Pertamina Siapkan OP Elpiji

Pertamina Siapkan OP Elpiji

Pertamina Siapkan OP Elpiji

Pertamina Siapkan OP Elpiji
Pertamina Siapkan OP Elpiji

BANDUNG-Milla Suciyani, External Relation PT Pertamina Pemasaran

Jawa Bagian Barat mengatakan Pertamina bersiap menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram. Hal itu, jelas Milla, agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh elpiji 3 kilogram. Ini juga sebagai upaya pengendalian harga.”

OP elpiji 3 kilogram berlangsung di Tambun-Bekasi, Cikarang-Bekasi, Citeurep-Bogor. Namun peminatnya kurang. Saat itu pihaknya menyediakan 560 tabung, namun, yang terjual hanya 40-60 tabung.

Namun pihaknya tetap menggulirkan OP elpiji 3 kilogram pada titik-titik berbeda

hingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh produk tersebut.

Untuk Kamis (26/2), sahut Milla, pihaknya melangsungkan OP elpiji 3 kilogram di Sukmajaya, Cinere-Depok, Cibinong, dan Tamansari – Bogor.

Upaya lainnya, tambah dia, pihaknya menambah pasokan ke berbagai daerah

. Pada 25-27 Februari 2015, sebut dia, pihaknya menambah pasokan ke Bogor sekitar 260.000 tabung, Depok sekitar 93.000 tabung. Lalu, imbuh dia, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Garut dan Cianjur. Untuk daerah-daerah tersebut, penambahannya 50 persen alokasi harian.

Langkah selanjutnya, memaksimalkan banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai lokasi sebagai outlet Elpiji 3 Kg. “Jika sulit memperoleh Elpiji 3 kilogram dalam harga wajar, masyarakat bisa mendatangi SPBU,” tutup Milla.

 

Sumber :

http://forum.detik.com/ciri-kingdom-animalia-t2062117.html

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari
Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

BANDUNG-Perpres Nomor 4 tahun 2015 telah diterbitkan pada tanggal 16 Januari.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengeluarkan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Direktur Kebijakan Pengadaan Umum LKPP, Setiabudi Arijanta mengatakan, dengan Perpres dan Inpres baru tersebut, muncul sistem baru untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sistem baru ini membuat waktu lelang menjadi hanya tiga hari.

“Proses e-tendering berlangsung cepat. Masuk ke e-katalog, lewat web.

Hanya butuh waktu tiga hari, sedangkan sistem sebelumnya membutuhkan waktu hingga 12 hari,” paparnya.

Menurutnya, sistem baru ini tidak ada batasan nilai dan volume barang/jasa. Peserta lelang hanya tinggal memasukan nominal harga. Namun demikian, peserta hanya bisa memasukan pengadaan barang/jasa sesuai standar dan spek yang ditetapkan. Sebagai contoh pengadaan laptop, maka peserta tinggal memasukan penawaran harganya saja.

“Jenis barang dari sistem pengadaan ini sangat banyak, mau kontruksi barang dan jasa lainnya bisa asalkan memenuhi kriteria yang bisa distandarkan spek dan metode kerjanya dan yang sudah tersedia di pasar,” paparnya.

Setiabudi mengaku sistem lelang cepat telah diterapkan Pemprov DK

I. Begitupun LKPP yang menggunakan sistem ini untuk tender gedung. Namun, karena belum banyak penyedia yang ikut, maka proses tender berlangsung hingga seminggu karena perlu melakukan skrining kepada para penyedia terlebih dulu.

Dia berharap sistem baru ini akan mempercepat proses pengadaan, agar bisa diselesaikan paling lambat setiap akhir Maret. Jika proses pengadaan cepat maka di triwulan pertama sudah ada penyerapan anggaran sehingga proses pembangunan akan langsung bergulir dan perekonomian juga langsung berjalan.

“Sebelumnya, proses lelang baru dilakukan Juni sehingga memperlambat penyerapan. Tapi kini, kami mau lelang dilakukan sejak Oktober tahun sebelumnya supaya Januari sudah teken kontrak dan serap uang muka.
Nanti di Oktober sudah pada istirahat, tinggal membuat laporan saja,” ucapnya.

Meski lebih cepat namun sistem masih harus melalui LPSE. Dibutuhkan juga sistem informasi kinerja dari para penyedia.

Jika sistem informasi ini telah berjalan, maka saat ada lelang cepat akan langsung dikirim data kriteria barang/jasa yang dibutuhkan pemerintah ke email masing-masing penyedia. “Kami lakukan masih sosialisasi ke LPSE. Targetnya sistem ini harus sudah dipakai di seluruh daerah,” tutupnya.

