Kode Etik Hacker

Kode Etik Hacker

Kode Etik Hacker

1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.

2. Semua informasi haruslah FREE.

3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.

4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.

5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.

6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.

8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.

9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.

10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.

Cracker tidak memiliki kode etik apapun.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Hirarki Tingkatan Hacker

Hirarki Tingkatan Hacker

Hirarki Tingkatan Hacker

1. Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.

2. Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3. Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5. Lamer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.

Sumber : https://usgsprojects.org/

Tipe Wanita Idaman Idaman Pria

Tipe Wanita Idaman Idaman Pria

Tipe Wanita Idaman Idaman Pria

Tipe Wanita Idaman Idaman Pria
Tipe Wanita Idaman Idaman Pria

Sahabat Diamond, pernah dengar pertanyaan seperti ini kan?

“Cewek itu nggak cantik-cantik banget, body-nya juga biasa aja, tapi kok pacarnya ganteng, ya?”

Ungkapan rasa heran seolah-olah tak percaya pria yang diincar banyak wanita ternyata tertarik pada gadis yang “biasa-biasa” saja.

Eits tapi, jangan salah sahabat. Wajah cantik dan tubuh indah memang bisa memikat pria dalam sekejap, namun saat mencari calon ibu dari anak2nya, percayalah. Penampilan saja tak cukup. Ada hal-hal lain yang lebih diutamakan pria. Seperti:

1. Menyenangkan diajak ngobrol

Ini adalah faktor penting yang bahkan bisa mengalahkan faktor fisik. Pria mana pun tak akan ada yang mau berpacaran dengan wanita yang tak nyambung saat diajak ngobrol, apalagi mempersuntingnya. Bukan berarti wanita itu kurang cerdas, tapi seringkali minat mereka berbeda. Si lelaki tertarik pada topik A, B, C, si wanita tertarik pada topik X, Y, Z. Masalah ini bisa diatasi dengan bersama-sama mencari topik apa yang kalian berdua sukai. Atau dengan saling membuka diri terhadap topik-topik baru. Siapa tahu si lelaki jadi bisa suka pada topik Z, dan si wanita bisa ikut suka topik A.

Tapi masalah ini juga bisa muncul jika si wanita terlalu pemalu. Sebenarnya mereka menyukai hal yang sama, namun si wanita terlalu takut untuk memulai percakapan. Ini sifat yang sebaiknya segera dihilangkan, setidaknya saat berhadapan dengan si dia. Jangan takut bertanya, memberi pendapat, dan memulai percakapan. Apa ruginya mengajak ngobrol, kan? Saat berbincang, jangan biarkan ada jeda kosong terlalu lama. Lontarkan pertanyaan santai tentang dirinya (“Dulu kuliah di mana?”), tentang barang yang dipakainya (“Sepatunya lucu deh. Beli di mana?”), atau tentang hal-hal lain yang memancing opininya (“Semalem nonton audisi Indonesian Idol, nggak? Agnes Monica jadi juri, menurut kamu oke gak?”).

2. Religius

Tak bisa dipungkiri, agama memiliki peran yang cukup penting bagi pria untuk memilih wanita idamannya. Meskipun pria tersebut tidak religius, ia akan merasa tenang jika mengetahui bahwa wanita idamannya dekat dengan agama. Bentuknya macam-macam, dari mulai yang sangat relijius (berjilbab, rajin solat 5 waktu, atau ikut pengajian, dll), atau dekat dengan agama dalam hal keseharian, misalnya tak pernah melakukan hal-hal yang dilarang agama. Pria juga menganggap wanita religius nantinya akan jadi istri yang baik.

3. Selera humor

Bagi pria, tak ada yang lebih menyenangkan dari mengobrol dengan wanita yang bisa membuatnya tertawa. Apalagi jika pria itu juga humoris. Wanita dengan selera humor yang baik juga biasanya lebih santai dan tidak mudah tersinggung. Pria biasanya senang bercanda dengan sambil meledek, dan wanita yang humoris bisa menanggapinya dengan baik, bukannya malah ngambek dan tersinggung.

