14 Puskesmas Dibangun dan Diperbaiki Dinkes Kabupaten Mojokerto

14 Puskesmas Dibangun dan Diperbaiki Dinkes Kabupaten Mojokerto

14 Puskesmas Dibangun dan Diperbaiki Dinkes Kabupaten Mojokerto

Ada sebanyak 14 puskesmas di Kabupaten Mojokerto yang sudah dibangun

dan diperbaiki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto selama tahun 2018 lalu. Selain itu juga, rehab enam puskesmas pembantu (pustu), instalasi farmasi Jabon dan gedung Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, pada tahun 2018 pihaknya telah membangun dan memperbaiki 14 puskesmas rawat inap. Antara lain Puskesmas Sooko, Puri, Pesanggrahan, Tawangsari, Pacet, Pungging, Manduro, Jetis, Gayaman, Dawarblandong, Kupang, Bangsal, Kemlagi dan Kutorejo.

Juga melakukan rehab instalasi farmasi Jabon, gedung PMI dan rehab 6

puskesmas pembantu (pustu) yakni Pustu Ngrowo dan Pustu Ngastemi Kecamatan Bangsal, Pustu Sekargadung Kecamatan Pungging, Pustu Padi Kecamatan Gondang, Pustu Sidoharjo Kecamatan Gedeg dan Pustu Kedunggempol Kecamatan Mojosari.

“Kami telah melakukan pembangunan dan rehab 14 puskesmas rawat inap,

termasuk yang 3 unit hari ini kita resmikan secara simbolis untuk mewakili semua. Anggaran yang digunakan kurang lebih Rp25 miliar melalui APBD 2018. Kegiatan dilaksanakan sejak 2016 dan tuntas tahun 2020,” ungkapnya, Sabtu (30/3/2019).

 

Baca Juga :

Tiga Tahun Berturut-turut, STIE Perbanas Asuh Perguruan Tinggi Lain

Tiga Tahun Berturut-turut, STIE Perbanas Asuh Perguruan Tinggi Lain

Tiga Tahun Berturut-turut, STIE Perbanas Asuh Perguruan Tinggi Lain

Dalam rangka meningkatkan perguruan tinggi agar berbudaya mutu,

Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan Program Asuh Menuju Prodi Unggul Tahun 2019 (Program Asuh 2019).

Program tersebut diperuntukkan bagi Perguruan Tinggi Unggul atau PT

terakreditasi A untuk melakukan pendampingan kepada sejumlah perguruan tinggi lain dengan mayoritas prodinya terakreditasi C.

Berdasarkan Keputusan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti No. 74/B/HK/2019 tentang Perguruan Tinggi Penerima Program Asuh Menuju Program Studi Unggul, terdapat 20 perguruan tinggi yang dipercaya. Dari semua perguruan tinggi yang ditetapkan, STIE Perbanas Surabaya menjadi satu-satunya yang berasal dari kategori Sekolah Tinggi.

Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si., mengatakan

kampus yang dipimpinnya saat ini telah melaksanakan program asuh perguruan tinggi sebanyak tiga kali berturut-turut. Tahun 2017, STIE Perbanas Surabaya mengasuh 2 Universitas, tahun 2018 sebanyak 3 universitas, dan di tahun 2019 mengasuh 4 universitas.

 

Sumber :

https://write.as/mbxkqf3kxszduekk.md

 

 

 

DPW Amphibi Jatim Buka Kantor di Ruko Sun City

DPW Amphibi Jatim Buka Kantor di Ruko Sun City

DPW Amphibi Jatim Buka Kantor di Ruko Sun City

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (Amphibi) Jawa Timur membuka kantor barunya di Ruko Sun City Blok A-15 Kota Sidoarjo, Rabu (27/3/2019).

Pembukaan kantor baru berlantai tiga ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Umum DPP Amphibi Agus Salim Tanjung. Pemotongan pita didampingi Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Sidoarjo Sigit Setyawan, Sekjen DPP Amphibi Noven Saputra dan Ketua DPW Amphibi Jatim Samsul Hadi.

Setelah pemotongan pita, dibukanya kantor baru juga ditandai dengan potong

tumpeng. Pemotongan tumpeng awal dilakukan Ketua Umum DPP Amphibi diserahkan ke Ketua Kanwil DPW Amphibi Jatim.

