Mendesak Revisi UU Pilkada

Mendesak Revisi UU Pilkada

Mendesak Revisi UU Pilkada

Mendesak Revisi UU Pilkada
Mendesak Revisi UU Pilkada

BANDUNG-Menyikapi masih adanya masalah

yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada serentak , hal yang diperlukan saat ini adanya revisi UU tentang Pilkada.

Hal demikian, diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD Jabar, Sunatra dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, Selasa (29/3).

Hal yang perlu direvisi dalam UU tentang Pilkada

diantaranya berkenaan dengan asas jujur dan adil.

Untuk mewujudkan asas Adil, tak boleh ada dobel dukungan dari calon yang akan diusung , jangan sampai ada calon yang diusung secara independen dan didukung oleh Parpol.
Revisi UU Pilkada, diharapkan bisa berlaku 10 hingga 15 tahun sehingga Revisi UU Pilkada ini dapat mengakomodir semua permasalahan untuk jangka waktu panjang.

Revisi UU Pilkada diharapkan bisa berjalan

untuk Pilkada tahun 2017.

Melalui Revisi UU Pilkada ini diharapkan dapat melahirkan pendewasaan politik bagi masyarakat untuk berdemokrasi.Dengan Revisi UU tentang Pilkada, ujar Sunatra bisa membuka bagi warga untuk dipilih dan memilih. (NR)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435163/10-konsep-geografi/

Pengertian Aberasi Kromosom

Pengertian Aberasi Kromomos | Apa itu Aberasi Kromosom

Aberasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada jumlah atau susunan kromosom dalam sel yang diakibatkan adanya kehilangan, pengaturan kembali bahan genetik ataupun duplikasi.

Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan ciri secara turun temurun (diteruskan kepada generasi atau anak selanjutnya) pada suatu organisme yang mengalami aberasi kromosom.

Hingga saat ini, diketahui adanya dua macam aberasi kromosom yaitu aberasi jumlah yang merupakan perubahan salah satu jenis kromosom serta perubahan susunan yang merupakan perubahan struktur lengan kromosom.

macam macam aberasi pada kromosom
Macam macam aberasi pada kromosom

ABERASI artinya menyimpang. Aberasi kromosom ialah mutasi besar yang menyebabkan jumlah atau struktur kromosom berubah. Penyebab aberasi sama dengan mutasi gen, ada berupa bahan fisika
dan kimia, ada pula berupa bahan biologi. Cuma saja sinar gelombang pendek yang non-radioaktif, yaitu sinar ultraviolet, tidak sampai menyebabkan aberasi kromosom. Kebanyakan penyebab aberasi itu ialah sinar radioaktif, bahan kimia residu insektisida danherbisida, asap pembakaran, dan virus.


Dapat dikatakan hampir semua penyakit kanker, baik darah, jaringan lunak, maupun jaringan padat, ternyata mengandung aberasi kromosom.

Sel-sel tubuh yang sudah dalam bentuk definitif, artinya tidak membelah lagi dan sudah terdiferensiasi menjadi sel otot, sel epidermis, sel saraf, sel darah, dan sebagainya, tidak lagi memiliki telomerase. Karena itu untuk pembelahan sel perlu ada enzim itu agar kromatin tetap utuh. Jika tidak ada kromatin digerogoti enzim sehingga pada tiap pembelahan sel berikut makin lama makin pendek. Jika kromatin sudah terlalu pendek tiba waktunya mereka tidak lagi mengandung cukup gen untuk memelihara kehidupan sel
sehingga ia jadi mati.

Kurang atau lebih satu atau satu set kromosom biasanya menyebabkan sel tidak bisa bertahan hidup. Satu set kromosom dalam sel, disebut genom, pada orang berjumlah 23 dan dalam keadaan rangkap dua sehingga jumlah kromosom itu 46. Ada embrio yang terbentuk memiliki kromosom 69, itu berarti 3 set. Embrio itu tidak bisa melanjutkan pertumbuhan lalu mati dan digugurkan. Karena jumlahnya satu setengah kali lebih banyak dari biasa menyebabkan kromosom jadi kecil-kecil, karena besar sel yang tetap yang harus menampung kromosom satu setengah kali lebih besar.

