Contoh Percakapan Desentisisasi

Contoh Percakapan Desentisisasi

Contoh Percakapan Desentisisasi

Rahmi adalah seorang siswa kelas XI  IPA 3 setelah menyelesaikan studinya di SMAN 1 dia ingin melanjutkan studinya di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung mengambil jurusan Tekhnik Elektro. Rahmi adalah satu dari beberapa murid di sekolahnya yang menginginkan jurusan itu. Akan tetapi Rahmi merasa ragu apakah dia bisa atau tidak, dia juga merasa kalau  sulit untuk lulus masuk di jurusan ini karena dilihat dari tahun ke tahun pendaftar lebih banyak daripada calon mahasiswa yang akan di terima. Hal ini terkadang membuat Rahmi ingin menyerah dan melupakan keinginannya untuk menjadi mahasiswi Tekhnik Elektro.  Akhirnya Rahmi mengambil keputusan untuk menemui konselor agar dia bias mendaptakan solusi dari masalahnya.

KonselorKonseli

 Percakapan

Keterampilan Dasar

1.TAHAP WAWANCARA AWAL
Konseli ”(konseli mengetuk pintu) Assalamualaikum Pak..”
Konselor Waalaikum salam..(sambil berdiri). Mari silahkan masuk (menghampiri konseli sambil menjabat tangan). Silahkan duduk.. Attending
Konseli “Terima kasih bu..”
Konselor “Kalau boleh ibu tahu nama kamu siapa? Perkenalkan ibu Uni ..
Konseli “Nama saya Rahmi bu kelas XI IPA ..”
Konselor “(konselor melihat buku yang dipegang oleh konseli) kamu baru selesai belajar ya..?”

Rapport

Konseli “iya bu, Saya baru selesai belajar Bahasa Indonesia”
Konselor “Bagaimana dengan pelajarannya tadi..?”
Konseli “Menyenangkan bu. Karena cara gurunya menjelaskan bagus sehingga mudah dimengerti atau dipahami.
Konselor “Oh baguslah kalau begitu… oh ya apakah kamu kesini atas kemauan sendiri atau ada yang suruh..?” Menanyakan sifat kedatangan konseli
Konseli “Saya kesini atas keinginan sendiri  bu..”
Konselor “Apakah sebelumnya kamu sudah pernah datang keruangan ini untuk memperoleh konseling..?” Menanyakan apakah konseli sudah pernah memperoleh konseling
Konseli “Belum pernah bu..”
Konselor “kalau begitu ibu akan menjelaskan sedikit tentang apa itu konseling, konseling itu adalah suatu layanan yang berusaha untuk membantu siswa yang sedang menghadapi masalah atau sulit mengambil keputusan agar dia mampu untuk memecahkan masalahnya atau agar dia mampu untuk mengambil keputusan yang tepat baginya. Nah apa kamu sudah mengerti..?” Memberi informasi tentang konseling
Konseli “Iya bu ..”
Konselor “Jadi peran ibu disini sebagai konselor yaitu berusaha membantu kamu untuk menemukan jalan keluar atas masalah yang kamu hadapi. Lalu kamu sendiri sebagai konseli sebaiknya aktif dalam mengemukakan masalah dan latar belakang masalah serta mengkaji berbagai kemungkinan jalan keluar. Nah apa sekarang kamu sudah mengerti?” Memberi informasi tentang peranan konselor dan konseli
Konseli “Iya bu saya mengerti dan saya akan berusaha aktif dalam konseling ini. Tapi saya tidak ingin  kalau masalah saya ini diketahui oleh orang lain”.
Konselor “Kamu tidak perlu khawatir, disini ibu akan menjaga rahasia kamu. Sebab dalam konseling itu memiliki kode etik yaitu asas kerahasiaan salah satunya. Jadi jangan ragu untuk mengemukakan masalah kamu tanpa perlu merasa takut untuk diketahui orang lain”. Memberi informasi tentang kode etik konseling
Konseli “Syukurlah kalau begitu bu”.
Konselor “Baiklah, disekolah ini terdapat 3 konselor yang dapat kamu pilih dan terserah kamu mau pilih yang mana. Yang pertama ada Pak Akram sarjana PPB UNM yang telah berpengalaman 3 tahun. Yang kedua Ibu Nani sarjana PPB UNM yang telah berpengalaman 2 tahun, dan terakhir saya sendiri sarjana PPB UNM yang berpengalaman baru 2 tahun. Silahkan pilih satu diantaranya..?” Memberi informasi tentang konselor yang dapat dipilih
Konseli “Saya memilih ibu saja karena saya merasa nyaman berkonsultasi dengan ibu”.
Konselor “Terima kasih, lalu apa yang kamu harapkan setelah proses konseling ini?” Kontrak tujuan
Konseli “Saya berharap agar masalah yang saya hadapi dapat teratasi dan menemukan jalan keluar yang terbaik.”
Konselor “Begini, konseling ini membutuhkan waktu yaitu 2 kali pertemuan dengan durasi 45 menit, bagaimana apa kamu setuju.?” Kontrak waktu
Konseli Iya bu (sambil menggangguk kepala)
2. TAHAP EKSPLORASI MASALAH
Konselor “Baiklah, kita akan memulai konselingnya. Coba ceritakan pada ibu masalah apa yang sedang kamu alami sekarang..?” Mengajak Terbuka
Konseli “Begini bu, saya merasa ragu apakah saya bisa melanjutkan study saya ke PTN jurusan Tekhnik Elektro…
Konselor “Kalau boleh ibu tahu apa yang menyebabkan kamu bersikap demikian?” Pertanyaan terbuka
Konseli “Begini bu..” (menunduk dan terdiam)
Konselor “Teruskan  Rahmi..” Dorongan minimal
Konseli “Saya merasa tidak yakin pada diri saya sendiri”
Konselor “Kenapa kamu merasa tidak yakin?” Mengikuti pokok pembicaraan
Konseli “Karena saya merasa kalau saya tidak bisa melakukannya dengan baik.”
Konselor “Apakah kamu sudah belajar dengan baik  ? Meminta penjelasan lebih lanjut
Konseli “Iya bu, saya sudah belajar dengan baik bahkan saya ikut bimbingan belajar khusus masuk jurusan Tehknik”
Konselor “Tadi kamu mengatakan kalau kamu sudah belajar dengan baik dan ikut bimbingan belajar tapi sekarang kamu merasa tidak yakin?” Konfrontasi
Konseli “Iya juga sih bu, tapi sebenarnya saya takut dan ragu karena saingannya banyak.”
Konselor “Kamu mengatakan bahwa kamu sepertinya tidak bisa lulus PTN..  Mengapa hal itu sampai terjadi? Merespon isi wacana secara logis
Konseli “Ya bu, karena saya takut gagal pada saat tes nanti ”
Konselor “kamu mengatakan kalau kamu ragu untuk bisa lulus menjadi mahasiswi Tekhnik Elektro karena saingan kamu banyak kamu tidak percaya pada kemampuan diri kamu. Merespon isi berdasarkan pentingnya
Konseli “benar bu…
Konselor “Menurut ibu, perasaan ragu dan tidak yakin pada diri sendiri itu adalah hal yang wajar ketika sedang dalam masalah tetapi jangan sampai perasaan tersebut menguasai pikiran kamu.” Memberi informasi
Konseli “saya sudah berusaha bu untuk tidak merasa ragu tapi perasaan itu sering muncul saat ketika saya mengingat saingannya saya banyak bu”
Konselor “ Ibu yakin kamu pasti bisa Rahmi.” Memberi penguatan
Konseli “Iya bu, mudah-mudahan saya bisa.”
Konselor “Jadikamu merasa ragu karena saingan kamu banyak.”? Merespon isi berdasar sebab akibat
Konseli “Ya Seperti itulah ibu.”
Konselor “Terkadang memang kita merasa ragu dalam melakukan sesuatu tetapi ibu yakin semua itu pasti ada jalan keluarnya.” Memberi nasihat
Konseli “Tetapi saya sedih bu karena hal itu.”
Konselor “Kamu merasa sedih..?” Merespon perasaan sedih
Konseli “Terus terang iya ibu, padahal saya ingin sekali melanjutkan study saya di  Jurusan Teklhnik Elektro.”
Konselor “Kamu merasa senang apabila kamu bisa merasa yakin lulus di jurusa tekhnik elektro?” Merespon perasaan senang
Konseli “Ya ibu, tapi saya kesal dengan diri saya sendiri kenapa saya tidak bisa melakukan hal itu”.
Konselor “Kamu merasa kesal dengan hal itu?” Merespon perasaan marah
Konseli “Ya bu, tapi saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa?”
Konselor “Kamu merasa sedih karena tidak dapat yakin dan ragu pada diri sendiri?” Merespon yang dapat dipertukarkan
Konseli “Iya ibu, saya benar-benar kesal dengan diri saya sendiri karena tidak bisa yakin pada diri sendiri”.
Konselor “Kamu merasa kesal karena diri kamu sendiri karena ragu pada kempuan sendiri dan sekarang kamu sedih karena tidak tahu harus berbuat apa ? Merespon terhadap perasaan dan isi yang banyak
Konseli “Betul bu, saya kecewa dengan diri saya sendiri.”
Konselor “Kamu merasa frustasi karena kamu tidak bisa bersikap yakin pada diri sendiri?” Merespon terhadap perasaan yang sulit
Konseli “Ya bu”.
Konselor “Apakah kamu tahu kenapa kamu tidak bisa bersikap yakin pada diri sendiri?” Menanyakan sebab-sebab masalah
Konseli “Saya kurang tahu pasti  bu tapi mungkin salah satunya karena saya takut gagal dalam tes seleksi nanti?”
Konselor “Kamu merasa putus asa dan kecewa karena kamu tidak bisa bersikap yakin pada diri sendiri sehingga kamu merasa ragu untuk bisa lulus menajdi calon mahasiswi tekhnik elektro?” Menyimpulkan
Konseli “Ya bu. Saya sedih karena semua ini..”

