Sejarah Pemikiran Perencanaan

Sejarah Pemikiran Perencanaan

Sejarah Pemikiran Perencanaan

Sejarah Pemikiran Perencanaan
Sejarah Pemikiran Perencanaan

The CITY PATHOLOGICAL (1890-1901)
Permasalahan yang dihadapi adalah munculnya berbagai epidemi penyakit, seperti desentri, pes dan kolera yang diakibatkan oleh buruknya pelayanan sanitasi, di kota-kota besar yang tidak mampu mengantisipasi besarnya tingkat urbanisasi. Penanganannya melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan peremajaan permukiman kumuh.

The CITY BEAUTIFUL (1901-1915)
Berkembangnya kota-kota kecil dan menengah menjadi kota besar dan munculnya kota-kota baru, dikembangkan dengan pendekatan perencanaan fisik, yang menghadirkan bangunan-bangunan dan lingkungan yang indah, dengan mengedepankan arsitek sebagai perencananya.

The CITY FUNCTIONAL (1916-1939)
Kota dikembangkan dengan memperhatikan fungsi kota, yang diwujudkan dalan penataan guna lahan yang sesuai dengan kapasitas dan kesesuaian lahan untuk menampung kegiatan penduduknya. Konsep rencana guna lahan dimulai pada era ini.

The CITY VISONARY (1923-1936)
Para perencana dan arsitek mengemukakan berbagai konsep tentang kota masa depan, dan menjadi masukan bagi pengembangan kota dengan tema-tema tertentu. Konsep-konsep kota-kota besar, seperti metropolitan, broadacre city, townless highway dikemukakan pada periode ini. Konsep pengembangan kota dengan mempertimbangkan perencanaan wilayah (regional planning) muncul pada masa ini.

The CITY RENEWABLE (1937-1964)
Pada masa ini, upaya untuk meremajakan kota-kota kuno dan bersejarah sangat diperhatikan. Termasuk memperhatikan kawasan-kawasan permukiman kumuh. Tujuannya adalah untuk memperbaiki lingkungan pusat kota yang mengalami degradasi kualitas.

The CITY GRASSROOTED (1965-1980)
Perhatian yang besar terhadap human rights yang muncul pada masa ini, mendorong munculnya perencanaan pembangunan kota yang lebih memperhatikan masyarakat, khususnya masyarakat pinggiran. Pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan kota secara mulai mengemuka pada masa ini.

The CITY THEORITICAL (1975-1989)
Pada masa ini, banyak perencana yang mengemukakan gagasan, ide, konsepnya tentang pengembangan kota. Perdebatan tentang teori perencanaan mulai mengemuka pada saat ini, dengan terbitnya banyak buku yang mengulas tentang bidang perencanaan kota.

The CITY ENTERPRISING (1980-1989)
Munculnya partisipasi pengusaha swasta yang besar pada pembangunan perkotaan, khususnya pembangunan sarana umum perkotaan, khususnya sarana hiburan. Konsep pembangunan sarana wisata Walt Disney mengemuka pada masa ini dan mempengaruhi kecenderungan pembangunan perkotaan di Amerika dan Eropa.

The CITY OF ECOLOGICALLY NIMBYSM (1980-1989)
Kota-kota berkembang pesat yang berkembang pesat dianggap dapat mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Pembuangan sampah yang besar, alih fungsi lahan dan semakin terbatasnya sumber daya alam untuk mendukung kehidupan perkotaan, khususnya air bersih, menyebabkan munculnya perhatian yang besar untuk mengembangkan kawasan perkotaan dengan konsep-konsep lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pada masa ini, ada upaya untuk mencegah munculnya pendekatan NIMBYS (Not In My Backyards) yang cenderung mengabaikan masalah lingkungan dalam pembangunan perkotaan.

The CITY PATHOLOGICAL REVISITED (1980-1989)
Munculnya berbagai masalah di perkotaan, seperti permasalahan lingkungan, penyakit-penyakit masyarakat, seperti HIV, kanker, sipilis dan sebagainya, menyebabkan perhatian kembalinya upaya untuk mengembangkan dan membangun kawasan perkotaan dengan konsep menangani penyakit-penyakit yang terdapat didalamnya.

Sumber : https://filehippo.co.id/

SPP dan DSP Gratis di Sekolah Swasta Jadi Solusi Sistem Zonasi

SPP dan DSP Gratis di Sekolah Swasta Jadi Solusi Sistem Zonasi

SPP dan DSP Gratis di Sekolah Swasta Jadi Solusi Sistem Zonasi

SPP dan DSP Gratis di Sekolah Swasta Jadi Solusi Sistem Zonasi
SPP dan DSP Gratis di Sekolah Swasta Jadi Solusi Sistem Zonasi

Adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Ke­budayaan (Permendikbud)

Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi harus segera mencari solusi.

