Chipset 5G Pertama dari MediaTek Meluncur Akhir November 2019

Chipset 5G Pertama dari MediaTek Meluncur Akhir November 2019

 

Chipset 5G Pertama dari MediaTek Meluncur Akhir November 2019
Chipset 5G Pertama dari MediaTek Meluncur Akhir November 2019

MediaTek belakangan ini telah berupaya keras untuk meningkatkan

kemampuan chipset mobile yang dikembangkannya. Ya! Fokusnya kini lebih jelas pada fitur dan pasar tertentu seperti yang kita lihat pada Helio G90 Series. Chipset ini dirancang untuk gaming dan diperkenalkan pada bulan Juli 2019 lalu.

Nah! Setelah sukses memperkenalkan Helio G90 Series, MediaTek tentu saja tak berhenti sampai di situ. Mereka telah mengalihkan perhatiannya ke 5G di segmen high-end. Yang lebih mengesankan, MediaTek disebut-sebut juga sedang mempersiapkan chipset 5G untuk smartphone kelas mid-range.

Sesuai dengan roadmap yang telah dibuat oleh MediaTek, chipset 5G pertama buatan mereka yang berbasiskan modem Helio M70 diharapkan akan mulai dipasarkan pada Q1 tahun depan. Ya! Tampaknya ini berjalan sesuai rencana, karena MediaTek kini telah secara resmi mengumumkan tanggal kehadiran chipset 5G pertamanya.

Dijadwalkan, chipset 5G pertama MediaTek akan diperkenalkan pada tanggal 26 November 2019 dalam acara MediaTek Summit. Bahkan beberapa foto mengenai chipset tersebut sudah dibagikan oleh MediaTek secara online. Namun satu hal yang kurang, belum ada informasi menyangkut hardware dan fitur dari chipset tersebut.

Seperti yang terlihat pada gambar, chipset yang ditampilkan dalam media promo memiliki kode MT6885Z. Referensi silang dari bocoran sebelumnya diasumsikan bahwa chipset ini adalah silikon 7nm kelas unggulan yang akan datang, dan dikatakan akan bermitra dengan beberapa produsen smartphone, seperti OPPO dan vivo.

Diperkirakan MT6885Z mencakup CPU Cortex-A77 dan GPU Mali-G77. Di

dalamnya juga akan ada dukungan frekuensi sub-6 GHz, AI processing engine generasi ketiga, dukungan kamera hingga 80 MP dan perekaman video 4K 60fps. Diduga kuat, MT6885Z sudah dalam tahap produksi massal dan akan dikirim ke produsen pada Q1 2020.

Namun yang lebih menarik dari upaya pabrikan chipset asal Cina ini adalah untuk menghadirkan chipset 5G dengan modem Helio M70 SA/NSA dual-mode. Disebut-sebut, ini adalah paket chipset 5G kelas menengah yang lebih terjangkau dan datang dengan kode MT6873.

Diyakin, chipset 5G kelas menengah ini akan menggunakan core CPU Cortex-A76, namun punya proses fabrikasi yang sama, yakni FinFET 7nm. Dari segi harga, diperkirakan chipset ini ditawarkan untuk ponsel pintar yang dibanderol seharga US$ 300 atau sekitar Rp4 jutaan.

Lantas, kapan chipset 5G kelas menengah ini akan diproduksi massal oleh

MediaTek? MT6873 diharapkan memasuki produksi massal tidak lebih cepat dari kuartal kedua tahun 2020. Artinya, kita mungkin masih satu tahun lagi baru bisa merasakan smartphone kelas menengah yang ditenagai chipset 5G buatan MediaTek.

Sumber:

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/stylish-text/002518186562029183972

Motorola Kembangkan Moto Mods Headset VR

Motorola Kembangkan Moto Mods Headset VR

Motorola Kembangkan Moto Mods Headset VR

Kabar tak menggembirakan datang dari Motorola, produsen smartphone yang kini berada di bawah bendera Lenovo. Desas-desus yang beredar, Motorola akan merumahkan beberapa karyawannya dan diperkirakan hal ini akan mengganggu produksi salah satu lini produk andalannya, yakni Moto Z Series.

Namun, kabar tak menggembirakan ini langsung dibantah oleh Motorola

sendiri. Mereka menyebutkan bahwa Motorola akan tetap mempertahankan lini produksi Moto Z Series serta mengembangkan lebih banyak Moto Mods sehingga konsumen bisa memanfaatkan perangkat tersebut lebih dari sekadar smartphone biasa.

Hal ini pun dibuktikan dengan bocoran dua gambar promo Moto Mods yang kemungkinan akan muncul tak lama lagi. Seperti dikutip dari GSMArena, adalah Evan Blass lewat Twitter miliknya, @evleaks yang membocorkan pertama kali bahwa Motorola sedang menggarap Moto Mods Virtual Viewer.