Sumber : https://aziritt.net/

Kecocokan Jabatan

Kecocokan Jabatan

Kecocokan Jabatan

Kecocokan Jabatan

Untuk memprakirakan apakah kita akan cocok di jabatan tertentu, perlu ditinjau hal-hal sebagai berikut:

Ideal hidup sebagai pedoman dan pegangan pokok

misalnya seorang perawat akan berbahagia karena memang berideal melayani kebutuhan orang lain (berkeitan dengan nilai-nilai kehidupan).

Cita-cita dalam hal bekerja

yang merupakan perwujudan konkret dari ideal hidup, misalnya baik guru maupun perawat melayani kebutuhan orang lain, tetapi yang satu di bidang pendidikan dan yang lain di bidang perawatan kesehatan.

Minat terhadap pekerjaan tertentu

misalnya seorang modiste suka mengurusi pakaian wanita.(Butir b dan c sering terdapat bersama-sama).

Kemampuan otak dan / atau bakat khusus

misalnya seorang hakim harus sangat pandai; seorang sekretaris tata usaha tak perlu pandai sekali, tetapi harus terampil dan cekatan.

Sifat-sifat kepribadian

misalnya seorang pramugari harus sabar dan ramah, sedangkan seorang pengarang boleh saja bersifat pendiam.

Apakah dituntut persiapan khusus melalui studi di PT atau kursus, misalnya seorang guru harus mempunyai Akta mengajar, sedangkan modiste cukup ikut kursus.

Prospek masa depan

yaitu apakah suatu pekerjaan memberikan banyak kesempatan untuk maju dan berkembang atau hanya sedikit. Misalnya: ahli ekonomi prospeknya tidak begitu gemilang karena lulusan fakultas ekonomi sudah terlalu banyak (kecuali bila dia mempunyai kenalan atau saudara yang ikut mengorbitkannya).

