajaran dimana kegiatannya terfokus pada aktivitas-aktivitas akademik sehingga di dalam implementasi kegiantan pembelajaran guru melakukan kontrol yang ketat terhadap kemajuan belajar siswa. Pendayagunaan waktu serta iklim kelas yang di kontrol secara ketat pula.
Pembelajaran langsung pada umumnya dirancang secara khusus untuk mengembangkan aktivitas belajar di pihak siswa berkaitan dengan aspek pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) serta pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi) yang terstruktur dengan baik yang dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Fokus utama dari pembelajaran ini adalah pelatihan – pelatihan yang dapat diterapkan dari keadaan nyata yang sederhana sampai yang lebih kompleks. Pengajaran langsung berpusat pada guru, tetapi harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. Disini guru menyampaikan isi akademik dalam format yang terstruktur, mengarahkan kegiatan para siswa dan menguji keterampilan siswa melalui latihan-latihan di bawah bimbingan dan arahan guru. Jadi lingkungannya harus diciptakan yang berorientasi pada tugas – tugas yang diberikan pada siswa.

Pengertian Strategi Pembelajaran, Teknik dan Fungsinya

Pengertian Strategi Pembelajaran, Teknik dan Fungsinya

Pengertian Strategi Pembelajaran, Teknik dan Fungsinya
Pengertian Strategi Pembelajaran, Teknik dan Fungsinya

Pengertian Strategi pembelajaran  Menurut Para Ahli

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998 : 203), pengertian strategi  (1) ilmu dan seni menggunakan sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam dan perang damai, (2) rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Soedjadi (1999 :101) menyebutkan strategi pembelajaran adalah suatu siasat melakukan kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengubah keadaan pembelajaran menjadi pembelajaran yang diharapkan. Untuk dapat mengubah keadaan itu dapat ditempuh dengan berbagai pendekatan pembelajaran. Lebih lanjut Soedjadi menyebutkan bahwa dalam satu pendekatan dapat dilakukan lebih dari satu metode dan dalam satu metode dapat digunakan lebih dari satu teknik. Secara sederhana dapat dirunut sebagai rangkaian :

Teknik  metode  pendekatan  strategi model

Istilah  “ model pembelajaran” berbeda dengan strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran meliputi suatu model pembelajaran yang luas dan menyuluruh. Konsep model pembelajaran lahir dan berkembang dari pakar psikologi dengan pendekatan dalam setting eksperimen yang dilakukan. Konsep model pembelajaran untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Bruce dan koleganya.

Lebih lanjut  Ismail (2003) menyatakan  istilah Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode tertentu yaitu :

  1. Rasional Teoritik yang logis disusun oleh perancangnya,
  2. Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai,
  3. Tingkah Laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan secara berhasil dan
  4. Lingkungan belajar  yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.

Pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah Model Pembelajaran.Jadi, model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

Model Pembelajaran menurut Bruce Joys dan Marsha Weil terdiri dari empat kelompok yaitu :

  1. Model Interkasi Sosial
  2. Model Pengolahan Informasi
  3. Model Personal – humanistik dan
  4. Model modifikasi tingkah laku

Fungsi Model Pembelajaran

Seluruh aktivitas pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru bermuara pada terjadinya proses belajar siswa. Dalam hal ini model – model pembelajaran yang dipilih dan dikembangkan guru hendaknya dapat mendorong siswa untuk belajar dengan mendayagunakan potensi yang mereka miliki secara optimal. Model – model pembelajaran dikembangkan utamanya beranjak dari adanya perbedaan berkaitan dengan berbagai karakteristik siswa. Karena siswa memiliki berbagai karakteristik kepribadian, kebiasaan – kebiasaan, modalitas belajar yang bervariasi antara individu satu dengan yang lain, maka model pembelajaran guru juga harus selayaknya tidak terpaku hanya pada model tertentu, akan tetapi harus bervariasi.

Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat mendorong tumbuhnya rasa senang siswa terhadap pelajaran, menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dalam mengerjakan tugas, memberikan kemudahan bagi siswa untuk memahami pelajaran sehingga memungkinkan siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik.

Sumber: https://www.ayoksinau.com/