Connect with us

Hi, what are you looking for?

Business

Cara Menanam dan Pemeliharaan Tanaman Jahe

Rimpang Jahe

Tanaman Jahe adalah salah satu dari empon-empon atau rimpang yang begitu penting karena perdagangan, kegunaan, adat istiadat dan kepercayaan. Kemudian bagaimana cara menanam dan pemeliharaan tanaman jahe yang baik dan benar? Berikut ulasannya.

Jahe sudah banyak diperjualbelikan ke berbagai belahan dunia sejak ribuan tahun lalu. Hampir semua masyarakat mengenal dan memanfaatkan tanaman jahe pada kehidupan sehari-hari. Selain dijadikan sebagai bumbu makanan dan industri, jahe juga bisa dijadikan sebagai minuman penghangat badan.

Dengan beragam manfaat dari tanaman jahe, maka tidak ada salahnya kita menanam sendiri tanaman jahe tersebut. Jahe bisa ditanaman di halaman rumah atau dikebun.

Selain jahe, saat ini sedang trend tentang budidaya tanaman porang. Tanaman Porang bisa menjadi penghasilan bagi petani karena harganya yang cukup mahal.

Jenis-Jenis Tanaman Jahe

Rimpang Jahe

Pada dasarnya di Indonesia terdapat 3 jenis jahe yang berdasarkan ukuran bentuk dan warna dari kulit jahe tersebut, diantaranya:

Jahe Merah (Zingeber Officinale Var. Rubrum)

Cirinya yaitu rimpang kecil berwarna merah, seratnya kasar dan rasa jahe sangat pedas. Jahe ini dipanen ketika sudah tua umurnya. Sering digunakan sebagai obat, karena kandungan minyak atsirinya sangat tinggi.

Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var.Amarum)

Sering disebut juga jahe putih kecil atau suntil, rimpang ini lebih besar dari jahe merah. Jahe ini dipanen ketika sudah tua umurnya. Sering digunakan sebagai obat atau bisa juga diekstrak menjadi minyak atsiri atau oleoresin. Kandungan minyak atsirinya lebih tinggi daripada jahe gajah, mempunyai serat yang lebih tinggi dan lebih pedas rasanya.

Advertisement. Scroll Untuk Melanjutkan Membaca.

Jahe Putih (Z. Officinale Sp)

Di daerah Jawa Barat sering disebut jahe gajah, jahe kombongan di daerah Bengkulu. Rimpang berwarna kuning dan kuning muda, seratnya lembut dan sedikit, dan rasanya kurang pedas. Jahe ini bisa dipanen ketika masih muda atau sudah tua umurnya. Sering digunakana untuk bumbu, olahan jahe dan sebagainya.

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

Iklim yang sesuai untuk tanaman jahe adalah iklim A,B,C menurut klasifikasi schimdt dan ferguson. Tanaman jahe dapat tumbuh dengan baik, pada daerah dengan curah hujan 2.500-4.000 mm per tahun. Pertumbuhan optimal jahe memerlukan 7-9 bulan basah. Tanaman jahe dapat tumbuh pada ketinggian tempat 10-1500 m dpl. Namun optimum pada ketinggian 300-900 m dpl.

Tanah yang dikehendaki tanaman jahe adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, berdrainase baik, tanah latosol merah, cokelat, dan andosol umumnya dapat di tanami jahe. Tanaman jahe termasuk kelompok tanaman yang senang matahari, di tempat yang agak ternaungi daunnya membesar tetapi rimpangnya kecil.

Kisaran suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 25-30 oC. Pada tanaman monokultur, temperatur diatas 35 oC akan menghanguskan daun. Makin rendah suhu, maka umur tanaman semakin panjang.

Persiapan Lahan

Lahan Tanaman Jahe

Untuk mempersiapkan lahan hal yang pertama dilakukan secara umum yaitu dimulai dengan pengolahan tanah. Pengolahan tanah sangatlah penting untuk mendapatkan keadaan tanah yang gembur. Hilangkan gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman jahe nantinya.

Cara menggemburkan tanah bisa dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam kurang lebih 3cm sebanyak 2 kali.

Sistem Bedengan Lahan Tanaman Jahe

Penaman jahe bisa dilakukan dengan sistem bedengan, caranya yaitu dengan meninggikan permukaan tanah dari hasil galian. Sistem bedeng ini sangat cocok diterapkan di darah yang memiliki curah hujan yang tinggi.

Advertisement. Scroll Untuk Melanjutkan Membaca.

Apabila bedengan sudah berhasil dibuat, buatlah lubang sedalam kurang lebih 5 sampai 10 cm dengan jarak kurang lebih 60 cm setiap lubang. Berikan pupuk kompos atau kandang kedalam lubang kurang lebih 2-3 cm.

Sistem Parit Lahan Tanaman Jahe

Sistem parit yang dijadikan sebagai lahan penanaman dan pemeliharaan tanaman jahe cocok diterapkan di daerah yang memiliki kemiringan tinggi.

Kedalaman parit kurang lebih 15 s/d 20 cm, jarak parit 60 cm dengan kelebaran selebar cangkul. Setelah itu, berikan pupuk kandang secara merata.

Setelah itu, tanam bibit jahe dengan jarak 30 s/d 60 cm, kemudian timbun bibit jahe dengan tanah setebal 10 cm. Parit ini, nantinya akan menjadi jalan untuk pemeliharaan tanaman jahe nantinya.