Kadis LH Sidoarjo H. Sigit Setyawan mengambahkanpersoalan ersoalan lingkungan menjadi tangungjawab kesemuanya, bukan tugas pemerintah saja. Maka keberadaan Amphibi ini akan bisa bersinergi dengan pemerintah untuk sama-sama mengatasi dan memberi solusi persoalan lingkungan.

Menurut Sigit, program Amphibi akan bisa selaras dengan Dinas LH untuk mengatasi problem lingkungan hidup. “Selamat, semoga keberadaan Amphibi Jatim ini bermanfaat bagi masyarakat,” kata Sigit.

Ketua DPW Amphibi Jatim Samsul Hadi menegaskan, pihaknya akan

memfokuskan pengkaderan dan leadership di organisasi terlebih dulu, sebelum menjalankan program lebih lanjut.

Sebab mereka yang masuk di Amphibi adalah para relawan yang mau mendedikasikan waktu dan tenaga yang tidak digaji atau mendapat upah. “Itu hal pertama yang akan saya lakukan untuk membenahi pengkaderan dan leadership,” ujar Samsul.

Sementara Ketua Umum DPP Amphibi Agus Salim Tanjung mengatakan,

pihaknya berupaya melakukan perbaikan lingkungan hidup di seluruh Indonesia. Bukan sekadar perbaikan, tapi juga menciptakan ekonomi kemasyarakatan dari limbah.

 

Sumber :

https://telegra.ph/How-To-Low-Budget-Marriage-Invitations-11-14

Pernah Operasi Caesar, Waspadai Plasenta Akreta

Pernah Operasi Caesar, Waspadai Plasenta Akreta

Pernah Operasi Caesar, Waspadai Plasenta Akreta

Plasenta Akreta adalah satu kelainan dalam masa kondisi dimana pembuluh darah plasenta (ari-ari) atau bagian-bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Ini merupakan salah satu masalah kehamilan serius karena bisa membahayakan nyawa penderita.

Menurut Dr. Adityawarman dr SpOG K, kasus plasenta akreta banyak ditemukan pada pasien yang pernah melakukan operasi caesar sebelumnya. Adityawarman mengatakan bahwa ibu yang pernah melakukan operasi caesar tidak serta-merta mengalami plasenta akreta.

Hanya saja beberapa ibu yang pernah melakukan operasi caesar mengalami penyembuhan yang tidak sempurna karena mekanisme penyembuhan yang berbeda-beda tiap individu. Ketika mekanisme penyembuhan operasi caesar tidak berjalan sebagai mana mestinya maka saat mengalami kehamilan berikutnya pencarian sari-sari makanan oleh plasenta pun mengalami anomali.

“Plasenta Akreta ini pada banyak kasus ditemui pada pasien yang pernah

operasi caesar sebelumnya, tetapi tidak serta merta yang pernah operasi caesar pasti kena plasenta akreta,” ujarnya, Rabu (3/7/2019).
Baca Juga:

Jumlah Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Mojokerto Turun
Bupati Ipong Tanggapi Viralnya Foto Ibu Hamil Ditandu
Tekan Penurunan AKI/AKB, Pemkab Sidoarjo Gandeng USAID
Foto Ibu Hamil Ditandu di Ponorogo Viral

Pada kasus plasenta akreta, anomali plasenta tersebut bahkan dapat menempel dan mengambil sari makanan dari organ tubuh lainnya selain indung rahim, seperti jantung, indung kemih, hati dan sebagainya. Sehingga dapat banyak menyebabkan komplikasi dalam masa kehamilan dan persalinan.

Kelahiran pada kasus plasenta akreta hanya bisa ditangani dengan operasi

caesar, selain itu jika ada beberapa tahapan operasi lainnya untuk penanganan komplikasinya. Pada pasien penderita plasenta akreta dititik terparahnya dapat mengalami pendarahan hebat. Untuk itu setiap ibu hamil diharuskan untuk melakukan kontrol dan USG sebagai tindakan pencegahan.

Dengan melakukan kontrol rutin, dokter dapat mengetahui lebih dini potensi plasenta akreta seorang pasien sehingga dokter dapat menentukan tindakan selanjutnya. Pada satu kasus plasenta akreta yang dialami oleh Ny Yevi Widya Rahayu (30), warga Kecamatan Pogalan,Trenggalek. Dia mengalami komplikasi dan pendarahan hebat pada Februari 2018.