Baca juga:

Bimbingan Karir tentang Bidang-Bidang Pekerjaan dan Jabatan

Bimbingan Karir tentang Bidang-Bidang Pekerjaan dan Jabatan

Bimbingan Karir tentang Bidang-Bidang Pekerjaan dan Jabatan

Bimbingan Karir tentang Bidang-Bidang Pekerjaan dan Jabatan

Pengelompokan macam-macam pekerjaan dan jabatan menurut bidangnya:

Teknik dan industri

misalnya: montir, masinis, penerbang, pemborong, arsitek, insiyur, ahli pertambangan, ahli tekstil, ahli kimia, dan ahli percetakan.

Niaga

misalnya: akuntan, penjaga toko, pengusaha angkutan, makelar, pembuat iklan, dan pengusaha asuransi.

Perkantoran

misalnya: sekretaris, penyusun statistik, kasir, programer komputer, dan resepsionis.

Pelayanan masyarakat/jasa

misalnya: apoteker, dokter, perawat, guru, hakim, jaksa, notaris, pramugari, kapster, petugas hotel, tentara, polisi, petugas pemerintahan, pekerja sosial, perencana mode, penari, pencipta lagu, bintang film, peragawati, pengarang, wartawan, penyiar rasio/ televisi, dan guide.

Pekerja di lapangan

(pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, arkeologi), misalnya: dokter hewan, ahli perairan, nelayan, ahli purbakala, dan botanis.

2. Atas dasar kesukaan seseorang dapat disebutkan sejumlah bidang pekerjaan dan jabatan menurut golongan minat, yaitu apakah orang lebih suka berurusan dengan orang, benda, atau ide/gagasan.

a. Berurusan dengan orang, misalnya: pramugari, perawat, dokter, wartawan, manajer, polwan, psikolog, psikiater, guru, pekerja sosial, resepsionis, pramuniaga toko, karyawati hotel, agen biro travel, dan konselor sekolah. Semua pekerjaan ini menuntut kemampuan untuk bergaul dengan orang secara luwes dan untuk bekerja sama dengan rekan-rekan sepekerjaan.

Baca juga: Teks Proklamasi

b. Berurusan dengan benda/barang, misalnya: insinyur, penata perpustakaan, karyawan bank, peneliti di laboratorium kimia atau fisika, asisten laboratorium rumah sakit, karyawan kantor pos, sekretaris, akuntan, arsitek, modiste, penata rambut, komponis, pelukis, dan ahli foto. Semua pekerjaan ini menuntut kemampuan untuk berkonsentrasi dan bekerja sendiri serta berpikir kreatif.

c. Berurusan dengan ide/gagasan, misalnya: pengarang, ahli ekonomi, pengacara, hakim, pegawai tinggi di departemen/lembaga tinggi negara, ahli penelitian, dan dosen di PT. Semua jabatan ini menuntut kemampuan untuk berpikir dalam, untuk bertahan menghadapi tantangan, dan untuk bertukar pikiran dengan rekan-rekan sepekerjaan.

Bahasa Pengumuman CPNS

Bahasa Pengumuman CPNS

Bahasa Pengumuman CPNS

Sudah menjadi aturan bila surat dinas atau surat resmi dari suatu instansi harus menggunakan bahasa yang baku dan resmi.

Namun, agak ironis ketika kita memperhatikan beberapa pengumuman pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dikeluarkan masing-masing pemerintah kabupaten/kota beberapa waktu lalu. Penggunaan bahasa pengumuman CPNS tersebut pada umumnya masih menggunakan beberapa bentuk dan ejaan yang tidak baku.

Misalnya, penulis mengambil sampel pengumuman CPNS di Kota Solo. Di pengumuman tersebut terdapat sebuah persyaratan yang ditulis “Foto copy ijazah dan transkrip nilai dilegalisir dan/atau ijazah/sertifikat profesi yang dipersyaratkan”. Ada dua kata yang salah dalam kutipan tersebut, yakni penulisan “foto copy” dan “dilegalisir”. Kata “foto copy” dalam kutipan pengumuman tersebut tidak baku karena penulisan serapan unsur asing yang salah. Pembenaran bentuk tersebut seharusnya adalah “fotokopi”.