Moto Mods Virtual Viewer ini terlihat seperti VR headset yang dilengkapi

dengan strap (tali) tunggal pengikat di kepala. Perkiraan lainnya, Moto Mods ini mungkin juga sebagai aksesoris yang kompatibel dengan VR Daydream. Namun sayangnya, tak ada informasi lebih lengkap mengenai Moto Mods terbaru dari Motorola ini.

Seperti kita ketahui bersama, Motorola mengembangkan lini Moto Z Series

dengan kemampuan yang unik, yakni bisa diintegrasikan dengan beragam Moto Mods melalui magnet dan logam pin yang ada di bagian belakang. Hingga saat ini sudah cukup banyak Moto Mods yang dipasarkan oleh Motorola.

 

Baca Juga :

HTC U12+ Disokong Snapdragon 845 Melenggang Akhir April 2018

HTC U12+ Disokong Snapdragon 845 Melenggang Akhir April 2018

HTC U12+ Disokong Snapdragon 845 Melenggang Akhir April 2018

Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa HTC menjual sebagian unit bisnis pengembangan smartphone yang dimilikinya ke Google. Hal ini berakibat, pabrikan smartphone asal Taiwan tersebut harus merumahkan beberapa karyawannya.

Namun satu hal yang menarik, penjualan unit bisnisnya tersebut tak

mengganggu perjalanan HTC untuk menggarap smartphone yang akan meluncur di tahun ini. Ya! Gosip terbaru yang beredar di internet, HTC dikabarkan sedang menggarap HTC U12+.

Berdasarkan bocoran yang beredar, HTC U12+ nantinya akan berkompetisi di pasar smartphone kelas atas. Bagimana tidak! Smartphone ini diperkirakan akan dikemas dengan chipset Snapdragon 845 buatan Qualcomm. Tak hanya itu, smartphone yang akan dikemas dengan layar 6 inci WQHD+ ini akan memiliki bezel super tipis.

Daya tarik lainnya, HTC diperkirakan akan membenamkan RAM sebesar 6 GB

dan internal storage berkapasitas 64 GB atau 128 GB. HTC juga akan melengkapi HTC U12+ dengan slot microSD. Sedangkan untuk catu dayanya, smartphone ini akan dibekali baterai berkapasitas 3.420 mAh.

Untuk urusan memotret, HTC U12+ akan dipersenjatai dengan dual-camera

belakang 16 MP + 12 MP plus LED flash. Sedangkan untuk menjawab kebutuhan selfie, kamera depan yang ditanam memiliki sensor 8 MP. Smartphone ini juga dibekali dengan fitur HTC Edge Sense generasi kedua.

 

sumber :

https://poptype.co/tuponur/tower-defense-king

Case Unik Ini Sulap Baterai Galaxy S9 jadi 5.200 mAh

Case Unik Ini Sulap Baterai Galaxy S9 jadi 5.200 mAh

Case Unik Ini Sulap Baterai Galaxy S9 jadi 5.200 mAh

Samsung secara resmi telah memperkenalkan duo Galaxy S9 terbarunya di ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona. Bergerak super cepat, raksasa elektronik asal Korea Selatan ini pun langsung memasarkan kedua smartphone tersebut ke banyak negara, tak terkecuali di Indonesia pada pertengahan bulan Maret ini.

Kehadiran smartphone besutan Samsung ini pun memacu sejumlah produsen

aksesoris smartphone untuk merilis beragam aksesoris pendukung, seperti case misalnya. Namun dari sekian banyak produsen aksesoris, ada satu yang menarik, yakni ZeroLemon.

Mengapa menarik? Ya! ZeroLemon telah merilis case untuk Galaxy S9 dan S9+. Bukan sekadar case biasa, ZeroLemon sukses mengemasnya dengan dukungan catu daya Lithium Polymer yang mampu mendongkrak kapasitas baterai Galaxy S9 dan S9+.

Untuk Galaxy S9, case yang yang dipasarkan oleh ZeroLemon telah dibekali

dengan baterai tambahan berkapasitas 4.700 mAh. Sedangkan untuk Galaxy S9+, case yang dipasarkan memiliki baterai tambahan berkapasitas sedikit lebih besar, yakni 5.200 mAh.

Dengan menggunakan case ini, ZeroLemon sesumbar bahwa Galaxy S9 dan S9+ yang ada ditangan pengguna dapat dioperasikan lebih panjang. Sebagai contoh, Galaxy S9+ yang menggunakan case ini diklaim mampu betahan selama 115 jam saat standby, 30 jam untuk telepon dan 61 jam untuk memutar musik.

Untuk menggunakan case ini pun terbilang mudah. Tinggal sematkan Galaxy

S9 atau S9+ layaknya menggunakan case pada umumnya. Nantinya, pada bagian belakang akan ada empat lampu LED sebagai indikator yang menunjukkan kondisi penggunaan baterai pada case tersebut.