Bagaimana halnya jika kelebihan atau kekurangan jumlah kromosom itu tidak berlaku bagi semua kromosom? Misalnya kelebihan atau kekurangan pada satu kromosom saja. Pertumbuhan embrio bisa
berlanjut dan embrionya pun secara morfologi jika diamati dengan ultra sonography (USG) adalah normal. Tetapi setelah lahir akan kelihatan bahwa si bayi memiliki kelainan. Kelainan itu selalu ganda, dan disebut sindroma. Kenapa kelainan itu banyak? Karena satu kromosom itu mengandung ribuan gen.

Jika gen-gen pada satu kromosom itu berlebih, maka itu menyebabkan berbagai karakter yang diatur oleh gen-gen itu jadi tumbuh abnormal. Sebagai contoh ialah anak yang lahir berkariotipe 47,XY,+21. Itu artinya bahwa kromosom no. 21 kelebihan satu. Dalam keadaan normal tiap kromosom ada dua atau sepasang,
disebut disomi.

Pada anak ini berarti kromosom no. 21 jadi trisomi, tiga helai. Anak ini disebut menderita sindroma Down atau mongolisme. Disebut mongolisme, karena kelopak matanya gembung, mirip anak keturunan Mongoloid (Cina, Jepang, Korea, Mongolia, Eksimo, Indian). Ada pula anak yang trisomi 13, disebut sindroma Patau. Ada lagi ditemukan bayi trisomi 18, disebut sindroma Edwards. Kedua sindroma belakangan jauh lebih parah dari pada sindroma Down tetapi frekuensi jauh lebih kecil. Wajah pada umumnya buruk, banyak yang sumbing dan langit-langit celah, mental terbelakang, dan berumur pendek.

Pewarisan materi genetik yang mutan sesuai dengan Hukum
Mendel, yang mengatakan bahwa dalam pembentukan gamet terjadi
segregasi dan asortasi bebas antara gen-gen sealel. Untuk mutasi
gen misalnya pada kedua orangtua terdapat dua gen yang memiliki
2alel: A-a dan B-b.

AaBb x AABb

Karena kromosom homolog (macam) selalu sepasang dalam tiap sel
tubuh maka gen juga selalu sepasang. Sebelah kromosom diterima
dari ibu, sebelah lagi dari ayah. Karena itu genotipe (susunan gen)
seseorang selalu ditulis sepasang untuk tiap gen. Di sini ada dua
gen A dan B dengan alel masing-masing a dan b.
* Dr Wildan Yatim, Laboratorium Biotek & Sitogenetika Balai
Kesehatan Univesitas Padjadjaran, Bandung.

baca juga : kingdom animalia pdf

Swasembada Pangan Terus Diupayakan

Swasembada Pangan Terus Diupayakan

Swasembada Pangan Terus Diupayakan

Swasembada Pangan Terus Diupayakan
Swasembada Pangan Terus Diupayakan

BANDUNG-Bukan perkara mudah mewujudkan swasembada pangan

mengingat lahan kritis di Indonesia terus bertambah dan kondisinya mengkhawatirkan. Banyak kalangan menilai hal itu merupakan satu
ancaman terhadap upaya pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pimpinan Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 1992 terjadi degradasi kualitas lahan yang luasnya sekutar 18 juta hektare (ha). Satu dekade berikutnya, degradasi lahan kian meluas menjadi 38,6 juta ha.

“Hal ini kontradiktif dengan target pemerintah yang mencanangkan

swasembada tiga komoditi, padi, jagung, dan kedelai,” tandas Herman pada Seminar Pemetaan Kualitas Tanah di Indonesia untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional, yang diselenggarakan di Bale Sawala Universitas Padjadjaran Bandung.