Penggunaan kata “dilegalisir” juga salah karena tidak baku. Seharusnya kata tersebut diganti dengan kata “dilegalisasi”. Bentuk tersebut berasal dari kata “legalisasi”. Kata “legalisasi” berarti proses pelegalan atau pengesahan. Hal ini dapat dibandingkan dengan penggunaan “minimalisasi”, “inventarisasi”, “akomodasi”, dan sebagainya. Akan tetapi, dalam masyarakat masih sering ditemukan penggunaan kata “minimalisir”, “inventarisir”, dan “akomodir” yang sebenarnya tidak tepat.

Surat resmi dari suatu instansi pemerintah dapat menjadi rujukan penggunaan bahasa baku dan resmi bagi masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan bahasanya harus berpedoman pada aturan tata bahasa yang berlaku, yakni sesuai KBBI, ejaan yang disempurnakan (EYD) dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Baca Juga :

Moda Murah, Rawan Musibah

Moda Murah, Rawan Musibah

Moda Murah, Rawan Musibah

Mudik sudah menjadi rutinitas tahunan yang mentradisi di Indonesia. Untuk menghemat biaya mudik, biasanya pemudik menggunakan sepeda motor. Selain hemat di ongkos, sepeda motor dapat memperlancar perjalanan si pengendara. Pasalnya, arus kendaraan sekitar Lebaran sangat padat sehingga terjadi kemacetan. Di area kemacetan, sepeda motor dapat lebih lancar berjalan daripada mobil atau angkutan lainnya.

Akan tetapi, penggunaan sepeda motor dalam perjalanan mudik sangat rentan kecelakaan. Sudah banyak kasus kecelakaan sepeda motor saat arus mudik ataupun balik. Bisa dikatakan, sepeda motor adalah moda murah tapi rawan musibah. Ada beberapa faktor mengapa penggunaan sepeda motor saat mudik rentan kecelaakaan.

Pertama, kondisi sepeda motor yang kurang optimal. Untuk digunakan saat mudik, sepeda motor harus dalam keadaan baik. Sebelum digunakan mudik, sebaiknya motor dicek terutama bagian busi, oli, lampu-lampu, keausan ban dan tekanan angin. Kedua, kondisi si pengendara yang kurang fit. Lelah dan kantuk adalah risiko yang paling berbahaya bagi pemudik sepeda motor. Lelah dan kantuk dapat mengurangi daya konsentrasi saat mengendarai sepeda motor. Ketiga, cuaca yang buruk. Cuaca yang buruk seperti hujan dan kabut dapat mengakibatkan pengendara mengalami kecelakaan. Pasalnya, jalan akan menjadi licin dan sering kali pengendara akan berkurang jarak pandangnya karena kabut ataupun hujan. Keempat, kondisi jalan yang buruk. Jalan yang berlubang dan bergelombang dapat membuat pengendara motor kurang menjaga kestabilan berkendara. Lubang jalanan juga dapat membuat ban motor terperosok dan mengakibatkan motor jatuh. Kelima adalah pemudik sering membawa barang melebihi muatan.

Banyaknya pemudik sepeda motor mengindikasikan masyarakat mulai tidak puas dengan kendaraan umum. Kendaraan umum identik dengan penumpang berjubel, tidak tepat waktu, aksi kriminal, calo tiket, dan lain-lain. Oleh sebab itu, untuk meminimalisasi dampak bahaya mudik dengan sepeda motor, sebaiknya pemerintah melakukan pembenahan-pembenahan di bidang transportasi umum.

Sumber : https://nashatakram.net/tinycam-monitor-pro-apk/

Hati-hati Kejahatan Internet

Hati-hati Kejahatan Internet

Hati-hati Kejahatan Internet

Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga Negara dengan “carder” tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. “carder” adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain. Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk “blacklist” di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir. Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll

Kejahatan di internet semakin hari tidak semakin berkurang tapi malah semakin meningkat. Bukan hanya orang awam saja yang bisa menjadi korban tapi orang yang melek mengenai pengertian Internet dan seluk beluknya pun bisa menjadi korban . Tim Berners-Lee, pendiri dari world wide web (www), mengungkapkan bahwa dirinya pernah Apakah kejahatan di internet hanya sebatas pada penipuan online semacam contoh kasus di atas? Sayangnya tidak. Kejahatan di internet sangat banyak macamnya. Untuk mengantisipasi agar kita tidak menjadi korban seperti halnya Tim Berners alangkah baiknya jika kita mengenal macam -macamnya. Berikut adalah jenis kejahatan di Internet yang paling umum .

