4 Pelajar SMPN di Kota Mojokerto Ikuti Robofest Japan 2019

4 Pelajar SMPN di Kota Mojokerto Ikuti Robofest Japan 2019

4 Pelajar SMPN di Kota Mojokerto Ikuti Robofest Japan 2019

Empat pelajar Sekolah Menengah Pertama SMPN 1 Kota Mojokerto berhasil menjuarai pemenang Kompetisi Robofest Indonesia Open 2019 tingkat nasional pada 30 April – 2 Mei 2019 lalu. Keempatnya akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti Robofest Japan 2019 pada 22-28 Agustus 2019 di Okayama University.

Keempat pelajar berprestasi tersebut yakni Sayidatina Kamila, Hafidz Muzacky Ar Rizky, Diandra Syagita Nugraha dan Nasywa Azalia Putri Azzahra. Keempatnya meminta doa restu kepada Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari di Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto, Selasa (20/8/2019).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid, Ning Ita (sapaan akrab, red) berpesan agar bisa membawa harum nama bangsa Indonesia dengan baik, khususnya Kota Mojokerto yang merupakan tempat menimba ilmu. Selain itu, Ning Ita berharap para pelajar berprestasi ini, bisa menjaga baik budaya dan nilai norma yang melekat dalam diri.

“Kita ini orang timur yang dikenal dengan budaya, attitude, sikap sopan dan

santun yang baik. Kalau kata orang Jawa, unggah ungguhnya dijaga. Karena mencerminkan penanda dan budaya sebagai orang Indonesia. Jangan sampai, membawa nama Indonesia tapi tidak bisa berperilaku sebagai orang Indonesia,” ungkapnya, Rabu (21/8/2019).
Baca Juga:

Abaikan Larangan, Truk Masih Melintas di Jembatan Gajah Mada – Raya Jetis Mojokerto
Sampah Popok Bayi Berceceran di Jembatan Kali Brangkal
Ratusan Relawan Peduli Lingkungan Mojokerto Aksi Penanaman Pohon

Ning Ita pun tak lupa, mengucapkan terimakasih kepada para pelajar yang

telah berprestasi dan mengharumkan nama Kota Mojokerto melalui kompetisi robotika hingga tingkat Internasional. Untuk itu, Pemkot Mojokerto terus mendukung dan mengapresiasi kerja keras para anak didik yang berprestasi di Kota Mojokerto.

“Semoga dengan adanya anak-anak yang hebat ini, menjadikan Kota

Mojokerto semakin dikenal di kancah Internasional. Sehebat apapun kalian, melalang buana, jangan lupakan Kota Mojokerto. Jika daerah ini memerlukan, utamakan pengabdian di daerah. Siapa tahu, yang bisa men-support SDM unggul ini berasal dari Kota Mojokerto,” katanya.

Sementara itu, keempat pelajar yang akan mengikuti kompetisi Robofest Japan 2019 ini, akan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama Kategori Transporter Secondary dan kelompok kedua Kategori Battle Maze Secondary

 

Sumber :

https://www.quibblo.com/story/DbAY-Ptn/Meaning-of-Explanation-Text

Lamaran Kerja Apotik

Lamaran Kerja Apotik

Lamaran Kerja Apotik

QONITA AMALIA, S.Farm, Apt
Jl Baru Mawar Merah II No. 71 Rt.008 Rw.01
Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur 13460
Hp : 08116603502
E-mail : qoni_cantique@yahoo.com

Jakarta, 16 Mei 2008
Hal : Lamaran Kerja

Kepada Yth.
Direktur RS Islam Pusat Cempaka Putih
di Jakarta

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Qonita Amalia, S.Farm, Apt.
Tempat/Tgl Lahir : Padang/18 April 1984
Pendidikan : Apoteker

Dengan ini saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu Pimpinan untuk dapat menerima saya sebagai pegawai di Rumah Sakit Islam Pusat Cempaka Putih.
Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu saya lampirkan bahan-bahan sebagai berikut :
1. Foto copy ijazah dan transkrip nilai Apoteker yang telah dilegalisir.
2. Foto copy ijazah dan transkrip nilai S1 Farmasi yang telah dilegalisir.
3. Foto copy Kartu Tanda Penduduk.
4. Pas photo berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar.
5. Foto copy sertifikat dan pelatihan yang pernah diikuti.
6. Daftar riwayat hidup.