4. Pintar, tapi tak terlalu pintar

Semua pria senang wanita yang cerdas, berwawasan luas, dan banyak tahu. Tapi hati-hati, jangan sampai membuatnya merasa bodoh. Ini bukan berarti kita harus pura-pura bodoh di hadapannya. Cukup berikan kesempatan baginya untuk “memamerkan” pengetahuan dan kecerdasannya. Misalnya, biarlah kita jadi jagoan dalam hal wawasan politik luar negeri, tapi saat dia sedang bicara tentang internet dan komputer yang jadi bidang keahliannya, dengarkanlah dengan hormat dan pujilah dia atas kecerdasannya di bidang itu.

5. Percaya diri dan bisa memegang kendali

Memang sudah dari sononya lelaki terlahir sebagai pemimpin dan ingin mengontrol segala sesuatu. Namun bukan berarti mereka menginginkan wanita yang hanya bisa nurut saja bagai kerbau dicocok hidung. Pria sangat kagum pada wanita yang tahu apa yang ia mau, dan tak sungkan mengatakannya. Contoh paling sederhana adalah saat ditanya, “Nonton film apa ya kita?” kebanyakan wanita menjawab, “Terserah”. Padahal sebetulnya ia sudah punya pilihan film dalam kepalanya. Mengapa harus takut pilihanmu berbeda dengan pilihan si dia? Setidaknya kita tahu apa yang kita inginkan, dan bukan hanya manut saja mengikuti pilihannya. Sesungguhnya pria juga lelah dengan wanita yang semuanya serba terserah.

Ini tak berlaku hanya saat sedang berduaan. Pria juga suka melihat wanita yang memegang kontrol dan tak hanya nurut saja menerima perlakuan dan perintah orang lain, baik di lingkungan pergaulan maupun di tempat kerja.

6. Keibuan

Tanpa disadari, pria akan mengajukan pertanyaan ini dalam benaknya, “Apakah wanita ini akan jadi ibu yang baik bagi anak-anakku?” Tak perlu “cari muka” pada anak-anak kecil untuk menunjukkan sifat keibuanmu. Cukup tunjukkan perhatian padanya. Ia juga tahu bahwa wanita yang perhatian dan bisa merawat serta menjaga orang-orang terdekatnya dengan baik, nantinya akan jadi istri dan ibu yang baik.

7. Fashionable tapi tak berlebihan

Pria senang terlihat “jalan bareng” dengan wanita yang terlihat keren. Tak perlu wajah dan tubuh bak supermodel, bila wanita merawat diri dengan baik dan punya selera mode yang baik, pria pun senang melihatnya. Tapi, hindari tren mode yang terlalu ekstrem dan terlihat “aneh” di mata kebanyakan orang. Pria senang jalan dengan wanita yang jadi pusat perhatian, tapi bukan diperhatikan orang karena dianggap aneh.

8. Tak suka mengeluh

Di Twitter, mengeluh tentang pekerjaan. Di BlackBerry Messenger, mengeluh tentang teman yang menyebalkan. Di status Facebook, mengeluh tentang gebetan. Saat bertemu, mengeluh tentang perilaku si adik yang bikin kesal. Mengeluh itu manusiawi, tapi jika yang keluar dari mulut kita hanya keluhan dan hal-hal negatif, bukan hanya pria yang akan menjauh, tapi juga teman-teman. Ingat, keluhan itu menular dan bisa merusak mood orang lain yang sedang bahagia.

Baca Juga

DEFENISI PENGANGGURAN

DEFENISI PENGANGGURAN

DEFENISI PENGANGGURAN
DEFENISI PENGANGGURAN

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.

Wikepedia

Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. (Wikepedia)

Menurut Sadono Sukirno

Menurut Sadono Sukirno (2007:84) Pengangguran adalah suatu keadaan dimana disebuah negara tidak mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja penuh.

Menurut Ida Bagoes Mantra

Menurut Ida Bagoes Mantra, pengangguran adalah bagian dari angkatan kerja yang sekarang ini tidak bekerja dan sedang aktif mencari pekerjaan. Konsep ini sering diartikan sebagai keadaan pengangguran terbuka.

Menurut Dumairy

Menurut Dumairy Pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, lengkapnya orang yang tidak bekerja dan (masih atau sedang) mencari pekerjaan.