CARDING

Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah “carder”. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki “carder” terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

Baca Juga :

 

10 Kejahatan di Internet

10 Kejahatan di Internet

10 Kejahatan di Internet

Daftar di bawah ini adalah ringkasan dari
the US Federal Trade Commission of the most common crimes on the Internet as of 2005.

1. Pelelangan Internet: Toko di dalam sebuah “virtual marketplace” yang menawarkan banyak produk pilihan dengan perjanjian yang bagus. Setelah mengirim uang mereka, para konsumen mendapat barang yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan atau barang yang jelek atau tidak semua dikirimkan.

2. Pelayanan dengan Akses Internet: Uang gratis, mudah mencairkan cek. Para konsumen yang terjebak dengan perjanjian kontrak dari akses internet atau layanan web lainnya, para konsumen harus membayar denda jika membatalkan perjanjian.

3. Penipuan Kartu Kredit: Surfing di internet dan melihat adult images online yang gratis, hanya memperlihatkan karu kredit anda untuk meyakinkana bahwa umur anda di atas 18 tahun. Promotor yang curang menggunakan nomor kartu kredit mereka untuk menaikkan tagihan kartu kreditnya.

4. International Modem Dialing: Mendapatkan akses gratis untuk adult material dan pornografi dengan mendownload sebuah “viewer” atau “dialer” program komputer. Para konsumen komplain karena banyak sambungan jarak jauh di dalam tagihan telepon mereka. Dengan menggunakan sebuah program, modem mereka terputus hubungannya, lalu tersambung lagi ke internet memakai nomor
sambungan jarak jauh internasional.

5. Kejahatan Web: Mendapatkan custom-designed website gratis untuk masa trial 30 hari, dengan tidak ada obligasi untuk melanjutkan. Para konsumen mendapat surat hutang di dalam tagihan telepon mereka walaupun mereka tidak pernah mengambil penawaran ataupun menyetujui perpanjangan layanan sesudah masa trial.

6. Multilevel Marketing Plans/Pyramids: Mendapatkan uang dengan cara menjual produk atau layanan kepada orang yang anda ajak bergabung dalam program ini. Para konsumen mengaku mereka membelinya melalui program itu, tetapi para konsumen itu sebenarnya adalah distributor lain, bukan masyarakat publik.

7. Travel dan Liburan: Mendapatkan sebuah perjalanan mewah dengan banyak diskon pada biaya perjalanan. Perusahaan mengirimkan akomodasi dengan kualitas rendah dan pelayanan yang tidak sesuai dengan iklan tidak mendapatkan seluruh perjalanan. Pembebanan tagihan tersembunyi lainnya atau persyaratan tambahan saat para konsumen membayar.

8. Kesempatan Bisnis: bergabung dengan janji tentang potensi pendapatan, banyak konsumen telah menginvestasikan dengan modal kecil dan keluar menjadi berlipat ganda. Tidak ada bukti untuk mengembalikan tuntutan pendapatan.

9. Penanaman Saham: Menanam saham pada sebuah system perdagangan dan anda akan mendapatkan kembali saham anda dengan jumlah yang banyak. Tetapi keuntungan yang besar selalu berarti resiko yang besar. Para konsumen telah kehilangan uang untuk program yang mereka ikuti dengan kemampuan prediksi pasar dengan 100 persen ketepatan.

10. Produk/Pelayanan Kesehatan: Mengklaim sebagai produk “ajaib” dan dengan janji yang meyakinkan para konsumen bahwa masalah kesehatan mereka dapat disembuhkan. Tetapi orang dengan penyakit kronis yang menaruh harapan mereka pada tawaran ini, penyembuhan yang mereka butuhkan mungkin tertunda.

