Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Biografi Ibnu Khaldun Sebagai Pendiri Sosiologi

Biografi Ibnu Khaldun

Biografi Ibnu Khladun – Salah satunya karya Ibnu Khaldun yang paling bersejarah ialah Muqaddimah. Dalam Muqaddimah, Ibnu Khaldun mengatakan jika ia membangun pengetahuan baru, ‘ilmu al-‘umran (pengetahuan mengenai organisasi sosial). Karyanya ini masih ditelaah sampai sekarang ini. Beberapa pemikir sosial memandang Muqaddimah sebagai risalah dalam sosiologi, lalu melihatnya sebagai pendiri sosiologi.

Sarjana Jerman, Heinrich Simon, mengatakan jika Ibnu Khaldun ialah orang pertama kali yang coba merangkum hukum-hukum sosial. Ibnu Khaldun pelajari warga manusia sebagai sui generis. Ia mengutamakan ada sama-sama tergantung antarbidang kehidupan agama, politik, ekonomi, militer, dan budaya.

Ashhabiyah (kebersamaan sosial) ialah pokok pertimbangan Ibnu Khaldun mengenai badawah (nomadisme-ruralisme), hadharah (urbanisme), dan tegak dan robohnya negara. Membangun negara ialah arah ashhabiyah, terutamanya ashhabiyah nomadis. Kemewahan dan kesenangan kehidupan urban condong lemahkan ashhabiyah ini.

Biografi Ibnu Khaldun

Nama lengkap Ibn Khaldun ialah Wali al-Din ‘Abd.al-Rahman ibn Muhammad ibn Abi Bakr Muhammad Al-Hasan ibn Khaldun, beliau terlahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 723 H (7 Mei 1332 M) dan meninggal dunia pada tanggal 19 Maret 1406 M. Dia berawal dari suku Arabia Selatan. Beliau memiliki leluhur yang semenjak era kedelapan sudah pindah ke Spanyol dan sudah melihat perubahan islam di Barat.

Ibn khaldun terjun kedunia politik diawali sebagai tukang stempel surat dalam pemerintah Ibnu Tafrakin. Saat ibnu tafrakin berkonflik dengan Abu Zaid, dan pemerintahannya sukses ditaklukan. Perselisihan itu berawal pada suatu rekayasa dan persaingan perebutan kekuasan, lalu Ibnu Khaldun larikan diri ke Tlemeen membuat persekutuan sekalian menyusn taktik buat jatuhkan sultan Abu Inan, dengan kepandaian Ibn Khaldun tidak perlu selang waktu lama, selanjutnya dia diangkat sebagai skretaris sultan Abu Inan, seterusnya Ibn Khaldun mengikutsertakan dianya ke sebuah rekayasa politik, di mana beliau bekerja bersama dengan pesaing Sultan Abu Inan, yaitu Amir Abu Abdullah. Dalam rekayasa itu sultan Abu Inan menghirup bau penghianatan, dan melahirkan sebuah bencana untuk Ibn Khaldun, lalu Ibn Khaldun dipenjarakan sepanjang dua Tahun oleh sultan Abu Inan sesudah persengkokolan politik dan kekuasaan Amir Abu Abdullah ditumpas habis oleh sultan Abu Inan.

Strategi Ibnu Khaldun Terhadap Politik Islam

“2 tahun berakhir Ibn Khaldun mengeram dalam penjara, dan dibebaskan sesudah sultan Abu Inan wafat. Abu Zayyan gantikan posisi sultan Abu Inan, tetapi Wazir Al-Hasan Ibn Umar lakukan kup dan mendudukkan Al-Sa’id ibn Abi Inan sebagai putra mahkota boneka. Wazir Al-Hasan membunuh wazir-wazir yang lain melawannya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menyaksikan kepandaian Ibnu Khaldun di dunia politik, Wazir Al-Hasan kembalikan beberapa tugas kenegaraan sebelumnya. Walau Ibn Khaldun pernah minta ijin pada Wazir Al-Hasan untuk pulang ke negerinya, wazir tidak meluluskan dan masih memberikan tugas Ibn Khaldun dalam pemerintahannya.

Kekuasaan Wazir Al-Hasan pun tidak berjalan lama, karena dia digulingkan oleh Manshur ibn Sulaiman dari Bani Marin di Maghribi jauh. Antiknya, Ibn Khaldun justru kembali mengkhianati Wazir Al-Hasan yang sudah berjasa padanya. Dia ikut dalam menjatuhkan Wazir Al-Hasan untuk selanjutnya berbakti ke Manshur ibn Sulaiman. Dia jadi sekretaris pemerintah ibn Sulaiman.

Menolak Bekerja Sama

Tetapi seperti dengan Wazir Al-Hasan, dedikasi Ibn Khaldun ke Ibn Sulaiman pun tidak berjalan lama. Dia mulai main mata dengan Abu Salim ibn Abi Al-Hasan, salah seorang turunan Abu Inan, yang membuat taktik bersama Ibn Marzuq untuk merampas kembali kekuasaan dari ibn Sulaiman. Ibn Khaldun tidak enggan-segan bekerja sama di dalam menjatuhkan Ibn Sulaiman.

Bahkan juga Ibn Khaldun sendir yang memberikan saran saran apa yang perlu dilaksanakan oleh Abu Salim pada Ibn Sulaiman. Usaha ini juga sukses dan Abu Salim mengusung Ibn Khaldun sebagai sekretaris negara. Saat Abu Salim jadi penguasa terjadi kembali perlawanan di bawah pimpinan Wazir Umar ibn Abdullah.

Sultan Abu Salim dikeluarkannya dan diganti dengan Sultan Tasyifin. Pada akhirnya terjadi konflik dan sebagai jalan tengah Ibn Khaldun dibolehkan keluar Fez, teapi jangan ke Tunisia atau ke Tilmisani, karena dua daerah ini sebagai pusat pemerintah dinasti Hafsh Bani Abdul Wad. Pada akhirnya Ibn Khaldun ke Andalusia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Written By

Menurut pepatah belajar itu tidak ada waktunya. So, belajar terus, sampai menemukan apa yang kamu inginkan.

Comments

You May Also Like

Business

Cara Menetaskan Telur Ikan Koi Dengan Mudah – Salah satu ide usaha yang bisa bertahan lama salah satunya yaitu budidaya ikan. Budidaya ikan koi...

Business

Sekarang tanaman porang mulai diminati oleh banyak petani karena komoditas baru ini tergolong mahal. Lalu bagaimana cara budidaya tanaman porang? Jenisnya apa saja? Serta...

Hobi

Mungkin tulisan ini bisa dikatakan sedikit usang, karena akan membahas definisi blog beserta manfaatnya. Tapi walaupun begitu, semoga tulisan ini bisa membantu bagi anda...

Business

Harga Dan Spesifikasi Lengkap, Makin Gahar!, Realme hari ini direncanakan melaunching hp terbaru yaitu Realme 8 dan Realme 8 Pro, Senin (29/3/2021). Realme menyebutnya...

Advertisement