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan SMP, SMA, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. (1)

Berdasarkan beberapa defenisi yang diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan pengangguran adalah sebuah keadaan, dimana seorang angkatan kerja yang telah mencari kerja tetapi tidak mendapatkan pekerjaan.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html

JENIS-JENIS PENGANGGURAN

JENIS-JENIS PENGANGGURAN

JENIS-JENIS PENGANGGURAN

JENIS-JENIS PENGANGGURAN
JENIS-JENIS PENGANGGURAN

Beberapa jenis pengangguran dan definisinya, antara lain :

1.       Pengangguran terbuka (open unemployment)

Adalah bagian dari angkatan kerja yang sekarang ini tidak bekerja dan sedang aktif mencari kerja (Subri, 2003:60). Atau penduduk usia kerja yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan, yang sudah pernah bekerja karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha memperoleh pekerjaan, yang dibebastugaskan baik akan dipanggil kembali atau tidak tetapi sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan (BPS, 2004:3).

2.       Pengangguran struktural (structural unemployment).

Yakni pengangguran yang disebabkan karena ketidakcocokan antara struktur para pencari kerja sehubungan dengan keterampilan, bidang keahlian, maupun daerah lokasinya dengan struktur permintaan tenaga kerja yang belum terisi (Subri, 2003:61). Atau pengangguran yang muncul karena jumlah pekerjaan yang tersedia di pasar tenaga kerja tidak cukup untuk menyediakan pekerjaan bagi siapapun yang menginginkannya (Mankiw, 2003:120).

3.       Pengangguran friksional (frictional unemployment)

Adalah pengangguran yang muncul karena adanya senjang waktu bagi pekerja untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan selera dan kemampuan mereka (Mankiw, 2003:120). Atau pengangguran yang terjadi akibat pindahnya seseorang dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan akibatnya harus mempunyai tenggang waktu dan berstatus sebagai penganggur sebelum mendapatkan pekerjaan yang lain tersebut (Subri, 2003:61).

4.       Pengangguran konjungtur

Adalah pengangguran yang disebabkan oleh kelesuan/kemunduran kegiatan ekonomi. Kemerosotan kegiatan ekonomi ini disebabkan oleh penurunan dalam pengeluaran atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh perekonomian tersebut. Kelesuan ini disebabkan oleh faktor dalam negeri berupa mayarakat mengurangi tingkat pengeluarannya atau perusahaan swasta mengurangi investasinya, dan faktor luar negeri berupa penurunan ekspor atau impor yang semakin besar (Sukirno, 2000:9)

5.       Setengah pengangguran (underemployment)

Adalah orang yang bekerja kurang dari jam kerja normal (35-40 jam per minggu), bekerja tetapi produktivitasnya rendah dan bekerja tidak tidak sesuai antara keahlian dengan pekerjaannya (BPS, 2004:3).

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/09/sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi-dan-rasul-beserta-artinya.html

Pengangguran SMK Tertinggi

Pengangguran SMK Tertinggi

Pengangguran SMK Tertinggi

Pengangguran SMK Tertinggi
Pengangguran SMK Tertinggi

JAKARTA – Kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipertanyakan. Menurut data Badan Pusat Statistik

(BPS) yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Sabtu (10/3) menunjukkan, 11 persen dari 7 juta penganggur di seluruh indonesia adalah siswa lulusan SMK.

Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan dari SD, SMP, SMA umum, Diploma, bahkan sarjana. Pada rilis Februari 2017, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) SMK masih berada di angka 9,2, lantas pada survei Agustus 2017, jumlahnya meningkat menjadi 11,41 persen.

”Jika kita lihat, hanya SD yang mengalami tingkat penurunan TPT,” kata Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono di Bandung, Sabtu (10/3) lalu.

Bambang menyebut, TPT tertinggi dimiliki oleh lembaga-lembaga pendidikan yang khusus mempersiapkan lulusannya bekerja

. Yakni SMK, SMA dan Politeknik. ”Ini aneh kenapa lulusan SMK kok nganggur. Padahal disiapkan untuk langsung kerja. Politeknik juga untuk kerja. Artinya pendidikan kita belum siap pakai,” kata Bambang.

Solusi dari permasalahan ini, kata Bambang adalah membuat lulusan SMK memiliki ketrampilan lebih. ”Dan salah satunya jalan dengan memberikan pelatihan,” ujar Bambang.

Bambang mengungkapkan, pada 2019, Kemnaker telah merancang kegiatan-kegiatan peningkatkan kualitas SDM melalui program pemagangan dengan bekerja sama dengan industri untuk 400 ribu orang.

Menurut Bambang, semua harus bersiap dan mengikuti tren perubahan yang ber­kembang cepat. Pemerintah siap

memfasilitasi kebutuhan tenaga kerja yang berubah, akibat digitalisasi dan per­kembangan teknologi mela­lui program pelatihan di Ba­lai Pelatihan Kerja (BLK).