Demikianlah surat lamaran ini saya buat dengan harapan Bapak/Ibu dapat menerimanya dan terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih.

Baca Juga :

Usaha Suku Cadang Sepeda Prospektif

Usaha Suku Cadang Sepeda Prospektif

Usaha Suku Cadang Sepeda Prospektif

Usaha Suku Cadang Sepeda Prospektif :
1. Usaha tersebut membutuhkan Sumber Daya Manusia yang seperti apa?
2. Bagaimana meningkatkan kualitas SDM ( kreativitas, keterampilan)
3. Bagaimana memberikan motivasi dan cara menghindari kebosanan dalam bekerja bagi karyawannya
4. Bagaimana membina tim kerja
5. Bagaimana membina komunikasi yang baik

1. Dari rubrik kesuksesan usaha suku cadang sepeda ini SDM yang dibutuhkan yaitu SDM yang mampu bertahan dalam goncangan-goncangan saingan yang terjadi saat ini,karena peminat sepeda untuk saat ini sangat minim sekali, banyak yang memilih sepeda motor dari pada sepeda, maka dari itu selain SDM yang mampu bertahan juga dibutuhkan SDM yang mempunyai ketrampilan yang mumpuni, karena jika dalam usaha ini tidak ada pembaharuan-pembaharuan,akan sulit bersaing dengan usaha-usaha yang lebih besar.jika semua itu sudah dilakukan bukan tidak mungkin usaha yang seperti ini akan terus berkembang dan bias menjadi lebih besar dan mandiri.

2. Dalam meningkatkan kualitas SDM ( kreativitas, keterampilan) dalam usaha ini perlu adanya pembelajaran-pembelajaran yang mesti dilakukan pendiri ataupun pengelola usaha ini kepada para karyawan-karyawannya,misal tiap 1 atau 3 bulan sekali diadakan seminar tentang suatu keberhasilan suatu usaha,dan bagaimana mengembangkan suatu ketrampilan dalam sebuah usaha, bukan tidak mungkin setelah diadakan seminar-seminar,akan menumbuhkan suatu ketrampilan yang dipunyai para karyawan-karyawan.

3. Dalam memberikan motivasi dan cara menghindari kebosanan dalam bekerja bagi karyawannya dalam usaha ini yaitu,tiap 1 atau 2 bulan sekali saya akan mendatangkan seorang motivator kemudian mengadakan suatu seminar-seminar tentang motivasi,yang akan menumbuhkan semangat para karyawan kembali dalam bekerja dan berkarya.4. Cara membina kerja tim dalam usaha ini yaitu menumbuhkan rasa kebersamaan dulu dengan mengadakan misal arisan karyawan,kumpul-kumpul bersama,ataupun makan bersama.jika kebersamaan sudah mulai terwujud maka untuk menciptakan kerja tim akan lebih mudah dan terkontrol.