Guna merealisasikan target itu, pemerintah menyusun langkah strategis dan kongkret.

“Undang-Undang (UU) 37/2014 Tentang Konservasi Tanah dan Air, UU No 19/2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, UU No 41/2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dan UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman,” paparnya.

Herman berkeyakinan bahwa kebijakan-kebijakan itu menjadi jawaban

strategis mengatasi berbagai permasalahan, termasuk kondisi lahan yang kritis. Herman menegaskan, agar target sawasembada tercapai, perlu adanya usaha kolaboratif para stakeholder, yaitu pemerintah, pelaku usaha, penyuluh pertanian, petani, dan masyarakat. jo

 

Baca Juga :

 

Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI

Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI

Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI

Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI
Masih Minim, Industri Kreatif Daftar HAKI

BANDUNG-Kota Bandung, yang terkenal dengan industri kreativitas anak mudanya, tentu saja menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan produk-produk yang dihasilkan dari industri tersebut.

Tidak sedikit dari hasil industri kreatif anak muda Bandung ditiru oleh daerah-daerah lain, meski kualitasnya tidak sebaik hasil dari yang ada sebelumnya, yang tentu saja ini sangat merugikan pemilik kreativitas.

Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), Fiki Cikara Satari mengakui,

masih banyak pelaku industri kreatif, terutama anak muda Bandung yang tidak mendaftarkan hasil kreativitasnya melalui HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

“Ada beberapa alasan industri kreatif tidak daftar HAKI, diantaranya lamanya proses HAKI hingga 2 tahun dan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh industri kreatif menjadi alasan mereka untuk belum mendaftarkan produknya melalui HAKI,” tuturnya.

Menurut Fiki, sebagian besar industri kreatif yang mayoritas UMKM lebih

baik menggunakan uangnya untuk mengembangkan usahanya ketimbang untuk mendaftarkan produknya ke HAKI.

“Untuk satu item biayanya mencapai jutaan rupiah, sementara produk dari industri kreatif banyak sekali itemnya sehingga perlu anggaran besar,” ucapnya.

Fiki mengharapkan, pemerintah memberikan kemudahan bagi industri

kreatif yang masuk dalam kategori UMKM dalam mendaftarkan produknya untuk dipatenkan.

“HAKI ini dibawah Menkumham, ini harus ada solusi yang memudahkan bagi mereka untuk mendapatkan sertifikat dari HAKI,” katanya.

Sumber :

https://www.goodreads.com/topic/show/19817645-kingdom-animalia

 

Pangdam Tinjau Pintu Air Dan Sungai Citepus

Pangdam Tinjau Pintu Air Dan Sungai Citepus

Pangdam Tinjau Pintu Air Dan Sungai Citepus

Pangdam Tinjau Pintu Air Dan Sungai Citepus
Pangdam Tinjau Pintu Air Dan Sungai Citepus

BANDUNG-Pangdam III/Slw Mayjen TNI Hadi Prasojo didampingi Asren

Kasdam III/Slw, Dandim 0618/BS dan Waaster Kasdam III/Slw meninjau pintu air Sungai Citepus Jl. Inhopteng Kelurahan Kebon Lega Kecamatan Bojong Loa Kidul dan meninjau Sungai Citepus di Jl. Soekarno Hatta Bandung, Rabu (24/8).

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan Sungai Citarum yang ada saat ini sebelum dan sesudah diadakannya Karya Bakti oleh Kodam III/Slw.

Kodam III/Slw bekerja sama dengan Pemprov Jabar dan instansi terkait

lainnya untuk membuat dan menjadikan Sungai Citarum ini bener-bener bersih, indah, sehat dan lestari serta enak dipandang.

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Hadi Prasojo menghimbau warga, “Agar jangan buang sampah ke Sungai atau anak Sungai Citarum karena dapat merugikan orang banyak”.

“Untuk apa TNI bersihkan Sungai Citarum terus-menerus kalau besok

sampah masih numpuk lagi, ini membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat untuk berlaku disiplin tentang pembuangan sampah” tegasnya.

“Warga jangan mendirikan bangunan dibantaran Sungai Citarum karena akan menjadikan Sungai Citarum menjadi kumuh” tambahnya.

Pangdam dan rombongan melanjutkan meninjau Sungai Cidurian anak Sungai Citarum di Wilayah Kelurahan Marga Sari Kecamatan Buah Batu Kota Bandung. (Pun)

 

Sumber :

https://www.goodreads.com/user/show/46112681-ojelhtc

Alam Semesta

Alam Semesta

Alam Semesta

Alam Semesta
Alam Semesta

segala sesuatu yang dianggap ada secara fisik, seluruh ruang dan waktu, dan segala bentuk materi serta energi. Istilah Semesta atau Jagad Raya dapat digunakan dalam indra kontekstual yang sedikit berbeda, yang menunjukkan konsep-konsep seperti kosmos, dunia, atau alam.

Penamaan dan Pemaknaan Alam Semesta

Kata Universe biasanya didefinisikan mencakup keseluruhan. Namun, dengan menggunakan definisi alternatif, beberapa kosmolog berspekulasi bahwa Universe hanya merujuk pada alam dimana keberadaan kita berada. Hal ini terkait dengan pemaknaan alam semesta kita yang hanya merupakan satu dari banyak “semesta” yang secara kolektif disebutmultiverse. Sebagai contoh, dalam banyak hipotesis dunia semesta baru yang melahirkan dengan setiap gagasan kutipan pengukuran kuantum, semesta ini biasanya dianggap benar-benar terputus dari kita sendiri dan tidak mungkin dapat diamati memalui indra kontektual manusia. Pengamatan bagian yang lebih tua dari alam semesta (yang jauh) menunjukkan bahwa alam semesta telah diatur oleh hukum fisika yang sama dan konstan di sebagian besar wilayah luas yang mengandung sejarah. Namun, dalam teori gelembung alam semesta, mungkin ada variasi tak terbatas semesta yang dibuat dalam berbagai cara, dan mungkin masing-masing memiliki konstanta fisik yang berbeda.

Sepanjang sejarah mencatat, beberapa kosmolog telah diusulkan untuk menjelaskan pengamatan Semesta. Model paling awal ialah geosentris yang dikembangkan oleh seorang filsuf Yunani kuno bernama Claudius Ptolomeuses. Ia berpendapat bahwa alam semesta memiliki ruang yang tak terbatas dan telah ada sebuah kekekalan, tetapi berisi satu set bolakonsentris dengan ukuran terbatas sesuai dengan bintang tetap, Matahari dan berbagai planet berputar mengelilingi Bumi yang bulat dan tak bergerak. Selama berabad-abad, peningkatan keselarasan pemikiran manusia yang ditopang oleh penemuan teori gravitasiNewton membuat teori Heliosentris Copernicus mengenai Tata Surya mulai diyakini. Perbaikan lebih lanjut dalam astronomi menyebabkan kesadaran bahwa tata surya tertanam dalam galaksi yang terdiri dari jutaan bintang, Bima Sakti, dan bahwa ada galaksi lain di luar itu, sejauh selama instrumen astronomi dapat mencapainya. Studi yang meneliti terhadap distribusi galaksi-galaksi dan garis spektrum telah menyebabkan banyak kosmologi modern terkuap. Penemuan pergeseran gelombang merah dan radiasi gelombang mikro, latar belakang kosmik, mengungkapkan bahwa alam semesta berkembang dan tampaknya memiliki awal dan akhir.