Diambil dan diterjemahkan oleh ^rumput_kering^ dari Internet Legalities & Ethics, 12th Lesson Hacker High School. Artikel di atas hanya bertujuan agar para pengguna internet lebih berhati-hati terhadap ancaman penipuan di dalam internet. Thank’s 2:

Sumber : https://anchorstates.net/

Cyber Crime di Perbankan

Cyber Crime di Perbankan

Cyber Crime di Perbankan

Masalah cyber crime dalam dunia perbankan kini kembali menjadi pusat perhatian.

Sebab muncul pola-pola baru dari cyber crime perbankan yang bermotif ekonomi. Jika dulu pelakunya mengincar barang-barang mahal dan langka, kini berupa uang. Meski sudah banyak pelaku cyber crime perbankan yang ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara, nyatanya praktik kejahatan itu masih marak dengan cara yang beraneka. Kejahatan dunia maya sudah meresahkan masyarakat, termasuk dunia perbankan. Kejahatan dunia maya di Indonesia sudah sangat terkenal. Terus berkembangnya teknologi informasi (TI) juga membuat praktik cyber crime, terutama carding, kian canggih.

Carding adalah bentuk cyber crime yang paling kerap terjadi. Maka, tak heran jika dalam kasus credit card fraud, Indonesia pernah dinobatkan sebagai negara kedua tertinggi di dunia setelah Ukraina. Saat ini terjadi pergeseran pola carding. Kalau dulu mereka lebih mengincar barang-barang yang mahal dan langka, kini uang yang dicari. Misalnya, kini marak carding untuk perdagangan saham secara online. Pelaku carding dari Indonesia berfungsi sebagai pihak yang membobol kartu kredit, dan hasilnya digunakan oleh mitranya di luar negeri untuk membeli saham secara online. Keuntungan transaksi itu kemudian ditransfer ke sebuah rekening penampungan, yang kemudian dibagi lagi ke rekening anggota sindikat.

Setelah isu carding mereda, kini muncul bentuk kejahatan baru, yakni pembobolan uang nasabah melalui ATM atau cracking sistem mesin ATM untuk membobol dananya Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional.

Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, pengendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Pengawasan dan pengendalian operasional tidak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik.

Penerapan teknologi dan sistem informasi perbankan di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat, baik dilihat dari tingkat teknologi yang digunakan maupun luas cakupan penerapannya dalam operasional perbankan. Fungsi teknologi informasi itu sendiri secara umum untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan operasional perbankan, yang secara makro selanjutnya akan meningkatkan kontribusi perbankan dalam meningkatkan perekonomian nasional, sesuai dengan fungsi perbankan sebagai agent of development, agent of trust, dan agent of equality. Apalagi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter telah mendorong bank-bank untuk memanfaatkan medium teknologi informasi seperti Internet dalam menjalankan transparansi guna mencapai good corporate governance di industri perbankan nasional.

Dalam peraturan BI, BI secara jelas meminta bank-bank untuk memanfaatkan media Internet, yaitu homepage atau website yang dimiliki dan dikelolanya, dan mewajibkan untuk menampilkan laporan keuangannya di media Internet sebagai upaya meningkatkan transparansi. Penggunaan teknologi di bank seperti ATM , mobile ATM, internet banking, website, dan transaksi via email, merupakan bentuk pelayanan bank yang diharapkan dapat memudahkan nasabah. Bahkan nasabah sekarang ini banyak melakukan transaksi perbankan melalui saluran elektronik (electronic chanel) atau teknologi informasi.

Transaksi melalui saluran ini memang memiliki serangkaian keunggulan. Selain praktis, cara ini dapat menghemat biaya. Meskpun demikian, transaksi dengan memanfaatkan teknologi informasi juga memunyai potensi kegagalan atau dampak negatif yang justru menyebabkan kerugian bagi nasabah. Masalahnya sekarang, bagaimana jika terjadi pembobolan uang nasabah melalui ATM yang dilakukan orang lain? Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut? Dari beberapa pengaduan nasabah yang pernah mengalami kerugian akibat ATM-nya yang dibobol orang lain, perbankan mengelak untuk bertanggung jawab atau mengganti kerugian. Lantas, sejauh mana UU ITE dapat memberikan perlindungan terhadap nasabah yang mengalami kegagalan atau kerugian dengan adanya transaksi melalui teknologi informasi (mesin ATM)? Apalagi banyak pula tindakan pihak lain yang memang sengaja bertindak atau melakukan kejahatan dengan menggunakan teknologi informasi (cyber crime).