Pasalnya, dalam Permen­dikbud tersebut ditegaskan, untuk PPDB 2019 ini, Kemen­dikbud, hanya memberlaku­kan tiga sistem penerimaan, yaitu 90 persen zonasi, lima persen prestasi dan lima per­sen perpindahan. Padahal saat ini sekolah negeri khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Cimahi, keberadaanya belum merata.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cimahi, Hendra Gunawan mengatakan

, saat ini pihaknya sudah mu­lai melakukan pendataan terhadap anak usia sekolah mulai dari usia Sekolah Dasar (SD) sampai SMP. Hal itu dila­kukan agar semua anak usia sekolah tetap bisa sekolah.

“Kita melalui dari RW (pen­dataan). Setelah mengantongi data kita akan melakukan mapping,” kata Hendra,

Menurut Hendra, saat ini pihaknya harus mempunyai solusi agar pendidikan tetap merata. Apalagi pemberla­kuan sistem zonasi pada PPDB tahun ini lebih dominan, yaitu 90 persen dari kuota penerimaan sekolah.

“Kami akan ambil solusi dari program prioritas wali­kota yaitu SPP dan DSP gratis

. Jadi untuk yang tidak masuk ke sekolah negeri, nanti akan kita fasilitasi masuk sekolah swasta secara gratis. Kita akan anggarkan untuk biaya itu,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan memberi pemahaman dan mengarahkan masyarakat agar sebaiknya menyekolah­kan anaknya di sekolah yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggalnya.

“Masyarakat enggak perlu khawatir. Sebab, sekarang pak wali kota juga akan mendukung masalah sapras,” tegasnya.

Dengan pendataan yang dilakukan, kata Hendra, ma­ka konsep zonasi pada PPDB tinggal mengacu pada data pendidikan kewilayahan. Se­hingga ke depan PPDB ma­syarakat tidak usah mendaf­tar sendiri tapi terdaftar se­cara otomatis sesuai data dan tinggal verifikasi ke sekolah.

“Asalkan, anak usia sekolah sesuai tingkat pendidikan masuk dalam program peme­rataan pendidikan. Kita me­lihat ke depannya, dengan zonasi mempermudah akses pendidikan dan pemerataan layanan pendidikan yang ten­tunya bakal dirasakan man­faatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

 

Baca Juga :

SMAK 1 BPK Penabur Telah Siap Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

SMAK 1 BPK Penabur Telah Siap Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

SMAK 1 BPK Penabur Telah Siap Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

SMAK 1 BPK Penabur Telah Siap Torehkan Prestasi Tingkat Nasional
SMAK 1 BPK Penabur Telah Siap Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

Masuk nomi­nasi nilai tertinggi UNBK pe­ringkat 5 ke atas se-Jawa Barat secara berturut-tutut

memang menjadi kebanggaan tersen­diri. Hal itu dirasakan langs­ung Kepala Sekolah SMAK 1 BPK Penabur Kota Bandung, sebab tahun 2019 ini siswanya bisa mempertahankan gelar tersebut secara tiga kali ber­turut-turut.

”Saya sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Apa yang kami tar­getkan selama ini, bisa kami capai. Memang tiap tahun kami membuat target. Tahun ini puji tuhan apa yang kami perjuangankan bisa tercapai kembali,” kata Kepala Sekolah SMAK 1 BPK Penabur Kota Bandung, Stephanus Abed­nego, di Kantor SMAK 1 BPK Penabur, Rabu (15/5).

Dijelaskannya, setiap ang­katan nanti pasti akan men­jadi kakak kelas, jiwa seman­gat dalam berprestasi

arus ditularkan kepada adik-adik kelasnya sehingga bisa men­jadi termotivasi dalam pre­stasi.

”Motivasi itu dari kakak ke­las yang menjadi motivasi untuk adik kelasnya. Karena Jabar kahiji ini kita itu sudah berturut-turut tiga tahun, biasanya hasil yang diperoleh oleh kakak kelas itu menjadi motivasi untuk adik kelasnya untuk melanjutkan apa yang sudah dicapai oleh kakak ke­lasnya pasti buat semua Ci­vitas Akademika juga kan pasti berjuang terus untuk memperjuangkan prestasinya,” jelasnya.

Pihaknya mengaku akan terus menanamkan untuk terus mempertahankan raihan prestasi atau bahkan mening­katkannya hingga tingkat nasional.