Perkembangan industri yang cepat, kata Bambang, men­ghendaki BLK juga memiliki skema transformasi industri ke depan dan pemetaan pasar kerja di masa depan. ”Kalau industri berubah tentu dibu­tuhkan pekerjaan baru, pe­kerjaan lama akan hilang. Konsekuensinya dibutuhkan skill yang baru,” ujarnya.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kemendikbud, M. Bakrun membenarkan data BPS ter­sebut. Namun dia meyakinkan bahwa sampai saat ini per­baikan-perbaikan terus dila­kukan.

”Data BPS tidak bisa langs­ung diubah, karena yang di survei lulusan SMK yang usianya 15 sampai 55 tahun,” katanya kemarin (11/3).

Bakrun mengakui, sejak awal lulusan SMK dipersiapkan utk bekerja. Namun menurutnya tidak boleh dilupakan bahwa saat ini juga terjadi banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). ”Kemungkinan itu penyebabnya juga karena yang kami survei, penganggur lu­lusan SMK 55 persen itu per­nah bekerja,” jelas Bakrun.

Sistem ketenagakerjaan yang ada saat ini, kata Bakrun be­lum mensyaratkan bahwa orang yang bekerja harus punya sertifikat /kompetensi tertentu. Jenis pekerjaan ma­sih bisa diisi oleh semua yang jenis lulusan.

 

Baca Juga :

Hobi Bisa Jadi Sumber Korupsi

Hobi Bisa Jadi Sumber Korupsi

Hobi Bisa Jadi Sumber Korupsi

Hobi Bisa Jadi Sumber Korupsi
Hobi Bisa Jadi Sumber Korupsi

BICARA soal hobi, memang tidak akan ada habisnya. Sebab, orang umumnya tak sungkan

untuk menyisihkan budget, waktu, hingga tenaga untuk memenuhi hasrat hobinya itu.

Nyatanya, hobi itu sendiri bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana sebagai sesuatu yang memiliki dua muka: menyehatkan sekaligus meracuni. Hobi olahraga misalnya.

Saat ditemui beberapa waktu lalu, mantan dosen di IKIP (saat ini UPI) tersebut itu mengaku, tidak terlalu menyenangi olahraga apapun. Meski menyehatkan. Elih mengaku, dia hanya secukupnya saja saat melakukan olahraga. Apapun.

”Renang, iya. Sepeda, iya. Secukupnya,” kata Elih kepada Jabar Ekspres di Hotel Topaz, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Bagi ayah empat orang anak ini, menyukai secukupnya akan membuat orang terhindar dari bahaya. Sebab, dalam pandangan dia, menekuni hobi terlalu berlebihan bisa menjadi sumber korupsi.

Contoh bersepeda. Warga Bumi Panyileukan, Kota Bandung itu mengaku, punya sepeda standar. Kalau pun mengayuh sepeda, dia tidak pernah sampai menghabiskan waktu hingga setengah hari. ”Saya paling sering mengelilingi SOR GBLA. Maksimal dua keliling. Setelah itu pulang,” ucapnya.

Elih mengaku, saat ini dalam kondisi sehat. Tapi tidak mau mendorong dirinya sendiri untuk mencintai olahraga berlebihan. Padahal, dia sendiri, dulu merupakan atlet sepakbola.

Dia mencontohkan, orang yang menekuni hobi akan selalu mencari celah

untuk menutupi hasrat hatinya. Akhirnya ketergantungan.

Tidak hanya membohongi pasangan hidup, bila perlu. Tapi juga mencari celah menggerogoti anggaran dari tempat pekerjaan. ”Sudah punya sepeda harga Rp 10 juta, pasti naik kelipatan angkanya. Tahu-tahu sepedanya banyak,” urainya.

”Memang tidak semua menuntut jadi korupsi. Tapi hobi itu sendiri akan menggerus banyak uang. Makin ditekuni, makin mahal,” tambahnya.

Bagi dia, hal-hal yang bersifat berlebihan baiknya dihindari. Begitu pun dengan ibadah.

Dia mengaku, umat yang menekuni ibadah dengan tekun akan diterpa godaan lebih tinggi. Salah satunya sombong.