Sumber : https://abovethefraymag.com/

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

Meski tak lagi menjadi penentu kelulusan, keberadaan Ujian Nasional (UN) masih dianggap penting untuk melakukan pemetaan kualitas pendidikan. Hal inilah yang membuat beberapa pihak menolak jika Mendikbud berencana menghapuskan UN.

Wakil Kepala Bidang Humas SMA N 3 Yogyakarta Agus Santoso menilai, UN

bermanfaat dalam melakukan pemetaan sekolah dan peningkatan mutu pembelajaran. Jika UN dihapuskan, pemerintah tak lagi memiliki data untuk pemetaan.

Namun, Agus juga menegaskan agar UN tak lagi kembali berfungsi sebagai penentu kelulusan. Jika UN akan difungaikan sebagai penentu kelulusan, menurutnya lebih baik UN ditiadakan.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Menurutnya, sebagai alat pemetaan kualitas pendidikan, UN masih perlu dipertahankan. Untuk mengurangi bebanan anggaran, Ramli meminta pemerintah untuk lebih memaksialkan UNBK.

“UNBK perlu didorong di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, UNBK bisa dilaksanakan dengan memaksimalkan teknologi yang sudah ada tanpa harus menambah alat baru. UNBK juga bisa dilaksanakan tanpa harus dengan jadwal serentak.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Efendi menyatakan akan melakukan kajian

internal terkait penyelenggaraan UN. Dimungkinkan, UN tak diadakan setiap tahun. Ini dilakukan untuk menghemat anggaran, karena UN tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. UN hanya sebagai alat pemetaan. (Andi)

 

Baca Juga :

Program Pendidikan Karakter akan Diuji Coba di 50 Sekolah

Program Pendidikan Karakter akan Diuji Coba di 50 Sekolah

Program Pendidikan Karakter akan Diuji Coba di 50 Sekolah

Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), akan segera diuji coba akhir

hatun 2016. Sesuai dengan yang dikatakan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam rapat kerja dengan Komite III DPD, pekan lalu. bahwa sekolah uji coba telah ditetapkan, kajian akademik dan pedoman telah terselesaikan, sedangkan petunjuk pelaksanaan sedang dalam penyempurnaan.

Sekitar 50 sekolah nantinya akan segera diuji coba, kecuali sekolah di kabupaten maupun provinsi yang suka rela menawarkan diri. Jumlah sekolah uji coba akan ditambah tiap tahunnya, sebanyak 1.626 sekolah uji coba di tahun 2017, sedangkan tahun 2018 sebanyak 3.252 sekolah.

Mendikbud menambahkan, bahwa pemerintah Presiden Joko Widodo

menetapkan porsi pendidikan kerakter pada jenjang sekolah dasar (SD) sebesar 70% dari kurikulum inti, sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 60%. “Itu menunjukan betapa besar perhatian pemerintah terhadap pendidikan karakter pada level pendidikan dasar,”ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Muhadjir menegaskan tidakada perubahan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan Kurikulum 2013, karena implementasi kurikulum tersebut sedang berjalan. “maka upaya kami ialah bagaimana menambahkandungan K13 yang berlaku di pendidikan dasar dan menengah dalam bentuk kokurikuler. Yang kemudian disebut Program Penguatan Pendidikan Karakter,” tambah Muhadjir.

“Kami di Bali sangat mendukung program ini, seni dan budaya di Bali sangat

mungkin diintegrasikan dengan program ini,” ungkap anggota DPD dari provinsi Bali I.G.N. Arya Wedakarna M. Wedasteraputra yang mendukung implementasi PPK di provinsinya.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/