 

Sumber :

http://forum.detik.com/apa-itu-daya-energi-t2062119.html

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam
Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

BANDUNG – Para pensiunan Postel meminta Menteri Kominfo Rudiantara

memperhatikan pensiun mereka yang saat ini dirasakan kecil sekali. Permintaan itu disampaikan perwakilan pensiunan Postel Liliek Sukardi langsung kepada Menkominfo Rudiantara dalam ramah tamah hari jadi ke 70 Postel di Bandung, Minggu (27/9).

“Saya mengucapkan terimakasih atas kesedian Pak Menteri

yang ramah ini, namun kami mohon Pemerintah memperhatikan besaran pensiun kami yang tidak cukup” ujar Liliek.

Menurutnya, sebagai mantan Direktur SDM Postel, pensiun yang diterimanya saat ini hanya Rp 1,3 juta.

“Saya ini mantan Direktur SDM di Postel hingga tahun 87

. Saat itu gajih Saya 600 ribu, dan saay ini hanya menerima pensiun 1 juta 300 ribu. Kami mohon ada perhatian dari Pemerintah melalui Pak Menteri” ungkapnya.

Sementara itu Menkominfo Rudiantara dalam kesempatan itu menyerahkan dana kadeudeuh dari Postel kepada para pensiunan Postel. (Pun)

 

Baca Juga :

 

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia
Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

BANDUNG-Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN

telah mengembangkan sitem peringatan dini untuk memprediksi terjadinya cuaca ekstrem yang dikenal dengan nama Sadewa (Satellite Disaster Early Warning System) sejak tahun 2012. Hal ini dijelaskan oleh Dadang Subarna, peneliti PSTA LAPAN, dalam materi Sistem Peringatan Dini Sadewa, pada acara Bimtek Cuaca dan Iklim untuk Guru dan Jurnalis di kantor PSTA LAPAN, Bandung.

Sistem yang dikembangkan di dalam Sadewa memadukan antara sistem pengamatan yang real time dan terus menerus menggunakan satelit dan AWS (Automatic Weather Station) serta sistem prediksi menggunakan model prediksi cuaca numerik.

Dengan sistem pengamatan yang didesain otomatis, Sadewa

dapat memberikan gambaran kondisi awan melalui Satelit MTSAT, termasuk di dalamnya awan Cb dan awan yang berpotensi hujan, setiap satu jam. Demikian juga dengan peralatan AWS yang dimiliki oleh LAPAN, secara otomatis, kondisi cuaca seperti hujan, angin, kelembapan, dan suhu dapat terus menerus diamati setiap 15 menit sekali.

Selain itu, Sadewa dapat memprediksi kondisi cuaca hingga 24 jam ke depan di Indonesia dengan resolusi ruang yang tinggi yaitu 5 km setiap jam. Dengan Sadewa, kita dapat mengetahui prediksi hujan, angin, temperatur, dan uap air hingga 24 jam ke depan.

Menurut Kepala Bidang Pemodelan Atmosfer, Didi Satiadi,

Sadewa dapat menjadi alat pembelajaran yang membantu para guru di sekolah menjelaskan kepada siswa mengenai dinamika cuaca dari waktu ke waktu. “Sadewa dapat menjadi tool yang bermanfaat bagi siswa agar mereka lebih tertarik dengan fenomena cuaca seperti siklon tropis, ITCZ, monsun, dan sebagainya,” ujar Didi.

Sadewa juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan memprediksi terjadinya cuaca ekstrem melalui hasil pengamatan satelit dan prediksi model. Selain itu, Sadewa juga telah dikembangkan agar dapat memberikan peringatan dini beruparunning teks dalam laman webnya. Jika kondisi normal, maka ada penjelasan dalam teks “tidak ada kejadian hujan ekstrem saat ini.”

Sebagai produk hasil penelitian dan pengembangan, tentu saja verifikasi dan validasi terhadap hasil prediksi perlu terus-menerus
dilakukan dan dikembangkan. “Ke depannya, kami berencana membuat sistem verifikasi dan validasi yang real timedan otomatis sehingga bias dipantau terus menerus akurasinya,” jelas Didi.

Selain itu, Sadewa juga akan terus dikembangkan dan ditingkatkan agar bisa menghasilkan informasi prediksi dari satu hari ke depan menjadi tiga hari ke depan dengan resolusi yang tetap tinggi yaitu 5 km dan tiap jam. Sadewa dapat diakses melalui alamat: sadewa.sains.lapan.go.id. “Kami berharap Sadewa dapat membantu masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem,” pungkasnya. jo

 

Sumber :

https://500px.com/ojelhtcmandiri

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional
Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

BANDUNG- Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Surahman Hidayat mengatakan, masuknya pasal kretek tradisional pada Rancangan Undang-Undang (RUU) kebudayaan inkonstitusional.