”Orang yang kali pertama menunaikan ibadah haji itu sulit. Tapi, selalu saja ada orang yang sudah lima kali berhaji juga tidak cukup. Makanya, saat ini pemerintah melalui Kementerian Agama membuat batasan bagi mereka yang hobi berhaji,” tandasnya.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Anak Autis Perlu Penanganan Khusus

Anak Autis Perlu Penanganan Khusus

Anak Autis Perlu Penanganan Khusus

Anak Autis Perlu Penanganan Khusus
Anak Autis Perlu Penanganan Khusus

BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat terus berupaya mendorong program pendidikan

inklusi bagi anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat. Sebab, permasalahan ini, masih menjadi kendala bagi tenaga pendidik yang mengerti kondisi psikologis anak.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, tenaga pendidik anak berkebutuhan khusus harus mampu mengetahui dan memahami pemicu dan penanganan autisme.

Untuk itu, perlu adanya edukasi bagi tenaga pendidik agar bisa memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak autis.

“Kami sudah banyak program termasuk kita punya autis center di Kuningan dan di Bandung juga dan ada beberapa inisiatif masyarakat kita dukung,” kata Hadadi kepada Jabar Ekspres kemarin (26/3).

Hadadi memaparkan, secara umum hampir semua Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jawa Barat

harus mampu memberikan pendidikan bagi anak dengan gangguan autisme. Terlebih, pendidikan yang diberikan untuk anak autis berbeda dengan anak berkebutuhan khusus lainnya.

“Autisme berbeda dengan tuna grahita, tuna rungu ataupun keterbelakangan mental juga berbeda. Ini nampaknya perlu ada penanganan yang tidak sama dengan SLB karena harus ada penanganan khusus,” kata dia.

Hadadi menuturkan, tenaga pendidik yang memberikan pembelajaran kepada anak autis harus mampu melakukan beberapa pendekatan. Sehingga, diperlukan para ahli yang sudah paham terhadap tahapan pembelajaran yang harus diberikan. Sebab, dirinya menilai autis terdiri dari beberapa klasifikasi yang berbeda cara penanganannya.

“Jadi ada treatment tapi saya kurang begitu paham dan para ahli sudah melakukan treatment

dan keliatannya cukup berhasil,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ketika anak sudah mengidap autisme, maka diperlukan metode penanganan yang bijak dan sesuai dengan psikologis anak. Untuk itu, Hadadi mendorong sekolah-sekolah dengan kategori umum juga perlu tahu dan memahami bagaimana cara penanganan yang tepat bagi anak autis tersebut.

Hadadi menambahkan, pentingnya tenaga pendidik mengerti dan memahami kondisi serta kebutuhan anak autis agar dalam pembelajaran mendapatkan perlakuan yang ramah. Sebab, tidak sedikit tenaga pendidik yang memberikan perlakuan berbeda karena anak autisme cenderung hiperaktif dan membutuhkan kesabaran dalam memberikan pembelajaran.

“Diharapkan nanti bisa normal lagi karena tidak bisa diperlakukan sama seperti yang lain, apalagi di judge atau dihakimi nakal, jangan,” kata dia