5. Komunikasi sangat dibutuhkan sekali dalam usaha ini karena dalam membuat setiap produk perlu adanya komunikasi-komunikasi antar karyawan,maka untuk menumbuhkan komunikasi dalam setiap karyawan yaitu dengan menumbuhkan rasa kersamaan dahulu sama halnya dengan menumbuhkan kerja tim antar karyawan.
Dibandingkan dengan alat transportasi lain yang beroperasi di wilayah Jakarta, sepeda bukan alat transportasi utama. Tetapi, bukan berarti sepeda tidak diminati masyarakat. Justru sebaliknya, pecinta sepeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya jumlahnya cukup banyak. Kondisi demikian ini membuat bisnis sepeda tetap prospektif, baik sekarang maupun di masa mendatang.
Amir, merupakan sosok pengusaha kecil yang berhasil membuktikan produk usahanya berhasil bertahan di tengah dunia yang semakin moderen.
Usaha produksi alat-alat sepeda yang dilakoni pria asal Bandung ini tak lekang digeser berbagai alat-alat tranportasi moderen lain yang kini lebih banyak melayani kebutuhan angkutan masyarakat, karena sepeda punya pasar sendiri di masyarakat.
Walau terbilang alat transportasi kuno, sepeda tak lekas ditinggalkan masyarakat.
Menurut pria bernama lengkap Amir Syamsudin ini, sepeda tetap menjadi pilihan alat angkut yang masih banyak dipakai sebagian masyarakat tanah air. ”Buktinya, usaha saya tetap bertahan,” ucapnya.
Namun, usaha yang digeluti Amir sejak tahun 1985 ini tidak didasari bisnis ”kepercayaan” belaka. Maksudnya, Meskipun percaya pasar sepeda itu tetap ada, tidak ada pembeli yang sontak ramai-ramai membeli sebuah produk.”Kita yang harus merebut pasar,”ujarnya.
Kalau hanya itu yang dilakukan sambungnya, pasar yang ada pun lambat laun akan direbut produk jenis lain. Amir memang merasakan betul perjuangan mempertahankan usaha produksi suku cadang sepeda selama belasan tahun.
Sejak merintis usaha 18 tahun yang lalu, produksi cuku cadang sepeda yang dihasilkannya mengalami pasang surut.
Ketika memulai usaha, Amir yang dibantu enam pekerja ini masih bisa tersenyum lega bila melihat angka penjualan setiap bulan. Hanya dengan modal awal sekitar satu juta rupiah, Amir bisa mengantongi omzet sebesar Rp 2 juta/bulan.
”Angka sebesar itu, terhitung gede pada 1985-an,” ujarnya. Pasar yang ia bidik pun masih berada di seputaran Bandung. Ia memasok sejumlah industri perakitan sepeda yang masih tumbuh subur di daerah Parahyangan ini. Terus Menanjak
Amir menuturkan, karena usahanya lambat laun menanjak, ia tak pernah bermimpi bahwa usaha produksi sepedanya ini, akan mengalami ujian berat sekitar 1990-an. Booming industri sepeda motor, yaitu biang keladinya. Banyak usaha perakitan sepeda langganannya, mulai beralih fungsi menjadi dealer sepeda motor. Otomatis, suku cadang yang dihasilkan oleh Amir banyak yang tak bisa dijual.
Meskipun demikian ia tetap berketetapan hati mempertahankan usahanya. ”Kasihan jika pekerja saya sampai tak punya pekerjaan,” ujarnya. Maka dari itu, ia memutar otak mencari pasar. Bila sebelumnya ia memproduksi suku cadang sepeda biasa, ia mulai melakukan modifikasi dengan menciptakan suku cadang sepeda anak dan sepeda gunung. Namun, suku cadang sepeda biasa pun tetap ia garap.
Ia menjajakan contoh suku cadang sepedanya kepada industri perakitan yang masih tersisa di sekitar Jawa Barat. Sadar tidak mempunyai modal yang memadai, pada 1994, ia mulai mencoba menggunakan jasa bank. Namun, hasilnya sudah bisa diperkirakan.”Tak ada yang mau mengucurkan dana pinjaman,” ungkapnya.
Setelah tiga tahun ia berjuang mendapatkan modal baru, akhirnya ia mendapatkan mitra perusahaan industri perakitan sepeda yang cukup ternama di Bandung. Contoh produk suku cadang sepeda seperti, sadel, pedal, stang yang ia sodorkan, telah menarik minat mereka.
Jadilah, Amir mendapatkan kucuran dana segar sekitar Rp 100 juta yang akan digunakan untuk memproduksi suku cadang sepeda, dan akan disalurkan kepada perusahaan perakitan tersebut. Dana sebesar itu ia gunakan untuk membangun sebuah workshop, membeli peralatan seperti mesin press serta bahan baku suku cadang seperti besi, plastik dan kulit sintetis.
Menurutnya, suku cadang tersebut akan dirakit oleh industri sepeda tersebut dan akan disalurkan kepada beberapa perusahaan rekanan mereka.
Perlahan, usaha suku cadang milik pria berpendidikan sekolah menengah kejuruan ini, menunjukkan kemajuan. Omzetnya terus menggelembung. Bila pada 1999 hasil penjualan suku cadang sepedanya baru mencapai Rp 300 juta/tahun, pada 2002 lalu ia bisa mencetak omzet penjualan hingga mencapai Rp 700 juta/tahun.
”Alhamdulillah, bisa menghidupi anak istri dan 12 orang pekerja,” ungkapnya.
Workshop suku cadang sepedanya yang terletak di daerah Kiara Condong, Bandung, bisa diperluas, dan sekaligus menjadi tempat tinggalnya.