Yevi mengalami komplikasi pada jantung, hati, usus kecil, usus besar dan

indung kemih. Ia kehilangan banyak darah dan harus dipasok lebih dari 30 kantong. Ia juga harus mengalami operasi yang rumit dan panjang, karena harus dilakukan operasi untuk organ organ yang ditempeli oleh plasenta dan memakan waktu sekitar 13 jam.

 

Baca Juga :

Bupati Anas Ajak Bidan Bikin Inovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Bupati Anas Ajak Bidan Bikin Inovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Bupati Anas Ajak Bidan Bikin Inovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Bupati Abdullah Azwar Anas meminta kepada bidan di Banyuwangi agar berupaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi di Banyuwangi. Menurut Anas ini penting karena AKI merupakan salah satu indikator derajat kesehatan negara.

“Para bidan ini saya beri target untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Banyuwangi. Perbaiki pelayanan, tingkatkan baik dari segi jangkauan maupun kualitas layanannya. Untuk itu, dibutuhkan sebuah inovasi dan terobosan,” kata Anas, Rabu (3/7/2019).

Anas lalu mencontohkan Puskesmas Sempu yang berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan hingga zero lewat program Laskar Sakina – Laskar Stop Angka Kematian Ibu dan Anak.

Laskar tersebut beranggotakan kader kesehatan, guru, tokoh agama dan

masyarakat, PKK, hingga aparat kepolisian. Dan yang terakhir, melibatkan pedagang sayur keliling (mlijo) yang ditugaskan mencari, menemukan, dan melaporkan ibu hamil baru dengan risiko tinggi di wilayah mereka berjualan.

“Intinya inovasi, lihat sekeliling kita apa yang bisa kita lakukan. Rangkul pihak lain untuk membantu program kita,” tegas Anas.

Inovasi tidak hanya ditekankan pada para bidan. Anas juga meminta para abdi

negara yang hadir ini untuk membuat terobosan di bidangnya masing-masing. Selain juga mereka wajib menjadi humas bagi Banyuwangi.

“Saya harap semua yang hadir di sini memiliki semangat, bisa bekerja keras, berinovasi, serta lakukan pelayanan yang baik. Jangan lupa, diatur pula pengeluaran dan gajinya. Dan juga keluarkan untuk sedekah sebagai tanda rasa syukur kita atas rejeki ini,” kata Anas.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Banyuwangi Nafiul

Huda menambahkan, SK CPNS yang dibagikan kepada 30 bidan ini adalah SK fungsional bidan formasi tahun 2019. Lainnya, 7 dokter, 125 bidan, 51 guru, 9 perawat dan 10 penyuluh pertanian lapangan (PPL) merupakan tenaga fungsional yang telah memenuhi pengajuan angka kredit atas formasi CPNS tahun 2014.

 

Sumber :

https://my.mac.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/MacMurray_College_Choir/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=9e5eb741-e78d-4f95-be0b-92f8eccafccf

Krisis Air Bersih Picu Penyebaran Virus Hepatitis A

Krisis Air Bersih Picu Penyebaran Virus Hepatitis A

Krisis Air Bersih Picu Penyebaran Virus Hepatitis A

Wabah hepatitis A yang melanda di wilayah Kabupaten Pacitan salah satunya dipicu oleh krisisnya air bersih di tempat endemik. Terutama di Kecamatan Sudimoro dan Kecamatan Ngadirojo. Apalagi sumber air yang menjadi andalan warga dianggap kurang higienis.

”Kami saat ini melakukan upaya untuk kecukupan kebutuhan dasar air di wilayah yang terjangkit virus hepatitis A,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono, Selasa (2/7/2019).

Eko mengungkapkan minimnya air bersih juga menjadi salah satu penyebab

meluasnya penyebaran virus. Apalagi sejak dua bulan terakhir Kecamatan Sudimoro dan Ngadirojo sudah mengalamai krisis air. Jikapun ada, warga harus mengantri disejumlah bilik atau sumber mata air. Dan parahnya sumber air andalan warga tersebut juga dari kata higienis.

”Padahal pola hidup bersih merupakan salah satu cara untuk menghindari

terjangkitnya virus yang menyerang hati dan liver itu,” katanya.
Baca Juga:

Selang Sehari, Penderita Hepatitis A di Pacitan Bertambah 100 orang lebih
KLB Hepatitis A, Bupati Indartato: Bentuk Tim Untuk Mengedukasi Masyarakat
Prihatin Wabah Hepatitis A, Relawan Ponorogo Bagikan 4000 Masker
Pasien Hepatitis A Ada yang Dirawat di Lorong Puskesmas

Dinkes Pacitan, kata Eko berharap kepada BPBD Pacitan untuk terus

melalukan droping air bersih di titik-titik yang krisis air bersih.