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Pangeran Katak

Pangeran Katak

Pangeran Katak

Pangeran Katak
Pangeran Katak

“Tuhan, mengapa semua menjadi begini? Aku merasa tidak akan sanggup lagi menjalani hidup, Tuhan. Apa yang harus kulakukan? Hidupku tidak pernah sama lagi sejak dia meninggalkanku,” keluhku dalam hati.
Sudah berpuluh tempat aku jelajahi untuk melupakan Gilang, tetapi hasilnya nihil alias nol besar. Percuma saja! Walaupun dia pergi ke ujung dunia atau kemanapun, bayangan Gilang selalu tampak di depan mataku. Menghantuiku!
Air mata mulai menggenang di pelupuk mataku. Hening. Hanya ada angin yang berhembus perlahan dan membelai rambutku. Mengingatkanku kembali akan masa-masa indah bersamanya. Aku tertawa sekaligus menangis.
“Putri …”
Tiba-tiba ada sepotong suara yang mengagetkanku. Namun, tidak ada siapapun di padang rumput ini. Sama sekali tidak ada satupun manusia di sini. Dan, aku mulai berpikir yang tidak-tidak.
“Jangan-jangan, ada …,” aku tidak sanggup meneruskan ucapannya. Lututku bergetar hebat, jantungku pun ikut berdebar kencang, bahkan kesedihanku tadi menguap begitu saja entah kemana.
“Putri …”
Suara itu memanggilku lagi. Kini aku benar-benar tidak bisa bergerak. Semua anggota tubuhku seketika telah menjadi batu. Berdiri pun tidak sanggup, apalagi berteriak minta tolong.
Setelah sekian menit berubah menjadi patung, aku akhirnya bisa mengeluarkan suara juga.
“Ka … kamu siapa?” kataku seperti orang yang sedang tersedak.
Hening beberapa saat.
“Aku ada di sini, Putri. Di dekat sepatumu.”
Hah? Aku hanya terbengong mendengarnya. Kuarahkan juga mataku untuk melihat ada apa di kakiku.
“Kataaaaaak,” tanpa sadar aku berteriak sekencang-kencangnya. Setelah agak tenang, otakku mulai berpikir. Bagaimana mungkin ada seorang katak hijau yang dapat berbicara? Ini kan bukan negeri impian. Bukan negeri dongeng seperti dalam buku-buku cerita yang pernah kubaca sewaktu kecil. Apakah ini nyata? Kucubit pipiku untuk memastikan bahwa semuanya hanyalah mimpi belaka, dan aku akan segera terbangun di tempat tidurku yang nyaman.
Aduh! Pipiku terasa sakit. Dalam sekejap, dunia seakan berputar di sekelilingku.
“Putri, kamu tidak apa-apa?”
“Jangan panggil aku putri. Aku bukan putri,” aku berteriak pada katak itu.
Kaget, bingung, takut bercampur aduk menjadi satu dalam diriku.

“Ibu, aku pulang,” kataku seraya menenangkan diri. Menganggap bahwa apa yang kualami setengah jam yang lalu hanyalah ilusi semata. Titik!
“Kamu makan dulu sana.”
“Iya.”
Setelah makan, aku kembali ke kamar. Namun, aku melihat seekor makhluk sedang bertengger di atas kasurku.
“Kyaaa,” aku berteriak kencang.
“Ada apa, Ndin? Ada apa?” kata Ibu berlari penuh kepanikan menuju kamarku.
“Tidak. Tidak ada apa-apa kok, Bu. Tadi aku cuma kaget liat katak di atas tempat tidur. Tapi, sekarang kataknya sudah pergi, kok. Maaf, Bu.”
“Cepetan tidur. Sudah malam,” jawab Ibu.
Aku mengangguk.
“Bagaimana katak bisa masuk ke kamarku?” tanyaku heran. Namun, ketika melihat jendela kamarku yang masih terbuka, aku langsung diam.
“Pergi!” Aku mengarahkan sapu ke tubuh katak itu.
Akan tetapi, suara itu tiba-tiba terdengar lagi.
“Jangan, Putri!”
Sapuku mengawang di udara.
“Kamu bisa berbicara?” tanyaku terbata.
“Iya, Putri.”
Aku tidak berani berkata apa-apa. Seakan kakiku sudah terpaku di lantai. Mau lari pun rasanya tidak sanggup.
“Kamu siapa?”
“Aku, Putri?”
“Siapa lagi?”
“Aku Pangeran Suryo.”
“Hah?”
Mana mungkin? Saat ini kan sudah modern, mana ada cerita dongeng seperti itu? Aku tertawa. Sampai-sampai rasanya tidak bisa berhenti.
“Aku serius, Putri.”
“Katak, aku bukan Putri,” kataku pada katak itu sambil terus tersenyum. “Aku Andin.”
“Aku serius, Putri Andin.”
“He … he … he …, jangan panggil aku Putri. Tidak cocok, dan aku bukanlah putri.”
“…”
“Jadi, bagaimana Pangeran bisa kembali menjadi manusia? Berarti, harus ada seorang cewek yang mencium Pangeran, ya?”
“Mungkin.”
“Hah? Beneran?”
“Mana aku tahu.”
“Pangeran mau kucium? Sini!” kataku setengah bercanda.
“Ogah! Dicium cewek seperti kamu bisa mati aku!” Nah nah, mulai muncul sifat asli seorang pangeran. Ga elit!
“Ih, menghina. Ya sudah, terserah Pangeran. Sana! Minggir dari kamarku! Pangeran tidur di lantai saja! Makan tuh nyamuk!”
“Kamu berani kasar dengan Pangeran! Biar kalau aku menjadi manusia lagi, aku akan menyuruh pengawalku untuk menangkapmu! Seorang Pangeran tidak mungkin tidur di lantai! Kamu saja yang tidur di lantai!”
“Apa? Ini katak berani ngatur-ngatur! Tidak bisa. Pangeran harus minggir. Siapa tahu Pangeran cuma ngaku-ngaku, aku kan tidak tahu.”
“Tiba-tiba, suara Ibu mengagetkanku.
“Andin, kamu bicara dengan siapa?” seru beliau dari luar kamar.
“Nggak kok, Bu. Aku cuma ngomong sendirian.”
Kruyukkk.
“Ndin, suara apa itu?”
“Oh, malam dingin begini membuatku lapar lagi.”
“Ya, sudah. Di dapur masih ada makanan.”
“Makasih, Bu.”
Aku pun mengambil makanan, melewati kamar Ibu. Untunglah, beliau sudah kembali tidur.
“Nih, makanan. Pangeran lapar, kan?” Aku menyodorkan sepiring makanan ke dekat kaki katak itu.”
Aku tersenyum. Aku seperti menemukan mainan baru. Dan, aku seakan merasa bagaikan seorang putri dari negeri dongeng. Ya, walaupun tidak mungkin menjadi nyata.
Sambil mengunyah makanan, katak itu berkata,” Hmm, makanannya enak sekali. Ibumu memang pandai memasak.”
Aku hanya tersenyum mendengarnya.
“Tidur sana! Pangeran di bawah, aku di atas.”
“Nggak bisa. Kita tidur sekasur saja. Biar lebih gampang. Masa Pangeran tidur di lantai?”
“Dasar Pangeran manja! Siapa tahu sebenarnya kamu ini cuma tukang becak.”
“Jangan berani kurang ajar ya sama Pangeran!”
Karena kelelahan, aku tertidur dan nggak mikirin lagi pangeran tidur dimana.