“Baleg telah mencederai tugas harmonisasi, sinkronisasi dan pembulatan draf RUU tentang Kebudayaan, karena yang terjadi merupakan kontradiktori dengan UU yang lain,” kata Surahman, di sela-sela rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Kebudayaan, Selasa (29/9).

Dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Surahman menjelaskan

, pasal kretek pada RUU Kebudayaan kontradiktori dengan beberapa Undang-Undang (UU). Diantaranya UU tentang kesehatan pada pasal 113 ayat 1 dan 2, yang menjelaskan bahwa tembakau termasuk kategori zat adiktif, kemudian tidak sesuai juga dengan UU sisdiknas No.20 tahun 2003, pasal 3, yang menjelaskan bahwa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri.

“Masuknya pasal kretek tradisional sangat kontradiktif dengan usaha pemerintah

untuk mengendalikan dampak rokok di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang belakangan ini semakin merebak dan meluas, yang berpotensi masuk kedalam perangkap kepada penggunaan narkoba,” ungkap legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat X itu.

Lebih jauh Surahman mengemukakan, RUU Kebudayaan harus menghindari hal-hal yang mencederai jati diri, karakter dan citra bangsa. “Perlu untuk diantisipasi agar tidak terfasilitasi dan berkembang, dan lebih konsen kepada kebudayan-kebudayaan yang meneguhkan jati diri, karakter, dan citra bangsa,” tutup Surahman.

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/s2rn?k=01f30fdd98ac070e16bd5c5d7dfac91f

Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI

Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI

Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI

Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI
Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI

Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah

semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika seperti yang telah dijelaskan di atas.

 

Secara umum, pekerjaan di bidang IT terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya yaitu :

Mereka yang bekerja di bidang perangkat lunak (software), seperti :
Sistem analis, orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.

Programer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
Web designer, orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
Web Programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.

Mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:

Technical engineer

orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer.

 

Networking Engineer, adalah

orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
Mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan seperti :

EDP Operator, orang yang bertugas mengoperasikan program-program

yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
System Administrator, orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.

Baca Juga : 

Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan

Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan

Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan

Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan
Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan

 

Alasan mengapa seseorang harus memiliki etika dan profesionalisme adalah

agar terhindar dari sikap atau perbuatan yang dapat melanggar norma-norma yang ada di lingkungan masyarakat. Manusia yang memiliki etika baik juga akan mendapat perlakuan yang baik dari orang lain. Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

 

Etika dalam teknologi informasi bertujuan agar suatu individu di lingkungan itu :

  1. Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
  2. Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
  3. Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.

Tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi :

  1. Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
  2. Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan.
  3. Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu.
  4. Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
  5. Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
  6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.

Jadi,kesimpulan nya :

 

Mengapa menggunakan Etika & Profesionalisme TSI

Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana menjalani hidup melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya. Sedangkan Teknologi Sistem Informasi (TSI) dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Keberhasilan akan sangat ditentukan kualitas kinerja TSI. Teknologi sistem informasi telah membawa perubahan mendasar pada struktur, operasi dan manajemen organisasi. Penggunaan teknologi dalam organisasi akan mendukung kegiatan untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, meningkatkan pengambilan keputusan, meningkatkan hubungan terhadap konsumen atau pelanggan, serta mengembangkan aplikasi strategi baru.

 

Kapan menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI?

Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Tetapi etika dan profesionalisme TSI ini tidak hanya digunakan saat sedang melakukan sebuah proyek yang akan dijalankan, melainkan juga harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata.

Sumber : https://codetorank.com/indonesia-education-system/

Apa yang dimaksud dengan Etika dan Profesionalisme TSI?

Apa yang dimaksud dengan Etika dan Profesionalisme TSI?

Apa yang dimaksud dengan Etika dan Profesionalisme TSI?

Apa yang dimaksud dengan Etika dan Profesionalisme TSI?
Apa yang dimaksud dengan Etika dan Profesionalisme TSI?

Etika dan Profesionalisme TSI terdiri dari tiga kata

yakni etika, profesionalisme, dan TSI. Berikut ini akan dijelaskan definisi dari ketiga kata tersebut serta pengertian dari gabungan ketiganya.

 

Etika

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani, Ethos, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Dapat dikatakan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

 

Macam-macam etika :

1. Etika Deskriptif

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya etika deskriptif berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.

2. Etika Normatif

Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi, etika normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

Profesionalisme

Berasal dari kata profesional yang mempunyai makna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme itu sendiri adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Secara umum ciri-ciri profesionalisme pada bidang informasi teknologi ( IT ) adalah :

  1. Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bidang pekerjaan IT.
  2. Memiliki wawasan yang luas.
  3. Memiiliki kemampuan dalam analisa dan tanggap terhadap masalah yang terjadi.
  4. Mampu berkerjasama dan dapat menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan kerja
  5. Dapat menjaga kerahasian dari sebuah data dan informasi
  6. Dapat menjunjung tinggi kode etik dan displin etika.