”Kalau prediksi masa penghujan masih tiga bulan lagi. Semoga BPBD Pacutan akan terus mengirim air kesana dengan menggunakan sumber air yang terdekat,” pungkasnya

 

Sumber :

https://uberant.com/article/632662-how-to-low-budget-marriage-invitations/

Insiden Bandung Lautan Api

Insiden Bandung Lautan Api

Insiden Bandung Lautan Api

Insiden Bandung Lautan Api
Insiden Bandung Lautan Api

Pada tanggal 17 Oktober 1945

pasukan sekutu hadir ke Bandung yang diboncengi dengan oleh tentara NICA yang ingi mengembalikan kekuasaannya di Indonesia. Namun, semangat juang rakyat Indonesia, utamanya para cowok Bandung tetap semangat dan berkobar mempertahankan kemerdekaan. Pada balasannya pertempuran besar dan kecil berlansung di Bandung untuk mempertahankan kedaulatan Reublik Indonesia yang gres didirikan.

Untuk meredah ketegangan, diadakanlah negosiasi antara pihak RI dan AFNEI atau sekutu dan NICA, hasil negosiasi tersebut, kota Bandung dibagi menjadi dua bab yakni Bandung utara yang diduduki oleh pihak sekutu, sedangkan Bandung diduduki oleh pemerintah Indonesia.

Pada Tanggal 23Nopember 1945

sekutu mempersembahkan ultimatun biar pihak Indonesia harus meninggalkan dan mengosongkan tempat Bandung bab utara paling lambat hingga pada tanggal 29 Nopember, pihak sekutu mempersembahkan jangka waktu hingga lima hari, namun bahaya sekutu tersebut tidak diindahkan oleh para pejuang Bandung hingga pada batas yang diputuskan oleh pihak sekutu, sehingga terjadilah pertempuran pada tanggal 1 Desember 1945. Karena perlengkapan persenjaan pihak sekutu lebih lengkap, tentara sekutu berhasil menduduki kota Bandung bab utara.

Pada tanggal 23 Maret

kembali sekutu mengeluarkan ultimatun yang kedua kepada rakyat Bandung. Dalam ultimatun yang kedua pihak sekutu menyuruh para pejuang Bandung untuk mengosongkan kota Bandung dan meninggalkan kota Bandung. Akan tetapi para pejuang kota Bandung tidak menuruti ultimatun yang dikeluarkan oleh pihak sekutu. Akibatnya, terjadilah pertempuran yang sengit di Bandung bab selatan sehingga tentara sekutu terdesak. Karena terdesak, tentara sekutu meminta menolongan pemerintah RI untuk menghentikan pertempuran.

Pemerintah menyetujui seruan sekutu tersebut, dan memerintahkan para pejuang Bandung untuk menghentikan pertempuran dan meninggalkan kota Bandung. Namun dengan berat hati para pejuang Bandung meninggalkan kota Bandung. Pada ketika bergerak mundur, para pejuang bandung aben bangunan-bagunan penting di Badung bab selatan. Tujuannya biar supaya tidak dapat dipergunakan oleh pihak sekutu.

Peristiwa ituah dikenal sebagai kejadian Bandung lautan api.Istilah tersebut menggambarkan para pejuang Bandung rela berkorban demi mempertahankan kemerdekaan Bandung. Mereka rela aben rumah-rumah mereka sendiri dari pada dikuasai oleh tentara sekutu inggris dan NICA.

Baca Juga:

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara
Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara

Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diputuskan melalui ikrar sumpah cowok pada tanggal 28 oktober 2928. Sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia, berfungsi :

Lambang kebanggan nasional
Lambang identitas nasional
Alat pemersatu bangsa dan suku bangsa
Alat penghubung antara kawasan dan antar budaya

1. Lambang Kebanggaan Nasional

Sebagai lambang pujian nasinal, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan. Bangsa Indonesia harus merasa gembira alasannya yaitu adanya bahasa Indonesia yang dapat menyatukan banyak sekali suku yang tidak sama. Ini mengatakan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan yang ada, atas dasar kebaanggan inilah bahasa Indonesia terpelihara dan berkembang serta rasa pujian memakainya senantiasa terbina.