Peraturan Perusahaan

PERATURAN PERUSAHAAN

PERATURAN PERUSAHAAN

Menimbang bahwa untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara Perusahaan dan Karyawan demi terciptanya ketenangan dan kepuasan bagi kedua belah pihak hingga dapat ditingkatkan produktivitas, serta mengingat akan wewenang yang ada padanya berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maka Direksi HARDHI SMART CONSULTING dengan ini memutuskan menetapkan Peraturan Perusahaan sebagaimana tercantum di bawah ini.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Perusahaan dan Karyawan

1 .Yang dimaksud dengan Perusahaan dalam peraturan ini adalah HARDHI SMART CONSULTING
berkedudukan diJakarta, didirikan berdasarkan Akta Notaris No.04.4676.89 tanggal 24 Oktober ,Notaris 2654705 di Jakarta. KEPMEN Kehakiman RI No.03 TH 2003, dengan cabang-cabang diwilayah Indonesia .
2.Yang dimaksud dengan Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan tempat yang berada dibawah penguasaan Perusahaan yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan.

3.Yang dimaksud dengan Karyawan adalah mereka yang mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan berdasarkan Surat Pengangkatan yang sah dan menerima upah.
4.Yang dimaksud dengan Istri Karyawan adalah 1 (satu) orang istri dari perkawinan yang sah dan terdaftar pada Departemen (Dept) HRGA.
5.Yang dimaksud dengan Suami Karyawan adalah 1 (satu) orang suami dari perkawinan yang sah dan terdaftar pada Dept HRGA.
6.Yang dimaksud dengan Anak Karyawan adalah anak pertama, kedua dan ketiga karyawan dari istri sah yang menjadi tanggungannya, belum bekerja dan belum menikah serta berusia dibawah 21 tahun dan terdaftar pada Dept HRGA.
7.Keluarga karyawan adalah suami/istri dan 3 (tiga) orang anak seperti pada ayat 6.
8.Yang dimaksud dengan Pekerjaan adalah pekerjaan yang dijalankan oleh karyawan untuk Perusahaan dalam suatu hubungan kerja tertentu yang telah disepakati bersama dalam suatu ikatan hubungan kerja.
9.Yang dimaksud dengan Pimpinan Perusahaan adalah mereka yang karena jabatannya mempunyai tugas memimpin Perusahaan.
10.Yang dimaksud dengan Direksi adalah anggota direksi dari Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta Perusahaan.
11 .Yang dimaksud dengan Peraturan Perusahaan adalah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan kerja, syarat-syarat kerja, kondisi kerja serta hak-hak dan kewaj iban Karyawan.BAB II
HUBUNGAN KERJA

Pasal 2
Penerimaan karyawan

1 .Pimpinan Perusahaan da lam menerima karyawan sesua i dengan keperluannya dengan syarat-syarat yang telah d itentukan oleh Perusahaan dan tidak menyimpang dari Undang-undang dan Peraturan yang berlaku.

2.Persyaratan umum calon Karyawan adalah :
a.Warga Negara Indonesia.
b.Berusia sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) tahun sesua i Akte Kelahiran atau Tanda Kena l Lahir.
c.Mempunyai KTP ketika melamar.
d.Berbadan sehat dan berjiwa sehat berdasarkan surat keterangan kesehatan oleh Dokter.
e.Berkelakuan baik.
f.Lulus test yang diadakan oleh Perusahaan.

3.Persyaratan khusus sesuai dengan tuntutan dan spesifikasi pekerjaan yang harus dipenuhi atau ditempuh oleh calon Karyawan.