 

sumber :

https://poptype.co/tuponur/majas-is

Macam-macam Puasa Sunnah

Macam-macam Puasa Sunnah

Macam-macam Puasa Sunnah
Macam-macam Puasa Sunnah

Adapun macam macam puasa yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berdasarkan dalil yang shahih adalah sebagai berikut:

1. Puasa Hari Arafah

Puasa arafah di sunnahkan bagi selain orang yang berhaji yang dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah, karena Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Puasa hari arafah itu menghapus dosa dua tahun, setahun yang silam dan setahun yang akan datang. Dan puasa asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim).

2. Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura

Yaitu puasa yang di laksanakan pada tanggal 9 & 10 muharram. Berdasarkan hadits:
“… jika sampai pada tahun depan Insya Allah kita puasa Tasu’a

3. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Berdasarkan Sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam:
“Barangsiapa berpuasa di bulan ramadhan dan meneruskannya dengan (puasa) enam hari di bulan syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

4. Memperbanyak Puasa di bulan Sya’ban

Berdasarkan dalil dari aisyah .
Dari Aisyah Radhiyallaahu ‘anha, dia berkata. “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali pada bulan ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Beliau Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memperbanyak puasa di bulan-bulan lain seperti sya’ban.” (HR Bukhari-Muslim)

5. Memperbanyak Puasa Dibulan Muharram

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa RasulullahShallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Puasa yang paling utama setelah bulan ramadhan adalah bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”(HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi & Nasa’i)

6. Puasa Setiap Hari Senin Dan Kamis

Dari Usamah bin Zaid berkata. Sesungguhnya Nabiyullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam puasa pada hari senin dan kamis dan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallampernah ditanya perihal puasa itu. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:“Sesungguhnya segala awal seluruh hamba dipaparkan pada hari senin dan kamis.”(HR. Abu Daud)

7. Puasa Tiga Hari Setiap Pertengahan Bulan

Dari Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa SallamBersabda: “Berpuasalah tiga hari pada setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan di kalikan sepuluh, sehingga puasa itu (puasa 3 hari) sama dengan puasa satu tahun penuh.” (HR Bukhari – Muslim)
Juga hadits dari Abu Dzar, dia berkata. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa SallamBersabda : “Wahai Abu Dzar jika engkau berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka berpuasalah tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

8. Puasa Nabiyullah Dawud

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
“Puasa yang paling di sukai di sisi Allah adalah puasa Dawud, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majjah)

Baca Juga:

Rukun Puasa

Rukun Puasa

Rukun Puasa
Rukun Puasa

a. Niat

Niat adalah keinginan dalam hati untuk berpuasa karena ingin menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendekat kepada-Nya. Hal ini berdasarkan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan tidaklah mereka di perintah kecualii supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan Kepada-Nya (dalam menjalakan) agama yang lurus.”(QS-Al Bayinah 5).

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “sesungguhnya segala amal tergantung pada niat dan sesungguhnya setiap orang hanya akann mendapat apa yang tlah diniatkan.” ( HR Bukhari , Muslim, Trmidzi, Ibnu Majah & Nasa’i).

Jika melaksanakan puasa wajib, maka niat wajib dilakukan pada waktu sebelum fajar. Berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam :
“Dari Hafshah, telah Bersabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: Barang siapa yang nenetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” (HR Tirmidzi & Nasa’i)

Adapun jika melaksanakan puasa sunnah, maka sah berniat setelah terbit fajar dan matahari telah meninggi. Dengan syarat belum memakan apapun. Berdasarkan dalil dari Aisyah Radhiyallaahu ‘anha.

“Aisyah Radhiyallaahu ‘anha berkata bahwa suatu hari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ke rumah, kemudian bersabda : “Apakah engkau mempunyai makanan?” Aku menjawab “Tidak” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda“kalau begitu Aku puasa.” ( HR Muslim).

b. Menahan Diri

Yaitu menahan diri dari hal – hal yang membatalkan puasa seperti: makan, minum dan hubungan suami istri dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“…. maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah di tetapkan Allah untukmu dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam….” (QS Al-Baqarah 187)

Baca Juga: Ayat Kursi

Batas Menahan Diri

Batas awal waktu menahan diri adalalah setelah fajar, berdasarkan dalil sbb:
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “makan dan minumlah sampai Ibnu Umu Maktum menyeru. Sesungguhnya dia tidak menyeru hingga terbit fajar.” (HR Bukhari dan Ibnu Majah)

Adapun bagi mereka yang mengatakan batas imsak adalah sebelum fajar hanya sebagai tindakan kehati-hatian.

Sedangkan batas akhir waktu menahan diri adalah datangnya waktu malam (terbenam matahari). Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“… Lalu sempurnakan puasa puasa hingga tiba waktu malam…” (QS Al-Baqarah 187).

Pengertian dan Hukum Puasa

Pengertian dan Hukum Puasa

 

Pengertian, Hukum dan Fardhunya Puasa
Pengertian, Hukum dan Fardhunya Puasa

1. Definisi

Puasa menurut bahasa adalah menahan. Sedangkan menurut istilah / syari’at adalah menahan dengan niat ibadah dari makanan, minuman, hubungan suami istri dan semua hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

2. Hukum Puasa

Ditinjau dari hukumnya puasa terbagi menjadi puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan ramadhan. Yang merupakan salah satu dari rukun islam dan salah satu fardhu dari sekian banyak fardhu.

Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”( QS Al Baqarah 183).

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebaga’i petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang haq dan yang bathil). Karena itu barang siapa diantara kamu ada di bulan itu , maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa ) maka (wajib menggantinya, sebanyak hari yang di tinggalkannya itu, pada hari – hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangan dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang di berikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” ( QS Al Baqarah 184-185).

Baca Juga: Sayyidul Istigfar

Hadits

Hal ini juga dijelaskan oleh hadist berikut, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “ Islam di tegakan diatas lima perkara, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Mendirikan Shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan.”(HR Bukhari-Muslim).
Adapun puasa sunnah adalah puasa yang dilaksanakan di luar bulan ramadhan di hari-hari yang telah di contohkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasalam yang insyaAllah akan dipaparkan di depan.

Mengembangkan Tanggung Jawab

Mengembangkan Tanggung Jawab

Mengembangkan Tanggung Jawab

Banyak cerita atau bahkan pengalaman secara pribadi dimana kita tidak focus dalam mencapai tujuan, semua kadang-kadang teralihkan dari tujuan yang paling penting dalam hidup kita. Bahkan ada yang mengalami tapi tidak menyadarinya. Salah satu alasan utama kita tidak mencapai tujuan hidup kita adalah kurangnya komitmen. Namun setiap orang akan mempunyai cara dan pola berpikir yang berbeda tentang bagaimana mereka ingin memecahkan masalah Anda tentunya seringkali mendengar istilah tanggung jawab, Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab tersebut semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tersebut, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab. Banyak orang mengelak bertanggung jawab, karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawabnya, daripada berdiri dengan berani dan menyatakan dengan tegas bahwa, “ini tanggung jawab saya!” Banyak orang yang sangat senang dengan melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain. Sebagian orang, karena tidak bisa memahami arti dari sebuah tanggung jawab; seringkali dalam kehidupannya sangat menyukai pembelaan diri dengan kata-kata, “itu bukan salahku!” Sudah terlalu banyak orang yang dengan sia-sia, menghabiskan waktunya untuk menghindari tanggung jawab dengan jalan menyalahkan orang lain, daripada mau menerima tanggung jawab, dan dengan gagah berani menghadapi tantangan apapun di depannya BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Tanggung Jawab dan Komitmen Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Atau kesadaran manusia akan tingkah laku perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Tanggung jawab adalah ” keadaan wajib menanggung segala sesuatu kalau ada sesuatu hal, boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dsb. Menanggung segala akibatnya” ( sofiyah ramdhani e.s, tahun 2002 halaman 555 ). Dari kedua pengertian tersebut, dapat dimaknai bahwa tanggung jawab itu sendiri ialah siap menerima kewajiban atau tugas. Dalam artian disini ketika seseorang diberikan kewajiban atau tugas, seseorang tersebut akan menghadapi suatu pilihan yaitu menerima dan menghadapinya dengan dedikasi atau menunda dan mengabaikan tugas atau kewajiban tersebut. Sedangakan Komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. B. Jenis- jenis Tanggung Jawab Manusia itu berjuang untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu 1. Tanggung jawab terhadap tuhan Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh tuhan dan juga dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan. 2. Tanggung jawab terhadap diri sendiri Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak. 3. Tanggung jawab terhadap keluarga Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan. 4. Tanggung jawab terhadap masyarakat Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. 5. Tanggung jawab kepada bangsa / negara Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara C. Ciri ciri Orang yang Bertanggung Jawab 1. Dapat dipercaya dan diandalkan (Reliable) Firman Tuhan mengatakan bahwa hal Kerajaan Sorga adalah sama seperti seorang tuan yang hendak bepergian dan memberikan kepada hamba-hambanya masing-masing 5, 2, dan 1 talenta menurut kesanggupannya. Setiap kita paling sedikit memiliki 1 karunia yang harus dikembangkan dengan penuh tanggung jawab. Bisa jadi itu merupakan uang, bakat, karir, atau waktu kita yang harus kita pakai dengan bijaksana. Keputusan ada di tangan kita. 2. Mau berjalan “Extra-Mile” Orang yang bertanggung jawab adalah mereka melakukan lebih daripada yang diminta. Sebaliknya, hamba yang jahat dan malas, cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan. Ia bersikap pesimis dengan “kemandulan”nya untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan. Orang-orang Kristen “Extra Mile” adalah orang-orang yang melakukan hal yang biasa dengan cara luar biasa, dengan demikian mereka mendapatkan kemurahan (favor) di hadapan Tuhan dan manusia. 3. Selalu memberikan yang terbaik (Excellence) Seorang yang bertanggung jawab selalu memberikan yang terbaik (excellence)dari apa yang dikerjakannya. Hamba Tuhan bernama Robb Thompson mengatakan bahwa “Bersikap ekselen adalah memperhatikan hal-hal yang mendetil, yang akan melahirkan hasil yang luar biasa dan akan berujung pada kehidupan yang sukses.” Bekerja dengan penuh tanggung jawab berarti kita memperhatikan hal-hal yang kecil yang dapat membuat perbedaan dari hasil yang kita kerjakan. D. Hubungan antara Komitmen dan Tanggung Jawab Komitmen selalu ada di hari-hari kita,di kepala kita, dan kehidupan kita. Banyak dari kita ada dalam bisnis komitmen. Komitmen menjadi pengendali kita. Seperti roda hamster, kita tidak dapat menghentikan stres atau waktu yang meminta kita untuk melakukan kewajiban kita, karena komitmen. Kita bekerja sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan pribadi dan keuangan. Kita bekerja sehingga kita bisa melakukan hal lain yang ingin kita lakukan. Kita bekerja agar mendapat tinjauan yang baik. Seraya karpet komitmen itu menyelimuti kita, kita mungkin merasa kita “harus” melakukan sesuatu, padahal pada kenyataannya kita mempunyai pilihan, meski pilihan itu memiliki konsekuensi. Kita mungkin tidak bisa membiarkan orang lain kecewa, padahal kenyataannya kita bisa berkata tidak. kita mungkin bahkan percaya bahwa kita bekerja untuk orang lain, padahal kenyataannya kita bekerja untuk diri kita sendiri. Peran tanggung jawab kita sangat besar dalam hal tersebut. Bertanggung jawab atas diri sendiri adalah berhenti mencari jawaban di luar diri .karena kitalah menjalaninya, dan kesuksesan tersebut tergantung pada seberapa besar komitmen dan tanggung jawab terhadap tujuan yang ingin capai. Makin besar tanggung jawab pada komitmen suatu tujuan, makin besar peluang kita akan berhasil dan sukses.

