Faktor – faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

 

 

Produsen dan konsumen sebagai pihak yang paling sentral dalam permintaan dan penawaran pasti memiliki faktor-faktor tersendiri untuk memperngaruhinya. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.

Faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan (Demand)

1. Perilaku konsumen / selera konsumen

Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap

Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3. Pendapatan/penghasilan konsumen

Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

4. Perkiraan harga di masa depan

Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran (Supply)

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Baca Juga Artikel Lainnya :

Penjelasan Produksi, Konsumsi dan Distribusi Secara Lengkap

Penjelasan Produksi, Konsumsi dan Distribusi Secara Lengkap

 

Pengertian Produksi

Produksi adalah kegiatan yang menciptakan, mengolah, mengupayakan pelayanan, menghasilkan barang dan jasa atau usaha untuk meningkatkan suatu benda agar menjadi lebih berguna bagi kebutuhan manusia. Orang atau badan yang mengolah, menciptakan, dan menghasilkan barang atau jasa disebut sebagai produsen.

Contoh kegiatan produksi:

a.    kegiatan ekstraktif
b.    kegiatan pertanian
c.    kegiatan industri
d.    kegiatan pertambangan
e.  kegiatan jasa

 

Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan menggunakan, memakai, dan menghabiskan barang dan jasa atau dengan kata lain merupakan kegiatan mengurangi atau menghabiskan kegunaan suatu barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup. Orang atau badan yang menggunakan barang dan jasa disebut sebagai konsumen.

Contoh kegiatan konsumsi:

a.    kegiatan makan, minum, berpakaian, dan berkendaraan
b.    kegiatan pertanian: penggunaan pupuk, obat-obatan anti hama
c.    pasien menggunakan jasa dokter.

Barang-barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup disebut sebagai barang konsumsi. Barang-barang semacam ini dapat dibedakan menjadi dua macam:

1.    barang yang hanya dipakai sekali langsung habis
2.    barang yang dapat dipakai beberapa kali.

Distribusi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang hasil produksi dari tempat penghasil barang (produsen) ke tempat pemakai barang (konsumen) dengan cara jual beli. Orang atau badan yang bertugas menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen disebut sebagai distributor.

Tujuan kegiatan distribusi:

a.    menyebarluaskan dan mengusahakan pemerataan hasil produksi kepada konsumen
b.    untuk menjaga kelangsungan hidup kegiatan produksi
c.    untuk usaha peningkatan, pengembangan, dan perluasan produksi.

Tugas distributor dipusatkan pada kegiatan pemasaran barang meliputi berikut ini:

1.    Tugas pokok
–    jual beli
–    mengangkut
–    menyimpan
–    menanggung resiko.

2.    Tugas tambahan
–    menyeleksi
–    mengepak atau mengemas
–    memberi layanan informasi.

Ketiga kegiatan tersebut mempunyai keterkaitan dan ketergantungan. Kegiatan produksi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya tanpa kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi tidak mungkin ada jika tidak ada barang yang diproduksi dan tidak ada yang mengonsumsi barang. Kegiatan konsumsi tidak mungkin ada jika tidak ada barang dan tidak ada yang mendistribusikannya.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Penjelasan Produsen Dan Produksi Secara Lengkap

Penjelasan Produsen Dan Produksi Secara Lengkap

 

Penjelasan Produsen Dan Produksi Secara Lengkap

 

Tujuan produsen

Tujuan produsen dalam melakukan produksi tidak lain dan tidak bukan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan pengeluaran yang serendah-rendahnya. Ini sesuai dengan hukum ekonomi.

Definisi Produsen

Produsen adalah orang yang memproduksi barang dan Jasa. Sektor .ini bisa merupakan usaha perorangan, perusahaan, badan usaha atau organisasi bisnis. Pembahasan mengenai perilaku produsen selalu berkaitan dengan kegiatan produksi.

 

Definisi Produksi

Yang dimaksud dengan produksi adalah suatu proses merubah kombinasi berbagai input menjadi output. Pengertian produksi tidak hanya terbatas pada proses pembuatan saja, tetapi juga penyimpanan, distribusi, pengangkutan, pengemasan kembali hingga pemasarannya. Istilah produksi berlaku untuk barang maupun jasa.