”Kami berharap tahun depan bisa ada kenaikan lagi capai­annya termasuk UNBK ini. Harapannya tahun

depan bisa Jabar satu lagi, kalau bisa bukan tingkat provinsi lagi tapi menjadi yang terbaik di tingkat Nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Karren Lo­linhandary mengaku senang setelah melihat hasil yang sangat membanggakan. Tidak hanya dirinya saja, namun dengan hasil nilai ini Karren bisa membuat bangga orang tuanya.

”Pastinya seneng banget dan bangga bisa membahagiakan orang tua, bisa membawa nama baik sekolah terlebih juga prestasi yang luar biasa buat diri sendiri, seneng banget. Karena gak nyangka pas setelah UN bisa menda­patkan hasil yang seperti itu gak nyangka jadi bangga dan bersyukur banget. Ya respon orangtua juga seneng banget langsung bangga sampai ter­haru,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://poptype.co/tuponur/niat-sholat-tahajud

Kualitas Sekolah Dinilai Semakin Merata

Kualitas Sekolah Dinilai Semakin Merata

Kualitas Sekolah Dinilai Semakin Merata

Kualitas Sekolah Dinilai Semakin Merata
Kualitas Sekolah Dinilai Semakin Merata

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menilai saat ini sudah banyak sekolah swasta

memberikan kualitas pelayanan pendidikan yang sangat bagus. Sehingga menurutnya masyarakat tak perlu khawatir apabila tidak masuk ke sekolah negeri dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 ini.

“Makanya soal zonasi di PPDB ini rasanya tidak juga harus selalu dipermasalahkan, karena memang bahwa kualitas swasta tidak kalah baiknya,” kata Yana di Balai Kota Bandung, Rabu (22/5/2019).

Yana menuturkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) terus mendukung upaya agar kualitas

pendidikan di Kota Bandung bisa merata. Sehingga, sambung dia, tidak ada lagi sekolah berlabel favorit lantaran semua sekolah memiliki kualitas yang sama.

“Mungkin ini sekadar stigma saja bahwa sekolah negeri itu sekolah favorit. Saya pikir sekarang pemerataan pendidikan sudah semakin baik khususnya di Kota Bandung,” ujarnya.

Dari pengamatannya, sekolah swasta bukan hanya menawarkan soal pendidikan formal saja.

Namun, banyak sekolah swasta yang justru memiliki keunggulan di bidang lain.

“Kalau kurikulum kelihatannya harus mengikuti, cuma ekstra kulikuler sama kegiatan tambahannya semua sekolah punya keunggulan masing-masing dan sekolah swasta juga sudah baik,” ungkapnya.

Untuk itu, Yana berharap masyarakat Kota Bandung tidak perlu minder karena menempuh pendidikan di sekolah swasta. Sebab, sekolah swasta pun kini memiliki peluang dan daya dukung yang sama untuk mengukir prestasi.

“Pada dasarnya semua sekolah itu baik dan punya tujuannya juga baik. Jadi jangan ada dikotomi antara sekolah negeri dan sekolah swasta anak-anaknya sama dimana pun bisa berprestasi,” tandasnya. (drx)

 

Sumber :

https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jsk/comment/view/827/0/227588

Mengenai Hukum tertulis, ada yang telah dikondifikasikan

Mengenai Hukum tertulis, ada yang telah dikondifikasikan

Mengenai Hukum tertulis, ada yang telah dikondifikasikan

Mengenai Hukum tertulis, ada yang telah dikondifikasikan
Mengenai Hukum tertulis, ada yang telah dikondifikasikan

Mengenai Hukum tertulis, ada yang telah dikondifikasikan, dan yang belum
dikondifilasikan . KONDIFIKASI ialah pembukaan jenis-jenis hukum tertentu dalam
kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap. Unsur Kondifikasi ialah, Jenis Hukum tertentu (misalnya hukum perdata), sistematis, lengkap. Tujuan Kondifikasi dari hukum tertulis ialah untuk memperoleh Kepastian hukum, penyederhanaan hukum, kesatuan hukum. Berikut ialah contoh hukum yang sudah dikondifikasikan:
1)Kitab Undang-undang Hukum Sipil (1 Mei 1848).
2)Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (1 Mei 1848).
3)Kitab Undang-undang Hukum Pidana (1 Januari 1918).

1.Hukum Tak Tertulis (unstatutery Law = unwritten Law), Yakni Hukum yang
masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tertulis namun berlakunya
ditaati seperti suatu peraturan perundangan (disebut juga hukum kebiasaan),
disebut Hukum Adat (Adat Law).