Pasal 3
Masa Percobaan

1 .Pada dasarnya Karyawan yang diterima, terlebih dahulu wajib menjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bu lan sejak tanggal mulai dipekerjakan. Selama masa percobaan baik Perusahaan maupun Karyawan bebas sewaktu-waktu dengan pemberitahuan 1 x 24 jam dapat memutuskan hubungan kerja dengan tanpa syarat dan tanpa kewajiban memberi dan menuntut pesangon/ganti rugi dalam bentuk apapun.
2.Selama dalam masa percobaan prestasi kerja dan kondite Karyawan tersebut dinilai berdasarkan ketentuan tata cara penilaian yang berlaku. Apabila pada akhir masa percobaan Karyawan dinilai berhasil baik memenuhi persyaratan yang ditetapkan dapat diangkat menjad i karyawan tetap,dan sebaliknya apabila gagal akan d iputuskan hubungan kerjanya.
3.Masa percobaan 3 (tiga) bulan dimaksud diperhitungkan sebagai masa kerja.

Digital Video Recorder terdiri dari 2 jenis

Digital Video Recorder terdiri dari 2 jenis

Digital Video Recorder terdiri dari 2 jenis

Digital Video Recorder terdiri dari 2 jenis

  1. Stand alone,
  2. DVR Card

Stand Alone

Stand alone berfungsi sebagai alat perekam dan alat untuk membagi tampilan di layer monitor atau mengatur tampilan, Untuk keunggulannya, jika dibandingkan dengan DVR Card maka penggunaaanya lebih praktis karena tidak memerlukan tambahan PC, Instalasi Software, system ini memiliki beberapa kelemahan yaitu tidak di rancang untuk dipakai sebagai WEB Based system, Futurenya masih terbatas jika dibandingkan dengan DVR Card, Dan untuk kapasitasnya sangat terbatas karena kendala dari system ini adalah pada slot harddisk sebagai penyimpanan data,
DVR Card

Sebagai penghubung antara PC dan CCTV dengan dilengkapi dengan Software yang mana software nya memiliki fungsi sebagai alat perekam, alat pengatur tampilan, dan alat penggerak camera PTZ, dan dapat juga difungsikan sebagai remote viewing system melalui jaringan LAN, WAN, Internet, Dll. Mengacu dari software system ini dapat dikembangkan untuk di pakai pada WEB Based.

  1. Media Pendukung DVR

–          Controller : alat untuk memilih kamera mana yang akan dilihat di monitor, atau bisa juga mengatur semua kamera ditampilkan di monitor, mengatur kondisi/kualitas gambar kamera tertentu seperti brightness, lama perekaman, frame per second, model perekaman.

–          Recorder : alat untuk merekam, menyimpan data, play back, menghapus data lama, membackup data lama ke CD,DVD, atau harddisk lain. Alat Card DVR:merubah data camera analog untuk dapat disimpan ke dalam media digital seperti computer dan dapat dilihat hasilnya atau dipantau melalui perangkat computer

Menurut wikipedia : “An Internet protocol camera, or IP camera, is a type of digital video camera commonly employed for surveillance, and which unlike analogclosed circuit television (CCTV) cameras can send and receive data via a computer network and the Internet.”    artinya kira2 bgini :  IP camera adalah kamera digital untuk  pemantauan  yg dapat  mentrasfer data melalui jaringan komputer dan internet  .  lah klu begitu mah webcam juga bisa… yup betul webcam juga  bisa, tapi kan webcam tdk berdiri sendiri webcam masih perlu komputer dan webcam bukan  untuk  pemantauan.

Baca Juga :

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :
1. Mengenal metode seleksi yang tepat.

. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan.
3. Sistem bonus dan instruksi.

Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja.

.

A.6. Robert Owen (1771 – 1858)

Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.

Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai, dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.

B. Teori Organisasi Klasik

B.1. Fayol (1841 – 1925) :

Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri

atas :
1. Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.
2. Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.
3. Financial ; kegiatan pembelanjaan.
4. Security ; kegiatan menjaga keamanan.
5. Accountancy ; kegiatan akuntansi
6. Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :

– Planning ; kegiatan perencanaan<>
– Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan
– Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian
– Commanding ; kegiatan pengarahann
– Controlling ;kegiatan penngawasaan

Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol

adalah :- Pembagian kerja

– Asas wewenang dan tanggungjawab<>
– Disiplin
– Kesatuan perintah
– Kesatuan arah
– Asas kepentingan umum

>

– Pemberian janji yang wajar
– Pemusatan wewenang
– Rantai berkala
– Asas keteraturan
– Asas keadilan
– Kestabilan masa jabatan
– Inisiatif
– Asas kesatuan

B.2.James D. Mooney :

Menurut James, kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah :
a. Koordinasi
b. Prinsip skala

c. Prinsip fungsional

d. Prinsip staf

C. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 – 1950)

Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan

mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk

menunjang tingkat produktifitas kerja. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu system sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi.