Keesokan pagi …
“Selamat pagi, Ndin.”
“Pagi,” jawab Andin.
Ketika membuka mata, Andin hampir pingsan melihat seekor katak telah berada di atas selimutnya.
“Aaaa …,” Andin berteriak sekencang-kencangnya, tetapi beberapa detik kemudian, dia menutup mulutnya sendiri. Takut mengganggu orang rumah yang masih terlelap.
“Pangeran jangan seenaknya gitu, dong. Masa baru membuka mata, aku langsung melihat sepasang mata yang memandangku,”protes Andin marah,” mentang-mentang pangeran bisa berbuat seenaknya. Kalau aku mati kena serangan jantung, pangeran lah yang akan aku hantui.”
“Suka-suka, dong. Oh ya, banyak yang salah, tuh. “
“Hah?” Andin tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Pangeran.
“Matematika dan Bahasa Inggris. Aku liatnya sambil menahan tawa, lho. Masa soal-soal segampang itu saja nggak bisa.”
“Emang umur Pangeran sekarang berapa?”
“…”
“Berapa?”
“17 tahun.”
“Hah, berarti kita sebaya, dong.”
“Iya, yang membedakan kita, kamu tuh bodoh, sedangkan aku pinter.”
“Nyebelin banget nih Pangerab. Padahal, pangeran yang berada dalam impianku selalu ramah, sopan, pengertian, tampan, dan punya segudang kebaikan lainnya. Wew! Tapi, Pangeran yang satu ini beda banget dari harapan,” kata Andin dalam hati.

“Pangeran, makasih ya,” Andin tertawa-tawa ga jelas gitu di depan seekor katak. Kalau ada yang melihat, pasti bakal menyangka kalau Andin sudah sakit jiwa. Untunglah, saat itu dia sedang ada di kamar.
“Nih, makanan enak buat Pangeranku.”
“Emang ada apa?” tanya Pangeran heran.
Andin tersenyum bahagia.
“Tadi, PR kuu paling perfect, lho.”
“Selamat, ya,” kata Pangeran datar.
“Kok tanggapannya gitu?”
“Biasa aja kenapa? Pake histeris segala.”
“Ya udah, terserah,” jawab Andin cemberut.
“Andin marah ya? Maaf.”
“Nggak mau. Pokoknya malam ini Pangeran tifur di bawah. Titik!”