Baca Juga : 

TAHAP MENGEMBANGKAN INISIATIF

TAHAP MENGEMBANGKAN INISIATIF

TAHAP MENGEMBANGKAN INISIATIF
“Baiklah kalau begitu terlebih dahulu kamu hendaknya dapat menetapkan tujuan yang ingin kamu capai. Dalam merumuskan tujuan ini kamu harus mempertimbangkan siapa saja yang harus dilibatkan dalam upaya mencapai tujuan yang telah kamu tetapkan, apa saja yang akan dilakukan, kapan harus dilakukan dan seberapa baik seharusnya cara itu dilakukan. Nah sekarang  coba kamu katakan siapa saja yang terlibat dalam permasalahan kamu ini ?” Menetapkan tujuan (menetapkan komponen-komponen)
Konseli “Saya rasa yang terlibat dalam masalah ini adalah diri saya sendiri”.
Konselor “Baik, lalu apa yang kamu lakukan dalam menyelesaikan ketidakmampuan kamu untuk bersikap relaks sebelum dan selama pelajaran berlangsung”. Menetapkan tujuan (menetapkan fungsi)
Konseli “Saya ingin berusaha dengan sebaik mungkin”.
Konselor “Ya itu rencana yang bagus, tapi yang paling penting adalah bagaimana caramu melakukannya?” Menetapkan tujuan (menetapkan proses)
Konseli “Itu dia masalahnya bu, saya merasa tegang sehingga saya tidak bias bersikap relaks”.
Konselor “Kamu mengalami kecemasan karena kamu tegang . Baiklah kalau begitu pertama kamu harus menghilangkan perasaan tegang  dan kedua kamu bisa merespon secara akurat”.
Konseli “Untuk menghilangkan rasa tegang mungkin dapat saya lakukan tapi bagaimana caranya bisa merespon secara akurat..? “
Konselor “Kamu dapat merespon secara akurat jika kamu dapat memahami apa yang dikemukakan oleh orang lain, dan kamu dapat mengkomunikasikan pemahaman itu dengan kata atau kalimat yang tegas. Bagaimana kamu sudah mengerti?”
Konseli “Ya bu..”
Konselor “Disamping itu dalam kondisi yang bagaimana kamu dapat mengkomunikasikan kata atau kalimat yang tegas”. Menetapkan tujuan (menetapkan kondisi)
Konseli “Saya akan mencoba pada saat pelajaran sedang berlangsung”.
Konselor “Bagus rahmi. Kamu juga harus menetapkan standarnya yaitu banyaknya respon yang kamu kemukakan misalnya tiga atau empat kali”. Menetapkan tujuan (menetapkan standar)
Konseli “Iya bu, saya akan  coba untuk dapat melakukannya 3 kali saat menerima mata pelajaran di kelas”.
Konselor “Bagus sekali. Nah sekarang coba kamu rumuskan apa tujuan yang ingin kamu capai setelah konseling ini?” Menetapkan tujuan (mengkomunikasikan tujuan operasional)
Konseli “Baik bu, masalah saya yaitu saya merasa cemas saat sebelum dan saat pelajaran berlangsung , jadi saat mata pelajaran berlangsung saya akan berusaha untuk bersikap relaks dan melakukan respon secara akurat sebanyak 3 kali”.
Konselor “Bagus sekali, kamu telah merumuskan tujuan untuk mengatasi masalah kamu sendiri..”
Konseli “Ya bu…”.
Konselor “Oh ya, apakah sebelumnya kamu sudah pernah mencoba untuk berusaha bersikap relaks sebelum dan saat pelajaran berlangsung ?” Mengembangkan program(membantu mengidentifikasi program)
Konseli “Sudah pernah bu, tapi tetap saja saya masih merasa tegang sebelum dan saat pelajaran berlangsung. Mungkin ibu bisa menunjukkan cara lain untuk mengatasi masalah saya ini”.
Konselor “Tentu saja bisa. Setelah saya mendengar masalah kamu, ibu akan memberikan alternatif yang bisa kamu lakukan yaitu kamu bisa melakukan teknik  modeling simbolis atau desensitisasi. Modeling simbolik adalah modelnya disajikan melalui media tertentu seperti video, slide, rekaman suara. Sedangkan desensitisasi yaitu pengurangan sensitifitas emosional yang berkaitan dengan kelainan pribadi atau masalah sosial setelah melalui prosedur konseling. Desensitisasi adalah pendekatan yang dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku melalui perpaduan beberapa teknik yang terdiri dari memikirkan sesuatu, menenangkan diri, dan membayangkan sesuatu.Bagaiman pendapat kamu?” Mengembangkan program (membantu konseli memilih program)