Perhatian dari luar terhadap hukum adat, Bangsa indonesia tidak lepas dari kontak dengan bengsa-bangsa lain. Istilah “Hukum Adat” adalah terjemahan dari perkataan Belanda “adatrecht”, istilah “adatrecht” ini ialah untuk pertama kali dipakai jadi merupakaniptaan, Snouck Hurgronje. Kemudian dipakai oleh pengarang-pengarang lain-lain. Tetapi kesemuanya ini memakainya masih secara sambil lalu dan hanya untuk hukum Indonesia asli, terlepas dan akibat pengaruh-pengaruh dari luar, seperti pengaruh agama.

6.Berdasarkan waktu berlakunya.
1)Hukum Nasional, Yaitu Hukum yang berlaku dinegara yang bersangkutan, misalnya Hukum Nasional Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan menempatkan UUD 1945 sebagai hukum positif tertinggi.
2)Hukum Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan-hubungan hukum
yang terjadi dalam, pergaulan internasional.
3)Hukum Asing, yaitu hukum yang berlaku dinegara lain, misalnya bagi bangsa Indonesia adalah hukum yang berlaku di Malaysia, Amerika Serikat, Australia, dsb.
4)Hukum Gereja, adalah hukum yang ditetapkan oleh gereja dan diperlakukan terhadap para jamaahnya.

Baca Juga :

PENGANTAR HUKUM INDONESIA

PENGANTAR HUKUM INDONESIA

PENGANTAR HUKUM INDONESIA

PENGANTAR HUKUM INDONESIA
PENGANTAR HUKUM INDONESIA

Pengertian Tata Hukum, yaitu menyusun dengan baik dan Tertib aturan-aturan hukum dalam pergaulan hidup supaya ketentuan yang berlaku dengan mudah dapat diketahui dan digunakan untuk menyelesaikan setiap peristiwa hukum yang terjadi.

Sistem Hukum
Suatu susunan atau tatanan yang teratur, suatu keseluruhan yang terdiri atas bagian-bagian yang berkaitan satu dengan yang lain, tersusun dengan suatu rencana atau pola, hasil dari suatu penulisan untuk mencapai suatu tujuan.
Hukum Sebagai suatu sistem, artinya suatu susunan atau tataan teratur dari aturan-aturan hidup, keseluruhannya terdiri dari dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain.

A. RUANG LINGKUP PHI (Tata Hukum Indonesia)
Tata Hukum di Indonesia ditetapkan oleh masyarakat Hukum Indonesia, ditetapkan oleh Negara Indonesia. Lahirnya Tata Hukum di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dibentuklah tata hukumnya itu dinyatakan dalam :
1.Proklamasi Kemerdekaan : “Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”,
2.Pembukaan UUD-1945: “ Atas berkat Rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Undang-undang dasar Negara Indonesia…”

Pernyataan itu mengandung arti :
1.Menjadikan Indonesia sauatu Negara yang merdeka dan berdaulat
2.Pada saat itu menetapkan tata hukum Indonesia, sekedar mengenai bagian tertulis. D

Didalam Undang-undang dasar Negara itulah tertulis tata hukum Indonesia (yang tertulis). Undang-undang hanyalah memuat ketentuan-ketentuan dasar merupakan rangka dari tata hukum Indonesia

Tata Hukum di Indonesia meliputi :

1. Sistem Hukum
Macam-macam Sistem Hukum
a. Sistem Hukum Eropa Kontinental.
b. Sistem Hukum Anglo Saxon
c. Sistem Hukum Adat

Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). Hukum Agama, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari’at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat yang diserap dalam perundang-undangan atau yurisprudensi, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara.

Hukum Tata Negara di Indonesia :
1.Hukum perdata Indonesia
2.Hukum Pidana Indonesia
3.Hukum Tata Negara Indonesia
4.Hukum Dagang
5.Hukum Agraria
6.Hukum Pajak
7.Hukum Acara Pengadilan
8.Hukum Administrasi Negara
9.Hukum Adat
10.Hukum Islam.

Klasifikasi hukum
1.Berdasarkan sifatnya
Drs E. Utrecht, SH. Dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Hukum Indonesia” (1953) telah membuat suatu batasan, Utrecht memberikan batasan Hukum sebagai Berikut: “Hukum itu adalah himpunan peratura-peraturan (perintah-Perintah dan larangan-larangan) yang mengurus tata-tertib suatu masyarakat dan karena harus ditaati oleh masyarakat. Itu. Akan tetapi tidaklah semua orang mau mentaati kaedah-kaedah hukum itu, maka peraturan kemasyarakatan itu harus dilengkapi dengan unsur memaksa. Dengan demikian Hukum itu mempunyai sifat mengatur dan memaksa. Hukum merupakan peraturan-peraturan hidup masyarakat yang dapat memaksa orang supaya mentaati tata-tertib dalam masyarakat serta memberi sanksi yang tegas (berupa hukuman) terhadap siapa yang tidak mau patuh mentaatinya.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Wisuda IPB: Kita Dihadapkan Pada Kondisi Smart Society 4.0

Wisuda IPB Kita Dihadapkan Pada Kondisi Smart Society 4.0

Wisuda IPB: Kita Dihadapkan Pada Kondisi Smart Society 4.0

Wisuda IPB Kita Dihadapkan Pada Kondisi Smart Society 4.0
Wisuda IPB Kita Dihadapkan Pada Kondisi Smart Society 4.0

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mewisuda lulusannya dalam Wisuda dan Penyerahan Ijazah

Tahap I Tahun Akademik 2018/2019 di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (19/9/2018).

Pada wisuda tahap ini, IPB akan menyerahkan ijazah kepada 800 orang lulusan yang terdiri dari 652 orang lulusan bergelar sarjana, 46 orang lulusan Program Dokter Hewan, 82 orang lulusan bergelar magister sains, 12 orang lulusan bergelar magister manajemen, dan 8 lulusan bergelar doktor.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan pembangunan nasional saat ini dan mendatang dirasakan semakin berat.

Salah satu permasalahan yang masih perlu mendapatkan prioritas dalam pembangunan nasional adalah penguatan daya saing melalui peningkatan kompetensi sumberdaya manusia.

Sumberdaya manusia yang berdaya saing akan mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang

Inilah salah satu soft skill yang harus dibangun bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia selain kemampuan penalaran dan kreativitas.

Selain itu, tantangan lain yang patut diperhatikan adalah kondisi bahwa sebagian besar lulusan perguruan tinggi cenderung sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator) atau entrepreneur (wirausahawan).

“Adapun lapangan pekerjaan yang tersedia pertumbuhannya tidak sebanding dengan banyaknya lulusan pendidikan tinggi setiap tahunnya. Hal ini harus kita sikapi dengan adaptif, terutama para lulusan yang akan terjun ke dunia kerja,” ujar Rektor.

Rektor menambahkan, saat ini kita dihadapkan pada kondisi Smart Society 4.0 dimana

terdapat sebelas perubahan kehidupan 4.0. Pertama perubahan teknologi 4.0 telah mewarnai kehidupan kita seperti internet of things, big data, robotic, artificial intelligence dan 3D printing.Teknologi 3D printing akan mengisi bidang pendidikan, kesehatan, konstruksi dan kebutuhan industri.

Kedua, perubahan secara massif dari product based menjadi platform based. Product based berbasis produk yang memiliki batas waktu dengan asset yang menjadi sangat penting. Ketiga, perubahan makna ownership ke sharing concept dimana kolaborasi menjadi suatu hal yang penting.

Kemudian keempat adalah perubahan pekerjaan dan profesi. Pekerjaan abad 20 perlahan-lahan akan digantikan oleh pekerjaan baru berbasis teknologi 4.0. Kelima adalah perubahan perilaku dan gaya hidup.

Fenomena yang terjadi sekarang seperti phubbing, dimana setiap orang selalu melihat handphone kapanpun dan dimanapun. Keenam perubahan peta kompetisi. Dulu orang melihat nokia berkompetisi dengan siemens namun sekarang dengan samsung, apple dan lainnya. Ketujuh perubahan regulasi dan cara pandang dalam pengelompokan industri dan lapangan kerja baru.

Kedelapan adalah perubahan sumber kedaulatan baru yaitu data. Data menjadi sesuatu yang penting, dimana sekarang siapa yang menguasai big data akan menguasai dunia. Kesembilan perubahan menjaga trust dan reputasi menjadi tumpuan kehidupan. Menjaga trust dan reputasi menjadi sebuah tuntutan karena setiap transaksi memerlukan rating dari klien.

Kesepuluh perubahan skill baru, mulai dari complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, system skills, service orientation, negotiation, dan cognitive ability.

“Ini semua merupakan skill yang harus kita kuasai dan akan menjadi inspirasi bagi IPB bagaimana merumuskan kurikulum yang dapat melahirkan para lulusan dengan skill-skill seperti ini. Dan kesebelas adalah perubahan orientasi spasial. Saat ini tidak banyak yang melirik desa, tapi ke depan, desa akan menjadi tumpuan dengan ekonomi dan teknologi yang akan terus berkembang,” kata Rektor.

Rektor menegaskan, jadi hal tersebutlah yang kemudian membuat IPB merumuskan visi 2045 menjadi techno-socio entrepreneurial university yang terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan, biosains tropika.

Oleh karena itu, hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kita wujudkan agar para lulusan menjadi technopreneur dan/atau sociopreneuragar bisa memecahkan masalah bangsa ini.

Ke depan, IPB memainkan peran-peran kekinian yang selalu berpegang teguh kepada visi dan misi, dengan langkah-langkah strategis dan konkrit dan tertuang dalam Strategic Initiatives IPB 4.0 yang terdiri dari IPB Care, IPB Green, IPB Biz, IPB Smart, IPB Lead, IPB Excel dan IPB Share.

Saat ini IPB telah mengukir berbagai prestasi yang membanggakan. Tahun 2018 ini lembaga pemeringkatan internasional QS mengumumkan bahwa IPB menjadi salah satu dari 100 Perguruan Tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking by Subject Agriculture and Forestry.

“Di tingkat internasional lainnya, mahasiswa baru IPB angkatan 55 telah mencetak rekor dunia The Most 3D People Formation. Kemudian disusul rekor MURI Konfigurasi PAPER MOB 3D dengan Kreasi 73 Formasi di MPKMB 55 Sekolah Vokasi,” ujar Rektor.

Di tingkat nasional, IPB mendapat Peringkat III Klusterisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Selama dua tahun ini (2017 dan 2018) IPB juga mendapat Anugerah Widyapadhi Peringkat 1 Nasional sebagai penghargaan atas upaya IPB untuk mengembangkan inovasi dan komersialisasi inovasi. IPB juga mendapat Penghargaan Mitra Peneliti Asing Terbaik Kategori PTN pada tahun 2018 ini.

Begitu pula dengan Sumberdaya Manusia (SDM) yang dimiliki, IPB juga mendapatkan penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Peringkat I Nasional Kriteria SDM pada tahun 2017.

Peringkat I Nasional Bidang Inovasi Tahun 2018 dan Peringkat II Nasional Kriteria Kemahasiswaan. Selain itu, IPB mendapat anugerah Peringkat I PTN-BH dengan Rapor Terbaik dalam Pelaksanaan Program, Kegiatan dan Anggaran Tahun 2017, Peringkat III Anugerah Humas PTN dan Kopertis 2017 Kategori Publisitas dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, serta Peringkat III atas Keterbukaan Informasi Publik.

“Akhir kata, saya ucapkan selamat bergabung kepada seluruh lulusan pada hari ini dengan Himpunan Alumni IPB. Saya berharap alumni IPB semakin kuat dan kompak dengan semangat “Satu Hati Satu IPB” demi membangun IPB dan Indonesia secara konkrit di bidang pertanian secara luas. Hingga wisuda pada tahap ini, IPB telah memiliki 153.986 orang alumni,” ujarnya.

 

Baca Juga :

Kontes Ayam Ketawa Nasional Meriahkan Dies Natalis IPB ke-55

Kontes Ayam Ketawa Nasional Meriahkan Dies Natalis IPB ke-55

Kontes Ayam Ketawa Nasional Meriahkan Dies Natalis IPB ke-55

Kontes Ayam Ketawa Nasional Meriahkan Dies Natalis IPB ke-55
Kontes Ayam Ketawa Nasional Meriahkan Dies Natalis IPB ke-55

Dalam rangka merayakan Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-55, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB menyelenggarakan Kontes Ayam Ketawa Nasional.

Kontes Ayam Ketawa yang ke-12 kali digelar dengan mengusung tema “Ayam Ketawa Lantunan Unik Khas Indonesia”. Kontes Ayam Ketawa diselenggarakan di Lapangan Rektorat Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor pada Minggu (16/9/2018).

“Potensi kultur dari ayam ketawa nasional ini sangat banyak, diantaranya adalah potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui wisata ayam ketawa,” ujar Muhammad Iqbal, Ketua Pelaksana Kontes Ayam Ketawa Nasional tahun 2018.

Melalui kontes ayam ketawa nasional ini, Dekan FKH IPB, yang diwakili oleh Wakil Dekan Prof. Drh. Agus Setiyono, M.S., Ph.D., A.P.Vet. berharap peserta kontes bisa menjalin silaturahim dengan peserta lainnya. Tidak hanya itu, dalam sambutannya Ia juga berharap supaya para pecinta ayam ketawa dapat memperhatikan aspek kesehatan ayam ketawa yang dimiliki oleh masing-masing.