Pembibitan Rimpang Tanaman Jahe

 

Jahe diperbanyak secara vegetatif dengan potongan atau stek rimpang, semua rimpang untuk benih di semaikan dulu dalam persemaian untuk mamacu pertumbuhan mata tunas. Tujuan pembibitan ini untuk memperoleh pertumbuhan yang serentak. Air di perlukan setiap saat untuk penyiraman rimpang ditebarkan merata di atas jerami tipis dan di atasnya ditutupi lagi dengan jerami. Dapat disusun beberapa lapis asal tidak kering dan persemain cukup lembab. Pertunasan dianggap cukup apabila sudah tumbuh 1-2 cm, biasanya 2-3 minggu.

Potong rimpang dengan pisau dan di oles abu dapur, bibit sudah siap ditanam. Kebutuhan bibit per  hektar = 1-15 ton (15 kwintal).

Advertisement. Scroll Untuk Melanjutkan Membaca.

Penanaman Jahe

Tanaman Jahe

Penanaman jahe dilakukan pada awal musim penghujan, kedalaman tanam yang baik adalah 3-5 cm. Penanaman terlalu dalam akan menghasilkan rimpang yang kurus dan memanjang. Sedangkan yang terlalu dangkal menyebabkan rimpang terkena matahari dan curah hujan yang menyebabkan rimpang keriput dan lambat tumbuh.

Jahe di tanam dengan menempatkan potongan rimpang pada lubang tanam yang telah disiapkan. Penanaman dilakukan dengan sistem gulutan dan bedengan atau parit tergantung kondisi lahan.

Jarak tanam biasanya dilakukan 30-60 antar baris dan 30-40 dalam baris. Jarak tanam untuk tujuan dipanen tua adalah 60 X 30 cm atau 40 X 30 cm, supaya dalam pertumbuhan dan penyiangan tidak mengalami kesulitan. Sedangkan untuk dipanen muda, dapat lebih rapat yaitu antar baris 35 cm dan dalam baris 25 cm.

Pemeliharaan Tanaman Jahe

Pemeliharaan Tanaman Jahe

Pemeliharaan tanaman merupakan serangkaian kegiatan, yang dilakukan untuk mendorong lingkungan tumbuh yang optimum. Supaya mampu memberikan pertumbuhan dan produksi yang baik.

Pemeliharaan jahe mulai dari pertumbuhan tunas sampai pertumbuhan aktif, saat pembentukan anakan dan rimpang. Pertumbuhan tunas adalah fase pembibitan, pemeliharaan pada pertumbuhan aktif adalah kegiatan pemeliharan pertanaman.

Pemeliharaan jahe dapat dibagi:

  1. Pemeliharaan media tumbuh yang sesuai dengan kebutuhan tanaman melalui: penyulaman, penyiangan, pembumbunan, perbaikan saluran drainase, pemupukan, dan konservasi tanah.
  2. Usaha mencegah gangguan jasad hidup melalui berbagi cara. Penyulaman dilakukan dengan tanaman yang sudah disiapkan dari pembibitan. Saat tanaman berumur 2-3 minggu, sampai 1-1,5 bulan.

Penyiangan dilakukan pada saat periode peka terhadap saingan dengan gulma. Periode ini disebut dengan periode kritis, diluar periode kritis tidak terlalu dipengaruhi gulma. Persaingan gulma saat tanaman berumur 30-90 hari (1-2 bulan) dan dilakukan penyiangan habis/bersih. Dan selebihnya dilakukan terbatas pada sekitar dapuran rumpun.

Pembubunan dengan cara menimbun pangkal batang dengan tanah setebal 5 cm. Saat berbentuk anakan 4-5 pemberian pupuk  tambahan ke 2. Di berikan 4-6 minggu dan 8-10 minggu. Pemanenan dilakukan saat jahe umur 12 bulan. Dengan cara memotong daun, batang. Kemudian digali dengan cangkul, karpu dan lain-lain, agar rimpang jahe bisa terangkat dari dalam tanah. Kemudian di jemur dengan memotong akar jahe yang ada pada rimpang.

Advertisement. Scroll Untuk Melanjutkan Membaca.

Hal Yang Harus Diperhatikan

Contoh Kalender Penanaman dan Pemeliharaan  Jahe

  1. pembibitan/petunasan 1-2 cm (2-3 minggu) rgl pelaksanaan: 27/4/2019 s/d 9/4/2019
  2. Penanaman tgl : 9/5/2019
  3. Jarak tanam 40 X 30 cm
  4. Kedalaman tanam : 3-5 cm
  5. Penyulaman umur : 2-3 minggu (tgl 16/5/2019)
  6. Penyiangan umur : 30 hari (tgl 9/6/2019)
  7. Pemupukan ke 2 : 4-6 minggu (tgl 15/6/2019)
  8. Penyiraman :situasi lahan
  9. Pemanenan : 12 bulan (tgl 20/4/2019)

Kebutuhan = Per/ha

  1. Pupuk : 20.000 kg/20 ton/ha
  2. Bibit : 1500 kg/1,5 ton/ha
  3. Panen : 8-10 ton/ha

Semoga cara menanam dan memliharan tanaman jahe ini berguna bagi Anda yang ingin membudidayakan tanaman empon-empon ini.

Written By

Menurut pepatah belajar itu tidak ada waktunya. So, belajar terus, sampai menemukan apa yang kamu inginkan.

Comments

Jangan Terlewatkan

Advertisement