Menurut model ilmiah yang berlaku di Alam

Semesta, dikenal sebagai Big Bang, alam semesta berkembang dari sebuah fase, sangat panas padat yang disebut zaman Planck, di mana semua materi dan energi alam semesta terkonsentrasi. Sejak zaman Planck, Semesta telah berkembang untuk membentuk saat ini, mungkin dengan jangka waktu singkat (kurang dari 10-32 detik) inflasi kosmik. Beberapa pengukuran eksperimental independen mendukung ekspansi teoretis dan, lebih umum, teori Big Bang. Pengamatan terbaru menunjukkan bahwa ekspansi ini telah mempercepat energi gelap, dan bahwa sebagian besar masalah di Semesta mungkin dalam bentuk yang tidak dapat dideteksi oleh instrumen ini, dan karenanya tidak diperhitungkan dalam model alam semesta sekarang ini; ini telah dinamai materi gelap. Kekurangakuratan pengamatan saat ini telah menghambat prediksi nasib akhir alam semesta. Arus interpretasi pengamatan astronomi menunjukkan bahwa umur alam semesta adalah 13,73 (± 0,12) miliar tahun, dan bahwa diameter alam semesta yang teramati paling tidak 93 milyar tahun cahaya, atau 8,80×1026 meter. Menurutrelativitas umum, ruang dapat memperluas lebih cepat dari kecepatan cahaya, meskipun kita dapat melihat hanya sebagian kecil dari alam semesta karena pembatasan yang diberlakukan oleh hukum kecepatan cahaya itu sendiri. Tidak pasti, apakah ukuran Semesta terbatas atau tak terbatas.

Etimologi, Sinonim dan Definisi

Alam Semesta atau sering disebut Jagad Raya adalah keseluruhan ruang dan waktuyang terdiri dari triliyunan galaksi yang terbentuk dari bintang-bintang seusai peristiwa Big Bang ratusan milyar tahun yang lalu. Group bintang-bintang ini terlihat membentuk sebuah kontelasi bintang yang oleh budaya Indonesia banyak dimanfaatkan untuk masa pertanian.

Kata Alam Semesta berasal dari kata-kata Univers (Perancis)

yang pada gilirannya berasal dari kata Latin Universum. Bahasa Latin banyak digunakan oleh Cicero dan penulis lainnya, yang kemudian, banyak penggunaan indera makna yang sama seperti kata bahasa Inggris modern yang digunakan. Kata Latin berasal dari kontraksi Unvorsum puitis pertama kalinya digunakan oleh Lucretius dalam Buku IV (baris 262) De Rerum natura (Dalam Sifat Pemikiran) – yang menghubungkan un, uni (bentuk kombinasi dari Unus, atau “satu”) dengan vorsum, versum (sebuah kata benda yang terbuat dari participle pasif vertere sempurna, yang berarti “sesuatu yang dirotasi, digiling, diubah”). Lucretius digunakan dalam arti kata “segalanya digulung menjadi satu, semuanya digabungkan menjadi satu”. Artistik rendition (sangat berlebihan) dari pendulum Foucault menunjukkan bahwa Bumitidak diam, tetapi berputar.

Interpretasi alternatif unvorsum adalah

“semuanya diputar sebagai salah satu” atau “segalanya diputar oleh salah satu”. Dalam pengertian ini, dapat dianggap sebagai terjemahan dari sebuah kata Yunani sebelumnya untuk Semesta, περιφορα, “sesuatu diangkut dalam lingkaran”, awalnya digunakan untuk menggambarkan suatu program makan, makanan yang dibawa berkeliling lingkaran para tamu makan malam. Bahasa Yunani ini mengacu pada model Yunani awal alam semesta, di mana semua materi yang terkandung dalam bidang berputar berpusat di Bumi. Menurut Aristoteles, rotasi lingkup terluar bertanggung jawab atas gerak dan perubahan dari segala sesuatu. Itu adalah wajar bagi orang-orang Yunani untuk menganggap bahwa Bumi telah berubah dan bahwa langitberputar mengelilingi bumi, karena pengukuran astronomi dan fisik dengan teliti (seperti pendulum Foucault) diperlukan untuk membuktikan sebaliknya.

Istilah yang paling umum untuk “Alam Semesta”

di antara para filsuf Yunani kunodari Pythagoras adalah το παν (Semuanya), yang didefinisikan sebagai semua materi (το ολον) dan semua ruang (το κενον). Lainnya, sinonim untuk alam semesta antara filsufYunani kuno termasuk κοσμος (artinya dunia, kosmos) dan φυσις (artinya Alam, dari mana kita berasal) memiliki arti kata yang sama, yang ditemukan di penulis Latin (totum, Mundus, natura) dan bertahan dalam bahasa modern, misalnya, kata-kata Jerman Das Semua, Weltall, dan Natur untuk Universe. Sinonim yang sama ditemukan dalam bahasa Inggris, seperti semua (seperti dalam teori segala sesuatu), kosmos (seperti dalam kosmologi), dunia (seperti pada banyak-dunia hipotesis), dan Alam (seperti dalam hukum alam atau filsafat alam).

Baca Juga : 

Matahari adalah

Matahari adalah

Matahari adalah

Matahari adalah
Matahari adalah

Matahari adalah

bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G.

Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.
Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat.

 

Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu.

Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.

Jarak Matahari dengan Bumi

Jarak matahari ke bumi adalah 93.000.000 mil. Jarak ini dipakai sebagai satuan astronomi. Satu satuan astronomi (Astronomical Unit = AU) adalah 93 juta mil = 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kali diameter Bumi. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Cahaya matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke Bumi dan cahaya matahari yang terang ini dapat mengakibatkan siapapun yang memandang terus kepada matahari menjadi buta.

Suhu Permukaan Matahari

Menurut perhitungan para ahli, temperatur di permukaan matahari sekitar 6.000 °C namun ada juga yang menyebutkan suhu permukaan sebesar 5.500 °C. Jenis batuan atau logam apapun yang ada di Bumi ini akan lebur pada suhu setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya yang diperkirakan tidak kurang dari 25 juta derajat Celsius namun disebutkan juga kalau suhu pada intinya 15 juta derajat Celsius. Ada pula yang menyebutkan temperatur di inti matahari kira kira sekitar 13.889.000 °C. Menurut JR Meyer, panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. Sedangkan menurut teori kontraksi H Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola gas. Ahli lain, Dr Bothe menyatakan bahwa panas tersebut berasal dari reaksi-reaksi termonuklir yang juga disebut reaksi hidrogen helium sintetis.

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analisis dampak lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan nama AMDAL)

adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup” yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal.

Untuk menghindari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh exploitasi sumberdaya pada proses pembangunan berkelanjutan, maka pembangunan dilaksanakan berdasarkan pada sistem analisis mengenai dampak lingkungan yang disingkat AMDAL.

Berikut ini 5 hal yang tercakup dalam studi AMDAL:

  1. Penyajian informasi lingkungan (PIL) dan analisis dampak lingkungan (Amdal) untuk studi bagi kegiatan yang direncanakan.
  2. Penyajian evaluasi lingkungan (PEL) dan studi evaluasi lingkungan (SEL) bagi studi untuk kegiatan yang telah berjalan.
  3. Rencana kelola lingkungan (RKL), studi yang merencanakan pengelolaan dampak kegiatan kepada lingkungannya.
  4. Rencana pemantauan lingkungan (RPL), studi pemantauan pengelolaan lingkungan.
  5. Kerangka Acuan (KA), kerangka acuan yang memberikan dasar arahan pelaksanaan SEL atau AMDAL dengan merinci hal-hal yang perlu dilaksanakan dan bersifat khusus untuk kegiatan yang telah berjalan atau sedang direncanakan.

Berdasarkan pasal 16 Undang-undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup yang meneybutkan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan, wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan atau disingkat AMDAL yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah. Yang dimaksud dampak penting adalah perubahan yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh adanya suatu kegiatan.