Konseli “Keduanya kelihatan bagus tapi saya masih bingung pilih yang mana..?”
Konselor “Baiklah agar kamu dapat memilih teknik yang cocok hendaknya kamu menguji setiap alternative tadi kebaikan dan kerugiaannya baik bagi dirimu maupun orang lain. Untuk itu kamu dapat menggunakan “Lembar Keseimbangan” ini.Silahkan diisi!” Pengujian alternative program
Konseli “Ya bu…”
Konselor “Coba sekarang kita uji bersama..”
Konseli “Menurut saya yang paling penting adalah agar saya dapat bersikap relaks sebelum dan saat pelajaran berlangsung”.
Konselor “Apakah alternative tadi membawa keuntungan atau kerugian bagi kamu?”
Konseli “Alternative tadi membawa keuntungan dan kerugiannya hampir tidak ada”.
Konselor “Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mengatur langkah-langkah program yaitu langkah mana yang akan kamu lakukan terlebih dahulu kemudian langkah pengantara dan sub langkah baik sub langkah dari langkah awal maupun sub langkah dari langkah pengantara itu. Langkah mana yang menurut kamu lebih penting dari semua program itu..?” Mengembangkan langkah awal program
Konseli “Saya fikir yang menjadi langkah awal saya yakni mempelajari pendekatan desensitisasi”.
Konselor “Itu adalah langkah awal yang baik, dan mana langkah pengantara kamu yang menjadi jembatan untuk mencapai tujuan?” Mengembangkan langkah pengantara program
Konseli “Langkah pengantara saya adalah saya akan memperagakan dari pendekatan desensitisasi”.
Konselor “Nah sekarang sub langkah apa saja yang kamu akan lakukan?” Mengembangkan sub langkah program
Konseli “Yang menjadi sub langkah saya yaitu pertama saya mempelajari pendekatan desensitisasi dengan baik dan kedua tidak putus asa dalam berlatih”.
Konselor “Baik sekali, sekarang kamu menetapkan waktu kapan kamu mau menyeleseikan program tersebut?” Merencanakan jadwal (menetapkan waktu penyeleseian)
Konseli “Insya Allah Minggu depan bu”.
Konselor “Baik, kamu bertekad untuk menyeleseikan program tersebut minggu depan. Selanjutnya kapan kamu akan memulai kegiatan tahap awal?” Menetapkan waktu memulai
Konseli “Waktu dekat ini bu dan Saya tidak ingin menunda lagi”.
Konselor “Bagus sekali, kamu sudah tidak sabar menunggu. Lalu apa yang kamu lakukan pada hari kedua, ketiga dan keempat?” Memonitori rentang waktu
Konseli “Pada hari kedua saya akan melatih bersikap relaks, hari ketiga saya akan memperbanyak latihan, dan hari keempat saya berusaha mempraktekkan”.
Dalam respon satu, konselor mengemukakan rasional penggunaan desensitisasi untuk menolong Rahmi mengatasi kekuatan dan penghindaraan terhadap pelajaran Kimia

Sumber : https://andyouandi.net/

Contoh Percakapan Desentisisasi

Contoh Percakapan Desentisisasi

Contoh Percakapan Desentisisasi

Rahmi adalah seorang siswa kelas XI  IPA 3 setelah menyelesaikan studinya di SMAN 1 dia ingin melanjutkan studinya di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung mengambil jurusan Tekhnik Elektro. Rahmi adalah satu dari beberapa murid di sekolahnya yang menginginkan jurusan itu. Akan tetapi Rahmi merasa ragu apakah dia bisa atau tidak, dia juga merasa kalau  sulit untuk lulus masuk di jurusan ini karena dilihat dari tahun ke tahun pendaftar lebih banyak daripada calon mahasiswa yang akan di terima. Hal ini terkadang membuat Rahmi ingin menyerah dan melupakan keinginannya untuk menjadi mahasiswi Tekhnik Elektro.  Akhirnya Rahmi mengambil keputusan untuk menemui konselor agar dia bias mendaptakan solusi dari masalahnya.