“Aspek kesehatan ayam ketawa ini penting, karena untuk menjaga kualitas, performa, dan penampilan ayam ketawa. Sedangkan aspek budidaya terutama aspek produksi juga perlu diperhatikan untuk menjaga kelestarian ayam ketawa,” pungkas Prof. Agus.

Adapun Dudi Fitri Susandi, S.TP, M.Si, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kota Bogor mengajak para pecinta ayam ketawa Kota Bogor untuk bersatu dan mengembangkan wisata ayam ketawa di kota Bogor.

“Barangkali ada komunitas ayam ketawa di Kota Bogor, maka mari kita duduk bersama untuk memajukan peternakan Kota Bogor, terkhusus sektor wisata ayam ketawa,” ujar Dudi.

Ia menuturkan, saat ini komunitas yang sudah menjalin kerjasama dengan Bidang Peternakan Kota Bogor adalah komunitas pecinta kucing, musang, dan anjing. Menurutnya tidak hanya untuk wisata, kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan budidaya untuk dilestarikan.

Kontes ayam ketawa nasional ini diikuti oleh pecinta ayam ketawa yang berasal dari berbagai daerah seperti Lampung,

Cirebon, Jakarta, Jember, Jombang, Madura, dan Serpong.

Terdapat lima kategori perlombaan yaitu kategori selow, dangdut, disko, remaja, dan kerajinan bunyi. Kategori tersebut dibedakan dari suara yang dihasilkan dari ayam ketawa itu sendiri.

Kategori selow adalah ayam ketawa mengeluarkan suaranya dengan ritme lambat, sedangkan dangdut dan disko dinilai dari ritme suara yang cepat.

Berbeda dengan tiga kategori sebelumnya, kategori remaja adalah kategori yang melombakan suara ayam ketawa dengan ritme pendek.

Kategori kerajinan bunyi adalah kategori yang hanya menghitung jumlah suara yang dikeluarkan

oleh ayam ketawa tanpa memperhitungkan ritme dan nada.

Penilaian terhadap suara yang dikeluarkan oleh ayam ketawa adalah dengan menggunakan bendera.

Terdapat 3 bendera yang digunakan untuk menilai yaitu warna kuning, hijau, merah, ungu, dan putih.

Masing-masing bendera memiliki bobot nilai yang berbeda, bendera kuning bernilai 41

merah bernilai 42, hijau bernilai 43, ungu bernilai 44, dan bendera usulan berwarna putih.

Sistem penilaian berdasarkan suaranya yaitu, suara harus bulat, powerfull, stabil bunyi, berirama, dan pekerja keras (ayam harus rajin bunyi).

“Sistem penilaian yang digunakan ini berdasarkan bunyi yang keluar dari ayam, karena kontesnya adalah kontes suara,” ujar Zainal Abidin, Ketua Persatuan Penggemar dan Pelestari Ayam Ketawa Seluruh Indonesia (P3AKSI).

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

IPB Berikan Pelatihan untuk Tenaga Kependidikan dalam Mengelola Limbah B3

IPB Berikan Pelatihan untuk Tenaga Kependidikan dalam Mengelola Limbah B3

IPB Berikan Pelatihan untuk Tenaga Kependidikan dalam Mengelola Limbah B3

IPB Berikan Pelatihan untuk Tenaga Kependidikan dalam Mengelola Limbah B3
IPB Berikan Pelatihan untuk Tenaga Kependidikan dalam Mengelola Limbah B3

Limbah-limbah yang sebagian besar dihasilkan dari laboratorium, pilot plant, rumah sakit hewan

, dan bengkel termasuk dalam ketegori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Limbah-limbah tersebut mengandung berbagai jenis bahan kimia yang setelah dipakai, maka bahan kimia itu akan dibuang sebagai limbah tanpa perlakuan.

Hal ini mendorong Direktorat Sumberdaya Manusia, Institut Pertanian Bogor (SDM IPB) bekerjasama dengan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB untuk melakukan Pelatihan Pengolahan Limbah B3 yang ditujukan untuk tenaga kependidikan (tendik) di laboratorium pendidikan IPB yang dilaksanakan di Ruang Sidang Fateta, Kampus IPB Dramaga, Kamis (30/8/2018).

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk menfasilitasi unit-unit di lingkungan IPB dalam pengembangan SDM yang ada, terutama pada pengolahan limbah B3, agar mampu memahami dan mengimplementasikan teknik-teknik pengelolaan limbah B3 di lingkungan kampus. Terlebih kami melihat kebutuhan kampus yang saat ini dituntut untuk mengelola limbah B3 sesuai dengan peraturan dan standar operasi yang baik,” terang Prof.Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr, Wakil Dekan Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan, Fateta IPB.

Dalam pelatihan tersebut, terdapat empat pembicara yang setiap pembicara memberikan materi khusus

mengenai kebidangannya masing-masing dalam pengelolaan limbah B3 diantaranya adalah Prof. Nastiti S. Indrasti dan Prof Suprihatin. Prof. Nastiti menjelaskan mengenai sumber dan karakteristik limbah B3 di lingkungan kampus serta mengenai peraturan-peraturan dalam penanganan limbah. Sementara Prof. Suprihatin menjelaskan mengenai prinsip manajemen limbah B3 di kampus.

“Pengelolaan limbah B3 ini sangat membutuhkan penindakan yang tepat, terlebih untuk limbah beracun yang terdiri dari logam-logam berat. Setiap logam berat memiliki efek-efeknya tersendiri, ada yang mampu merusak sistem saraf, kerusakan janin, kerusakan sistem pernafasan dan sebagainya,” ujar Prof. Nastiti

Adapun untuk pengolahan limbah B3 ini dapat dilakukan secara fisika dan kimia dengan cara mengubah

bentuk fisik dan sifat kimia dengan cara menambahkan senyawa pengikat dan pereaksi tertentu yang bertujuan memperkecil kelarutan ataupun penyebarannya.

Kemudian Prof. Suprihatin menambahkan bahwa dalam pengolahan limbah B3 juga harus diperhatikan lokasinya. “Boleh dilakukan di dalam kampus asalkan lokasinya bebas banjir dan berjarak sekurang-kurangnya 50 meter dari fasilitas umum. Selain itu, dibutuhkan pula fasilitas-fasilitas keamanan lainnya seperti pengawasan, pagar pengaman atau tanda peringatan serta penerangan dan sistem tanggap darurat,” tambahnya.

Pelatihan ini juga didukung oleh dua narasumber lapangan saat peserta diajak berkunjung ke laboratorium dan lapangan yaitu Angga Yudhistira, STP, MSi dan Bambang Kuntadi, SP, MM.

Prof. Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran dalam melakukan pengelolaan limbah B3. “Tentu ini akan sangat bermanfaat bukan hanya untuk melindungi “penghuni atau pemakai” dan lingkungan Kampus IPB, tetapi juga untuk sarana pembelajaran masyarakat dan untuk meningkatkan kesan positif bagi IPB,” tutupnya.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Prof. Sapteno Mewisuda 983 Lulusan Unpatti Periode April 2016

Prof. Sapteno Mewisuda 983 Lulusan Unpatti Periode April 2016

Prof. Sapteno Mewisuda 983 Lulusan Unpatti Periode April 2016

Prof. Sapteno Mewisuda 983 Lulusan Unpatti Periode April 2016
Prof. Sapteno Mewisuda 983 Lulusan Unpatti Periode April 2016

Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon periode 2016-2020 Prof. Dr. M.J. Sapteno

, SH. M.Hum pertama kali dalam kepemimpinannya mewisuda 983 Sarjana lulusan Unpatti periode April 2016, hari Kamis (21/4).

Dalam sambutannya Prof. Sapteno menjelaskan, civitas Unpatti mempersembahkan 983 lulusan yang terdiri dari 884 orang lulusan Program Sarjana, 23 lulusan Dokter, dan 76 orang lulusan Program Pasca Sarjana.

Para lulusan merupakan salah satu bentuk perwujudan tanggungjawab Unpatti kepad

a Bangsa dan Negara Indonesia dan sekaligus merupakan wujud karya pengabdian Unpatti. Wisuda ini merupakan momentum yang sangat bermakna bagi peserta wisuda dan momentum ini harus diartikan sebagai saat berakhirnya tugas dan tanggungjawab Unpatti dalam mengantarkan secara formal mahasiswa menjadi insan yang berilmu dan berakhlak.

Dengan dimulainya tahapan baru bagi lulusan ini dapat siap merancang dan meniti karier, menjadikan momentum ini untuk berusaha dan bekerja keras demi meraih keberhasilan kedepan.

Data jumlah Wisudawan Unpatti periode April 2016 adalah; Pasca Sarjana 76 orang,

Fakultas Hukum 86 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 100 orang, Fakultas Ekonomi 118 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 395 orang, Fakultas Pertanian 66 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 48 orang, Fakultas Teknik 7 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 55 orang dan Fakultas Kedokteran 32 orang, sehingga berjumlah 983 orang 451 Laki-laki dan 532 Perempuan.(TM05)

 

Baca Juga :