Masalah pokok produsen

Dalam melakukan kegiatan produksi, produsen seringkali mengalami beberapa masalah baik itu masalah besar maupun yang kecil. Secara singkat, ada 2 jenis permasalahan poko yang ada dalam proses produksi

 

1     Berapa output yang harus diproduksi

Ini berkaitan dengan jumlah barang atau jasa yang harus diproduksi. Dan prodsen harus memikirkan apakah harus menambah atau mengurangi jumlah barang atau jasa yang akan diproduksinya. Ini akan mempengaruhi berapa pendapatan yang diterima oleh produsen

 

2     Bagaimana mengkombinasikan berbagai input (faktor produksi)

Ini berkaitan dengan jumlah faktor-faktor produksi yaitu hal-hal yang berkaitan dengan produksi barang secara langsung seperti bahan baku, mesin, dan pekerja. Di sini  kita perlu mengkombinasikan faktor-faktor produksi tersebut agar adanya efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa.

 

Definisi Faktor-Faktor Produksi

Yang dimaksud dengan faktor-faktor produksi adalah barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi. Selain disebut Faktor-faktor produksi, biasanya dapat disebut juga input. Faktor-faktor produksi ini sangat penting dalam suatu proses produksi.

Produk yang dihasilkan dan kegiatan produksi disebut dengan output. Output yang dihasilkan dapat berupa barang ataupun jasa.

Faktor produksi adalah barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, yakni:

  • Tanah

Tanah dalam proses produksi merupakan tempat dimana proses produksi tersebut itu berjalan.

  • Modal / kapital

Modal dalam proses produksi ini berguna untuk awalan dalam membuat suatu produksi. Modal ini biasanya berupa uang untuk membeli bahan baku dan  membayar hal-hal yang terjadi dalam proses produksi

  • Manusia / tenaga kerja

Tenaga kerja berupa manusia yang mengerjakan proses produksi. Biasanya harus membayar sejumlah uang (upah) dalam memperkerjakan seseorang dalam proses produksi ini.

  • Entrepreneurship / kemampuan manajerial:

Suatu skill / keahlian yang dimiliki oleh individu dalam mengkombinasikan sumber daya untuk menghasilkan suatu produk dengan cara yang efisien baik produk baru maupun produk yang sudah ada.

  • Teknologi

Biasanya berkaitan dengan mesin-mesin produksi yang dijalankan dalam suatu perusahaan. Bisa juga dalam sistem dalam manajerial suatu perusahaan.

 

Klasifikasi Faktor-Faktor Produksi

 

  • Faktor-Faktor Produksi tetap

Input yang tidak dapat diubah jumlahnya dalam waktu tertentu.

 

  • Faktor-Faktor Produksi variabel

Input yang dapat diubah dengan cepat dalam jangka pendek.

 

Keputusan-keputusan Dalam Penentuan Faktor-Faktor Produksi

Keputusan-keputusan yang diambil oleh produsen berkaitan dengan penentuan penggunaan input dibagi ke dalam 2 jangka waktu:

  • Jangka pendek

Adalah kondisi dimana minimal terdapat satu input yang bersifat tetap jumlahnya. Input yang berubah dalam jangka pendek disebut input variabel.

Misalkan sebuah perusahaan ingin tetap berusaha barang tertentu tetapi mengalami kerugian. Perusahaan bisa saja merubah salah satu faktor produksi, misalkan tenaga kerja agar terjadi efisiensi dalam perusahaan.

  • Jangka panjang

Adalah periode waktu dimana semua input berubah. Dalam jangka panjang semua input adalah input variabel.

Misalkan perusahaan tersebut merubah semua jenis usahanya yang ada. Mau tidak mau semua factor produksi harus mengalami perubahan

 

PERILAKU PRODUSEN

Pengertian produsen adalah orang yang menyediakan atau memproduksi barang dagangannya sehingga produsen dapat menghasilkan sebuah produk yang akan di jual ke masyarakat yang membutuhkan barang tersebut.

 

PRODUKSI

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

  1. Faktor produksi asli

Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :

  • Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
  • Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
  1. Faktor produksi turunan

Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.

Adapun tahap tahap produksi sebagai berikut :

  1. Mencari tau keinginan pasar atau konsumen.
  2. Desain produk, mendesain produk sesuai dengan keinginan pasar atau konsumen.
  3. Proses produksi, memproses produksi secara efektif dan efisien sesuai dengan desain produk.
  4. Pemasaran dan pendistribusian produk dengan pelayanan yang baik.
  5. Perilaku produsen dalam kegiatan ekonomi

Fungsi Produksi

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain.

 

Perilaku Produsen Dalam Kegiatan Perekonomian

  1. Bagi Masyarakat

Manfaat yang diberikan oleh tanggung jawab sosial produsen kepada masyarakat adalah beberapa kepentingan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Manfaat bagi masyarakat dari tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan sangatlah jelas. Selain beberapa kepentingan masyarakatdiperhatikan oleh perusahaan, masyarakat juga akan mendapatkan pandanganbaru mengenai hubungan perusahaan dengan masyarakat. Hubunganmasyarakat dan dunia bisnis tidak lagi dipahami sebagai hubungan antara pihak yang mengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi, tetapi hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat dan lingkungan yang lebih baik.