KonselorKonseli

 Percakapan

Keterampilan Dasar

1.TAHAP WAWANCARA AWAL
Konseli ”(konseli mengetuk pintu) Assalamualaikum Pak..”
Konselor Waalaikum salam..(sambil berdiri). Mari silahkan masuk (menghampiri konseli sambil menjabat tangan). Silahkan duduk.. Attending
Konseli “Terima kasih bu..”
Konselor “Kalau boleh ibu tahu nama kamu siapa? Perkenalkan ibu Uni ..
Konseli “Nama saya Rahmi bu kelas XI IPA ..”
Konselor “(konselor melihat buku yang dipegang oleh konseli) kamu baru selesai belajar ya..?”

Rapport

Konseli “iya bu, Saya baru selesai belajar Bahasa Indonesia”
Konselor “Bagaimana dengan pelajarannya tadi..?”
Konseli “Menyenangkan bu. Karena cara gurunya menjelaskan bagus sehingga mudah dimengerti atau dipahami.
Konselor “Oh baguslah kalau begitu… oh ya apakah kamu kesini atas kemauan sendiri atau ada yang suruh..?” Menanyakan sifat kedatangan konseli
Konseli “Saya kesini atas keinginan sendiri  bu..”
Konselor “Apakah sebelumnya kamu sudah pernah datang keruangan ini untuk memperoleh konseling..?” Menanyakan apakah konseli sudah pernah memperoleh konseling
Konseli “Belum pernah bu..”
Konselor “kalau begitu ibu akan menjelaskan sedikit tentang apa itu konseling, konseling itu adalah suatu layanan yang berusaha untuk membantu siswa yang sedang menghadapi masalah atau sulit mengambil keputusan agar dia mampu untuk memecahkan masalahnya atau agar dia mampu untuk mengambil keputusan yang tepat baginya. Nah apa kamu sudah mengerti..?” Memberi informasi tentang konseling
Konseli “Iya bu ..”
Konselor “Jadi peran ibu disini sebagai konselor yaitu berusaha membantu kamu untuk menemukan jalan keluar atas masalah yang kamu hadapi. Lalu kamu sendiri sebagai konseli sebaiknya aktif dalam mengemukakan masalah dan latar belakang masalah serta mengkaji berbagai kemungkinan jalan keluar. Nah apa sekarang kamu sudah mengerti?” Memberi informasi tentang peranan konselor dan konseli
Konseli “Iya bu saya mengerti dan saya akan berusaha aktif dalam konseling ini. Tapi saya tidak ingin  kalau masalah saya ini diketahui oleh orang lain”.
Konselor “Kamu tidak perlu khawatir, disini ibu akan menjaga rahasia kamu. Sebab dalam konseling itu memiliki kode etik yaitu asas kerahasiaan salah satunya. Jadi jangan ragu untuk mengemukakan masalah kamu tanpa perlu merasa takut untuk diketahui orang lain”. Memberi informasi tentang kode etik konseling
Konseli “Syukurlah kalau begitu bu”.
Konselor “Baiklah, disekolah ini terdapat 3 konselor yang dapat kamu pilih dan terserah kamu mau pilih yang mana. Yang pertama ada Pak Akram sarjana PPB UNM yang telah berpengalaman 3 tahun. Yang kedua Ibu Nani sarjana PPB UNM yang telah berpengalaman 2 tahun, dan terakhir saya sendiri sarjana PPB UNM yang berpengalaman baru 2 tahun. Silahkan pilih satu diantaranya..?” Memberi informasi tentang konselor yang dapat dipilih
Konseli “Saya memilih ibu saja karena saya merasa nyaman berkonsultasi dengan ibu”.
Konselor “Terima kasih, lalu apa yang kamu harapkan setelah proses konseling ini?” Kontrak tujuan
Konseli “Saya berharap agar masalah yang saya hadapi dapat teratasi dan menemukan jalan keluar yang terbaik.”
Konselor “Begini, konseling ini membutuhkan waktu yaitu 2 kali pertemuan dengan durasi 45 menit, bagaimana apa kamu setuju.?” Kontrak waktu
Konseli Iya bu (sambil menggangguk kepala)
2. TAHAP EKSPLORASI MASALAH
Konselor “Baiklah, kita akan memulai konselingnya. Coba ceritakan pada ibu masalah apa yang sedang kamu alami sekarang..?” Mengajak Terbuka
Konseli “Begini bu, saya merasa ragu apakah saya bisa melanjutkan study saya ke PTN jurusan Tekhnik Elektro…