TSI

Teknologi Sistem Informasi (TSI) merupakan teknologi yang tidak terbatas pada penggunaan sarana komputer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem catatan (informasi).

Jadi, pengertian dari etika dan profesionalisme TSI adalah norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas seseorang yang profesional dari manusia yang baik dalam menggunakan teknologi sistem informasi di lingkungannya.

Sumber : https://thezimbabwetimes.com/enhancing-the-process-of-learning-and-education-through-internet/

USAID Prioritas Jawa Barat Adakan TOT

USAID Prioritas Jawa Barat Adakan TOT

USAID Prioritas Jawa Barat Adakan TOT

USAID Prioritas Jawa Barat Adakan TOT
USAID Prioritas Jawa Barat Adakan TOT

BANDUNG-USAID Prioritas Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Barat, mengadakan pelatihan untuk pelatih (TOT) tingkat Jawa Barat dalam rangka implementasi program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunity for Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students).

Erna Irnawati, koordinator USAID Prioritas Jawa Barat

mengatakan, pelatihan diikuti oleh lima puluh orang fasilitator daerah (fasda) untuk pembelajaran jenjang SMP/MTs dari enam daerah kota dan kabupaten mitra USAID Prioritas di Jawa Barat.

“Pelatihan paket tiga berfokus pada literasi, yakni kemampuan membaca dan menulis yang pada akhirnya akan menghasilkan karya siswa orisinal,” ujarnya.

Menurut Erna, dalam pelatihan ini guru didorong untuk lebih kreatif sehingga strategi pembelajaran lebih bervariasi untuk memberi kesempatan siswa membaca dalam proses pembelajaran dan lebih intensif memeriksa pemahaman murid dalam membaca.

“Siswa kemudian didorong untuk mampu menulis dengan pikiran sendiri

dan melahirkan karya tulis yang panjang, teliti, dan menarik,” ujar Erna, di sela-sela pelatihan di Hotel Swiss-Bel, Cirebon, akhir pekan kemarin.

Erma mengatakan, selama pelatihan yang dilakukan empat hari ini, peserta berlatih melakukan penilaian autentik, mengembangkan matematika dalam kehidupan, mendorong keterampilan informasi (Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS), mengembangkan membaca ekstensif (Bahasa Inggris), dan porto folio.

“Seluruh peserta melakukan praktik mengajar di SMPN 1 Plered dan MTsN 2 Cirebon untuk mencoba strategi pembelajaran yang mendorong keterampilan literasi,” katanya.

 

Baca Juga :

IKOPIN Luncurkan Tiga Prodi Baru

IKOPIN Luncurkan Tiga Prodi Baru

IKOPIN Luncurkan Tiga Prodi Baru

IKOPIN Luncurkan Tiga Prodi Baru
IKOPIN Luncurkan Tiga Prodi Baru

JATINANGOR-Rektor Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN)

Dr.H. Burhanuddin Abdullah meresmikan peluncuran tiga program studi (Prodi) baru IKOPIN di Graha Suhardani Kampus IKOPIN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (28/3).

Ketiga prodi baru IKOPIN tersebut adalah Prodi Keuangan & Perbankan (D-3), Akuntansi (S;1) dan Prodi Ekonomi Syariah (S-1).

Menurut Rektor IKOPIN Dr. Burhanuddin Abdullah,

Prodi D-3 Keuangan dan Perbankan memberikan kemudahan akses bagi generasi muda untuk menjadi ahli madya terampil dan profesional di bidang perpajakan, keuangan dan perbankan yang di era perdagangan bebas, baik di tingkat regional Asean maupun internasional.

“Kompetensi lulusan disesuaikan dengan permintaan pasar kerja dimana proses pendidikan vokasional dengan kurikulum berbasis kompetensi kerja berbasis KKNI dengan komposisi 60 persen kuliah praktik dan 40 persen mata kuliah teori dan didukung oleh tenaga pengajar profesional,” katanya.

Dikatakan, Prodi S-1 Akuntansi memiliki tujuan

untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai seorang progesional di bidang akuntansi. Sedangkan prodi S-1 Ekonomi Syariah memiliki visi menjadi prodi ekonomi syariah terkemuka yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi di bidang keuangan dan perbankan syariah dengan mengedepankan nilai-nilai Islam.

“Lulusan prodi ini dapat berkarir di berbagai perusahaan bisnis berbasis syariah, lembaga keuangan syariah, perbankan syariah, instansi pemerintahan dan dapat pula berprofesi sebagai tenaga pendidik untuk mengajar ilmu ekonomi syariah baik sebagai guru maupun asisten dosen,” katanya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435201/apa-itu-kata-sapaan/