  1. Bagi Pemerintah

Pemerintah sebagai pihak yang bertugas mengubah tatanan masyarakat kearah yang lebih baik akan mendapat partner untuk menjalankan sebagian tugas pemerintah dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Dalam hal ini adalah perusahaan atau organisasi bisnis.

Pemerintah sebagai pihak yang mempunyai legitimasi untuk mengubahtatanan masyarakat ke arah yang lebih baik akan mendapatkan partner dalammewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian tugas pemerintah dapatdijalankan oleh anggota masyarakat, dalam hal ini perusahaan atau organisasi .

Kegiatan Produksi bagi produsen

  1. Perencanaan

Seorang produsen harus mempunyai rencana-rencana tentang tujuan dan apa yang sedang atau akan dicapai. Perencanaan yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini :

  1. Faktual dan realistis; artinya apa yang dirumuskan sesuai fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.
  2. Logis dan rasional; artinya apa yang dirumuskan dapat diterima oleh akal sehingga perencanaan dapat dijalankan.
  3. Fleksibel; artinya perencanaan yang baik adalah yang tidak kaku yaitudapat beradaptasi dengan perubahan di masa yang akan datang.
  4. Komitmen; artinya perencanaan harus melahirkan komitmen terhadapseluruh isi perusahaan (karyawan dan pimpinan) untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan perusahaan.
  5. Komprehensif; artinya perencanaan harus menyeluruh dan meng-akomodasi aspek-aspek yang terkait langsung terhadap perusahaan.

2. Pengorganisasian

Produsen harus dapat mengalokasikan keseluruhan sumberdaya yang ada (dimiliki) oleh perusahaan untuk mencapai tujuandan rencana perusahaan yang telah ditetapkan. Dalam peng-organisasian ini, rencana dan tujuan perusahaan diturunkan dalamsebuah pembagian kerja yang terdapat kejelasan tentang bagaimanarencana dan tujuan perusahaan akan dilaksanakan, dikoordinasikan ,dan dikomunikasikan.

  1. Pengarahan

Langkah berikutnya yang harus dilakukan produsen adalah bagaimana keseluruhan rencana yang telah diorganisir tersebut dapat diimplementasikan. Agar rencana terwujud, produsen wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.

  1. Pengendalian

Produsen harus tetap mengontrol apa yang tlah dilakukan. Karena ini bersangkutan dengan pencapaian tujuan. Walaupun semua rencana yang telah ditetapkan berjalan dengan lancar, belum tentu tujuan yang diinginkan terwujud dengan sendirinya. Maka dari itu diperlukan pengendalian dan pengawasan dari produsen atau pengusaha yang bersangkutan agar tujuan tersebut dapat mencapai tujuan.

  1. Perilaku produsen yang merugikan masyarakat dan yang mengutamakan kepentingan masyarakat

Indonesia sebagai Negara agraris yang memiliki berbagai macam jenis beras, seperti beras merah, beras hitam dan beras putih dengan berbagai manfaat di dalam beras tersebut yang menjadikan masyarakat Indonesia kecanduan akan beras yang telah diolah (nasi), sehingga muncul istilah “kalau belum makan nasi artinya belum makan”. Karena itulah penjual beras di Indonesia bisa di bilang banyak, dengan berbagai jenis beras dari berbagai jenis merk,sehingga pengaruh terhadap kebutuhan pokok tinggi.

Sebagai negara yang mengkonsumsi beras tertinggi di dunia, kebutuhan masyarakat Indonesia akan beras sangatlah tinggi. Hal itu yang sering dimanfaatkan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan lebih dengan cara curang. Produsen curang tersebut membeli beras dengan kualitas buruk lalu memutihkannya dan menyemprotkan aroma pandan sehingga terlihat seperti beras kualitas super. Lalu mereka juga memalsukan merk. Dan pada akhirnya masyarakatlah (konsumen) yang harus pintar pintar memilih beras ataupun barang yang akan di konsumsi.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Ciri-ciri Organisasi

Ciri-ciri Organisasi

Ciri-ciri Organisasi

Ciri-ciri organisasi

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu. https://www.dosenpendidikan.com/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial

Memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:

  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.

Memiliki identitas yang jelas

Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.

Keanggotaan formal, status dan peran.

Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Tinjauan Ilmu Sosial Dasar

Tinjauan Ilmu Sosial Dasar

Tinjauan Ilmu Sosial Dasar
Tinjauan Ilmu Sosial Dasar

Pengertian Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori-teori (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).

Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

Ruang Lingkup Studi Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar meliputi dua kelompok utama; studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga-lembaga sosial. Yang terutama terdiri atas psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedang yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. https://www.dosenpendidikan.com/contoh-teks-editorial/

Sasaran Ilmu Sosial Dasar

Sasaran Studi Ilmu Sosial Dasar adalah aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya.

Tujuan Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia-manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik.

SEJARAH BANGSA INDONESIA

SEJARAH BANGSA INDONESIA

SEJARAH BANGSA INDONESIA
SEJARAH BANGSA INDONESIA

Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928.

pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.

Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda

merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.

Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).

Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II

tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.

Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu

dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.

Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara

bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.

Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).

Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan

bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. (from: berbagai sumber)

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Emil Salim 

Menurut Emil Salim, lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Definisi lingkungan hidup menurut Emil Salim dapat dikatakan cukup luas. Apabila batasan tersebut disederhanakan, ruang lingkungan hidup dibatasi oleh faktor-faktor yang dapat dijangkau manusia, misalnya faktor alam, politik, ekonomi dan sosial.

Soedjono 

Soedjono mengartikan lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani. Menurut definisi Soedjono, lingkungan hidup mencakup lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya.

Munadjat Danusaputro 

Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.

Otto Soemarwoto 

Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati dan mempengaruhi kehidupan kita. Menurut batasan tersebut secara teoritis ruang yang dimaksud tidka terbatas jumlahnya. Adapun secara praktis ruang yang dimaksud selalu dibatasi menurut kebutuhan yang dapat ditentukan.

Sambas Wirakusumah 

Lingkungan merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.

Definisi mengenai lingkungan hidup tidak hanya datang dari para ahli, tetapi definisi tersebut dituangkan pula dalam undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam undang-undang ini, lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan, dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.

Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan hiduplah yang mempengaruhi mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Manusia hendaknya menyadari kalau alamlah yang memberi kehidupan dan penghidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sumber: https://sel.co.id/

54 Guru TKJ se-Jawa Barat Mengikuti Workshop Pembuatan Mini ISP

54 Guru TKJ se-Jawa Barat Mengikuti Workshop Pembuatan Mini ISP

 

54 Guru TKJ se-Jawa Barat Mengikuti Workshop Pembuatan Mini ISP

Guru Teknik Komputer Jaringan

Sebanyak 54 Guru Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK se-Jawa Barat mengikuti Workshop Pengembangan Model Pembelajaran Kejuruan Teaching Factory Mini ISP yang dilaksanakan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) Bandung. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TKJ se-Jawa Barat dan berlangsung selama tiga hari, 22-24 Januari 2019. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru agar mampu berinovasi di bidang ilmu yang ditekuni.

Ke-54 guru tersebut terdiri dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Selain MGMP TKJ

kegiatan tersebut didukung oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat dan lima perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, yakni Skyline, Asus, PT Ruijie Networks, Wahana Piranti Teknologi, dan HP.

Ketua MGMP TKJ Provinsi Jawa Barat

Rudi Haryadi mengatakan, workshop tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksankan setiap tahun. Selain menjadi sarana silaturahmi antar sesama guru, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkan inovasi guru

“Ini juga merupakan ajang bagi guru TKJ untuk saling bertukar pikiran, sharing, dan dapat menghasilkan inovasi yang bisa diaplikasikan dalam proses pembelajaran,” tutur Rudi saat ditemui di P4TK BMTI, Rabu, (23/1/2019/).

Dia pun menjelaskan, pembelajaran yang berorientasi pada produk adalah fokus utama dari program revitalisasi SMK

Sehingga teaching factory menjadi titik fokus dalam workshop kali ini. “Kita bangun inovasi yang didalamnya berkolaborasi dengan industri, sehingga hasilnya dapat dijalankan di sekolah,” tutur Guru SMKN 1 Cimahi tersebut.

Mini ISP

Rudi pun mengatakan, teaching factory dalam workshop kali ini adalah pembuatan miniatur internet service provider (mini ISP) yang pada saat ini banyak dibutuhkan di masyarakat. Bekejasama dengan SMKN 1 Kawali yang sudah menjadi pelopor pembuatan mini ISP, dia berharap satuan pendidikan lain mampu mengembangkannya dan mampu mencetak siswa yang siap terserap di dunia industri sesuai dengan bidang keahlian yang mereka tekuni.