Konselor “Kalau boleh ibu tahu apa yang menyebabkan kamu bersikap demikian?” Pertanyaan terbuka
Konseli “Begini bu..” (menunduk dan terdiam)
Konselor “Teruskan  Rahmi..” Dorongan minimal
Konseli “Saya merasa tidak yakin pada diri saya sendiri”
Konselor “Kenapa kamu merasa tidak yakin?” Mengikuti pokok pembicaraan
Konseli “Karena saya merasa kalau saya tidak bisa melakukannya dengan baik.”
Konselor “Apakah kamu sudah belajar dengan baik  ? Meminta penjelasan lebih lanjut
Konseli “Iya bu, saya sudah belajar dengan baik bahkan saya ikut bimbingan belajar khusus masuk jurusan Tehknik”
Konselor “Tadi kamu mengatakan kalau kamu sudah belajar dengan baik dan ikut bimbingan belajar tapi sekarang kamu merasa tidak yakin?” Konfrontasi
Konseli “Iya juga sih bu, tapi sebenarnya saya takut dan ragu karena saingannya banyak.”
Konselor “Kamu mengatakan bahwa kamu sepertinya tidak bisa lulus PTN..  Mengapa hal itu sampai terjadi? Merespon isi wacana secara logis
Konseli “Ya bu, karena saya takut gagal pada saat tes nanti ”
Konselor “kamu mengatakan kalau kamu ragu untuk bisa lulus menjadi mahasiswi Tekhnik Elektro karena saingan kamu banyak kamu tidak percaya pada kemampuan diri kamu. Merespon isi berdasarkan pentingnya
Konseli “benar bu…
Konselor “Menurut ibu, perasaan ragu dan tidak yakin pada diri sendiri itu adalah hal yang wajar ketika sedang dalam masalah tetapi jangan sampai perasaan tersebut menguasai pikiran kamu.” Memberi informasi
Konseli “saya sudah berusaha bu untuk tidak merasa ragu tapi perasaan itu sering muncul saat ketika saya mengingat saingannya saya banyak bu”
Konselor “ Ibu yakin kamu pasti bisa Rahmi.” Memberi penguatan
Konseli “Iya bu, mudah-mudahan saya bisa.”
Konselor “Jadikamu merasa ragu karena saingan kamu banyak.”? Merespon isi berdasar sebab akibat
Konseli “Ya Seperti itulah ibu.”
Konselor “Terkadang memang kita merasa ragu dalam melakukan sesuatu tetapi ibu yakin semua itu pasti ada jalan keluarnya.” Memberi nasihat
Konseli “Tetapi saya sedih bu karena hal itu.”
Konselor “Kamu merasa sedih..?” Merespon perasaan sedih
Konseli “Terus terang iya ibu, padahal saya ingin sekali melanjutkan study saya di  Jurusan Teklhnik Elektro.”
Konselor “Kamu merasa senang apabila kamu bisa merasa yakin lulus di jurusa tekhnik elektro?” Merespon perasaan senang
Konseli “Ya ibu, tapi saya kesal dengan diri saya sendiri kenapa saya tidak bisa melakukan hal itu”.
Konselor “Kamu merasa kesal dengan hal itu?” Merespon perasaan marah
Konseli “Ya bu, tapi saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa?”
Konselor “Kamu merasa sedih karena tidak dapat yakin dan ragu pada diri sendiri?” Merespon yang dapat dipertukarkan
Konseli “Iya ibu, saya benar-benar kesal dengan diri saya sendiri karena tidak bisa yakin pada diri sendiri”.
Konselor “Kamu merasa kesal karena diri kamu sendiri karena ragu pada kempuan sendiri dan sekarang kamu sedih karena tidak tahu harus berbuat apa ? Merespon terhadap perasaan dan isi yang banyak
Konseli “Betul bu, saya kecewa dengan diri saya sendiri.”
Konselor “Kamu merasa frustasi karena kamu tidak bisa bersikap yakin pada diri sendiri?” Merespon terhadap perasaan yang sulit
Konseli “Ya bu”.
Konselor “Apakah kamu tahu kenapa kamu tidak bisa bersikap yakin pada diri sendiri?” Menanyakan sebab-sebab masalah
Konseli “Saya kurang tahu pasti  bu tapi mungkin salah satunya karena saya takut gagal dalam tes seleksi nanti?”
Konselor “Kamu merasa putus asa dan kecewa karena kamu tidak bisa bersikap yakin pada diri sendiri sehingga kamu merasa ragu untuk bisa lulus menajdi calon mahasiswi tekhnik elektro?” Menyimpulkan
Konseli “Ya bu. Saya sedih karena semua ini..”

Sumber : https://aziritt.net/