D. Teori Behavioral Science :

D.1. Edgar Schein

Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi.

D.2. Fred Fiedler

Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.

D.3. Douglas Mc Gregor

Dengan teori X dan teori Y.

D.4. Robert Blake dan Jane Mouton

Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.

D.5. Frederich Herzberg

Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.

D.6. Rensis Likert

Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat system manajemen.

D.7. Chris Argyris

Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.

D.8. Abraham maslow

Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan

dinamika proses motivasi.

Sumber : http://scalar.usc.edu/works/guest-author/explanation-of-living-things-that-can-make-your-own-food-complete?t=1573142235153

Teori Manajemen Ilmiah/klasik

Teori Manajemen Ilmiah/klasik

Teori Manajemen Ilmiah klasik

Teori – Teori Pemikiran Organisasi

Manajemen

A. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik

Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah :
1. Pentingnya peran manajer
2. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja
3. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan
4. Iklim kondusif
Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja.

A.1. Herrrington Emerson (1853 – 1931) :

Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu ia menganjurkan :
1. Tujuan jelas
2. Kegiatan logis
3. Staf memadai
4. Disiplin kerja
5. Balas jasa yang adil
6. Laporan terpecaya
7. Urutan instruksi
8. Standar kegiatan
9. Kondisi standar
10. Operasi standar
11. Instruksi standar
12. Balas jasa insentif

A.2. Frederick W. Taylor :

Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial.

A.3. Charles Babbage (1792 – 1871)

Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sehingga setiap pekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.

A.4. Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972) :

Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam

pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan

A.5. Hennry L. Gantt (1861 – 1919) :

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :
1. Mengenal metode seleksi yang tepat.

Sumber : https://www.thebaynet.com/community/science/13-factors-that-cause-ocean-damage-and-its-explanations.html

Bagaimana Penyelenggaraan Konseling FaceBook itu

Bagaimana Penyelenggaraan Konseling FaceBook itu

Bagaimana Penyelenggaraan Konseling FaceBook itu

Program Konseling FaceBook berbeda dengan keanggotaan dalam FaceBook pada umumnya, didalamnya membutuhkan kegiatan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang terorganisir, serta evaluasi yang jelas.

Dalam perencanaan, perlu dilakukan sosialisasi kepada berbagai pihak terkait, terutama kepada siswa dan juga pihak manajemen sekolah, sehingga program Konseling FaceBookmendapat dukungan dari berbagai pihak.

Dalam pelaksanaan, konselor bertindak sebagai Admin dari Program Konseling FaceBook di sekolah, yang akan mengelola jalannya Program Konseling FaceBook. Selain itu, konselor juga terutama bertindak sebagai tenaga ahli yang selalu siap memberikan bantuan psikologis kepada anggota komunitas yang tergabung dalam Program Konseling FaceBook.

Program Konseling FaceBook juga perlu dilakukan evaluasi baik evaluasi program, proses maupun produk. Data dari hasil evaluasi dapat  digunakan untuk kepentingan perbaikan dan pengembangan Program Konseling FaceBook berikutnya.

Secara teknis, berikut ini beberapa pemikiran penulis tentang bagaimana menyelenggarakan Konseling FaceBook:

1. Pemahaman dan Penguasaan Konselor tentang FaceBook

Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, untuk dapat menyelenggarakan Konseling FaceBook ini, terlebih dahulu konselor perlu memahami seluk beluk dalam mengoperasikan FaceBook, yang dapat dilakukan melalui belajar secara online melalui berbagai situs yang ada atau belajar kepada pihak lain yang sudah terbiasa menggunakan FaceBook. Dalam Konseling FaceBook, konselor bertindak sebagai Admin dari komunitas Bimbingan dan Konseling yang dikelolanya, yang bertugas men-setting  FaceBook yang dikelolanya dan bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan Konseling FaceBook