“Objek pembelajaran TKJ itu banyak, tapi sekarang kita siapkan di bidang ISP, guna menyiapkan siswa agar kompeten di bidang kerjanya,” tambahnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh instruktur workshop, Dian Sediana. Ketua Program Studi (Kaprodi) TKJ SMKN 1 Kawali tersebut menjelaskan, pengembangan ISP telah menjadi komoditas yang dapat diaplikasikan langsung di masyarakat. “Di workshop ini, kita jelaskan semuanya, dari mulai pengaturan jaringan hingga pelayanan terhadap klien,” tuturnya.

Dengan menciptakan mini ISP, masih menurut Dian, bertujuan agar produk ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi siswa di dalam kelas, karena bentuknya dibuat menjadi kecil atau miniatur. “Jadi fungsi dan komponennya sama, hanya bentuk saja yang dibuat lebih kecil,” tambahnya.

Sinergitas

Kepala Divisi Pendidikan PT. Skyline, Leo Ardhitya mengatakan, pihaknya selalu berupaya bersinergi dengan SMK yang sesuai dengan bidang perusahaannya. Sehingga, langkah tersebut merupakan usaha pihak industri untuk meningkatkan serta mewadahi kompetensi yang dimiliki siswa SMK.

Selain itu, Leo juga mengatakan, ketimpangan standar kompetensi di sekolah dan di industri menjadi salah satu masalah yang mengakibatkan Kompetensi siswa SMK tak terserap dengan baik. “Ini adalah upaya kita untuk memberi kontribusi dan perhatian di bidang pendidikan, agar Kompetensi siswa sesuai dengan kompetensi yang diterapkan industri. Saya yakin siswa SMK memiliki kompetensi yang mumpuni,” ujarnya.

 

Artikel Terkait:

Sawala Gubernur Jabar Bersama Akademisi Unpad

Sawala Gubernur Jabar Bersama Akademisi Unpad

Sawala Gubernur Jabar Bersama Akademisi Unpad

Gubernur Provinsi Jawa Barat

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil telah meluncurkan program 100 hari Jabar Juara Lahir Batin. Pemerintah siap mewujudkan beberapa program Quick Wins 2018 yang ditandai dengan sejak terpilihnya, 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih 2018-2023. Beberapa program tersebut berhasil dibahas dalam diskusi Sawala Gubernur Jawa Barat Dengan Akademisi Universitas Padjajaran, yang bertempat di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Jumat (25/1/19).

Salah satu bahasan yang paling banyak dibicarakan adalah One Village One Company

Sebuah program yang mana penguatan lembaga ekonomo di desa sehingga mandiri dalam mengelola dan medayagunakan potesi desa. Program ini ditunjukan untuk membangun desa dan memberdayakan masyrakat desa.

Selain itu

dalam kegiatan kali ini para akedemisi yang berada di dalam jajaran Universitas Padjajaran diperbolehkan untuk memberikan masukan atau insiatif tersendiri untuk kemajuan Jawa Barat. Diantaranya, membahas komoditas hasil pertanian dan perkebunan di daerah, meningkatkan seni budaya Sunda, serta mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat.

“Hal yang saya harapkan usai diskusi ini, kami bisa membuat dokumen dengan mengumpulkan semua beberapa masukan dari audiens(akedemisi). Berikan kami informasi dan data-data terstruktur serta diakhirnya bisa kami kaji dan wujudkan,” ujar Emil saat menjawab pertanyaan dari audiens.

Ridwan Kamil

Lebih lanjut, Ridwan Kamil mengatakan sangat perlu campur tangan para akedemisi dalam keberlangsungan Jabar Juara.  Salah satunya, kebutuhan hasil penelitian mahasiswa  mengenai problematika di Jawa barat.

“Penelitian harus berguna bagi kehidupan bermasyarakat. Salah satu faktor keberhasilan percepatan pembangunan adalah kolaborasi pada pemerintahan pada pendidikan,” katanya.

 

Sumber: https://pengajar.co.id/

Pengertian Penalaran Adalah

Pengertian Penalaran Adalah

Pengertian Penalaran Adalah
Pengertian Penalaran Adalah

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Jenis- jenis metode Penalaran:

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Jenis penalaran dengan metode induktif:

1.Generalisasi
2. Analogi
3. Sebab-akibat (kausalitas)
Contoh penalaran induktif:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
Jika dipanaskan, logam memuai.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung, yaitu:
1. Silogisme Kategorial
2. Silogisme Hipotesis
3. Silogisme Alternatif
4. Entimen.

Contoh penalaran deduktif:

Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Danu adalah manusia (premis minor)
Danu pasti mati (kesimpulan).

 

Sumber : https://dosen.co.id/