Kegiatan apa saja yang perlu dilengkapi dengan AMDAL, tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 29 tahun 1986 yaitu setiap rencana berupa:

  1. Perubahan bentuk lahan dan bentuk alam, seperti: pembuatan jalan, bendungan, jalan kereta api dan pembuakaan hutan;
  2. Eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tidak terbaharui, seperti; pertambangan dan eksploitasi hutan;
  3. Proses dan kegiatan lain yang secara potential dapat menimbulkan pemborosan, perusakan dan kemerosotan pemanfaatan sumber daya alam dan energi, seperti, pemanfaatan tanah yang tidak diikuti dnegna konservasi dan penggunaan energi yang tidak diikuti dengan teknologi yang dapat mengefisienkan pemakainya.
  4. Proses dan hasilnya yang mengancam kesejahteraan penduduk, pelestarian kawasan konservasi alam dan cagar budaya, seperti kegiatan yang proses dan hasilnyamenimbulkan pencemaran, penggunaan energi nuklir dan sebagainya;
  5. Introduksi jenis tumbuhan dan jenis hewan, seperti introduksi jenis tumbuhan dan jenis hewan, seperti; introduksi suatu jenis tumbuhan baru yang dapat menimbulkan jenis penyakit baru pada tanaman; introduksi suatu jenis hewan baru yang dapat mempengaruhi kehidupan hewan yang telah ada;
  6. Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati;
  7. Penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar mempengaruhi lingkungan;

Fungsi AMDAL antara lain:

  1. Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
  2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  3. Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  4. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  5. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan

Prosedur AMDAL terdiri dari :

  1. Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
  2. Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat
  3. Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping)
  4. Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.
  5. Sumber : https://www.dosenpendidikan.com/

Mengenal 10 Manfaat Penggabungan Zona Waktu Indonesia

Mengenal 10 Manfaat Penggabungan Zona Waktu Indonesia

Mengenal 10 Manfaat Penggabungan Zona Waktu Indonesia

Mengenal 10 Manfaat Penggabungan Zona Waktu Indonesia
Mengenal 10 Manfaat Penggabungan Zona Waktu Indonesia
Berikut adalah 10 kalkulasi manfaat dari penerapan satu zona waktu di Indonesia:

1. Peluang transaksi lebih banyak

Dalam ruang waktu yang sama, 50 juta masyarakat di kawasan tengah dan timur Indonesia memperoleh kesempatan transaksi yang lebih banyak untuk bertransaksi dengan masyarakat di kawasan barat Indonesia. demikian juga sebaliknya.

2. Orientasi transaksi lebih ke domestik

Orientasi transaksi yang selama ini memanfaatkan pasar/ supply dari negara tetangga dipulihkan ke pasar domestik

3. Transaksi bursa efek yang lebih luas

Transaksi harian di bursa efek Indonesia (BEI) akan meningkat seiring dengan meningkatnya volume dan jumlah transaksi harian. Dengan asumsi peningkatan konservatif Rp500 miliar per hari, maka setiap tahun terbangun Rp100 trilliun transaksi tambahan.

