Bentuk-bentuk ‘illat & Cara Mengetahuinya

Bentuk-bentuk ‘illat & Cara Mengetahuinya

Bentuk-bentuk ‘illat & Cara Mengetahuinya

Bentuk-bentuk ‘illat

‘illat adalah sifat yang menjadi kaitan bagi asalnya hukum. Ada beberapa bentuk sifat yang mungkin menjadi ‘illat bagi hukum bila telah memenuhi syarat tertentu. Diantaranya bentuk sifat itu adalah :
1. Sifat hakiki, yaitu yang dapat dicapai oleh akal dengan sendirinya, tanpa tergantung pada ‘urf atau lainnya.
2. Sifat hissi, yaitu sifat atau sesuatu yang dapat diamati denagn alat indera.
3. Sifat ‘urfi, yaitu sifat yang tidak dapat diukur, namun dapat dirasakan bersama.
4. Sifat lughawi, yaitu sifat yang dapat diketahui dari penamaannya dalam artian bahasa.
5. Sifat syar’I, yaitu sifat yang keadaannya sebagai hukum syar’I dijadikan alasan untuk menetapkan sesuatu hukum.
6. Sifat murakkab, yaitu bergabungnya beberapa sifat yang menjadi alasan adanya suatu hukum.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/nama-bayi-perempuan-islami/

Cara-cara mengetahui ‘illat

1. Dengan nash itu sendiri
Penetapan nash sebagai salah satu cara dalam menetapkan ‘illat tidaklah berarti bahwa ‘illat itu langsung disebut dalam nash, tetapi dalam lafal-lafal yang digunakan dalam nash dapat dipahami adanya ‘illat.
2. Ijma’
Melalui ijma’, diketahui sifat tertentu yang terdapat dalam hukum syara’ yang menjadi ‘illat hukum itu.
3. Al Ima’ wa al Tanbih
Upaya yang ditempuh untuk menemukan ‘illat dengan memperhatikan hubungan antara suatu ketetapan hokum dengan suatu sifat yang mendasarnya.
4. Sabru wa Taqsim
Meneliti kemungkinan sifat yang terdapat pada ashal, kemudian meneliti dan menyingkirkan sifat yang tidak pantas menjadi ‘illat, maka ifat yang tertinggal itulah yang nenjadi ‘illat untuk hukum ashal tersebut.
5. Takhrijul manath
Usaha menyatakan ‘illat enggan cara mengemukakan adanya keserasian sifat dan hukum yang beriiringan serta terhindar dari sesuatu yang mencacatkan.
6. Tanqihul manath
Menetapkan satu sifat diantara beberapa sifat yang terdapat didalam ashal untuk menjadi ‘illat hukum stelah meneliti kepantasannya dan menyingkirkan yang lainnya.
7. Thard
Penyertaan hukum dengan sifat tanpa adanya titik keserasian yang berarti.
8. Syabah
Sifat yang memiliki kesamaan
9. Dawran
Melihat hubungan sifat ‘illat yang menjadi dasar dari ketentuan hukum.
10. Ilghau al Fariq
Adanya titik perbedaan yang dapat dihilangkan sehinggga terlihat kesamaannya.