2. Keanggotaan

Idealnya keanggotaan Konseling FaceBook dapat diikuti oleh seluruh siswa (konseli) yang menjadi tanggung jawab konselor yang bersangkutan, kendati demikian sebaiknya untuk keanggotaan ini tidak perlu dipaksakan tetapi harus berdasarkan asas sukarela. Dalam hal ini konselor berkewajiban mensosialisasikan program Konseling FaceBook kepada para siswanya sehingga siswa terpahamkan dan dapat secara sukarela tertarik untuk bergabung  dalam Program Konseling FaceBook.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam keanggotaan Konseling FaceBook bahwa keanggotaan dalam Konseling FaceBook seyogyanya bersifat eksklusif, artinya terbatas hanya bisa diikuti oleh para siswa yang menjadi tanggung konselor yang bersangkutan. Oleh karena itu kepada siswa, yang sudah bergabung dalam komunitas Konseling FaceBook sebaiknya  tidak diijinkan untuk meng-add (menambah) anggota secara sembarangan, karena menambahkan anggota secara sembarangan dapat merusak kohesivitas kelompok yang sudah terbentuk.

3. Waktu PelayananKonseling

Salah satu kendala pelayanan konseling di sekolah saat ini adalah waktu pelayanan (khususnya untuk kepentingan konseling perorangan) yang kerapkali berbenturan dengan kegiatan belajar-mengajar siswa di kelas. Sementara jika pelayanan konseling dilakukan di luar jam efektif pun, para konselor seringkali merasa  berkeberatan, karena berbagai alasan tertentu. Oleh karena itu, Konseling FaceBook tampaknya bisa dijadikan sebagai alternatif mengatasi benturan waktu ini. Waktu pelayanan konseling  melalui Konseling FaceBook bisa jauh lebih fleksibel.  Untuk kepentingan pelayanan kepada siswa (konseli) diharapkan konselor bisa  menyediakan waktu khusus online yang terjadwal, untuk memberikan kesempatan kepada  siswa berinteraksi langsung dengan konselor.

4. Menentukan Aturan Main (Rule of The Game)

Untuk menyelenggarakan  Konseling FaceBook terlebih dahulu perlu dirumuskan aturan main yang harus ditaati oleh konselor sebagai admin maupun siswa sebagai anggota. Selain aturan main yang ditentukan oleh FaceBook (term of services) itu sendiri, juga perlu dibuat aturan khusus terkait dengan penyelenggaraan Konseling FaceBook, yang didalamnya dapat terpenuhi asas-asas konseling, misalnya: pemenuhan asas kerahasiaan dimana  setiap siswa yang sudah bergabung dalam komunitas Konseling FaceBook dapat berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan atas setiap informasi yang berkembang dalam Konseling FaceBook. Demikian pula dengan pemenuhan asas-asas  bimbingan dan konseling lainnya.

Baca Juga :

Konseling FaceBook di Sekolah

Konseling FaceBook di Sekolah

Konseling FaceBook di Sekolah

Mengapa Konseling FaceBook?

Salah satu yang menjadi landasan dalam penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet, dalam bentuk “cyber counseling”.

Untuk kegiatan cyber counseling, idealnya sekolah atau konselor yang bersangkutan dapat menyediakan website tersendiri  yang dipergunakan khusus untuk kepentingan Bimbingan dan Konseling bagi para siswanya. Namun untuk saat ini upaya menyediakan website khusus untuk kepentingan Bimbingan dan Konseling ini tampaknya di Indonesia masih menjadi kendala, baik karena faktor biaya maupun kesiapan sumber daya. Oleh karena itu perlu dipikirkan cara yang lebih praktis untuk menyediakan layanan cyber counseling ini. Salah satu alternatif yang mungkin dapat ditempuh yakni melalui pemanfaatan FaceBook sebagai salah satu media konseling.

Untuk memahami apa itu FaceBook, berikut ini sekilas informasi tentang Facebook yang penulis ambil dari berbagai sumber. Wikipedia menginformasikan bahwa Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat e-mail suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat e-mail apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.

Tak terkecuali di Indonesia, saat ini FaceBook telah menjadi trend yang banyak diminati oleh semua kalangan sebagai media pertemanan secara online. Meski belakangan kehadirannya sempat mengundang kontroversi dan nyaris diharamkan oleh sebagian para ulama karena mungkin dianggap sudah terjadi distorsi dari tujuan awal kehadiran FaceBook sebagai media pertemanan.

Trend penggunaan FaceBook diIndonesiamemang sangat beragam, mulai dari sekedar  ngobrol ngalor-ngidul tak menentu hingga penyampaian informasi yang serba serius. Dari hasil penelusuran dalam FaceBook yang pernah penulis lakukan ternyata sudah ada beberapa teman konselor yang menjadi FaceBooker, namun tampaknya belum sepenuhnya keanggotaan dalam FaceBook-nya dijadikan sebagai media yang dapat menunjang tugas dan pekerjaannya sebagai konselor di sekolah.

Oleh karena itu, melalui tulisan ini, penulis berusaha menawarkan gagasan bagaimana memanfaatkan kehadiran FaceBook sebagai salah satu media yang dapat mengoptimalkan peran konselor di sekolah dalam rangka pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

B. Apa Konseling FaceBook itu?

Yang dimaksud dengan Konseling FaceBook di sini penulis artikan sebagai bantuan psikologis kepada siswa (konseli) secara online melalui FaceBook agar siswa dapat memahami, menerima, mengarahkan, mengaktualisasikan dan mengembangkan dirinya secara optimal.

Layanan yang diberikan melalui Konseling FaceBook ini bisa mencakup semua fungsi-fungsi layanan bimbingan dan konseling, baik pencegahan, pemahaman, pengembangan, penempatan atau bahkan pengentasan.

Fungsi pencegahan dan pemahaman dapat dilakukan melalui penyajian berbagai informasi yang sekiranya dibutuhkan siswa. Dalam FaceBook disediakan fasilitas untuk menyajikan informasi yang dapat diakses oleh seluruh komunitas.

Sumber informasi tidak hanya berasal dari konselor semata tetapi juga dimungkinkan bersumber dari siswa untuk dibagikan kepada anggota komunitasnya. Informasi yang disajikan dapat juga dilakukan dengan mengambil tautan (link) yang tersedia di internet, yang mungkin jauh lebih kaya dibandingkan  offline, baik untuk bidang pribadi, sosial, akademik maupun karier.

Fungsi pengembangan juga dapat dilakukan dalam FaceBook ini, misalnya membangun kebiasaan interaksi sosial secara positif dengan komunitas FaceBook-nya, atau menyalurkan berbagai  pemikiran  yang ada dalam diri setiap siswa dengan cara menuliskannya dalam FaceBook yang dikelolanya.

Sementara fungsi pengentasan dapat dilakukan melalui chatting secara online yang telah disediakan dalam FaceBookdimana konselor dan  konseli dapat berinteraksi langsungSalah satu keunggulan dari FaceBook  yaitu adanya jaminan privacy, yang memungkinkan untuk dilaksanakannya konseling perorangan, dengan terjaga kerahasiaannya. Fungsi pengentasan tidak hanya melalui interaksi konselor-konseli (siswa), tetapi juga dilakukan antar konseli (siswa), dimana siswa dapat saling berbagi dengan teman-teman yang dipercayainya.

Kendati demikian, kehadiran Program Konseling FaceBookdi sekolah bukan dimaksudkan menggeser konseling konvensional, tetapi lebih dimaksudkan untuk melengkapi dan menunjang tugas-tugas pelayanan konseling konvensional agar pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Ciri Kedewasaan Seseorang

Ciri Kedewasaan Seseorang

Ciri Kedewasaan Seseorang

Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauhmana tingkat  kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya  dilihat dari kematangan emosionalnya.

  1. Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah  suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
  2. Memiliki kemampuan mengelola diri  dari perasaan cemburu dan iri hati.
  3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
  4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
  6. Tidak berusaha menganalisis  secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif  tentang keberadaan dirinya.
  7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
  8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya  tindakan persiapan.
  9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
  10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha  membatasi sikap egois.
  11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
  12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
  13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
  14. Berusaha memperoleh kepemilikan  (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.
  15. Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)
  16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu”  diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
  17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
  18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan  diri dan harga diri.
  19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi  sesaat.
  20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.