Baca juga ;

Jadi Polisi

Jadi Polisi

Jadi Polisi
Jadi Polisi

Jadi polisi itu susah, uangnya susah, kerjaannya susah, kalo ga berhasil nangkap teroris dianggap tidak mampu menangani upaya perterorisan di Indonesia, kalau ga mampu menangkap penjahat juga disalahin. Lha, bagaimana konsep pengayom masyarakat bisa diterapkan jika polisi belum mampu melaksanakan semua tugas dan kewajibannya dengan optimal? Seminggu yang lalu … saya tertangkap oleh Pak Polisi bagian Satlantas. Yah, maklum saja … saya yang salah karena melanggar lampu merah. Hehe, dah tahu merah malah asal ditabrak saja. Ya, dan begitu lah. Manusia Indonesia ya kebanyakan kayak saya ini, ga bener (saya tahu saya ga bener, tetapi ya begitulah), tidak mau repot-repot ngurus di pengadilan, mau gampangnya saja. Untunglah saya membawa seperangkat SIM dan STNK, jadi ya “cuma” kena 40 ribu. Pak Polisi mintanya 65 ribu, sih. Saya bingung sebenarnya … darimana asal dari 65 ribu itu? Apa sudah tercantum dalam Undang-Undang ataukah hanya Pak Polisinya sendiri yang menentukan? Oh ya, yang jelas memang aturan lalu lintas di jalan raya kota Semarang sangat ketat. Untunglah juga saya tidak ditangkap, karena saya tidak memakai helm ber-SNI. Hwa, tambah nangis saja kalau iya.

Jadi polisi di Kota Semarang itu susah. Mengapa? Karena rawan stres. Bagaimana tidak? Lalu lintasnya amburadul, bikin siapa saja mumet dan stres. Salah duanya ea di Jatingaleh dan Srondol pada jam-jam sibuk. Namun, belum seperti di Jakarta sih, yang macetnya sampe berhenti. Di Semarang, walaupun macet, motor saya masih bisa jalan kok. Hmm, tetapi … saya sebenarnya tidak setuju dengan kata temen saya beberapa minggu lalu yang mengatakan bahwa Kota Semarang mendapat predikat sebagai salah satu kota yang bebas macet. What! Sungguh ga percaya … di Jalan Prof. Soedharto Tembalang saja macet ug, padahal itu hanya jalan lokal. Masih membicarakan tentang pak polisi di Semarang, selain harus mengatur lalu lintas yang begitu amburadul, yang perlu diperhatikan adalah kantor pos polisi yang biasanya terletak di perempatan jalan. Wah, saya lihatnya rada ngenes. Kemaren itu, ada 3 orang pak polisi, tetapi pos polisinya itu lho … kecil banget. Sempit banget. Ketika berada di situ, rasanya jadi tertekan banget. Apalagi, pak polisinya yang sering ada di situ. Terkurung dalam tempat sesempit itu. Mending kerja di kantornya saja ya, lebih adem dan nyaman.

Lalu, masih berkaitan dengan aparatur negara yang satu ini, kemarin malam … 2 motor temennya adekku di 2 kos yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan ilang tanpa jejak. Wuh, si maling emang bener-bener canggih, bisa menggasak motor dalam 2 menit, sampe dirinya dikenal dengan julukan “siluman”. Nah, di sini ini, di Tembalang ini juga pak polisi bisa stres berat. Masa kalah canggih sama si maling? Dengan pencurian yang sebegitu banyaknya, terutama motor dan laptop, pak polisinya pasti bingung mau menangani kasus yang mana dulu. Laporan kehilangan memang diterima, tetapi apa yang kemudian dilakukan pak polisi setelah itu? Segera menerjunkan anggotanya untuk memburu si maling atau hanya berusaha menenangkan keluarga yang kehilangan. “Sabar … sabar, Pak, Bu. Kasus segera saya tangani,” apa cuma begitu saja? Padahal, keluarga yang kehilangan sungguh berharap bahwa si maling bisa ditangkap dan bila perlu digebuki (habisnya sebel, sih!).

Yah, begitulah … kinerja polisi harus terus ditingkatkan, supaya bisa mengayomi masyarakat, bukan cuma slogan tok. Bikin slogan itu gampang, tetapi emang tindakan di lapangannya itu yang tidak gampang. Jadi polisi itu susah, tetapi hal ini hanya berlaku bagi para polisi yang setia menjalankan tugasnya, benar-benar mengabdi pada tugasnya. Kalau pak polisi yang masa bodoh dan dibenci masyarakat sih, …