4. Meningkatnya kinerja bisnis

Kinerja perusahaan-perusahaan/ dunia usaha di kawasan timur Indonesia (cabang maupun kantor pusat) meningkat dengan pulihnya waktu bisnis yang selama ini sia-sia karena perbedaan waktu. Minimal 60 jam seharinya business time dapat diperoleh oleh setiap unit usaha di tanah air atau minimal 12.000 jam setahun
5. Meningkatnya keunggulan konektifitas logistik nasional
Meningkatnya kinerja bisnis jasa logistik nasional di hampir semua lini moda dan berkembangnya intermoda. Dunia penerbangan akan menarik manfaat besar, melalui flight time arrangement, produktivitas pesawat, produktivitas bandara, efisiensi kru overnight, serta derivative benefit terbukanya rute-rute baru dan peningkatan jumlah konsumen penerbangan.
6. Menjadikan Indonesia kekuatan Maritim dunia. 
Mendorong perwujudan kemampuan Maritim Nasional. Seiring dengan meningkatnya kemampuan logistik, maka kemampuan cabotage nasional juga meningkat.
7. Optimalisasi perekonomian di perbatasan
Satu waktu membangun kesempatan ekonomi kawasan perbatasan di garis depan untuk menarik lebih banyak transaksi dari negara tetangga. Turis negara tetangga yang berlibur ke wilayah Indonesia dan menambah waktu tinggalnya.
8. Informasi bisnis lebih dinamis
Karena tak ada lagi time lag pada informasi, nilai tukar uang di pasar modal pun diharapkan akan lebih stabil dan bergairah.
9. Meningkatkan akses dan aset pada kesempatan kerja
Satu waktu akan meningkatkan akses masyarakat terhadap penciptaan aktivitas ekonomi wilayah (entrepreneurship) dan lapangan kerja, baik di kawasan barat Indonesia dan terutama di kawasan timur Indonesia.
10.Peningkatan Produk Domestik Bruto dan PDB Nasional
Secara agregat, membentuk basis baru bagi peningkatkan PDRB Daerah dan PDB Nasional, terutama pada 1-2 tahun pertama unifikasi zona waktu.

(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik
Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik individu. Menurut Rola (2006) terdapat empat faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, yaitu:

1)      Pengaruh Keluarga dan Kebudayaan

Besarnya kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua dan jumlah seta urutan anak dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan prestasi. Produk-produk kebudayaan pada suatu daerah seperti cerita rakyat, sering mengandung tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat.

2)      Peranan Konsep Diri

Konsep diri merupakan bagaimana individu berfikir tentang drinya sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan haltersebut sehigga berpengaruh dalam tingkah lakunya.

3)      Pengaruh dari Peran Jenis Kelamin

Prestasi kademik yang tinggi biasanya diindentikkan dengan maskulinitas, sehingga banyak wnita yang belajar tidak maksimal khususnya jika wanita tersebut berada diantara pria. Pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan, yang artinya pada wanita terdapat kekhawatiran bahwa dirinya akan dilotak oleh masyarakat apabia dirinya memperoleh kesuksesan, namun sampai saat ini konsep tersebut masih diperdebatkan.

4)      Pengakuan dan Prestasi

Individu akan berusaha bekerja keras jika dirinya merasa diperdulikan oleh orang lain. Diman prestasi sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, keluarga dan dukungan dari lingkungan tempat dimana individu berada. Individu yang diberi dorongan untuk berprestasi akan direalistis dalam pencapaian tujuannya.

Sedangkan dilain pihak, Soemanto (2006) menyatakan faktor yang mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu adalah:

  1. a)Konsep diri

Pikiran atau persepsi individu tentang dirinya sendiri, merupakan faktor yang penting mempengaruhi prestasi dan tingkah laku

  1. b)Locus of Control

Dimana individu merasa melihat hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Locus of control mempunyai dua dimensi, yakni dimensi eksternal dan dimensi internal. Dimensi eksternal akan menganggap bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada di luar diri pelaku. Sedangkan dimensi internal melihat bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada pada diri si pelaku. Individu yang memiliki locus of control eksternal memiliki kegelisahan, kecurigaan dan rasa permusuhan. Sedangkan ndividu yang memiliki locus of contol internal suka bekerja sendir dan efektif.

  1. c)Kecemasan yang Dialami

Kecemasan merupakan gambaran emosional yang dikaitkan dengan ketakutan. Dimana dalam proses belajar mengajar, individu memiliki derajat dan jenis kegelisahan yang berbeda.

  1. d)Motivasi Hasil Belajar

Jika motivasi individu untuk berhasil lebih kuat daripada motivasi untuk tidak gagal, maka individu akan segera merinci kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Sebaliknya, jika motivasi individu untuk tidak gagal lebih kuat, individu akan mencari soal yang lebih mudah atau lebih sukar.

(Sumber: https://www.ilmubahasainggris.com/)