2. Lambang Identitas Nasional

Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia kita junjung tinggi disamping bendera dan lambang negara kita. Untuk membangun kepercayaan diri yang kuat, sebuah bangsa memerlukan identitas, diantaranya sanggup diwujudkan melalui bahasanya. melaluiataubersamaini adanya sebuah bahasa yang sanggup mengatasi banyak sekali bahasa dan suku bangsa yang tidak sama sanggup mengidentikkan diri sebagai suatu bangsa melalui bahasa tersebut.

3. Alat Pemersatu Bangsa dan Suku Bangsa

Berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, kita sanggup berafiliasi satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga kesalah pahaman sebagai akhir perbedaan latar belakang budaya dan bahasa sanggup terhindarkan. Kalau kita ada sebuah bahasa, menyerupai bahasa Indonesia yang menyatukan suku-suku bangsa yang tidak sama, akan banyak muncul problem perpecahan bangsa, dan kita sanggup bepergian keseluruh plosok tanah air dengan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.

4. Alat Penghubung Antar Daerah dan Antar Budaya

Sebagai alat penghubung antar kawasan dan antar suku, bahasa Indonesia memungkinkan banyak sekali suku bangsa yang tidak sama itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya serta bahasa kawasan yang bersangkutan. melaluiataubersamaini demikian, kita sanggup meletakkan kepentingan nasional atas kepentingan kawasan (kesukuan) atau golongan.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara

Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, pasal 36 sebagai bahasa negara yang berfungsi :

1. Bahasa resmi kenegaraan Bahasa Indonesia digunakan untuk urusan-urusan kenegaraan. Dalam hal ini pidato-pidato resmi, dokumen dan surat-surat resmi harus ditulis dalam bahasa Indonesia, upacara-upacara kenegaraan juga dilansungkan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pemakaian bahasa Indonesia dalam acara-acara kenegaraan sesuai Undang-Undang Dasar 1945 mutlak dilakukan.

2. Bahasa pengantar dalam dunia Pendidikan Bahasa Indonesia ialah satu-satunya bahasa yang memenuhi kebutuhan akan bahasa yang seragam dalam pendidikan di Indonesia. Bahasa Indonesia ialah bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga pada sekolah tinggi tinggi, kecuali didaerah-daerah yang menggunakan bahasa wilayahnya sebagai bahasa pengantar hingga dengan tahun ketiga disekolah dasar.

3. Alat penghubung di tingkat nasinal untuk kepentingan pembangunan dan pemerintahan Bahasa Indonesia bukan saja sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar kawasan dan antar suku, melainkan juga sebagai alat perhubungan dalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya. Kalau ada lebih dari satu bahasa yang digunakan sebagai lat perhubungan, keefektifan pembangunan dan pemerintahan akan terganggu alasannya yaitu akan dibutuhkan waktu yang usang dalam berkomunikasi dan bahasa Indonesia sanggup mengatasi kendala ini.

4. Sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Bahasa Indonesia ialah satu-satunya bahasa di Indonesia yang memenuhi syarat untuk itu alasannya yaitu bahasa Indonesia sudah dikembangkan untuk keperluan tersebut dan bahasa ini dimengerti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada dikala yang sama pula bahasa Indonesia dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan nilai-nilai sosial budaya nasional.

Kronologi Separasi Bayi Kembar Siam Asal Kendari dan Doa dari Sang Ayah

Kronologi Separasi Bayi Kembar Siam Asal Kendari dan Doa dari Sang Ayah

Kronologi Separasi Bayi Kembar Siam Asal Kendari dan Doa dari Sang Ayah

RSUD Dr Soetomo Surabaya kembali menjadi sorotan karena berhasil menyelesaikan operasi kembar siam dempet dada perut atau yang dalam dunia medis disebut thoraco abdominus phagus.

Bayi mungil berusia 17 bulan yang menjadi pasien ke 99 Kembar Siam RSUD Dr Soetomo tersebut adalah Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina, putri dari pasangan Jayasrin dan Selviana Dewi asal Kendari. Bayi Akila dan Azila pertama kali dikenalkan ke publik oleh Tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo pada Jumat (2/8/2019) lalu.

Dr Agus Hariyanto SpA K Ketua Tim Kembar Siam mengatakan bahwa

sebelum menjalani penanganan tingkat lanjut di RSUD Dr Soetomo, Akila dan Azila telah menjadi pasien yang dipantau oleh tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo, khususnya Dr Agus.

“Selama ini sejak dari awal kehamilan, kelahiran hingga sebelum dibawa kesini (RSUD Dr Soetomo, red), Akila dan Azila sudah dalam pantauan. Saya sering ke Kendari untuk lakukan observasi dan assessment,” ujar Dr Agus.

Menurut penuturan Selviana Akila dan Azila sendiri telah diketahui dalam kondisi kembar siam saat kandungan usia 4 bulan. Sehingga hingga kini, bayi Akila dan Azila selalu dalam pantauan yang cukup ketat.

Pada Senin (5/8/2019) Akila dan Azila mendapat kunjungan istimewa dari

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Khofifah datang untuk memberikan dukungan, semangat dan doa atas kesuksesan operasi separasi. Ia juga turut mengusahakan adanya Spesial Support dari BPJS untuk penanganan medis terbaik Akila dan Azila.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dirut BPJS untuk mendapatkan spesial

support dalam penanganan kembar siam terkait pemenuhan kebutuhan yang harus dilakukan oleh rumah sakit,” ujar Khofifah kepada beritajatim.com saat itu.

 

Baca Juga :

MABA IAIN Madura 2019 Tercatat 2.190 Mahasiswa

MABA IAIN Madura 2019 Tercatat 2.190 Mahasiswa

MABA IAIN Madura 2019 Tercatat 2.190 Mahasiswa

Sebanyak 2.190 orang dari total sebanyak 5.095 pendaftar dinyatakan lolos proses seleksi dan diterima sebagai Mahasiswa Baru (MABA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Tahun Akademik 2019-2020.

Jumlah tersebut merupakan MABA yang tersebar di empat fakultas berbeda, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, serta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.

Total fakultas tersebut menaungi sebanyak 16 Program Studi (Prodi) berbeda, terbanyak yakni Fakultas Tarbiyah yang menaungi sebanyak 9 Prodi berbeda. Masing-masing Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Tadris Bahasa Indonesia, Tadris Bahasa Inggris, dan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial.

“Untuk mahasiswa baru, terbanyak di Fakultas Tarbiyah dengan total mahasiswa sebanyak 1.255 orang dari total sebanyak 2.481 pendaftar. Untuk tingkatan prodi terbanyak di PAI (Pendidikan Agama Islam), yakni sebanyak 203 mahasiswa,” kata Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim, Jum’at (16/8/2019).
Baca Juga:

Rektor IAIN Madura Instruksikan ‘Sarungan’ di HSN 2019

Demo Ricuh, Fasilitas Umum di Pamekasan Rusak
Innalillahi, Mantan Ketua STAIN Pamekasan Wafat
Demo Pamekasan ‘Dimanfaatkan’ Warga Promosikan Properti

Sebanyak 935 mahasiswa baru, tersebar di 7 Prodi dari tiga fakultas berbeda di lingkungan perguruan tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan. “Fakultas Syariah terbagi pada dua prodi berbeda, yakni Prodi Akhwal Al-Syahsiyyah dengan total mahasiswa baru sebanyak 120 orang dari 163 pendaftar. Sementara Prodi Hukum Ekonomi Syariah tercatat sebanyak 168 orang dari total 331 pendaftar,” ungkapnya.

“Sementara sebanyak 150 mahasiswa baru tercover di dua prodi berbeda di

Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, masing-masing sebanyak 69 mahasiswa baru dari 70 pendaftar, serta sebanyak 81 mahasiswa baru dari total sebanyak 101 pendaftar di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam,” sambung Kosim.

Sedangkan sebanyak 497 mahasiswa baru dari total sebanyak 1.949 pendftar di fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, tersebar di tiga prodi berbeda. “Mahasiswa baru di prodi Perbankan Syariah sebanyak 206 orang dari total 663 pendaftar, sebanyak 165 MABA dari total sebanyak 663 pendaftar di Prodi Ekonomi Syariah, serta sebanyak 126 MABA dari total sebanyak 475 pendaftar di Prodi Akuntansi Syariah,” jelasnya.

“Namun dari total sebanyak 2.190 MABA yang ikut program PBAK

(Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan), tercatat hanya 15 orang yang belum terdaftar dalam masa orientasi kampus. Kemungkinan dari mereka belum melaksanakan herregistrasi,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289542394003803