Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas

Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas

Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas
Cara Menanam Bawang Merah dalam Botol Bekas

Persiapan Bibit

Pada umumnya, pada skala besar, bibit bawang merah didapat dari biji, namun untuk mendapatkan biji, membutuhkan biaya. Sebagai alternatif, kita bisa mencoba menggunakan bibit dari siung bawang merah yang ada di dapur.
Ambil 10 butir bawang merah bulat utuh, ukuran sedang dan terdiri atas 1 umbi saja
Potong 1/3 bagian ujung umbi, buang bagian atasnya
Benamkan umbi pada tanah basah, untuk tempat bisa menggunakan wadah dengan tebal tanah kurang lebih 5 cm dan jarak masing-masing umbi 1 cm.
Semprot dengan air biasa hingga tanah menjadi basah
Simpan dalam toples kedap cahaya, letakkan pada tempat teduh
Lakukan penyemprotan setiap pagi.

Umbi bawang merah diiris 1/3 bagian untuk pembibitan
Toples boleh dibuka pada sore hingga pagi hari, tapi tutup kemudian pada pagi hari hingga sore, hal ini bertujuan agar bibit tetap dalam keadaan lembab. Setelah 3 – 4 hari, akan muncul tunas-tunas di tiap umbi. Jika tunas sudah berukuran 5 cm, toples boleh dibuka sepanjang hari, namun tetap harus disemprot pagi dan sore hari.

Persiapan Botol

Botol dipilih dari botol plastik bekas air minum dalam kemasan ukuran minimal 600 ml. Potong bagian ujung yang mengerucut (5 cm dari tutup) sehingga botol menyerupai gelas tinggi. Buat beberapa lubang pada bagian dasar botol dan pinggir botol.

Persiapan Media Tanam

Media tanam bisa berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2 bagian tanah dan 1 bagian kompos. Campur kedua bahan, semprot dengan air hingga media lembab. Masukan media tanam ke dalam botol yang telah kita siapkan dengan tinggi kurang lebih 1 cm lebih rendah dari ujung botol.

Penanaman Bibit

Bibit setidaknya sudah memiliki akar dan daun yang cukup. Tinggi bibit setidaknya 10 cm atau berumur kurang lebih 10 – 15 hari pemotongan umbi.
Semprot dengan air bibit, sehingga media pada penyemaian menjadi berair, hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan bibit tanpa merusak akar.
Ambil bibit satu-persatu
Buat lubang pada media yang telah disiapkan dengan diameter 1 cm, kedalaman 3 cm
Benamkan akar sedalam 3 cm dan umbi berada di 2 cm, rapatkan lubang
Semprot dengan air hingga media tanam menjadi lembab

Cara menanam bawang merah dalam botol

Pemeliharaan dan Perawatan

Setelah bibit ditanam pada botol, maka sangat diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang baik. Hal-hal yang diperhatikan antara lain penyiraman untuk menjaga kelembaban/kadar air, intensitas cahaya, penyiangan gulma dan pemanenan.

Penyiraman

Penyiraman bertujuan untuk menjaga kadar air dalam media tanam. Untuk mengurangi frekuensi penyiraman, botol bisa diletakkan di atas nampan dan diberi air, tinggi air maksimal adalah 2 cm. Air akan secara kontinyu meresap ke semua bagian media tanam dan menjaga kelembaban tanaman. Jika diperlukan, semprot tanaman pada pagi dan sore hari.

Intensitas cahaya

Tanaman bawang merah memerlukan cahaya matahari penuh di sepanjang hari. Tanaman bisa di letakkan pada tempat yang memiliki cahaya matahari penuh setidaknya setelah 3 hari dari masa penanaman bibit ke dalam botol plastik.

Penyiangan Gulma

Gulma adalah tanaman lain/rumput yang ikut tumbuh di sekitar tumbuhan. Gulma akan sangat menghambat pertumbuhan tanaman utama, sehingga gulma sangat perlu untuk dibersihkan secara berkala.

Pemanenan

Pada umumnya, panen dilakukan setidaknya setelah tanaman berusia 60 – 75 hari dari masa bibit ditanam di botol. Namun, kita bisa memanen bawang merah setelah tanaman memiliki ciri-ciri:
Tanaman menguning, roboh
Beberapa siung bawang merah menyembul ke permukaan tanah
Kita juga bisa secara manual mengecek ukuran siung dengan mengorek tanaman secara perlahan.
Pemanenan dilakukan dengan menekan-nekan botol pada bagian umbi, sehingga tanah menjadi gembur, setelah itu, cabut perlahan-lahan daun bawang, sehingga umbinya keluar. Siung bawang merah bisa langsung dikeringkan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan.

Baca Juga: